Anda di halaman 1dari 5

FILARIASIS

-Adeline Jaclyn-

disebabkan oleh infestasi cacing jenis filaria


termasuk dalam nematoda jaringan, famili Filaridae

etiologi:
- Filaria limfatik:
o Wuchereria bancrofti (paling sering)
o Brugia malayi
o Brugia timori di Flores timur
- Filaria non limfatik (jaringan, subcutan)
o Onchocerca volvulus
o Loa loa
FILARIASIS LIMFATIK
Morfologi
- Makrofilaria
o Hidup di sal./kel. Limfe
o Bentuknya halus seperti benang berwarna putih susu
o Betina mengeluarkan microfilaria yang mempunyai
selubung/sarung
- Mikrofilaria
o Hidup dalam darah dan terdapat dlm darah tepi pd wkt
tertentu (periodisitas)
o W. bancrofti : cephalic space 1:1, bergranula halus dan
teratur tapi tidak sampai ujung ekor, tidak punya inti
tambahan
o B. malayi : cephalic space 2:1, granula kasar sampai
ujung ekor, ekor punya 2 inti tambahan
o B. timori : cephalic space 3:1, granula kasar sampai
ujung ekor, ekor punya 2 inti tambahan.
- Stadium larva
o Stadium I : bentuk seperti sosis
o Stadium II : memanjang
o Stadium III (bentuk infektif): memanjang dan ada
papil/benjolan
Siklus hidup
Nyamuk gigit penderita filariasis microfilaria terhisap lambung
nyamuk nembus dinding lambung dinding toraks
berkembang biak rongga abdomen kepala dan alat tusuk
nyamuk gigit dan hisap darah manusia larva stadium III
(bentuk infektif) kelenjar limfe dewasa (makrofilaria),
memperbanyak diri mengelurakan larva stadium IV (microfilaria)
larva stadium V darah dihisap nyamuk stadium I-III

Pada manusia berlangsung kurang lebih 7 bulan


Dalam tubuh nyamuk kurang lebih 2 minggu

1. Stadium infektif (larva stadium III) masuk ke dalam tubuh


manusia ketika nyamuk menghisap darah manusai yang sehat
2. Larva bersarang di saluran limfe setempat mengalami dua kali
pergantian kulit, tumbuh menjadi larva stadium IV dan V
(cacing dewasa)
3. Cacing betina dewasa mengeluarkan microfilaria yang
bersarung dan hidup dalam darah. Mikrofilaria terdapat di
dalam aliran darah tepi sesuai dengan periodisitasnya. Di luar
itu ada di kapiler alat dalam (paru, jantung, ginjal, dsb)
4. Nyamuk menhisap darah dari manusia yang terinfeksi filaria
5. Mikrofilaria yang terhisap bersama darah masuk ke dalam
tubuh nyamuk, kemudian melepaskan sarungnya, menembus
dinding lambung dan bersarang di antara dinding thoraks.
Lalu parasit akan memendek jadilah larva stadium I
6. Dalam waktu kurang dari 1 minggu larva akan bertukar kulit
menjadi lebih gemuk dan panjang disebut larva stadium II
7. Pada hari kesepuluh dan selanjutnya, larva ganti kulit lagi jadi
makin panjang dan kurus
8. Larva stadium III bergerak aktif dan bermigrasi ke rongga
abdomen lalu ke kepala dan ke alat tusuk nyamuk (probosis).

Nyamuk kemudian menggigit manusia kembali dan siklus


terulang lagi.
Epidemiologi
- Wuchereria bancrofti
o 80 juta (sering di Kalimantan)
o Urban (Culex quinquefasciatus), Rural (Anopheles sp. ;
Aedes sp.)
o Indonesia: periodik nokturna
o Thailand: sub periodic nokturna
o Pasifik: sub perodik diurna
- Brugia malayi
o 9 juta (sering di Malaysia)
o manusia (Anopheles barbirostris), manusia dan hewan
(Mansonia sp.)
o Periodik nokturna: manusia
o Sub perodik nokturna: manusia dan hewan
- Brugia timori
o Sering di Timor
o Nyamuk Anopheles barbirostris
o Periodik nokturna
Patologi dan Gejala klinis
- Mikrofilaria
o Tanpa gejala
o Occult filariasis
- Makrofilaria/cacing dewasa
o Akut : limfadenitis (infeksi kelenjar limfe) dan limfangitis
(infeksi saluran limfe)
o Kronis:
Kiluria (perembesan cairan limfe di kandung kemih
sehingga urin jd putih susu), hidrokel (cairan di
skrotum)
Elefantiasis skroti, mammae, dan ektremitas pd
W. bancrofti ; pd Brugia hanya mengenai satu sisi
dan hanya tungkai bawah/lengan bawah.
Gambaran klinis :
- Akut : demam (saat mengeluarkan microfilaria), bisa hilang
bila microfilaria sudah masuk ke saluran limfe. (sewaktu
masuknya filarial timbul limfangitis dan limfadenitis
demam)
- Kronis :
o Microfilaria masuk ke saluran limfe reaksi radang
inflamasi jaringan cicatrix terbendung
elefantiasis
o Brugia malayi ekstremitas bawah elefantiasis
o Brugia timori genetalia hidrocele

Topical eosinofilia : eosinofilia tetapi tidak ada microfilaria

Diagnosa :
1. Gejala klinis
2. Pemeriksaan laboratorium (darah, cairan hidrokel, kiluria,
biopsy)
a. Deteksi microfilaria : sediaan darah tebal, membran
filtrasi
b. Histopatologis : pot c. dws di sal/kel. Limfe/testis
c. Biologi molekuler : PCR
d. Imunologi
i. Deteksi Ab IgG4 (filariasis brugia) ; tidak dpt
membedakan infeksi aktif/lampau
ii. Deteksi Ag : ICT memakai Ab monoclonal
deteksi Ag W. bancrofti. Hasil + : infeksi aktif
e. Radiodiagnosis
i. USG pd skrotum dan kel. Limfe inguinal (gmbran
cacing bergerak2
ii. Limfosintigrafi : dekstran/albumin ditandai zat
radioaktif (abnormal sistem limfatik)
-

Adanya microfilaria dalam darah (pada waktu akut). Pada


masa kronis sudah tidak ada mikrofilarianya tetapi biasanya
dilihat dari klinis. Diagnosa kadang2 sulit karena keluhannya
hanya berupa demam yang tinggi di malam hari ambil
mikrofilarianya harus di malam hari

Terapi:
- DEC (Dietil Karbamasin Citrat)
o Makrofilarisid dan mikrofilarisid
o 5-6 mg/kg BB 12 hari
o hati2 efek samping : demam, mual, muntah
- invermektin (antibiotik semisintetik)
o mikrofilarisid
o es lebih ringan dibanding DEC
o 400 g/kg BB : dosis tunggal
- Albendazole : mikro/makrofilarisidal
- Pengobatan massal menurut WHO
o Pada daerah endemis (prevalensi 1%)
o DEC 6mg/kgBB + Albendazol 400mg
o 1x/tahun selama 5-10 tahun
o pada penduduk usia 2 tahun
Terapi pada masa akut untuk membunuh microfilaria
Kalau sudah terjadi elefantiasis operasi, membuang saluran limfe
(dapat berlangsung lama/berjam-jam). Tetapi kaki gajahnya sulit

dihilangkan. Kalau di kaki mungkin bisa dihilangkan dengan


memakai kaus kaki yang menekan (stretch)
Pencegahan
- pengobatan penderita/massal
- Pemberantasan vector/perbaikan lingkungan
- Pendidikan masyarakat
OCCULT FILARIASIS
= Tropical Pulmonary Eosinophilia
Distribusi : Indonesia +
Definisi : penyakit filariasis limfatik yang disebabkam oleh
penghancuran microfilaria dalam jumlah yang berlebihan oleh
sistem kekebalan tubuh
Patogenesis : rx. Hipersensivitas Ag mikrofilaria rx alergi
Gejala klinik :
- demam, sesak napas, hipereosinophilia, limfadenopati
(umumnya inguinal atau lipatan2 seperti siku, leher)
- microfilaria tidak ditemukan dalam peredaran darah krn
dhancurkan dlm organ2 RES
- Pada organ2 RES ditemukan Granuloma eosinofil/benda
Meyers Kouwenear
Diagnosis
- Gejala klinik
- Lab : eosinofilia, IgE naik, lekositosis
- Ro paru : bercak2 halus di lap. Paru bawah
- Biopsi : benda Meyers Kouwenear
Pengobatan : DEC (6mg/kgBB 2-3mg)