Anda di halaman 1dari 19

BAHAN KHOTBAH

Bacaan 1
Bacaan 2
Bacaan 3

: I Samuel 15 : 34 16 : 13
: II Korintus 5 : 6 10
: Markus 4 : 26 34

Thema : Dosa memutuskan hubungan


dengan Allah.
Sub
Thema
:Kesetiaan
mendatangkan
kesejahteraan.
Keterangan Bacaan
I Samuel 15 : 34 16 : 13
Perikop ini berisi penolakan Allah terhadap
Saul. Apa yang terjadi pada Saul sudah
bukan rahasia lagi. Setelah dia diurapi
menjadi raja Israel, Saul telah memilih
jalannya sendiri daripada setia kepada
perintah Allah dalam penumpasan terhadap
Amalek. Raja Amalek, Agag, dan kambing
domba, lembu terbaik diambil sebagai
jarahan, padahal Allah memerintahkan
menumpas tanpa sisa. Karena jalan yang
diambilnya
sendiri
itu
maka
Tuhan
memutuskan hubungan dengan Saul. Samuel
meninggalkan Saul. Tuhanpun mengutus
Samuel untuk mengurapi Raja baru bagi
Israel.
Daud
dipilih
untuk
untuk
menggantikan Saul.
Pemilihan terhadap Daud telah melalui
seleksi ketat yang dilakukan oleh Allah
sendiri. Allah tidak hanya memilih dari
antara sekian kandidat calon tapi juga sisisisi terdalam dari Daud, tidak sekedar fisik,

kemampuan, kecerdasan yang dilihat oleh


manusia.
Begitulah nasib Saul telah diputus. Ia telah
diukur, ditimbang dan kedapatan tidak layak.
II Korintus 5 : 6 10
Penderitaan,
penganiyaan,
ancaman
kematian yang seringkali menjadi kendala
hubungan dengan Tuhan ternyata tidak
mampu merontokkan kepercayaan Paulus.
Meski yang kasat mata yang ada di
hadapannya berbagai kemalangan dan
kegelapan. Ia memutuskan hidup dalam
iman dan percayanya terhadap Tuhan (ayat
8).
Hidup mati Paulus didedikasikan untuk Tuhan
dan bagaimana dia berkenan kepada Tuhan.
Setiap orang akan memperoleh sesuai apa
yang dilakukannya dalam hidup. Inilah
kesetiaan.
Markus 4 : 26 34
Perikop ini adalah bagian dari pengajaran
Tuhan
Yesus
yang
dilakukan
dengan
perumpamaan-perumpamaan.
Terkhusus
tentang kerajaan Allah dibingkainya dengan
penjelasan yang diambil dari dunia orang
pada saat itu yaitu pertanian, bagaimana
petani/ penabur bekerja dan bagaimana
benih-benih tumbuh berakar, bertunas,
bercabang dan panen.

Penabur menaburkan biji yang kecil bahkan


biji sesawi yang terkecil dari segala jenih
benih yang ada dibumi. Dari benih yang
terkecil ini bila ditaburkan tumbuh menjadi
lebih besar daripada segala sayuran yang
lain, dari cabang-cabangnya yang besar
burung dapat bersarang dan bernaung.
Nampak kontras-kontras dimunculkan dalam
perikop ini. Bagaimana biji yang kecil bahkan
terkecil menjadi paling besar dan menjadi
tempat bersarang dan bernaung dari burungburung
diudara.
Kontras-kontras
ini
menerangkan bagaimana kerajaan Allah
dibangun dan bagaimana menjadi tempat
yang ideal untuk makhluk hidup.
RANCANGAN KHOTBAH
Pembukaan
Ani murid kelas 4 SD terkenal juara, tapi
juara dalam hal tidak naik kelas, untuk
sampai ke kelas 4 dia harus mengalami
tinggal kelas 3 kali. Teman-temannya sudah
melanjutkan ke SMP. Kalaupun dia bisa
sampai duduk di bangku kelas 4 itu karena
nilai 7,5 alias pitulungan setengah
maksa. Nilai-nilai mata pelajaran paling
tinggi angka 6 kecuali untuk mata pelajaran
olahraga karena dia memang jagonya. Dia
juga senang menari. Gerakan Ani cukup gesit
tidak menampakkan kalau ia murid bodoh.
Berbeda ceritanya kalau ia harus membaca,
berhitung meski sudah kelas 4 dan enam
tahun belajar jika disuruh membaca halaman

buku tidak pernah ganti, ia seperti buta


aksara
kalau
membaca,
begitu
juga
matematika betul-betul mati kutu. Temantemannya memberi stempel murid bodoh.
Guru-guru kehilangan kesabaran kalau
menerangkan dan mengajar Ani. Kalau saat
ini ia kelas 4, karena guru-gurunya berpikir
ndak apalah kalau pun nanti lulus SD, toh
pasti ndak mungkin melanjutkan lagi.
Setelah gurupun menyerah, tidak demikian
dengan orang tua Ani. Mereka terus
berusaha mencari cara agar Ani berhasil.
Setelah tahu anaknya ada dalam kesulitan
belajar dan mereka kesulitan mengajari Ani,
orang tuanya berkonsultasi dengan psikolog.
Dari sanalah mulai ada titik cerah. Ani
memang tidak bisa membaca kalimat yang
panjang-panjang dan mengingat. Dia butuh
cara untuk belajar yang tepat. Maka
pelajaran tidak dibuat dengan kalimat
panjang tapi singkat, jelas dan padat.
Dibantu dengan warna-warna dan gambar
untuk menerangkan baru nilai-nilai Ani mulai
terangkat. Tidak hanya itu, orang tuanya
kemudian memasukkan dia ke les tari.
Ternyata kemampuan dan prestasinya justru
di sana, sehingga ke depan pasti tidak sulit
baginya jika masuk ke SMK Tari dan
Karawitan bahkan Sekolah Tinggi Seni.
Isi
Contoh tanggung jawab yang besar dari
panggilan, meski tantangan berat tak kenal
menyerah bisa kita lihat di dalam cerita di
atas. Hal kerajaan Allah, Tuhan Yesus

mengajarkan kepada kita diumpamakan


seperti benih yang ditaburkan orang di
tanah, benih mengelurkan tunas, tunas
makin tinggi. Bagaimana terjadinya tidak
diketahui orang. Tanah memberikan buah
dimulai dari tangkai, lalu butir, lalu butir-butir
berisi hingga siap dipetik. Terjadi begitu saja,
karena tidak ada yang punya kuasa untuk
menumbuhkan.
Meski begitu kita bisa melihat proses dimulai
dari penabur yang tidak tinggal diam, ia
menabur. Berikutnya, benih yang ditabur
meski kecil tentu dipilih benih yang hidup
dan punya daya hidup, bukan benih kosong,
sebab jika bukan benih pilihan sia-sia saja
ditabur di manapun. Penaburannya juga
tidak dilakukan serampangan. Ia juga harus
memilih tanah yang subur. Tanah yang subur
menjadi tempat yang ideal memberi buah
untuk bisa dipetik pada masa panen. Setelah
tertabur, meski penabur tak punya kuasa
untuk menumbuhkan seincipun, akar atau
selembar daun tentu tidak tinggal diam
menunggu masa panen.
Sebab, itu bukan mentalitas penabur yang
adalah petani tulen yang bergelar tani
utun. Justru karena harapan akan masa
panen
yang
melimpah,
pemeliharaan
dilakukan dengan penuh tanggungjawab.
Berbagai kendala diatasi. Ia bukan tipe orang
pasrah pada nasib meski ada ruang yang
tidak ada dalam kuasa dan jangkauannya.
Harapan dan kerja keras dilakukan. Ia tidak
mau serampangan saja menabur dan

menanam
musnah.

jika

tidak

ingin

harapannya

Contoh nyata bisa kita lihat pada Saul yang


sungguh berbeda, dia dijadikan yang diurapi,
menjadi raja atas Israel supaya Israel
mendapat tempat untuk mengembangkan
diri menjadi bangsa besar, bangsa umat
pilihan. Pemilihan Tuhan tidak menjadikan
dia otomatis bisa berbuat apa saja. Dia harus
setia, teladan nyata bagi umat Allah. Tetapi
ia mulai memilih jalannya sendiri, menolak
otoritas Allah. Ia melepaskan Agag Raja
Amalek, tergiur tambun dan istimewanya
kambing, domba dan lembu. Allah menolak
dia, Samuel meninggalkannya. Mandat dan
tanggungjawab Saul dicabut. Seumpama
penabur dia bukan penabur yang baik,
petani sejati. Ibarat tanah, ia tanah gersang
sehingga benih tidak bisa tumbuh. Padahal
Allah telah mengangkatnya begitu tinggi,
namun tidak bisa dihindari dia kemudian
dihempaskan jatuh dalam kehancuran total.
Percuma memberi permata kepada seekor
babi. Sungguh penyesalan Allah begitu
dalam. Istana, jabatan, kemuliaan telah
membuat dia mabuk. Roh keserakahan mulai
menggerogoti jiwanya.
Contoh lain yang berbeda justru pada Paulus.
Yang semula seorang penganiaya jemaat,
pembenci Yesus Kristus, dia diangkat
menjadi rasul. Tantangan, ancaman maut,
kelaparan,
penjara
tidak
mampu
membelenggunya. Kerajaan Allah yang
seumpama benih biji sesawi tumbuh dari

benih sayur terkecil di dunia tumbuh subur


bercabang besar. Sehingga, burung-burung
di udara yang bisa melayang tinggi
menjelajah
tempat-tempat
jauh
dapat
bersarang
dalam
naungannya.
Paulus
memilih jalan setia. Hidup dan mati Paulus
didedikasikan untuk kerajaan Allah. Karena
itu prinsipnya sebab itu kami berusaha, baik
kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami
diam
di
luarnya,
supaya
berkenan
kepadaNya.
Penutup
Godaan untuk berbuat dosa bisa datang dari
mana saja, dari kemuliaan maupun
kesengsaraan ketika dengan berbagai alasan
kita jatuh, tidak ada jalan lagi, kita terputus
dengan Allah. Namun jalan kesetiaan adalah
harapan panen akan datang. Mari kita terus
berjuang menabur dengan kesaksian dan
pelayanan kita di tengah dunia ini. [ATW]

KESAKSIAN
Kesaksian
ini

menceritakan tentang Malaikat, Menara Doa


di Surga dan Akibat kalau kita tidak Berdoa.
Dari pengalaman secara Supernatural yang
di alamai oleh Ev. Wang, saat mendapat
penglihatan tetang menara doa di Surga,
biarlah
dengan
kesaksian
ini
bisa
memberikita pemahaman kenapa kita harus
setia dalam hal berdoa. Anda juga dapat
mendownload vidio kesaksiannya di bawah

ini,
teks
bahasa
membaca..?

Indonesia..

Selamat

Ev. Wang dari Hong Kong


Kesaksian Ev. Wang, seorang pendoa syafaat
yang berdoa minimal 3 jam sehari. Oleh
kasih karunia Tuhan, dia telah mengalami
kedekatan dan kepekaan dengan Tuhan dan
mengalami
beberapa
kali
kesempatan
melihat kerajaan Surga.

Menara Doa Kerajaan Surga


Puji Tuhan atas kasih karunia-Nya, pada
suatu hari ketika saya sedang berdoa, secara
ajaib saya mendapat penglihatan, Tuhan
membawa saya ke surga, saya berjalan-jalan
dengan Tuhan di surga. Kami berjalan dan
tiba di salah satu bangunan yang besar.
Bangunan ini adalah sebuah menara yang
sangat tinggi. Lalu saya mendekati menara
itu, menara tersebut memiliki sebuah pintu
besar. Saat saya tiba di pintu tersebut,
berdiri dua malaikat yang sangat besar.
Mereka berkakata,
kami sudah
lama
menantimu.
Kami
akan
membawamu
berkeliling menara ini dan engkau akan
mengerti tempat apakah ini, karena ini
adalah menara Doa Kerajaan Surga.

Lantai Pertama
Mereka membuka pintu lalu saya masuk,
didalam seperti shopping-mall, tengahnya
kosong di setiap tingkatnya ada banyak
sekali kamar-kamar kecil. Dilantai pertama,
saya melihat banyak sekali malaikat, terlihat
sangat santai, sedang berjalan-jalan, dudukduduk sambail bersandar mereka terlihat
sangat santai, seolah-olah tidak ada hal yang
di kerjakan, banyak kamar-kamar yang
pintunya terbuka dan para malaikat duduk di
sana, sepertinya tidak ada hal yang di
kerjalan oleh mereka. Saya sendiri tidak
mengerti kenapa seperti itu.

Kamar tertulis nama saya


Kemudiaan kedua malaikat tadi membawa
saya naik dengan cara mereka memegang
kedua tangan saya dan terbang ke atas
dengan cepat, sampai ke tingkat yang paling
tinggi. Di tingkat tersebut juga terdapat
banyak kamar-kamar kecil, lalu saya melihat
sebuah kamar tertulis nama saya. Kedua
malaikat tersebut menyuruh saya untuk
mengetuk pintunya dan melihat apa yang
terjadi. Ketika pintu tersebut terbuka saya
melihat ketiga malaikat di dalamnya, wajah

tiga malaikat tersebut menghadap ke tiga


arah yang berbeda. Saya masuk ke dalam, di
arah kiri saya ada suatu malaikat yang
menundukan kepala sedang melihat layar Tv
tetapi tidak seperti layar di bumi. Layar
tersebut dapat memunculkan informasi
seperti sebuah hp.

Malaikat
itu
menyapa
saya
dan
memberitahukan namanya pada saya, dia
berkata kepadaku, Hai, aku adalah malaikat
yang bertugas untuk bekerja untukmu.
Engkau adalah orang yang kami layani, ini
adalah sebuah kehormatan bagi kami untuk
bekerja bagi anda, karena seiring dengan
pertumbuhan rohanimu, kami dari malaikat
tingkat
terendah
ikut
naik
tingkat
bersamamu. Karena kalau kami bisa naik
sampai tingkat yang tinggi hal tersebut
sangat mulia. Di tingkat yang tinggi malaikat
sangat mulia dan beribawa. Malaikat yang
berada
di
tingkat
bawah
sangat
menambahkan untuk menjadi malaikat
seperti ini, mereka hanya menambahkan
tetapi tidak menjadi iri. Semakin tinggi
tingkat malaikat, semakin penuh kemuliaan
Allah. Mata mereka akan semakin jernih dan
bercahaya.

Cara Kerja Malaikat di menara Doa


Dia juga berkata, kalau doa-doaku setiap hari
selalu mereka proses, doamu naik ke atas
seperti sebuah sinyal, yang akan terlihat
dilayar kami akan muncul doamu, kami akan
menatah
dan
merapikan
doa-doamu,
malaikat yang duduk di tengah wajahnya
menghadap saya, dia duduk dibelakang
sebuah meja, sangatlah santai ketika dia
melihat
saya,
dia
sangat
gembira,
dibandingkan dengan malaikat yang lain dia
sangat lincah. Dia berkata. saya bertugas
untuk membawa doa-doamu kehadapan
Tuhan setiap harinya, kemudian saya akan
membawa jawaban dari Tuhan kemari. Setiap
hari
saya
selalu
bersemangat
untuk
membawa doamu kehadapan Tuhan dan juga
sangat
bersemangat
melihat
Tuhan
menjawab
doa-doamu
dan
membawa
jawaban tersebut kembali.

Kemudiaan, disebelah kanan saya masih ada


satu malaikat, sedang sibuk di depan sebuah
meja panjang dengan setumpuk dokumen,
dia berkata kepadaku, Hai, tuanku, aku
tidak dapat bercakap-cakap terlalu lama
denganmu
karena
pekerjaanku
terlalu
banyak. Saya sangat sibuk setiap hari,
karena setiap doamu di dengar oleh Tuhan.

Tugasku adalah untuk membuat jawaban doa


dari Tuhan untuk menjadi kenyataan,
mewujudkan setiap permintaan dari doadoamu, seperti sebuah dokumen yang sudah
di
tanda-tangan
dan
dapat
segera
dilaksanakan. Inilah tugasku, baiklah, saya
tidak dapat lama berbicara denganmu, saya
mau melanjutkan pekerjaan saya.

Tingkatan Kehidupan Doa


Malaikat
yang
di
tengah
dengan
bersemangat dan licah berkata, Baiklah
saya akan bercerita denganmu. Tahukah
kamu ketika kamu masuk menara ini,
ditingkat pertama kenapa banyak malaikat
lagi santai? saya tidak tahu, jawabku.
Malaikat berkata, menara ini terdiri tingkat
demi tingkat. Doa juga terdiri dari tingkat
demi tingkat. Tingkatan kehidupan doa
seseorang menentukan tingkat ruangan dan
rangking
malaikat
yang
melayaninya,
semuanya sesuai dengan kehidupan doa
orang tersebut. Jika orang itu tidak berdoa,
maka malaikat-malaikatnya pun menjadi
santai dan mereka tidak bisa naik ke tingkat
selanjutnya.

Tingkat yang paling bawah mewakili


kehidupan doa yang terendah, yang sangat
tidak baik. Sehingga malaikat mereka tidak
punya pekerjaan yang harus dilakukan
sehingga mereka santai. Mereka boleh
berjalan-jalan dan lain-lain.

Seiring dengan tingkat kehidupan doa orang


itu, maka malaikatnya pun naik ke tingkat
yang lebih tinggi dan kemuliaan yang lebih
besar. Di dalam surga semakin tinggi tingkat
malaikatnya, akan semakin dihormati oleh
malaikat lain. Dimanapun mereka berada di
surga, akan sangat jelas status mereka dan
lebih mulia dari yang lainnya. Malaikatmalaikat itu akan sangat menghargai
tuannya. Merupakan kehormatan bagi kami
untuk melayanimu.

Kami adalah malaikat yang ikut besamamu


dari tingkat yang paling bawah, naik
ketingkat yang lebih tinggi seiring dengan
kehidupan doamu, Kami sangat beruntung
dan
berbahagia
menjadi
malaikat
pelayanmu.

Fungsi dari Menara Doa Kerajaan Surga


adalah untuk mengumpulkan seluruh doa
anak-anak
Tuhan,
lalu
membawanya
kehadapan Tuhan, kemudian di jawab oleh
Tuhan, lalu jawaban tersebut dibawa kembali
dan diteruskan kepada pendoanya. Itulah
menara doa yang saya lihat di kerajaan
surga. Amin

Catatan:
Ada beberapa hal yang harus kita tahu
sebagai orang percaya, karena jangan
sampai terjadi sesuatu akibat ketidak tahuan
kita. Oleh sebab itu, kita harus belajar untuk
mencari sesuatu yang Allah mau kita
kerjakan di dunia ini, memalui doa-doa kita
setiap hari.

Yakobus
4:2-3, (2) Kamu mengingini
sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya,
lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi
kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu
bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak
memperoleh apa-apa, karena kamu tidak
berdoa. (3) Atau kamu berdoa juga, tetapi
kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu
salah berdoa, sebab yang kamu minta itu
hendak kamu habiskan untuk memuaskan
hawa nafsumu.

Apa yang kita bisa kita doakan kepada


Tuhan? Jawaban yang sering dijawab oleh
orang
banyak
adalah
perlindungan,
kesehatan, berkat dan lain-lain. Banyak dari
kita, ketika sedang berdoa, sering membawa

setiap persolan kita. Tanpa kita mau


bertanya, apa yang Tuhan mau saya lakukan
buat Tuhan...?

Jangan sampai kita terlalu fokus akan diri


kita sendiri, Karena di Matius 10:39
Barangsiapa mempertahankan nyawanya,
ia
akan
kehilangan
nyawanya,
dan
barangsiapa kehilangan nyawanya karena
Aku, ia akan memperolehnya.

Kita harus mencari kehendak Allah dalam


hidup kita, menyelesaikan tugas kita didunia
ini seperti yang Tuhan mau kita kerjakan..
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa
dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat
membedakan manakah kehendak Allah: apa
yang baik, yang berkenan kepada Allah dan
yang sempurna

Mulailah Memberikan waktu-waktu terbaik


kita kepada Tuhan yang memiliki hidup kita
ini, Ingat Dia adalah Tuhan, hidup dan mati
ada ditangan Tuhan. Oleh sebab itu jangan
sampai kita menganggap biasa saja kalau

kita datang kepada Tuhan dalam hal Doa.


Amin

*** Doa adalah alat Konikasi kita dengan


Tuhan ***