Anda di halaman 1dari 21

Bab 1__KONSEP DASAR SISTEM NFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Komputer pertama disebut mainframe, berukuran sangat besar dan hanya mampu dimiliki
oleh perusahaan terbesar. Inovasi dibidang teknologi piranti keras telah memungkinkan
adanya komputer yang kecil dan kuat. IBM menamakan komputer mikronya sebagai
personal computer atau PC, dan nama itu kemudian dikenal, tidak hanya untuk komputerkomputer IBM, namun juga untuk komputer-komputer yang diproduksi oleh pihak-pihak
lain. Meskipun IBM bukan merupakan pembuat komputer yang pertama, IBM tidak
membutuhkan waktu lama sebelum menjadi yang terdepan didalam industri ini. Istilah
personal computer bukan sekedar istilah yang bagus saja; ia juga menggambarkan rasa
kepemilikan yang dimiliki oleh manajer setelah mereka dapat mengakses dan memanipulasi
data mereka sendiri. Salah satu ukuran yang baik dari pesatnya inovasi dibidang teknologi
piranti keras adalah Hukum Moore, yang menyatakan bahwa kekuatan sebuah komputer
akan meningkatkan dua kali lipat setiap 18 bulan, suatu tingkat akan berlangsung terus
hingga hari ini. Dampak Hukum Moore akan sulit diterima oleh banyak orang. Para manajer
yang tidak dapat memahami implikasi diatas seringkali dipaksa untuk bereaksi terhadap
perubahan dalam teknologi informasi sebagai ganti dari merencanakan untuk
menghadapinya, dan menggunakan perubahan tersebut sebagai keunggulan kompetitif.
Konsekuensi dari Hukum Moore adalah bahwa dalam waktu 30 tahun kompouter di meja
anda akan menjadi jutaan kali lipat lebih kuat untuk harga yang sama.
Arsitektur dari sebuah komputer (CPU, RAM, penyimpanan data, dan fitur-fitur lain) akan
tetap sama untuk beberapa waktu mendatang. CPU dan RAM terdapat pada motherboard
sebuah komputer, papan sirkuit yang menjadi tempat terhubungnya semua sarana. CDROM, USB flash drive, dan hard disk ( yang juga dikenal sebagai hard drive) adalah alat
penyimpanan data, namun berbeda dengan RAM mereka menawarkan penyimpanan secara
permanen. Tetapi implikasi dari meningkatnya kekuatan, mengecilnya ukuran, meluasnya
komunikasi, dan turunnya biaya komputer makro, tidak dapat diabaikan begitu saja.
Kemajuan-kemajuan dibidang teknologi memungkinkan pengguna mengakses lebih banyak
data secara lebih cepat dan kemudian menganalisisnya dengan teknik-teknik analisis yang
canggih. Kekonstanan arsitektur komputer memastikannya akan tetap dikenali, yang artinya
manajer hanya perlu memahami bagaimana cara mengguanakan peningkatan kekuatan
komputer tersebut untuk keuntungan mereka.
Teknologi komunikasi juga mengalami perubahan dramatis. Komunikasi antarkomputer
dibatasi oleh adanya fakta diprioritaskan komunikasi telepon antar manusia. Standar dan
prosedur komunikasi telepon tidak pernah dimaksudkan untuk mengakomodasi komunikasi
digital yang sangat cepat yang dibutuhkan antarkomputer. Komunikasi antarkomputer yag
tidak mempergunakan sistem telpon publik biasanya akan jauh lebih cepat. Standar
komunikasi langsung seperti ini mulai dikembangkan setelah standar sistem telepon publik
selesai dikembangkan. Kini, komputer dapat berkomunikasi melalui jaringan nirkabel.
Komputer dirumah dapat menggunakan sebuah modem yang tersambung kesambungan
telepon yang memiliki kecepatan 56.000 bit per detik (56Kbps), atau kesambungan TV
kabel yang memiliki kecepatan hingga mencapai 2 juta bit per detik (2Mbps). Jaringan
nirkabel yang paling umum saling bertukar data pada kcepatan 11 juta bit perdetik (11Mbps,
tetapi dengan kemampuan yang dapat mencapai kecepatan hingga 54Mbps. Jaringan
komputer didalam sebuah perusahaan sering kali memiliki kecepatan antara 10 hingga 100
Mbps. Revolusi nirkabel pun terus berlanjut. Kekhawatiran utama dalam hal komunikasi

nirkabel adalah masalah keamanan. Meskipun jaringan nirkabel murah dan mudah untuk
dipasang, sebagian besar pengguna tidak mengimplementasikan fitur-fitur keamanan yang
ada. Solusi yang paling mudah atas masalah ini adalah dengan membeli peranti keras dan
atau peranti lunak firewall ketika membeli jaringan nirkabel. Bahkan banyak penjual piranti
keras jaringan nirkabel secara otomatis akan menentukan fitur keamanan selama proses
instalasi; pengguna harus dengan sengaja mematikannya.
Sistem informasi adalah suatu sistem virtual; data mereka mencerminkan sistem fisik dari
sebuah perusahaan. Bisnis adalah sistem terbuka, karena mereka berinteraksi dengan
lingkungan mereka.
Sistem informasi yang pertama menjalankan fungsi-fungsi akuntansi perusahaan dan
disebut sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system). Sistem
pemrosesan transaksi (transaction processing system) merupakan istilah yang telah umum.
Sistem-sistem ini berbagai satu ikatan yang sama dimana mereka memroses data yang
mencerminkan aktivitas perusahaan. Setelah sistem ini terpasang, perusahaan mengalihkan
perhatiannya pada pengguna sistem komputer untuk menyediakan informasi kepada
manajer.
Sistem informasi manajemen (SIM) atau management information system (MIS) lalu
dikembangkan untuk memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok besar manajer,
atau kemungkinan seluruh manajer di perusahaan. Sistem informasi manajemen (SIM)
sebagai suatu sistem berbasis komputer yang membuat informasi tersedia bagi para
pengguna yang memiliki kebutuhan serupa. Sasarannya adalah memberikan dukungan
secara luas kepada seluruh manajer dari sebuah unit organisasi. Para pengguana SIM
biasanya terdiri atas entitas-entitas organisasi formal, perusahaan atau salah satu unit sistem
utamanya dilihat dari apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi, dan apa
nyang kemungkinan akan terjadi di masa depan. SIM akan menghasilkan informasi ini
melalui penggunaan dua jenis peranti lunak :
Piranti lunak pembuat laporan (raport-writing software) yang menghasilkan laporan
berkala maupun laporan khusus. Laporan berkala dikodekan dalam suatu bahasa program
dan disiapkan sesuai jadwal tertentu. Laporan khusus yang sering disebut pula laporan ad
hoc., dibuat sebagai tanggepan atas kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi
sebelumnya. Sistem manajemen basis data dewasa ini memiliki fitur-fitur yang dapat
dengan cepat membuat laporan sebagai respon atas permintaan akan data atau informasi
tertentu.
Model matematis menghasilkan informasi sebagai hasil dari suatu simulasi atas operasi
perusahaan. Model-model matematis yang menggambarkan operasi perusahaan dapat
ditulis menggunakan semua jenis bahasa pemrograman. Akan tetapi, bahasa-bahasa
pemodelan khusus dapat menjadikan tugas ini menjadi lebih mudah dan lebih cepat
unyuk dilakukan.
Outoput informasi yang dihasilkan akan digunakan oleh pihak-pihak yang akan
memecahkan masalah (baik itu manajer maupun kalangan profesional) dalam mengambil
keputusan guna memecahkan masalah perusahaan. Lingkungan menjadi terlibat ketika
perusahaan berinteraksi dengan organisasi-organisasi lain, seperti pemasok, untuk
membentuk suatu sistem informasi antarorganisasi (interorganizational information systemIOS) . Dalam kasus seperti ini, SIM akan memasok informasi ke anggota-anggota IOS yang
lain sekaligus juga kepada para pengguna perusahaan. Pengenalan SIM disertai dengan

munculnya aplikasi-aplikasi berorientasi kantor yang mengalami evolusi, menjadi apa yang
dikenal saat ini sebagai kantor virtual.
Sistem Kantor Virtual (Virtual Office System) ini merupakan langkah awal dari
otomatisasi kantor (office automation) yaitu penggunaan elektronik untuk memfasilitasi
komunikasi. Aplikasi-aplikasi tambahan lainnya meliputi surat elektronik (email), surat
suara (voice email), kalender elektronik, konferensi audio, konferensi video, konferensi
komputer, dan transmisi faksimili (fax). Kemampuan aplikasi otomatisasi kantor untuk
dapat untuk dapat dilakukan dimana sajatelah melahirkan konsep Kantor Virtual (Virtual
Office) yaitu melakukan aktivitas kantor tanpa tergantung pada satu lokasi fisik tertentu.
Sistem kantor virtual telah membuat manajer lebih dapat diakses oleh konsumen dan pihakpihak lain di dalam perusahaan.
Sistem pendukung pengambilan keputusan atau decision support system (DSS) lalu
dikembangkan untuk membantu satu atau beberapa orang manajer melakukan pengambilan
keputusan tertentu. Istilah sistem pendukung pengambilan keputusan (decision support
system-DSS) dicetuskan pada tahun 1971 oleh G. Anthony Gorry dan Michael S. Scoot
Morton, keduanya profesor MIT. Suatu sistem pendukung pengambilan keputusan (decision
support system_DSS) adalah suatu sistem yang membantu seorang manajer atau
sekelompok kecil manajer memecahkan suatu masalah. Salah satu contoh adalah DSS yang
dirancang untuk membantu seseorang manajer pejualan menentukan tingkat komisi terbaik
bagi para tenaga penjualannya. DSS mengambil pendekatan jarak jauh dalam memecahkan
masalah. Output DSS awalnya dihasilkan dari suatu basis data relasional dan mencakup
laporan berkala dan khusus serta output dari model-model matematis. Berikutnya
ditambahkan kemampuan dukungan keputusan kelompok melalui piranti lunak yang
berorientasi pada kelompok yang disebut grupware. Grupware memungkinkan DSS
bertindak sebagai suatu sistem pendukung pengambilan keputusan kelompok (group
decision support system-GDSS). Tambahan tereakhir pada DSS meliputi kecerdasan buatan
dan pemrosesan analitis secara online (on-line anylitical processing). Pendekatan ini begitu
suksesnya sehingga diperluas menjadi ikut memasukkan pemecahan masalah kelompok,
fitur-fitur baru, termasuk kecerdasan buatan (artficial intelligence) dan pemrosesan analistis
secara online, mulai disertakan ke dalam sistem-sistem ini.
Sistem pemrosesan transaksi, SIM, dan DSS, ketiga-tiganya dikembangkan tanpa melalui
suatu rencana utama. Sistem perencanaan sumber daya perusahaan atau enterprise
resource planning system (ERP) juga telah dikembangkan untuk mengintegrasikan
seluruh sistem-sistem terpisah ini kedalam satu keseluruhan sistem guna mengelola seluruh
operasi perusahaan. Sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) adalah sistem
berbasis komputer yang memungkinkan seluruh sumber daya perusahaan dalam berbasis
keseluruhan organisasi. Pertumbuhan piranti lunak ERP yang luar biasa pesat diakhir tahun
1990-an dapat dilakukan pada beberapa faktor, diantaranya adalah massalah Y2K, kesulitan
dalam mendapatkan sistem yang meliputi keseluruhan usaha, membanjirnya aktivitas
penggabungan usaha korporasi, dan strategi kompetitif meniru pemimpin . Piranti lunak
ERP dipasarkan dengan telah memenuhi persyaratan Y2K untuk memastikan perusahaanperusahaan bahwa sistem informasi yang diganti tidak akan mengalami kasalahan yang
diakibatkan oleh perubahan tanggal dari tahun 1999 ke tahun 2000. Teori bahwa Y2K
adalah kekuatan pendorong dibalikimplementasi piranti lunak ERP semakin terbukti dengan
melambatnya tingkat pertumbuhan penjualan para penjual ERP besar pada tahun 1999.

Industri ERP tidak hanya terdiri atas penjual ERP. Organisasi sering sekali harus membayar
tiga hingga tujuh kali lipat dari harga piranti lunak untuk biaya konsultasi, pelatihan, dan
hal-hal lain yang berkaitan dengan ERP. Suatu sistem ERP membutuhkan adanya komitmen
keuangan yang sangat besar dari organisasi.
Sistem organisasi digunakan oleh para manajer, nonmanajer, profesional, dan orang-orang
diluar perusahaan. Manajer adalah kelompok pengguna yang penting karena informasi
merupakan hal yang sangat penting artinya bagi pekerjaan yang mereka lakukan. Manajer
dapat ditemukan diberbagai tingkat manajemen dan di beberapa area bisnis. Tanpa melihat
posisi mereka didalam organisasi, seluruh manajer akan melakukan fungsi-fungsi
manajemen tertentu dan memainkan peranan-peranan manajerial yang membutuhkan
informasi untuk memecahkan masalah dan melakukan pengambilan keputusan. Manajer
mengambil keputusan untuk memecahkan masalah ketika mereka melaksanakan fungsifungsi dan memainkan peranan tertentu. Selain itu manajer juga membutuhkan informasi
untuk menginditifikasi masalah, mengembangkan solusi alternatif, memilih solusi yang
terbaik, dan meninjau konsekuensi danri keputusan yang mereka ambil. Informasi yang
diberikan kepada manajer adalah pling efektif ketika ia mengetahui dan mendukung fungdi
dan peranan-peranan ini.
Memahami teknologi dan dampaknya pada pengambilan keputusan merupakan suatu hal
yang sangat penting artinya bagi manajemen yang baik. Anda akan cukup lama berada
dalam angkatan kerja untuk melihat perubahan-perubahan menakjubkan yang terjadi di
dalam teknologi.
Masa depan teknologi informasi akan didorong oleh biaya yang rendah dan meningkatnya
kekuatan komputer maupun komunikasi, serta menunjukan adanya kelangsungan tren
kearah penyusutan ukuran dan peningkatan mobilitas. Kekuatan komputer diukur dalam
kecepatan pemrosesan, kapasitas penyimpanan data, dan keragaman alat-alat input dan
output. Kekuatan komunikasi diukur oleh biaya dan kecepatan transmisi, seperti jumlah
data yang dapat dikomunikasikan dalam satu waktu tertentu.
Kemajuankemajuan ini juga mengindikasikan bahwa dimasa depan kamunikasi akan
rendah biaya, berukurab kecil, bergerak, dan terhubung. Untuk mengambil keuntungan dari
segala kemungkinan ini, manajer harus belajar untuk menerapkan sistem informasi kedalam
pengambilan keputusan. Keahlian spreadsheet dan pengolah kata yang anda pelajari hari ini
adalah suatu yang berharga, tetapi kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkan
teknologi dalam pengambilan keputusan esok hari memiliki arti yang jauh lebih penting.
Bab 2__SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
Sistem informasi adalah suatu sistem virtual data mereka mencerminkan sistem fisik dari
sebuah perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk memberikan keunggulan
kompetitifkepada perusahaan. Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan
jasa para pelanggannya, perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan
di atas para pesaingnnya. Mereka dapat keunggulan ini dengan memberikan produk dan
jassa pada harga yang lebih rendah, memberikan produk dengan jassa dan kualitass yang
lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususdari segmen-segmen pasar
tertentu.
Satu yang tidak selalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan juga akan
mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam

bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada


penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) didalam pasar. Ingat
bahwa manajer perusahaan menggunakan sumber daya virtual sekaligus juga fisik dalam
memenuhi tujuan-tujuan strategi perusahaan. Pandangan secara luas atas keunggulan
kompetitif menyadari adanya organisasi-organisasi yang bersaing dengan perusahaan
sekaligus sekaligus juga profesional dan staf di negara-negara lain yang bersaing
memperebutkan pekerjaan dengan karyawan perusahaan. Perusahaan multinasional sering
kali mengontrakkan pekerjaan (outsource) ke organisasi-organisasi lain agar dapat mencapai
suatu keunggulan ekonnomi. Perusahaan yang melakukan bisnis secara global memiliki
kebutuhan-kebutuhan informasi dan koordinasi khusus. Biasanya keunggulan kompetitif
dapat dicapai melalui pengelolaan sumber daya fisik.
Pendukung utama keunggulan kompetitif adalah Michael Porter, yang mengembangkan
konsep-konsep seperti rantai nilai (value chains) dan sistem nilai (value system).
1. 1.
Rantai Nilai Porter
Profesor Harvard Michael E. Porter adalah orang yang paling sering dikaitkan dengan topik
keunggulan kompetitif. Buku dan artikel-artikel yang ditulisnya memberikan panduan dan
strategi bagi perusahaan yang mencoba untuk mendapatkan keunggulam diatas para
pesaingnya. Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan
menciptakan suatu rantai nilai (value chains).
Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh Porter sebagia
aktivitas nilai (value activities). Aktivitas ini terdiri atas dua jenis : Aktivitas nilai utama
(primary value activities) dan Aktivitas nilai pendukung.(support value activities). Selain
itu, ketiga aktivitas akan mempengaruhi aktivitas utama secara terpisah maupun dalam
bentuk terkombinasi yaitu manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan
pengadaan (atau pembelian). Masing-masing nilai, baik utama atau pendukung, akan
mengandung tiga unsur penting : input yang dibeli, sumber daya manusia, dan tekologi.
Setiap aktivitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Sebagai contoh,
spesialisasi informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data
pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang
dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para
eksekutif perusahaan.
1. 2.
Memperluas Ruang Lingkup Rantai Makanan
Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan
menngaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai nilai organisasi lain kaitan seperti ini dapat
meghasilkan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system-IOS). Perusahaanperusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partners) mereka
bekerja bersama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan
suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika masing-masing bekerja sendirian.
Sebuah perusahaan dapat menngaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya
dengan mengimplementasikansistem yang membuat sumber daya input tersedia bila
dibutuhkan. Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan rantai nilai para
anggota jalur distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem nilai (vaue system). Ketika
para pembeli perusahaan produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan
juga dapat dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan dan para anggota distribusinya.
1. 3.
Dimensi-dimensi Keunggulan Kompetitif

Keunggulan dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis,


maupun operasional. Pada tingkat manajerial yang tertinggi adalah tingkat perencanaan
strategis, sistem informasi dapat digunakan untuk megubah arah sebuah perusahaan dapat
mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat kendali manajemen (menengah),
manajer dapat memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis akan
diimplementasikan, ehingga menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat kendali
operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai
pengumpulan data dan penciptaan informasi yang akan memastikan efisiensi operasi,
sehingga mencapai keunggulan operasional.
Sistem informasi dapat mencapai keunggulan kompetitif pada tiga tingkatan yaitu :
keunggulan strategis, keunggulan taktis dan keunggulan operasional. Berikut ini adalah
penjelasannya ;
I.
KEUNGGULAN STRATEGIS
Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak
fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.Sistem informasi dapat digunakaan
untuk mencapai keunggulan stratergis. Manajer pada tingkat perencanaan strategis dapat
meraih keunggulan strategis dengan mempergunakan sistem informasi untuk membedakan
perusahaannya dan para pesaing. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan
perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai
suatu strategis yang menyadari arti penting dari keamanan.
II.
KEUNGGULAN TAKTIS
Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan
tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya.
Manajer tingkat pengendalian manajemen (tingkat menengah) dapat meraih keunggulan
taktis dengan mengarahkan perancangan sistem informasi yang memiliki alat penghubung
umum, seperti browser Web untuk mengakses internet, yang memungkinkan pelanggan
memiliki akses langsung atas informasi.
Keputusan keunggulan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia
bagi para pelanggan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan mengembangkan
suatu sistem informasi taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan,
namun juga akan meingkatkan profitabilitas.
III.
KEUNGGULAN OPERASIONAL
Keunggulan operasional (operational advantage) adalah suatu keunggulan yang
berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Disinilah sistem informasi akan
berinteraksi secara langsung dengan proses. Manajer pada tingkat pengendalian operasional
(tingkat paling rendah) dapat meraih keunggulan opersional dengan mengembangkan sistem
informasi yang menawarkan produk-produk komplementer ketika pelanggan mengakses
pesanan mereka sebagai salah satu cara untuk secara bersamaan meningkatkan penjualan
dan mendukung kepuasan pelanggan.
Ketika tiga tingkatan diatas bekerja untuk mencapai tujuan yang sama, maka perusahaan
akan dapat meraih potensi keuntungan yang paling besar. Sistem informasi yang terpegaruh
oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja
sebuah perusahaan secara substansial.

v PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER DAYA MANUSIA


Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan tanggung
jawab pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas
para profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi (infomation
service-IS), dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden.
Praktik yang diterima dewasa ini adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area
bisnis utama dan memuaskan manajer puncaknya di dalam kelompok eksekutif senior,
seperti komite eksekutif, yang melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting
bagi perusahaan.
v CHIEF INFORMATION OFFICER DAN CHIEF TECHNOLOGY OFFICIER
Istilah CEO, untuk chief executive officer, pertama kali dicantumkan dalam kosakata
bisnis untuk menunjukkan seseorang (presiden atau ketua dewan direksi) yang memiliki
pengaruh terbesar dalam mengarahkan perusahaan. Istilah-istilah seperti CFO, untuk chief
financial officer, dan CCO, untuk chief operating officer, kemudian juga ikut dibuat.
Terminologi yang serupa juga diciptakan untuk manajer layanan informasi. Pertama, istilah
CIO, untuk cheif information officer, digunakan lalu belakangan ini, istilah CTO, untuk
chief technology officer, mulai muncul. Istrilah-istilah ini menggambarkan peranan
penting yang seharusnya dimainkan oleh manajer puncak layanan informasi. Chief
information officer (CIO) atau chief technology officer (CTO) adalah manajer dengan
tingkat tertinggi dilayanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerial
dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan
informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lain. Chief information officer
(atau chief technology officer) memaikan peran penting dalam perencanaan strategis suatu
usaha, area bisnis, dan sumber daya informasi. Sebuah rencana strategis untuk sumber daya
informasi akan mengindetifikasikan tujuan-tujuan yang harus dipenuhi oleh sistem
informasi perusahaan di tahun-tahun mendatang dan sumber daya informasi yang akan
diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
CIO dan CTO dapat memosiasikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam
struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini :
Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis.
Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen ini jangan
menunggu untuk diundang.
Fokus pada perbaikan proses bisnis.
Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis
Membangun krebilitas dengan memberikan jasa IS yanng dapat diandalkan.
Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidang IS.
v PERENCAAN STRATEGIS BAGI PERUSAHAAN
Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite
eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi
keseluruhan perusahaan. Pada tingkat paling minimum, komite eksekutif terdiri atas
presiden atau wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan
rencana bisnis strategis organisasi.
Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaan sepanjang tahun dan
jika dibutuhkan mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, rencana dapat

berupa dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil
inisiatif pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran
perusahaan akan tercapai.
v RENCANA STRATEGIS UNTUK AREA-AREA BISNIS
Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada perencanaan
strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk
mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis akan merinci bagaimana
area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran strategisnya.
Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area
membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi,
pendekatan seperti ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja sama
dengan baik.
Selama beberapa tahun terakhir, unit IS mungkin telah mendedikasikan sebagai besar
perhatian mereka pada perencanaan strategi daripada kebanyakan area bisnis yang lain.
Istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini adalah perencanaan strategis
untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resource-SPIR)
Pendekatan perencanaan strategi untuk sumber daya informasi (strategic planning for
information resource-SPIR) adalah pengembangan rencana strategis secara paralel bagi
layanan informasi dan perusahaan bagi layanan informasi dan perusahaan sehingga rencana
perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi.
Rencana IS akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang dan
sumber daya informasi yang akan dibutuhkan. Kunci SPIR adalah mengembangkan rencana
strategis bagi perusahaan dan bagi sumber daya informasi pada waktu yang bersamaan
Bab 3__MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENJALANKAN PERDAGANGAN
ELEKTRONIK (E-COMMERCE)
v Perdagangan Elektronik
Beberapa orang mendefinisikan perdagangan elektronik (yang disebut juga e-commerce)
dengan sangat sempit. Perdagangan elektronik, yang disebut juga e-commerce adalah
penggunaan jaringan komunikasi komputer untuk melaksanakan proses bisnis. Pandangan
populer dari e-commerce adalah pengguna internet dan komputer dengan berbasis Web
untuk membeli dan menjual produk. Sebagian besar e-commerce terjadi antarbisnis, dan
bukan antara bisnis dengan konsumen. Pandangan luas e-commerce, yaitu bahwa ecommerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Dengan
pandangan ini, istilah bisnis elektronik dan perdagangan elektronik yang sama. Banyak
operasi perusahaan adalah internal, dilaksanakan di dalam batas perusahaan oleh bidang
bisnis keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi, produsi, pemasaran, dan lainlain. Dalam definisi luas kita ini, suatu transaksi bisnis yang menggunakan akses jaringan,
sistem berbasis komputer, dan antarmuka (interface) sebuah browser Web akan memenuhi
persyaratan sebagai perdagangan elektronik (e-commerce). Perusahaan pada umumnya
menerapkan e-commerce dengan maksud untuk memperbaiki layanan pelanggan,
mempererat hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan, dan meningkatkan imbal
hassil kepada pemegang saham dan pemilik investasi.

I.
E-Commerce di Luar Batas Perusahaan
Akan bermanfaat jika kita membedakan dua jenis e-commerce yang terjadi dengan entitas
diluar batas perusahaan. E-commerce bisnis ke konsumen (business to consumer
B2C) mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen
akhir produk; e-commerce bisnis ke bisnis (business to business B2B) mengacu pada
trransaksi antarbisnis di mana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir.
Transaksi B2B melibatkan jumlah orang yang relatif sedikit, biasanya mereka yang berada
di dalam kelompok layanan informasi dari perusahaan yang terpengaruh. Orang-orang yang
terlibat dalam transaksi B2B biasanya sangat terlatih dalam penggunaan sistem transaksi
tejadi antarbisnis, jumlah taksaksi B2B dapat relatif kecil tetapi dengan nilai yang cukup
tinggi. Satu transaksi antara sebuah produsen dengan distributor dapat menyangkut ribuan
unit produk dan nilai jutaan dollar.
Transaksi B2C membutuhkan perbedaan desain yang mendasar. Konsumen mungkin tidak
memiliki keahlian dalam bidang teknologi informasi, sehingga situs Web harus memberikan
instruksi dan bantuan. Jika konsumen berkomunikasi dengan bisnis melalui koneksi telepon
yang lambat, jumlah gambar yang ditampilkan mungkin perlu dikurangi. Cara pembayaran
perlu dibuat dalam sistem B2C (sistem B2B pada umumnya mendapatkan informasi
pembayaran dalam sistem terpisah dari sistem perdagangan elektronik). Semua perbedaan
ini dapat digabungkan sehingga mensyaratkan situs B2C memiliki waktu download yang
cepat, intruksi untuk navigasi situs, kereta belanja yang dapat diisi dan dikurangi sebelum
pembelian aktual, dan metode untuk menyimpan profil pengguna (alamat, nomor kartu
kredit,
dan
semacamnya.
Situs-situs
ini
seperti WWW.1800FLOWERS.COM, WWW.HOMEDEPOT.COM, WWW.USPS.GO
V ( Jasa Pos AS) telah dikenal oleh banyak peninjau situs Web sebagai situs yang dirancang
dengan cukup baik untuk transaksi B2C.
Pemerintah juga semakin meningkat pertisipasinya dalam pemerintahan elektronik (yang
terkadang disebut e-gov). Masyarakat Carolina Utara dapat terhubung dengan situs
Click@DMV yang terdapat pada halaman Web Departemen Kendaraan Bermotor
(WWW.DMV.DOT.STATE.NC.US) untuk memperpanjang nomor polisi kendaraan
mereka. Kota New York (WWW.NYC.GOV) memungkinkan warganya membayar denda
parkir dan beban-beban lainnya secara online. Direktorat Jenderal Pajak AS (Internal
Revenue Service-WWW.IRS.GOV) memberikan berbagai macam layanan, mulai dari
pengisian formulir pajak penghasilan secara gratis hingga kelas-kelas online guna
membantu para wajib pajak menghitung pajak mereka. Berpikir tentang e-commerce
dibutuhkan suatu pandangan yang luas untuk mengambil keuntungan dari kemungkinankemungkinan baru.
Layanan informasi memainkan peranan penting dalam mengubah hubungan perusahaan
dengan lingkungannya. Di masa lalu, konsumen bukan merupakan perhatian utama dari
layanan informasi, namun konsumen menjadi semakin penting artinya dam akan menjadi
fokus utama bagi sebagian besar perusahaan di masa mendatang. Seluruh antarmuka
transaksi dari konsumen hingga pemasok hingga pemerintah dan pihak lainnya terkena
dampak dari diterimanya e-commerce secara luas.
II.

Manfaat-manfaat yang Diharapkan dari E-Commerce

Peusahaan melaksanakan e-commerce untuk dapat mencapai perbaikan organisasi secara


keseluruhan. Perbaikan-perbaikan ini dapat diharapkan merupakan hasil dari tiga manfaat
utama :

Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan


Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
Peningkatan imbal hasil ekonomis atas pemegang saham dan investasi pemilik

Manfaat-manfaat di atas akan memberikan kontribusi pada stabilitas keuangan perusahaan


dan memungkinkan bersaing lebih baik di dalam dunia bisnis yang semakin luas
menerapkan teknologi komputer. Ingat bahwa pemakaian laba tidak termasuk ke dalam
manfaat yang diharapkan dari e-commerce. Laba adalah hasil dari sebuah organisasi yang
mencapai tujuannya, e-commerce adalah sarana pendukung yang kuat yang dapat
membantu organisasi mencapai tujuannya.
III.
Kendala-kendala E-Commerce
Pada survei 1996, 60 persen perusahaan yang memberikan respons menunjukkan bahwa
mereka belom mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk
melakukannya dalam waktu tiga tahun ke depan. Bahkan pada tahun 2004, Departemen
Perdagangan AS melaporkan bahwa hanya 2,3 persen dari seluruh penjualan ritel kuartal
keempat
dilakukan
dalam
bentuk
e-commerce.
Perusahaan
yang
telah
mengimplementasikan sistem menggunakannya terutama untuk melakukan transaksi
dengan pemasok dan pelanggan (pada tingkat sekitar 90%), dan proses-proses utama yang
berhubungan dengan pesanan pembelian, transfer pembayaran, dan faktur.
Ketika ditanyakan mengenai alasan dari kehati-hatiannya, perusahaan menyebutkan tiga
kendala dengan urutan sebagai berikut :
Biaya yang tinggi
Kekhawatiran akan masalah keamanan
Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
Masing-masing kendala di atas akan semakin tertantang seiring dengan semakin populernya
tekologi dan sistem informasi. Biaya sumber daya komputasi pada akhirnya akan menurun.
Keamanan adalah satu masalah bagi transaksi B2B dan B2C. Perusahaan pada umumnya
menggunakan jaringan telekomunikasi yang aman yang dimonitor terus-menerus untuk
akses yang tidak terotorisasi. Jaringan-jaringan ini telah terbukti sangat aman bagi
perusahaan-perusahaan
besar.
Perusahaan-perusahaan
seperti
VeriSign
(WWW.VERISIGN.COM) telah menambahkan langkah-langkah keamanan yang
membawa tingkat kepercayaan yang lebih tinggi bagi transaksi-transaksi internet. Dengan
teknologi enkripsi yang ada sekarang dan situs Web yang terjamin keamanannya, terdapat
sedikit alasan untu mengkhawatirkan adanya akses yang tidak terotorisasi atas informasi
pelanggan. Pelanggan akan memiliki kemungkinan lebih besar menyebarkan informasi yang
sensitif, seperti nomor kartu kredit, dari tempat sampah daripada dari infomasi yang
terkompromi di Internet.
Meskipun presentase penjualan ritel e-commerce pada tahun 2004 masih jauh lebih kecil
dibandingkan dengan penjualan grosir (B2B), nilai dolarnya telah mencapai angka lebih
dari $69 miliar. Departemen Perdaganganmelaporkan bahwa presentase penjualan ritel yang

berbentuk perdagangan elektronik (B2C) naik dari 0,7 persen di kuartal keempat tahun 1999
menjadi 2,3 persen pada kartal keempat tahun 2004.
IV.
Ruang Lingkup E-Commerce
E-commerce menyumbang hampir $1,7 triliun untuk aktivitas perekonomian di Amerika
Serikat selama tahun 2003, E-commerce telah mencapai tingkat pertumbuhan tahunan lebih
dari 15 persen setiap tahunnya selama lima tahun terakhir. Tingkat pertumbuhan ini dapat
mengalami perlambatan pada waktu tertentu, tetapi kemungkinan akan terus berlanjut
selama beberapa tahun mendatang. Jumlah dampak perekonomian akan bervariasi dari satu
industri yang lain, tetapi kurang lebih 94 persen e-commerce adalah B2B, menyisakan 6
persen untuk B2C.
Lebih dari 21 persen penjualan pabrik produksi AS ($843 miliar) pada tahun 2003
merupakan hasil dari e-commerce. Hampir 17 persen penjumlahan dari distributor ($730
miliar) adalah e-commerce. Presentase e-commerce yang dilakukan di sektor perdagangan
eceran berada kisaran 2 persen. Ini hanya karena jumlah dolar penjualan eceran yang tinggi,
jika dibandingkan dengan segmen-segmen industri lain, dengan B2C menyumbangkan lebih
dari $69 miliar untuk aktivitas perdagangan elektronik AS pada tahun 2004.
E-commerce memiliki arti penting khususnya bagi beberapa segmen tertentu perekonomian
AS karena memang menyumbangkan presentase dolar penjualan dalam jumlah besar dalam
segmen-segmen tersebut.
V.
Jalan Menuju E-Commerce
Ketika sebuah perusahaan merasa bahwa manfaat yang diharapkan lebih besar daripada
biaya dan memutuskan untuk mengimplementasikan e-commerce, perusahaan tersebut
menyadari bahwa implementasi yang akan dilakukan bisa jadi merupakan suatu pekerjaan
yang besar. Rencana bisnis strategis akan membekukan komitmen untuk menggunakan ecommerce guna meraih keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus
memperoleh kecerdasan bisnis (business intellegence) sehingga perusahaan tersebut akan
dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur
lingkungan.
v Strategi E-Commerce dan Sistem Interorganisasional
Masalah dalam menentukan strategi e-commerce yang terbaik memiliki beberapa
kemungkinan sosial. Namun, strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi
dimana unsur-unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang
diberikan untuk strategi ini adalah sistem interorganisasional (interorganizational systemIOS). Perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan perusahaan lain untuk
menciptakan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system-IOS) sehingga
semua perusahaan bekerja bersama sebagai suatu unit yang terkoordinasi, merahih manfaat
yaang tidak dapat diraih sendiri oleh setiap perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang
berpartisipasi disebut sekutu dagang, sekutu bisnis, atau aliansi bisnis. Istilah yang sering
kali sering kali dipergunakan utuk IOS dan EDI, yang merupakan singkatan dari eletronic
data interchange (pertukaran data elektronik). Kedua istilah sering kali saling bertukar
penggunaan, tetap jika ditarik saru garis perbedaan, EDI dianggap sebagai sub kumpulan
dari suatu sistem interorganisasional. Pertukaran data elektronik adalah salah satu cara
untuk mendapatkan suatu sistem interorganisasional. Ekstranet, yang serupa dengan Internet

tetapi terbatas hanya untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, dibeberapa
organisasi mulai menggantikan EDI.
IOS terdiri atas sekutu-sekutu dagang. Perusahaan yang bergabung dalam IOS untuk
mendapatkan keuntungan efisiensi komparatif, yang terdapat dalam bentuk internal maupun
interorganisasional, dan untuk meningkatkan kekuatan penawarannya, yang diperoleh dari
fitur-fitur produk yang unik, pengurangan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian,
dan meningkatkan biaya perpindahan.
Satu cara untuk membuat IOS adalah melalui pertukaran data elektronik (electronic data
interchange-EDI) melalui aliran-aliran data yang paling umum yang menghubungkan
perusahaan dengan para pemasoknya. Perusahaan terdorong untuk menerapkan EDI karena
tekanan kompetitif, penggunaan kekuasaan, kebutuhan internal, dan dukugan manajemen
puncak. Manfaat langsung EDI seperti pengurangan kesalahan, biaya yang lebih rendah,
dan efisiensi operasional yang meningkat menghasilkan manfaat-manfaat secara tidak
langsung seperti peningkatan kemampuan untuk bersaing, perbaikan hubungan dengan para
sekutu dagang, dan layanan pedagang yang lebih baik. Manfaat-manfaat langsunng, sering
kali diukur dalam jumlah uang, dapat memberikan justifikasi ekonomis yang solid untuk
menggunakan IOS. Akan tetapi, manfaat-manfaat tidak langsung bisa dilihat oleh
manajemen puncak sebagai alasan-alassan paling dalam menyetujui suatu strategi IOS. EDI
adalah meode yang paling sering digunakan untuk membuat IOS, namun metode-metode
berbasis Web kini menjadi semakin populer. E-commerce dan EDI adalah jalan bebas
hambatan bagi sistem interorganisasional.
Meskipun e-commerce saat ini dianggap sebagai satu jenis perdagangan yang berbeda, tak
beberapa lama lagi ia hanya akan menjadi sisi lain dari transaksi bisnis sehari-hari. Ecommerce merupakan suatu hal fundamental bagi sistem interorganisasional. Pertukaran
sejumlah besar data secara tepat dan aman merupakan hal yang kritis untuk mendukung
transaksi-transaksi yang menggunakan teknologi informasi untuk bersaing. Jaringan
komunikasi yang menghubungkan sekutu-sekutu dagang dapat dicapai dengan konektivitas
langsung di mana carier-carier umum memberikan sirkuitnya. Tanpa jaringan komunikasi
dan kemampuan pemrosesan komputer, organisasiakan menjadi sebuah pulau produksi
maya, dengan sedikit kemampuan yang dipergunakan untuk jasa dan produk yang
menciptakan vitalitasnya. Internet adalah suatu jaringan global dari banyak jaringan.
Navigasinya difasilitasi oleh World Wide Web. World Wide Web adalah kumpulan
komputer yang bertindak sebagai sever isi/kandungan yang menyimpan dokumen-dokumen
yang diformat untuk memungkinkan teks, grafik, dan audio dan sekaligus juga
memungkinkan dibuatnya link dengan dokumen-dokumen lain di dalam Web. Meskipun
internet dan Web menawarkan potensi yang besar, namun terdapat peluang untuk disalahkan
gunakan.
Bab 4__PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM
v Dukungan Sistem Informasi bagi Organisasi
Sistem informasi dikembangkan untuk mendukung keseluruhan organisasi,
eksekutif, dan area bisnis. SIM dimaksud untuk memenuhi kebutuhan informasi umum para
manajer perusahaan dan lima sistem informasi ditingkat lebih rendah dalam figur tersebut
mencakup kebutuhan informasi unik dari area-area bisnis tersebut.

Sistem-sistem informasi ini dirancang khusus organisasi fisik, yaitu cara bagaimana
sumber daya fisik perusahaan dan anak perusahaan anak global, divisi wilayah, distrik,
cabang, dan seterusnya. Inovasi-inovasi dibidang teknologi informasi lebih memungkinkan
banyak aktivitas perusahaan dilaksanakan tanpa batasi oleh lokasi fisik.
v Sumber Daya Informasi
Sumber daya informasi yang terdiri atas piranti keras komputer, piranti lunak
komputer, spesialis informasi, pengguna, fasilitas, basis data, dan infomasi. Sebagian
sumber daya ini pada umumnya berlokasikan dilayanan informasi dan merupakan tanggung
jawab dari chief information officer (CIO). Sumber daya informasi yang terdapat di areaarea pengguna adalah tanggung jawab dari para manajer area pengguna.
v Spesialis Informasi
Istilah spesialis informasi (information spesialist) untuk menggambarkan karyawan
yang tanggung jawab utamanya adalah untuk memberikan kontribusi atas tersedianya
sumber daya informasi dalam perusahaan. Spesialis informasi pada awalnya meliputi
analisis sistem, programmer, dan operator. Spesialis informasi dan pengguna sebuah
perusahaan mencerminkan sumber-sumber dan daya informasi yang berharga. Kemudian
ditambah lagi dengan administrator basis data, spesialis jaringan, dan Webmaster. Berikut
adalah penjelasannya :
I.

Analisis Sistem
Spesialis ini bekerja dengan pengguna untuk mengembangkan sistem-sistem baru
dan memperbaiki sistem-sistem yang sudah ada. Analisis sistem adalah orang yang ahli
dalam mendefinisikan masalah dan dalam membuat dokumentasi tertulis mengenal
bagaimana komputer akan membantu menyelesaikan maalah-masalah tersebut.
II.

Administrator Basis Data


Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas basis data disebut sebagai
administrator basis data (database administrator-DBA). Tugas DBA adalah terbagi dalam
empat area utama yaitu : perencanaan. implementasi, operasi dan keamanan.
III.

Webmaster
Webmaster bertanggung jawab atas isi dan penyajian situs Web perusahaan.
Webmaster harus bekerja sama dengan spesialis jaringan untuk memastikan bahwa jaringan
komukasi antara perusahaan dan pelanggan dan/atau sekutu bisnisnya selalu terbuka. Situs
Web sangat mengandalkan gambar dan Webmaster biasanya memiliki keahlian dalam
manipilasi atau perancangan grafik. Sering kali bawahan webmaster bertanggung jawab
dalam membuat gambar-gambar yang tersedia tetap konsisten dan saling mendukung dalam
seluruh halaman situs Web. Satu tugas penting dari seorang webmater adalah melacak
orang-orang yang mengunjungi halaman web perusahaan.
IV.

Spesialis Jaringan
Spesialis jaringan bekerja dengan analis sistem dan pengguna dalam membuat
jaringan komunikasi data yang menyatukan sumber daya komputasi yang menenyebar.
Spesialis jaringan akan menggabungkan keahlian dari bidang-bidang komputasi maupun
telekomunikasi. Memelihara jaringan yang memenuhi persyaratan untu aplikasi-aplikasi
berbasis web adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan karena sebagian besar
komunikasi terjadi diluar batasan perusahaan.

V.

Programmer
Programmer menggunakan dokumentasi yang dibuat sistem analisis untuk membuat
kode program komputer yang mengubah data menjadi informasiyang dibutuhkan oleh
pengguna. Beberapa perusahaan menggabungkan fungsi sistem analisis dan programmer,
menciptakan suatu posisi analis programmer.
VI.

Operator
Operator menjalankan peralatan komputasi berkala besar, seperti komputer
mainframe dan server, yang biasanya berlokasi dalam fasilitas komputasi perusahaan.
Operator akan memonitor konsol, mengganti kertas printer, mengelola perpustakaan pita
dan disk penyimpan data, serta melakukan tugas-tugas lain yang seupa.
Semua spesialis informasi pada umumnya digabungkan dengan perwakilanperwakilan dari organisasi pengguna untuk membentuk tim proyek yang mengembangkan
sistem. Para spesialis juga memiliki tanggung jawab dalam memelihara sistem setelah
sistem tersebut diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan para pengguna. Pada
awalnya, seluruh spesialis informasi diletakkan di dalam suatu unit pelayanan informasi
yang tersentralisasi. Lama-kelamaan, banyak dari sumber daya ini dilokasikan ke area-area
bisnis dan dipimpin oleh direktur informasi divisional.
v Pengguna sebagai Suatu Sumber Daya Informasi
Pengguna dari sistem informasi perusahaan adalah sumber daya informasi penting
yang dapat memberikan satu kontribusi nyata dalam mencapai sasaran strategis dalam
meraih keunggulan kompetiti. Hal ini terutama berlaku ketika pengguna dapat secara aktif
ikut berpartisipasi dalam pengembangan sistem dan mempraktikan komputasi pengguna
akhir. Pengguna memiliki tingkat pengetahuan komputer dan pengetahuan informasi yang
berbeda-beda, dan perbedaan ini ditambah dengan lainnya, menimbulkan variasi tingkat
dukungan yang diberikan oleh para spesialis informasi.
Dalam memutuskan bagaimana perusahaan akan mempergunakan sumber daya
informasi, manajemen puncak harus memberikan perhatian yang cukup besar tentangf
bagaimana cara komputasi pengguna akhir akan dilaksanakan, sehingga pada akhirnya akan
memaksimalkan manfaatnya dan meminimalkan risikonya.
Keuntungan komputasi pengguna akhir :
1. Menyamakan kemampuan dan tantangan
2. Mempersempit jarak komunikasi
Resiko komputasi pengguna akhir :
1. Sarana sistem yang buruk
2. Sistem yang dirancang dan didokumentasikan dengan buruk
3. Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien
4. Hilangnya integritas data
5. Hilangnya keamanan
6. Hilangnya kendali
v Kriteria Pendidikan, Pengetahuan, dan Keahlian Yang Dibutuhkan Untuk Karier di
Bidang Layanan Informasi
Pengembangan sistem informasi membutuhkan pengetahuan dan keahlian tertentu.
Spesialis informasi menerapkan pengetahuan dan keahlian secara kontinu. Pengguna
menerapkan ketika mereka pernah ikut terlibat dalam komputasi pengguna akhir.

v Pengetahuan Pengembangan Sistem


Pengetahuan adalah sesuatu yang dapat dipelajari, baik itu melalui mata kuliah
formal maupun melalui upaya sendiri seperti membaca dan mengamati. Jenis pengetahuan
yang memungkinkan seseorang memberikan kontribusi dalam upaya-upaya pengembangan
sistem meliputi pengetahuan komputer, pengetahuan informasi, dasar-dasar bisnis, teori
sistem, proses pengembangan sistem, dan pembuatan model sistem.
Pengetahuan komputer (computer literacy) adalah kemampuan untuk
menggunakan sumber daya komputer guna mendapatkan pemrosesan yang
dibutuhkan. Pengetahuan informasi (information literacy) meliputi pemahaman
bagaimana menggunakan informasi dalam setiap langkah proses pemecahan masalah
dimana informasi tersebut dapat diperoleh dan bagaimana membagi informasi dengan orang
lain. Meskipun pengetahuan informasi tidak membutuhkan pengetahuan komputer secara
absolut, keduanya akan saling membantu dalam memberikan alat yang bermanfaat bagi para
pemecah masalah.
Teori sistem (systems theory) menjelaskan bagaimana cara menggambarkan suatu
fenomena dalam bentuk struktur-struktur sistem normatif. Proses pengembangan sistem
(system development process) terdiri atas langkah-langkah yang diambil untuk
mengembangkan suatu sistem informasi. Nama-nama seperti daur hidup sistem (system life
cycle-SLC) dan daur hidup pengembangan system (systems development life cycle-SDLC)
digunakan untuk menjelaskan peroses.
Pembuatan model sistem (systems modelling) terdiri atas berbagai cara untuk
mendokumentasikan suatu sistem. Dalam kebanyakan kasus, data dan proses-proses sistem
dibuat modelnya dengan menggunakan alat-alat seperti diagram hubugan entitas (entity
relationship diagram), diagram arus data (data flow diagram), dan diagram kelas (class
diagram). Untuk mengindetifikasikan tidak hanya jenis-jenis pengetahuan dalam keahlian
yang penting bagi spesialis informasidan pengguna saja, namun juga bagaimana pengguna
dapat dibagi kembali menjadi manajemen umum dan staffnya. Staff profesional terdiri atas
spesialis-spesialis seperti peneliti pemasaran dan ilmuwan manajemen, sedangkan staff
administrasi terdiri atas pegawai kantor.
Setiap orang yang mengembangkan sistem, baik itu pengguna maupun spesialis
informasi harus memiliki pengetahuan dan keahlian tertentu. Hal ini merupakan kriteria
pendidikan bagi pilihan karier dibidang sistem informasi. Pengetahuan meliputi
pengetahuan komputer dan informasi, dasar-dasar bisnis, teori sistem, proses
pengembangan sistem, dan pembuatan model sistem.
v Keahlian Pengembangan Sistem
Keahlian pengembangan sistem meliputi keahlian komukasi dan kemampuan
analistis. Keahlian komunikasi (communication skills) melibatkan kemampuan untuk
menyampaikan informasi kepada satu orang atau lebih dengan menggunakan komunikasi
lisan, tulisan, atau gambar. Kemampuan analistis (analytical ability) melibatkan studi dan
pemahaman akhir atas suatu situasi dengan tujuan merumuskan respons atau solusi.
Kreativitas (cretivity) adalah penciptaan ide atau solusi baru yang sepenuhnya atau
separuhnya baru. Kreativitas terutama bermanfaat disaat tidak terdapatnya pengalaman atau

atau pengetahuan yang diperoleh dari mempelajari suatu fenomena yang serupa.
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk mengarahkan orang lain untuk
melaksankan tugasnya. Bagi manajemen umum, hal ini mungkin merupakan keahlian yang
paling penting, namun juga penting bagi para spesialis informasi karena mereka terlibat
dalam pengelolaan suatu proyek pengembangan sistem.
v Menempatkan Pengguna Sistem dan Spesialis Informasi Pada Perspektif
Unsur manusia terus menjadi salah satu bahan paling penting dalam pengembangan
dan penggunaan sistem informasi. Para pemain utama adalah pengguna dan spesialis
informasi. Kedua kelompok tersebut membentuk tim pengembangan.
Pengembangan sistem pada awalnya dilakukan sepenuhnya oleh spesialis informasi.
Namun, lama kelamaan pengguna telah memainkan peranan yang semakin penting. Sampai
ke suatu titik ekstrem, pengguna dapat melakukan seluruh pekerjaan pengembangan.
Tidak hanya pekerjaan pengembangan saja yang berubah, keadaan dimana pekerjaan
dilaksanakan juga ikut mengalami pekerjaan. Organisasi tidak lagi berbentuk fisik, yang
mengharuskan pekerjaan dan pekerja berada pada suatu lokasi fisik. Jaringan komunikasi
elektronik memungkinkan perusahaan mencapai suatu organisasi maya, dimana pekerjaan
dapat dilakukan di hampir semua tempat.
Pengetahuan spesialis informasi dan perusahaan adalah suatu sumber daya yang
berharga dan hendaknya dikelola. Program-Program manajemen pengetahuan (knowledge
management-KM) formal sering kali terdiri atas sistem-sistem yang mengumpulkan,
menyimpan, dan memilah-milah pengetahuan.
Bab 8__INFORMASI DALAM PRAKTIK

INFORMASI SEBAGAI
KEBERHASILAN

SALAH

SATU

FAKTOR

PENTING

PENENTU

Pada tahun 1961, D, Ronald Daniel dari Mc.Kinsey dan Company, salah saru
perusahaan konsultan terbesar di Amerika, memperkenalkan istilah critical success factor
(CSF) atau faktor penting penentu keberhasilan. Ia mengungkapkan bahwa terdapat
beberapa aktivitas penting yang akan menetukan keberhasilan atau kegagalan bagi semua
jenis organisasi.
Ketika manajemen sebuah perusahaan menjalankan konsep CSF, mereka akan
memusatkan perhatian pada pengindentifikasikan CSF dan kemudian memonitor sampai
seberapa jauh mereka telah mencapainya. Perusahaan yang melaksanakan strategi ini
mengakui bahwa informasi merupakan suatu sumber daya yang berharga dan bahwa sistem
informasi yang baik merupakan salah satu CSF.

SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI

Istilah sistem pemrosesan transaksi digunakan untuk menjelaskan sistem informasi


yang mengumpulkan data yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi

informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang terdapat didalam
maupun diluar perusahaan. Ini merupakan aplikasi bisnis pertamayang dipasang pada
komputer ketika mereka pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950-an. Istilah sistem
pemrosesan data elektronik (electronic data processing-EDP)dan sistem informasi
akuntansi juga telah dipergunakan, namun saat ini kurang populer.
Informasi yang mengalir ke lingkungan juga memiliki arti penting. Sistem
pemrosesan transaksi adalah satu-satunya sistem informasi yang memiliki tanggung jawab
untuk memenuhi kebutuhan informasi dari luar perusahaan. Sistem pemrosesan transaksi
memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi kepada setiap unsur lingkungan
selain pesaing. Sebagai contoh, sistem pemrosesan transaksi memberikan faktur dan laporan
saldo kepada pelanggan, pesanaan pembelian kepada pemasok, dan data dalam laporan
keuangan tahunan kepada tahunan kepada para pemegang saham dan pemilik.
Salah satu contoh yang baik dari sistem pemrosesan transaksi adalah sistem yang
digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan
produk atau jasa kepada para pelanggannya. Sistem distribusi juga dapat ditemukan pada
organisasi-organisasi jasa seperti United Way dan rumah sakit-rumah sakit serta pada
badan-badan pemerintahan seperti militer dan perpajakan.

Tinjauan Sistem

Seluruh sistem ditunjukkan oleh kotak yang diberi label Sistem distribusi yang
berada ditengah. Unsur-unsur lingkungan yang berinteraksi dengan sistem ditunjukkan oleh
kotak-kotak dan dihubungkan ke sistem oleh panah-panah yang disebut arus data.
Unsur-unsur lingkungan dari sistem distribusi meliputi pelanggan, pemasok, ruang
persedian bahan baku, dan manajemen. Arus data yang menghubungkan perusahaan dengan
para pelanggannya cukup mirip dengan arus yang menghubungkan perusahaan dengan
pemasoknya. Pesanan yang diterima oleh perusahaan dari para pelanggannya disebut
pesanan penjualan (sales order), sedangkan pesanan yang ditempatkan oleh perusahaan
kepada pemasoknya disebut pemesanan pembelian (purchase order).

Subsistem-subsistem Utama dari Sistem Distribusi

Sistem distribusi terdiri atas tiga proses utama yaitu : memenuhi pesanan pelanggan,
memesan persediaan pengganti dari pemasok, dan memelihara buku besar.
1. Memenuhi pesanan pelanggan : Pemrosesan pesanan melibatkan suatu sistem entri
pesanan, sistem persediaan, sistem penagihan, dan sistem piutang dagang.
2. Memesan persediaan pengganti pemasok : Sistem pengganti persediaan terdiri atas
sistem pembelian, sistem penerimaan, dan sistem utang dagang.
3. Memelihara buku besar : Sistem buku besar terdiri atas dua subsistem utama yaitu
memperbarui sistem buku besar dan sistem pembuatan laporan manajemen.

Menempatkan Sistem Pemrosesan Transaksi dalam Perspektif

Sistem pemrosesan transaksi adalah sistem informasi pertama yang


terkomputerisasi. Selain sebagai area aplikasi yang paling dapat dipahami, sistem ini juga
berperan sebagai fondasi dari semua aplikasi lainnya. Fondasi ini mengambil bentuk basis
data, yang mendokumentasikan semua hal yang penting yang dilakukan oleh
perusahaandalam menjalankan operasinya dan berinteraksi dengan lingkungan.
v SISTEM INFORMASI ORGANISASI
Area-area bisnis perusahaan keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi,
manufaktur, dan pemasaran menggunakan basis data yang diproduksi oleh sistem
pemrosesan transaksi, ditambah data dari sumber-sumber yang lain, untuk menghasilkan
informasi yang digunakan oleh para manajer dalam mengambil keputusan dan memecahkan
masalah. Sistem informasi dikembangkan untuk setiap area bisnis ini. Jenis sistem
informasi lainnya yang telah diimplementasikan di banyak perusahaan yatitu sistem
informasi eksekutif (executive information system atau EIS) ditunjukkan untuk tingkat
organisasi daripada area bisnis. EIS digunakan oleh para manajer ditingkat organisasi yang
lebih tinggi.
Semua sistem organisasi ini merupakan contoh dari sistem informasi organisasi
(organizational information system). Semua sistem informasi tersebut dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan akan informasi yang berhubungkan dengan bagian-bagian tertentu
dari organisasi.

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi pemasaran memberikan informasi yang berhubungan dengan


aktivitas pemasaran perusahaan.
I.
Subsistem Output : Setiap subsistem output memberikan informasi mengenai
unsur-unsur penting di dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran (marketing
mix) terdiri atas empat unsur utama yang dikelola oleh manajemen agar dapat memenuhi
keuntungan. Subsistem output terdiri atas lima yaitu :
a)

Subsistem Produk : memeberikan informasi mengenai produk-produk perusahaan.

b)

Subsistem Lokasi : memberikan informasi mengenai jaringan distribusi perusahaan.

c)
Subsistem Promosi : memberikan informasi mengenai iklan dan aktivitas penjualan
pribadi perusahaan.
d)

Subsistem Harga : membantu manajer mengambil keputusan harga.

e)
Subsistem Buaran Teringerasi : memungkinkan para manajer mengembangkan
strategi yang mempertimbangkan pengaruh gabungan dari unsur-unsur diatas.

II.
Basis Data : Basis data merupakan data yang digunakan oleh subsistem output
yang berasal dari basis data. Basis data dipopulasikan dengan data yang berasal dari tiga
subsistem ouput.
III.
Subsistem Input : sistem pemrosesan transaksi mengumpulkan data dari
sumber-sumber internal dan lingkungan lalu memasukannya ke dalam basis data.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informasi sumber daya manusia memberikan informasi kepada seluruh


manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan.

Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur memberikan informasi kepada seluruh manajer


perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur perusahaan.

Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan memberikan informasi kepada seluruh manajer


perusahaan yang berkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan.

Sistem Informasi Eksekutif

Sistem informasi manufaktur adalah suatu sistem informasi yang memberikan


informasi kepada para manajer ditingkat lebih tiinggi atas kinerja perusahaan secara
keseluruhan. Sistem informasi eksekutif ini biasanya terdiri atas stasiun-stasiun kerja
eksekutif yang terhubung melalui jaringan ke komputer pusat. Para perancang sistem
informasi eksekutif membuat sistem secara fleksibel sehingga ia akan dapat memenuhi
keinginan semua eksekutif apa pun itu. Salah satu pendekatan adalah dengan memberikan
kemampuan drill down (perincian), dengan pendekatan ini eksekutif dapat mengeluarkam
tampilan ringkasan dan kemudian secara berurutan menampilkan detail dari tingkat lebuih
rendah. Drill down ini akan terus dilakukan sampai eksekutif merasa puas bahwa mereka
telah mendapatkan jumlah detail sesuai dengan kebutuhan.
v MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN
Basis data yang kita masukkan dalam model sistem pemrosesan transaksi dan dalam
model-model sistem informasi pemasaran, sumber daya manusia, manufaktur, dan
keuangan dimaksudkan untuk mendukung para pengguna dalam mengerjakan aktivitas
mereka sehari-hari. Data dalam basis data ini harus data terbaru sehingga para memiliki
dasar terbaik untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah.

Dalam merancang basis data ini, dilakukan upaya untuk memberikan data historis
meskipun terbatas. Kebutuhan akan data historis ini khususnya sangat besar dalam area
pemasaran, dimana para manajer ingin dapat melacak perilaku pembelian para pelanggan
selama jangka waktu yang cukup panjang. Kebutuhan ini telah merangsang strategi
pmasaran populer yang disebut manajemen hubungan pelanggan. Manajemen hubungan
pelanggan (customer relationship management atau CRM)adalah adalah manajemen
hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun
pelangggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini menyadari
bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu strategi yang
bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya akan lebih murah
daripada mendapatkan pelaanggan baru. Oleh karena itu, perusahaan melakukan upayaupaya untuk memahami para pelanggannya sehingga kebutuhan mereka akan dapat
dipenuhi dan mereka pun tetap setia kepada perusahaan.
Sistem CRM akan mengakumulasikan data pelanggan dalam jangka panjang yaitu 5
tahun, 10 tahun, atau bahkan lebih dan menggunakan data itu untuk memberikan informasi
kepada para pengguna. Unsur utama dalam CRM adalah data warehouse (gudang data).
v DATA WAREHOUSE
Seiring dengan tereakumulasinya data transaksi selama bertahun-tahun, maka
volume data akan menjadi sangat besar. Hanya dalam belakangan ini saja teknologi
komputer mampu mendukung suatu sistem dengan permintaan data berskala besar.Kini
dimungkinkan untuk membangun suatu sistem dengan kapasitas data yang hampir tak
terbatas.

Karakteristik Data Warehouse

Data warehouse (gudang data) telah diberikan untuk menjelaskan penyimpanan data
yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
a)

Kapasitas penyimpanan sangat besar

b)

Data diakumulasikan dengan menambahkan catatan-catatan baru.

c)

Data dapat diambil dengan mudah

d) Data sepenuhnya digunakan untuk mengambil keputusan dan tidak digunakan dalam
operasi perusahaan sehari-hari.

Sistem Data Warehousing

Data warehouse adalah bagian utama dari data warehousing data ke dalam gudang,
mengubah isinya menjadi informasi tersebut kepada para pengguna. Sumber data yang
utama adalah sistem pemrosesan transaksi, namun tambahan data dapat diperoleh dari
sumber-sumber lain, baik itu internal maupun lingkungan. Ketika data diidentifikasi

memiliki nilai potensial dalam pengambilan keputusan, maka data tersebut akan
ditambahkan ke data warehouse.
Sistem data warehousing juga mencakup pula komponen manajemen dan kendali.
Komponen ini mirip dengan sistem manajemen basis data, yang mengendalikan pergerakan
data di sepanjang sistem.

Bagaimana Data Disimpan dalam Tempat Penyimpanan Data Warehouse

Dalam suatu basis data, seluruh data mengenai subjek tertentu disimpan bersama
dalam satu lokasi, yang biasanya berbentuk sebuah tabel. Data tersebut meliputi data
pengindentifikasi, data deskriptif, dan data kuantitatif.
Tabel dimensi, data pengindentifikasi akan disimpan di tabel dimensi. Istilah
dimensi mengartikan pemikiran bahwa data tersebut dapat menjadi basis untuk melihat data
dari berbagai sudut pandang atau berbagai dimensi.
Tabel Fakta, Tabel-tabel terpisah disebut tabel fakta berisi ukuran-ukuran
kuantitatif sebuah entitas, objek, atau aktivitas.
v PENYAMPAIAN INFORMASI
Unsur terakhir dalam sistem data warehousing adalah sistem penyampaian
informasi, yang mendapatkan data dari tempat penyampaian data, mengubahnya menjadi
informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi para pengguna. Informasi dapat
diberikan dalam bentuk terinci atau dalam berbagai tingkat ringkasan.
Proses melakukan navigasi kebawah melalui tingkatan-tingkatan rinci disebut drill
down. Proses melakukan navigasi keatas disebut roll up. Pengguna juga dapat
melakukan drill across, dengan cepat bergerakdari satu hirarki data ke hirarki lainnya,
dan drill through, berangkat dari tingkat ringkasan ketingkat terendah data yang terinci.