Anda di halaman 1dari 15

C.

DASAR TEORI
Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan
nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent.
Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Di alam, belerang
dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia
adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan
komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida
dan fungisida. http://www.wkipedia.org/
Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan
belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar
daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar,
stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
1. Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang
melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air
yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang
kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan
dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang.
Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang
terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
2. Sifat-sifat
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah
larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat,
unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan
bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat
dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer
belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama
sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99,999% sudah tersedia secara komersial. Belerang amorf atau
belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi
dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan
atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan

atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
3. Isotop
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang
bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga
belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
4. Senyawa-senyawa
Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium
sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di
antara banyak senyawa belerang yang sangat penting.
5. Kegunaan
Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam
dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan
pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asam sulfat, bahan kimia
yang sangat penting. Belerang juga digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas
lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang
merupakan insultor yang baik.
Pada suhu bilik, sulfur adalah satu pepejal lembut berwarna kuning terang. Sulfur adalah
terkenal dengan baunya yang tidak menyenangkan yang menyerupai bau telur-telur busuk.
Bau tersebut adalah sebenarnya ciri bagi hidrogen sulfida (H2S); unsur sulfur tidak berbau. Ia
terbakar dengan nyalaan biru dan mengeluarkan sulfur dioksida, yang dikenali karena bau
peliknya yang menyesakkan. Sulfur tak larut dalam air tetapi larut dalam karbon disulfida dan
pada kadar kelarutan yang kurang sedikit dalam pelarut organik lain seperti benzena.
Keadaan pengoksidaan sulfur yang biasa termasuk 2, +2, +4 dan +6. Sulfur membentuk
sebatian stabil bersama semua unsur kecuali gas nadir.
Sulfur dalam keadaan pepejal biasanya wujud sebagai siklik berbentuk mahkota yang terdiri
daripada molekul-molekul S8. Sulfur mempunyai banyak alotrop selain S8. Dengan
membuang satu atom daripada mahkota akan menghasilkan S7, yang yang berperanan dalam
warna kuning sulfur yang unik. Terdapat banyak lagi bentuk cincin lain yang disediakan,
termasuk S12 dan S18. Secara bandingannya, jirannya oksigen yang lebih ringan hanya
wujud dalam dua keadaan yang mempunyai kepentingan kimia: O2 dan O3. Selenium, analog
sulfur yang lebih berat boleh membentuk cincin tetapi lebih sering dijumpai sebagai satu
rangkaian polimer. http://ir.wikipedia.com/wiki/sulfur.html
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan
mineral tulang, dalam kadar yang sedikit. Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang

dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.


Beberapa bentuk alotrop dari sulfur (belerang) diantaranya :
a. Belerang Orthorhombic [S8] merupakan bentuk yang paling umum, stabil pada suhukamar dan tekanan udara. Delapan atom belerang mengikat secara covalent.
b. Cyclohexasulfur Atau Rhombohedral Belerang [S6] Cyclohexasulfur yang yang pertama
dilaporkan 1891, adalah yang densest untuk alotrop belerang dan format air-sensitive kristal
orange-red yang berisi six-membered chair-shaped.
c. Belerang Tak berbentuk [S]. Terjadi akibat pendinginan yang cepat ketikaBelerang masih
dalam keadaan panas.
d. Disulfur [S2] Alotrop belerang yang paling sederhana, memiliki warna lembayung.
Prosesnya tidak terjadi secara alami pada suhu-kamar.Tetapi biasanya dihasilkan dari uap
belerang pada temperatur di atas 700C.
Bentuk allotropi belerang yang sering dikenal yaitu monoklinik dan rhombik belerang.
Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang
yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)
Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun,
penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur
berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan
struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang
kedua menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh
superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance
imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada
temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20 K).
Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang
sangat tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang
telah diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan,
merupakan sifat yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu
golongan dengan belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu
bagaimana menjelaskan fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah
bahwa belerang membuka kesempatan untuk pengembangan dari percobaan teori
superkonduktivitas. Para peneliti sedang merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna
mempelajari sifat yang luar biasa ini.
Belerang koloid dapat diperoleh dari :

a). Mencampurkan larutan hydrogen sulfide dingin dan belerang dioksida


2H2S + SO2 2H2O + S
b). Mereaksikan larutan natrium thiosulfat dengan asam klorida pekat.
S2O3 + 2H H2O + SO2 + S
Hidrogen Sulfida ,H2S
Gas H2S yaitu senyawa yang penting dalam analisis kuantitatif konvensional dapat dibuat
dari reaksi antara FeS dan asam,pemanasan campuram belerang,hidrokarbon dan asbes,serta
hidrolisis thiocisidamida ,CH3 CSNH2.
Belerang dioksida ,SO2
Belerang dioksida dapat dibuat dengan cara mereaksikan tembaga dengan asam sulfat pekat.
Cu (s) +2H2SO4 CuSO4 (s) + 2H2O (l) + SO2 (g)
Belerang dioksida melarut dalam air membentuk asam sulfat
SO2 (g) +H2O (l) H2So3 (aq)
Asam Sulfat H2SO4
Asas sulfat dapat dibuat dengan proses kamar timbale dan proses kontak.Sifat asam sulfat
antara lain adalah sebagai berikut :
1. Sebagai zat Pengoksidasi
Asam sulfat pekat mengoksidasi tembaga,karbon dan beleramg, sedang pada reaksi ini asam
sulfat menjadi belerang dioksida.
2. Sebagai zat pengering
Biasanya,gas sebelum ditampung di alirkan melalui asa, sulfat pekat.Cara ini tidak dapat
digunakan untuk gas yang dapat bereaksi dengan H2So4 seperti Amonia dan H2S
3. Sebagai zat hidrasi yaitu zat yang dapat mengalirkan air dari senyawa.
H2SO4(l)
CuSO4.5H2O CuSO4 +5H2O
4. Sebagai katalis dalam pembentukan ester
H2SO4 (l)
COOH + C2H5OH CH3COOC2H5 + H2O

5. Jika dicampur dengan garam nitrat atau klorida akan menghasilkan asam.
NaNo3 (s) + H2So4 (l) KHSo4 (s) +HNO3 (g)
NaCl (s) + H2So4 (l) NaHSo4 (s) + HCl (g)

D. ALAT DAN BAHAN

Sendok Plastik Rak Tabung Reaksi Corong Tabung Reaksi Pipet Tetes

Pembakar Gelas Ukur Cawan Petrik Cawan Penguapan Gelas Kimia


Adapun bahan-bahan yang digunakan antara lain:
- Belerang
- FeS
- HCl 2 M
- H2SO4 pekat
- H2SO4 2 M
- K2CrO7 1 M
- Gula Pasir
- CH3COOH
- Na2SO3 1M

E. PROSEDUR KERJA
a). Modifikasi Belerang
- dilarutkan dalam 5Cs2
- dituangkan larutan ini dlm kaca arloji
- ditutup dgn kertas saring tetapi dibiarkan
sebagian kecil permukaan tidak tertutup.
Cs2 diuapkan
- dileburkan dalam cawan penyuapan
- dipanaskan, mengusahakan belerang
Cair tidak berwarna coklat.

- dimasukan kedalam tabung reaksi


- dipanaskan

b) Sifat Asam Sulfat


- dipanaskan
- meletakan kertas saring yang sudah dibatasi
dengan K2Cr2O7 diasamkan dimulut tabung
- dipanaskan

F. HASIL PENGAMATAN

1) Modifikasi Belerang
PERLAKUAN PENGAMATAN
Melarutkan 0,5 gr serbuk belerang dlm 5 ml CS2

Menuangkan larutan kedalam kaca arloji.

Terbentuk Kristal berwarna kuning Menutup dengan kertas saring,tetapi sebagian kecil
dibiarkan terbuka
Melebur 1 sendok kecil serbuk belerang dalam cawan penguapan.
Terbentuk kristal berwarna kuning kecoklatan Memanaskan
Larutan kental dan berwarna kecoklatan Memanaskan 1 sendok serbuk belerang dalam
tabung reaksi
2) Sifat Asam Sulfat
PERLAKUAN PENGAMATAN
Memanaskan sekeping tembaga dalam 1 ml H2SO4 pekat
Meletakan kertas saring yang di basahi larutan kalium bikromat di atas tabung reaksi (pada
percobaan I)
Larutan berwarna hijau muda Memanaskan

Uap pada kertas saring berwarna kelabu.


Memasukan gula pada tabung reaksi
Menambahkan beberapa tetes H2SO4 pekat
Berwarna kuning kecoklatan Memanaskan
Memasukan 2 ml CH3COOH + 2 ml etanol kedalam tabung reaksi
+ 2 ml H2SO4

Larytan berbau seperti balon pipa Memanaskan dalam penangas air


G. PEMBAHASAN
Unsur belerang terdapat dalam jumlah besar dalam kerak bumi sebagai mineral sulfide dan
sulfat.Selain itu,belerang juga terdapat sebagai hydrogen sulfide dalam gas alam dan berbagai
senyawa belerang organic dalam batu bara dan minyak.
Belerang terdapat dalam lebih dari satu bentuk kristalin.Bentuk kristalin yang dihasilkan
biasanya berwarna kuning.bentuk kristal tergantung pada suhu.Suhu dimana sati bentuk
kistalin berubah menjadi kristalin lain disebut kristalin transisi.
Modifikasi Belerang
Pada percobaan yang pertama yakni mengenaiModifikasi belerang kita mengamati macammacam bentuk kristal dari belerang. Lamgkah pertama yang harus dilakukan yaitu
melarutkan setback beilerang dalam 5 ml CS2. Larutan yang diperoleh kemudian dituangkan
kedalam kaca arloji, ditutup sebagian besar permukaan dengan kerta saring. CS2 dibiarkan
menguap.setelah dibiarkan beberapa saat,terbentuk kristal belerang yang bentuknya agak
memanjang dan berwarna kuning.
Kristal belerang yabg dihasilkan ini merupakan belerang rombik atau disebut juga belerang a
terdiri dari molekul S8. Belerang rombik larut dalam alcohol. Eter dan karbon disulfide dan
hasil penguapan perlahan-lahan dari larutan belerang dalam ini menghasilkan kristal
octahedral.
Langkah selannjutnya yaitu mengambil satu sendok belerang dan dimasukan kedalam cawan
penguapan. Belerang ini kemudian dipanaskan dengan hati-hati jangan sampai belerang cair
berwarna coklat. Setelah semua belerang melebur, pemanasan dihentikan dan belerang
dibiarkan membeku. Setelah membeku, terbentuk garis-garis kristal memanjang dan
berwarna kuning. Jika belerang dipanaskan perlahan-lahan belerang akan meleleh akan
menjadi cairan kuning terdiri dari molekul S8. Titik leleh S a 1130C dan titik leleh 1190C dan
suhu transisi kedua modifikasi adalah 95,60C, dan titik leleh yang diamati bergantung pada
kecepatan oemanasan. Kristal yang diperoleh dari percobaan kedua ini merupakan belerang
monoklin.belerang monoklin disebut juga belerang . Beleramg berntuk ini mengkristal dari
leburan belerang di atas 95,60C,berbentuk jaru-jarum .melekul belerang terdiri dari cincin
S8.

Langkah selanjutnya yaitu memanaskan perlahan lahan setback belerang dalam tabung
reaksi sambil menggoyang goyang tabung. Viskosital belerang diamati sejak meleleh
sampai mendidih .diskositas belerang , bukannya berkurang dengan teratur antara suhu leleh
dan suhu didihnya , melainkan berukuran mulai 115,2oC sampai mecapai minimum pada
kira-ktra 160oC, viskositas itu mulai bertamba dengan drastic dan mencapai maksimum
sekitar 190 0C diatas 190 0C, voskositas berkurang sampai titik didih tercapai .

Kristal belerang pada air dingin


Setelah belerang melebur ,dan mendidih, tuangkan belerang tersebut kedalam gelas kimia
yang berisi air .proses penuangan ini dilakukan segera setelah semaua belerang melebur
,karena apabilah suhunya terlalu tinggi, voskisitas belerang akan berkurang dan akan sulit
dalam menuangkannya . setelah dituangkan dalam air dingin ,terbentuk kristal kristal kecil
dan tak mempunyai pola.
Kristal kristal tersebut terbentuk kecil-kecil dan mempunyai pola menyeluruh karena lelehan
belerang ini langsung dibekukan secara tiba-tiba sehingga melekul-melekul belerang itu tak
mempunyai waktu untuk menjuruskan (mengorientasikan) diri mereka untuk membenruk
kristal yang berkembang baik. Akibatnya ,zat padat itu menjadi suatu masa dari kristalit
kecil-kecil sedangkan .yang tak memepunyai polah menyeluru : yakni , zat padat itu
berbentuk amort .kristal ini disebut juga dengan belerang plastic atau belerang berbetuk rantai
spiral.
Hubungan dari berbagai bentuk alotrop belerang adalah sebagai berikut ;

S
Rombik monokon Mobil Virscous gas

Plastik
(dibawah 960C)

Sifat asam sulfat


Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfide,Asam ini mampu
melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfide.
Pada percobaan ini,kita akan mengamati reaksi-reaksi dari asam sulfat baik dengan logam
tembaga maupun dengan gula.
Langkah pertama yang dilakukan yaitu memanaskan hati-hati sekeping tembaga dengan 1 ml
H2SO4 pekat.Saat dipanaskan tembaga larut dalam H2SO4,terbentuk gelembung gas dan
larutan berwarna biru muda.Persamaan reaksi yang terjadi yaitu :
panas
Cu +2H2SO4 CuSO4 + SO2 +2H2O
Asam sulfat pekat yang digunakan pada percobaan ini merupakan zat pengoksid kuat.
Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi penggantian tunggal menghasilkan
gas hirogen dan logam sulfat.H2SO4 encer menyerang besi, aluminium,seng,mangan
magnesium dan nikel. Namun reaksi dengan timah dan tembaga memerlukan asam sulfat
yang panas dan pekat, dan reaksi ini akan menghasilkan sulfur dioksida (SO2) dari pada
hydrogen.hal ini karena asam sulfat pekat panas berperan sebagai oksidator manakala asam
encer berperan sebagai asam biasa.sehingga ketika asam pekat panas bereaksi dengan
tembaga, seng dan timah ia akan menghasilkan garam, air dan sulfur dioksida, sedangkan
asam encer yang bereaksi dengan logam seperti seng akan menghasilkan garam dan
hidtogen.adanya gas sulfur dioksida (SO2) dalam hasil reaksi antara tembaga dan asam sulfat
pekat ini,ditandai dengan adanya gelembung-gelembung gas.
Gelembung-gelembung gas yang dihasilkan ini selanjutnya diuji dengan cara meletakan
kertas saring yang dibasahi dengan K2Cr2O7 dimulut tabung reaksi.setelah beberapa saat
kertas saring yang semula berwarna kuning berubah warna menjadi hijau tua atau hijau
kehitaman.hal ini membuktikan adanya gas SO2 yang dihasilkan dari reaksi tembaga dan
H2SO4,SO2 ini kemudian bereaksi dengan K2Cr2O7 yang ditandai dengan adanya warna
hijau pada kertas saring.persamaan reaksi yang terjadi yaitu :

Cr2O72- + SO2 + H+ 2 Cr 3+ + SO42- + 5H2O


Warna hijau yang dihasilkan disebabkan oleh pembentukan ion komium (III).Percobaan
selanjutnya yaitu gula dimasukan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan beberapa tetes
H2SO4 pekat,dan menghasilkan campuran yang berwarna coklat kemudian ditambahkan 2
ml H2SO4 pekat,dan menyebabkan campuran berwarna hitam.
Penambahan H2SO4 pekat menyebabkan gula terurai atau dipisahkan atom hydrogen dan
oksigen dari gula tersebut.
Persamaan reaksi yang terjadi yaitu :
C6H12O6 + H2SO4 6C + 6H2O + H2SO4
Dalam reaksi ini H2SO4 bertindak sebagai dehidrator untuk gula.reaksi ini akan
menghasilkan karbon dan air yang terserat dalam asam sulfat (yang akan mengencerkan asam
sulfat. Adanya karbon yang dihasilkan dari reaksi ini dapat dilihat dengan terbentuknya
warna hitam pada campuran ketika ditambahkan dengan H2SO4 pekat, gula tersebut akan
menjadi karbon barpori-pori yang mengembang mengeluarkan aroma seperti caramel.dan
setelah dipanaskan dalam penangas air, warna hitam yang dihasilkan semakin banyak.
Berikut adalah gambar hasil reaksi antar gula dengan asam sulfat.

Dengan demikian, sifat-sifat asam sulfat dapat di ringkas sebagai berikut.


Sifat asam
H2SO4 (l) + H2O (l) H3O+ (aq) + HSO4- (aq) K = 109
2 H2SO4 (l) H3SO4+ + HSO4- K = 1,7 x 10-4 (pada 10oC)
Sifat sebagai pengoksidasi
Cu (s) + 2 H2SO4 (l) CuSO4 (s) + 2H2O (l) + SO2 (g)
Sifat dehidrasi
C6H12O6 + H2SO4 6C + 6H2O + H2SO4
Sifat sulfonasi

C6H6 (l) + H2SO4 (l) C6H5SO2OH (l) + H2O (l)


Sebagai katalis pembentukan ester
CH3COOH + C2H5OH H2SO4 CH3COOC2H5 + H2O
Jawaban Pertanyaan
1. Di alam, belerang dijumpai tersebar luas antara lain sebagai pirit-besi, galena, sfalerit
(kerpu-seng), sinabar, stibnite, gips, garam Epsom, selesit dan barit.
2. Dua macam alotrop belerang diantaranya Belerang Orthorhombic [S8] merupakan bentuk
yang paling umum, stabil pada suhu-kamar dan tekanan udara. Delapan atom belerang
mengikat secara covalent. Disulfur [S2] Alotrop belerang yang paling sederhana, memiliki
warna lembayung. Prosesnya tidak terjadi secara alami pada suhu-kamar.Tetapi biasanya
dihasilkan dari uap belerang pada temperatur di atas 700C.
3. Jika belerang dipanaskan perlahan-lahan dalam tabung reaksi akan meleleh menjadi cairan
kuning dari molekul S8.Titik leleh Sa 1130C dan titik leleh Sbeta 1190C dan suhu transisi
kedua modifiaksi adalh 95,60C. Dan titik leleh yang diamati bergantung pada kecepatan
pemanasan. Jika suhu dinaikan warna akan menjadi makin gelap, dan cairan menjadi kental
karena cincin S8 mulai putus dan membentuk rantai. Kekentalan bertambah sampai mencapai
maksimum pada 2000C ketika cairan menjadi hitam.Jika suhu terus dinaikan,kekentalan
berkurang sampai pada titik didih 444,6oC. Uap terakhir dari S6, S4 dan S2. Apabila cairan
belerang yang mendidih dituangkan kedalam air dingin, akan diperoleh belerang plastic atau
disebut juga belerang gama berbentuk rantai spiral. Jika didiamkan bentuk rantai berubah
menjadi belerang rombik bercincin S8.
4. Belerang plastic merupakan belerang yang terbentuk apabila cairan belerang yang
mendidih di tuangkan kedalam air dingin dan belerang ini biasanya di sebut juga belerang
yang berbentuk spiral. Jika didiamkan bentuk rantai berubah menjadi belerang rombik.
5. Jika H2S dioksidasi maka akan terjadi pembentukan uap air dan belerang yang memiliki
bentuk seperti koloid.
6. Reaksi pembuatan asam sulfat
Produksi SO2
S + O2 SO2 H = -297 kJ mol-1
Konversi SO2 menjadi SO3
2 SO2 + O2 2 SO3 H = -98 kJ mol-1
Konversi SO3 menjadi H2SO4
SO3 + H2SO4 H2S2O7

H2S2O7 + H2O 2 H2SO4


Reaksi keseluruhannya adalah:
H2O + SO3 H2SO4 H = -130 kJ mol-1
7. Beberapa sifat kimia asam sulfat diantaranya:
Sifat asam
H2SO4 (l) + H2O (l) H3O+ (aq) + HSO4- (aq) K = 109
2 H2SO4 (l) H3SO4+ + HSO4- K = 1,7 x 10-4 (pada 10oC)
Sifat sebagai pengoksidasi
Cu (s) + 2 H2SO4 (l) CuSO4 (s) + 2H2O (l) + SO2 (g)
Sifat dehidrasi
C6H12O6 + H2SO4 6C + 6H2O + H2SO4
Sifat sulfonasi
C6H6 (l) + H2SO4 (l) C6H5SO2OH (l) + H2O (l)
Sebagai katalis pembentukan ester
CH3COOH + C2H5OH H2SO4 CH3COOC2H5 + H2O
8. Untuk menentukan ion sulfite dalam suatu larutan yang mengandung ion sulfat yaitu
dengan cara menguji larutan tersebut secara kualitatif dengan berbagai pereaksi adanya asam
sulfite dalam suatu larutan yang juga mengandung ion sulfat.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Belerang terdapat dalam lebih dari satu bentuk kristalin yang berwarna kuning,bentuk

kristalin belerang tergantung pada suhu.


2. Belerang terdapat dalam beberapa bentuk alotrop. Yang stabil adalah belerang rombik yang
mengandung S8.
3. Viskositas belerang makin berkurang dengan kenaikan suhu
4. Asam sulfat dapat mengoksidasi logam tembaga menghasilkan garam,air dan sulfur
dioksida (SO2)
5. H2SO4 dapat bereaksi dengan gula.dalam reaksi ini,asam sulfat bertindak sebagai
dehydrator.hasil reaksi yang diperole yaitu karbon dan air yang terserat dalam asam sulfat.
6. Sifat-sifat kimia asam sulfata adalah sebagai berikut
Sifat asam
Sifat sebagai oksidator
Sifat dehidrasi

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Hiskia. 2001. Kimia Unsur dan Radiokimia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
HAM, Mulyono. 2005. Kamus Kimia. Jakarta: PT Bumi Aksara

Keenam, Klein felter. 1984. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga


Sugiyarto, Kristan H. 2003. Kimia Anorganik II. Yogyakarta: Jurusan Kimia Fakultas
Pendidikan Matematika dan IPA UNY
Svehla G. 1990. Vogel :Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif. Jakarta : PT.Kalman Media
Pustaka.
Team Teaching. 2009. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik. Gorontalo : UNG.
http :// www.Wikipedia,org/wiki/asam-sulfat
http://ir.wikipedia.org/wiki/sulfur/
Diposkan oleh Kostiawan Sukamto di 04.34
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest
Belerang terdapat dalam dua bentuk alotrop (polimorf).Kedua alotrof ini adalah belerang
rombik, berwarna kuning yang di sebut belerang (tidak leleh 112,8C). Pada suhu 95,6C,
belerang rombik berubah menjadi belerang monokolin yang di sebut belerang (titik leleh
119,25C). Unsur ini mendidih pada 444,6C.Satuan struktur kedua bentuk alotrop dalam
keadaan cair mengerut menjadi lingkar S8. Jika belerang cair di panaskan ,viskositasnya berubah
karena perubahan struktur dalam molekul belerang. Pada suhu agak di atas titik leleh , terbentuk
cairan berwarna kuning muda yang terdiri dari satuan S8. Jika suhu di naikan lagi, warna cairan
menjadi gelap, dan kira-kira pada 160C, berupa lingkar S8 putus menjadi rantai spiral panjang
(belerang ) dengan beberapa satuan S6 ( belerang ) antara 160C dan 180C, viskositas
cairan mencapai maksimum dan tidak dapat di tuang.Unsur belerang berupa campuran satuan
S8,S6,S4 dan S2 komposisinya bergantung pada suhu. Jika cairan belerang ( pada 250C 350
C ) di tuang kedalam air dingin , di peroleh belerang plastis, berupa serat yang terutama
berbentuk .Jika di biarkan , lama kelamaan berubah menjadi belerang rombik.
Senyawa-senyawa belerang juga terdapat sebagai pengotor (impuritis) pada gas alam, minyak
bumi, dan batu bara. Senyawa belerang termasuk logam sulfida seperti pirit (besi sulfida),
sinabar (merkuri sulfida), galena (plumbum sulfida), sfalerit (zink sulfida), dan stibnit (antimoni
sulfida), dan logam sulfat seperti gipsum ( kalsium sulfat ) alunit ( kalium aluminium sulfat, dan
barit ( barium sulfat).