Anda di halaman 1dari 4

Sasaran utama pada perencanaan keperawatan pada pasien neoplasma tulang

difokuskan pada pengetahuan tentang proses penyakit dan regimen pengobatan, kontrol nyeri,
tidak terjadi fraktur patologis, pola ko[ing efektif, peningkatan harga diri, dan tidak timbul
komplikasi. Intervensi secara umum dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:
1. Intervensi preoperatif
a. Jelaskan mengenai pemeriksaan diagnostik, pengobatan, dan hasil yang
diharapkan.
b. Tekankan kembali dan klarifikasi informasi yang telah diberikan oleh dokter.
c. Berikan dorongan untuk mandiri dan berfungsi sepanjang yang memungkinkan.
2. Intervensi pascaoperatif
a. Pantau tanda-tanda vital : kaji kehilangan darah dan perkembangan komplikasi
misalnya trombosis vena dalam, emboli pulmonal, infeksi, kontraktur, dan atrofi
akibat disuse.
b. Tinggikan bagian yang dioperasi untuk mengontrol pembengkakan : kaji status
neurovaskuler dari ekstremitas; immobilisasikan area dengan bebat, gips, atau
perban elastik sampai tulang sembuh.
Beberapa intervensi yang dapat dilakukan pada pasien neoplasma tulang antara lain:
1. Pemantauan dan penatalaksanaan masalah potensial.
a. Minimalkan tekanan pada tempat luka untuk meningkatkn sirkulasi.
b. Tingkatkan penyembuhan dengan balutan luka nontraumatik, aseptik.
c. Pantau dan laporakn temuan-temuan laboratorium untuk memudahkan pengobatan.
d. Ubah posisi pasien dengan sering untuk mencegah kerusakan tulang.
2. Mencapai status nutrisi yang adekuat.
a. Berikan antiemetik dan berikan teknik-teknik relaksasi untuk mengurangi reaksi
gastrointestinal.
b. Kontrol stomatitis dengan anastetik atau bilas mulut antijamur.
c. Berikan hidrasi yang adekuat; suplemen nutrisi atau nuteisi parenteral total.
3. Mengatasi osteomielitis dan infeksi luka.
a. Gunakan antibiotik profilaktik dan teknik penggantian balutan aseptik ketat.
b. Cegah infeksi lain misalnya infeksi saluran pernapasan atas sehingga penyebaran
hematogen tidak mengakibatkan osteomielitis.
c. Pantu jumlah sel-sel darah putih dan instruksikan pasien untuk menghindari
individu yang mengalami demam dan infeksi.
Intervensi lain yang dapat dilakukan untuk pasien neplasma tulang yaitu penyuluhan pasien
dan pemeliharaan kesehatan: perawatan di rumah dan komunitas dengan cara:

1. Siapkan dan koordinasikan perawatan kesehatan yang berkelanjutan dan arahkan


penyuluhan pasien pada obat, penggantian balutan, regimen pengobatan, dan program
terapi okupasi.
2. Ajarkan mengenai tanda-tanda dan gejala-gejala kemungkinan komplikasi pada
pasien dan keluarga.
3. Tekankan pentingnya supervisi kesehatan jangka panjang untuk menjamin
kesembuhan atau untuk mendeteksi kekambuhan atau metastastik tumor.
Sumber : Baughman, Diane C. 2000. Keperawatan Medikal Bedah, Buku Saku untuk
Brunner dan Suddarth. Jakarta: EGC.
Sedangkan intervensi yang dapat dilakukan pada pasien neoplasma tulang berdasarkan
diagnosa keperawatan yang muncul misalnya:
4. Dx : Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologi.
Tujuan: nyeri yang dirasakan klien berkurang.
Kriteria Hasil :
a. Mengikuti aturan farmakologi yang ditentukan.
b. Mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktifitas hiburan sesuai
indikasi situasi individu.
Intervensi :
1) Kaji status nyeri (lokasi, frekuensi, durasi, dan intensitas nyeri).
R/ memberikan data dasar untuk menentukan dan mengevaluasi intervensi yang
diberikan.
2) Berikan lingkungan yang nyaman dan aktivitas hiburan (misalnya : musik, televisi,
atau kegiatan yang disukai klien).
R/ meningkatkan relaksasi klien.
3) Ajarkan teknik manajemen nyeri seperti teknik relaksasi napas dalam, visualisasi, dan
bimbingan imajinasi.
R/ meningkatkan relaksasi yang dapat menurunkan rasa nyeri klien.
4) (Kolaborasi) : berikan analgesik sesuai kebutuhan untuk nyeri.
R/ mengurangi nyeri dan spasme otot
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipermetabolik karena
kanker.
Tujuan : mengalami peningkatan asupan nutrisi yang adekuat.

Kriteria Hasil : penambahan berat badan, bebas tanda malnutrisi, nilai albumin dalam
batas normal (3,5 5,5 g% )
Intervensi :
1) Catat asupan makanan setiap hari.
R/ mengidentifikasi kekuatan atau defisiensi nutrisi.
2) Ukur tinggi, berat badan, ketebalan kulit trisep setiap hari.
R/ mengidentifikasi keadaan malnutrisi protein kalori khususnya bila berat badan dan
pengukuran antropometrik kurang dari normal
3) Berikan diet TKTP dan asupan cairan adekuat.
R/ memenuhi kebutuhan metabolik jaringan. Asupan cairan adekuat untuk
menghilangkan produk sisa.
4) (Kolaborasi) : pantau hasil pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi.
R/ membantu mengidentifikasi derajat malnutrisi.
3. Gangguan harga diri karena hilangnya bagian tubuh atau perubahan kinerja peran.
Tujuan : mengungkapan perubahan pemahaman dalam gaya hidup tentang tubuh, perasaan
tidak berdaya, putus asa dan tidak mampu.
Kriteria Hasil : Mulai mengembangkan mekanisme koping untuk menghadapi masalah
secara efektif.
Intervensi :
1) Diskusikan dengan orang terdekat pengaruh diagnosis dan pengobatan terhadap
kehidupan pribadi pasien dan keluarga.
R/ membantu dalam memastikan masalah untuk memulai proses pemecahan masalah.
2) Motivasi pasien dan keluarga untuk mengungkapkan perasaan tentang efek kanker atau
pengobatan.
R/ membantu dalam pemecahan masalah.
3) Pertahankan kontak mata selama interaksi dengan pasien dan keluarga dan bicara
dengan menyentuh pasien
R/ menunjukkan rasa empati dan menjaga hubungan saling percaya dengan pasien dan
keluarga.
4. Berduka berhubungan dengan kemungkinan kehilangan alat gerak.
Tujuan : Keluarga dan klien siap menghadapi kemungkinan kehilangan anggota gerak.
Kriteria Hasil : Pasien menyesuaikan diri terhadap kehilangan anggota gerak dan
mengalami peningkatan mobilitas.
Intervensi :
1) Lakukan pendekatan langsung dengan klien.
R/ meningkatkan rasa percaya dengan klien.
2) Diskusikan kurangnya alternatif pengobatan.

R/ memberikan dukungan moril kepada klien untuk menerima pembedahan.


3) Ajarkan penggunaan alat bantu seperti kursi roda atau kruk sesegera mungkin sesuai
dengan kemampuan pasien.
R/ membantu dalam melakukan mobilitas dan meningkatkan kemandirian pasien.
4) Motivasi dan libatkan pasien dalam aktifitas bermain.
R/ secara tidak langgsung memberikan latihan mobilisasi