Anda di halaman 1dari 12

FILSAFAT ILMU

OLEH

NAMA

: SRIWULAN PURNAMASARI

STAMBUK

: A1C4 4 037

JURUSAN

: PENDIDIKAN KIMIA

KELAS

: GANJIL (A)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allh SWT karena berkat rahmat
dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Filsafat yang
bejudul Proses Penciptaan Alam Semesta menurut Sains dan Al-Quran. Penulis
menyadari penulisan ini jauh dari kata sempurna, sehingga penulis mnegharapkan
saran yang membangun dari pembaca. Terimakasih.

Kendari, Mei 2015

Penulis

Daftar Isi
Kata Pengantar................................................................................................................i
Daftar Isi.........................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan..........................................................................................................1
Bab II Pembahasan.........................................................................................................2
2.1 Alam Semesta....................................................................................................2
2.2 Penciptaan Alam Semesta menurut Sains.........................................................2
2.4 Penciptaan Alam Semesta menurut Al-Quran.................................................5
Bab III Penutup...............................................................................................................9
3.1 Kesimpulan........................................................................................................9

BAB I
PENDAHULUAN

Alam semesta merupakan suatu ruang atau tempat bagi manusia,tumbuhtumbuhan, hewan, dan benda-benda. Langit sebagai atapnya dan bumi sebagainya
lantainya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah saturuang yang maha besar, terdapat
kehidupan yang biotik dan abiotik. Pengertian alam semesta mencakup tentang
mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai
ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang
makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya
bintang, planet, dan galaksi
.Alam semesta adalah suatu hamparan atau ruangan yang sangat luas yang tak di
ketahui atau tak dapat di bayangkan luasnya. alam semesta diduga bentuknya
melengkung dan dalam keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem
bintang yang jumlahnya ribuan.
Ada banyak para ahli yang mengeluarkan pendapat mengenai awal mula
terbentuknya alam semesta, ada berbagi pendapat dan konsep tentang hal ini yang telah
lama dikemukankan leh para ahli. Terbentuknya alam semesta ini sudah jelas-jelas tertera
di dalam Al-Quran.
Penciptaan alam semesta dikaji melalui penelitian secara ilmiah ataupun melalui
tafsir-tafsir dengan membandingkan ayat-ayat yang lain dalam Alquran. Dengan
penelitian-penelitian tersebut maka munculah berbagai teori tentang bagaimana proses
penciptaan alam semesta. Salah satu teori yang dikemukakan oleh ilmuan barat yaitu
teori Big Bang atau teori dentuman besar, menurut teori tersebut alam semesta diduga
dari sebuah gumpalan raksasa bermasa jenis besar karena gesekan antar atom terjadilah
reaksi inti atom (nuklir) yang menghasilkan energi yang sangat besar, partikelpartikelnya menyebar ke segala arah kemudian membentuk galaksi, bintang, planet dan
sebagainya. Sedangkan dalam Alquran disebutkan bahwa proses penciptaan alam
semesta itu terjadi dalam kusun waktu enam masa.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Alam Semesta
Alam semesta terdiri dari semua materi, termasuk tenaga dan radiasi juga segala
sesuatu yang ada di dalam antariksa. Alam semesta tidak dapat diukur, batas-batasanya
tidak diketahui. Tata surya tempat terdapatnya bumi, hanyalah sebagian kecil alam
semesta. Dalam alam semesta terdapat banyak galaksi seperti Bima Sakti, galaksi
merupakan bagian yang membentuk alam raya yang sangat luas. Alam semesta terdiri
atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi serta hal yang telah diketahui dan baru
dalam tahap percaya bahwa pasti ada di antariksa. Bumi, planet-planet dan matahari yang
termasuk dalam tata surya hanyalah merupakan titik kecil di antara lebih dari 200 miliyar
bintang penyusun galaksi bimasakti. Matahari merupakan satu di antara bermiliyarmiliyar bintang di alam semesta dan kemungkinan setiap bintang mempunyai susunan
tata surya seperti tata surya matahari. Perhitungan sampai ke angka 200 miliyar bintang
baru untuk sebuah galaksi. Galaksi adalah calon bintang atau kelompok bintang yang
jumlahnya ribuan juta dan terdapat di alam semesta.

2.2. Penciptaan Alam Semesta menurut Sains


Penciptaan Alam semesta menutur sains (astronomi) berkembang dari
banyaknya teori teori yang diungkapkan oleh para ahli terkemuka, teori teori tersebut
adalah :
2.2.1. Teori Kabut
Teori ini dikembangkan oleh Immanuel Kant (Jerman) tahun 1775 dan Pierre
Simon de Laplace (Prancis) tahun 1799. Menurut teori ini, awalnya tata surya adalah
berupa gumpalan kabut (nebula) yang berputar. Mula-mula putaran kabut lambat.
Karena adanya perputaran, volume dan suhu gumpalan berkurang dan akhirnya kabut
ini menggumpal di pusat putaran, membentuk lempengan padat. Lempengan ini
berputar semakin cepat sehingga ada bagian lempengan yang terlempar keluar dan
kemudian mengalami penurunan suhu. Bagian yang terlempar ini kemudian menjadi
planet-planet dan anggota tata surya lainnya. Inti kabut terus memadat, menjadi
matahari.
Teori ini berhasil menjelaskan bahwa tata surya datar, yaitu orbit ellips planet
mengelilingi matahari hampir datar. Kelemahan teori kabut disampaikan oleh James
Clerk Maxwell dan Sir James Jeans yang menunjukkan bahwa massa bahan dalam
gelang-gelang tak cukup untuk menghasilkan tarikan gravitasi sehingga memadat
menjadi planet. F.R. Moulton pun menyatakan bahwa teori kabut tak memenuhi syarat
bahwa yang memiliki momentum sudut paling besar haruslah planet bukan matahari.
Teori kabut menyebutkan bahwa matahari yang memiliki massa terbesar akan
memiliki momentum sudut yang paling besar.
2.2.2. Teori Planetisimal
Teori Planetesimal dikembangkan oleh Thomas C. Chamberlin dan Fores R.
Moulton pada tahun 1905. Menurut teori ini, matahari merupakan benda yang sudah
ada di antara bintang-bintang yang lain. Pada suatu waktu, ada sebuah bintang yang
5

mendekati matahari. Ketika bintang tersebut berpapasan dengan matahari, ada bagian
dari matahari yang tertarik ke arah bintang tersebut karena adanya gaya tarik gravitasi
yang bekerja di antara bintang dan matahari, sehingga terbentuk semacam sayap
matahari. Ketika bintang tersebut menjauh dari matahari, gaya gravitasi yang bekerja
semakin melemah sehingga bagian-bagian dari sayap matahari tersebut ada yang
kembali ke matahari, tetapi ada yang membeku dan tidak kembali ke matahari.
Bagian-bagian yang tidak kembali membentuk gumpalan yang disebut planetesimal.
Setelah lama, beberapa gumpalan menyatu membentuk planet-planet yang bergerak
mengelilingi matahari. Kelemahan teori ini adalah bahwa semestinya, gas-gas yang
tertarik ke arah bintang tidak berputar mengelilingi matahari, tetapi lebih mungkain
melayang bebas di angkasa.
2.2.3. Teori Pasang Surut Bintang
Teori pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jean dan
Herold Jaffries pada tahun 1917. Hipotesis pasang surut bintang sangat mirip dengan
hipotesis planetisimal. Namun perbedaannya terletak pada jumlah awalnya matahari.
Teori ini mengemukakan bahwa dahulu kala ada sebuah bintang yang
melintasi dekat matahari. Adanya gaya tarik bintang tersebut, maka menyebabkan
pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut, seperti pasang surut air laut di
bumi akibat gaya tarik bulan.Sebagian dari masa matahari yang membentuk tonjolan
ke arah bintang itu ikut tertarik. Kemudian, tonjolan tersebut terputus dan akhirnya
lepas dari matahari.
Massa gas itu terputus-putus dan kemudian membentuk tetesan raksasa
dengan ukuran yang berbeda-beda. Tetesan raksasa tersebut lama-kelamaan membeku
menjadi planet-planet. Itulah sebabnya planet-planet terletak pada satu bidang datar,
bahkan pada suatu waktu nanti akan membentuk satu garis lurus. Pada tahun 1982,
beberapa planet memang terletak hampir pada satu garis lurus.
2.2.4. Teori Kondensasi
Teori yang terkenal tentang pembentukkan matahari dan planet-planet
didasarkan pada Hipotesis Kabut (nebular). Teori ini pertama kali ditemukan oleh ahli
filosofi Jerman, Immanuel Kant, pada tahun 1755. Kemudian, hipotesis ini
dikembangkan oleh ahli matematika Prancis, Pierre de Laplace, pada tahun 1796.
Kenyataan di jagat raya bahwa planet-planet terletak hampir pada 1 bidang datar di
sekeliling matahari, melahirkan perkiraan atau hipotesis bahwa planet-planet lahir dari
matahari.
Menurut hipotesis ini, matahari dan planet-planet erasal dari sebuah kabut
pijar yang berpilin di dalam jagat raya. Kabut seperti ini banyak terdapat di antara
bintang-bintang di dalam galaksi kita. Karena putarannya itu, sebagian dari massa
kabut tersebut lepas, membentuk gelang-gelang sekeliling bagian utama gumpalan
kabut itu. Pada gilirannya, gelang itu membentuk gumpalan-gumpalan dan akhirnya
membeku menjadi planet-planet. Demikian juga bulan dan satelit-satelit planet
lainnya terbentuk.

2.2.5. Teori Bintang Kembar


Menurut teori bintang kembar, awalnya ada dua buah bintang yang
berdekatan (bintang kembar), salah satu bintang tersebut meledak dan berkepingkeping. Akibat pengaruh grafitasi dari bintang kedua, maka kepingan-kepingan itu
bergerak mengelilingi bintang tersebut dan berubah menjadi planet-planet. Sedangkan
bintang yang tidak meledak adalah matahari.
2.2.6. Teori Ledakan Maha Dahsyat (Big Bang)
Pada awal abad ke-21 muncul teori ledakan maha dahsyat Big
Bang, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Jagat
raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Dalam
kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan
dan bentuk awal dari alam semesta.
Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya.
Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan
dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu
sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus.
Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya
suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan
observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan
kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap
saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis
seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini
menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di
masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar..
Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan
berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang
dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya
segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih
kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan
terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara
keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.
Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun.
Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin
kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun
andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk
beberapa milyar tahun lagi.

2.3.

Penciptaan Alam Semesta dalam Al Quran


Beberapa fakta yang baru dapat diungkap dengan teknologi pada abad ke-21,
yang telah difirmankan Allah SWT. didalam Al-Quran 14 abad yang lalu. Didalam AlQuran terdapat banyak bukti yang memberikan informasi dasar mengenai beberapa hal
seperti penciptaan alam semesta.
Dalam Al-Quran surat Fush-shilat (41:11)
Artinya: Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih
merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu
keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab:
"Kami datang dengan suka hati".
Kata asap dalam tersebut menurut para ahli tafsir adalah merupakan kumpulan
dari gas-gas dan pertikel-partikel halus baik dalam bentuk padat maupun cair pada
temperatur yang tinggi maupun rendah dalam suatu campuran yang lebih atau kurang
stabil.
Salah satu teori mengenai terciptanya alam semesta (teori Big bang) disebutkan
bahwa alam semesta tercipta dari suatu ledakan kosmis sekitar 10-20 milyar tahun yang
lalu mengakibatkan adanya ekspansi (pengembangan) alam semesta. Sebelum terjadinya
ledakan kosmis tersebut, seluruh ruang materi dan energi terkumpul dalam bentuk titik.
Didalam Al-Quran dijelaskan tentang terbentuknya alam ini (QS AlAnbiya : 30)
Artinya: Dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu (sebingkah penuh),
kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu
yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman.
Berdasarkan terjemahan dan tafsir Bachtiar Surin (1978:692) ditafsirkannya
bahwa matahari adalah benda angkasa yang menyala-nyala yang telah berputar
mengeliligi sumbunya sejak berjuta-juta tahun. Dalam peroses perputarannya dengan
kecepatan tinggi itu, maka terlontarlah bongkahan-bongkahan yang akhirnya menjadi
bumi dan beberapa benda angkasa lainnya dari bongkahan matahari itu. Masing-masing
bingkah beredar menurut garis tengah lingkaran matahari, semakin lama semakin
bertambah jauh, hingga masing-masing menempati garis edarnya. Dan seterusnya akan
tetap beredar dengan teratur sampai batas waktu yang hanya diketahui oleh Allah SWT.
Kemudian dalam surat Adz-Dzaariyaat (51:47)
Artinya: Dan langit, denag kekuasaan Kami, Kami bangun dan Kami akan
memuaikannya selebar-lebarnya.
Teori ledakan maha dahsyat juga mengatakan adanya pemuaian alam semesta
secara terus-menerus denagn kecepatan maha dahsyat yang diumpamakan
mengembangnya permukaan balon yang sedang ditiup yang mengisyaratkan bahwa
galaksi akan hancur kembali. Isyarat ini sudah dijelaskan dalam surat Al-Anbiya
(21:104)
8

Artinya: (yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami
akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah
yang akan melaksanakannya.
Dalam surat Ath-Tholaq (65:12)
Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
perintah Allah Berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala
sesuatu.
Ayat ini mengisyaratkan bahwa ruang angkasa terdiri dari 7 lapis.
Didalam surat As-Sajada (32:4)
Artinya: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di
antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188].
tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang
pemberi syafa'at[1189]. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan.
[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani,
sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[1189] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi
orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak
diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.
Uraian penciptaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara
keduanya, terdapat dalam surat Fush-Shilat ayat 9, 10 dan 12
Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Patutkah kamu kafir kepada yang
menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagiNya? (yang
bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam".
Artinya: Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di
atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan
(penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang
yang bertanya.
Artinya: Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia
mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. dan Kami hiasi langit yang dekat dengan
bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya.
Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui.
Terbentuknya alam raya ini terjadi dalam 6 rangkaian waktu atau 6 masa.
Selain surat-surat tersebut diatas masih banyak lagi yang menjelaskan tentang
terbentuknya alam raya ini, namun secara umum proses terciptanya alam raya ini
berlangsung dalam 6 masa, dimana tahapan-tahapan dalam proses tersebut saling
berkaitan :

2.3.1 Penciptaan Bumi Dalam Dua Masa


Penciptaan bumi sebagaimana penciptaan langit terjadi dalam dua masa. Allah
mengisyaratkan hal ini dalam Alquran



Katakanlah: Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi
dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan
seluruh alam.
Ayat lain menjelaskan tentang penciptaan bumi dalam dua periode



dan jika engkau bertanya kepada mereka: siapa yang menciptakan langit
dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Pasti mereka akan menjawab,
Allah. Maka mengapa mereka bias dipalingkan (dari kebenaran).
Sebagian ahli tafsir berpendapat, maksud penciptaan bumi pada ayat ini adalah
menciptakan wujudnya dalam dua masa. Disimpulkan demikian, karena pada waktu
diciptakan langit dan bumi, hari atau siang dan malam seperti yang diketahui
sekarang belum ada. Sedang menurut pandangan ilmiah, maksudnya adalah
pembentukan bumi dalam dua masa.
Hari atau periode pertama dari masa penciptaan bumi, adalah rentang waktu
sekitar miliaran tahun yang lalu, yaitu ketika yang ada hanya awan debu dan gas
yang mengapung di angkasa yang mulai mengecil. Kemudian butiran-butiran debu
dalam awan itu saling melekat dan membentuk planetisimal yang kemudian saling
bertubrukan membentuk planet. Diantara planet-planet itu adalah bumi. Bumi adalah
tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup beserta segala isinya. Bumi termasuk
planet yang terdapat dalam tata surya di alam semesta ini.
2.3.2. Penciptaan Isi Bumi Dalam Dua Masa
Setelah Allah menciptakan langit dalam dua masa dan bumi dalam dua masa,
selanjutnya diciptakan makhluk-makhluk lain yang akan mengisi bumi dan langit,
proses ini merupakan penyempurnaan dari ciptaan-Nya. Allah brfirman dalam
Alquran

Dan dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan
kemudian Dia berkahi, dan dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuninya)
dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang
memerlukan.
Allah menciptakan bumi dan segala isinya bertujuan untuk memperlihatkan
keindahan sang penciptannya. Dengan adanya gunung-gunung permukaan bumi
mendjadi indah. Allah juga melingkupi bumi segala isinya dengan keberkahan bagi
makhluk-Nya
Penciptaan bumi dan segala isinya ini terjadi pada empat masa atau dapat
difahami penciptaan bumi dua masa dan isinya dua masa. Tafsir ilmiah tentang
empat masa ini bias jadi seperti yang diungkapkan dalam empat periode dalam
kurun waktu geologi berikut: pertama, proterozoikum pada masa ini kehidupan
sangat tidak jelas. Kedua, peleozoikum pada masa ini kehidupan mulia jelas.
Ketiga, mesozoikum masa ini disebut sebagai kehidupan pertengahan.
Keempat, kenozoikum masa ini disebut sebagai kehidupan baru.
10

2.3.3. Penciptaan Langit Dalam Dua Masa


Hasil telaah menyebutkan bahwa langit dan bumi diciptakan secara terpisah,
seperti dalm Alquran



Tidaklah orang-orang kafir itu melihat bahwa dahulu sesungguhnya langit
dan bumi itu bersatu, lalu kami pisahkan antara keduanya.
Pemisahan penciptaan ini menghasilkan formasi galaksi dan kemudian
terpecah menjadi bintang-bintang yang merupakan asal usulnya planet
Lalu Allah menciptakan tujuh lapis langit yang terjadi dalam dua masa Allah
memberikan informasinya dalam Alquran




Lalu diciptakannya langit dalam dua masa, dan pada setiap langit Dia
mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi),
kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (kami ciptakan itu) untuk memelihara.
Demikianlah ketentuan Allah yang Mahaperkasa, Maha Mengetahi.
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyempurnakan kejadian langit dengan
menjadikannya tujuh lapis dalam dua masa. Pada awalnya Allah menciptakan langit
pertama, dan kemudian disempurnakan menjadi tujuh langit yang berlapis-lapis.
Dijelaskan pula bahwa setiap lapis langit mempunyai fungsinya masing-masing .
Langit yang terdekat dengan bumi, dihiasi dengan bintang-bintang yang
gemerlapan. Ada bintang yang bercahaya sendiri, dan ada juga yang hanya
memantulkan cahaya sinar bintang lainnya.

11

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan ini adalah terbentuknya alam semest telah dijelaskan
jauh terlebih dahulu dalam Al-Quran dimana secara umum pembentukan alam semesta
terdiri 6 masa pembentukan yaitu penciptaan bumi dalam dua masa, pemciptaan isi
bumi dalam dua masa dan penciptaan langit dalam dua masa. Terbentuknya alam semesta
menutur sains sejalan dengan apa yang telah di katakana dalam Al-quran.

12