Anda di halaman 1dari 50

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN


SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG SELATAN

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

TINJAUAN TERHADAP PENERAPAN ELECTRONIC FILING SYSTEM


(E-FILING) DALAM PENYAMPAIAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT)
DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA KEBAYORAN LAMA

Diajukan oleh :
AHMAD ZAKI PURBA
NPM 131020001232
Mahasiswa Program Diploma I Keuangan
Spesialisasi Pajak
Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat
Dinyatakan Lulus Program Diploma I Keuangan
Pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
2014

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG SELATAN
TANDA PERSETUJUAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
NAMA

: AHMAD ZAKI PURBA

NOMOR POKOK MAHASISWA

: 131020001232

DIPLOMA I KEUANGAN
SPESIALISASI

PAJAK

BIDANG PKL

PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI

JUDUL LAPORAN

TINJAUAN

TERHADAP

PENERAPAN

ELECTRONIC FILING SYSTEM (E-FILING)


DALAM

PENYAMPAIAN

SURAT

PEMBERITAHUAN (SPT) DI KANTOR


PELAYANAN

PAJAK

PRATAMA

KEBAYORAN LAMA

Mengetahui

Tangerang Selatan,.... September 2014

Kepala Bidang Akademis

Menyetujui

Pendidikan Pembantu Akuntan

Dosen Pembimbing,

Widya Novita, S.Psi.

Hermawan Setya Budi, S.T., M.Kom.

NIP 197103171996032001

NIP 197612221999031001

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA
TANGERANG SELATAN
PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
NAMA

: AHMAD ZAKI PURBA

NOMOR POKOK MAHASISWA

: 131020001232

DIPLOMA I KEUANGAN
SPESIALISASI

PAJAK

BIDANG PKL

PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI

JUDUL LAPORAN

TINJAUAN

TERHADAP

PENERAPAN

ELECTRONIC FILING SYSTEM (E-FILING)


DALAM

PENYAMPAIAN

SURAT

PEMBERITAHUAN (SPT) DI KANTOR


PELAYANAN

PAJAK

PRATAMA

KEBAYORAN LAMA
Tangerang Selatan,.September 2014

.
1. Hermawan Setya Budi, S.T., M.Kom.
NIP 197612221999031001

Dosen Pembimbing/Penilai I

.
2. Rimba Prasasti

Dosen Penilai II
3

NIP

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb.


Puji dan syukur Alhamdulillah Penulis ucapkan kepada Allah SWT atas
rahmat dan karunia-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja
Lapangan ini dengan lancar dan selesai pada waktunya. Laporan Praktik Kerja
Lapangan dengan judul TINJAUAN TERHADAP PENERAPAN ELECTRONIC
FILING

SYSTEM

(E-FILING)

DALAM

PENYAMPAIAN

SURAT

PEMBERITAHUAN (SPT) DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA


KEBAYORAN LAMA ini merupakan salah satu syarat untuk dapat dinyatakan
lulus dari Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Pajak Sekolah Tinggi Akuntansi
Negara.
Dalam penulisan laporan ini, banyak pihak yang telah membantu Penulis baik
secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, Penulis ingin mengucapkan
terima kasih terutama kepada:
1. Ayah dan Mama, atas doa dan kasih sayang yang selalu diberikan dan tidak
pernah surut sepanjang jaman serta bantuan moril dan materiilnya.
2. Adik-adikku, yang juga menjadi penyemangat abangnya untuk menggapai citacita.
3. Seluruh keluarga, yang selalu memberikan dukungan, semangat dan nasehatnasehat.
4. Bapak Kusmanadji, Ak., MBA., selaku Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
dan Ibu Widya Novita, S.Psi., selaku Kepala Bidang Akademis Pendidikan
Pembantu Akuntan.
5

5. Bapak Hermawan Setya Budi, S.T., M.Kom. selaku dosen pembimbing yang
senantiasa dengan sabar memberikan masukan dan saran yang sangat bermanfaat
bagi penulis, sehingga Laporan Praktik Kerja Lapangan ini dapat diselesaikan
dengan lancar.
6. Seluruh dosen dan staf Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang telah memberikan
bimbingan kepada penulis selama menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Akuntansi
Negara.
7. Bapak Riyadi selaku kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran
Lama yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan kegiatan
Praktik Kerja Lapangan di KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
8. Seluruh pegawai di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama,
yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu,
membimbing penulis melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kantor, dan membantu
penulis mengumpulkan data dan informasi dalam melaksanankan Praktik Kerja
Lapangan.
9. Teman-teman Praktik Kerja Lapangan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta
Kebayoran Lama yang selalu memberikan dukungan dan keceriaan disetiap
harinya.
10. Teman kost aku, Adam, Aldi, Dio, Mail, Rendi, dan Pak Raharjo yang selalu
mengisi hari-hari di kost dengan canda, tawa, dan keceriaan.
11. Teman-teman Prodip I Spesialisasi Pajak kelas K yang selalu kompak dimanapun
dan kapanpun, pertahankan kekompakan ini ya :D.

12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu, yang telah
memberikan bantuan dan dorongan dalam menyusun Laporan Praktik Kerja
Lapangan ini.
Semoga Allah SWT yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang membalas
semua kebaikan ini dengan berlipat ganda.
Penulis menyadari bahwa Laporan Praktik Kerja Lapangan ini jauh dari
sempurna, segala kritik dan saran akan penulis terima dengan senang hati. Semoga
pembaca dengan segala kearifannya dapat mengambil manfaat dari Laporan Praktik
Kerja Lapangan ini.
Wassalamualaikum wr. wb.

Tangerang Selatan,September 2014

Ahmad Zaki Purba


NPM 131020001232

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sesungguhnya


bahwa Laporan Praktik Kerja Lapangan ini seluruhnya adalah hasil kerja saya sendiri.
Dalam hal kutipan yang saya ambil dari buku, majalah, peraturan-peraturan
yang berlaku dan/atau sumber-sumber lainnya, telah saya sebutkan dalam daftar
pustaka dan catatan kaki.
Apabila dalam laporan ini ditemui bahwa sebagian atau seluruh isinya
merupakan jiplakan atau bersifat plagiat sesuai dengan Bab II A No. 7 dan Bab II B
No. 3 Keputusan Direktur STAN No. KEP-100/PP.7/2001, saya bersedia untuk
dinyatakan tidak lulus/kelulusan dibatalkan dan dikeluarkan dari Program Diploma I
Keuangan Spesialisasi Pajak.

Tangerang Selatan,September 2014


Yang membuat pernyataan,

Ahmad Zaki Purba


NPM 131020001232

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN LAPORAN PKL..........................................................ii
HALAMAN PERNYATAAN LULUS DARI TIM PENILAI......................................iii
KATA PENGANTAR....................................................................................................iv
SURAT PERNYATAAN..............................................................................................vii
DAFTAR ISI...............................................................................................................viii
DAFTAR TABEL...........................................................................................................x
DAFTAR GAMBAR....................................................................................................xi
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................................xii
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................1
A. Latar Belakang Penulisan............................................................................1
B. Tujuan Penulisan....................................................................................... 2
C. Ruang Lingkup Pembahasan........................................................................3
D. Metode Pengumpulan Data.........................................................................3
E. Sistematika Penulisan................................................................................. 4
BAB II ANALISIS PEMBAHASAN............................................................................6
A. Landasan Teori.......................................................................................... 6
1. Pengertian Pajak................................................................................... 6
2. Sistem pemungutan pajak berdasarkan Self Assestment...............................7
3. Surat Pemberitahuan............................................................................. 7
4. Electronic Filing System (e-Filing)..........................................................8
9

5. Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP). 8


B. Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak....................................................9
1. Sejarah Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama
...................................................................................................... 9

2. Wilayah Kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.....9


3. Komposisi Sumber Daya Manusia Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta
Kebayoran Lama............................................................................ 10
4. Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama
.................................................................................................... 12

C. Pembahasan............................................................................................ 17
1. Penerapan Electronic Filling System (e-Filing) dalam Penyampaian Surat
Pemberitahuan............................................................................... 17
2. Prosedur Pelaksanaan e-Filing..............................................................21
3. Peranan Kantor Pelayanan Pajak dalam penerapan Electronic Filing System
(e-Filing)....................................................................................... 29
4. Kelebihan dan Kekurangan penggunaan Electronic Filing System (e-Filing)
bagi Kantor Pelayanan Pajak............................................................31
BAB III PENUTUP......................................................................................................34
A. Simpulan................................................................................................ 34
B. Saran..................................................................................................... 35
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................37
LAMPIRAN.................................................................................................................38

10

DAFTAR TABEL
Tabel II.B.1

Jumlah Pegawai di Kantor Pelayanan Pajak

Pratama Jakarta

Kebayoran Lama
Tabel II.B.2

Komposisi SDM Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran


Lama

11

DAFTAR GAMBAR
Gambar II.C.1 Tata Cara Pemberian e-FIN untuk e-Filling Melalui ASP
Gambar II.C.2 Registrasi e-FIN ke Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi
Gambar II.C.3 Penyampaian Surat Pemberitahuan Melalui e-Filing dari Perusahaan
Penyedia Jasa Aplikasi
Gambar II.C.4 Jumlah e-FIN Wajib Pajak Terdaftar Sampai Dengan September 2014
29
Gambar II.C.5 Perbandingan Penyampaian SPT Melalui e-Filing Periode 2012-2013
30

12

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1

Total penyampaian Surat Pemberitahuan melalui e-Filing pada periode


2012-2013.

Lampiran 2

Formulir permohonan e-FIN ke Kantor Pelayanan Pajak

13

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan
Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka menyesuaikan perkembangan
teknologi informasi mengeluarkan terobosan yang terkait dengan aplikasi
teknologi informatika dalam kegiatan administrasi perpajakan guna meningkatkan
dan mengoptimalkan pelayanan kepada Wajib Pajak. Berdasarkan hal tersebut
maka dibuatlah Electronic Filing System (e-Filing) guna memudahkan Wajib
Pajak dalam menyampaikan Surat Pemberitahuannya. Oleh sebab itu, Direktorat
Jenderal Pajak mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER47/PJ/2008

tentang

Tata

Cara

Penyampaian

Surat

Pemberitahuan

dan

Penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara


Elektronik (e-Filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP)
sebagaimana telah diubah dengan PER-36/PJ/2013. Dengan adanya terobosan ini,
diharapkan Direktorat Jenderal Pajak mampu meningkatkan potensi penerimaan
Negara karena dengan penerapan sistem ini diharapkan memberi kemudahan
kepada Wajib Pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan dengan mudah, cepat,
dan efisien.

Atas dasar pemikiran tersebut penulis berusaha mengamati lebih dalam


lagi tentang penerapan Electronic Filing System (e-Filing) dalam penyampaian
Surat Pemberitahuan. Dalam hal ini, bagaimana penerapan sistem penyampaian
Surat Pemberitahuan melalui e-Filing di Kantor Pelayanan Pajak tujuan,
14

kemudian bagaimana peranan Kantor Pelayanan Pajak terhadap penerapan sistem


ini, dan apa saja kelebihan dan kekurangan dalam penerapan sistem ini. Pada
intinya dalam laporan ini penulis ingin menunjukan realitas yang terjadi dalam
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran Lama dalam penerapan Electronic
Filing System (e-Filing). Oleh karena itu, penulis akan membahasnya dalam
Laporan Praktik Kerja Lapangan dengan judul TINJAUAN TERHADAP
PENERAPAN ELECTRONIC FILING SYSTEM (E-FILING) DALAM
PENYAMPAIAN

SURAT

PEMBERITAHUAN

(SPT)

DI

KANTOR

PELAYANAN PAJAK PRATAMA KEBAYORAN LAMA.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai dalam Penyusunan Laporan Praktik Kerja
Lapangan oleh Penulis dalam memenuhi sebagian dari syarat dinyatakan lulus dari
Program Diploma 1 Keuangan Spesialisasi Pajak sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui penerapan Electronic Filing System (e-Filing) dalam
penyampaian Surat Pemberitahuan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Kebayoran Lama.
2. Untuk mengetahui alur proses pelaksanaan Electronic Filing System (e-Filing)
3. Untuk mengetahui Peranan Electronic Filing System (e-Filing) bagi Kantor
Pelayanan Pajak.
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan Electronic
Filing System (e-Filing) bagi Kantor Pelayanan Pajak.

C. Ruang Lingkup Pembahasan


15

Penulis membatasi ruang lingkup pembahasan Laporan Praktik Kerja


Lapangan ini hanya pada keadaan di Kantor Pelayanan Pajak dari penerapan
Electronic Filing System (e-Filing) dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan
melalui jasa dari Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP). Berdasarkan tinjauan
tersebut, penulis ingin memberikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan
dalam penerapan sistem ini dan kemudian memberikan kesimpulan dan saran
yang kiranya bermanfaat untuk masa yang akan mendatang.

D. Metode Pengumpulan Data


Dalam menyusun dan menyelesaikan tugas Laporan Praktik Kerja
Lapangan ini penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data, antara
lain :
1. Metode Kepustakaan
Dalam metode ini, data diperoleh dari sumber-sumber informasi
berupa catatan-catatan selama kuliah, buku-buku pengantar perpajakan,
modul, peraturan-peraturan pemerintah dibidang perpajakan seperti Undangundang tentang perpajakan, Keputusan Menteri Keuangan, Keputusan
Direktur Jenderal Pajak, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak, artikel-artikel
dan media pustaka yang lain yang berhubungan dengan pembahasan masalah.
2. Metode Lapangan
Metode ini dilakukan selama melaksanakan PKL di Kantor Pelayanan
Pajak dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dilapangan untuk
mendapatkan data dan fakta yang diperlukan untuk menunjang landasan data
dan fakta serta analisa data dan permasalahan.
16

3. Metode Wawancara
Metode ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara secara
langsung kepada pihak-pihak terkait yang ahli di bidangnya dalam hal ini
seksi-seksi yang ada di Kantor Pelayanan Pajak khususnya Seksi Pengolahan
Data dan Informasi tentang permasalahan yang dibahas.

E. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang
lingkup pembahasan, metode pengumpulan data, dan sistematika penyajian yang
dibuat oleh penulis dalam menyusun laporan Praktik Kerja Lapangan.

BAB II URAIAN PERMASALAHAN


Bab ini berisikan pembahasan yang meliputi landasan teori, data, dan fakta
yang berhubungan dengan Electronic Filing System (e-Filing). Kemudian tinjauan
atas penerapan e-Filing dalam penyampaian Surat Pemberitahuan. Selanjutnya
berisikan tentang peranan e-Filing bagi Kantor Pelayanan Pajak, dan juga
kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan Electronic Filling System (e-Filing).
BAB III PENUTUP
Berisi kesimpulan atas pembahasan pada bab II dan saran yang mungkin
dapat bermanfaat dalam mengoptimalkan penerapan Electronic Filing System
(eFiling).

17

BAB II
ANALISIS PEMBAHASAN

A. Landasan Teori
1. Pengertian Pajak
Undang-undang No.6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata
Cara perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.16
tahun 2009 mengartikan pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang
terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan
Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan
digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat.
Definisi atau pengertian pajak menurut Prof., Dr., Rochmat Soemitro,
S.H.: Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undangundang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapatkan imbalan jasa
timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan
dalam membayar pengeluaran umum.
Pajak menurut Prof., Dr., P. J. A. Adriani : Pajak adalah iuran kepada
negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya
menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali yang
langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai
pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk
menyelenggarakan pemerintahan. Berdasarkan faktor-faktor yang sangat

18

dominan untuk menentukan timbulnya kewajiban pajak, Prof. Dr. P. J. A.


Adriani membedakan pajak terdiri atas dua jenis, yaitu:
a. Pajak Subyektif adalah suatu jenis pajak yang kewajiban pajaknya sangat
ditentukan pertama-tama oleh keadaan subjektif subjek pajak walaupun
untuk menentukan timbulnya kewajiban membayar pajak tergantung pada
keadaan objek pajaknya.
Contoh : Pajak Penghasilan
b. Pajak Objektif adalah suatu jenis pajak yang timbulnya kewajiban
pajaknya sangat ditentukan pertama-tama oleh objek pajak.
Contoh : Objek Pajak Penghasilan.
2. Sistem pemungutan pajak berdasarkan Self Assestment
Self Assestment adalah sistem yang dianut oleh Indonesia dimana
Wajib Pajak yang aktif untuk menghitung, memperhitungkan, melaporkan, dan
menyetor jumlah pajak yang terutang sendiri.
3. Surat Pemberitahuan
Undang-undang No.6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata
Cara perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.16
tahun 2009 menyebutkan, Surat Pemberitahuan adalah surat yang oleh Wajib
Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak,
objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
4. Electronic Filing System (e-Filing)
E-Filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan atau
pemberitahuan perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan yang dilakukan
19

secara on-line yang realtime melalui website Direktorat Jenderal Pajak


(www.pajak.go.id) atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service
Provider (ASP). (www.pajak.go.id)
Wajib

Pajak

dapat

menyampaikan

SPT

atau

pemberitahuan

perpanjangan SPT Tahunan secara elektronik (e-Filing) melalui sarana:


a. Penyedia Jasa Aplikasi (ASP).
b. Melalui situs Pajak (www.pajak.go.id).
5. Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP)
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2008 tentang Tata
Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan Penyampaian Pemberitahuan
Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara Elektronik (e-Filing) melalui
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) sebagaimana telah diubah dengan PER36/PJ/2013 mengatakan, Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service
Provider) yang selanjutnya disebut ASP adalah perusahaan yang telah ditunjuk
dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak sebagai perusahaan yang dapat
menyalurkan penyampaian SPT dan Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan
secara elektronik ke Direktorat Jenderal Pajak.
B. Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak
1. Sejarah Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama dibentuk
menjadi Kantor Pelayanan Pajak Modern dengan sebutan Kantor Pelayanan
Pajak Pratama sesuai Peraturan Menteri Keuangan PMK-132/PMK.01/2006
tanggal 22 Desember 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi
Vertikal Direktorat Jenderal Pajak. Sebagai Kantor Pelayanan Pajak yang
20

melayani dan mengadministrasikan 227.875 (dua ratus dua puluh tujuh ribu
delapan ratus tujuh puluh lima) jiwa yang terdiri dari Wajib Pajak Orang
Pribadi, Badan dan Bendaharawan yang berada di wilayah domisili
Kecamatan Kebayoran Lama dan Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan,
yang terdiri dari 11 (sebelas) kelurahan, menuntut kesiapan fasilitas yang
memadai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Wajib Pajak.
2. Wilayah Kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama, wilayah
kerjanya meliputi 2 (dua) kecamatan yaitu:
1) Kecamatan Kebayoran Lama
2) Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan
Dan terdiri dari 11 (sebelas) kelurahan, yaitu:
1) Kelurahan Pondok Pinang
2) Kelurahan Kebayoran Lama Selatan
3) Kelurahan Kebayoran Lama Utara
4) Kelurahan Cipulir
5) Kelurahan Grogol Selatan
6) Kelurahan Grogol Utara
7) Kelurahan Bintaro
8) Kelurahan Ulujami
9) Kelurahan Petukangan Selatan
10) Kelurahan Petukangan Utara
11) Kelurahan Pesanggrahan

21

3. Komposisi Sumber Daya Manusia Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta


Kebayoran Lama
Sumber Daya Manusia yang dimiliki Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Kebayoran Lama Per 31 Agustus 2014, berjumlah (jumlah pegawai)
pegawai dengan komposisi yang dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel II.B.1
Jumlah Pegawai di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama
Jabatan

Jumlah

Kepala Kantor
SubBagian Umum
Seksi Pelayanan
Seksi Penagihan
Seksi Pengolahan Data dan Informasi
Seksi Ekstensifikasi Perpajakan
Seksi Pemeriksaan dan Kepatuhan Internal
Seksi Pengawasan dan Konsultasi I
Seksi Pengawasan dan Konsultasi II
Seksi Pengawasan dan Konsultasi III
Seksi Pengawasan dan Konsultasi IV

22

1
8
20
5
8
4
4
9
7
8
9

Kelompok Jabatan Fungsional (Fungsional

16

Pemeriksa)
Jumlah Pegawai KPP Pratama Kebayoran

99

Lama

Tabel II.B.2
Komposisi SDM Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama
Jenjang
SMA/Sederajat
DI
D III
D IV / S I
S II
Total

Jumlah
15
10
28
35
11
99

4. Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran


Lama
Gambar II.B.1
Bagan Organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama

23

Struktur organisasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kebayoran


Lama telah disusun berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan PMK
132/PMK.01/2006 juncto PMK 62/PMK.01/2009 Tentang Organisasi dan
Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak. Struktur organisasi
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama terdiri atas
kelompok struktural dan kelompok fungsional. Kelompok struktural terdiri
dari seksi-seksi yangh dikepalai oleh kepala seksi atau kepala subbagian,
sedangkan kelompok fungsional dikepalai oleh seorang ketua tim. Tugas
pokok dan fungsi (Tupoksi) dari masing-masing seksi dan fungsional di
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama adalah sebagai
berikut:
a. Kepala Kantor;

24

Kepala

kantor

mempunyai

tugas

mengarahkan

dan

mengoordinir seluruh kegiatan dan pelaksanaan tugas di Kantor


Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
b. Subbagian Umum;
Subbagian

umum

mempunyai

tugas

melakukan

urusan

kepegawaian, keuangan, tata usaha dan rumah tangga di Kantor


Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
c. Seksi Pelayanan;
Seksi Pelayanan mempunyai tugas melakukan penetapan dan
penerbitan produk hukum perpajakan, pengadministrasian dokumen
dan

berkas

perpajakan,

penerimaan

dan

pengolahan

surat

pemberitahuan, penerimaan surat lainnya, penyuluhan perpajakan,


pelaksanaan registrasi Wajib Pajak, serta melakukan kerjasama
perpajakan.
d. Seksi Penagihan;
Seksi

Penagihan

mempunyai

tugas

melakukan

urusan

penatausahaan piutang pajak, penundaan dan angsuran tunggakan


pajak, penagihan aktif, usulan penghapusan piutang pajak, serta
penyimpanan dokumen-dokumen penagihan.
e. Seksi Pengolahan Data dan Informasi;
Seksi Pengolahan Data dan Informasi mempunyai tugas
melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian
informasi perpajakan, perekaman dokumen perpajakan, urusan tata
usaha penerimaan perpajakan, pengalokasian Pajak Bumi dan
25

Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan,


pelayanan dukungan teknis komputer, pemantauan aplikasi e-SPT dan
e-Filing, pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG, serta penyiapan laporan
kinerja. Pada seksi PDI terdapat beberapa operator console (OC) yang
bertugas mengolah semua data perpajakan di Kantor Pelayanan Pajak.
f. Seksi Ekstensifikasi Perpajakan;
Seksi Ekstensifikasi Perpajakan mempunyai tugas melakukan
pengamatan potensi perpajakan, pendapatan objek dan subjek pajak,
serta pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak
dalam menunjang ekstensifikasi.
g. Seksi Pemeriksaan;
Seksi Pemeriksaan mempunyai tugas melakukan penyusunan
rencana pemeriksaan, pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan,
penerbitan dan penyaluran Surat perintah Pemeriksaan Pajak serta
administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya.
h. Seksi pengawasan dan Konsultasi I;
Seksi Pengawasan dan Konsultasi masing-masing mempunyai
tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib
Pajak, bimbingan/himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis
perpajakan, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib
Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan
intensifikasi, usulan pembetulan ketetapan pajak, usulan pengurangan
Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan

26

Bangunan, serta melakukan evaluasi hasil banding untuk wilayah


Kelurahan Pondok Pinang.
i. Seksi pengawasan dan Konsultasi II;
Seksi Pengawasan dan Konsultasi

masing-masing mempunyai

tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib


Pajak, bimbingan/himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis
perpajakan, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib
Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan
intensifikasi, usulan pembetulan ketetapan pajak, usulan pengurangan
Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan, serta melakukan evaluasi hasil banding untuk wilayah
Kecamatan Pesanggrahan.
j. Seksi pengawasan dan Konsultasi III;
Seksi Pengawasan dan Konsultasi masing-masing mempunyai
tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib
Pajak, bimbingan/himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis
perpajakan, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib
Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan
intensifikasi, usulan pembetulan ketetapan pajak, usulan pengurangan
Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan, serta melakukan evaluasi hasil banding untuk wilayah
Kelurahan Grogol Utara dan Grogol Selatan.
k. Seksi pengawasan dan Konsultasi IV;

27

Seksi Pengawasan dan Konsultasi masing-masing mempunyai


tugas melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib
Pajak, bimbingan/himbauan kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis
perpajakan, penyusunan profil Wajib Pajak, analisis kinerja Wajib
Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan
intensifikasi, usulan pembetulan ketetapan pajak, usulan pengurangan
Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan, serta melakukan evaluasi hasil banding untuk wilayah
Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama Selatan dan
Cipulir.
l. Kelompok Jabatan Fungsional (Fungsional Pemeriksa);
Fungsional

pemeriksa

mempunyai

tugas

melakukan

pemeriksaan terhadap Wajib Pajak untuk menguji kepatuhan


pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam
rangka

melaksanakan

ketentuan

peraturan

perundang-undangan

perpajakan.

C. Pembahasan
1. Penerapan Electronic Filling System (e-Filing) dalam Penyampaian Surat
Pemberitahuan
Indonesia menerapkan sistem self-assesment dalam dunia perpajakan.
Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk menghitung, membayar, serta
melaporkan sendiri kewajiban pajaknya. Hal ini membuat Wajib Pajak
28

sejatinya dapat dan mampu mengikuti perkembangan peraturan perpajakan


yang terus memperbaiki diri mengikuti perkembangan dinamika ekonomi di
Indonesia.
Kemajuan teknologi semakin membantu kita untuk melakukan
transaksi dan pelaporan secara on-line dan real-time. Direktorat Jenderal
Pajak terus melakukan peningkatan pelayanan dengan memanfaatkan
teknologi. Peningkatan dengan mengedepankan pelayanan ini salah satunya
terlihat dalam hal kemajuan penyampaian Surat Pemberitahuan melalui media
elektronik.
Sehubungan dengan hal tersebut maka Direktur Jenderal Pajak telah
mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2008
tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan Penyampaian
Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara Elektronik
(e-Filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) sebagaimana
telah diubah dengan PER-36/PJ/2013.
Berdasarkan peraturan diatas, maka Wajib Pajak yang terdaftar di
Kantor Pelayanan Pajak bisa menerapkan sistem elektronik ini dalam
menyampaikan Surat Pemberitahuan agar memudahkan mereka dalam
melakukan kewajiban dan hak perpajakan mereka.
Penyampaian Surat Pemberitahuan sebenarnya sudah ditur Dalam
ketentuan Pasal 6 ayat (2) Undang-undang No. 16 Tahun 2009 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, yang menyebutkan bahwa
Penyampaian Surat Pemberitahuan dapat dikirimkan melalui Kantor Pos
secara tercatat atau dengan cara lain yang diatur dalam Keputusan Direktur
29

Jenderal Pajak. Namun, dengan dibuatnya Peraturan Direktur Jenderal Pajak


Nomor PER-36/PJ/2013, maka penyampaian Surat Pemberitahuan menjadi
lebih luas lagi.
E-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT atau pemberitahuan
perpanjangan SPT Tahunan yang dilakukan secara on-line yang realtime
melalui website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) atau Penyedia
Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP). Dengan e-Filing,
Wajib Pajak tidak perlu lagi menunggu antrian panjang di lokasi Dropbox
maupun Kantor Pelayanan Pajak.
Tujuan utama layanan pelaporan pajak secara e-Filing ini adalah
(http://www.pajakku.com) :

Membantu para Wajib Pajak untuk menyediakan fasilitas pelaporan Surat


Pemberitahuan secara elektronik kepada wajib pajak, sehingga wajib pajak
orang pribadi dapat melakukannya dari rumah atau tempatnya bekerja,
sedangkan wajib pajak badan dapat melakukannya dari lokasi kantor atau
usahanya. Hal ini akan dapat membantu memangkas biaya dan waktu yang
dibutuhkan oleh Wajib Pajak untuk mempersiapkan, memproses dan
melaporkan Surat Pemberitahuan ke Kantor Pelayanan Pajak secara benar
dan tepat waktu.

Dengan cepat dan mudahnya pelaporan pajak ini berarti juga akan
memberikan dukungan kepada Kantor Pelayanan Pajak dalam hal
percepatan penerimaan laporan Surat Pemberitahuan dan perampingan
kegiatan administrasi, pendataan (juga akurasi data), distribusi dan
pengarsipan laporan Surat Pemberitahuan.
30

Saat ini tercatat lebih dari 10 juta Wajib Pajak di Indonesia, dengan cara
pelaporan yang manual tidak mungkin akan dapat ditingkatkan pelayanan
terhadap para Wajib Pajak tersebut. Maka dengan e-Filing dimana sistem
pelaporan menjadi mudah dan cepat, diharapkan jumlah Wajib Pajak dapat
meningkat lagi dan penerimaan negara tercapai.
Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-

47/PJ/2008 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan


Penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan
Secara Elektronik (e-Filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP)
sebagaimana telah diubah dengan PER-36/PJ/2013. Jenis surat pemberitahuan
yang dapat disampaikan adalah seluruh jenis Surat Pemberitahuan baik masa
maupun tahunan dan juga pemberitahuan perpanjangan Surat Pemberitahuan
tahunan.
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang bertindak sebagai mediator
harus memenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Perusahaan Penyedia
Jasa Aplikasi yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor PER-47/PJ/2008 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan
dan Penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan
Secara Elektronik (e-Filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP)
sebagaimana telah diubah dengan PER-36/PJ/2013. Syarat-syaratnya adalah
sebagai berikut :

Berbentuk badan;

Memiliki izin usaha penyedia jasa aplikasi (ASP);

31

Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah dikukuhkan


sebagai Pengusaha Kena Pajak;

Menandatangani perjanjian dengan Direktorat Jenderal Pajak


Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang telah memenuhi syarat-syarat

di atas dapat mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Pajak agar


ditunjuk sebagai Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang dapat menyalurkan
Surat Pemberitahuan secara elektronik. Berikut adalah Perusahaan Penyedia
Jasa Aplikasi yang telah ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai
sarana

menyampaikan

Surat

Pemberitahuan

secara

e-Filing

(www.pajak.go.id):

http://www.pajakku.com

http://www.laporpajak.com

http://www.spt.co.id

2. Prosedur Pelaksanaan e-Filing


Sebelum

dapat

menyampaikan

Surat

Pemberitahuan

atau

pemberitahuan perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan secara e-Filing,


Wajib Pajak diharuskan memiliki Electronic Filing Identification Number (eFIN).
Electronic Filing Identification Number (e-FIN) adalah nomor identitas
Wajib Pajak yang menggunakan e-Filing sebagai media penyampaian Surat
Pemberitahuan. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tidak digunakan sebagai
identitas Wajib Pajak yang menggunakan e-Filing karena NPWP sudah umum

32

digunakan sehingga perlu nomor identitas khusus bagi Wajib Pajak untuk
menyampaikan

Surat

Pemberitahuannya

secara

e-Filing.

(http://www.scribd.com/)
Untuk memperoleh e-FIN, bagi Wajib Pajak yang akan menyampaikan
Surat Pemberitahuan secara e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak
dapat mengajukan permohonan e-FIN ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat,
sedangkan bagi

bagi Wajib Pajak yang akan menyampaikan Surat

Pemberitahuan secara e-Filing melalui ASP harus mengajukan permohonan eFIN ke Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
a. Prosedur Kantor Pelayanan Pajak dalam penerapan e-Filing Dalam
Administrasi Perpajakan di Kantor Pelayanan Pajak
Wajib Pajak yang ingin mendapatkan e-FIN, datang ke Kantor
Pelayanan Pajak kemudian mengajukan permohonan secara tertulis
kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak terdaftar sesuai dengan Peraturan
Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-36/PJ/2013, dengan melampirkan:

Fotocopy Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak atau Surat Keterangan


Terdaftar (SKT);

Dalam hal Wajib Pajak adalah Pengusaha Kena Pajak maka disertai
dengan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.
Adapun tata cara atau prosedur yang dilakukan oleh Kantor

Pelayanan Pajak dalam memberikan e-FIN kepada Wajib Pajak yang


mengajukan permohonan adalah sebagai berikut :
1) Petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) menerima permohonan
Wajib Pajak dan meneliti alamat yang tercantum dalam surat
33

permohonan dengan alamat yang terdapat dalam Master File Nasional


(MFN) Direktorat Jenderal Pajak. Dalam hal alamat Wajib Pajak pada
surat permohonan tidak sesuai dengan MFN, maka permohonan Wajib
Pajak tidak disetujui dan dikembalikan ke Wajib Pajak. Apabila
alamat Wajib Pajak pada surat permohonan sama dengan MFN, maka
Petugas TPT merekam permohonan dan mencetak LPAD dan BPS.
LPAD digabung dengan surat permohonan untuk diteruskan ke
Pelaksana Seksi Pelayanan sedangkan BPS setelah ditandatangani
Petugas TPT disampaikan ke Wajib Pajak.
2) Pelaksana Seksi Pelayanan merekam permohonan Wajib Pajak pada
aplikasi Pendaftaran e-FIN yang terdapat di portal Direktorat Jenderal
Pajak menu aplikasi sub menu aplikasi online dan mencetak e-FIN
serta menyerahkan kepada Kepala Seksi Pelayanan.
3) Kepala Seksi Pelayanan meneliti dan memaraf e-FIN kemudian
meneruskan kepada Kepala Kantor.
4) Kepala Kantor menyetujui dan menandatangani e-FIN, kemudian
meneruskan kepada Seksi Pelayanan.
5) Pelaksana

Seksi

Pelayanan

menerima

e-FIN

kemudian

mengadministrasikan dalam buku register permohonan e-FIN,


kemudian menyerahkan e-FIN kepada Wajib Pajak.
6) Jangka waktu penyelesaian paling lama 1 (satu) hari kerja sejak
permohonan diterima dengan lengkap dan benar.
7) Proses Selesai.

34

Gambar II.C.1

Sumber : Standard Operating Procedure Tata Cara Penerbitan E-Fin Untuk E-Filing
Melalui Application Service Provider (ASP) Nomor : KPP30-0103
35

b. Prosedur Penyampaian Surat Pemberitahuan melalui e-Filing bagi Wajib


Pajak
Wajib Pajak yang telah mendapatkan e-FIN dari Kantor Pelayanan
Pajak terdaftar, sebelum menggunakan e-Filing dalam penyampaian Surat
Pemberitahuan harus mengikuti beberapa prosedur dari Perusahaan
Penyedia Jasa Aplikasi terlebih dahulu. Wajib Pajak harus mendaftarkan
diri ke beberapa atau satu Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang telah
ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. Pendaftaran diri ini agar Wajib
Pajak diberikan hak akses ke Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi, karena
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang menjadi tujuan Wajib Pajak
mendaftar akan memberikan :
a) User ID dan Password;
User ID dan Password ini akan digunakan oleh Wajib Pajak
sebagai hak akses untuk masuk (login) ke situs (website) Perusahaan
Penyedia Jasa Aplikasi tempat Wajib Pajak terdaftar.
b) Aplikasi e-SPT beserta petunjuk penggunaan dan informasi lainnya,
sesuai dengan jenis-jenis pajak yang diperlukan;
Aplikasi e-SPT ini adalah aplikasi perpajakan yang digunakan
untuk membantu wajib pajak dalam pembuatan Surat Pemberitahuan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c) Sertifikat Digital (Digital Certificate) yang diperoleh dari Direktorat
Jenderal Pajak berdasarkan e-FIN yang didaftarkan oleh Wajib Pajak;

36

Digital Certificate (DC) seterusnya akan digunakan sebagai


alat yang berfungsi sebagai pengaman data Wajib Pajak dalam setiap
proses

penyampaian

Surat

Pemberitahuan

dan

Pemberitahuan

Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan secara elektronik (eFiling) melalui suatu Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) ke
Direktorat Jenderal Pajak.

Gambar II.C.2
Registrasi e-FIN ke Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi

Sumber : http://www.scribd.com/

Setelah Wajib Pajak mendaftarkan diri ke Perusahaan Penyedia


Jasa Aplikasi, selanjutnya Wajib Pajak bisa melakukan proses
perpajakan sesuai hak dan kewajiban Wajib Pajak.
37

Adapun tata cara atau prosedur yang harus dilakukan oleh


Wajib Pajak dalam penggunaan e-Filing untuk menyampaikan Surat
Pemberitahuan adalah berikut :
1) Melalui aplikasi e-SPT yang telah diterima Wajib Pajak dari
Perusahaan

Penyedia

Representative,

Wajib

Jasa
Pajak

Aplikasi

atau

melakukan

dari

Account

pengisian

Surat

Pemberitahuan Masa atau Tahunan sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku.


2) Setelah pengisian Surat Pemberitahuan selesai dan lengkap, Wajib
Pajak terlebih dahulu harus masuk (login) ke situs (website)
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi terdaftar menggunakan User
ID, Password, dan e-FIN yang telah diberikan.
3) Selanjutnya Wajib Pajak dapat melakukan upload pengisian data
Surat Pemberitahuan dan proses submission dilakukan dari
komputer Wajib Pajak yang telah terkoneksi ke internet melalui
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) dimana Wajib Pajak
terdaftar dan diteruskan ke Kantor Pelayanan Pajak.
4) Jika sistem yang ada di Kantor Pelayanan Pajak telah menerima
data elektronik Surat Pemberitahuan dan sistem tersebut telah
diterima secara lengkap, maka sistem ini akan membubuhkan Bukti
Penerimaan secara elektronik dibagian bawah dari Induk SPT.
5) Bukti transaksi e-Filing :

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

Tanggal dan jam transaksi;


38

Nomor Transaksi Penyampaian Surat Pemberitahuan (NTPS),


yaitu nomor transaksi dari Wajib Pajak kepada Perusahaan
Penyedia Jasa Aplikasi (ASP);

Nomor Transaksi Pengiriman ASP (NTPA), yaitu nomor


transaksi dari Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) kepada
Direktorat Jenderal Pajak;

Nama Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP).


Gambar II.C.3

Penyampaian Surat Pemberitahuan Melalui e-Filing dari Perusahaan Penyedia Jasa


Aplikasi

Sumber : http://www.scribd.com/

Penyampaian Surat Pemberitahuan secara elektronik dapat


dilakukan selama 24 (dua puluh empat) jam sehari dan 7 (tujuh) hari
dalam seminggu dengan standar Waktu Indonesia Bagian Barat.
39

Dengan demikian, Surat Pemberitahuan yang disampaikan secara


elektronik (e-Filing) pada akhir batas waktu penyampaian Surat
Pemberitahuan yang jatuh pada hari libur, dianggap disampaikan tepat
waktu.
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) memberikan jaminan
kepada Wajib Pajak bahwa Surat Pemberitahuan (SPT) beserta
lampirannya

yang

disampaikan

secara

elektronik

dijamin

kerahasiannya, diterima di Kantor Pelayanan Pajak secara lengkap dan


real time serta diakui oleh pihak Wajib Pajak dan Kantor Pelayanan
Pajak. (http://www.pajakku.com/)

3. Peranan Kantor Pelayanan Pajak dalam penerapan Electronic Filing System


(e-Filing)
Dari hasil tinjauan yang telah penulis lakukan di Kantor Pelayanan
Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama jumlah wajib pajak yang terdaftar
sampai September 2014 seluruhnya berjumlah 227.875 Wajib Pajak. Dari
jumlah tersebut, total Wajib Pajak yang telah mimiliki e-FIN sampai
September 2014 berjumlah 20.816 Wajib Pajak atau berkisar 9,13% dari total
jumlah Wajib Pajak yang terdiri dari Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib
Pajak Badan.
Gambar II.C.4

40

Jumlah e-FIN Wajib Pajak Terdaftar Sampai Dengan September 2014

250000
200000
Series 1

150000
100000
50000
0
WP Terdaftar

WP e-FIN

Sumber : Portal DJP KPP Pratama Kebayoran Lama


Dari hasil wawancara dengan bagian Pengolahan Data dan Informasi
di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama sehubungan
dengan penerapan Electronic Filing System (e-Filing) bahwa dari total
keseluruhan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta
Kebayoran Lama yang telah memiliki e-FIN, tidak semuanya melaporkan
Surat Pemberitahuan melalui e-Filing. Hal ini tidak dapat diketahui secara
umum alasan penyebab Wajib Pajak memiliki e-FIN tetapi masih belum
menggunakan e-Filing dalam pelaporan Surat Pemberitahuannya. Alasan
secara umum untuk sementara ini adalah kemungkinan belum adanya kesiapan
untuk beralih dan pemahaman cukup dari Wajib Pajak untuk menggunakan eFiling.
Berikut adalah tabel perbandingan penyampaian Surat Pemberitahuan
melalui e-Filing pada periode 2012 sampai 2013:
Gambar II.C.5

41

Perbandingan Penyampaian SPT Melalui e-Filing Periode 2012-2013


1200
1000
800
600
Jumlah

2012

400

2013

200
0

Jenis SPT

Sumber : Pengolahan Data dan Informasi KPP Pratama Kebayoran Lama


Dari grafik diatas menunjukan bahwa dalam periode tahun 2012
sampai dengan 2013, penyampaian Surat Pemberitahuan melalui e-Filing
secara

umum

mengalami

peningkatan.

Menurut

penulis,

sosialisasi

penggunaan e-Filing yang telah dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Pratama


Jakarta Kebayoran Lama membuat Wajib Pajak semakin lama menjadi lebih
paham dan memiliki kesiapan baik dari diri Wajib Pajak sendiri maupun
fasilitas yang menunjang dalam menggunakan e-Filing sebagai media
penyampaian Surat Pemberitahuan yang lebih menghemat waktu dan biaya.
Dari peningkatan yang terjadi selama tahun 2012 sampai dengan 2013
ini semoga terus terjadi peningkatan sampai tahun-tahun berikutnya. Karena
dengan peningkatan yang progresif seperti ini, proses perpajakan secara umum
menjadi lebih hemat waktu dan biaya dari Wajib Pajak sendiri maupun Kantor
Pelayanan Pajak. Dengan keefisienan ini diharapkan Wajib Pajak menjadi
lebih giat membayar pajak dan selalu mencapai target penerimaan pajak
bahkan mungkin lebih demi membangun Negara.
42

4. Kelebihan dan Kekurangan penggunaan Electronic Filing System (e-Filing)


bagi Kantor Pelayanan Pajak
Dari hasil wawancara dengan bagian Pengolahan Data dan Informasi
di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama sehubungan
dengan penerapan Electronic Filing System (e-Filing) menunjukan bahwa
dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi di Direktorat Jenderal
Pajak sehubungan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada Wajib
Pajak yaitu dengan pelaporan Surat Pemberitahuan menggunakan e-Filing,
dapat memberikan manfaat bagi Kantor Pelayanan Pajak, antara lain:
a. Pemrosesan dan pengolahan data perpajakan dari Wajib Pajak menjadi
lebih cepat dan akurat karena tidak diperlukan proses perekaman Surat
Pemberitahuan beserta lampirannya di Kantor Pelayanan Pajak karena
Wajib Pajak yang meng-input data secara langsung dan menyampaikan
datanya secara elektronik (e-Filing) langsung ke Direktorat Jenderal Pajak.
b. Pengarsipan data Wajib Pajak menjadi lebih mudah dan lebih cepat karena
lampiran-lampiran dalam Surat Pemberitahuan berupa data elektronik
yang sudah tersimpan dalam database Direktorat Jenderal Pajak.
c. Penggunaan kertas yang jauh lebih berkurang karena tidak perlu
melakukan pencetakan semua formulir lampiran sehingga lebih hemat
biaya, tidak terlalu membutuhkan ruangan penyimpanan berkas yang luas,
dan juga lebih ramah lingkungan.
Selain kelebihan-kelebihan diatas, terdapat juga kekurangan dalam
penerapan Electronic Filing System (e-Filing) di Kantor Pelayanan Pajak yaitu
43

konektivitas jaringan internet yang masih menggunakan jaringan terpusat dari


Direktorat Jenderal Pajak. Ketika sudah mendekati batas akhir penyampaian
Surat Pemberitahuan, sering sekali terjadi penundaan (delay) dari Direktorat
Jenderal Pajak yang akan mengirimkan data ke Kantor Pelayanan Pajak,
begitu juga yang terjadi pada Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang akan
mengirimkan data ke Direktorat Jenderal Pajak atau sebaliknya. Hal ini
disebabkan terlalu banyak data yang masuk dan harus diproses di masingmasing server, kemampuan pengolahan server yang terbatas menjadi salah
satu kekurangannya. Namun, setelah memasuki awal masa pajak baru,
semuanya kembali normal karena data yang disampaikan tidak sebanyak
ketika mendekati akhir masa pajak.

44

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya,
penulis mengambil beberapa simpulan sebagai berikut:
1. Penerapan e-Filing dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan sebagai
berikut :
1) E-Filing merupakan sistem baru dalam penyampaian Surat Pemberitahuan
yang menggunakan media elektronik disamping penyampaian secara
manual dimana ketentuan penyusunan data, perhitungan dan pelaporan
tetap dilakukan oleh Wajib Pajak.
2. Proses Pelaksanaan e-Filing adalah sebagai berikut:
1) Pengajuan Permohonan untuk Mendapatkan e-FIN;
Wajib Pajak secara tertulis mengajukan permohonan untuk
mendapatkan Electronic Filing Identification Number (e-FIN) yang
diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.

2) Pendaftaran;
3) Wajib Pajak yang sudah mendapatkan e-FIN mendaftar ke
Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi yang resmi ditunjuk oleh Direktur
Jenderal Pajak.
4) Penyampaian e-SPT Secara e-Filing;
5) Dengan menggunakan aplikasi e-SPT yang telah didapat maka
Surat Pemberitahuan Pajak dapat diisi secara offline oleh Wajib pajak dan
disampaikan melalui situs Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi
3. Peranan Kantor Pelayanan Pajak dalam penerapan Electronic Filing System
(e-Filing) sebagai berikut :
45

1) Melakukan sosialisasi kepada Wajib Pajak untuk meningkatkan minat dan


kesiapan diri mereka dengan penggunaan e-Filing dalam penyampaian
Surat Pemberitahuan yang lebih cepat, mudah, dan murah.
4. Kelebihan dan Kekurangan e-Filing sebagai berikut:
1) Lebih menghemat waktu karena data yang diproses lebih cepat dan akurat;
2) Lebih menghemat tenaga kerja karena data dari Wajib Pajak tersimpan
langsung ke database Direktorat Jenderal Pajak;
3) Lebih menghemat biaya karena penggunaan kertas jauh lebih sedikit dan
juga tidak butuh ruangan besar.
6)
B. Saran
1. Demi

meningkatkan

penggunaan

e-Filing

oleh

Wajib

Pajak

guna

mempermudah administrasi perpajakan, hendaknya Kantor Pelayanan Pajak


melakukan sosialisasi yang lebih dalam ke Wajib Pajak, khususnya Wajib
Pajak Badan karena Surat Pemberitahuan yang disampaikan Wajib Pajak
Badan lebih banyak dari Wajib Pajak Orang Pribadi sehingga mereka beralih
menggunakan e-Filing yang lebih mudah, cepat, dan efisien.
2. Agar tidak terjadi penundaan atau delay dalam pengiriman data dari Direktorat
Jenderal Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak atau dari Perusahaan Penyedia Jasa
Aplikasi ke Direktorat Jenderal Pajak, hendaknya Direktorat Jenderal Pajak
melakukan kerja sama yang lebih luas ke Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi
lainnya, karena dengan adanya penambahan kerja sama ini, maka server yang
mengolah data dari Wajib Pajak menjadi lebih banyak dan tidak terjadi
penumpukan disuatu server Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi saja, sehingga
data yang akan diproses dan dikirimkan akan jadi lebih cepat.
3.

46

4. DAFTAR PUSTAKA
1. Dokumen
5.
6.
7.

8.
9.
10.
11.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009 tentang


Perubahan Keempat Atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-47/PJ/2008 tentang Tata
Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan Penyampaian
Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara
Elektronik (e-Filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP)
sebagaimana telah diubah dengan PER-36/PJ/2013
Standard Operating Procedure Tata Cara Penerbitan e-FIN Untuk eFiling Melalui Application Service Provider (ASP) Nomor : KPP30-0103
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-10 /PJ/2005 Tentang
Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Secara Elektronik (eFILING) Melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi

12.
2. Media Elektronik
13. http://www.pajak.go.id
14. http://www.scribd.com/
15. http://www.pajakku.com/
16. http://www.laporpajak.com/
17. http://ortax.org/
18.
19.

47

20.
21.
22.

LAMPIRAN

Lampiran 1
Total penyampaian Surat Pemberitahuan melalui e-Filing pada periode 2012-

2013.
23.

B
ulan

38.
anuari

ebruari

82.

M
aret

104.

A
pril

126.

M
ei

148.

J
uni

170.

J
uli

192.

gustus

214.

eptember
236.
ktober

25.

Pasal

26.

29.

30.

31.

32.

33.

34.

35.

36.

39.

4(2)
40.

15
41.

22
42.

25
43.

21/26
44.

23/26
45.

PPnBM
46.

Others
47.

2012
50.

27
51.

52.

53.

54.

55
55.

47
56.

57.

2013
61.

34
62.

63.

64.

65.

64
66.

29
67.

68.

2012
72.

28
73.

74.

75.

76.

59
77.

26
78.

79.

2013
83.

32
84.

85.

86.

87.

74
88.

29
89.

90.

91.

92.

2012
94.

32
95.

96.

97.

98.

61
99.

31
100.

37
101.

102.

103.

2013
105.

33
106.

107.

108.

109.

86
110.

36
111.

36
112.

113.

114.

2012
116.

34
117.

118.

119.

120.

74
121.

34
122.

34
123.

7
124.

125.

2013
127.

34
128.

129.

130.

131.

80
132.

26
133.

33
134.

3
135.

136.

2012
138.

34
139.

140.

141.

142.

67
143.

31
144.

38
145.

146.

147.

2013
149.

34
150.

151.

152.

153.

93
154.

29
155.

45
156.

1
157.

158.

2012
160.

34
161.

162.

163.

164.

70
165.

39
166.

35
167.

168.

169.

2013
171.

36
172.

173.

174.

175.

74
176.

29
177.

51
178.

179.

180.

2012
182.

33
183.

184.

185.

186.

67
187.

31
188.

31
189.

1
190.

191.

2013
193.

38
194.

195.

196.

197.

75
198.

38
199.

42
200.

1
201.

202.

2012
204.

34
205.

206.

207.

208.

69
209.

34
210.

31
211.

212.

213.

2013
215.

35
216.

1
217.

218.

219.

84
220.

34
221.

47
222.

223.

224.

2012
226.

39
227.

228.

229.

230.

72
231.

39
232.

28
233.

234.

235.

2013
237.

41
238.

1
239.

240.

241.

89
242.

46
243.

44
244.

245.

246.

2012

35

83

33

43

Tahun

60.

24.

48

51

otal
48.

1
58.

47

81
59.

69.

40

1
74

70.
1

80.
53

1
54

81.
-

1
88
1
61
1
91
1
83
1
76
1
70
2
02
1
78
1
90
1
63
1
95
1
68
2
01
1
78
2
21
1
95

258.

ovember

280.

esember

302.

T
otal

324.
325.

248.

249.

250.

251.

252.

253.

254.

255.

256.

257.

2013
259.

46
260.

1
261.

262.

263.

89
264.

44
265.

73
266.

267.

268.

2012
270.

37
271.

272.

273.

274.

72
275.

35
276.

39
277.

278.

279.

2013
281.

41
282.

283.

284.

285.

101
286.

41
287.

51
288.

289.

290.

2012
292.

36
293.

294.

295.

296.

72
297.

38
298.

34
299.

300.

301.

2013
303.

55
304.

305.

306.

307.

118
308.

44
309.

60
310.

311.

312.

2012
314.

403
315.

0
316.

0
317.

0
318.

821
319.

418
320.

441
321.

11
322.

094
323.

2013

459

1027

425

582

501

Lampiran 2
Formulir permohonan e-FIN ke Kantor Pelayanan Pajak

49

2
52
1
83
2
34
1
80
2
27

326.

50