Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH ALAT BERAT &

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Disusun oleh:
Verian Gustam Silvano
(NIM. 1112020047)
3 Sipil 2 Pagi

Dosen Pengajar :
Kusumo Dradjad S., S.T, M.Si
(NIP. 196001081985041002)
PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
DEPOK
2015

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Alat Berat & Pemindahan Tanah
Mekanis yang berjudul Excavator.
Banyak hambatan dan rintangan yang penulis hadapi dalam penyusunan
makalah ini, namun berkat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak akhirnya penulis
dapat menyelesaikannya. Walaupun masih banyak kekurangan yang tidak lain adslah
smata-mata karena keterbatasan penulis. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan
tulus penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada:
1. Bapak Kusumo Dradjad S., S.T., M.Si. selaku dosen mata kuliah Alat Berat &
Pemindahan Tanah Mekanis yang tidak kenal lelah meluangkan waktunya serta
selalu memberikan doa, perhatian, pengarahan, motivasi, saran, dan bimbingan
untuk saya.
2. Orang tua dan teman-teman atas saran, kritik dan koreksi yang membantu untuk
menciptakan kesempurnaan makalah.
Akhirnya penulis menyadari segala kekurangan dalam makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif
dari pembaca untuk perbaikan penulisan di masa yang akan datang.

Depok, Mei 2015

Penulis

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................. iii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................... 1
1.1

Latar Belakang .............................................................................................. 1

1.2

Rumusan Masalah ......................................................................................... 1

1.3

Tujuan Penulisan ........................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 2


2.1

Pengertian dan Sejarah Excavator ................................................................ 2

2.2

Tipe-tipe Excavator ....................................................................................... 3

2.3

Bagian-bagian Excavator dan Fungsinya.................................................... 10

2.4

Spesifikasi Excavator .................................................................................. 10

2.5

Perbedaan Backhoe dan Power Shovel ....................................................... 12

2.6

Pemilihan Tipe dan Ukuran Power Shovel ................................................. 14

2.7

Siklus Kerja Excavator ............................................................................... 16

2.8

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Alat ...................................... 16

2.9

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan Alat ................................. 19

2.10

Analisis Produktivitas Alat ......................................................................... 20

BAB III KESIMPULAN ......................................................................................... 25


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 26

ii

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Trackshoe Excavator ................................................................................ 3
Gambar 2.2 Jenis-jenis Trackshoe ............................................................................... 4
Gambar 2.3 Wheel Excavator ...................................................................................... 4
Gambar 2.4 Standart Bucket ........................................................................................ 5
Gambar 2.5 Ripper Bucket .......................................................................................... 5
Gambar 2.6 Trapezoid Bucket ..................................................................................... 6
Gambar 2.7 Slope Finishing Bucket ............................................................................ 6
Gambar 2.8 Ditch Cleaning Bucket ............................................................................. 6
Gambar 2.9 Single Shank Ripper ................................................................................ 7
Gambar 2.10 Three Shank Ripper ............................................................................... 7
Gambar 2.11 Clamshell Bucket ................................................................................... 8
Gambar 2.12 Spike Hammer ...................................................................................... 8
Gambar 2.13 Grapple .................................................................................................. 8
Gambar 2.14 Lifting Magnet ...................................................................................... 9
Gambar 2.15 Scrap Grapple........................................................................................ 9
Gambar 2.16 Bagian-bagian Excavator ..................................................................... 10
Gambar 2.17 Contoh Spesifikasi Excavator .............................................................. 11
Gambar 2.18 Backhoe Excavator .............................................................................. 13
Gambar 2.19 Shovel Excavator ................................................................................. 14

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 K3 pada Penggunaan Excavator ................................................................ 19
Tabel 2.2 Waktu Standar ........................................................................................... 21
Tabel 2.3 Faktor Koreksi Dumping Condition .......................................................... 21
Tabel 2.4 Faktor Efisiensi .......................................................................................... 21
Tabel 2.5 Excavator Condition .................................................................................. 22

iii

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin meningkatnya
kebutuhan hidup manusia maka diperlukan sejumlah fasilitas-fasilitas baru yang
lebih memadai. Oleh karena itu semakin banyak pula pembangunan fasilitas
tersebut dan sarana serta prasarana untuk menunjang kebutuhan tersebut.
Peningkatan pembangunan ini diikuti dengan kemajuan alat berat yang
digunakan.
Pada pekerjaan konstruksi, dibutuhkan alat berat untuk membantu proses
pelaksanaan konstruksi agar pekerjaan tersebut lebih efektif dan tepat waktu
penyelesaiaannya seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan
perkerasan, pekerjaan drainase dan lain-lain.
Pada makalah ini, penulis ingin membahas tentang alat berat excavator
yang secara umum berfungsi untuk menggali serta menebarkan tanah.
Diharapkan setelah membaca makalah ini, para pembaca dapat memahami
tentang alat berat ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa sajakah tipe, fungsi, dan bagian-bagian dari excavator ?
2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan setiap jenis excavator ?
3. Bagaimana K3 dalam penggunaan excavator?
4. Bagaimana cara penggunaan alat serta produktivitas dari excavator ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui tipe, fungsi, dan bagian-bagian dari excavator
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap jenis excavator
3. Untuk mengetahui K3 dalam penggunaan excavator
4. Untuk mengetahui cara penggunaan alat serta produktivitas dari excavator

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2 BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Sejarah Excavator
Excavator adalah alat berat yang biasa digunakan dalam industri konstruksi,
pertanian atau perhutanan. Mempunyai belalai yang terdiri dari dua tungkai;
yang terdekat dengan body disebut boom dan yang mempunyai bucket (ember
keruk) disebut dipper. Ruang pengemudi disebut House yang terletak diatas roda
(trackshoe), dan bisa berputar arah 360 derajat.
Excavator ada yang mempunyai roda dari ban biasa digunakan untuk jalanan
padat dan rata disebut "Wheel Excavators" dan ada yang mempunyai roda dari
rantai besi yang akan memudahkan nya untuk berjalan di jalanan yang tidak
padat atau mendaki. Excavator beroda rantai besi ini disebut juga "Crawler
Excavators". Tungkai dari excavator dioperasikan dengan sistem engsel
(winches) yang ditarik oleh mesin hydraulic dengan menggunakan kawat baja.
Excavator memiliki fungsi utama untuk menggali dan memuat tanah galian
tersebut ke dalam truck atau lokasi penumpukan. Dalam industri perhutanan,
excavator digunakan untuk mengangkut kayu (logs). Selain itu, excavator juga
dapat digunakan untuk membuat kemiringan (sloping). Perlu operator
berkeahlian tinggi untuk dapat membuat sloping ini.
Excavator diciptakan pertama kali pada tahun 1835 oleh seorang ahli
mekanik berusia 22 tahun asal Amerika Serikat yang bernama William Smith
Otis. Excavator ciptaan Otis pada awalnya digerakan oleh mesin uap dan
menggunakan rel kereta api untuk dapat berjalan. Hal ini dikarenakan excavators
tersebut awalnya diciptakan untuk memudahkan pekerjaan penggalian rel kereta
api.
Pada tahun 1939 Otis menerima hak paten atas mesin ciptaannya ini, namun
pada tahun yang sama ia meninggal dunia. Otis meninggalkan 7 unit excavator
yang kemudian dikembangkan oleh tehnologi modern. Excavator kadang
disingkat dengan sebutan "Exca" atau "PC"(untuk yang bermerek Komatsu singkatan dari Power Crane). Menyebutnya dengan sebutan "Beko" tidak

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

sepenuhnya benar, karena hanya mengacu kepada Backhoe - bagian lengan yang
mempunyai ember dan menggali kearah House.
2.2 Tipe-tipe Excavator
Dibawah

ini

adalah

berbagai

variasi

dari

excavator.

Ada

dua

tipe excavator yaitu:


(1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang/trackshoe (Crawler
Excavator).

Gambar 2.1 Trackshoe Excavator

Untuk pemilihan trackshoe sendiri biasanya excavator bekerja pada kondisi


yang berbeda-beda, seperti pada tanah perkerasan, tanah lembek atau lunak,
permukaan berbatu dan lain-lainnya, berdasarkan pengalaman hal ini akan
menimbulkan permasalahan terhadap penggunaan trackshoe. Jika trackshoe
bekerja pada tanah permukaan yang keras maka trackshoe bagian bawah akan
mengalami kerusakan atau aus dengan sangat cepat, sehingga perlu dilakukan
pemilihan trackshoe yang benar-benar tepat Untuk penggunaan umum
sebaiknya menggunakan tipe triple gouser section (roda kelabang dengan tiga
lapisan/bagian), karena memiliki traksi yang baik dan memberikan kerusakan
yang minimum terhadap permukaan tanah maupun jalan.Dibanding dengan
jenis double grouser section. Untuk penggunaan traksi yang maksimum
biasanya digunakan jenis single grouser section. Lebar trackshoe biasanya
berkisar antara 18, 20, 22, 24, 28, 30, 32, 36, dan 40.

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Gambar 2.2 Jenis-jenis Trackshoe

(2) Excavator yang menggunakan ban (Wheel Excavator)

Gambar 2.3 Wheel Excavator

Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti :


Excavating (menggali)
Loading (memuat material)
Lifting (mengangkat beban)
Hammering (menghancurkan batuan)
Drilling (mengebor), dan lain sebagainya

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Karena perbedaan kebutuhan dalam pemakaian excavator dalam suatu


bidang industri, sehingga excavator dapat dibedakan menjadi beberapa jenis
berdasarkan jenis bucketnya, antara lain :
1. Standart Bucket : adalah jenis bucket yang sering digunakan karena flexible
untuk beberapa kondisi pekerjaan.

Gambar 2.4 Standart Bucket

2. Ripper Bucket : Bucket jenis ini cocok untuk menggali lapisan bebatuan
dan tanah liat yang keras. Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam.

Gambar 2.5 Ripper Bucket

3. Trapezoid Bucket : Digunakan untuk membangun kanal atau irigasi.

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Gambar 2.6 Trapezoid Bucket

4. Slope Finishing Bucket : digunakan untuk meratakan permukaan tanah


karena memiliki bucket yang datar dan lebar.Biasa untuk meratakan jalan,
kanal, sisi lereng, sisi sungai, dll.

Gambar 2.7 Slope Finishing Bucket

5. Ditch Cleaning Bucket : Berfungsi untuk membersihkan sungai atau


mengeruk lumpur di dasar sungai. Bucket ini mempunyai beberapa lubang
yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air.

Gambar 2.8 Ditch Cleaning Bucket

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

6. Single Shank Ripper : digunakan untuk mempersiapkan lahan yang akan


digali terutama untuk lahan bebatuan dan juga untuk mencabut akar batang
pohon.

Gambar 2.9 Single Shank Ripper

7. Three Shank Ripper : alat yang efisien untuk untuk menggali batuan
pada lereng, menghancurkan dan mengangkat pondasi beton, dan juga
untuk mencabut akar batang pohon.

Gambar 2.10 Three Shank Ripper

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

8. Clamshell Bucket : digunakan untuk memindahkan material

Gambar 2.11 Clamshell Bucket

9.

Spike Hammer : cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll.

Gambar 2.12 Spike Hammer

10. Grapple : digunakan untuk mengangkat batang kayu.

Gambar 2.13 Grapple

11. Lifting Magnet : digunakan untuk mengangkat barang-barang yang


terbuat dari logam

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Gambar 2.14 Lifting Magnet

12. Scrap Grapple : untuk mengangkat dan memindahkan material dengan


bentuk yang tidak beraturan. Memiliki 4 buah cakar yang dapat membuka
dan menutup dengan silinder dan hidrolik masing-masing.

Gambar 2.15 Scrap Grapple

13. Magnet Fork Excavator : didasarkan pada lifting magnet dan fork yang
memberikan performa pengoperasian dalam penanganan potonganpotongan material, yaitu mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork.

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2.3 Bagian-bagian Excavator dan Fungsinya

Gambar 2.16 Bagian-bagian Excavator

Alat gali ini secara garis besar dapat dibagi atas tiga bagian utama, yang
masing-masingnya memiliki fungsi dan kegunaannya tersendiri :
1. Revolving unit (bagian yang berputar), bagian ini merupakan bagian utama
alat yang berfungsi mengikuti cara operasi dari alat gali. Bagian ini dapat
berputar 360 tanpa mengubah posisi kaki-kaki alat.
2. Travelling unit (bagian yang akan memindahkan), bagian ini adalah yang
berfungsi untuk memindahkan posisi alat dari satu operasi ke operasi yang
lain. Yang termasuk pada bagian ini adalah mesin utama dan trackshoe atau
roda kelabang dan ban karet. Dengan adanya unit ini akan memberikan
kemudahan bagi alat gali untuk melakukan mobilisasi di lapangan kerja tanpa
dibantu oleh alat lain.
3. Attachment (kelengkapan alat), perlengkapan alat ini adalah bagian yang akan
melakukan fungsi kerja alat. Dan bagian ini sekaligus memberi identitas bagi
alat waktu diberi nama maupun dalam operasi.
2.4 Spesifikasi Excavator
Dalam setiap alat berat, masing-masing mempunyai spesifikasi. Berikut ini
adalah contoh spesifikasi excavator Komatsu.

10

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Gambar 2.17 Contoh Spesifikasi Excavator

11

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2.5 Perbedaan Backhoe dan Power Shovel


Backhoe
Backhoe digunakan untuk menggali tanah dan memuatnya ke dalam truk
atau ketempat pembuangan yang lain. Backhoe sangat tepat digunakan untuk
menggali saluran karena posisinya yang sangat baik ketika menggali, yaitu selalu
berada diatas posisi galian. Dan posisi penggalian dengan meninggalkan daerah
galian atau mundur.
Dengan kondisi dan kelebihan dari cara penggalian oleh backhoe, maka alat
gali ini sangat cocok digunakan untuk menggali saluran. Walaupun demikian,
tidak mengurangi keberadaan backhoe untuk beroperasi pada daerah sumber
bahan (borrow pit). Sebab, backhoe sering digunakan pada posisi yang juga
menggunakan shovel.
Power Shovel
Power shovel digunakan pertama kali untuk menggali tanah dan memuatnya
kedalam truk atau traktor yang menarik wagon atau ke atas belt vonveyor. Alat
ini mampu menggali semua jenis tanah, kecuali batu keras, tanpa dibantu terlebih
dulu. Alat ini mungkin dihubungkan dengan crawler track, dalam kasus ini alat
ini merujuk pada penggunaan crawler track. Shovel memiliki kecepatan yang
sangat rendah untuk berpindah, tetapi injakan yang lebar memberi tekanan lahan
rendah, yang diizinkan beroperasi pada tanah yang lunak. Alat ini dapat juga
menggunakan ban karet mesin tunggal melayani unit peralatan ini dalam tenaga
dan dioperasikan dari ruang operator. Ada juga shovel yang diletakkan
dibelakang truk, yang merujuk pada alat yang dihubungkan dengan truk,
mempunyai mesin yang terpisah untuk operasinya. Shovel dengan ban karet,
yang mempunyai kecepatan berpindah yang tinggi dibandingkan dengan yang
menggunakan

roda

kelabang,

untuk

pekerjaan

kecil

dimana

perlu

dipertimbangkan perpindahan dan dimana bentuk permukaan jalan dan tanah.


Ukuran power shovel adalah indikasi oleh ukuran dipper (bucket), yang
ditampilkan dalam cu yd. dalam mengukur ukuran dipper adalah tanah yang ada
dalamnya yang mengikuti bentuk dipper. Ini dikenal sebagai volume munjung,
ketika dibedakan dari volume yang ditumpuk yang mana dipper mengambil
dalam kondisi lepas. Mengembang dari volume asli ketika tanah dilepas dari

12

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

posisi aslinya, volume ukuran keadaan asli dari dipper akan lebih kecil
dibandingkan dengan vilume ukuran keadaan lepas.
Hal ini dimungkinkan pada saat material masih berada dalam dipper
kondisinya dalam keadaan asli, artinya kondisi tanahnya belum tergganggu,
sedangkan pada saat dimasukkan ke dalam truk maka tanah tadi mengalami
perubahan menjadi kondisi dalam keadaan lepas atau terjadi pengembangan
volume. Jika dipper berkapasitas 2 cu yd, menggali tanah dengan swell 25 %,
maka isi dipper yang akan dimasukkan kedalam truk, volumenya menjadi : 2 cu
yd x 1,25 = 2,5 cu yd-UKL.
Oleh sebab itu, perbedaan backhoe dan shovel secara garis besar hanya
berbeda pada beberapa hal, yaitu :
1. Posisi menggali
2. Cara menggali
3. Dan tempat atau pekerjaan yang sebaliknya untuk dikerjakan oleh masingmasing alat gali

Gambar 2.18 Backhoe Excavator

13

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Gambar 2.19 Shovel Excavator

2.6 Pemilihan Tipe dan Ukuran Power Shovel


Salah satu permasalahan yang bertentangan dengan pembelian power shovel
adalah memilih tipe dan ukurannya. Ada beberapa faktor yang berpengaruh
dalam memilih.
Dalam memilih tipe shovel, harap pembeli mempertimbangkan kepada
bagaimana mengarah kepada pekerjaan yang akan dilakukan. Jika disini ada
beberapa pekerjaan kecil dalam beberapa lokasi, mobilitas dari power shovel
dengan ban karet akan sangat menguntungkan. Jika pekerjaan berkonsentrasi
pada pekerjaan besar, mobilitas tidak menguntungkan. Jika pekerjaan
berkonsentrasi pada pekerjaan besar, mobilitas tidak menjadi pertimbangan yang
penting dan power shovel dengan roda kelabang adalah yang diperlukan. Shovel
dengan crawler atau roda kelabang biasanya lebih mahal dibandingkan dengan
yang menggunakan ban karet. Dan dapat dioperasikan pada permukaan tanah
yang tidak cukup keras untuk mendukung tipe unit yang terakhir.
Dalam memilih ukuran shovel, dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan
adalah biaya per cu yd dari material yang digali dan dibawah kondisi kerja yang
akan menjadi tempat shovel akan beroperasi.
Dalam mengestimasi biaya per cu yd, beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan adalah sebagai berikut :
1. Ukuran pekerjaan, untuk pekerjaan besar mungkin sangat sesuai shovel besar
dengan biaya tinggi.

14

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2. Biaya transportasi dari sebuah shovel besar akan lebih mahal dibandingkan
dengan shovel yang lebih kecil.
3. Tingkat penyusutan dari shovel besar lebih tinggi dibandingkan dengan
shovel yang lebih kecil, khususnya jika alat tersebut dijual pada akhir proyek,
kemungkinan akan lebih sulit untuk menjual kembali shovel dengan ukuran
lebih besar.
4. Biaya perawatan dan perbaikan dari shovel yang besar perlu dipikirkan lebih
besar dari biaya yang diperlukan untuk kegiatan yang sama bagi shovel yang
lebih kecil. Peningkatan pengangguran karena menunggu bagian dari
peralatan yang diperlukan khususnya spare part yang diperlukan pemesanan
khusus ke pabrik akan meningkatkan biaya tersebut.
5. Kombinasi biaya pengeboran, peledakan, dan penggalian batuan untuk
shovel besar mungkin lebih kecil dari shovel kecil, sebagai mesin besar dapat
penanganan batuan besar dibandingkan dengan shovel yang lebih kecil. Ini
mungkin diizinkan untuk menghemat biaya untuk pengeboran dan
peledakan.
6. Biaya gaji per cu yd untuk shovel besar lebih kecil dibandingkan dengan
menggunakan shovel kecil.
Mengikuti kondisi kerja akan dipertimbangkan dalam memilih ukuran dari
shovel, adalah sebagai berikut :
1. Tinggi mengangkat untuk menyimpan tanah dari suatu parit atau basement
ke dalam truk pada tingkatan landasan alami akan memerlukan jangkauan
yang panjang dari shovel besar.
2. Jika batuan dari ledakan adalah yang digali, dipper ukuran besar akan
menangani batuan besar,
3. Jika material yang akan digali adalah keras dan lengket, dipper dari shovel
besar yang akan memberikan tekanan besar pada saat menggali, akan
menangani material lebih mudah.
4. Jika alokasi waktu yang tersedia untuk menyelesaikan proyek diperlukan
dengan produksi per-jam yang tinggi, maka shovel besar layak untuk
digunakan.

15

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

5. Ukuran alat yang akan dimuat perlu juga dipertimbangkan dalam memilih
ukuran shovel. Jika tempat penumpahan kecil, maka harus digunakan ukuran
shovel yang kecil pula, kalau tempat penumpahan yang tersedia besar, maka
digunakan shovel dengan ukuran yang besar pula.
6. Batasan berat yang berlaku di beberapa negara untuk jalan raya merupakan
yang membatasi ukuran shovel, jika shovel diangkut melalui jalan raya, juga
ukuran lebar jembatan dan underpass juga menjadi pembatas untuk
menentukan ukuran shovel.
2.7 Siklus Kerja Excavator
Kegiatan penggalian siklus kerjanya terdiri dari kegiatan-kegiatan :
1. Menggali
2. Memutar dalam keadaan bucket terisi
3. Menumpah
4. Memutar ke posisi semula dalam keadaan bucket kosong
Kaitan antara siklus kerja dan produksi adalah waktu siklus yang diperlukan
untuk menyelesaikan siklus kerja tersebut. Oleh sebab itu, waktu siklus ini sangat
ditentukan oleh waktu-waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap siklus
kerja yang dilakukan. Untuk itu menentukan waktu siklus dapat dilakukan dengan
cara menjumlahkan seluruh waktu dari :
1. Waktu menggali
2. Waktu memutar dalam keadaan bucket terisi
3. Waktu menumpah
4. Waktu memutar ke posisi semula dalam keadaan bucket kosong
2.8

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Alat


Produksi alat gali dipengaruhi oleh beberapa faktor, hal-hal yang perlu
dipertimbangkan adalah sebagai berikut :
1. Jenis material
2. Kedalaman galian
3. Sudut swing
4. Kondisi kerja
5. Kondisi manajemen

16

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

6. Ukuran tempat penumpahan


7. Ketrampilan operator
8. Kondisi fisik alat
Faktor yang mempengaruhi produksi alat ini tentunya akan menentukan
kepada produk yang dapat dihasilkan oleh alat gali ini sehingga jika terjadi
produksi alat gali belum sesuai dengan hasil perhitungan, maka perlu dievaluasi
apakah faktor yang ada sesuai dengan asumsi yang diberikan pada saat melakukan
perhitungan produksi alat gali.
Oleh sebab itu, usaha untuk meningkatkan produktivitas alat, maka tidak lain
adalah memperkecil waktu siklus dengan cara lebih meningkatkan hal-hal berikut,
yaitu :
1. Memperpendek jarak antara bucket dengan tempat penumpahan
2. Meningkatkan ketrampilan operator
3. Memperbesar tempat penumpahan
4. Mengurangi hambatan bagi alat melakukan manuver
Pengaruh Kondisi Kerja pada Produksi Shovel
Setiap pemilik power shovel mengetahui, tidak ada dua kerja penggalian
dalah sama. Hal ini sangat terkait dengan kondisi dimana setiap pekerjaan yang
memiliki power shovel tidak mampu mengendalikannya. Kondisi ini harus
dipertimbangkan dalam mengestimasi perkiraan produksi sebuah shovel.
Sebuah shovel mungkin dioperasikan dalam lahan kerja terbuka yang besar,
dengan bentuknya, lantai kerja dengan proses drainase yang baik ketika truk
dapat waktu tunggu truk disisi shovel untuk mengurangi kehilangan waktu
tunggu bagi unit muatan. Permukaan dari tanah asli memiliki level yang sama
dengan kedalaman galian selalu optimum. Jalan angkut tidak rusak karena
pengaruh kondisi cuaca seperti hujan. Kondisi kerja seperti ini cukup luas untuk
memilih keseimbangan jumlah unit alat angkut. Proyek dengan kondisi kerja
seperti ini dapat dikelompokkan sebagai kondisi kerja yang sangat baik
(excellent).
Shovel yang lain mungkin digunakan menggali material untuk jalan raya
dengan menggali bukit. Kedalaman galian mungkin bervariasi mulai dari nol

17

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

sampai kepada kondos-kondisi yang melebihi dari kedalaman galian optimum.


Sisi galian harus dibuat kelandaian yang hati-hati.
Kondisi kerja dapat dikelompokkan dengan sangat baik (excellent), baik
(good), sedang (enough), dan jelek (poor). Ini bukan merupakan standar yang
sama yang mungkin digunakan sebagai membantu untuk mengelompokkan
pekerjaan. Setiap pekerjaan direncanakan harus menggunakan perkiraan sendiri
dan pengalaman dalam memutuskan kondisi yang terbaik yang akan digunakan
untuk pekerjaan. Tabel menggambarkan pengaruh dari kondisi kerja pada
produksi power shovel.
Pengaruh Kondisi Manajemen pada Produksi Shovel
Perilaku dari pemilik shovel dalam menentukan kondisi dibawah operasi
shovel akan mempengaruhi produksi shovel. Ketika pemilik tidak mampu
memperkuat kondisi kerja, dia mungkin melakukan beberapa langkah untuk
memperkuat kondisi manajemen seperti berikut ini :
1. Frekuensi pelumasan dan penggemukan shovel
2. Memeriksa komponen-komponen shovel pada bagian-bagian utama, dan
mengganti bagian yang rusak ketika shovel tidak dioperasikan saat
pergantian kelompok kerja.
3. Ganti tali kawat yang kotor diantara pergantian kelompok kerja
4. Ganti gigi-gigi pada dipper atau bucket dengan yang lebih tajam sesuai
dengan kebutuhan.
5. Berikan shovel overhaul besar diantara pekerjaan jika diperlukan
6. Dijaga dalam pekerjaan ketersediaan komponen ekstra yang kemungkinan
besar sering aus atau rusak
7. Jaga lantai kerja bersih dan rata untuk lintasan truk menunggu dan
mengurangi sudut swing
8. Siapkan cukup truk dengan ukuran besar untuk mengurangi kehilangan
waktu dalam memuat dan menunggu untuk truk
9. Bayarkan bonus kepada operator dan pembantunya agar dapat memberikan
motivasi untuk meningkatkan produksi
10. Siapkan supervisor yang kompeten untuk menjaga kegiatan pekerjaan lebih
lancar

18

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2.9 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Penggunaan Alat


Tabel 2.1 K3 pada Penggunaan Excavator

Identifikasi bahaya

Risk

Risk control

assessment
Panas akibat material

Sangat
berpotensi

1. Wajib menggunakan safety shoes


2. Koordinasi antara pekerja dan operator
3. Wajib menggunakan sarung tangan

Tertabrak

alat

yang Sangat

digunakan

berpotensi

Sakit

telinga

bunyi

alat

akibat Sangat

Pekerja harus memahami metode kerja


sehingga tahu arah pergerakan alat
Menggunakan ear muff

yang berpotensi

digunakan
Sakit mata akibat debu di Sangat
lokasi proyek

berpotensi

Tangan tergores (bagi Sangat


sopir

&

pekerja

Wajib menggunakan kacamata

Wajib menggunakan sarung tangan

di berpotensi

bawah)
Kejatuhan

alat Berpotensi Wajib menggunakan helm

pendukung
Bahaya bagi pengguna Sangat
jalan (untuk pekerjaan berpotensi
overlay)

1. Wajib dilengkapi dengan rambu-rambu


K3
2. Wajib dilengkapi dengan pengumuman
sedang ada proyek
3. Sosialisasi terhadap warga

19

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2.10 Analisis Produktivitas Alat


Untuk menghitung produktivitas excavator antara lain :
1. Kapasitas Bucket
2. Faktor Bucket
3. Faktor Koreksi
Waktu Kerja
Keterampilan Operator
Cuaca
Kondisi Tempat Kerja
Material
4. Cycle Time
Waktu Menggali (Digging Time)
Waktu Mengayun (Swing Time Loaded)
Waktu Membongkar Beban (Dumping Time)
Waktu Mengayun Kembali (Swing Time Empty)
Dengan data-data diatas bisa menghitung produktivitas excavator
menggunakan rumus sebagai berikut :
=

3600
(3 /)

CT = waktu standar x faktor konversi dumping condition


Keterangan :
1. Q

= Kapasitas Produksi (Lm/jam)

2. q

= Kapasitas Bucket (m)

3. k

= Faktor Bucket

4. E

= Faktor Koreksi

5. CT

= Waktu Siklus (menit)

20

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)
Tabel 2.2 Waktu Standar

Tabel 2.3 Faktor Koreksi Dumping Condition

Tabel 2.4 Faktor Efisiensi

Kondisi
Operator Alat

Pemeliharaan Mesin
Baik Sekali

Baik

Sedang

Buruk

Buruk
Sekali

Baik Sekali

0.83

0,81

0,76

0,70

0,63

Baik

0,78

0,75

0,71

0,65

0,60

Sedang

0,72

0,69

0,65

0,60

0,54

Buruk

0,63

0,61

0,57

0,52

0,45

Buruk Sekali

0,52

0,50

0,47

0,42

0,32

21

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)
Tabel 2.5 Excavator Condition

Contoh Soal :

Sebuah proyek jalan arteri yang memiliki panjang 5,5 km. Pada proyek
tersebut terdapat pekerjaan penggalian tebing jalan sepanjang 2/3 dari total
panjang jalan. Data yang didapat pekerjaan galian pada proyek tersebut adalah
sebagai berikut:

Data Alat Excavator


Type Excavator

= Komatsu PC 200

Kapasitas bucket

= 0,8 m3

Metode Kerja :
Digging condition/ Digging depth

= 40 - 70 %

Swing angle

= 90 - 180

Manajemen pelaksanaan bagus

= 0,83 (good)

22

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

Berat isi tanah

= 1,6 ton/m3

Kondisi tanah mudah maka,


nilai faktor bucket

= 0.9 (lihat table)

Pertanyaan :
1. Hitung produksi alat dalam 1 jam !
2. Hitung durasi apabila jumlah alat ditetapkan sebanyak 3 unit !
3. Hitung biaya pekerjaan apabila sewa alat Rp. 1.250.000 /jam !
4. Hitung biaya penawaran !
Penyelesaian :
1. Produktivitas excavator dalam 1 jam
q

= q1 x k

= 0,8 m3 x 1,15 = 0,92 Lm3

Swing angle 90o 180o maka nilai CT = 16 19 detik ~ 17 detik


Digging condition/Digging depth = 40 70 % (diambil 60% karena letak
galian berada tidak terlalu dibawah) maka nilai factor koreksi (k) = 1,3
CT = waktu standar x faktor konversi
= 17 x 1,3
CT = 22,1 detik = 0,37 menit
Produksi maksimum alat (Q)
=

60

60 0,92
0,37

Q = 149,9 Lm3/jam
Produksi nyata alat (Q)
Q

= Q x E
= 149,9 x 0,83
= 124,4 Lm3/jam

23

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

2. Jumlah alat
Volume pekerjaan
Volume bank

= luas x panjang tebing x 2


= 3,3 x 3667 x 2
= 24200 Bm3

Volume lepas

= volume bank x 1,25


= 24200 x 1,25
= 30250 Lm3

Total kapasitas alat = Q x jumlah alat


= 124,4 x 3
= 373,16 Lm3/jam
Durasi pekerjaan

=
30250

= 373,16
= 81,1 jam 12 hari
3. Biaya pekerjaan
Biaya aktual = durasi (jam) x BP & O x junlah alat
= 81,1 jam x Rp. 1.250.000/jam x 3
= Rp. 303.989.963,5
Profit (10%) = Rp. 30.398.996,35
Total

= Rp. 334.338.959,82

HSP

.334.338.996,35
24200

= Rp. 13.817,7 (Bm)


4. Biaya penawaran
Biaya penawaran

= total biaya aktual + pajak (10%)


= Rp. 334.338.959,82 + Rp. 33.438.895,98
= Rp. 367.827.855,81

24

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

3 BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:


1.

Excavator memiliki tipe bucket dan trackshoe yang berbeda-beda, tergantung dari
tipe dan lokasi pekerjaan.

2.

Dalam mengoperasikan excavator, dibutuhkan ilmu tentang K3 baik itu untuk


operator maupun pengawas lapangan.

3.

Produktivitas excavator sangat dipengaruhi oleh :

Jenis excavator yang dipakai

Kondisi tanah yang digali

Kedalaman galian

Sudut swing bucket

Tempat pembuangan

Kondisi alat dan perawatan alat

Keterampilan operator

Keadaan cuaca

25

MAKALAH ALAT BERAT & PEMINDAHAN TANAH MEKANIS


ALAT GALI (EXCAVATOR)

DAFTAR PUSTAKA

Nursin, Afrizal, 1995. Alat Berat untuk Program Studi Konstruksi Sipil: Politeknik Negeri
Jakarta
http://www.equipmentcentral.com/north_america/data/new_equipment/Super_Long_Front_
AESS839_00_EV4_v1_88834.pdf (Diakses pada 28 Mei 2015 pukul 10.00
http://umarcivilengineering.blogspot.com/2015/02/excavator.html (Diakses pada 29 Mei
2015 pukul 14.30)
https://sanggapramana.wordpress.com/2010/07/18/excavator-backhoe-shovel/ (Diakses pada
29 Mei 2015 pukul 15.00)

26