Anda di halaman 1dari 7

MEKANISME TRANSPORTASI DAN PENGENDAPAN SEDIMEN

Tahapan transportasi dengan cara mengangkut sedimen dari batuan induknya ke tempat
pengendapannya, yakni dengan dua cara yaitu supensi (suspendedload) dan bedload tranport.
Suspensi
Dalam teori segala ukuran butir sedimen dapat dibawa dalam suspensi, jika arus cukup
kuat. Akan tetapi di alam, kenyataannya hanya material halus saja yang dapat diangkut suspensi.
Sifat sedimen hasil pengendapan suspensi ini adalah mengandung prosentase masa dasar yang
tinggi sehingga butiran tampak mengambang dalam masa dasar dan umumnya disertai
memilahan butir yang buruk. Ciri lain dari jenis ini adalah butir sedimen yang diangkut tidak
pernah menyentuh dasar aliran.
Bedload transport
Berdasarkan tipe gerakan media pembawanya, sedimen dapat dibagi menjadi:

endapan arus traksi

endapan arus pekat (density current) dan

endapan suspensi.
Arus traksi adalah arus suatu media yang membawa sedimen didasarnya. Pada umumnya

gravitasi lebih berpengaruh dari pada yang lainya seperti angin atau pasang-surut air laut.
Sedimen yang dihasilkan oleh arus traksi ini umumnya berupa pasir yang berstruktur
silang siur, dengan sifat-sifat:

pemilahan baik

tidak mengandung masa dasar

ada perubahan besar butir mengecil ke atas (fining upward) atau ke bawah (coarsening
upward) tetapi bukan perlapisan bersusun (graded bedding).
Di lain pihak, sistem arus pekat dihasilkan dari kombinasi antara arus traksi dan suspensi.

Sistem arus ini biasanya menghasilkan suatu endapan campuran antara pasir, lanau, dan lempung
dengan jarang-jarang berstruktur silang-siur dan perlapisan bersusun.
Arus pekat (density) disebabkan karena perbedaan kepekatan (density) media. Ini bisa
disebabkan karena perlapisan panas, turbiditi dan perbedaan kadar garam. Karena gravitasi,
media yang lebih pekat akan bergerak mengalir di bawah media yang lebih encer. Dalam
geologi, aliran arus pekat di dalam cairan dikenal dengan nama turbiditi. Sedangkan arus yang
sama di dalam udara dikenal dengan nuees ardentes atau wedus gembel, suatu endapan gas yang
keluar dari gunungapi. Endapan dari suspensi pada umumnya berbutir halus seperti lanau dan
lempung yang dihembuskan angin atau endapan lempung pelagik pada laut dalam.
Kenyataan di alam, transport dan pengendapan sedimen tidak hanya dikuasai oleh
mekanisme tertentu saja, misalnya arus traksi saja atau arus pekat saja, tetapi lebih sering
merupakan gabungan berbagai mekanisme. Malahan dalam berbagai hal, merupakan gabungan
antara mekanik dan kimiawi. Beberapa sistem seperti itu dalah:

sistem arus traksi dan suspensi

sistem arus turbit dan pekat

sistem suspensi dan kimiawi.

Pada dasarnya butir-butir sedimen bergerak di dalam media pembawa, baik berupa cairan
maupun udara, dalam 3 cara yang berbeda: menggelundung (rolling), menggeser (bouncing) dan
larutan (suspension)
1

Kasifikasi Transpor Sedimen

Transpor sedimen diklasifikasikan berdasarkan sumber asalnya dan mekanisme transpornya.


Transpor material dasar adalah transor (pergerakan) material yang ditemukan di dasar sungai.

Wash load: sedimen yang tidak ditemukan di dasar sungai karena secara permanen

tersuspensi.
Bed load: sedimen yang secara kontinu berada di dasar sungai, terangkut secara

menggelinding, menggeser, melompat.


Suspended load: Sedimen yang tersuspensi oleh turbulensi aliran dan tidak berada
di dasar sungai

Berdasarkan mekanisme transpornya sedimen suspense terbagi menjadi dua yaitu wash load
dan bed material transport. Wash load adalah material yang lebih halus dibandingkan
material dasar saluran. Biasanya ukuran butirannya rata-rata D 50 = 60 mikrometer untuk
mudah membedakan antara

wash load dan bed material load. Transport sedimen secara

umum dinyatakan sebagai berat / volume kering per waktu atau bulk volume yang
memasukkan angka pori kedalam volume tetap per unit waktu.Untuk pengukuran ketiga jenis
transport sedimen (wash load, bed load, suspended load) dibutuhkan alat dan metode khusus.
Sebelum mendiskripsikan metode pengambilan dan elaborasi data perlu dipahami perbedaan
ketiga jenis transport sedimen tersebut
a

Bed load

Sedimen dasar adalah transpor dari butiran sedimen secara menggelinding, menggeser dan
melompat yang terjadi di dasar saluran. Secara umum konfigurasi dari pergerakan sedimen
membentuk konfigurasi dasar seperti

dunes, ripple,etc. Banyak formulasi yang telah

dikembangkan untuk mendiskripsikan mekanisme dari sedimen dasar yang dilakukan


dengan eksperimen di laboratorium atau pun dengan memodelkan fenomena tersebut.
b

Suspended load

Sedimen layang (suspensi) adalah transpor butiran dasar yang tersuspensi oleh gaya
gravitasi yang diimbangi gaya angkat yang terjadi pada turbulensi aliran. Itu berarti
butiran dasar terangkat ke atas lebih besar atau kecil tapi pada akhirnya akan mengendap
dan

kembali

ke

dasar

sungai.

Banyak

persamaan

sedimen

suspensi

yangtelah

dikembangkan seperti persamaan Engelund dan Hansen namun persamaan ini tidak
memberikan informasi yang cukup terkait distribusi konsentrasi dari butiran pada arah vertical,
besarnya konsentrasi (C) ditentukan secara teoritik Dalam banyak kasus pengukuran sedimen
supensi dilakukan di lapangan agar diketahui distribusi konsentrasi arah vertikal untuk berbagai
jenis transport sedimen
c

Wash load

Wash load adalah transpor butiran sedimen yang berukuran kecil dan halus dibanding dengan
sedimen dasar juga sangat jarang ditemukan didasar sungai. Besarnya wash load banyak
ditentukan oleh karakteristik klimatologi dan erosi dari daerah tangkapan (catchment
area). Dalam perhitungan gerusan lokal (local scouring) wash load tidak begitu penting
sehingga diabaikan namun untuk perhitungan sedimentasi di daerah dengan kecepatan
aliran yang rendah seperti: waduk, pelabuhan, cabangan sungai wash load diperhitungkan.

Pegukuran transport sedimen

Banyak alat dan metode untuk pengukuran berbagai jenis sedimen seperti: sedimen dasar,
sedimen suspensi, dan wash load telah dikembangkan, namun tidak semua alat akan dijelaskan
pada bab ini hanya beberapa alat yang secara umum sering di gunakan untuk pengukuran.
Beberapa organisasi dengan pengalaman yang luas di bidang survey hidrometri secara kontinu
mengembangkan alat-alat yang sudah ada dan mengembangkan penemuan-penemuan alat dan
metode baru. Beberapa alat dan metode untuk pengukuran transpor sedimen.
a

Bed load Transport Meter Arnhem (BTMA)

BTMA adalah alat untuk mengukur sedimen dasar yan berupa pasir dan kerikil yang
berada pada dasar sungai/ saluran. Keuntungan dari alat adalah mempunyai konstruksi yang
kuat, simple juga mudah diperbaiki dan dipelihara. Kelemahannya adalah karena dimensinya
besar dan berat sehingga membutuhkann penanganan

yang lebih.

Adapun ilustrasi

gambarnya tersaji pada gambar 5.4. Kecepatan aliran harus lebih kecil atau sama dengan
2,5 m/s. Pengukuran sedimen dasar dengan BTMA atau HS mempunyai
beberapa asumsi sebagai berikut ;
Tidak ada sedimen layang yang masuk
Tinggi dari mulut sampler bersesuaian dengan ketebalan dari lapis dasar
(bedlayer)
Ukuran butiran antara 60-300 mikrometer diabaikan
Prinsip kerjanya adalah rangka (frame) dimasukkan ke dalam sungai setelah sampai
didasar lalu ditekan pada bagian leaf spring. Bentuk dari wire mesh sampler
menyebabkan tekanan yang rendah di belakang alat sehingga air dan material dasar
terangkut masuk ke dalam mulut penangkap sedimen (sampler mouth). Butiran sedimen

dasar yang kasar dapat ditangkap oleh wire mesh sampler, BTMA menangkap material yang
lebih kasar dari 300 mikrometer (secara teoritik) sedangkan material diantara 60-300
mikrometer akan lolos. Hal perlu diperhatikan dalam pengukuran di lapangan dengan
BTMA ini adalah pengambilan sampel dilakukan pada sungai yang lurus (stabil)agar kondisi
dasar saluran stabil sehingga memudahkan pengukuran, kecermatan dalam pengukuran
terkait kondisi hidraulik juga perlu perhatikan (kedalaman, kecepatan aliran, ukuran
butiran, kemiringan).
b

Delft Bottle

Botol Delft (Delftsen Fles, D.F) adalah alat untuk mengukur sedimen layang/ suspensi pada
sungai. Pengukuran dilakukan mulai dari permukaan sampai 0,5 m diatas dasar sungai,
untuk pengukuran dibawah permukaan digunakan alat bantu kabel sedangkan yang
mendekati dasar digunakan rangka (frame). Interval pengukuran tergantung kebutuhan
data semakin banyak semakin baik. Prinsip kerjanya adalah sedimen layang yang terkandung
pada air akan melewati mulut botol delft, bentuk mulut tersebut menginduksi tekanan rendah
di belakang alat (outlet) sehingga kecepatan air tinggi dan pada akhirnya air dapat masuk
kedalam mulut botol delft. Di bagian dalam botol, kecepatan aliran akan berkurang dan
menyebabkan sedimen mengendap di dalam botol tersebut. Material yang mengendap
diambil kemudian diukur volumenya setelah air dalam botol delft keluar. Biasanya
ukuran butiran sedimen lebih besar dari 50 mikrometer. Botol delft meloloskan sebagian
sampel jika 100 % dari butiran D < 50 mikrometer, sebagian ukuran butirannya 50 < D < 100
mikrometer. Oleh karena efisiensi dari botol delft adaah fungsi distribusi ukuran butiran
material suspensi. Keuntungannya memepunyai konstruksi yang kuat dan simple juga mudah
untuk dipelihara dan mudah digunakan untuk berbagai kedalaman.

Water Sampler

Water sampler digunakan untuk mengukur konsentrasi wash load terdiri dari botol,
rubber stopper, suspension-line, heavy weight meta body. Pengukuran dilakukan dengan
menurunkan water sampler ke dalam sungai dengan kedalaman yang fix dalam waktu tertentu
hingga botol terisi wash load yang cukup, setelah terisi diangkat lalu ditandai sesuai lokasi
pengambilan sampel. Keuntungannya adalah mempunyai berat yang ringan sehingga
memungkinkan untuk dibawa dengan tangan dan dapat

juga

digunakan untuk

survey

pendahuluan. Kelemahannya adalah posisi water sampler saat pengambilan sampel


mengganggu pola aliran sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur total sedimen
yang terangkut oleh sungai. Wash load terdiri atas butiran yang sangat halus dan tidak
terpengaruh oleh distorsi aliran, hasil pengukuran lalu dielabaorasi sehingga didapatkan
estimasi besarnya transpor wash load. Ada banyak jenis alat water sampler dua diantara
yaitu metal water sampler dan Perspex water sampler