Anda di halaman 1dari 15

Makalah Akuntansi Manajemen

BAB 10 : Pelaporan Segmen, Evaluasi Pusat


Investasi Dan Penetapan Harga Transfer

Oleh :
Kelompok 1

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Mataram
Nama Kelompok

1. Erna Sariyani
2. Ni Made Ari Sugiani
3. Ni Putu Novi Ardiantini
4. Ni Luh Ayu Damayanti
5. Riani Nurhayyani Rukmana
6. Nila Lestari
7. Ayu Ambang Lestari
8. Nuraini
9. Risa Marchidita
10. Priskila Rilly C. Makay
11. Nur Maulana Akbar
12. Laskar Bayu Suelri
13. I Putu Wahyu Adiputra
14. Jaka Satria Pratama
15. Muhammad Abdurrahman
16. Pandu Riski
17. Nofri Andrianto
18. Dedy Muslihadi

(A1c 013 031)


(A1c 013 099)
(A1c 013 101)
(A1c 013 097)
(A1c 013 127)
(A1c 013 103)
(A1c 013 011)
(A1c 013 109)
(A1c 013 131)
(A1c 013 153)
(A1c 013 107)
(A1c 013 069)
(A1c 013 045)
(A1c 013 057)
(A1c 211 091)
(A1c 011 113)
(A1c 211 105)
(A1c 011 027)

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karuniaNya kami bisa menyelesaikan makalah Akuntansi manajemen ini dengan baik, tepat waktu
dan tanpa halangan yang berarti.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah
Akuntansi Manajemen bab 10 dengan judul Pelaporan Segmen, Evaluasi Pusat Investasi
Dan Penetapan Harga Transfer
Harapan kami semoga makalah ini bisa menambah kontribusi yang positif bagi kita semua
dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya, akhir kata bila ada kesalahan yang
ditemukan, mohon agar dimaafkan karena tak ada yang namanya sempurna di dunia, tak
terkecuali makalah ini.

Penulis

01 mei 2015

BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Secara umum, sebuah perusahaan diatur menurut garis-garis pertanggungjawaban organisasi
tradisional dengan bentuk piramidanya mengilustrasikan garis pertanggungjawaban yang
2

mengalir dari turun melewati wakil direktur menuju manajer madya dan manajer yang lebih
rendah Sistem akuntansi pertanggungjawaban :
Responsibility accounting system adalah sistem yang mengukur berbagai hasil yang dicapai
pusat pertanggungjawaban menurutinformasi yang dibutuhkan para manajer untuk
mengoperasikan

pusat pertanggungjawaban

mereka

dealnya,

sistem

akuntansi

pertanggungjawabanmencerminkan dan mendukung struktur dari sebuah organisasi dalam


suatu perusahaan yang organisasinya telah dibagi-bagi menjadi pusat- pusat laba, transfer
barang atau jasa antar pusat laba tersebut menimbulkan masalah penentuan harga transfer,
karena masing-masing pusat laba diukur kinerjanya berdasarkan laba, sehingga setiap transfer
barang atau jasa antar pusat labaakan berdampak terhadap laba masing-masing pihak yang
terkait .
Masalah penentuan harga transfer dijumpai dalam perusahaan yang organisasinyadisusun
menurut pusat-pusat laba, dan antara pusat laba yang dibentuk terjadi transfer barang atau
jasa. Latar belakang timbulnya masalah harga transfer dapat dihubungkandengan proses
diferensiasi bisnis dan perlunya integrasi dalam organisasi yang telahmelakukan diferensiasi
bisnis
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana dan mengapa perusahaan memilih untuk melakukan desentralisasi ?
2. Apa perbedaan antara perhitungan biaya absorpsi dan variabel dan bagaimana
menyiapkan laporan laba rugi segmen ?
3. Apa dan bagaimana perhitungan pengembalian atas investasi ( return of investmentROI ) ?
4. Apa dan bagaimana perhitungan laba residu dan nilai tambah ekonomi ( economic
value added-EVA ) ?
5. Bagaimana peran penetapan harga transfer pada perusahaan yang terdesentralisasi ?

1.3 Tujuan
1. Menjeaskan bagaimana dan mengapa perusahaan memilih untuk melakukan
desentralisasi.
2. Menjelaskan perbedaan antara perhitungan biaya absorpsi dan variabel dan
menyiapkan laporan laba rugi segmen.
3. Menghitung dan menjelaskan pengembalian atas investasi ( return of investmentROI ).
3

4. Menghitung dan menjelaskan laba residu dan nilai tambah ekonomi ( economic value
added-EVA ).
5. Menjelaskan peran penetapan harga transfer pada perusahaan yang terdesentralisasi.

Bab II
Pembahasan
2.1 Desentralisasi Dan Pertanggungjawaban
Secara umum, sebuah perusahaan diatur menurut garis- garis pertangjawaban. System
akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting system) adalah system yang
mengukur

berbagai

hasil

yng

dicapai

manajer

untuk

mengoprasikan

pusat

pertanggungjawaban menurut informasi yang dibituhkan para manajer untuk mengoperasikan


pusat pertanggungjawaban mereka.
Perusahaan yang memiliki berbagai pusat pertanngungjawaban biasanya memilih salah satu
dari 2 pendekatan pengambilan keputusan untuk mengelola kegiatan mereka yang rumit dan
beragam yaitu tersentralisasi dan terdesentralisasi.
2.1.1 Alasan- Alasan Untuk Melakukan Desentralisasi
Perusahaan memutuskan untuk melakukan desentralisasi karena berbagai alas an, diantaranya
kemudahan mengumpulkan dan menggunakan informasi local, memufokuskan manajemen
ppusat, melatih dan memotivasi para manajer segmen, meningkatkan daya saing serta
membuka segmen-segmen ke berbagai kekuatan pasar.
2.1.2 Divisi-Divisi Perusahaan Yang Terdesentralisasi
Desentralisasi biasanya diwujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi. Satu
cara pembagian divisi adalah berdasarkan jenis barang atau jasa yang diproduksi. Sebagai
contoh, divisi divisi PepsiCo mencakup frito lay, gatrode, Quaqer dan Tropicana, serta divisi
minuman lainnya.
Divisi-divisi juga dapat diciptakan menurut garis geografis. Sebagai contoh , UAL, Inc
(induk perusahaan united airlanes) memiliki sejumlah divisi regional : Asia/Pasifik, Karibia,
Eropa, Amerika Latin, Dan Amerka Utara. Cara ketiga untuk membedakan divisi adalah
berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberika kepada manajer divisi. Pusat
pertanggungjawaban (responsibility center) merupakan suatu segmen bisnis yang nanajernya
bertanggung jawab terhadap serangkaian kegiatan-kegiatan tertentu. Hasil-hasil dari setiap
pusat pertanggungjawaban bias diukur berdasarkan informasi yang dibutuhkan manajer untuk
mengoperasikan

pusat

pertanggungjawaban

mereka.

Berikut

jenis

utama

pusat

pertanggungjawaban :
1. Pusat biaya (cost center) : Manajemen bertanggung jawab hanya terhadap biaya
2. Pusat pendapatan (revenue center) : Manajernya bertanggungjawab hanya terhadap
penjualanya
3. Pusat laba ( Profit Center ) : Manajernya bertanngung jawab terhadap penjualan dan biaya
4. Pusat investasi (investment center) : Manajernya bertanggung jawab terhadap penjualan,
biaya, investasi modal.

2.2 Pengukuran Kinerja Pusat Investasi Dengan Menggunakan Laporan Laba Rugi
Variabel dan Absorpsi
Pusat laba dinilai berdasarkan laporan laba rugi. Akan tetapi, laporan laba rugi perusahaan
secara keseluruhan tidak terlalu berguna untuk tujuan ini. Oleh sebab itu, mengembangkan
laporan laba-rugi segmen untuk setiap pusat laba adalah suatu hal yang penting. Dua metode
perhitungan laba yang telah dikembangkan, yaitu berdasarkan perhitungan biaya variable dan
yang lainnya berdasarkan perhitungan biaya penuh atau absorpsi.
Perhitungan biaya variable (variable costing), yang juga disebut perhitungan biaya langsung
(direct costing), hanya membebankan biaya manufaktur variable ke produk; biaya-biaya ini
meliputi bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variable. Overhead tetap
diperlukan sebagai beban periode dan tidak disertakan dalam penentuan biaya produk.
Perhitungan biaya absorpsi (absorption costing) membebanka semua biaya manufaktur pada
produk. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead variable, dan overhead tetap
adalah hal-hal yang menetukan biaya produk. Menurut metode ini, overhead dibebankan pada
produk melalui penggunaan tarif overhead tetap yang ditetapkan terlebih dahulu dan tidak
dibebnakan sampai produk terjual.
2.2.1 Hubungan Antara Produksi, Penjualan Dan Laba
Hubungan antara laba menurut perhitungan biaya varibael dan laba menurut perhitungan
biaya absorpsi berubah ketika hubungan antara produksi dan penjualan berubah. Jika barang
yang terjual lebih banyak dari yang diperoduksi, maka laba menurut perhitungan biaya
variable akan lebih tinggi dari laba menurut perhitungan absorpsi
Jika jumlah produksi dan penjualan sama, maka tidak ada perbedaan pada laba yang
dilaporkan. Karena unit-unit yang diproduksi terjual seluruhnya, perhitungan biaya absorpsi
seperti juga perhitungan biaya variable akan mengakui total overhead tetap periode tersebut
sebagai beban.
2.2.2 Perlakuan Biaya Tetap Pada Perhitungan Biaya Absorpsi
Perbedaan antara perhitungan biaya absorsi dan variabel terletak pada pengakuan beban yang
berhubungan dengan overhead tetap. Menurut perhitungan biaya absorpsi, overhead tetap
harus dibebankan pada unit yang diproduksi.

2.2.3 Mengevaluasi Manajer Pusat Laba


Secara umum jika kinerja laba diharapkan untuk mencerminkan kinerja manajerial maka
manajer berhak mengharapkan berlakunya hal hal berikut ini :
1. Ketika pendapatan penjualan meningkat dari satu periode ke periode berikutnya,
sementara faktor faktor lainnya tetap, maka laba akan meningkat.
2. Ketika pendapatan penjualan menurun dari satu periode ke periode berikutnya,
sementara faktor faktor lainnya tetap maka laba akan menurun.
3. Ketika pendapatan penjualan tidak berubah dari satu period eke periode berikutnya,
sementara faktor faktor lainnya tetap maka laba akan tidak berubah.

2.2.4 Laba Rugi Segmen Dengan Menggunakan Perhitungan Biaya Variabel


Perhitungan biaya variabel berguna dalam menyiapkan laporan laba rugi segmen karena
perhitungan ini menyediakan informasi penting mengenai beban variabel dan tetap. Sebuah
segmenadalah subunit dari suatu perusahaan yang cukup penting dalam pembuatan laporan
kinerja. Segmen bisa berupa divisi, departemen, lini produk, kelompok pelanggan, dan lain
lain. Akan tetapi dalam laporan laba rugi segmen, beban tetap dibagi menjadi dua kategori :
beban tetap langsung dan beban tetap umum. Pembagian tambahan ini menggaris bawahi
biaya yang dapat dikendalikan dengan biaya yang tak dapat dikendalikan dan meningkatkan
kemampuan manajer untuk mengevaluasi kontribusi setiap segmen terhadap kinerja
perusahaan secara keseluruhan.
Beban tetap langsung : adalah beban tetap yang secara langsung dapat ditelusuri ke semua
segmen. Beban ini terkadang disebut sebagai beban tetap yang dapat dihindari atau beban
tetap yang dapat ditelusuri. Beban ini akan hilang jika segmen ditutup atau dihapus.
Beban tetap umum : disebabkan oleh dua atau lebih segmen secara bersamaan. Beban beban
ini tetap muncul, bahkan ketika salah satu segmen dihapus .
Laporan laba rugi segmen dengan menggunakan perhitungan biaya variabel memiliki satu
keistimewaan disamping laporan laba rugi perhitungan biaya variabel yang telah disajikan
sebelumnya. Pembagian seluruh beban tetap dalam dua kategori : beban tetap langsung dan
beban tetap umum, memberikan informasi tambahan bagi manajer. Pembagian tambahan ini
menggarisbawahi biaya yang dapat dikendalikan dengan biaya yang tidak dapat dikendalikan

dan meningkatkan kemampuan manajer untuk mengevaluasi setiap kontribusi segmen


terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.
2.3 Pengukuran kinerja pusat investasi dengan menggunakan ROI
2.3.1 Pengembalian Atas Investasi
Satu cara mengaitkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan adalah dengan menghitung
pengembalian atas investasi (return of investment ROI) yaitu laba yang diperoleh untuk
setiap dollar investasi. ROI adalah ukuran kinerja yang paling lazim bagi suatu pusat
investasi. ROI dapat didefinisikan sebagai berikut :

ROI =

Laba operasi
aktiva operasi ratarata

Laba operasi mengacu pada laba sebelum bunga dan pajak. Aktiva operasi adalah seluruh
aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba operasi, termasuk kas, piutang, persediaan,
tanah, gedung dan peralatan. Gambaran aktiva operasi rata-rata dihitung sebagai berikut :

Aktiva operasi ratarata=

(nilai buku bersihawal +nilai buku bersihakhir )


2

2.3.2 Margin Dan Perputaran


Cara kedua menghitung ROI adalah memisahkan rumusnya dalam margin dan perputaran.

ROI=Margin x Perputaran

laba operasi
penjualan
x
penjualan aktivasi operasi ratarata

Margin adalah rasio dari laba operasi terhadap penjualan. Perputaran adalah suatu ukuran lain
yang dihitung dengan membagi pendapatan penjualan dengan aktivasi operasi rata rata.

2.3.3 Keunggulan ROI


Sedikitnya ada tiga hasil positif dari penggunaan ROI :
a. ROI mendorong manajer untuk focus pada hubungan antara penjualan, beban dan
investasi sebagaimana nyang diharapkan dari seorang manajer pusat investasi.
b. Mendorong manajer untuk focus pada efisiensi biaya.
c. Mendorong manajer untuk focus pada efisiensi aktiva operasi.

2.3.4 Kelemahan pengukuran ROI


Berikut dua aspek negative ROI yang sering disebutkan :
a. Mengakibatkan focus sempit pada profitabilitas keseluruhan perusahaan
b. Mendorong para manajer untuk focus pada kepentingan jangka pendek dengan
mengorbankan kepentingan jangka panjang.
2.4 Mengukur Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan laba Residu dan Nilai
Tambah Ekonomi
2.4.1 Laba Residu
Adalah perbedaan antara laba operasi dan pengambilan dollar minimum yang diisyaratkan
atas aktiva operasi perusahaan.
laba residu=laba operasi(tingkat pengembalian minimum x aktiva operasi ratarata )

Tingkat pengembalian minimum ditentukan perusahaan dan sama dengan hurdle rate yang
disebutkan pada bagian ROI. Jika laba residu lebih besar dari nol. Divisi memperoleh lebih
bnayak tingkat pengembalian minimum yang diminta (hurdle). Jika laba residu kurang dari
nol, divisi memperoleh lebih sedikit tingkat pengembalian minimum yang diminta. Akhirnya,
laba residu yang sama dengan nol menunjukkan divisi memperoleh tepat sama dengan tingkat
pengembalian minimum yang diminta.
2.4.2 Nilai Tambah Ekonomi (Economic Value Added)
Cara khusus menghitung laba residu adalah nilai tambah ekonomi. Nilai tambah ekonomi
adalah laba bersih (laba operasi dikurangi pajak) dikurangi total biaya modal tahunan. Pada
9

dasarnya EVA adalah laba residu dengan biaya modal sama dengan biaya modal aktual dari
perusahaan (sebagai ganti dari suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan
perusahaan karena alasan lainnya. Sebagai suatu bentuk dari laba residu, EVA adalah suatu
bentuk satuan dolar, bukan suatu tingkat persentase pengembalian.
2.4.3 Menghitung EVA
EVA adalah laba bersih atau laba operasi setelah pajak dikurangi biaya modal yang dipakai.
Biaya modal yang dipakai adalah persentase aktual dari biaya modal dikali dengan biaya total
modal yang dipakai. Persamaan EVA dinyatakan sebagai berikut.
EVA= laba operasi stlh pajak ( Persentase biaya modal actual x Total modal yang dipakai)
2.4.4 Aspek Prilaku EVA
Sejumlah perusahaan telah menemukan bahwa EVA membantu mendorong jenis prilaku yang
sesuai dari berbagai divisi dengan menunjukkan penekanan semata mata pada pendapatan
operasi tidaklah mencukupi. Alasan yang mendasarinya adalah EVA mengandalkan biaya
modal yang sebenarnya.
2.4.5 Penetapan Harga Transfer
Pada banyak organisasi yang terdesentralisasi, keluar dari salah satu divisi digunakan sebagai
masukan pada divisi lainnya. Hal ini menimbulkan suatu persoalan akuntansi. Nilai barang
yang ditransfer merupakan pendapatan bagi divisi yang menjual dan biaya bagi divisi yang
membeli. Nilai ini atau harga internal disebut harga transfer (transfer price).

2.4.6 Dampak Penetapan Harga Transfer terhadap Divisi dan Perusahaan secara
Keseluruhan
Ketika satu divisi dari suatu perusahan menjual pada divisi lain, kedua divisi tersebut dan
perusahaan secara keseluruhan terkena pengaruhnya. Harga yang digunakan untuk barang
yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya ,
laba kedua divisi tersebut, sebagaimana juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka,
dipengaruhi oleh harga trasnsfer. Karena berpengaruhn terhadap ukuran kinerja berdasarkan
laba dari kedua divisi, penetapan harga transfer sering menjadi masalah yang ditanggapi
secara sangat emosional.
10

Meskipun harga transfer actual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai satu kesatuan,
penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan
perusahan multinasional melalui pajak badan dan persyaratan hokum lainnya yang ditetapkan
Negara tempat berbagai divisi beroperasi.
2.4.7 Harga Pasar
Jika terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang ditransfer, maka
harga transfer yang paling sesuai adalah harga pasar. Pada situasi demikian berbagai tindakan
manajer divisi akan mengoptimalkan laba divisi dan laba perusahaan secara simultan. Lagi
pula, tidak ada divisi yang memperoleh manfaat di atas beban divisi lain. Bila demikian,
manajemen pusat tidak akan tertarik untuk melakukan campur tangan.

Jika tersedia, harga pasar adalah pendekatan terbaik untuk penetapan harga transfer. Karena
divisi penjual mampu menjual produknya pada harga pasar, transfer internal pada harga yang
lebih rendah dari harga pasar akan mengakibatkan divisi tersebut merugi. Divisi pembeli
yang selalu mampu membeli barang pada harga pasar mungkin juga tidak akan bersedia
membayar lebih tinggi dari harga pasar untuk barang yang diransfer secara internal.
Apakah kedua divisi akan mentransfer sesuai harga pasar ? Hal itu tidak akan menjadi
masalah karena divisi dan perusahaan akan tetap berjalan dengan baik secara keseluruhan
meskipun transfer terjadi secara internal atau tidak. Akan tetapi , jika transfer terjadi ,
harganya akan sesuai dengan harga pasar.
2.4.8 Harga Transfer Berdasarkan Biaya
Harga pasar luar kerap tidak tersedia. Hal tersebut bisa terjadi karena produk yang akan
ditransfer menggunakan desain hak paten yang dimiliki perusahaan induk. Dalam hal ini,
perusahaan bisa menggunakan pendekatan penetapan harga transfer berdasarkan biaya.

2.4.9 Harga Transfer yang Dinegosiasikan


Akhirnya, manajer tingkat atas bisa mengizinkan manajer divisi pembeli dan penjula untuk
menegosiasikan harga transfer. Secara khusus, pendekatan ini berguna saat kondisi pasar
tidak sempurna, seperti kemampuan divisi didalam perusahaan untuk menghindari biaya
penjulaan dan distribusi. Dalam hal ini, biaya yang dihemat bisa dibagi diantara dua divisi.
11

BAB III
Kesimpulan
3.1 Kesimpulan
Untuk meningkatkan efisiensi secara keseluruhan, banyak perusahaan memilih desentralisasi
inti desentralisasi adalah kebebasan pengambilan keputusan perusahaanyang terdesentralisasi
membentuk pusat pertanggung jawaban tempat pusat pertanggung jawaban adalah pusat
pendapatan, pusat laba, dan pusat rugi hasil-hasil aktual darisetiap pusat pertanggung
jawaban bisa dibandingkan dengan aktual yang diharapkan perhitungan biaya variabel
memperlakukan overhead tetap sebagai beban periode oleh karena itu, biaya unit produksi
menurut perhitungan biaya variabel terdiriatas bahan baku langsung, tenaga kerja langsung
12

dan overhead variable perhitungan biaya absorsi memperlakukan overhead tetap sebagai
biaya produk jadi, biaya unit produksi menurut perhitungan biaya absorsi terdiri atas bahan
baku langsung, tenagakerja langsung, overhead variabel dan bagian dari overhead tetap.
Laporan laba rugi menurut perhitungan biaya variabel memisahkan beban menurut perilaku
biaya, pertama, beban variabel proses produksi, penjuaan danadministrasi dikurangi dari
penjualan untuk mendapatkan margin kontribusi kemudian,sema beban tetap dikurangi dari
margin kontribusi untuk mendapatkan laba bersih perhitungan biaya variable. Laporan laba
rugi menurut perhitungan biaya absorsi memisahkan beban menurut fungsi pertama, harga
pokok penjualan dikurangi dari penjuaan untuk mendapatkan laba kotor kemudian beban
penjualan dan administrasi dikurangi dari laba kotor untuk mendapatkan laba bersih
perhitungan biaya absorsi. Laporan laba rugi segmen memungkinkan pihak manajemen untuk
mengevaluasi kontribusi setiap segmen terhadap kinerja perusahan secara keseluruhan adalah
rasio laba operasi terhadap aktiva operasi rata-rata / rasio ini dapatdibagi dalam dua
komponen< margin rasio laba operasi terhadap penjualan; dan perputaran , rasio penjualan
terhadap aktiva operasi rata-rata. Laba residu adalah perbedaan antara laba dan tingkat
pengembalian minimum yang diminta perusahaandikalikan dengan modal yang dipakai
sangat mirip dengan laba residu, tetapi laba setelah pajak dan presentasi aktual dari biaya
modal digunakan dalam perhitungan.
Pelaporan Segmen, Evaluasi Pusat Investasi, dan Penetapan HargaTransfer
Pengembalian atas investasi adalah ukuran kinerja manajer yang paling dalam pada unit-unit
desentralisasi pengembalian atas investasi mendorong manajer untuk memperhatikan
perbaikan profitabilitas disisinya melalui peningkatan penjualan, pengendalian biaya, dan
pemanfaatan aktiva secara efisien. Laba residu positif berarti disisi memperoleh lebih
banyak dari biaya modal minimum. Laba residu negatif berarti disisi memperoleh lebih
sedikitdari biaya modal minimum. Laba residu yang sama dengan nol menunjukkan disisi
memperoleh tepat sama dengan biaya modal minimum EVA adalah laba operasi setelah pajak
dikurangi total biaya modal tahunan jika EVA positif, perusahaan menciptakan kekayaan jika
negatif, maka perusahaan merusak modalnya EVA adalah dalam satuan dolar, bukan
presentase tingkat pengembalian. Para investor menyukai EVA karena menghubungkan laba
dengan jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapainya perusahaan yang
terdesentralisisasi mampu menghasilkan kesesuaian tujuan dengan menciptakan program
kompensasi manajemen yang memberi penghargaan bagi para manajer karena melakukan
13

tindakan-tindakan yang menguntungkan perusahaan. Sistem penghargaan yang mungkin


meliputi kompensasi tunai dan tunjangan nonkeuangan etika satu disisi dari suatu perusahaan
menghasilkan produk yang digunakan dalam proses produksi disisi lain, timbul proses
penetapan harga transfer harga transfer merupakan pendapatan bagi disisi yang menjual dan
biaya bagi disisi yang membeli. jadi, harga yang dikenakan terhadap barang antara tersebut
memengaruhi laba operasi kedua disisi karena kedua disisi dievaluasi menurut
profitabilitasnya, harga yang dikenakan terhadap barang antara dapat dapat menjadi masalah
yang sangat serius. Ada tiga kebijakan penetapan harga transfer yang lazim digunakan :
harga pasar, harga transfer berdasarkan biaya, dan harga transfer yang dinegosiasikan.

14