Anda di halaman 1dari 20

Makalah

PENGEMBANGAN KURIKULUM
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Telaah Biologi Sekolah
Semester genap / IV

Dosen pembimbing: Ika Oktaviana, S.Si, M.Pd.


Kelompok 2 :
Khusnul Khotimah

2131001220225

Muhammad Qosim

2131001220224

Lilik Puji Rahayu

2131001220341

Vebi Eenggawati D.S 2141001220300


Hikmatus Sariyah

2141001220271

Muhammad Hakim

2142201220005

M. Masruful Adzim

2142201220007

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU EKSAKTA DAN KEOLAHRAGAAN


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
BUDI UTOMO MALANG
April 2015

KATA PENGANTAR
i

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk digunakan
sebagaimana mestinya.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing yang telah meluangkan waktu dan kesempatannya

untuk

membimbing serta memberiarahan kepada penulis dalam pembuatan makalah ini.


Tak lupa pula penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih
banyak kekurangan baik dari segi kelainan maupun penyusunan kata. Dengan
demikian penyusunan sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang
sifatnya membangun dari kesempurnaan makalah selanjutnya.

Malang, 20 April 2015

Penyusun

ii

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

DAFTAR ISI
Cover..i
Kata Pengantar............................................................................................... ii
Daftar Isi iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....1
1.2 Rumusan Masalah.. 2
1.3 Tujuan. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi Kurikulum ..... 3
A. Pengertian Kurikulum............................ 3
B. Peranan Kurikulum.................................................4
C. Fungsi Kurikulum...................................................4
2.2 Sejarah Perkembangan Kurikulum ................................5
A. Dinamika Pengembangan Kurikulum....................... 5
B. Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968) .........6
C. Rencana Pelajaran Terurai 1952............................7
D. Kurikulum 1964.................................................... 7
E. Kurikulum 1968.................................................... 8
F. Kurikulum 1975.................................................... 8
G. Kurikulum 1984.................................................... 9
H. Kurikulum 1994.................................................... 9
I.
Kurikulum 2004 (KBK) .......................................
10
J.
Kurikulum 2006 (KTSP) .....................................
10
K. Kurikulum 2013.................................................... 11
2.3 Model-model Pengembangan Kurikulum.. 12
2.4 Prosedur umum Pengembangan Kurikulum ..........13
2.5 Perbedaan antara KBK, KTSP & K13....... 14
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.16
3.2 Saran... 16
3.3 Daftar Pustaka.... 17

iii

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan. Peraturan pemerintah ini memberikan arahan
tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional
pendidikan, salah satunya memuat standar isi yang di dalamnya mengatur
tentang pengembangan kurikulum.
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di
dalamnya mencakup perencanaan, penerapan, dan evaluasi. Perencanaan
kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja
kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan
perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan
Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha
mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi
kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk
menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian
program-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu
sendiri.
Pada

prinsipnya

pengembangan

kurikulum

berkisar

pada

pengembangan aspek ilmu pengetahuan dan teknologi yang perlu diimbangi


perkembangan

pendidikan.

Dilihat

dari

begitu

pentingnya

suatu

pengembangan kurikulum, maka pada kesempatan kali ini kami berusaha


untuk membuat karya tulis ini dengan tema Pengembangan Kurikulum

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

yang mana tulisan ini dimaksudkan untuk lebih mengetahui tentang


pengembangan kurikulum yang ada di Indonesia.

1.2

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diambil dalam karya tulis ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum?
2. Bagaimana sejarah perkembangan kurikulum di indonesia?
3. Apa saja model-model pengembangan kurikulum di Indonesia?

1.3

Tujuan
Adapun tujuan yang diambil dalam karya tulis ini adalah:
1. Mengetahui makna pengembangan kurikulum
2. Mengetahui sejarah perkembangan kurikulum di indonesia
3. Mengetahui model-model pengembangan kurikulum di Indonesia

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Deskripsi Kurikulum
A. Pengertian Kurikulum
Kurikulum secara etimologi, berasal dari bahasa Yunani, yaitu curir
yang berarti berlari dan curere yang artinya tempat berpacu. Dengan
demikian, istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman
Romawi Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian jarak yang harus
ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. Selanjutnya, istilah
kurikulum ini digunakan dalam dunia pendidikan dan mengalami perubahan
makna sesuai dengan perkembangan dan dinamika yang ada pada dunia
pendidikan.
Sedangkan dalam bahasa Prancis, kurikulum dikaitkan dengan kata
courier yang artinya to run, berlari. Kemudian, istilah itu digunakan untuk
sejumlah courses atau mata pelajaran yang harus ditempuh guna mencapai
suatu gelar atau ijazah. Secara garis besar, kurikulum dapat diartikan
sebagai semua kegiatan atau semua pengalaman belajar yang diberikan
kepada siswa dibawah tanggung jawab sekolah untuk mencapai tujuan
pendidikan yang hendak dicapai.
Konsep ini mengandung makna, bahwa isi kurikulum bukan hanya
sejumlah mata pelajaran, tetapi juga semua kegiatan siswa dan semua
pengalaman belajar siswa di sekolah, yang mempengaruhi pribadi siswa
sepanjang menjadi tanggung jawab sekolah. Itulah sebabnya tidak ada
pemisahan antara kegiatan intrakurikuler dengan kegiatan ekstrakurikuler.
Keduanya termasuk kurikulum.
Pengertian kurikulum diatas menunjukkan pengertian yang lebih
luas, sebab kurikulum tidak hanya terbatas pada mata pelajaran saja, tetapi
Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

semua aspek yang mempengaruhi peserta didik. Dalam pengertian ini,


menunjukkan adanya fungsi kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan
pendidikan.
B. Peranan Kurikulum
Sebagai program pendidikan yang telah direncanakan secara
sistematis, kurikulum mengemban peranan yang sangat penting bagi
pendidikan siswa. Apabila dianalisis sifat dari masyarakat dan kebudayaan,
dengan sekolah sebagai institusi sosial dalam melaksanakan operasinya,
maka dapat ditentukan paling tidak tiga peranan kurikulum yang sangat
penting, yakni peranan konservatif, peranan kritis (evaluatif) dan peranan
kreatif. Ketiga peranan ini sama pentingnya dan perlu dilaksanakan secara
seimbang.
C. Fungsi Kurikulum
Disamping memiliki peranan, kurikulum juga mengemban berbagai
fungsi tertentu. Alexander Inglish, dalam bukunya Principle of Secondary
Education (1918), mengatakan bahwa kurikulum memiliki fungsi sebagai:
fungsi penyesuaian, fungsi penintegrasian, fungsi dirensiasi, fungsi
persiapan, fungsi pemilihan dan fungsi diagnostik.
1) Fungsi Penyesuaian (The Adjustive of Adaptive Function)
Setiap Individu harus mampu menyesuaikan diri

terhadap

lingkungannya secara menyeluruh.


2) Fungsi Integrasi (The Integrating Function)
Individu merupakan bagian dari masyarakat, maka pribadi yang
terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam pembentukan dan
pengintegrasian masyarakat.
3) Fungsi Diferensiasi (The Diferentiating Function)
Pada dasarnya, diferensiasi akan mendorong orang berpikir kritis dan
kreatif, sehingga akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
4) Fungsi Persiapan (The Propaeductif Function)
Kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan
studi lebih lanjut untuk suatu jangkauan yang lebih jauh
5) Fungsi Pemilihan (The Selective Function)
4

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

Pengakuan atas perbedaan berarti memberikan kesempatan bagi


seseorang untuk memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya.
6) Fungsi Diagnostik (The Diagnostic Function)
Membantu dan mengarahkan siswea untuk mampu memahami dan
menerima dirinya, sehingga dapat mengembangkan seluruh potensi
yang dimilikinya.

2.2

Sejarah Perkembangan Kurikulum


Dalam perjalanan sejarah sebelum kemerdekaan, kurikulum sering
dijadikan alat politik oleh pemerintah. Misalnya, ketika Indonesia masih di
bawah penjajahan Belanda dan Jepang, kurikulum harus disesuaikan dengan
kepentingan politik kedua negara tersebut. Setelah Indonesia merdeka pada
tahun 1945, kurikulum sekolah diubah dan disesuaikan dengan kepentingan
politik bangsa Indonesia yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur bangsa sebagai
cerminan masyarakat Indonesia.
Pasca kemerdekaan, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami
perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004,
2006 dan 2013. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari
terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam
masyarakat berbangsa dan bernegara. Semua kurikulum nasional dirancang
berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya
pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam
merealisasikannya.
A. Dinamika Pengembangan Kurikulum Pendidikan
Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia telah menetapkan tujuan
yang jelas kemana NKRI akan dibawa. Dasar negara telah ditetapkan sejak
prakemerdekaan, yakni Pancasila, lengkap dengan lambang negara, motto,
lagu kebangsaan, dan bahkan konstitusi yang di dalamnya telah memuat
empat tujuan negara yang akan dicapai. Salah satu tujuan itu dirumuskan
5
dengan sangat tepat, yakni Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan

ternyata konsep mencardaskan itu telah dijelaskan oleh Horard Gardner


Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

setelah dua puluh delapan tahun kemudian, dalam bukunya berjudul Frames
od Mind: the Tehory of Multiple Intelligences yaitu tentang tujuh tipe
kecerdasan manusia. Singkatnya, bukan hanya kecerdasan intelektual (otak
kiri) tetapi juga kecerdasan spiritual, emosional, bahkan juga kinestetiknya.
Salah satu faktor yang mendorong untuk mengembangkan kurikulum
adalah amanat Undang-Undang tentang Sitem Pendidikan Nasional.
Kurikulum pertama di Indonesia telah lahir sebagai penjabaran amanat
dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-Dasar
Pendidikan dan Pengajaran, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954, UU
Nomor 22 Tahun 1961, UU Nomor 2 Tahun 1989, dan akhirnya UU
Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Di samping itu,
tuntutan globalisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknolgi juga
ikut mendorong terjadinya perbaikan dan pengembangan kurikulum.
B. Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)
Isi yang terkandung dalam kurikulum Rencana Pelajaran : Kurikulum
pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan.
Dalam bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang
curriculum (bahasa Inggris). Kurikulum

yang dipakai oleh Bangsa

Indonesia pada tahun 1947 adalah Rencana Pelajaran 1947. Sejumlah


kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari
Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok, yaitu (1) daftar mata
pelajaran dan jam pengajarannya, (2) garis-garis besar pengajaran.
Kurikulum ini boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan
kolonial Belanda dan kurikulum ini tujuannya tidak menekankan pada
pendidikan pikiran, tetapi yang diutamakan adalah pendidikan watak,
kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Sedangkan materi pelajaran
dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan
pendidikan jasmani.
C. Rencana Pelajaran Terurai 1952

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

Pembentukan Panitia Penyelidik Pengajaran pada masa Mr. Soewandi


sebagai Menteri PP dan K (Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan) adalah
dalam rangka mengubah sistem pendidikan kolonial ke dalam sistem
pendidikan nasional. Salah satu hasil panitia tersebut yang menyangkut
kurikulum adalah bahwa setiap rencana pelajaran pada setiap tingkat
pendidikan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a). Pendidikan
pikiran harus dikurangi b). Isi pelajaran harus dihubungkan terhadap
kesenian c). Pendidikan watak d). Pendidikan jasmani e). Kewarganegaraan
dan masyarakat. Silabus mata pelajarannya jelas sekali, seorang guru
mengajar

satu

mata

pelajaran.

Fokusnya

pada

pengembangan

Pancawardhana (five principles of development), yaitu :a) Daya cipta, b)


Rasa, c) Karsa, d) Karya, e) Moral.
D. Kurikulum 1964
Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari
kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat
mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD,
sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana yang
meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral. Mata
pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral,
kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.
Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan
fungsional praktis. TAP MPRS XXVI tahun 1966 menentukan bahwa
pendidikan haruslah diarahkan pada (a) mempertinggi mental-moral-budi
pekerti dan memperkuat keyakinan beragama, (b) mempertinggi kecerdasan
dan ketrampilan, dan (c) membina/ memperkembangkan fisik yang kuat dan
sehat.

E. Kurikulum 1968
7

Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu


dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana
Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan


khusus. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada
upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani,
mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti,
dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan
mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik
yang sehat dan kuat.
Isi dari kurikulum 1968 ialah mempertinggi mental-moral-budi pekerti
dan memperkuat keyakinan beragama, mempertinggi kecerdasan dan
keterampilan, membina/memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat.
Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran:
kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus.
Jumlah pelajarannya Sembilan.
F. Kurikulum 1975
Lahirnya

kurikulum

1975

bertujuan

untuk

mencapai

tujuan

instruksional umum, tujuan instruksional khusus, dan berbagai rincian


lainnya. Adapun ciri-ciri lebih lengkap kurikulum ini adalah sebagai berikut:
1). Berorientasi pada tujuan. 2). Menganut pendekatan integratif dalam arti
bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada
tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. 3). Menekankan kepada
efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. 4). Menganut
pendekatan

sistem

instruksional

yang

dikenal

dengan

Prosedur

Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa


mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan
dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. 5). Dipengaruhi psikologi
tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab)
dan latihan (drill).
G. Kurikulum 1984
8
Sebelum pemberlakuan kurikulum 1984, yaitu pada tahun 1983 mata

pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) ditetapkan sebagai


Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

mata pelajaran wajib. Dengan demikian maka pendidikan idiologi dilakukan


melalui Pendidikan Pancasila yang memiliki komponen Pedoman
Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4), Pendidikan Moral Pancasila
(PMP), dan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB).
Kurikulum

1984

mengusung

process

skill

approach.

Meski

mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting.


Kurikulum ini juga sering disebut Kurikulum 1975 yang disempurnakan.
Ciri-Ciri umum dari Kurikulum CBSA adalah: 1). Berorientasi pada tujuan
instruksional. 2). Pendekatan pembelajaran adalah berpusat pada anak didik;
Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). 3). Pelaksanaan Pendidikan
Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). 4). Materi pelajaran menggunakan
pendekatan spiral,

semakin tinggi tingkat kelas semakin banyak materi

pelajaran yang di bebankan pada peserta didik. 5). Menanamkan pengertian


terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. 6). Konsep-konsep yang
dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian
diberikan latihan setelah mengerti.
H. Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 ini merupakan revisi terhadap kurikulum 1984 tetapi
pada dasarnya keduanya tidak memiliki perbedaan yang prinsipil. Orientasi
pendidikan pada pengajaran disiplin ilmu menempatkan kurikulum sebagai
instrumen untuk transfer of knowledge. Penyempurnaan terjadi pada
materi pendidikan sejarah karena materi pendidikan sejarah yang tercantum
dalam kurikulum SMA 1984 (nama baru SMA berdasarkan Undang-Undang
Nomor 2 tahun 1989 adalah SMU) dianggap tidak lengkap, maka kurikulum
SMU 1994 menyempurnakannya.
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan
dilaksanakan sesuai dengan UU no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu
9
dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan

sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap
Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima


materi pelajaran cukup banyak. Tujuan pengajaran menekankan pada
pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan
masalah.
I. Kurikulum 2004 (KBK)
Secara singkat dengan KBK ini ditekankan agar siswa yang mengikuti
pendidikan di sekolah memiliki kompetensi yang diinginkan. Kompetensi
merupakan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap
yang ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Sehingga KBK
diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan,
nilai, sikap, dan minat siswa agar dapat melakukan sesuatu dalam bentuk
keterampilan, tepat, dan berhasil dengan penuh tanggung jawab.
Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan
dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui
serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan (2) keberagaman yang
dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan yang ingin
dicapai menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara
individual maupun klasikal.
J.

Kurikulum 2006 (KTSP)


Kurikulum 2006 ini dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP). Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian
target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah
banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling
menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan
pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi
sekolah berada. Hal ini disebabkan kerangka dasar (KD), standar
kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar
(SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah
ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

10

Tujuan KTSP ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian


dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta
didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk
memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan
potensi yang ada di daerah. Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk
menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB,
SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan
kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang
bersangkutan.
K. Kurikulum 2013
Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menegaskan
bahwa kurikukulum terbaru 2013 ini lebih ditekankan pada kompetensi
dengan

pemikiran

kompetensi

berbasis

sikap,

keterampilan,

dan

pengetahuan. Adapun ciri kurikulum 2013 yang paling mendasar ialah


menuntut kemampuan guru dalam berpengetahuan dan mencari tahu
pengetahuan sebanyak-banyaknya karena siswa zaman sekarang telah
mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan teknologi
dan informasi. Kesiapan guru berdampak pada kegiatan guru dalam
mendorong

siswa

melakukan

observasi,

bertanya,

bernalar,

dan

mengkomunikasikan apa yang telah mereka peroleh setelah menerima


materi pembelajaran. Sedangkan untuk siswa lebih didorong untuk memiliki
tanggung

jawab

kepada

lingkungan,

kemampuan

interpersonal,

antarpersonal, maupun memiliki kemampuan berpikir kritis. Tujuannya


adalah terbentuk generasi produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Khusus
untuk tingkat SD, pendekatan tematik integrative memberi kesempatan
siswa untuk mengenal dan memahami suatu tema dalam berbagai mata
pelajaran. Pelajaran IPA dan IPS diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia.

2.3

Model-Model Pengembangan Kurikulum.


A. Pengembangan Kurikulum Model Humanistik
Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

11

Mempertinggi harkat manusia merupakan dasar filosofi, dasar teori,


dasar evaluasi dan dasar pengembangan program pendidikan. Peserta didik
menjadi subjek yang pusat kegiatan pendidikan, agar mempunyai
kemampuan, potensi dan kekuatan untuk berkembang. Tugas pendidik
hanya menciptakan situasi yang permisif dan mendorong peserta didik
untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Kurikulum model
humanistik menjadikan manusia yang bisa menciptakan unsur kreativitas,
spontanitas, kemandirian, kebebasan, aktivitas, pertumbuhan diri, termasuk
keutuhan anak sebagai keseluruhan, minat, dan motivasi intrinsik.
B. Pengembangan Kurikulum Model Subjek Akademik
Dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan didasarkan
pada sistemisasi disiplin ilmu masing-masing. Pengembangan kurikulum
subjek akademik dilakukan dengan cara menetapkan lebih dahulu mata
pelajaran/mata kuliah apa yang harus dipelajari peserta didik, yang
diperlukan untuk (persiapan) pengembangan disiplin ilmu. Model
kurikulum ini sangat mengutamakan pengetahuan, sehingga pendidikan
diarahkan lebih bersifat intelektual.
C. Pengembangan Kurikulum Model Rekonstruksi Sosial
Dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan keahlian
bertolak dari problem yang dihadapi dalam masyarakat, selanjutnya dengan
memerankan ilmu-ilmu dan teknologi, serta bekerja secara secara kooperatif
dan kolaboratif, akan dicarikan upaya pemecahannya menuju pembentukan
masyarakat yang lebih baik. Kurikulum model ini difokuskan pada problem
yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Model kurikulum ini bersumber dari
aliran pendidikan interaksional.

D. Pengembangan Kurikulum Model Teknologis (Sistemis)


12

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

Kurikulum sebagai model teknologi pendidikan menekankan pada


penyusunan
menggunakan

program

pengajaran

pendekatan

sistem.

dan

rencana

Program

pelajaran

pengajaran

ini

dengan
dapat

menggunakan sistem saja, atau juga dengan alat atau media. Dalam konteks
kurikulum model teknologi, teknologi pendidikan mempunyai dua aspek,
yakni hardware berupa alat benda keras seperti proyektor, TV, LCD, radio,
dan sebagainya, dan software berupa teknik penyusunan kurikulum, baik
secara mikro maupun makro.

2.4

Prosedur Umum Pengembangan Kurikulum


Dalam pengembangan kurikulum terdapat dua proses utama yaitu
Pedoman Kurikulum dan Pedoman Instriktusional.
A. Pedoman Kurikulum
Pedoman kurikulum merupakan sebuah susunan untuk menentukan
garis besar dari kurikulum tersebut. Dalam pedoman kurikulum meliputi :
a) Latar Belakang, berisi tentang rumusan falfasah dan tujuan lembaga
pendidikan, populasi yang menjadi sasaran, rasional bidang study atau
mata kuliah, serta struktur organisasi bahan pelajaran.
b) Silabus, mata pelajaran secara lebih terperinci yang diberikan yaitu
ruang lingkup dan urutan penyajiannya.
c) Desain Evaluasi, strategi refisi atau perbaikan kurikulum mengenai
bahan pelajaran dan organisasi bahan dan strategi instruksionalnya.
B. Pedoman Instruktional
Pedoman Instruktional bersubjek kepada pihak pengajar. Pengajar
tersebut menguraikan isi dari pedoman kurikulum hingga lebih mendetail.
Hal ini berfungsi agar kegiatan belajar mengajar benar-benar bersumber dari
pedoman kurikulum.

2.5

Perbedaan antara KBK, KTSP dan Kurikulum 2013


Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

13

A. KBK 2004:
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
Pemisahan

antara

mata

pelajaran

pembentuk

sikap,

pembentuk

keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan


Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata
pelajaran terpisah
Pengembangan kurikulum sampai pada silabus
Tematik Kelas I dan II (mengacu mapel)
B. KTSP 2006:
Pada KTSP, sekolah diberikan keleluasaan untuk mendelegasikan seluruh
isi kurikulum melihat karakter, dan potensi lokal, KTSP tetap menekankan
kompetensi akan tetapi lebih dikerucutkan lagi dalam operasional dan
implementasinya di sekolah.
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari Standar Isi
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan Mata Pelajaran
Pemisahan

antara

mata

pelajaran

pembentuk

sikap,

pembentuk

keterampilan, dan pembentuk Pengetahuan


Kompetensi diturunkan dari mata pelajaran
Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata
pelajaran terpisah
Pengembangan kurikulum sampai pada komptensi dasar
Tematik Kelas I-III (mengacu mapel)

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

14

C. Kurikulum 2013:
Standar Kompetensi Lulusan diturunkan dari kebutuhan masyarakat
Standar Isi diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan
Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan
Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai
Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas)
Pengembangan kurikulum sampai pada buku teks dan buku pedoman guru
Tematik integratif Kelas I-VI (mengacu kompetensi)

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2
5

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengembangan kurikulum adalah semua kegiatan atau semua
pengalaman belajar yang diberikan kepada siswa dibawah tanggung jawab
sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Konsep ini
mengandung makna, bahwa isi kurikulum bukan hanya sejumlah mata
pelajaran, tetapi juga semua kegiatan siswa dan semua pengalaman belajar
siswa di sekolah, yang mempengaruhi pribadi siswa sepanjang menjadi
tanggung jawab sekolah.
Kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan paska
kemerdekaan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994,
2004, 2006 dan 2013. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari
terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam
masyarakat berbangsa dan bernegara. Semua kurikulum nasional dirancang
berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya
pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam
merealisasikannya.
Model

pengembangan

kurikulum

di

Indonesia

meliputi

Pengembangan Kurikulum Model Humanistik, Pengembangan Kurikulum


Model Subjek Akademik, Pengembangan Kurikulum Model Rekonstruksi
Sosial dan Pengembangan Kurikulum Model Teknologis (Sistemis).
3.2 Saran
Saran yang bisa penulis berikan untuk pembaca pada umumnya, dan
untuk diri sendiri pada khususnya adalah, bahwa apapun model dan jenis
kurikulum yang dipakai hendaknya bisa sesuai dengan lingkungan dimana
kurikulum itu dipakai agar apa yang diharapkan dari pengembangan
kurikulum tersebut bisa sesuai dengan tujuan dan fungsi pengembangan
kurikulum.
Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok
2

16

DAFTAR PUSTAKA
Aqila,

Sauron.

2013.

Pengembangan

kurikulum

dan

pembelajaran.

http://sauronaqila.blogspot.com/2013/04/makalah-pengembangankurikulum-dan.html
Hamalik, Oemar. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum (Bandung:PT.Remaja
Rosdakarya, 2009)
Kholifatun, Umi. 2015. Perbedaan antara kbk, ktsp dan kurikulum 2013.
http://umikholifatun.blogspot.com/2013/12/perbedaan-kbk-ktsp-dankurikulum-2013.html
Munasti,

Teuku

Habibi.

2013.

Makalah

pengembangan

kurikulum.

http://seulanga23.blogspot.com/2013/11/makalah-pengembangankurikulum.html

Telaah (perkembangan kurikulum) | kelompok


2

17