Anda di halaman 1dari 55

KONFIDENSIAL

PUSAT KESENJATAAN INFANTERI


PUSAT PENDIDIKAN INFANTERI

DINAS STAF 4 / LOGISTIK


BAB I
PENDAHULUAN

1.

Umum
a.

Berhasil atau tidaknya suatu operasi militer dipengaruhi oleh kualitas

bantuan Logistik yang tersedia dan yang dapat diperoleh tepat pada waktunya.
Dalam banyak hal faktor ini menentukan tentang bagaimana suatu operasi harus
dilaksanakan dalam perang modern sekarang ini., dimana mobilitas pasukan
sangat tinggi maka persoalan Logistik menjadi komplek, sehingga memerlukan
perencanaan yang teliti dan pelaksanaan yang tepat pada waktunya lengkap dan
benar serta disetujui Komandan. Oleh karena itu seorang Pa Staf Logistik selalu
harus menyiapkan dan menyarankan yang diperlukan oleh seorang Komandan
dalam melaksanakan suatu tugas.
b.

Komandan dan Pa Staf harus yakin bahwa dukungan

Logistik yang

sedang berjalan dan yang direncanakan harus mendapat perhatian penuh dan
berlanjut. Untuk melakukan tugas bidang Administrasi khususnya masalah
Logistik dengan baik perlu disediakan personil yang mengerti tentang
pengetahuan dalam bidang Logistik sehingga mampu dan dapat melaksanakan
tugas-tugas dengan baik.
2.

Tujuan.

Naskah dibuat sebagai pedoman mengajar Gumil dengan tujuan

agar siswa Selapaif memahami dan mampu melaksanakan tugas, fungsi serta kegiatan
sebagai Pasi-4/Logistik tingkat Brigade/Resimen/Korem.

KONFIDENSIAL

3.

Ruang Lingkup dan Tata Urut.

Naskah ini disusun dengan Tata Urut sebagai

berikut :
a.

Pendahuluan.

b.

Tugas dan Fungsi Staf 4/Log.

c.

Kir Log.

d.

Oleat Ban Min.

e.

Distribusi bekal.

f.

Prin Min.

g.

Evaluasi.

h.

Penutup.

BAB II
TUGAS DAN FUNGSI STAF 4 / LOG
4.

Fungsi

Staf

Logistik

membantu

Komandan

dengan

jalan

melaksanakan fungsi staf Log yang meliputi :


a.

Fungsi Umum.
1)

Memberikan/mengumpulkan keterangan-keterangan tentang

keadaan logistik
2)

Membuat perkiraan secara terus menerus

3)

Mengajukan saran/usul-usul

4)

Menempa keputusan menjadi rencana dan perintah

5)

Menyebarkan/menyalurkan perintah-perintah Komandan

dilaksanakan sesuai ketentuan


6)

Mengadakan pengawaasan agar perintah-perintah Komandan

dilaksanakan sesuai ketentuan


b.

Fungsi Organik
1)

Pembekalan. Adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan

meliputi penentuan kebutuhan, pengadaan, distribusi barang-barang yang


diperlukan

untuk

pasukan

menurut

sistim

distribusi

yang

sudah

ditentukan.
2)

Angkutan. Adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang

meliputi pemindahan pasukan dan atau materiil dengan menggunakan


segala sarana, fasilitas angkutan dan tenaga yang ada.
3)

Pengungsian dan perawatan kesehatan. Adalah segala usaha

pekerjaan dan kegiatan yang meliputi perawatan kesehatan dan evakuasi.


4)

Pemeliharaan. Adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan yang

dilakukan untuk memperpanjang usaha pakai serta menjaga agar setiap


saat Alpal selalu siap pakai atau untuk memulihkan kembali kondisi Alpal
supaya dapat digunakan lagi.

4
5)

Melaksanakan pengawasan staf terhadap instalasi logistik dan

badan-badan pelaksana Kodam yang diperbantukan kepada Korem.

5.

Tugas dan tanggung jawab Staf 4/ Logistik. Staf logistik adalah badan staf

mako yang bertugas membantu komandan dalam menyelenggarakan fungsi staf bidang
logistik yang meliputi kesehatan, angkutan, fasilitas dan jasa, baik bagi logistik pasukan
maupun pembinaan logistik wilayah. Dengan kegunaan :
a.

Merencanakan, koordinasi dan mengawasi pelaksanaan pelayanan

logistik di

b.

daerahnya termasuk :

1)

Perbekalan dan angkutan personil dan satuan.

2)

Pemeliharaan bangunan / tanah dan materiil TNI AD diwilayahnya.

Merencanakan, mengkoordinasikan penyelenggaraan pembinaan logistik


wilayah.

6.

c.

menyelenggarakan administrasi logistik.

d.

Melaksanakan pengawasan staf terhadap instalasi logistik.

Evaluasi
a. Fungsi

Staf-4/logistik

adalah

membantu

Komandan

melaksanakan fungsi staf.


b. Coba jelaskan pelaksanaan fungsi umum staf-4/Log Korem

dengan

jalan

BAB III
PERKIRAAN LOGISTIK
7.

Umum.
a.Perkiraan Logistik adalah sebuah telaahan Staf tentang pengaruh faktor
Logistik terhadap perlaksanaan tugas Pokok atau terhadap cara bertindak yang
direncanakan khusus bidang logistik
b.Perkiraan logistik dapat juga berupa suatu analisa yang akan memberi sesuatu
cara menyelesaikan yang disarankan mengenai tugas dan bidang pengawasan
oleh perwira staf logistik.
c.Perkiraan logistik untuk tingkat Brigif dilaksanakan berbentuk lisan dan jarang
berbentuk tertulis.

8.

Peranan Perkiraan Logistik.


a.

Sebelum mengeluarkan perintah Operasi seorang komandan biasanya

terlebih dahulu mendengar pendapat-pendapat pandangan-pandangan, saransaran dari perwira stafnya.


b.

Perkiraan logistik yang diterima Komandan menjadi titik tolak permulaan

rencana Logistik
c.

Rencana yang dibuat Perwira Logistik yang dituangkan dalam Prin

Ops/Prinmin dalam pelaksanaan perlu adanya pengawasan dari Perwira staf


logistik.
9.

Hubungan Kirlog dengan Kir Staf lainnya :


a.

Hubungan Kirlog dengan Kir Intel. Dalam pembuatan kirlog Perwira

Logistik akan selalu mencari data/informasi kepada Perwira Intelijen berupa:

b.

1)

Ciri-ciri daerah operasi

2)

Kekuatan dan Disposisi musuh

3)

Kemampuan musuh.

Hubungan Kirlog dengan Kir Ops. Khususnya dengan Perwira Operasi

Perwira Logistik akan mengumpulkan data/informasi berupa


1)

Disposisi pasukan kita

c.

2)

Kemungkinan CB kita

3)

Operasi yang direncanakan

Hubungan Kir Log dengan Kir Pers. Dengan Perwira personil.

Perwira Logistik akan mengumpulkan data/informasi berupa :

d.

1)

Pemeliharaan dan tenaga pengganti

2)

Pembinaan personil

3)

Pembinaan Markas

4)

Pemeliharaan disiplin, hukum dan tata tertib

5)

Pengembangan pemeliharaan moril

Hubungan Kir Log dengan Kir Ter khususnya dengan Perwira

Teritorial. Perwira Logistik akan mengumpulkan data/informasi berupa :

10.

1)

Keadaan geografi

2)

Demografi

3)

Kondisi Sosial

Bentuk, Urutan dan Format.

Bentuk Kirlog merupakan bentuk yang sudah

dibakukan yang merupakan salah satu produk staf Logistik dengan urut-urutan sebagai
berikut :
a.

Bagian Kepala
KLASIFIKASI

Seksi markas yang mengeluarkan


Tempat pembuatan
Tanggal dan Jam pembuatan

PERKIRAAN LOGISTIK NO :
Penunjukan Peta

Kedar

Tahun

7
Lembaran

b.

Bagian inti :

1.

TUGAS POKOK. (Tugas nyatakan kembali)

2.

KEADAAN DAN PERTIMBANGAN.


a. Keadaan intelijen. Keterangan Intelijen diperoleh dari perwira Intelijen
1) Ciri daerah operasi
2) Kekuatan dan disposisi musuh
3) Kemampuan musuh
b. Keadaan Taktis. Keterangan keadaaan Taktis diperoleh Perwira Operasi yaitu
berupa :
1) Disposisi sekarang
2) Kemungkinan cara bertindak
3) Operasi yang direncanakan (bila diketahui faktor-faktor perencanaan
dan integrasi perkiraan staf)
c. Keadaan Personil. (Keterangan keadaan personil diperoleh dari perwira
personil).
1) Disposisi sekarang dari Satuan dan Instalasi administrasi selain
logistik.
2) Kekuatan yang harus dibantu.
3) Persoalan

personil

yang

diperkirakan

akan

timbul/dapat

mempengaruhi bidang logistik.


d. Keadaaan Teritorial (Keadaan Teritorial diperoleh dari perwira teritorial).
1) Disposisi sekarang dari Satuan dan Instalasi Teritorial.
2) Persoalan teritorial yang diperkirakan akan timbul yang dapat
mempengaruhi bidang logistik dalam membantu operasi.

8
e. Keadaan Logistik. (Dalam Sub pasal ini status keadaan Logistik sekarang
dicantumkan dibawah sub-sub passal seperti di bawah ini). Apabila tersedia
keterangan dapat dijadikan lampiran perkiraan keadaan. Dapat pula menunjuk
suatu prinmin yang terakhir atau dokumen yang ada.
1) Material dan pelayanan.
a) Perbekalan
b) Angkatan
c) Pelayanan
2) Penggunaan dan Hospitalisasi.
3) Lain-lain.
f. Faktor Khusus. Masalah yang memerlukan perlakuan khusus dalam Kir Log.
g. Praanggapan.
perencanaan

Praanggapan yang diperlukan sebagai dasar untuk memulai

atau

persiapan

keadaan

praanggapan

ditiadakan

atau

dimodifikasikan seperlunya bilamana data berfakta atau petunjuk perencanaan


khusus tersedia.
3.

ANALISA.

Dibawah setiap sub pasal dari pasal ini dibuat analisa tentang

kemampuan dan kebutuhan serta menyatakan setiap penonjolan yang membatasi


dalam bidang persoalan Logistik. Dalam pasal ini harus dibicarakan pemecahan
persoalan Logistik, tidak hanya sekedar mengemukakan kemampuan dan kebutuhan
saja.
a. Materil dan Pelayanan.
1) Perbekalan
2) Angkutan
3) Pelayanan.
b. Evaluasi dan Hospitalisasi.
c. Lain-lain. (masukan tiap pertimbangan khusus mengenai organisasi dan
logistik

seperti

garis-garis

batas

pengamanan

daerah

belakang

dan

pengendalian kerusakan daerah).


4.

PERBANDINGAN.
a. Persoalan Logistik. Evaluasi faktor logistik yang menonjol serta pembatasan
yang menguasai serta bersangkutan dengan penyelesaian tugas pokok.

9
b. Perbandingan Cara Bertindak. Diskusikan keuntungan dan kerugian dari tiap
cara bertindak yang dipertimbangkan dari sudut pandangan logistik. Sertakan
cara untuk mengatasi penonjolan dalam cara bertindak yang dipilih.
5.

KESIMPULAN.
a. Nyatakan tugas pokok yang dicantumkan dalam pasal I dapat dibantu dari
segi logistik.
b. Nyatakan cara bertindak mana

yang paling baik untuk dibantu dari segi

logistik.
c. Perbandingan dan saran. ( Nyatakan pembatasan yang terdapat dalam
bidang logistik untuk tiap cara bertindak yang dipilih yang belum dicantumkan
dalam sub pasal 5b diatas dan saran persoalan logistik utama dan penonjolan
yang membatasi untuk menjadikan perhatian komandan.
KASI 4/LOG

NAMA
PANGKAT NRP

Lampiran.
KLASIFIKASI
Contoh Kirlog secara lengkap (lihat lampiran)

11.

Evaluasi.
a.

Jelaskan hubungan kirlog dengan Kirpers!

b.

Jelaskan perkiraan Logistik pasal 3. Analisa.

10

BAB IV
INSTALASI DAN BANTUAN ADMINISTRASI LOGISTIK
15.

Umum.
a.

Letak instalasi-instalasi Banmin supaya mudah terbayangkan. Maka

instalasi-instalasi tersebut digambarkan di atas peta/Oleat.


b.

Untuk menghemat pemakaian peta, maka peta biasanya dilapisi oleh

suatu kertas kaca untuk menggambar tanda-tanda militer (instalasi Banmin) yang
diperlukan.
c.

Dalam membuat Oleat Banmin, sedapat mungkin menggunakan tanda-

tanda militer yang sudah diresmikan.


16.

Syarat-syarat Penempatan Instalasi Banmin.


a.

Syarat umum.
1)

Tempat harus cukup ruang untuk melakukan kegiatan Ops banlog

dan penyebarannya serta harus dalam tempat yang mempunyai tingkat


keamanan yang aman (di luar jarak tembakan Infanteri).
2)

Ops Banmin biasanya beroperasi dari batas depan daerah Banmin

Brig dan letaknya relatif sentral.


3)

Tersedia route-route pembekalan dan pengungsian termasuk route-

route penggantian serta cadangan.


4)

Dekat atau ada air.

5)

Penggunaan

RPU

dikoordinasikan

dengan

cermat

guna

menghindari manuver pasukan-pasukan yang melakukan pertahanan.


b.

c.

Daerah Dapur.
1)

Letak jauh dari RPU untuk menghindari debu dan kotoran.

2)

Cukup ruang dapur, menyortir/menimbun bekal.

3)

Dekat dengan distribusi bekal klas I.

Bekal Klas I
1)

Dekat jalan masuk daerah dapur

2)

Sedekat mungkin dengan satuan yang bersangkutan.

11
d.

Bekal Kelas II dan bekal Kelas IV.

Kadang-kadang ditempatkan di

daerah dapur.
e.

Bekal Kelas III.

f.

Pemeliharaan Daerah

g.

h.

i.

j.

k.

Di dalam daerah pemeliharaan

1)

Dekat RPU

2)

Tempat untuk Har Ran dan Senjata.

Parkir Kendaraan
1)

Cukup luas

2)

Tempat terlindung

3)

Terdapat arah jalan memutar.

Daerah Cuci dan Mandi


1)

Dekat air.

2)

Tersedia tempat penukaran pakaian.

Tempat Pengumpulan Barang-barang Rampasan/Balkir


1)

Dekat jalan

2)

Barang tak terpakai segera diangkut ke belakang.

Bekal kelas V/Munisi.


1)

Relatif ke depan (pelayanan pada satuan).

2)

Terpisah dari instansi/titik distribusi yang lain.

3)

Syarat-syarat bagi TD-mu :


a)

Cukup ruang

b)

Terdapat jaring jalan yang baik.

c)

Mudah dikenal dan dijumpai oleh pasukan sendiri.

d)

Terlindung dari peninjauan musuh.

Tempat Pengumpulan Jenazah


1)

Letak tersendiri jauh dari penglihatan anggota.

2)

Biasanya dekat TD-mu.

l.

Tempat Tawanan Perang.

m.

Pos Long Yon.

n.

Terpisah dari instansi lain

1)

Terlindung terhadap peninjauan, tembakan dan cuaca.

2)

Sedapat mungkin di jalan yang dilalui oleh orang-orang yang luka.

3)

Tak boleh dekat sasaran militer.

4)

Dalam bertahan letaknya lebih ke belakang.

Pato Brig

12

17.

1)

Berada pada route evakuasi.

2)

Mudah ditemukan/dicapai

3)

Terlindung dari konsentrasi ART musuh.

4)

Jangan dipusat Komunikasi (Persimpangan Jalan).

Instalasi-instalasi yang terdapat pada Oleat Banmin.


a.

Bekal Kelas I

b.

Bekal Kelas II

c.

Bekal Kelas III

d.

Bekal Kelas VI

e.

Bekal Kelas V

f.

Kam Tawanan Perang

g.

Titik Orang Tertinggal

h.

Tempat Parkir

i.

Titik pengembalian/penyingkiran barang rusak.

j.

Pos pengatur Lalu lintas

k.

Pengumpulan barang.

l.

Makam

m.

Kesehatan Lapangan

n.

Titik kumpul Jenazah.

18.

Oleat Banminlog Serangan dan Pertahanan (lihat lampiran).

19.

Evaluasi
a.

Sebutan Syarat umum penempatan instalasi banmin

b.

Buatlah contoh Gambar Oleat Banmin dalam Serangan dan Pertahanan.

13

BAB V
DISTRIBUSI BEKAL
20.

Dasar-dasar Perbekalan
a.

Komandan bertanggung jawab atas perbekalan

b.

Rencana perbekalan dan rencana Taktis harus sesuai satu sama lain.

c.

Rencana perbekalan harus sederhana dan jalannya tidak terputus-putus.

d.

Rencana pembagian harus supel dan instalasi-instalasi Bek harus mudah

digerakan.
e.

Barang-barang dialirkan dari belakang ke depan.

f.

Kesatuan tempur sebanyak mungkin dibebaskan dari urusan Administrasi.

g.

Pemakaian secara hemat dari barang-barang dan alat angkutan adalah

penting.
21.

Tujuan.
a.

Melengkapi prajurit/Kesatuan yang bertempur dengan alat-alat yang

cukup untuk dapat melaksanakan tugas tempurnya.


b.

Melaksanakan penambahan perlengkapan/barang-barang dari belakang

agar pertempuran yang telah dimulai dapat dilanjutkan dalam keadaan yang
bagaimana meskipun Taktis berubah-rubah.
22.

Instalasi perbekalan (TB) di Yon-Yon titik Distribusi (TOP) di Brigif dan titik

perbekalan (TB) dieselon-eselon atasan. Sistem Distribusi barang-barang perbekalan


dilakukan berdasarkan dua sistem :
a.

Distribusi

Kesatuan/pemberian

langsung

dimana

kesatuan

atasan

menghantarkan atau bertanggung jawab atas pengiriman barang perbekalan


kepada Satwah.

14
b.

Distribusi titik bekal/pemberian tidak langsung dimana kesatuan pemakai

mengambil barang-barang kebutuhannya di titik-titik perbekalan yang ditentukan


oleh satuan atas.
23.

Kelas-kelas Perbekalan

KELAS

MACAM

SIFAT

PEMBINA

DASAR

PERATURAN

BARANG
BAHAN

INT

PERMINTAAN
LAPORAN

PERBEKALAN
OTOMATIS

HABIS

II

MAKAN
BARANG

TIDAK HABIS

INT. PAL

KEKUATAN
TOP

ATAS

PAKAI

DINAS LAIN

INT

JARAK

PERMINTAAN
OTOMATIS

PAKAI

III

ALKAP
BMP

HABIS

IV

ALKAPS

TIDAK HABIS

PAKAI
PAKAI

US
Handak

Habis

TEMPUH
INT. PAL.
ZI
pal

ALOKASI
Dap mesiu

Alokasi atasan

pakai
24.

Barang-barang Kelas I
a. Pendahuluan. Barang-barang utama ialah bahan makanan, air dan sabun,
barang-barang yang jumlah pemakaiannya konstan dan tidak tergantung pada
medan atau aksi
b.

Ransum (Jatah)
1)

Ransum adalah bahan makan yang dijinkan (menurut menu) untuk

tiap orang sehari.


2)

Jenis ransum atau penggantinya ditetapkan oleh Kasad di

bebankan menurut penggunaannya sebagai berikut :


a)

Ransum A untuk di pangkalan/asrama.

b)

Ransum B untuk operasi, pendidikan dan rumkit.

c)

Rannsum C untuk tawanan operasi dan tahanan.

d)

Ransum D untuk tugas jaga.

e)

Ransum E utnuk darurat berupa makanan yang telah

diawetkan dalam kaleng.

15
f)
c.

Ransum F berupa propilaksis.

Permintaan
1)

Jumlah dan jenis ransum yang akan dibawa oleh perorangan dan

satuan ditentukan oleh atasan. Biasanya kesatuan-kesatuan yang


menerima ransum tiap hari dan cara pemberiannya dilakukan dengan
cara-cara yang tertentu/Printap.
2)

Ransum dipakai selama jangka waktu 24 jam, jangka waktu itu

disebut Cyclus Perbekalan biasanya Brigif mengambil perbekalannya


untuk cyclus yang berikutnya diwaktu cyclus dengan berjalan. Jadi Brigif
mempunyai dan membawa serta perbekalan untuk Cyclus sedang
berjalan dan untuk Cyclus berikutnya. Cyclus ini biasanya ditentukan
berlaku dari makan sore sampai pada makan berikutnya. Agar ransum
dapat diambil pada malam hari (Keamanan) dan disortir serta dibagikan
siang hari.
Mengambil Ransum untuk

Menyortir Ransum & membagikan

Cyclus yang akan datang


Malam

untuk Cyclus berikutnya


Siang

Malam

Siang

18.00

18.00

18.00

20/12

21/12

21/12

Cyclus sedang berjalan


3)

Cyclus berikutnya

Perintah Brigif didasarkan pada laporan-lapaoran kesatuan yang

tiap hari disampaikan oleh Kompi-kompi. Batalyon-batalyon pada Staf


Brigif (Laporan kekuatan S-3/Pers Yon ke S-3/Pers Brigif). Jadi S-4/Log
Yon tidak memasukkan permintaan. Sewaktu menjadi perubahan keadaan
mendadak, akan dapat diajukan permintaan langsung di bawah tangan
(tidak formil) melalui S-4/Log Yon misalnya dengan telepon.
4)

Berdasarkan laporan-laporan kekuatan Yon (kompi-kompi S-4/Log

Brigif membuat daftar kumpulan). Daftar ini dikirim melalui Intendans.


Kodam. Barang-barang disediakan di tempat pembagian barang-barang
Kelas I Kodam.

16

5)

Jika Kopur mempunyai tempat pembagian barang-barang kelas I.

Maka Intendans Kopur menerima angkutan yang diperlukan ke tempat


pembagian Kodam dan mengambil dari sana bahan-bahan makanan
dalam jumlah besar. Di tempat pembagian barang-barang kelas I Kopur
barang-barang ini selanjutnya dibagi-bagikan dan menurut skema waktu
yang diberikan kepada Brigif. Jika Kopur tidak mempunyai tempat
pembagian, maka Brigif mengambil barang-barang Ransumnya langsung
dari tempat pembagian Kodam.
d.

Pembagian dan Pengeluaran Ransum


1)

Ransum dikeluarkan kepada kesatuan-kesatuan di titik Distribusi

barang kelas I Brigif letaknya 8-15 Km dibelakang Front di daerah Bek


Brigif/Denbanmin. Di sini oleh Regu Bek Ton Intendans Brigif. Ransum
dibongkar dan dibagi-bagi serta disusun tiap-tiap Kompi Pengeluaran
dilakukan berdasarkan daftar pembagian di awasi oleh seorang Perwira.
2)

Sersan juru masak dengan personil dapur dari kompi menerima

ransum tesebut dan membawanya ke dapur yang letaknya dekat dengan


titik Distribusi Kelas I Brigade Yon atau Kompi selanjutnya menyediakan
makanan di sana.
e.

Dapur Kompi
1)

DI bawah pengawasan Brigif (dalam daerah perbekalan Brigif)


a)

Keuntungan.
(1)

Kendaraan-kendaraan tinggal di bawah pengawasan

Brigif jadi pada suatu ketiak dapat dibentuk suatu kolone.


Kendaraan-kendaraan dapat dipergunakan untuk keperluan
lain.
(2)

Dapur dapat ditempatkan dekat titik Distribusi.

Dengan angkutan ransum dapat sangat mudah (dengan


berjalan kaki)

17
(3)

Komandan-komandan

bawahan

soal-soal

administrasi.
b)

Kerugian
(1)

Jarak yang harus ditempuh oleh makanan yang telah

tersedia adalah agak jauh.


(2)

Komandan Kompi kurang dapat menguasai personil

dapurnya mereka tetap berada di dapurnya dimanapun


mereka berada.
(3)
2)

Mengatur pemberian dari Ki lebih sulit

Di bawah pengawasan Batalyon (dalam daerah perbekalan Yonif)


a)

Keuntungan :
(1)

Komandan-komandan Ki terlepas dari beban soal-

soal administrasi.
(2)

Ditingkatkan kendaraan-kendaraan tinggal di bawah

pengawasan.
b)

Kerugian
(1)

Beban urusan administrasi dipikul oleh S-4/Log


Batalyon.

(2)

Lebih banyak lalu lintas di daerah terdepan Brigif

diwaktu yang berlainan. (tidak tiap-tiap Yon makan dalam


waktu yang bersamaan)
3)

Di bawah Pengawasan Kompi


a)

Keuntungan
(1)

Personil di bawah pengawasan Komandan Kompi

sendiri.
(2)

Dapur letaknya dekat pada orang-orang yang harus di

beri makanan.
(3)

Kendaraan kompi 1 (satu truk, ton dan traileer untuk

keperluan lain-lain) truk yang diperbantukan.


4)

Menentukan tempat dapur


a)

Jika dalam daerah pembekalan Brigif oleh S-4 Log Brigif (8-

15 Km dari garis front di luar tembakan Artileri musuh).

18
b)

Jika dalam daerah perbekalan Yon oleh S-4 log Yon (+/- 3

Km dari garis front di luar tembakan langsung dari senjata Infanteri


gerak musuh.
c)

Jika Kompi-kompi. Sejauh mungkin ke muka (di luar

tembakan langsung dari senjata Infanteri ringan musuh).


5)

Menyediakan makanan
a)

Pasukan menerima makanan panas paling sedikit 1 kali

dalam sehari.
b)

Ransum di bagi di dapur untuk 3 kali makan dan disediakan

di bawah tanggung jawab Bintara Makan. Makanan dekat dapur


atau dimasukkan dalam Containers dan di bawa ke depan.
c)

Kadang-kadang kendaraan dapur (yang diperbantukan)

pergi ke depan membawa makanan ini, selanjutnya mereka


kembali jika makanan panas telah di bagikan. Dalam hal demikian
makanan panas (makan siang) disediakan di dapur dan makanan
lain di tempat makan Kompi atau suatu tempat yang lebih depan.
Jika makanan panas tidak dapat diantarkan (cukup jauh ke depan)
oleh kendaraan dapur atau kendaraan lain yang lebih ringan (jeep).
Maka sebagian dari personil dapur mengikuti pasukan sedekat
mungkin dengan

membawa

perlengkapan

seperlunya

untuk

memanaskan ransum-ransum dalam kaleng dan menyediakan


minuman panas untuk pasukan di garis depan.
d)

Satuan Infanteri dapat diperlengkapi dengan Brenders

yang kecil, agar mereka sendiri dapat memanaskan makanannya


jika mereka tidak dapat menerima makanan panas dengan cara
yang lain.
6)

Pemberian makanan kepada pasukan.


a)

Dapur dalam daerah perbekalan Brigif. S4 Log Brigif

bertanggung jawab dan memberikan keinstalasi-instalasi dan


mengawasi pemuatan dalam kendaraan dan pemberangkatannya
pada waktu yang tepat, ketitik-titik pencar (titik serak) Brigif S-4 Log
Batalyon mengurus penempatan penunjukan-penunjukan jalan ke
titik-titik ini untuk mengantar kendaraan-kendaraan ke tempat
makan Kompi, ini untuk mengantar kendaraan-kendaraan kembali

19
ke titik pencar (titik serak Brigif), dari mana mereka di bawah
pengawasan S-4 Log Brigif atau mewakilnya di bawa kembali ke
daerah perbekalan Brigif.
b)

Dapur dalam daerah pembekalan Yon.

Cara-cara serupa

dengan Brigif S-4. Log Yon bertanggung jawab penunjuk-penunjuk


jalan di titik pencar mengantar kendaraan langusng dari dapur ke
tempat makan Kompi dan kembalinya.

c)

Kesatuan yang di bawah perintah atau yang membantu


(1)

Ada beberapa cara untuk memberikan makanan dan

air kepada satuan-satuan yang dibawah perintah atau yang


membantu. Ini terganutng kepada penempatan, medan jarak
dari kesatuan induk dan lamanya waktu di bawah perintah
atau diperbantukannya.
(2)

Bagian-bagian

dari

senjata

dari

Kiban

yang

membantu kiban biasanya langsung diberi makan oleh


Kiban sendiri. Jika sulit makan, kontainers di bawa ke dapur
dari Kipan yang bersangkutan. Kendaraan-kendaraan dari Ki
ini dimana juga ikut personil dari Ki senjata bantuan,
mengangkut ke depan. Keuntungan ialah : bahwa bila terjadi
perubahan-perubahan dalam penempatan bagian-bagian Ki
Senban tidak timbul perbedaan yang tidak disangka-sangka
dalam kekuatan makan dari Kipan.
(3)

Bagian-bagian dari Yon untuk waktu yang tidak

pendek ditempatkan di bawah perintah Kompi-kompi lain


mengikuti

cara-cara

serupa

dengan

Kipan

jika

penempatannya untuk jangka waktu yanhg lama. Maka


bagian-bagian ini mendapat makan dari kompi yang
bersangkutan.
(4)

Bagian-bagian dari Ki Morbe dan Tank dapat

ditempatkan di bawah perintah Yon dalam hal inipun diikuti


cara-cara sebagai pada Ki Ban.
(5)

Bagian-bagian

kecil

seperti

Ki

kesehatan

dan

perawatan perawatan orang luka. Biasanya ditempatkan

20
pada kesatuan-kesatuan lain atas dasar lebih bersifat tetap.
Dalam hal ini mereka dapat makan dari kesatuan tersebut.
d)

Tempat makan kompi. Ini ditentukan oleh Komandan Kompi

(dekat pasukan terlindung terhadap tembakan Infanteri ringan,


dapat didatangi kendaraan).

Disini diberikan makan kepada

sebanyak mungkin orang-orang. Bagi mereka yang tidak datang ke


tempat makan. Makanan panas diangkut oleh pengangkut
makanan dalam containers.
e)

Rencana Makan:
(1)

S-4 Log Brigif menentukan rencana makanan untuk

Brigif jika

telah

disetujui

oleh

Komandan

Brigif

memberitahukan S-4 Log Yon dan Komandan Ki berdiri


sendriri dengan demikian maka

personil dapur mempunyai

waktu sebanyak-banyaknya untuk menyediakan makanan.


(2)

Rencana makanan membuat hal-hal sebagai berikut:


(a)

Saat dan tempat pengeluaran rencana

(b)

Tempat tidur

(c)

Keadaan yang dibutuhkan untuk angkutan dan


pemberian makan.

(d)

Instruksi-instruksi

(makan
(e)

mengenai

constainers

panas)

Barang-barang

yang

dibawa

kedepan

bersama-sama dengan pasukan.


(f)

Saat berangkat kendaraan dapur

(g)

Saat kendaraan-kendaraan diserahkan pada


Yon dan Ki dan saat kembalinya dibawah
pengawasan Brigif.

(h)
(3)

Pembatasan gerakan-gerakan.

S-4 Log Yon membuat rencana makanan untuk Yon

berdasarkan

rencana

Brigif.

Setelah

disetujui

oleh

Komandan Yon maka S-4 Log memberitahukan kepada


Komandan-komandan Kompi.
(a)

Petunjuk jalan ke tempat makan Kompi

21
(b)

Makanan

untuk

kesatuan-kesatuan

yang

dibawah perintah/membantu
(c)

Pemberian penjelasan kepada Dan Kibek Brigif

mengenai tindakan yang akan di ambil, jika dapur di


bawah pengawasan Brigif.
(4)

Rencana makanan Kompi membuat hal-hal sebagai

berikut ;
(a)

Jenis Ransum

(b)

Tempat makan Kompi

(c)

Petunjuk-petunjuk

pemakaian

kendaran,

penunjuk jalan pengambilan makanan.


(d)

Saat penerimaan kendaraan dan kembalinya

(e)

Petunjuk-petunjuk pemberian makan kepada

personil yang diperbantukan


(5)

Tanggung

jawab

pengambilan

akan dan air

terletak pada suatu bagian (satuan) mulai saat ketahui


waktu, bilamana dan dimana-mana barang ini disediakan,
sampai pada saat barang-barang itu diserahkan kepada
eselon berikutnya.
f.

Air
1) Disediakan dititik air Kopur/Kodam . Kopur Kodam mempunyai 4
Instalasi pembersih air, sehingga jika perlu dapat ditempatkan sebuah
dalam tiap Brigif dengan masih ada sebuah sebagai cadangan.
2) Air diterima oleh personil trailer air (400) dan kaleng-kaleng jarigen 5
galon air diberkan bersama-sama dengan makanan.
3) Ditiap-tiap kompi terdapat satu kantong air, disini di isi velvies, bagi
mereka yang tidak dapat datang ke belakang, dikirimkan air ke depan,
misalnya dengan kendaraan-kendaraan mesiu.

25.

Barang-barang Kelas II dan IV.


a.

Umum. Dalam Kopur/Kodam tidak ada perbedaan antara prosedur

perbekalan barang-barang kelas II dan barang-barang kelas IV. Dengan


pengertian bahan perbekalan barang kelas IV terbatas pada barang-barang yang
telah disetujui oleh Komandan atasan.

22
b.

Permintaan
1)

Senjata perlengkapan perorangan dan perlengkapan satuan.


a) Yang hilang atau dimusnahkan atau usang melalui Bintara
Peralatan (Fourier) Ki, dimintakan pengertian oleh S-4 Log Yon
dengan disertai laporan kehilangan atau kerusakan S-4 Log Brigif
membuat kumpulan permintaan formil dan mengajukan kepada
Kopur/Kodam.
b) Yang

rusak

diperbaiki dan dikirim kembali ke depan, atau

dikirim terus ke belakang.


2)

Permintaan biasanya diajukan seminggu sekali dan keadaan

darurat diadakan penggantian ke belakang.


c.

Pengeluaran
1)

Barang-barang Klas II dan Klas IV ditimbun:


a)

Instalasi

Permanen daerah (Depot-depot) atau

tempat-tempat perbekalan Kopu/Kodam.


b)

Untuk kendaraan dan alat-alat (untuk Tank dsb) di gugus

Pal Kodam atau Paldam.


c)

Instalasi perbekalan eselon atasan dapat mengajukan

tempat-tempat pembagiannya di daerah

Brigif misalnya untuk

penukaran pakaian, sepatu kaos kaki dsb. Tempat pakaian yang


tidak dapat dipakai atau mengganti barang barang yang tidak
dapat

dipakai

atau

mengganti

barang-barang

yang

hilang

berdasarkan bukti-bukti.
2) Dalam hal Brigif beroperasi dalam hubungan Kopur, maka unsur-unsur
perbekalan/pemeliharaan.
d.

Pemberian :
1)

Unsur

perbekalan/peralatan Brigif (Ton Inf/Kipal) , mengambil

barang-barang berdasarkan permintaan kesatuan-kesatuan Brigif barangbarang yang disediakan dalam tumpukan-tumpukan diberikan dengan
perantaraan S-4 Log Yon atau langsung pada kompi-kompi.
2)

Pakaian dan kendaraan untuk pertempuran segera di ganti jika

satuan-satuan berada dalam Cadangan. Hanya yang sangat perlu saja


diganti digaris depan.

23
3)

Senjata dan kendaraan untuk pertempuran segera di ganti oleh Pa

peralatan. Komandan-komandan Kompi melalui S-4 Log Yon mengajukan


permintaan-permintaan informasi pada S-4 log Brigif.
4)

Alat-alat Pionir. Di dalam Yon terdapat alat-alat pionir pada

perorangan dan pada Ton Pal dan Ton Mu Ki. Yang berada pada Yon
tersebut dapat dibagian oleh S-4 Log untuk keperluan Ki dalam
pertahanan Brigif bisa memberikan tambahan alat-alat untuk pembuatan
perkubuan dari tempat penimbunan Zi di Kodam atau Komandan Ki Pal
yang selanjutnya mengeluarkannya,

dan kemudian menarik kembali.

Di dalam Yon pengeluaran untuk Ki diatur oleh Komando Yon melalui S4/Log. Perlengkapan istimewa perahu-perahu serangan bulldoser beserta
personil

yang

terlatih

untuk

menggerakkannya

di

keluarkannya

berdasarkan rencana taktis.


5)

Barang-barang Dinas kesehatan. Jika tidak dalam pertempuran

cara-caranya serupa dengan barang-barang kelas II dan IV lainya dalam


hal ini S-4/Log berunding dengan dokter. Jika dalam pertempuran
didirikan suatu tempat pembagian barang-barang kesehatan dekat tempat
pembalut Kopur, dari sini barang-barang tersebut dikeluarkan atas
permintaan dokter-dokter Brigif sendiri. Pos Long Yon mendapat barangbarang tersebut dengan mengirimkan permintaan-permintaan dengan
perantaraan personil kelompok pengangkut orang luka dan kendaraankendaraan kesehatan yang pergi ke tempat pengobatan (kesehatan)
Brigif. Personil ini selanjutnya membawa barang-barang kembali ke Yon.
Ditempat pengobatan Brigif selalu ada persediaan terbatas.
6)

Alat-alat perhubungan. Cara-cara pemberian serupa dengan

barang kelas II dan IV lainnya. Ada persediaan terbatas mendadak maka


Pa perhubungan Brigif menerima alat-alat ini langsung dari Kopur atau
Kodam. Pa perhubugnan Yon selanjutnya menerima alat-alat dari Pa
perhubungan Brigif.
26.

Barang-barang Kelas III


a. Jumlah perminyakan (BMP) yang diperlukan tergantung pada :
1)

Jumlah kendaraan dari kesatuan

2)

Jarak yang ditempuh kesatuan (JT)

24
3)

Jarak yang ditempuh untuk keperluan perbekalan dan pengintaian

(JP danKS).
4)

Minyak bakar keperluan dapur.

Tersebut di atas diperlukan sebagian dasar untuk taksiran kebutuhan


minya dalam liter yang selanjutnya digunakan rumus perhitungan sbb:

(JT + (0,2 + JP) + KS ) KK

+ 10%

: Taksiran permukaan minyak dalam liter

JT

: Jarak tugas

JP

: Jarak perbekalan

KS

: Kebutuhan sewaktu-waktu (untuk pengaman/pengintaian)

KK

: Kilometer kesatuan (jumlah minyak yang dibutuhkan untuk

seluruh kendaraan per 1 KM).


b. Pengeluaran
1)

Kodam menyediakan barang-barang kelas III dititik distribusi Brigif.

2)

Bensin dan minyak bakar diberikan kepada kesatuan atau dasar

kaleng kosong ditukarkan dengan yang penuh dititik perbekalan kelas III.
3)

Tiap kendaraan Inf membawa persediaan bensin dalam Jerigen S-

4/Log dapat mengambil 2 atau 3 jerigen dari truk-truk untuk mengadakan


suatu Pool (menjadi titik perbekalan kelas III Brigif atau Yon)
4)

Minyak Lincir dan gemuk (bahan pelumas) persediaan dibawa oleh

kendaraan-kendaraan perbekalan Ton Inf.


c. Permintaan
1)

Tidak diadakan permintaan (kaleng kosong diganti dengan yang

penuh)
2)

S-4/Log Brigif berdasarkan laporan keperluan satuan-satuan setiap

hari memuat suatu taksiran dan mengajukan laporan keadaan. Di sini ia

25
mempergunakan pengertian Kilometer kesatuan (Unitmiles = jumlah liter
bensin yang dibutuhkan untuk menggerakkan semua kendaraan sesuatu
kesatuan sejauh 1 KM).
3)

Dengan tidak memandang laporan yang telah diajukan semua

tangki-tangki kendaraan dan kaleng-kaleng bensin harus diisi jika perlu.


d. Penambahan
1)

Titik distribusi barang Kelas III Brigif. Titik distribusi terletak dalam

daerah Ban Min Brigif (daerah Perbekalan). Kaleng-kaleng kosong dibawa


oleh kendaraan-kendaraan Ton Ang ketempat perbekalan Kopur/Kodam
dan diturunkan di sana.
2)

Untuk keperluan Tank-tank dapat didirikan titik distribusi yang

dimajukan
3)

Dalam pemindahan-pemindahan didirikan

tempat pembagian

disepanjang jalan yang akan dilalui dalam pemindahan.


27.

Barang-barang kelas V
a.

Jumlah pangkal
1) Jumlah pangkal adalah jumlah mesiu yang ada pada perorangan dan
dikendaraan-kendaraan dari kesatuan-kesatuan. Jumlah pangkal terdiri
dari :
a)

Tingkat Kompi. Adalah yang ada perorangan dan kendaraan

pengangkut senjata
b)

Tingkat Batalyon. Adalah yang ada pada Kompi-kompi. Staf

batalyon dan Kompi Markas.


c)

Tingkat Brigade adalah yang ada masing-masing satuan.

2) Jumlah pangkal ditentukan dalam daftar misiu harus memenuhi syarat,


bahwa jumlah tersebut cukup bagi suatu kesatuan untuk mengadakan
pertempuran sehingga tambahan mengalir belakang.
b.

Penambahan
1) Satuan-satuan mengambil misiu dari TP Mu Kodam dengan
menunjukkan surat perintah pengangkutan
2) Dalam surat perintah pengangkutan dinyatakan permintaan tersebut
adalah untuk menambah jumlah pangkal/pemakaian segera dan bahwa

26
jumlah yang terpakai tidak melebihi jumlah penambahan yang tersedia
jumlah misiu yang dapat diganti dari persediaan yang ada.
c.

Laporan.

Memelihara

jumlah

pangkal

menjadi

tanggung

jawab

Komandan. Jadi tidak perlu diajukan laporan-laporan akan tetapi jumlah pangkal
di lampui atau ada kekurangan dalam beberapa jenis yang harus dilaporkan.
28.

Barang rampasan/Barang sisa tak terpakai


a. Barang rampasan
1)

Dan Brigade mengawasi pengeluaran pemakaian barang-barang

rampasan. Kendaraan musuh hanya dipakai dalam keadaan darurat,


untuk melengkapi angkutan sendiri.
2)

Senjata musuh hanya dipakai dalam keadaaan darurat dan harus

diberitahukan kepada pasukan-pasukan di garis depan untuk menghindari


kekacauan akibat suara tembakan tersebut.
b. Barang-barang sisa tak tepakai harus dibawa ditempat pengumpulan dengan
demikian maka sejumlah besar senjata, perlengkapan dan barang-barang dapat
terkumpul lagi untuk dibagi-bagikan kembali.
29.

Bagan permintaan/pengiriman bekal kelas I s/d V (terlampir)

30.

Evaluasi
a. Sebutkan dan jelaskan kelas-kelas dalam perbekalan.
b. Jelaskan cara pengeluaran barang-barang kelas II/IV
c. Gambarkan bagan permintaan/pengiriman bekal kelas II/IV

27

BAB VI
PERINTAH ADMINISTRASI
12.

Umum.
a. Prinmin adalah suatu prosedur sederhana yang disusun dan dipergunakan
secara hati-hati, penting sekali dalam cara membuat perintah administrasi.
Meskipun lazimnya suatu perintah administrasi tidak dapat dimulai pembuatan
sebelum rencana taktis selesai tetapi setiap usaha harus dicurahkan dan
memungkinkan pengeluarannya pada waktu bersamaan dengan perintah
operasi. Hal ini akan mungkin dilakukan apabila bawahan staf administrasi ikut
serta dalam semua tingkat perencanaan.
b. Bagian Staf Administrasi harus :
1) Menyadari segala implikasi setiap rencana yang sedang dibuat serta
ikut serta di dalam pengembangannya bersama staf operasi
2) Mengadakan pertemuan, pembicaraan rapat dengan dinas/jawatan
pelayanan guna memberi gambaran perkembangan keadaan mereka
serta untuk mendengarkan kesulitan-kesulitan mereka.
3) Membuat perkiraan, menyusun rencana dengan secepat mungkin
serta menyampaikan kepada dinas/jawatan yang bersangkutan untuk
dikerjakan.
4) Bila mungkin mengeluarkan perintah peringatan kepada dinas jawatan
pelayanan tentang pemindahan yang akan segera dilakukan.
c. Waktu Pengeluaran

28
1) Suatu perintah administrasi lazimnya dikeluarkan oleh Markas
komando Brigade ke atas, tergantung pada jenis tugas, tingkat kerumitan
keadaan administrasi serta prosedur tetap yang sudah ada
2) Sangatlah diinginkan bahwa perincian administrasi untuk suatu operasi
dapat dikeluarkan bersamaan dengan perintah operasinya. Tetapi hal ini
sering sulit dilaksanakan, mengingat penulisan ketentuan administrasi ke
dalam bentuk perintah administrasi pada lazimnya tidak dapat mulai
sebelum rencana taktis yang harus di persiapkan oleh staf operasi dapat
diselesaikan. Penyiapan pendahuluan oleh staf Administrasi sering dapat
mengurangi selisih waktu tetapi tidak selamanya

dapat mengatasi

kelambatan pengeluarannya.
3) Suatu perintah administrasi dan dikeluarkan secara tersendiri.
Apabila itu keadaan administrasi diperkirakan akan berlaku untuk lebih
dari satu babak Operasi/rencana operasi (untuk jangka panjang).
4) Di dalam keadaan yang berlangsung secara berlanjut perintah
administrasi lazim dikeluarkan secara bagian demi bagian, apabila
perubahan mengenai keadaan administrasi timbul.
5) Perintah administrasi yang lengkap dikeluarkan apabila perubahan
keadaan administrasi atau taktis timbul secara keseluruhan atau apabila
karena telah berulang kali terjadi perubahan yang membuat perintah
administrasi yang lama kurang sesuai lagi, atau apabila dibutuhkan untuk
kepentingan dokumentasi sejarah.
6) Perkiraan jangka waktu digunakan suatu perintah administrasi, isi dan
banyaknya, serta jenis operasi yang akan menentukan apakah yang
dikeluarkan akan berbentuk suatu perintah administrasi tersendiri atau
hanya beupa suatu lampiran pada perintah operasi, atau sebagai isi 4
perintah Operasi.
7) Apabila perincian administrasi dikeluarkan sebagai lampiran sebagai
perintah operasi. Maka pasal 4 perintah operasi hanya memuat sub pasal
yang diperlukan saja.
8) Perintah administrasi dapat dikeluarkan dalam bentuk.
a)

Tertulis, tanpa oleat.

b)

Tertulis, dengan oleat

c)

Dalam bentuk jenis Oleat atau Perintah jenis Oleat.

29

13.

Bentuk dan Penjelasan Prinmin. (Terlampir).

14.

Evaluasi
a.

Jelaskan waktu pengeluaran dari pada Prinmin.

b.

Urutan bentuk Prinmin.

BAB VII
EVALUASI AKHIR PELAJARAN
31.

Persoalan.
a.

Fungsi Staf-4/logistik adalah membantu Komandan dengan jalan

melaksanakan fungsi staf.


Coba jelaskan pelaksanaan fungsi umum staf-4/log Brigif
b.

Coba uraikan dan jelaskan tugas dan fungsi staf-4/Log Korem

c.

Jelaskan hubungan Kirlog dengan Kirpers 1.

d.

Jelaskan perkiraan Logistik pasal 3 Analisis

e.

Jelaskan waktu pengeluaran dari pada Prinmin

f.

Urutkan bentuk Prinmin

g.

Sebutkan Syarat umum penempatan Instalasi Banmin

h.

Buatlah contoh gambar Oleat banmin dalam serangan dan pertahanan

i.

Sebutkan dan jelaskan kelas-kelas dalam perbekalan

j.

Jelaskan cara pengeluaran barang-barang kelas II/IV

k.

Gambarkan bagan permintaan/pengiriman bekal kelas II/IV

30

BAB VIII
PENUTUP
32.

Penutup. Demikian naskah Sekolah ini disusun untuk digunakan sebagai

pedoman mengajar Gumil/instruktur serta pedoman pelaksanaan tugas bagi Siswa


Selapa Infanteri dikesatuannya.

31

BARANG KELAS III


a. Data bahan bakar. MT (data hanya untuk perencanaan saja :)
No

MACAM KENDARAAN

BAHAN

KAPASITAS

PEMAKAIAN

BAKAR

TANGKI

BAHAN BAKAR

LITER

KM/LITER

1
1

TANK AMX

3
80

4
480

5
0,5

APC AMX

80

480

0,5

APC KO AMX

80

480

0,5

AMBULANCE AMX

80

480

0,5

RECOVERY DEREK AMX

80

480

0,5

HOW GS 150 AMX

80

480

0,5

AVLB. TANK JEMBATAN AMX

80

480

0,5

PEMBAWA MOTIER AMX

80

480

0,5

SALADIN

80

480

1,1

10

SARASIN

80

200

1,75

11

FERRET

80

75

3,3

12

TRUCK KLAS 5 TON

70

180

0,9

13

TRUCK KLAS 3 TON

70

180

0,9

14

TRUCK KLAS 2 TON

70

80

2,1

15

TRUCK KLAS 1 TON

70

60

16

TRUCK KLAS TON

70

85

17

JEEP GAZ TON

70

65

18

JEEP UTILITY TON

70

64

5,9

19

AMBULANCE TON

70

85

20

AMBULANCE TON

70

60

5,5

21

SEPEDA MOTOR

70

13

17,5

32
22

SAT MO MAS

23

SAT MO BEK

24

SAT MO BENG

25

MOBIL HAR

26

TRUCK UNIT HUB

27

TRUCK DAPUR

28

TRUCK TK. JAHIR

29

TRUCK REPARASI KULIT

30

TRUCK AIR

31

TRUC BAHAN BAKAR

32

TRUCK PEMULIHAN/RAN KIR

70
70
70
70
70
70
70
70
70
70
70

85

85

85

85

85

105

105

105

105

0,9

80

2,1

180

0,9

Catatan :
a. Untuk penggunaan lintas medan, pemakaian bahan bakar 2 lipat. Pemakaian
pelumas menurut ketentuan intad 4% dari jumlah pemakaian bahan bakar. Dari
pemakaian bahan bakar rata-rata untuk seluruh kendaraan organik per Km ditentukan :
Untuk Brigade Infanteri ROI

: 73

Kilometer satuan (KS)

: 92 liter

Kebutuhan Lain-lain (KL) : 10 Km


Untuk kebutuhan Batalyon Infanteri ROI : 73
Kilometer Satuan

: 11 liter

Kebutuhan Lai-lain (KL)

: 5 Km

Bila untuk perhitungan ternyata kilometer satuan (KS) belum ada ketentuannya, maka
cara mencari KS tersebut dapat digunakan seperti tersebut pada halaman 3.
b. Data bahan bakar. Diesel
(data hanya untuk perencanaan saja)
MACAM ALAT

MACAM

KAPASITAS

PEMAKAIAN

BAHAN BAKAR

TANGKI 1

BAHAN BAKAR

BULDOSER D-7

DIESEL

..

1/JAM
13,7

BULDOSER D-8

DIESEL

..

13,7

BULDOSER D-4

DIESEL

..

9,1

BULDOSER D-5

DIESEL

..

13,7

33
MOTOGRADER
CRAWLER
TRACKTOR HD-5

DIESEL
DIESEL

..

9,1

..

Contoh I :
Cara menentukan KS dengn jumlah kendaraan TOP penuh Brigif (ROI-73 (hanya untuk
keperluan perencanaan dan bila belum ada ketentuannya)
No

Menurut macam

Jumlah

Km/l

kendaraan
81

5,5

Pemakaian bahan bakar

kendaraan
TRUCK TON

TRUCK TON

110

TRUCK 2 TON

71

2,1

TRUCK 3 TON

SPM

34

17,5

1/17.5 x 34 = 1,94

TRUCK AMB

5,5

1/5,5 x 4 = 0,72

TRUCK AMB

1/5 x 5 = 1

TRUCK UNIT HUB

1,5 x 3 = 0,6

TRUCK BAHAN BAKAR

2,1

10

TRUCK REP KULIT

x 1 = 0,5

11

TRUCK TK JAHIR

x 1 =0.5

12

TRUK TANKI AIR

0,9

13

TRUK DAPUR

x4 = 2

14

SAT MO MAS

1/5 x 4 = 0.8

15

SAT MO BEK

1/5 x 4 = 0.8

16

SAT MO BENG

1/5 x 5 = 1

17

SAT MO HUB

1/5 x 2 = 0.4

18

RAN KIR

0,9

1.09 x 2 = 2.22

19

TRUCK 1/4 TON

5,9

1/0.9 x4 = 0.68

20

SPM SIRINE

17,5

1/17.5 x 6 = 0.36

21

DUMP TRUCK

1/2 x 6 = 3

22

MOBIL HAR

1/5 x 1 = 0.2

Jumlah

per km
1/5,5 x 81 = 14,58
1/5 x 110 = 22
1/2.1 x 71 = 33,33
x4=2

1/2.1 x 2 = 0,96

1/0.9 x 4 = 4.44

= 91,40

34
Untuk jumlah kendaraan yang kurang dari TOP diperhitungkan yang sesungguhnya.

BARANG KELAS V
Ada tiga pengertian dalam penggunaan barang kelas V ialah bekal pokok manusia,
jatah bekal sedia munisi dan jatah bekal tuntutan munisi.
Bekal Pokok Munisi
1.

Yang dimaksud dengan bekal pokok munisi adalah jumlah imunisi yang

ditentukan untuk sesuatu satuan TNI-AD.


2.

Bekal pokok munisi untuk senjata meliputi jumlah munisi yang ada pada

senjata/dibawah oleh anggota dan yang ada diangkut organik satuannya.


3.

Banyaknya munisi tersebut diperinci menurut jumlah butir dan menurut

macamnya untuk tiap pucuk senjata yang ada di satuan.


4.

Terutama bagi satuan-satuan yang tidak dalam persiapan atau dalam tugas

operasi jumlah munisi tersebut dapat disimpan di dalam gudang-gudang satuan atau
Palad.
5.

Yang dimaksud dengan satuan disini adalah satuan tempur tingkat Batalyon

dan Markas serta Kompi Markas Brigade dan Kompi/Baterai Berdiri Sendiri.
Bekal Pokok Munisi untuk Senjata Ringan dan Mortir
Dinyatakan dalam butir :
No

MACAM

1
1

2
Pistol

Pistol Isyarat

JUMLAH

CARA MEMBAWA
PD. ANGG.
DIANGKUT

BEKAL

PENEMBAK

ORG/SATUAN

3
30

4
30

5
-

a. Merah

b. Putih

12

c. Hijau

Jumlah

24

12

12

Pistol Mitr (PM)

250

150

100

Senapan

144

96

48

Karaben Jungle Rifle

132

84

48

30
Senapan

mesin

KET

35

Ringan

1500

(SMR)

1500

a. Bren 303

3000

b. BAR 30 long west


8

Senapan

mesin

600

sedang (SMS) 30
9

Senapan Mesin Berat

15

(SMB) 50 (12,7)

600
500
1000
300
4

900
1000
2000 butir

Kanon a 200

300
11

a. Ditembak dan
tabung

pelontar

pada senapan.

Granat Senapan

b. Lengkap dgn
peluru pendorong

10

Granat Senapan

Rata-rata 2 buah
untuk tiap orang

11

Pelempar

(Bazoka

3,5 inci)
12

20

13

mortir P.T. 50 mm

14

15

20

a. Brisan/Ne

60

b. Asap

c. Cahaya-isyarat

Jumlah

72

Mortir HI. 60 mm
a. Brisan/NE

60

b. Asap

12

Jumlah

72

Mortir
a. Brisan

60

b. Asap

12

c. Jumlah

72

3
12
3
3
18
8
4
12
8
4
12

6
48
3
53
52
8
60
52
8
60

36
c.

Bekal Pokok Munisi untuk Keuntungan Tempur Kavaleri

Dinyatakan dalam butir tiap pucuk senjata ;

No
1
1

Kendaraaan

Jumlah

Macam senjata

Bekal

Macam munis

Kendaraan

Ang.

pokok

pd senjata

Set.
5

2
Panser EBR 75 Pan.
a.

Meriam 75 mm Brisan

b.

SM

sas

Ud.

Pengangkutan
Dlm.
Dalam.

70

35

35

50 2000

1000

1000

30 1500

1000

500

Keterangan
6

(NAZO)
c.
2

SM

3 bh SM

(Shorhwest/76.2 (NAZO)

Jungur/SM/

Tank AMX 13

Kubah

a. Meriam 75 mm

36

18

18

1)Brisan/HE

18

2)Lawan Panser PCOT

18

72

36

36

2000

1440

560

76

38

38

Asap

48

42

42

Jumlah

2000

1500

500

b. SM Kubah 30 (longwest)

2000

1500

500

3)Lawan

Panser

POT/

(Penu)
Jumlah
b. SM Kabah 30 AA.52
3

c. Pelempar geranat asap


Panser SALADIN
a. Meriam geranat Brisan

c. SAS Ud. 30 (longwest)

d.

Bekal Pokok Amunisi Untuk Meriam Altileri


Dinyatakan dalam butir untuk tiap pucuk senjata/laras

No.

Macam senjata

Jumlah

Macam amunisi

Bekal

Keterangan

37
Pokok
1

ARMED
Meriam 76 mm
a.
H.I/Pecahan

200

b.

Panser/Heat

50

c.

Asap

25

d.

Gas

25
300

Jumlah
2

Meriam 88 mm
a.
H.E/Pecahan

200

b.

Panser

50

c.

Asap

20

d.

Gas

20
290

Jumlah
3

Meriam 1.05 mm
a.
H.E/Pecahan

200

b.

Panser

20

c.

Asap

15

d.

Gas

15
250
3
32

Jumlah
4

Roket 130 mm

ARHANUD
Meriam 20 mm
a.
H.E/N
b.

648

P.N
Jumlah

Meriam 40 mm
a.
H.E
b.

Tiap-tiap meriam laras

72
720
270

P.N

30
300
300

Meriam 57

DAFTAR INDEK BEKAL POKOK AMUNISI


KEPUTUSAN M / PANGAD NO. 136 / 11 / 63 TANGGAL 12 11 1963

NO.
1
2

JENIS SENJATA
Pistol
Pistiol isyarat

JENIS AMUNISI
Ptd. 9 mm Yu / Pindad
Peluru isyarat putih

BEKAL POKOK
PER PUCUK

30
12

38
Merah Pindad
3
4

6
6

Pistol Mitraliur

Hijau Pindad
Ptd. 9 mm para yu

250

Senapan SP 1

Pindad
Ptd. 30 M 1 pendek

180

Pindad
SP 2

Ptd. 30 M 1 pendek

180

SO.30

Pindad
Ptd. 30 M 1 pendek

1260

Tabung pelontar

Pindad
Ptd. 30 M 2 dus

15000

SMR. 30 80%

Yu/Pindad

SP - 3

14 %

PN. 30 M25 USA

6%

PNB. 30 M2. 14 dus Yu

SMS. 30

90
Ptd. 30 M 2 ban kantor

300

8
9

SMB. 50
Mortic rongan 50

Yu 90
Ptd. 50 ad 1-t (12,7)
GHE 50 Mort Yu Pindad

600
60

G. Asap 50 Mort Yu 90

G. Pen 50 Mort Yu 90

G Isyarat 50 Mort Merah

Yu 90
G isyarat 50 Mort Hijau

2
60

10

Mortir ringan 60

Yu 90
GHE Mort

11

MORBE 120

G. Asap Mort Yu 90
G. 120 Mort Berat.

12
44

G. 120 Mort Ringan Yu

100

90
GHE mort
AP. AD

60
20

12
13
14
15
16
17
18
19

Mortir sedang 81
STTB 106
RL. 3.5 (Bazoka)
Rudal entac/SLT
Meriam 20 mm
Meriam 40 mm (60)
Meriam gunung 76 mm
Panser Kanon SLT Saladin
76 mm

HE
G. Lounscher 90 mm 9
HE/PN
HE/PN
HE

20
720
300
300
84

39
20

Panser angkutan personil

3000

21

Panser TA. I/Fent SM 30.

3000

40

41

42

43

CONTOH OLEAT BANMIN ( PERTAHANAN )


RAHASIA
LAT

Lembar No dari Lembaran


Brigif 64
BOGOR (4573)
211830 JUL 19..
UW 2

SUB LAMPIRAN 1 ( OLEAT BANMIN ) pada


LAMPIRAN E ( BANMIN ) pada
PERINTAH OPERASI NO 03
PENUNJUKAN :

Peta
Kedar
Tahun
Lembaran

DAERAH WAKTU

: +++

:
:
:
:

JAVA & MADURA


1 : 50.000
1945
No 35/XXXVII-B
No 35/XXXVII-C

BD D T
( 2 3 0 5 0 0 J U L 1 9 .. )
BD D T
( 2 3 0 5 0 0 J U L 1 9 .. )

KOMANDAN
Ttd
TOMMY
KOLONEL INF NRP 12345

NYATAKAN MENGERTI
LAMPIRAN
DISTRIBUSI

:
:

RAHASIA
LAT

44

CONTOH OLEAT BANMIN ( SERANGAN )


RAHASIA
LAT

Lembar No dari Lembaran


Brigif 62
SUKALIMA (5651)
121745 AGU 19..
UW 2

SUB LAMPIRAN 1 ( OLEAT BANMIN ) pada


LAMPIRAN E ( BANMIN ) pada
PERINTAH OPERASI NO 04
PENUNJUKAN :

Peta
Kedar
Tahun
Lembaran

DAERAH WAKTU

: +++

:
:
:
:

JAVA & MADURA


1 : 50.000
1945
No 35/XXXVII-B
No 35/XXXVII-C

NYATAKAN MENGERTI

KOMANDAN
Ttd
SADEWA
KOLONEL INF NRP 12345

LAMPIRAN
DISTRIBUSI

:
:
RAHASIA
LAT

45

BENTUK DAN PENJELASAN PERINTAH ADMINISTRASI

Lembar No dari lembaran


Satuan yang mengeluarkan
Tempat pengeluaran (dapat di sandi)
Tanggal waktu penanda-tanganan
No petunjuk berita

PERINTAH ADMINISTRASI NO.. (dapat di sandi)


Penunjuk :

(Peta-peta lengkap dengan nama, kedar, nomor lembar dan daerah)

Daerah waktu :
Komposisi dan Lokasi Satuan Banmin : (keterangan mengenai komposisi dan lokasi
Satuan Banmin dapat dicantumkan di sini atau pada pasal yang tersedia dalam
perintah atau pada oleat. Bila satuan tidak dicantumkan di sini, judul ini dapat
dihilangkan.
1. KEADAAN
(Suatu pernyataan secara umum mengenai faktor administrasi yang mempengaruhi
operasi. Termasuk tiap keterangan penting tentang keadaan secara menyeluruh.
Sehingga dapat dipahami pengaruh keadaan yang berlaku terhadap Banmin).
a.

Pasukan musuh. (komposisi, disposisi, lokasi, gerakan. Kekuatan yang

diperkirakan, dan identifikasi musuh. Dapat menunjuk pada Prinops atau


Lampiran Intel pada Prinops bila ada atau akan dikeluarkan.

Cantumkan

kemampuan musuh-musuh yang dapat mempengaruhi tugas pokok Banmin.)


b.

Pasukan Kawan. (keterangan yang tepat mengenai pasukan kawan selain

dari pada yang sudah tedapat dalam Prinops yang dapat mempengaruhi tugas
pokok Banmin. Dapat menunjukkan Prinops bila ada atau akan dikeluarkan.
c.

Penerimaan dan Pemberian BP. (keterangan yang tepat mengenai

penerimaan dan pemberian BP yang akan mempengaruhi tugas pokok Banmin.


Dapat menunjuk Prinops bila ada atau yang akan dikeluarkan).
2. TUGAS POKOK

46
(pernyataan singkat dan jelas daritugas pokok Banmin)

3. U M U M
(Cantumkan secara garis besar rencana umum untuk Banmin dan semua perintah yang
tidak tepat bila dicantumkan dalam pasal berikutnya, misalnya lokasi Rah Banmin yang
terdapat dalam Prinops, lokasi berbagai badan koordinasi, instruksi umum untuk
pemindahan instalasi dan sebagainya.
4, MATERIAL DAN PELAYANAN
(Meliputi keterangan yang bersangkutan dengan perbekalan pemeliharaan konstruksi
dan pelayanan serta alokasi tenaga kerja untuk Banmin.)
a.

Perbekalan. (Sub pasal ini memuat beberapa sub-sub pasal, dari tiap

kelas perbekalan, air, perbekalankhusus barang lebih, barang bekas pakai dan
barang rampasan. Bila mungkin, tiap sub-sub pasal, meliputi lokasi instalasi
perbekalan dan material, waktu buka dan tutup, satuan yang melaksanakan,
satuan yang dibantu, tingkat perbekalan, cara dan jadwal disribusi, instruksi
untuk pengajuan laporan rutin tentang perbekalan tertentu ang disediakan dan
keterangan atau instruksi lain yang bersangkutan yang diperlukan oleh satuan
yang dibantu.

Instruksi dan atau keterangan tentang dua atau lebih kelas

perbekalan dapat dicantumkan dalam satu sub-sub pasal bila pencatatan


terbatas dan tidak mengorbankan kejelasan untuk bekal kelas V , cantumkan
penunjukan dan lokasi dari badan yang menyetujui tuntutan munisi, jatah bekal
sedia dan bekal munisi khusus bila perlu).
b.

Angkutan.

(Cantumkan lokasi terminal dan instalasi, stasiun kereta api;

lapangan terbang; pelabuhan dan pantai; serta satuan pelaksana; jadwal waktu,
pengaturan lalu lintas, seperti peraturan, pembatasan, prioritas alokasi serta titik
pengaturan dan pengendalian serta rute perbekalan utama. Hal yang
dicantumkan dalam sub pasal ini tidak terbatas pada operasi angkutan di
darat,tetapi dapat meliputi lautan, jalan air di pedalaman, pantai, udara,seluruh
pipa dan kegiatan lainnya).
c.

Pelayanan. (Cantumkan keterangan dan atau instruksi untuk satuan yang

menggambarkan jenis pelayanan yang tersedia, menunjukan dan lokasi atau


instalasi yang menyediakan pelayanan, penugasan kepada satuan yang

47
membantu dan kalau mungkin jadwal waktu untuk pelayanan. Tugas pelayanan
bagi satuan pelayanan yang tidak tercantum yang perintah yang lainnya
misalnya prioritas usaha zeni, dapat dimasukkan ke dalam sub pasalini. Lokasi
peloporan, satuan yang melaksanakan dan penugasan kepada satuan yang
dibantu, supaya dicantumkan di bawah sub-sub pasal instalasi pelayanan yang
bersangkutan. Disamping itu, tugas khusus yang tidak dicantumkan dalam
perintah lainnya, dapat ditugaskan kepada satuan pelayanan dalam sub-sub
pasal ini).
1).

Konstruksi

2).

Pelayanan

Lapangan.

(Cucian,

mandi,

pembaruan

dan

penggantian pemakaian dekontaminasi, pencatatan pemakaman).


3).

Pelayanan

laboratorium,

Kesehatan.

kacamata,

(Pelayanan

pemeriksaan

darah,

medis,gigi,
obat

hewan,

pencegahan,

kesehatan dan pemeliharaan kesehatan).


4).

Pelayanan Instalasi. (Barang tidak bergerak, perbaikan dan alat

serbaguna, perlindungan bahaya kebakaran, pembuangan sampah dan


air selokan, penyediaan air).
5).

Lain-lain. (Penerbangan, penghancuran bahan peledak,fotografi

dan pengadaan).
d.

Tenaga Kerja.

(Cantumkan kebijaksanaan yang bersangkutan dengan

penggunaan orang sipil, tawanan perang dan tahanan sipil; pembatasan


penggunaan orang sipil dan tawanan perang; alokasi dan prioritas tenaga kerja
yang tersedia; penunjukan dan lokasi satuan tenaga kerja yang tersedia).
e.

Pemeliharaan. (Cantumkan prioritas pemeliharan, lokasi, fasilitas dan titik

pengumpulan).
5.

EVALUASI DAN HOSPITALISASI

(Pasal ini memuat keterangan dan instruksi untuk satuan yang menggambarkan
rencana untuk evakuasi dan hospitalisaasi personil militer yang sakit, luka berat atau
luka ringan).
a.

Evakuasi. (Cantumkan rumah obat, pos pertolongan dan pos penyaringan

termasuk lokasi, waktu penutupan dan pembukaan: satuan yang melaksanakan


dan satuan yang diabntu. Sub pasal ini juga menyatakan rute, alat dan jadwal
waktu evaluasi, kebijaksanaan perawatan, kebijaksanaan khusus untuk evakuasi
lewat udara dan evakuasi penderita yang terkena kontaminasi Kibira)

48
b.

Hospitalisasi.

(Cantumkan rumah sakit yang mengurusi evaluasi, pos

umum, lapangan dan penyembuhan kembali, masing-masing dengan lokasi,


waktu pembukaan dan penutupannya serta satuan yang dibantu. Kalau
kebijaksanaannya

yang

pasti

tentang

perawatan

orang

luka

karena

kebijaksanaan itu dicantumkan dalam sub pasal ini.


6.

PERSONIL.

Pasal ini berisi semua keterangan dan instruksi yang bersangkutan dengan masalah
personil, termasuk tenaga kerja sipil asing yang digunakan untuk fungsi Banmin. Bila
mungkin, di bawah tiap sub pasal dicantumkna instalasi, lokasi, waktu pembukaan dan
waktu penutupan: satuan yang melaksanakan: satuan atau daerah yang dilayani :
ketentuan istirahat, cuti, rotasi dan jumlah yang dialokasikan pada satuan-satuan:
tanggung-jawab satuan untuk pemindahan dan administrasi personil: laporan yang
diinginkan, permintaan atau rencana kegiatan personil: laporan yang di perlukan:
tuntutan

atau

rencana

kegiatan

personil

dan

penunjukan

yang

perlu

pada

perintah/instruksi atau Protap yang sudah ada.)


a. Pemeliharaan Kekuatan Satuan
1)

Laporan Kekuatan. (Cantumkan instruksi untuk mengerahkan data

yang dibutuhkan, agar komandan terus menerus mengetahui status


kekuatan satuan. Instruksi ini akan mencakupkan kebutuhan akan laporan
khusus setelah terjadi suatu serangan penghancuran massa atau setelah
terjadi suatu bencana alam).
2)

Penggantian.

(Cantumkan

pernyataan

penyelenggaraan

berlakunya tuntutan personil yang ada, instruksi tentang pelaksanaan


proses dan pemindahan tenaga pengganti, lokasi satuan tenaga
pengganti dan satuan yang akan membantu, jenis dan lokasi satuan
pengganti dibawah pengendalian markas yang mengeluarkan.)
b. Pembinaan Personil
1)

Personil Militer. (Cantumkan semua instruksi dan informasi tentang

klasifikasi,

penugasan,

kenaikan

pangkat,

pemindahan.

Klasifikasi

kembali, penurunan pangkat, pemecatan, pensiunan, pemisahan atau


pelepasan, latihan, rotasi dan penghematan personil.)
2)

Personil Sipil. (Cantumkan sumber tenaga kerja sipil: lokasi kantor

personil

sipil

pengumpulan

atau
tenaga

pusat
kerja

administrasi
lainnya:

tenaga

prosedur

kerja
dan

dan

tempat

kebijaksanaan

49
pengadaan; pembatasan atas penggunaan tenaga kerja sipil: prosedur
pengendalian

dan

administrasi:

jadwal

upah,

gaji

dan

bantuan

administrasi yang akan dilayani: dan tanggung jawab komandan bawahan


atas administrasi. Tunjuk Protap yang bersangkutan atau buat skala upah
yang khusus dan kondisi pengerahan dalam data lampiran.)
3)

Tawanan Perang dan Pemeliharaan Sipil. (Instruksi mengenai

pengumpulan, penjagaan keamanaan, pelaksanaan proses, pengungsian,


penggunaan, penawaran serta disiplin tawanan perang dan tahanan sipil
serta semua personil yang ditahan atau ditangkap yang tidak dapat
segera dianggap sebagai tawanan perang. Lokasi tawanan perang dan
fasilitas tahanan sipil.)
c. Pengembangan dan Pemeliharaan Moril
1)

Pelayanan Moril dan Personil. (Cantumkan keterangan dan atau

instruksi

mengenai

cuti,

fasilitas

istirahat

dan

rekreasi.

Tanda

penghargaan dan tanda jasa, pelayanan pos dan keuangan, kegiatan


keagamaan, hygiene perorangan kegiatan pelayanan keuangan, kegiatan
pelayanan khusus kantin, kegiatan kesejahteraan dan bantuan hukum.)
2)

Pencetakan

Pemakaman.

(Cantumkan

lokasi

pemakaman,

prosedur penyingkiran, pengurusan milik perorangan dan upacara yang


harus dilaksanakan. Instruksi yang mengarahkan pada prosedur yang
harus diikuti dalam hal penguburan terperinci atau terpisah, penguburan
massal dan atau penguburan jenazah yang terkontaminasi. Haris
dicantumkan pula dalam sub-sub pasal ini atau dalam Protap satuan)
d. Pemeliharaan Disiplin, Hukum dan Tata Tertib. (Cantumkan keterangan dan
instruksi mengenai tindakan dan tingkah laku pasukan: pengendalian dan
disposisi prajurit tertinggal, meliputi lokasi titik pengumpulan dan titik instruksi
khusus penambahan pengendaliaannya bila terjadi serangan penghancuran
massal: instruksi tentang administrasi pengadilan militer, keterangan dan
instruksi hubungan antar TNI dengan rakyat, misalnya pergaulan dengan rakyat,
pasar gelap, penjualan milik pemerintah dan penghormatan terhadap peraturan
dan hukum setempat.)
e. Pembinaan Markas. (Cantumkan instruksi tentang pemindahan, urusan
dalam, organisasi dan kegiatan markas: alokasi lubang perlindungan di daerah
markas untuk pasukan dan untuk markas.

50
f. Lain-lain. (Cantumkan semua persoalan administrasi personil yang tidak
secarakhusus ditugaskan pada seksi staf koordinasi yang lain atau dimasukkan
di dalam sub pasal sebelumnya).

7.

LAIN-LAIN

(Instruksi khusus yang tidak termasuk di dalam pasal di atas)


a. Garis Batas. (Lokasi batas belakang dan batas lainnya yang diperlukan untuk
berbagai maksud Banmin.)
b. Perlindungan. (Menentukan berbagai tindakan untuk melindungi satuan dan
atau instalasi Banmin. Biasanya tindakan itu akan terdiri dari pemberitahuan
mengenai Sattis yang melakukan perlindungan dan semua kondisi perlindungan.
pemberitahuan itu merupakan keterangan kepada satuan Banmin dan bukan
merupakan perintah kepada Sattis yang terlibat. Istruksi yang tepat yang diambil
rencana perlindungan daerah belakang atau menunjuk pada suatau lampiran,
atau kedua-duanya, akan dicantumkan di dalam sub pasal ini).
c. Laporan

Khusus.

(Cantumkan

laporan

yang

diperlukan,

yang

tidak

dicantumkan dalam pasal sebelumnya atau laporan yang memerlukan


penekanan khusus.)
d. Persoalan Khusus. (Keterangan dan atau instruksi yang tidak tercantum
dalam pasal sebelumnya).
8.

KOMANDO DAN PERHUBUNGAN

(Pasal ini berisi lokasi dan pemindahan markas, pengaturan penghubungan, peraturan
umum mengenai penggunaan alat komunikasi dan peralatan elektronik lainnya, suatu
lampiran mungkin digunakan, bila dianggap perlu.
9.

MENYATAKAN MENGERTI

SAH
S-4 (Untuk lembar No. 1 yang ditanda-tangani komandan atau bila yang ditandatangi
komandan itu direproduksi, bagian ini di hilangkan).
KOMANDAN
NAMA
PANGKAT dan NRP
Lampiran :
Distribusi :

NAMA
PANGKAT dan NRP

51

FAKTOR-FAKTOR WAKTU PEMBEKALAN DALAM OPERASI


Nomor
Urut
1
1

4
5

7
8

URAIAN KEGIATAN
2
Pemberian barang-barang kelas I pada
Brigif oleh kesatuan atasan ditempattempat penimbunan.
Pemberian barang-barang kelas I pada
Yon berdiri sendiri.
Penyediaan Ransum untuk dibagiakn
guna keperluan satu hari ditempat
pembagian Batalyon/Brigif.
Pengangkutan Ransum lapangan oleh
badan-badan perbekalan Brigif.
Pembagian Ransum untuk tiga kali
makan oleh dapur.
Menurunkan, mendirikan sampai dapur
siap atau membongkar dan menaikan ke
atas kendaraan.
Memasak makanan panas sampai
tersusun di atas kendaraan dapur.
Menyediakan makanan dingin di dapur
Membagikan dan makan makanan panas
di dekat kendaraan dapur dengan
pengertian sebahagian besar dari

MENIT
SIANG GELAP
3
4
38

30

15

15

31

60

15

20

15

20

120

120

120

120

60

60

45

60

90

120

15

15

20

30

19
18

31
18

pasukan berada di situ


Pemberian makanan dengan pengertian
10

11
12
13
14

bahwa tempat makan kita terletak lebih


900 m dari pasukan
Pemberian pembekalan kelas III Jerigen
pada truck-truck dititik distribusi kelas III.
Mengisi truck-truck 2 ton dengan
mesiu pada tempat pembekalan Kodam.
Menurunkan mesiu dari truck 2 ton.
Menurunkan mesiu extra dari trailer 1

KET
5

52
ton.
Pemberian dari pada exrta mesiu pada
15

satu Batalyon ditempat berkumpul atau

39

30

tempat pembekalan.
Untuk menghitung perkiraan pembekalan dalam suatu operasi, digunakan
rumus :
E=

K X Fpp X JH
1000

X 1 TON

Keterangan :
1)

= Tenaga bakal.

= Kekuatan pasukan.

Fpp

= Faktor penggantian pemakaian perhari (satu hari).

JH

= Jumlah hari / lamanya operasi.

2)

Kebutuhan penggantian dan pemakaian (pp).

Perhitungan untuk menentukan kebutuhan penggantian dan pemakaian didasari atas :


a)

Kebutuhan pasukan dalam jangka waktu tertentu.

b)

Perobahan komposisi pasukan.

c)

Operasi-operasi yang memerlukan kebutuhan-kebutuhan khusus.

d)

Faktor-faktor pp yang darin hasil pengalaman.

FORMAT RENBANMIN

53

KLASIFIKASI
Lembar No..Dari...Lembaran
BRIGIF 13 / GALUH
BANDUNG ( 2778)
221530 JUN 20 F
YP-2
LAMPIRAN.( RENBANMIN ) Pada
PERINTAH OPERSI NO..
Penunjukan : Peta
: +++
Kedar
: +++
Tahun
: +++
Lembar : +++
Daerah Waktu :
1.
2.

UMUM.
MATERI DAN PELAYANAN.
a.

b.

Perbekalan.
1)
Bekal Kelas I
2)
Bekal Kelas II
3)
Bekal Kelas III
4)
Bekal Kelas IV
5)
Bekal Kelas V
6)
Peta-Peta
7)
Air
8)
Barang barang Rampasan.
9)
Barang barang Pungutan
10)
Barang barang lebih.
11)
Hal khusus.
Angkutan.
1)
2)
3)

c.

RPU/RPC.
Lalu Lintas.
Kafilah.

Pelayanan.
1)
Organisasi.
(a)
(b)
2)

Kafilah tempur.
Kafilah Lapangan.

Pelayanan Tehnis.
(a)
(b)

Zeni.
Kesehatan.

54
(c)
(d)
(e)
d.
3.

4.

5.

Peralatan
Pehubungan
Angkutan , Itendan , Mandi dll

Buruh / Bantuan Rakyat.

PENGUNGSIAN DAN PERAWATAN KESEHATAN.


a.

Pengungsian Brigif.
1).
Route Pengungsian.
2)
Perlakuan terhadap Korban .
3)
Patobrig.
4)
Proses Evakuasi.

b.

Perawatan kesehatan.
1)
Laporan Personil.
2)
Proses evakuasi.
3)
Perlakuan terhadap personil.

PERSONIL.
a.

Pemeliharaan.
1)
Laporan kekuatan.
2)
Penggantian.

b.

Pembinaan Personil
1)
Prosedur Personil
2)
Personil TWP
3)
Personil Sipil.

c.

Pengembanagan dan peningkatan moril.


1)
Pelayanan moril dan personil.
2)
Urusan Pemakaman.

d.

Pembinaan Disiplin Hukum dan Tata tertib.


1)
Penekanan.
2)
Pencegahan
3)
Tindakan.

e.

Pembinaan Markas.
1)
Pemindahan Posko
2)
Pengawalan dah posko
3)
Pam Posko. KONFIDENSIAL

f.

Lain-lain. Hal- halm yg belum tercantum diatas.

LAIN-LAIN.
a.
b.
c.
d.

Garis Batas.
Kamrahkang.
Dalsakrah.
Laporan Khusus.

55
e.

Persoalan personil.

NYATAKAN MENGERTI
KOMANDAN
NAMA
PKT /NRP
Sub Lampiran
Distribusi.

KLASIFIKASI

KONFIDENSIAL