Anda di halaman 1dari 103

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS EKONOMI
MEDAN

SKRIPSI
PENGARUH FDR, BOPO DAN NPF TERHADAP PROFITABILITAS
(ROE) PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

OLEH :
NAMA

: DINA RIZKIAH HUTASUHUT

NIM

: 050503136

DEPARTEMEN

: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk


Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Medan
2009
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul: Pengaruh FDR,
BOPO dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah di Indonesia
adalah benar hasil karya sendiri dan judul dimaksud belum pernah dimuat,
dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi
Program S-1 Reguler Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh, telah
dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan
ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas
Sumatera Utara.

Medan, 15 Juni 2009


Yang membuat pernyataan,

Dina Rizkiah Hutasuhut


NIM : 050503136

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamiin, puji syukur penulis ucapkan kepada Sang


Pencipta dan Penguasa Alam beserta isinya, Allah SWT yang telah memberikan
nikmat, rahmat, hidayah dan berkah yang tiada terhingga, sehingga skripsi ini
dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat berangkaikan Salam tak lupa penulis
hadiahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, Nabi akhir zaman sebagai
perantara turunnya cahaya Islam ke dunia ini berikut juga ilmu pengetahuan
kepada ummatnya.
Adapun skripsi ini berjudul Pengaruh FDR, BOPO dan NPF Terhadap
Profitabilitas Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia, dan disusun
dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Departemen Akuntansi Universitas Sumatera
Utara.
Sepanjang proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak
bantuan, dukungan, serta doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tiada terhingga
kepada yang terhormat::
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Arifin Akhmad, Msi, Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi
dan Bapak Fahmi Natigor Nasution, SE, M.Acc, Ak, selaku Sekertaris
Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

3. Bapak Drs. Hotmal Jafar, MM, Ak., selaku Dosen Pembimbing yang
dengan tulus ikhlas meluangkan waktu, memberi saran, bimbingan dan
arahan kepada penulis dalam proses penyusunan dan penyelesaian skripsi
ini.
4. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, MSi, Ak dan Bapak Drs. Rustam, MSi,
Ak selaku Dosen Penguji I dan Dosen Penguji II yang telah membantu
penulis melalui saran dan kritik yang diberikan demi kesempurnaan
skripsi ini.
5. Kedua orang tua penulis, Ayahanda Alm. Drs. Iman Hutasuhut dan
Ibunda Dra. Rukiah Siagian yang senantiasa mendidik dan mengajarkan
dengan penuh cinta dan kesabaran serta mencurahkan kasih sayang tiada
tara, dan selalu mendoakan penulis agar menjadi anak yang saleh dan
berguna bagi agama, orang tua, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Terima kasih kepada segenap keluarga atas perdebatan, masukan, dan
doa yang selalu menjadi motivasi positif bagi penulis. Bagi Abangda,
Anggia Putra Hutasuhut, kakanda Melva Aisyah Hutasuhut, dan adik
tersayang, Budi Kurniawan Hutasuhut, semoga kita dapat mewujudkan
cita cita dengan meraih masa depan yang cerah dan gemilang, dapat
membanggakan orang tua dan keluarga, serta senantiasa mendapat
perlindungan dari Allah SWT.
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan kekurangan
dalam penyusunan skripsi ini. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritikan
dan saran yang membangun bagi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, Penulis
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

berharap semoga kiranya skripsi ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan


khususnya dalam bidang akuntansi.

Medan, 15 Juni 2009


Penulis,

Dina Rizkiah Hutasuhut


NIM : 050503136

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Financing to


Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional
(BOPO) dan Non Performing Financing (NPF) baik secara parsial maupun
simultan terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini
menjelaskan tingkat profitabilitas yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktorfaktor tersebut adalah FDR (Financing Deposit to Ratio), BOPO (Biaya
Operasional Terhadap Pendapatan Operasional, dan NPF (Non Performing
Financing); sedangkan alat ukur untuk menilai profitabilitas perbankan syariah
adalah ROE (Return On Equity).
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kausal dan bersifat replikasi
terhadap penelitian sebelumnya dengan dengan modifikasi tertentu. Metode
sampling yang digunakan adalah metode sensus, yakni menggunakan seluruh
populasi sebagai sampel. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan
Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional Terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO) dan Non Performing Financing (NPF) sebagai variabel
bebas dan Return On Equity (ROE) sebagai variabel terikatnya. Metode statistik
yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pengujian asumsi klasik
terlebih dahulu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Financing to Deposit Ratio
(FDR), Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non
Performing Financing (NPF) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
profitabilitas (ROE) perbankan syariah pada tingkat kepercayaan 95%. Pengujian
secara parsial menunjukkan hanya variabel FDR yang berpengaruh signifikan
terhadap profitabilitas (ROE) perbankan syariah pada tingkat kepercayaan 95%.
Kata Kunci: FDR, BOPO dan NPF, Profitabilitas (ROE) Perbankan
Syariah.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

ABSTRACT

The purpose of this research is to acquire knowledge about the effect of


financing to deposit ratio, operating cost and non performing finacing either
partially or simultaneously to islamic banking profitability. This research will
describe the profitability that influenced by some factor. Those are financing to
deposit ratio, operating cost and non performing financing; and return on equity
as the measurement of islamic banking profitability.
This research is classified as causal research and replication to former
research, with certain modification. This research is using sensus sampling
method, which using whole population as the research sample. Secondary data is
used, which consist of financing to deposit ratio, operating cost and non
performing financing as independent variable; and return on equity as dependent
variable. This research is using multiple regressions analysis which has been
tested in classic assumptions.
The result indicates that financing to deposit ratio, operating cost and non
performing financing variable simultaneously have significantly influence to
return on equity of islamic banking in 95% confidence interval. Partially, a mere
financing to deposit ratio can explain significantly to the islamic banking
profitability in confidence interval of 95%.
Keywords: financing to deposit ratio, operating cost, and non performing
financing, Islamic Banking Profitability.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

DAFTAR ISI

PERNYATAAN .................................................................................... i
KATA PENGANTAR .......................................................................... ii
ABSTRAK ............................................................................................ v
ABSTRACT .......................................................................................... vi
DAFTAR ISI ........................................................................................ vii
DAFTAR TABEL ................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................ xi
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ xii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah................................................. . 1
B. Perumusan Masalah....................................................... 5
C. Tujuan Penelitian .......................................................... 6
D. Manfaat Penelitian ........................................................ 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Bank Syariah ................................................................. 7
1. Pengertian Bank Syariah......................................... 7
2. Prinsip Bank Syariah .............................................. 9
3. Lingkup Kegiatan Usaha Bank Syariah................... 10
4. Laporan Keuangan Bank Syariah ............................ 27
B. Penilaian Kinerja Keuangan .......................................... 32
1. FDR (Financing to Deposit Ratio)............................ 36
2. BOPO........................................................................ 37
3. NPF (Non Performing Financing)............................. 38

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

4. ROE (Return On Equity)........................................... 38


C. Tinjauan Penelitian Terdahulu ....................................... 40
1. Iqbal Haridh (2008).................................................. 39
2. Arfian Zuhri Nasution (2008) ................................. 40
3. Imam Gozali (2007) ............................................... 40
4. Ryan Anggarapasha Yusananta............................... 41
D. Kerangka Konseptual .................................................... 43
E. Hipotesis Penelitian ....................................................... 45
BAB III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian............................................................ . 47
B. Populasi dan Sampel Penelitian ..................................... 47
C. Jenis Data dan Sumber Data............................................ 50
D. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ............. 51
E. Metode Analisis Data .................................................... 54
1. Pengujian Asumsi Klasik.......................................... 54
2. Pengujian Hipotesis ................................................ 56

BAB IV

HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian .............................................................. 58
1. Gambaran Umum dan Sejarah Singkat Perbankan
Syariah ................................................................... 58
2. Perbankan Syariah di Indonesia................................ 61
B. Analisis Data ................................................................. 64
1. Statistik Deskriptif .................................................. 64
2. Uji Asumsi Klasik .................................................. 65

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

3. Pengujian Hipotesis ................................................ 71

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan .................................................................. 79
B. Keterbatasan Penelitian.................................................. 80
C. Saran ............................................................................ 80

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 82


LAMPIRAN ......................................................................................... 85

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 2.1

Matriks Transaksi Teori Pertukaran................

19

Tabel 2.2

Matriks Transaksi Teori Percampuran............

20

Tabel 2.3

Penilaian

Kesehatan

Bank

Berdasarkan

Aspek Permodalan, Kualitas Aset dan


Rentabilitas....................................... ..............
Tabel 2.4

Penilaian

Kesehatan

Bank

35

Berdasarkan

Aspek Likuiditas dan Sensivitas Atas Risiko


Pasar .............................................................

35

Tabel 4.1

Statiati Deskriptif

64

Tabel 4.2

Uji Normalitas.

66

Tabel 4.3

Uji Autokorelasi..

69

Tabel 4.4

Uji Multikolinearitas...

70

Tabel 4.5

Hasil Pengujian Hipotesis.......

71

Tabel 4.6

Uji Statistik t...................................................

73

Tabel 4.7

Uji Statistik F..................................................

76

Tabel 4.8

Hasil Analisis Regresi.....................................

77

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Skema Akad Teori Pertukaran.....................

18

Gambar 2.2

Skema Akad Perbankan Syariah......................

21

Gambar 2.3 Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan


Dana

Zakat,

infak

dan

Sedekah............................................ ..............

31

Gambar 2.4 Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan


Qardhul Hasan............................................ ...

32

Gambar 2.5 Kerangka Konseptual ....................................

45

Gambar

4.1

...................................................................... Scatterplot

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Tabel rasio FDR, BOPO DAN NPF Januari 2006 s/d


Januari 2008. ................................................................... 85

Lampiran 2

Hasil pengolahan data dengan statistik dan tabel


interpretasi nilai R ........................................................... 86

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Lahirnya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas
Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November
1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah
di Indonesia. Undang-Undang tersebut

memungkinkan bank beroperasi

sepenuhnya secara syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah.


Titik tolak kemunculan akuntansi syariah di Indonesia adalah kemunculan
Bank Muamalat pada tahun 1990-an. Hal ini mengakibatkan Indonesia menganut
dual banking sistem, yakni sistem perbankan ganda yang terdiri dari sistem
konvensional dan sistem syariah. Sistem konvensional sudah berjalan sejak lama
di Indonesia, sedangkan sistem perbankan syariah dapat dikatakan baru saja
tumbuh.
Jika dibandingkan dengan negara Malaysia yang juga menganut dual
banking system, Indonesia masih tertinggal jauh. Hal ini terbukti dari pangsa
perbankan syariah terhadap total bank yang masih sangat rendah. Keadaan
tersebut tentu mendorong kemunculan pertanyaan terhadap kinerja bank syariah
di Indonesia.
Secara garis besar, penilaian suatu organisasi dapat diterapkan melalui
dua paradigma penilaian, yakni penilaian kinerja keuangan dan penilaian kinerja
non keuangan. Penilaian kinerja yang paling umum digunakan adalah penilaian
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

kinerja melalui elemen elemen laporan keuangan dengan menggunakan rasio


rasio keuangan tertentu, sehingga dapat diambil keputusan yang memadai.
Penilaian kinerja melalui elemen elemen laporan keuangan merupakan
penilaian kinerja keuangan suatu perusahaan. Penilaian tersebut dilakukan
dengan menghitung rasio rasio keuangan yang dianggap memiliki kaitan
dengan kinerja keuangan perusahaan, kesehatan perusahaan, maupun prinsip
going concern perusahaan tersebut.
Beberapa penelitian terdahulu telah meneliti tentang kinerja keuangan
bank syariah dengan menggunakan rasio keuangan tertentu. Seperti yang
dilakukan oleh Iqbal Haridh (2008) mengenai kinerja perbankan syariah.
Penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan kinerja perbankan syariah
berpengaruh signifikan terhadap perkembangan perbankan syariah.
Penelitian yang serupa dilakukan oleh Imam Gozali (2007) meneliti
pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR),
Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non
Performing Loan (NPL) terhadap profitabilitas (ROE) bank Syariah Mandiri.
Hasil dari penelitian ini memberikan penjelasan bahwa tingkat profitabilitas bank
syariah mandiri tergolong baik walaupun dilihat dari sisi CAR masih ada
kekurangan, hal tersebut karena bank syariah mandiri lebih mengedepankan
sektor riil. Hal tersebut yang membuat CAR masih kurang karena pembiayaan
sector riil tergolong sangat beresiko. Tapi dilihat dari variable lainnya bank
syariah mandiri masih layak menjadi bank syariah yang tergolong profitabilitas
baik.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Adapun perbedaan penelitian Imam Gozali dengan penelitian penulis


adalah penulis hanya menggunakan tiga variabel independen yaitu FDR
(Financing to Deposit Ratio), BOPO (Biaya Operasional Terhadap Pendapatan
Operasional) dan NPF (Non Performing Financing). Objek penelitian yang
dilakukan oleh penulis adalah pada seluruh perbankan syariah di Indonesia.
Wren dalam Haryati (2006) menyatakan bahwa kinerja suatu organisasi
dapat diukur melalui kinerja keuangan. Penggunaan rasio keuangan untuk
mengukur kinerja suatu organisasi telah diperkenalkan sejak tahun 1902 oleh
Coleman, Piere dan Alfred I Du Pont.
Hempel dalam Haryati (2006) menyimpulkan bahwa terdapat lima
kelompok rasio keuangan yang dapat digunakan pada industri perbankan. Lima
kelompok rasio tersebut adalah rasio profitabilitas, likuiditas, kualitas risiko
kredit, risiko tingkat bunga dan risiko permodalan.
Chapra dalam Gunawan (1999) menyatakan bahwa terdapat beberapa
indikator keberhasilan bank syariah di beberapa negara. Indikator indikator
tersebut adalah pertumbuhan simpanan, modal, tingkat keuntungan dan rasio
perbankan lainnya.
Berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan
perbankan syariah yang dikeluarkan otoritas perbankan tertinggi yaitu Bank
Indonesia (BI), menunjukkan bahwa kondisi ROE dari tahun ke tahun selalu
mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan ROA. Hal ini
menyebabkan penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh apakah peningkatan
ROE tersebut dipengaruhi oleh variabel variabel yang akan diteliti penulis.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Rasio-rasio finansial umumnya diklasifikasikan menjadi 4 macam yaitu


rasio likuiditas atau liquidity ratio, rasio leverage, rasio aktivitas atau activity
ratio, dan rasio keuntungan atau profitability ratio.
Rasio profitabilitas mengukur efektifitas manajemen berdasarkan hasil
pengembalian yang dihasilkan dari pinjaman dan investasi. Indikator yang biasa
digunakan utnuk mengukur kinerja profitabilitas bank adalah ROE (Return on
Equity) yaitu rasio yang menggamabarkan besarnya kembalian atas total modal
untuk menghasilkan keuntungan, ROA (Return on Assets) yaitu rasio yang
menunjukkan kemampuan dari keseluruhan aktiva yang ada dan yang digunakan
untuk menghasilkan keuntungan.
Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian untuk
mengukur tingkat profitabilitas perbankan syariah adalah FDR (Financing to
Deposit Ratio), BOPO ( Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)
dan NPF (Non Performing Financing).
1. FDR
FDR adalah rasio antara jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana
yang diterima oleh bank. FDR ditentukkan oleh perbandingan antara jumlah
pinjaman yang diberikan dengan dana masyarakat yang dihimpun yaitu
mencakup giro, simpanan berjangka (deposito), dan tabungan.
2. BOPO
Rasio biaya operasional adalah perbandingan antara biaya operasional dan
pendapatan operasional. Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasi (Denda
wijaya, 2000 : 120).
3. NPF
NPF adalah tingkat pengembalian kredit yang diberikan deposan kepada bank
dengan kata lain NPF merupakan tingkat kredit macet pada bank tersebut.
Perbankan syariah merupakan fenomena yang baru pada dunia perbankan
Indonesia. Perbankan syariah memberikan pandangan yang relatif berbeda
dengan perbankan konvensional yang sudah berjalan lebih awal di Indonesia.
Berdasarkan penelitian penelitian tersebut serta keadaan fenomena perbankan
syariah, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap kinerja perbankan
dari aspek keuangan. Penilaian kinerja tersebut dianalisis lebih lanjut untuk
mengetahui hubungan antara kinerja perbankan syariah tersebut dengan
profitabilitas perbankan syariah.
Dari latar belakang permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka
penulis memilih mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh FDR, BOPO
dan NPF terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah di Indonesia

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka peneliti
merumuskan masalah yaitu apakah, Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Non Performing
Financing (NPF) berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE) baik secara simultan
maupun secara parsial?
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh, Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Non Performing
Financing (NPF) terhadap profitabilitas (ROE) baik secara simultan maupun
parsial.

D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh melalui penelitian ini adalah:
1. Bagi penulis, diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk menambah
wawasan dan pengetahuan penulis secara khusus, dan pembaca secara
umum, mengenai analisis profitabilitas perbankan syariah di Indonesia.
2. Bagi perusahaan perbankan syariah, sebagai bahan informasi dan
sumbangan pemikiran untuk membuat keputusan bagi praktisi perbankan
syariah.
3. Bagi peneliti lain, sebagai bahan masukan untuk memperbaiki penelitian
sejenis berikutnya pada sektor perbankan, khususnya perbankan syariah,
sehingga penelitian perbankan syariah tidak berhenti.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Bank Syariah
1. Pengertian Bank Syariah
Jenis bank dilihat dari cara menetapkan harga baik harga beli maupun
harga jual dapat dibagi dua, yaitu :
1. Bank Konvensional
2. Bank Syariah
Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No. 31 tentang Akuntansi Perbankan (revisi 2000) paragraf
pertama bahwa bank merupakan lembaga yang beperan sebagai perantara
keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana dan pihak
yang membutuhkan dana, serta lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas
pembayaran. Falsafah yang mendasari kegiatan bank adalah kepercayaan
masyarakat yang diimplementasikan dalam kegiatan pokok bank yang menerima
dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada pihak yang
membutuhkannya.
Undang Undang No. 7/1997 sebagaimana diubah dengan Undang
Undang No. 10/1998 menyatakan bahwa bank adalah badan usaha yang
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya
kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Menurut Undang Undang No. 10 Tahun 2008 tentang perbankan, terdapat


dua jenis bank, yaitu:
a. Bank Umum, merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
b. Bank Perkreditan Rakyat, merupakan bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam
kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Secara terminologis, syariah berasal dari bahasa Arab yang memiliki
makna jalan garis yang dilalui. Syaltut dalam Karim (2006:7) menyatakan
definisi syariah secara terminologis: Peraturan peraturan yang telah digariskan
oleh Allah, atau telah digariskan pokok pokoknya dan dibebankan kepada kaum
muslimin supaya mematuhinya, supaya syariah ini diambil oleh orang Islam
sebagai penghubung di antaranya dengan Allah dan di antaranya dengan
manusia.
Akuntansi syariah merupakan proses akuntansi yang diimplementasikan
pada setiap proses bisnis yang melibatkan akuntansi. Hal ini berarti bahwa
akuntansi syariah memasukkan nilai nilai syariah Islam ke dalam setiap
prosesnya. Perbankan merupakan suatu bentuk entitas yang membentuk sistem
ekonomi. Maka perbankan syariah harus mengimplementasikan prinsip akuntansi
syariah pada setiap aktivitasnya. Konsep ini merupakan kebalikan dari sistem
akuntansi konvensional.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Karim (2006:63) menyatakan bahwa bank syariah merupakan real sector


based banking yang secara mayoritas melibatkan real and financial asset. Hal ini
berbeda dengan bank konvensional yang bergerak dalam financial sector based
banking.
Prinsip syariah menurut Pasal 1 ayat 13 Undang-undang No.10 tahun
1998 tentang perbankan adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara
bank dengan pihak lain untuk penyimpanan dana atau pembiayaan kegiatan
usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah antara lain
pembiayaan berdasarkan prinsip

bagi hasil (mudharabah), pembiayaan

berdasarkan prinsip penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli barang


dengan keuntungan (murabahah), atau pembiayaan barang modal berdasarkan
prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah), atau dengan adanya pilihan
pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain
(ijarah wa iqtina).

2. Prinsip Bank Syariah


Pada dasarnya prinsip bank syariah menghendaki semua dana yang
diperoleh dalam sistem perbankan syariah dikelola dengan integritas tinggi dan
sangat hati-hati.
a) Shiddiq, memastikan bahwa pengelolaan bank syariah dilakukan dengan
moralitas yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Dengan nilai ini
pengelolaan diperkenankan (halal) serta menjauhi cara-cara yang meragukan
(subhat) terlebih lagi yang bersifat dilarang (haram).
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

b) Tabligh, secara berkesinambungan melakukan sosialisasi dan mengedukasi


masyarakat mengenai prinsip-prinsip, produk dan jasa perbankan syariah.
Dalam melakukan sosialisasi sebaiknya tidak hanya mengedepankan
pemenuhan prinsip syariah semata, tetapi juga harus mampu mengedukasi
masyarakat mengenai manfaat bagi pengguna jasa perbankan syariah.
c)

Amanah, menjaga dengan ketat prinsip kehati-hatian dan kejujuran dalam


mengelola dana yang diperoleh dari pemilik dana (shahibul maal) sehingga
timbul rasa saling percaya antara pemilik dana dan pihak pengelola dana
investasi (mudharib).

d) Fathanah, memastikan bahwa pegelolaan bank dilakukan secara profesional


dan kompetitif sehingga menghasilkan keuntungan maksimum dalam tingkat
resiko yang ditetapkan oleh bank. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan
yang penuh dengan kecermatn dan kesantunan (riayah) serta penuh rasa
tanggung jawab (masuliyah)

3. Lingkup Kegiatan Usaha Bank Syariah


a. Teori Pertukaran dan Percampuran
Persamaan dalam konsep fungsi yang terdapat antara bank konvensional
dan bank syariah dapat memberikan persepsi yang berkembang di masyarakat
bahwa secara keseluruhan, bank syariah sama dengan bank konvensional.
Persepsi ini dibantah secara tidak langsung oleh Karim yang menjelaskan bahwa
bank konvensional bergerak dalam bidang financial sector based banking,
sedangkan bank syariah bergerak dalam bidang real sector based banking.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Pernyataan tersebut sesuai dengan konsep dasar akad yang diajukan oleh
Muhammad (2005 : 176). Terdapat lima akad membentuk hubungan ekonomi
menurut syariah Islam secara garis besar, yaitu:
a) Prinsip Simpanan Murni (al-Wadiah)
Prinsip simpanan murni merupakan fasilitas yang disediakan bank
syariah kepada pihak yang kelebihan dana untuk menyimpan dananya
pada bank syariah.
b) Bagi Hasil (Syirkah)
Sistem syirkah merupakan sistem yang meliputi tata cara pembagian
hasil usaha antara pihak penyedia dana dengan pihak pengelola dana.
Sistem bagi hasil diterapkan pada mudharabah dan musyarakah.
Mudharabah dapat dipergunakan sebagai dasar pembiayaan maupun
pendanaan, sedangkan mayoritas akad musyarakah diaplikasikan pada
pembiayaan.
c) Prinsip Jual Beli (at-Tijarah)
Prinsip ini merupakan sistem yang menetapkan tata cara jual beli
dengan nasabah sebagai konsumen akhir dan bank syariah sebagai
perantara antara produsen dengan nasabah. Dalam akad ini, bank
syariah akan mengambil sejumlah keuntungan (margin) yang telah
disepakati lebih dahulu.
d) Prinsip Sewa (al-Ijarah)
Prinsip sewa secara garis besar terbagi ke dalam dua kelompok yaitu
sewa murni (ijarah) atau ijarah muntahiyah bittamlik yang merupakan
kombinasi antara sewa dan beli.
e) Prinsip Jasa (al-Ajr Wal Umulah)
Prinsip jasa merupakan seluruh layanan yang meliputi layanan non
pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah.
Melalui lima konsep akad yang dijelaskan oleh Muhammad, maka dapat
disimpulkan bahwa bank syariah lebih berpihak pada kegiatan dengan basis real
sector. Perbedaan dengan konsep bank konvensional membawa bank syariah
pada paradigma berbeda terhadap sistem dan ruang lingkup kegiatan yang
dijalankan oleh bank syariah.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Berdasarkan tingkat kepastian dari hasil yang diperoleh, jenis kontrak


dapat dibedakan ke dalam dua jenis yaitu Natural Certainty Contract dan Natural
Uncertainty Contract (Karim, 2006 : 51). Lebih lanjut Karim menjelaskan bahwa
dalam setiap kontrak / akad, dibedakan dua jenis objek yaitu Ayn (Real Asset)
dan Dayn (Financial Asset). Kombinasi antara jenis kontrak ditinjau dari
kepastian hasil yang diperoleh dan objek kontrak, akan menentukan teori yang
akan dipakai dalam menjalankan kontrak tersebut (2006 : 51-52).
Natural Certainty Contract merupakan jenis kontrak / akad dalam bisnis
yang memberikan kepastian pembayaran, baik dari segi jumlah maupun
waktunya. Aliran kas (cash flow) pada kontrak ini sudah dapat dipastikan karena
sudah ditentukan lebih dahulu oleh pihak pihak yang berkepentingan pada awal
akad. Kontrak dengan jenis ini secara normal memberikan tingkat pengembalian
(return) yang tetap dan pasti (fixed and presetermined). Sebagai syarat terhadap
kontrak jenis ini adalah penentuan awal sifat objek yang meliputi jumlah, mutu,
harga dan waktu penyerahan.
Dalam kontrak dengan jenis Natural Certainty Contract, pihak pihak
yang saling bertransaksi saling mempertukarkan asetnya (real atau financial
asset) sehingga masing masing pihak berdiri sendiri dan berdampak pada
ketiadaan pertanggungan risiko bersama. Natural Certainty Contract dapat
dijelaskan dengan teori yang disebut dengan teori pertukaran (the theory of
exchange) (Karim, 2006 : 51).

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Sebaliknya Natural Uncertainty Contract merupakan akad kontrak yang


tidak dapat memberikan kepastian pendapatan baik dari segi jumlah atau
waktunya. Tingkat pendapatan pada kontrak jenis ini dapat berbentuk positif,
negatif atau nol. Kontrak jenis ini juga menimbulkan risiko disebabkan oleh
ketidakpastian tingkat pengembalian yang melekat pada kontrak tersebut. Natural
Uncertainty Contract dapat dijelaskan dengan teori percampuran (the theory of
venture) (Karim, 2006 : 52).
Penjelasan jenis kontrak yang disebutkan oleh Karim secara umum sesuai
dengan pendapat Zulkifli dalam Wiyono (2005 : 35-48) yang menyatakan bahwa
sistem ekonomi syariah umumnya membagi akad transaksi ke dalam dua
kelompok besar, yaitu akad tabarru dan akad tijarah. Akad tabarru merupakan
akad untuk transaksi kebajikan. Hal ini berarti bahwa transaksi ini bersifat tolong
menolong tanpa mengharapkan adanya keuntungan materiil dari pihak - pihak
yang melakukan perikatan. Contoh contoh transaksi yang menggunakan pola
akad tabarru adalah sebagi berikut:
o qard, merupakan akad yang timbul disebabkan salah satu pihak
meminjamkan objek perikatan yang berbentuk uang kepada pihak
lain tanpa berharap keuntungan materiil apa pun,
o rahn, merupakan akad yang timbul disebabkan peminjaman yang
dilakukan oleh suatu pihak kepada pihak lain dengan disertai
jaminan,

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

o hawalah, merupakan akad yang timbul disebabkan peminjaman


suatu objek perikatan yang berbentuk uang untuk mengambil alih
piutang/utang dari pihak lain,
o wakalah, merupakan akad yang timbul disebabkan pemberian suatu
objek berbentuk jasa. Jasa tersebut juga dapat disebut dengan
peminjaman dirinya atas nama diri pihak lain untuk melakukan
sesuatu,
o wadiah, merupakan akad yang timbul sebagai akibat dari
pemberian objek perikatan yang berbentuk jasa khusus yaitu
custodian (penitipan atau pemeliharaan),
o kafalah, merupakan akad yang timbul disebabkan pemberian objek
yang berbentuk jaminan atas suatu kejadian tertentu di masa yang
akan datang (contingent guarantee),
o wakaf, merupakan akad yang timbul ketika suatu pihak memberikan
suatu objek kepada pihak lain tanpa disertai kewajiban untuk
mengembalikan pinjaman tersebut.
Karim (2006 : 66) juga memberikan penjelasan mengenai akad tabarru
yaitu semua perjanjian yang menyangkut not-for profit transaction. Akad
tabarru dibagi ke dalam tiga kelompok umum yaitu meminjamkan harta,
meminjamkan jasa, atau memberikan sesuatu.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Sedangkan akad tijarah merupakan akad yang ditujukan untuk transaksi


dengan orientasi laba. Akad tijarah dibagi ke dalam dua kelompok besar yakni
transaksi dengan basis Natural Certainty Contrtact (NCC) dan Natural
Uncertainty Contract (NUC).
Penjelasan teori pertukaran dan percampuran kembali dijelaskan oleh
Karim (2006 : 52-63) yang akan diuraikan lebih lanjut sebagai berikut.
(1)

Teori Pertukaran (The Theory of Exchange)


Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kombinasi antara jenis kontrak ditinjau

dari kepastian hasil yang diperoleh dengan objek kontrak akan membentuk
kontrak yang diterapkan. Syarat tersebut dilengkapi dengan perbedaan waktu
pertukaran, yang terdiri dari naqdan (immediate delivery) dan ghairu naqdan
(deferred delivery).
Berdasarkan objek pertukaran dalam transaksi syariah (ayn dan dayn),
dapat dibentuk tiga jenis pertukaran, yakni pertukaran ayn dengan ayn (real
asset vs real asset), pertukaran dayn dengan ayn (financial asset vs real asset),
dan dayn dengan dayn (financial asset vs financial asset).
(a) Pertukaran Ain dengan Ain (Real Asset vs Real Asset).
Transaksi pertukaran ayn dengan ayn (real asset vs real asset)
diperbolehkan jika jenisnya berbeda. Namun, untuk jenis kontrak pertukaran
dengan objek yang sama, hanya diperbolehkan pada lingkup kondisi bahwa
real asset yang dipertukarkan secara kasat mata dapat dibedakan mutunya.
Jika real asset yang dipertukarkan terjebak dalam kondisi dengan mana
bahwa mutunya tidak dapat dibedakan dengan kasat mata, maka harus dapat
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

dipastikan bahwa real asset tersebut bermutu, berjumlah, dan diserahkan pada
waktu yang sama.
(b) Pertukaran Ayn dengan Dayn (Real Asset vs Financial Asset).
Sedangkan pada kontrak pertukaran ayn dengan dayn, dapat dibedakan
dua jenis real asset. Jika real asset merupakan benda, maka kontrak tersebut
disebut dengan kontrak jual beli (al-bai), sedangkan jika real asset
merupakan jasa, maka kontrak tersebut akan berbentuk sewa-menyewa/upah
mengupah (al-ijarah).
Islam memperbolehkan kontrak transaksi jual beli baik secara tunai (bai
naqdan / now for now), tangguh bayar (bai muajjal / deferred payment) atau
secara tangguh serah (bai salam / deferred delivery). Bai muajjal dapat
dilakukan dengan pembayaran penuh (muajjal) atau cicilan (taqsith).
Sedangkan jual beli tangguh serah dapat dilakukan dengan pembayaran lunas
sekaligus di muka (bai salam) atau dengan cicilan namun dengan syarat
cicilan harus selesai sebelum barang diserahkan (bai istishna).
Akad ijarah dapat dibedakan dalam dua kontrak yaitu ijarah yang
pembayarannya tergantung pada kinerja yang disewa (jualah / success fee)
dan ijarah yang pembayarannya tidak tergantung pada kinerja yang disewa.
Akad ini biasa disebut dengan ijarah saja.
(c) Pertukaran Dayn dengan Dayn (Financial Asset vs Financial Asset)
Pertukaran antara dayn dapat dibedakan dengan uang dan bukan uang
(surat berharga). Pertukaran uang yang sejenis hanya diperbolehkan jika

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

terjadi pada syarat sawa-an bi sawa-in (same quantity) dan yadan bi yadin
(same time of delivery).
Sedangkan pertukaran uang yang berbeda jenisnya hanya diperbolehkan
dengan syarat yadan bi yadin (same time of delivery). Jenis pertukaran ini
disebut juga dengan sharf (money changer). Syarat yang diberlakukan pada
pertukaran uang yang berbeda jenis menyebabkan pelarangan transaksi
forward dan swap pada pertukaran valutas asing (foreign exchange). Hal ini
mencegah terjadinya forward selling yang dilindungnilaikan (hedged) dengan
forward buying dan selanjutnya akan diikuti dengan forward selling
forward buying

berikutnya. Pelarangan ini ditujukan untuk mencegah

terjadinya bubble growth pada sektor finansial, serta mencegah domino effect
bila terjadi default pada salah satu mata rantai para pihak yang terlibat dalam
transaksi forward buying forward selling tersebut.
Skema transaksi yang berhubungan dengan Teori Pertukaran (The Thoery
of Excange) dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Lain Jenis

Ayn dengan
Ayn

Kasat mata
Mutu beda
Sejenis
Kasat mata
Mutu sama

Now for Now


Kasat mata
Mutu beda
Al-Bai
(Goods)

Deferred
Payment
(Muajjal)

Deferred
Delivery
(Salam)

Ayn dengan
Dayn

Kasat mata
Mutu sama

Kasat mata
Mutu beda
Kasat mata
Mutu sama

Ijarah
Al-Ijarah
(Services)

Jualah

Of Same Type
Uang
Of Different
Type
Dayn dengan
Dayn
Surat Berharga

Representing
Ayn
Representing
Dayn

Sumber: Karim (2006 : 59)

Gambar 2.1 : Skema Akad Teori


Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR,Pertukaran
BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Skema transaksi berdasarkan Teori Pertukaran pada halaman sebelumnya


menggambarkan pola transaksi yang terdapat dalam lingkup cakupan Teori
Pertukaran. Ringkasan akad berdasarkan Teori Pertukaran ditinjau dari objek
pertukaran dapat diterangkan sebagai berikut:
Object
Ayn for 'Ayn
Ayn for Dayn
Dayn for Dayn

Now for Now


V
V
X

Time
Now for Deferred
V
V
X

Deferred for Deffered


X
X
X

Sumber: Karim (2006 : 60)

Tabel 2.1 Matriks Transaksi Teori Pertukaran


Matriks yang disajikan di atas memberikan panduan yang menyeluruh
pada kehalalan transaksi pertukaran. Semua transaksi dengan sifat tanggung serah
(deferred for deferred) akan diharamkan, demikian juga halnya dengan transaksi
Dayn for Dayn, kecuali pada transaksi sharf.
(2)

Teori Percampuran (The Theory of Venture)


Teori Percampuran berlaku pada jenis kontrak dengan sifat Natural

Uncertainty Contract, yang mana tingkat pengembalian pada transaksi tersebut


tidak dapat dipastikan.
Objek dan jangka waktu yang diaplikasikan pada aplikasi Teori
Percampuran pada dasarnya sama dengan aplikasi Teori Pertukaran, yakni ayn
(real asset) dan dayn (financial asset) serta dapat dijalankan pada jangka waktu
naqdan (immediate delivery) dan ghairu naqdan (deferred delivery).
(i)

Percampuran Ayn dengan Ayn


Percampuran ayn dengan ayn terjadi ketika dua pihak atau lebih

sepakat untuk berkolaborasi membentuk atau membangun sesuatu dengan


Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

memadukan sumber daya dari pihak pihak yang terkait. Dalam percampuran
ayn dengan ayn sumber daya yang dipadukan berupa real asset, tidak ada pihak
yang memberikan sumber daya dalam bentuk financial asset.
(ii)

Percampuran Ayn dengan Dayn


Percampuran ayn dengan dayn terjadi ketika beberapa pihak terkait

setuju untuk berkolabari dengan memadukan aset mereka, dengan satu atau
lebih pihak memberikan financial aset sedangkan pihak lain memberikan
real aset dalam perjanjian tersebut.
(iii) Percampuran Dayn dengan Dayn
Percampuran dayn dengan dayn dapat mengambil beberapa jenis
kontrak, di antaranya adalaah syirkah mufawadhah dan syirkah inan.
Syirkah mufawadhah terjadi pada kontrak kerjasama dengan jumlah
financial asset yang sama antara pihak pihak yang terkait. Hal ini
merupakan kebalikan dari sirkah inan, bahwa kontrak yang terjadi dengan
jumlah financial asset yang berbeda.
Matriks untuk transaksi percampuran dapat dilihat sebagai berikut:
Object
Ayn for 'Ayn
Ayn for Dayn
Dayn for Dayn

Now for Now


V
V
V

Time
Now for Deferred
X
X
X

Deferred for Deffered


X
X
X

Sumber: Karim (2006 : 63)

Tabel 2.2 Matriks Transaksi Teori Percampuran


Melalui matriks yang terdapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
bagi transaksi percampuran, hanya dengan karakteristik now for now yang

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

diperbolehkan, sedangkan transaksi dengan karakteristik now for deferred dan


deferred for deferred dilarang/diharamkan.
Ringkasan transaksi yang diperbolehkan dalam perbankan syariah dapat
dilihat pada skema berikut ini:

Akad

Transaksi
Sosial

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Transaksi
Komersial

Qard
Wadiah
Wakalah
Kafalah
Rahn
Hibah
Waqf

Natural
Certainty
Contract

1.
2.
3.
4.

Murabahah
Salam
Istishna
Ijarah

Teori
Pertukaran

Natural
Uncertainty
Contract

1.
2.
3.
4.

Musyarakah
Muzaraah
Musaqah
Mukhabaran

Teori
Percampuran

Sumber: Karim (2006 : 71)

Gambar 2.2 : Skema Akad Perbankan Syariah

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

b. Kegiatan Operasional Bank Syariah


Secara umum, kegiatan operasional bank syariah dapat dilihat dari jenis
produk yang ditawarkan oleh bank syariah. Produk yang ditawarkan bank syariah
secara umum adalah (Karim, 2006: 97 dan Muhammad, 2005: 177):
1) Penyaluran Dana (Financing)
2) Penghimpunan Dana (Funding)
3) Jasa (services)
Penjelasan masing masing produk juga dijelaskan oleh Karim (2006: 97112) dan Muhammad (2005: 178-190). Terdapat sedikit perbedaan antara
penjelasan Karim dan Muhammad mengenai penyaluran dana. Karim
berpendapat bahwa produk penyaluran dana terdiri dari pembiayaan dengan
prinsip jual beli, pembiayaan dengan prinsip sewa, pembiayaan dengan prinsip
bagi hasil, pembiayaan dengan akad pelengkap. Sedangkan Muhammad
berpendapat bahwa penyaluran dana hanya terdiri dari pembiayaan dengan
prinisp jual beli, prinsip sewa dan prinsip bagi hasil. Menurut Muhammad (2005:
188), akad pelengkap dikembangkan sebagai akad pelayanan jasa.
a) Penyaluran Dana (Financing)
Produk penyaluran dana dapat dilakukan dengan prinsip sebagai berikut:
(1) Pembiayaan dengan prinsip jual beli. Pembiayaan ini dilakukan
sehubungan adanya perpindahan kepemilikan barang atau benda.
Berdasarkan bentuk pembayaran dan waktu penyerahan, transaksi
jual beli dapat dibedakan menjadi:

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

(a) Pembiayaan Murabahah (al-bai bi tsaman ajil). Akad ini


lebih dikenal dengan murabahah saja. Dalam skema
murabahah, bank bertindak sebagai penjual, sedangkan
nasabah bertindak sebagai pembeli. Kedua belah pihak
harus menyepakati harga jual dan waktu penyerahan. Hal
harus

diperhatikan

adalah

bahwa

bank

harus

memberitahukan tingkat keuntungan yang diambil bank


pada transaksi tersebut.
(b) Pembiayaan Salam. Akad ini merupakan akad transaksi jual
beli dengan barang yang bertindak sebagai objek belum ada.
Namun, sebagai syarat transaksi ini adalah bahwa kuantitas,
kualitas, harga dan waktu penyerahan barang harus
ditentukan secara pasti.
(c) Pembiayaan Istishna. Akad ini hampir sama dengan akad
salam, namun pada akad istishna, pembayaran yang
dilakukan oleh bank dapat dicicil. Pembiayaan ini biasanya
dilakukan pada pembiayaan manufaktur dan konstruksi.
(2) Pembiayaan dengan prinsip sewa. Transaksi ijarah didasari atas
perpindahan manfaat. Perbedaan prinsip sewa dengan prinsip jual
beli terletak pada objek transaksi. Pada prinsip sewa, objek
transaksi adalah jasa, sedangkan pada prinsip jual beli objeknya
adalah barang/benda. Terdapat akad sewa yang diikuti dengan

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

perpindahan kepemilikan objek pada akhir masa sewa. Akad ini


disebut dengan ijarah muntahhiyah bittamlik (IMBT).
(3) Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil. Pembiayaan dengan prinsip
bagi hasil dapat dibedakan sebagai berikut:
i) Pembiayaan Musyarakah. Akad pembiayaan ini merupakan
bentuk umum dari pembiayaan dengan prinsip bagi hasil.
Akad musyarakah merupakan perpaduan aset dua pihak atau
lebih guna membentuk usaha. Asset yang dipadukan dapat
berbentuk berwujud maupun tidak berwujud. Secara
spesifik, bentuk kontribusi yang dipadukan oleh pihak
pihak

yang

terkait

perdagangan,

dapat

berbentuk

kewiraswastaan,

dana,

kepandaian

barang
(skill),

kepemilikan (property), peralatan, intangible asset, atau


bahkan reputasi.
ii) Pembiayaan

Mudharabah.

Pembiayaan

mudharabah

terbentuk dengan komposisi pemilik modal (shahib almaal), dalam hal ini bank, dengan pengelola usaha
(modharib).

Dalam

bentuk

kerjasama

ini,

proporsi

kontribusi modal 100% diberikan oleh shahib al-maal, yaitu


bank. Hal ini membedakan pembiayaan mudharabah
dengan pembiayaan musyarakah.
mudharabah,

Dalam pembiayaan

modal hanya berasal dari satu pihak

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

sedangkan pada pembiayaan musyarakah, dana modal dapat


berasal dari dua pihak atau lebih.
b) Penghimpunan Dana (Funding)
Penghimpunan dana yang dilakukan oleh bank dapat berbentuk giro,
tabungan dan deposito, namun dengan melekatkan prinsip operasional
syariah pada penghimpunan dana tersebut. Prinsip operasional syariah
yang dapat diterapkan pada penghimpunan dana adalah prinsip
wadiah dan prinsip mudharabah.
(1) Prinsip Wadiah. Terdapat dua jenis simpanan dengan prinsip
wadiah, yaitu wadiah yad dhamanah dan wadiah amanah. Jenis
wadiah yad dhamanah merupakan akad yang sering diterapkan
pada rekening giro. Dalam prinsip wadiah yad dhamanah,
nasabah yang menitipkan dana pada bank tersebut tidak dijanjikan
imbalan pendapatan, namun juga tidak menanggung kerugian.
Keuntungan dan kerugian murni dipegang oleh bank. Bank dapat
memberikan bonus pada nasabah, namun tidak boleh dijanjikan
pada awal pembentukan akad.
(2) Prinsip Mudharabah. Dalam prinsip himpunan dana mudharabah,
bank bertindak sebagai mudharib (pengelola) sedangkan nasabah
bertindak sebagai sahib al-maal (pemilik modal). Prinsip
mudharabah diaplikasikan dalam produk tabungan berjangka dan

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

deposito berjangka. Prinsip mudharabah dapat dibagi ke dalam


dua bagian, ditinjau dari kewenangan pengelola:

Mudharabah Mutlaqah. Prinsip mudharabah mutlaqah juga


disebut dengan Unrestricted Investment Account (URIA).
Dalam prinsip URIA, tidak terdapat limitasi yang dibebankan
pemilik dana kepada bank sebagai pihak pengelola dana. Hal
ini berarti bahwa bank selaku pihak pengelola dana tersebut
bebas menentukan penyaluran dana tersebut ke sektor
manapun.

Mudharabah Muqayyadah. Prinsip mudharabah muqayyadah


disebut juga dengan Restricted Investment Account (RIA).
Dalam prinsip RIA, terdapat limitasi yang dibebankan oleh
pemilik dana kepada bank selaku pengelola dana. Artinya,
dalam penyaluran dana tersebut yang dilakukan oleh bank,
terdapat syarat syarat yang diajukan oleh pemilik dana.

c) Jasa (Services)
Sehubungan dengan perbedaan pendapat yang terjadi antara Karim dan
Muhammad pada akad pelengkap, maka perbedaan tersebut juga
berimplikasi pada produk jasa perbankan syariah. Menurut Karim
(2006: 112) jasa perbankan meliputi sharf (forex trading) dan ijarah
(sewa). Sewa dalam hal ini adalah jasa penyewaan kotak simpanan

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

(safe deposit box) dan jasa tata laksana administrasi dokumen


(custodian).

4. Laporan Keuangan Bank Syariah


Laporan keuangan pada sektor perbankan syariah, sama seperti sektor
lainnya, adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
kinerja, serta perubahan posisi keuangan aktifitas operasi bank yang bermanfaat
dalam mengambil keputusan.
Suatu laporan keuangan pada hakikatnya merupakan sebuah hasil akhir
(output) dari proses akuntansi selama suatu periode tertentu. Laporan keuangan
tersebut mencerminkan kegiatan yang dilakukan oleh entitas pada suatu periode
tersebut. Kegiatan entitas pada periode tersebut harus dipertanggunjawabkan oleh
manajemen entitas terkait, yang direfleksikan dalam pertanggungjawaban laporan
keuangannya.
Laporan keuangan yang dipertanggungjawabkan tersebut utamanya dapat
digunakan sebagai alat pengambil keputusan (decision making) oleh pihak
pihak yang berkaitan dengan entitas. Hal ini menyebabkan para manajemen
entitas seharusnya memiliki social contract dengan para stakeholder.
Menurut IAI dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.
31 (Revisi 2000) paragraf 80, laporan keuangan bank umum meliputi:

Neraca,

Laporan Laba Rugi,

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Laporan Arus Kas,

Laporan Perubahan Ekuitas,

Catatan Atas Laporan Keuangan.

Laporan keuangan bank dalam PSAK No. 31 tersebut tidak secara umum
tidak berbeda dengan laporan keuangan perusahaan lain. Hal ini dapat dibuktikan
bahwa menurut International Accounting Standards (IAS) Number 1, presentasi
laporan keuangan suatu perusahaan harus meliputi (dalam Robinson, Munter dan
Grant, 2004 : 52):
o Balance Sheet (Neraca),
o Income Statement (Laporan Laba Rugi),
o Statement showing either all changes in equity or changes in equity
other than those arising from capital transactions with owners dan
distributions to owners (Laporan Perubahan Ekuitas),
o Cash-flow Statement (Laporan Arus Kas),
o Accounting Policies and Explanatory Notes (Catatan Atas Laporan
Keuangan).
Laporan keuangan bank syariah ternyata tidak sama dengan laporan bank
konvensional sebagaimana telah disebutkan dalam PSAK No. 31 (Revisi 2000).
Dalam PSAK No. 59 (Revisi 2003) tentang Akuntansi Perbankan Syariah
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

dijelaskan pada paragraf 152 bahwa bank syariah yang beroperasi di Indonesia
disaranakan menyusun laporan keuangannya secara lengkap yang terdiri dari:
Neraca,
Laporan Laba Rugi,
Laporan Arus Kas,
Laporan Perubahan Ekuitas,
Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat,
Laporan Sumber dan Penggunaan Dasa Zakat, Infaq, dan Shadaqah,
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan, dan
Catatan Atas Laporan Keuangan.
Investasi terikat merupakan investasi yang berasal dari pemilik dana
investasi terikat dan sejenisnya yang dikelola oleh bank sebagai manajer investasi
berdasarkan mudharabah muqayyadah atau sebagai agen investasi. Investasi
terikat bukan merupakan aset maupun kewajiban karena bank tidak mempunyai
hak untuk menggunakan atau mengeluarkan investasi tersebut serta bank tidak
memiliki kewajiban mengembalikan atau menanggung risiko investasi.
Dalam hal bank bertindak sebagai manajer investasi dengan akad
mudharabah muqayyadah, bank mendapatkan keuntungan sebesar nisbah atas
keuntungan investasi. Jika terjadi kerugian, maka bank tidak mendapat imbalan
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

apapun. Sedangkan dalam hal bank bertindak sebagai agen investasi, imbalan
yang diterima adalah sebesar jumlah yang disepakati tanpa memperhatikan hasil
investasi tersebut (PSAK No. 59, Revisi 2003 : paragraf 167-171)
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan merupakan
merupakan komponen utama laporan keuangan bank syariah. Penjelasan tentang
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan dapat dilihat pada PSAK
No. 59 (Revisi 2003) paragraf 178-182 dan Muhammad (2005 : 233-234) yang
meliputi:
a. Sumber dana qardhul hasan yang berasal dari:
1) infaq,
2) shadaqah,
3) denda,
4) pendapatan nonhalal.
b. Penggunaan dana qardhul hasan yang meliputi:
a) pinjaman,
b) sumbangan.
c. Kenaikan atau penurunan sumber dana qardhul hasan
d. Saldo awal dana penggunaan qardhul hasan

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

e. Saldo akhir dana penggunaan qardhul hasan.


Contoh bentuk Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Infak, dan
Sedekah dapat dilihat pada bentuk laporan berikut ini:
(Nama Bank)
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah
Untuk Tahun yang Berakhir xxxx (tahun)
Catatan
Sumber-Sumber Zakat dan Sumbangan
Zakat Jatuh Tempo dari Bank
Zakat Jatuh Tempo dari Para Pemilik Rekening
Sumbangan
Total Sumber Zakat

xxxx (tahun)
Unit Moneter
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

Penggunaan Zakat dan Sumbangan


Zakat Untuk Fakir Miskin
Zakat Untuk Ibnu Sabil
Zakat Untuk Gharimin dan Membebaskan Budak
Zakat Untuk Mu'allaf
Zakat Untuk Fisabilillah
Zakat Untuk Amil Zakat (Biaya Adm dan Umum)
Total Penggunaan Dana

xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

Kenaikan (Penurunan) Sumber - Sumber Terhadap Penggunaan


Zakat dan Sumbangan yang Belum Dibagikan Pada Awal Tahun
Zakat dan Sumbangan yang Belum Dibagikan Pada Akhir Tahun

xxx
xxx
xxx

Sumber: Arifin dalam Muhammad (2005 : 244) dengan modifikasi

Gambar 2.3 Contoh Laporan


Sumber dan Penggunaan Dana
Zakat, infak dan Sedekah

Sedangkan contoh bentuk Laporan Sumber dan Penggunaan Qardhul


Hasan adalah sebagai berikut:

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan


Untuk Tahun yang Berakhir xxxx (Tahun)

Saldo Awal Pinjaman Kebajikan


Sumber - Sumber Dana Qardhul Hasan
Alokasi dari Rekening Koran
Alokasi dari Pendapatan yang Dilarang Syari'ah
Sumber di Luar Bank
Total Sumber Dana Selama Tahun ini

xxxx
(Tahun)
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

Penggunaan Qardhul Hasan


Pinjaman Kepada Para Pelajar
Pinjaman Kepada Para Pengrajin
Penyelesaian Rekening Koran
Total Penggunaan Dana Selama Tahun ini

xxx
xxx
xxx
xxx
xxx

Saldo Akhir Tahun Pinjaman Kebajikan


Dana Tersedia Untuk Pinjaman

xxx
xxx

Uraian

Cat

Sumber: Arifin dalam Muhammad (2005 : 245) dengan modifikasi

Gambar 2.4 Contoh Laporan


Sumber dan Penggunaan Qardhul
Hasan

B. Penilaian Kinerja Keuangan


Kinerja keuangan suatu entitas dapat diukur melalui analisis laporan
keuangan yang diimplementasikan pada penggunaan elemen elemen laporan
keuangan untuk membentuk rasio keuangan kunci agar dapat menilai kondisi
kesehatan keuangan perusahaan (Garrison & Noreen, alih bahasa Budisantoso,
2004 : 780). Metode metode lain yang dapat digunakan sebagai penilaian
kinerja perusahaan adalah analisis common-size, studi diferensiasi komponen

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

laporan keuangan industri, review terhadap material deskriptif dan perbandingan


data data lain (Gibson, 2001 : 161).
Melalui analisis rasio keuangan, dapat diambil kesimpulan terhadap
komparasi kinerja suatu perusahaan selama periode tertentu (time series
analysis) atau komparasi dengan perusahaan lain (cross sectional analysis)
(Robinson, Munter and Grant, 2004 : 230).
Secara garis besar, Robinson et al. mengklasifikasikan rasio keuangan ke
dalam enam kategori yang dijelaskan sebagai berikut (Robinson et al, 2004 :
231):
1. Rasio Aktivitas, mengindikasikan efesiensi dan efektivitas operasi
dan manajemen aset.
2. Rasio Likuiditas, mengindikasikan kemampuan entitas untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek.
3. Rasio Solvabilitas, mengindikasikan kemampuan entitas untuk
memenuhi kewajiban jangka panjang.
4. Rasio Profitabilitas, mengindikasikan kemampuan entitas untuk
menghasilkan laba (menciptakan pertumbuhan) setelah menutupi
biaya (cost).
5. Rasio Arus Kas, merupakan komposisi dari rasio rasio yang telah
disebutkan sebelumnya. Rasio arus kas secara khusus menjadi
penting ketika terdapat keraguan terhadap kemampulabaan suatu
entitas.
6. Rasio Multiplikasi Harga Saham, merupakan rasio yang terfokus
pada harga pasar saham daripada nilai buku (book value).

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor : 9/1/PBI/2007 Tentang


Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah
disebutkan bahwa penilaian tingkat kesehatan bank dapat dinilai melalui:

a) permodalan (Capital),
b) kualitas Aset (Asset Quality),
c) manajemen (management),
d) rentabilitas (Earning),
e) likuiditas (Liquidity),
f) sensivitas terhadap risiko pasar (Sensivity to Market Risk).
Dalam melakukan penilaian rasio keuangan untuk menilai kinerja dan
kesehatan bank, Bank Indonesia membagi rasio rasio keuangan ke dalam tiga
kategoti besar yakni rasio utama, rasio penunjang dan rasio pengamatan
(observed ratio). Rasio utama memiliki pengaruh kuat (high impact) terhadap
kesehatan bank, rasio penunjang memiliki pengaruh langsung terhadap rasio
utama, sedangkan rasio pengamatan merupakan rasio tambahan yang digunakan
dalam analisa dan pertimbangan (judgement).
Berdasarkan Surat Edaran (SE) No.9/24/DPbS tahun 2007 dapat
disimpulkan kriteria penilaian tingkat kesehatan bank sebagai berikut:

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Faktor
Rasio

KPMM

Kemampuan modal
inti & PPAP dalam
mengamankan
risiko write off

Kemampuan modal Trend KPMM


inti menutup
kerugian saat
likuidasi

Karakteristik Utama
Penunjang
Penunjang
Penunjang
Faktor
Rasio
Kualitas Risiko konsentrasi Kualitas penyaluran Kemampuan
aktiva
penyaluran dana
dana kepada
bank dalam
produktif kepada debitur inti debitur inti
menangani
aset
dihapusbuku
Karakteristik Utama
Penunjang
Faktor
Rasio
Net
Return On Asset
Operating (ROA)
Margin
(NOM)
Karakteristik Utama
Penunjang

Sumber: Bank Indonesia

Penunjang
Efisiensi kegiatan
operasional

Penunjang

Penunjang

Permodalan (Capital)
Kemampuan bank Intentsitas fungsi Perbandingan
modal inti dengan
dalam menambah keagenan bank
syariah
dana mudharabah
modal

Penunjang
Observed
Observed
Kualitas Aset (Asset Quality)
Non Performing
Tingkat kecukupan Proyeksi kualitas
Financing (NPF)
agunan
aset produktif

Penunjang

Observed
Rentabilitas
Aktiva yang
Diversifikasi
Proyeksi
dapat
pendapatan
Pendapatan
menghasilkan
Operasional
pendapatan
Bersih Utama
Penunjang
Penunjang
Penunjang

Observed
Net Structural
Operating Margin

Observed

Deveidend Pay
Out Ratio

Observed

Akses pada
sumber
permodalan

Observed

Kinerja keuangan
pemegang saham
untuk
meningkatkan
permodalan bank
Observed

Trend aktiva
produktif
bermasalah yang
direstrukturisasi
Observed

Observed

Observed

Return On Equity Komposisi


Disparitas imbal
(ROE)
penempatan jasa tertinggi dan
terendah
dana pada
surat berharga
Observed
Observed
Observed

Tabel 2.3 Penilaian Kesehatan Bank Berdasarkan Aspek


Permodalan, Kualitas Aset dan Rentabilitas

Faktor
Rasio

Likuiditas
Perbandingan Kemampuan Ketergantungan Pertumbuhan
aset jangka
aset jangka
dana kepada
dana deposan
pendek
pendek, kas & deposan inti
inti terhadap
dengan
sec. reserve
total DPK
kewajiban
dlm memenuhi
jangka pendek kewajiban jgk
pendek

Kemampuan Ketergantungan
bank
pada dana antar
memperoleh bank
dana dari pihak
lain, jika
terjadi
mismatch

Utama
Karakteristik
Penunjang
Penunjang
Penunjang
Observed
Observed
Faktor
Sensivitas Atas Risiko Pasar
Rasio
Perbandingan kelebihan modal yang digunakan untuk menutupi risiko bank dengan tingkat risiko
yang timbul dari pengaruh perubahan risiko pasar

Karakteristik
Sumber: Bank Indonesia

Tabel 2.4 Penilaian Kesehatan Bank Berdasarkan Aspek Likuiditas dan


Sensivitas Atas Risiko Pasar

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

1. FDR (Financing Deposit to Ratio)


FDR adalah rasio antara jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana
yang diterima oleh bank. FDR ditentukkan oleh perbandingan antara jumlah
pinjaman yang diberikan dengan dana masyarakat yang dihimpun yaitu
mencakup giro, simpanan berjangka (deposito), dan tabungan.
FDR tersebut menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam
membayar

kembali

penarikan

dana

yang

dilakukan

deposan

dengan

mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin


besar kredit maka pendapatan yang diperoleh naik, karena pendapatan naik secara
otomatis laba juga akan mengalami kenaikan.
Kebutuhan likuiditas setiap bank berbeda-beda tergantung antara lain pada
khususan usaha bank, besarnya bank dan sebagainya. Oleh karena itu untuk
menilai cukup tidaknya likuiditas suatu bank dengan menggunakan ukuran
financing deposito to ratio, yaitu dengan memperhitungkan berbagai aspek yang
berkaitan dengan kewajibannya, seperti memenuhi commitment loan, antisipasi
atas pemberian jaminan bank yang pada gilirannya akan menjadi kewajiban bagi
bank. Apabila hasil pengukuran jauh berada di atas target dan limit bank tersebut
maka dapat dikatakan bahwa bank akan mengalami kesulitan likuiditas yang pada
gilirannya akan menimbulkan beban biaya yang besar. Sebaliknya bila berada di
bawah target dan limitnya, maka bank tersebut dapat memelihara alat likuid yang
berlebihan dan ini akan menimbulkan tekanan terhadap pendapatan bank berupa
tingginya biaya pemeliharan kas yang menganggur (idle money). Dari uraian

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

diatas maka dapat dikatakan Financing Deposit to Ratio adalah perbandingan


jumlah pembiayaan yang diberikan dengan simpanan masyarakat.

Pembiayaan yang diberikan


FDR =
Dana masyarakat

2. BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)


BOPO menurut kamus keuangan adalah kelompok rasio yang mengukur
efisiensi

dan

efektivitas

operasional

suatu

perusahaan

dengan

jalur

membandingkan satu terhadap lainnya. Berbagai angka pendapatan dan


pengeluaran dari laporan rugi laba dan terhadap angka-angka dalam neraca.
Rasio biaya operasional adalah perbandingan antara biaya operasional dan
pendapatan operasional. Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur
tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan opeasi (Denda
Wijaya, 2000:120). Semakin rendah BOPO berarti semakin efisien bank tersebut
dalam mengendalikan biaya operasionalnya, dengan adanya efisiensi biaya maka
keuntungan yang diperoleh bank akan semakin besar.

Biaya operasional
BOPO =
Pendapatan operasional

BOPO merupakan upaya bank untuk meminimalkan resiko operasional,


yang merupakan ketidakpastian mengenai kegiatan usaha bank. Resiko
operasional berasal dari kerugian operasional bila terjadi penurunan keuntungan
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

yang dipengaruhi oleh struktur biaya operasional bank, dan kemungkinan


terjadinya kegagalan atas jasa - jasa dan produk-produk yang ditawarkan.

3. NPF (Non Performing Financing)


NPF adalah tingkat pengembalian kredit yang diberikan deposan kepada
bank dengan kata lain NPF merupakan tingkat kredit macet pada bank tersebut.
NPF diketahui dengan cara menghitung Pembiayaan Non Lancar Terhadap Total
Pembiayaan. Apabila semakin rendah NPF maka bank tersebut akan semakin
mengalami keuntungan, sebaliknya bila tingkat NPF tinggi bank tersebut akan
mengalami kerugian yang diakibatkan tingkat pengembalian kredit macet.

Pembiayaan nonlancar
NPF =
Total Pembiayaan

4. ROE (Return on Equity)


Profitabilitas merupakan dasar dari adanya keterkaitan antara efisiensi
operasional dengan kualitas jasa yang dihasilkan oleh suatu bank. Profitabilitas
adalah ukuran spesifik dari performance sebuah bank, dimana ia merupakan
tujuan dari manajemen perusahaan dengan memaksimalkan nilai dari para
pemegang saham, optimalisasi dari berbagai tingkat return, dan minimalisasi
resiko yang ada.
Tujuan analisis profitabilitas sebuah bank adalah untuk mengukur tingkat
efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh suatu bank.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Net Income
ROE =
Total Equity

ROE menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola modal


yang tersedia untuk mendapatkan net income. Semakin tinggi return semakin
baik, berarti dividen yang dibagikan atau ditanamkan kembali sebagai retained
earning juga semakin besar.

C. Tinjauan Penelitian Terdahulu


1. Iqbal Haridh (2008)
Penelitian yang dilakukan oleh Iqbal Haridh menganalisis pengaruh
kinerja perbankan syariah terhadap perkembangan perbankan syariah di
Indonesia. Analisis kinerja perbankan syariah pada penelitian ini menggunakan
lima rasio keuangan yang mengukur kinerja keuangan perbankan syariah. Lima
rasio tersebut adalah Tingkat Kecukupan Pembentukan Penyisihan Penghapusan
Aktiva Tetap (PPAP) atau Rasio PPAP, Kualitas Aktiva Produktif Bank (KAPB),
Non Performing Financing (NPF), Return On Equity (ROE), dan Financing to
Deposit Ratio (FDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan variabel
tersebut secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan
perbankan syariah pada tingkat kepercayaan 95%. Tetapi secara parsial
menunjukkan hanya variabel ROE yang berpengaruh signifikan pada tingkat
kepercayaan 95%.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

2. Arfian Zuhri Nasution (2008)


Arfian Zuhri Nasution melakukan penelitian terhadap peranan rasio
keuangan dalam mengukur kinerja keuangan PT. Bank Sumut Cabang Utama
Medan dalam kurun waktu tiga tahun selama tahun 2005, tahun 2006, dan tahun
2007. Rasio keuangan yang digunakan dalam mengukur kinerja keuangan PT.
Bank Sumut Cabang Utama Medan tersebut adalah Perbandingan Aktiva
Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) Terhadap Total Aktiva Produktif,
Tingkat Kecukupan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Akitva Produktif
(PPAP), Return On Asset (ROA), Net Interest Margin (NIM), Perbandingan
Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit
Ratio (LDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PT. Bank Sumut
Cabang Utama Medan paling baik terjadi pada tahun 2006 dengan skor 28 atau
93,33% dari total skor dan masuk dalam kategori sangat baik.
3. Imam Gozali (2007)
Imam Gozali menganalisis pengaruh CAR (Capital Adequacy Ratio),
FDR (Financing Deposit Ratio), BOPO (Biaya OPerasional terhadap Pendapatan
Operasional) dan NPL (Non Performing Loan) terhadap Profitabilitas Bank
Syariah Mandiri. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah CAR (Capital
Aquacy Ratio), FDR (Financing to Deposit Ratio), BOPO (Biaya Operasional
terhadap Pendapatan Operasional), NPL (Non Performing Loan) sebagai variabel
independen dan ROE (Return On Equity) sebagai variabel dependen. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas bank sayriah mandiri
tergolong baik walaupun dilihat dari sisi CAR masih ada kekurangan, hal tersebut
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

karena bank syariah mandiri lebih mengedepankan sektor riil. Hal tersebut yang
membuat CAR masih kurang karena pembiayaan sektor riil tergolong sangat
beresiko. Tapi dilihat dari variable lainnya bank syariah mandiri masih layak
menjadi bank syariah yang tergolong profitabilitas baik.
4. Ryan Anggarapasha Yusananta
Ryan Anggarapasha Yusananta menganalisis pengaruh perubahan rasio
profitabilitas dan rasio hutang terhadap perubahan harga saham perusahaan jasa
keuangan yang terdaftar di BEJ. Variabel variabel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah harga saham sebagai variabel dependen. ROA dan DER
sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari variabel
independen yang digunakan, faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap
harga saham adalah ROE (Return On Equity).
Penelitian penelitian terdahulu yang telah dijelaskan disajikan kembali
secara komprehensif sebagai berikut:
Peneliti

Judul

Variabel

Teknik
Analisis Data
M. Iqbal Analisis
Variabel
Metode
Haridh
Pengaruh
independen
analisis
(2008)
Kinerja
yaitu Tingkat statistik
Perbankan
Kecukupan
regresi linear
Syariah
Pembentukan
berganda
Terhadap
Penyisihan
dengan
Perkembanga Penghapusan
pengujian
n Perbankan Aktiva
asumsi klasik.
Syariah
di Produktif
Pengujian
Indonesia
hipotesis
(PPAP),
Kualitas
secara
Aktivva
statistik
Produktif Bank dilakukan
(KAPB), Non dengan
Performing
menggunakan

Hasil Penelitian
Hasil penelitian
menunjukkan
bahwa
keseluruhan
variabel tersebut
secara simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap
perkembangan
perbankan
syariah
pada
tingkat
kepercayaan
95%.
Tetapi

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Financing
(NPF), Return
On
Equity
(ROE),
dan
Financing
to
Deposit Ratio
(FDR).

Arfian
Zuhri
Nasutio
n (2008)

Imam
Gozali
(2007)

Peranan Rasio
Keuangan
Dalam
Mengukur
Kinerja
Keuangan PT.
Bank Sumut
Cabang
Utama Medan

Variabel yang
digunakan yaitu
Perbandingan
Aktiva
Produktif Yang
Diklasifikasikan
(APYD)
Terhadap Total
Aktiva
Produktif,
Tingkat
Kecukupan
Pembentukan
Penyisihan
Penghapusan
Akitva
Produktif
(PPAP), Return
On
Asset
(ROA),
Net
Interest Margin
(NIM),
Perbandingan
Biaya
Operasional
dengan
Pendapatan
Operasional
(BOPO), Loan
to Deposit Ratio
(LDR)
Pengaruh
CAR (Capital
CAR (Capital Aquacy Ratio),
Adequacy
FDR (Financing
Ratio), FDR to
Deposit
(Financing
Ratio), BOPO
Deposit
(Biaya

uji
signifikansi
parsial (uji t)
dan simultan
(uji F).

secara
parsial
menunjukkan
hanya variabel
ROE
yang
berpengaruh
signifikan pada
tingkat
kepercayaan
95%.
Metode
Kinerja
PT.
analisis
Bank
Sumut
deskriptif,
Cabang Utama
metode
Medan
paling
komparatif,
baik terjadi pada
dan metode tahun
2006
analisis trend. dengan skor 28
atau 93,33% dari
total skor dan
masuk
dalam
kategori sangat
baik.

Metode
analisis
statistik
regresi linear
berganda
dengan

Hasil penelitian
menunjukkan
bahwa
tingkat
profitabilitas
bank
sayriah
mandiri

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Ratio), BOPO
(Biaya
Operasional
terhadap
Pendapatan
Operasional)
dan NPL (Non
Performing
Loan)
terhadap
Profitabilitas
Bank Syariah
Mandiri
Ryan
Pengaruh
Anggara Perubahan
pasha
Rasio
Yusanan Profitabilitas
ta
dan
Rasio
(2007)
Hutang
Terhadap
Perubahan
Harga Saham
Perusahaan
Jasa
Keuangan
yang
Terdaftar di
BEJ

Operasional
terhadap
Pendapatan
Operasional),
NPL
(Non
Performing
Loan) sebagai
variabel
independen dan
ROE
(Return
On
Equity)
sebagai variabel
dependen.
Harga
saham
sebagai variabel
dependen. ROA
dan
DER
sebagai variabel
independen.

menggunakan tergolong baik


pengujian
walaupun dilihat
asumsi klasik. dari sisi CAR
masih
ada
kekurangan, hal
tersebut karena
bank
syariah
mandiri
lebih
mengedepankan
sektor riil.

Metode
korelasi dan
metode
analisis
statistik
regresi linear
berganda
dengan
melakkukan
uji t dan uji F

Hasil penelitian
menunjukkan
bahwa
dari
variabel
independen yang
digunakan,
faktor
yang
berpengaruh
secara signifikan
terhadap harga
saham
adalah
ROE (Return On
Equity).

D. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah suatu model yang menerangkan bagaimana
hubungan suatu teori dengan faktor faktor yang penting yang telah diketahui
pada masalah tertentu. Kerangkan teoritis akan menghubungkan secara teoritis
antar variabel variabel penelitian, yakni variabel bebas dan terikat (Erlina dan
Sri Mulyani, 2007 : 28). Kerangka teoritisis merupakan suatu landasan
konseptual untuk menjawab masalah atau persoalan penelitian. Penyusunan
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

kerangkan konseptual tidak terlepas dari upaya tinjauan literatur atas berbagai
teori dan penelitian sebelumnya (Supramono dan Utami, 2004 : 30).
Profitabilitas sebagai dasar dari adanya keterkaitan antara efisiensi
operasional dengan kualitas jasa yang dihasilkan oleh suatu bank. Profitabilitas
adalah ukuran spesifik dari performance sebuah bank, dimana ia merupakan
tujuan dari manajemen perusahaan dengan memaksimalkan nilai dari para
pemegang saham, optimalisasi dari berbagai tingkat return, dan minimalisasi
resiko yang ada.
Kebutuhan likuiditas setiap bank berbeda-beda tergantung antara lain
pada khususan usaha bank, besarnya bank dan sebagainya. Oleh karena itu untuk
menilai cukup tidaknya likuiditas suatu bank dengan menggunakan ukuran
financing deposito to ratio, yaitu dengan memperhitungkan berbagai aspek yang
berkaitan dengan kewajibannya, seperti memenuhi commitment loan, antisipasi
atas pemberian jaminan bank yang pada gilirannya akan menjadi kewajiban bagi
bank.
Rasio biaya operasional adalah perbandingan antara biaya operasional dan
pendapatan operasional. Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur
tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasi
(Lukman D Wijaya, 2000, 120).
NPF adalah tingkat pengembalian kredit yang diberikan deposan kepada
bank dengan kata lain NPF merupakan tingkat kredit macet pada bank tersebut.
Apabila semakin rendah NPF maka bank tersebut akan semakin mengalami

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

keuntungan, sebaliknya bila tingkat NPF tinggi bank tersebut akan mengalami
kerugian yang diakibatkan tingkat pengembalian kredit macet.
Dari keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara
Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO) dan Non Performing Financing (NPF) dengan profitabilitas
(ROE) bersifat kausal.
Berdasarkan

landasan

teoritis

dan

tujuan

penelitian

yang

telah

dikemukakan, maka penulis menyusun kerangka teoritis berikut ini:

FDR
(X1)
Tingkat
Profitabilitas
BOPO
(X2)

ROE
(Y)

NPF
(X3)

Gambar 2.5
Kerangka Konseptual
B. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan proporsi yang dirumuskan dengan maksud untuk
diuji secara empiris. Sedangkan proporsi merupakan suatu ungkapan atau
pernyataan yang dapat dipercaya, disangkal atau diuji kebenarannya mengenai
konsep atau konstruk yang menjelaskan atau memprediksi fenomena fenomena.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis merupakan penjelasan sementara


tentang perilaku, fenomena atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan
terjadi (Erlina dan Mulyani, 2007 : 41). Sedangkan Supramono dan Utami (2004
: 31-32) bahwa hipotesis adalah harapan peneliti yang berkenaan dengan
hubungan dua atau lebih variabel yang kebenarannya perlu diuji lebih lanjut
melalui pengumpulan data. Supramono dan Utami (2004 : 31) menjelaskan
bahwa perumusan hipotesis harus didasarkan pada penalaran yang mampu
memberikan penjelasan yang rasional (rational explanation) oleh sebab itu
penting untuk menelusuri teori teori tertentu atau hasil hasil penelitian
sebelumnya (prior research) melalui tinjauan literatur untuk mendapatkan
pengarahan mengenai jenis variabel dan hubungannya.
Hipotesis yang penulis susun dalam penelitian ini adalah:
Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non Performing
Financing (NPF) berpengaruh terhadap profitabilitas (ROE) baik secara parsial
maupun simultan.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan suatu cetak biru bagi pengumpulan,
pengukuran dan penganalisisan data

yang

membantu

ilmuwan dalam

mengalokasikan sumber daya penelitian yang terbatas dengan mengemukakan


pilihan pilihan penting (Babie dalam Erlina dan Mulyani, 2007 : 61). Desain
penelitian dapat juga didefinisikan sebagai suatu rencana dan struktur penelitian
yang dibuat sedemikian rupa agar diperoleh jawaban atas pertanyaan
pertanyaan penelitian. Rencana tersebut merupakan program menyeluruh dari
penelitian (Krathwohl dalam Erlina dan Mulyani, 2003 : 62).
Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian kausal, yakni
penelitian yang menganalisis hubungan yang terjadi antara suatu variabel dengan
variabel lainnya (Umar, 2003 : 30). Erlina dan Mulyani (2007 : 65-66)
menyatakan bahwa berdasarkan hubungan antar varibel, suatu penelitian dapat
dikategorikan sebagai penelitian dengan hubungan sebab akibat. Penelitian
tersebut tercermin ketika variabel terikat dijelaskan atau dipengaruhi oleh
variabel bebas tertentu.

B. Populasi dan Sampel Penelitian

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Populasi merupakan sekelompok orang, kejadian, atau sesuatu yang


mempunyai karakteristik tertentu. Sedangkan sampel merupakan merupakan
bagian dari populasi yang memperkirakan karakteristik populasi (Erlina dan
Mulyani, 2007 : 73-74).
Populasi yang digunakan dalan penelitian ini adalah bank bank syariah
yang ada di Indonesia.
Terdapat dua metode untuk mengumpulkan data mengenai karakteristik
populasi yakni metode complete enumeration dan metode sample enumeration.
Metode complete enumeration disebut juga dengan sensus. Dalam metode sensus,
penelitian diadakan pada seluruh anggota populasi, maka dengan kata lain bahwa
dalam metode sensus sampel dari penelitian adalah seluruh populasi penelitian itu
sendiri. Sedangkan metode sample enumeration disebut juga dengan metode
survey sample. Survey sample dilakukan pada suatu penelitian dengan mengambil
sebagian dari populasi penlitian (Supramono dan Utami, 2004 : 52).
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode sensus atau complete
enumeration. Metode ini dipakai disebabkan oleh ukuran populasi yang relatif
kecil, sehingga sesuai dengan dinyatakan dalam Erlina dan Mulyani (2007 : 73)
bahwa penelitian sensus dapat dilakukan jika populasi penelitian relatif kecil.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Kantor Pusat/Unit
Usaha Syariah

Bank
Bank Umum Syariah
PT. Bank Muamalat
Indonesia
1
PT. Bank Syariah Mandiri
1
PT. Bank Syariah Mega
Indonesia
1
Total
3
Unit Usaha Syariah
PT. Bank IFI
1
PT. Bank Negara Indonesia
1
PT. Bank Jabar
1
PT. Bank Rakyat Indonesia
1
PT. Bank Danamon
1
PT. Bank Bukopin
1
PT. Bank International
Indonesia
1
HSBC, Ltd
1
PT. Bank DKI
1
BPD Riau
1
BPD Kalsel
1
PT. Bank Niaga
1
BPD Sumatera Utara
1
BPD Aceh
1
Bank Permata
1
Bank Tabungan Negara
1
BPD Nusa Tenggara Barat
1
BPD Kalimantan Barat
1
BPD Sumatera Selatan
1
BPD Kalimantan Timur
1
BPD DIY
1
BPD Sulawesi Selatan
1
BPD Sumatera Barat
1
BPD Jatim
1
PT. Bank Ekspor Indonesia
1
Bank Lippo
1
Bank Tabungan Pensiunan
Nasional
1 (ROE) Perbankan Syariah
Dina Rizkiah Hutasuhut
: Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas
Di Indonesia, 2010. BPD Jawa Tengah
1
Total
28
Total Bank Syariah
31

Sumber: Tim Informasi Perbankan Syariah, Direktorat Perbankan Syariah, Bank


Indonesia

C. Jenis Data dan Sumber Data


Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Jenis
data yang digunakan adalah data sekunder. Supramono dan Utami (2004 : 61)
menyatakan bahwa sebagian besar penelitian studi akuntansi dan keuangan
menggunakan data sekunder antara lain mengambil obyek penelitian mengenai
kinerja

perusahaan

publik

dengan

menganalisis

rasio

keuangan

yang

memanfaatkan data sekunder.


Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti Pusat
Referensi Pasar Modal (PRPM), Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), Biro Pusat
Statistika, Laporan Keuangan yang dikeluarkan oleh suatu entitas tertentu
(Supramono dan Utami, 2004 : 61-62). Selain itu, data sekunder juga dapat
diperoleh dari halaman halaman web yang menyajikan data sekunder seperti
www.bisnis.com, www.idx.com, www.indoexchange.com, dan lain lain
(Supramono dan Utami, 2004 : 62).
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data sekunder yang diperoleh
dari laporan keuangan perbankan syariah yang dikeluarkan oleh otoritas
perbankan tertinggi yaitu Bank Indonesia (BI).

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

D. Metode Pengumpulan Data


Data yang digunakan adalah data eksternal dari luar perusahaan. Metode
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode dokumentasi atas
data sekunder berupa laporan keuangan masing masing perusahaan.
Pengumpulan data sekunder diperoleh dari media internet dengan cara
mendownload melalui situs

- situs seperti www.bisnis.com, www.idx.com,

www.indoexchange.com dan lain lain.

E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel


Variabel yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah variabel terikat
(dependent variable) dan variabel bebas (independent variable) yang dijelaskan
sebagai berikut:
1.

Variabel Terikat.
Variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel yang tidak
bebas dalam suatu hubungan penelitian, sehingga variabel ini selalu
dipengaruhi oleh variabel bebas. Hal ini menyebabkan variabel terikat
adalah konsekuensi dari variabel bebas (Erlina dan Mulyani, 2007 :
33).
Dalam penelitian yang penulis lakukan, variabel terikat tercermin pada
tingkat Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah di Indonesia. Variabel
terikat dalam penelitian ini disimbolkan dengan Y.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

ROE (Return On Equity) adalah rasio untuk mengetahui tingkat


pengembalian perusahaan terhadap ekuitas perusahaan. Data ROE
diperoleh dengan cara menghitung rasio laba terhadap total modal.
Tingkat Pangsa Perbankan Syariah Terhadap Total Bank merupakan
suatu ukuran perkembangan perbankan syariah yang diukur melalui
perbandingan perbandingan suatu kriteria tertentu terhadap total
perbankan secara umum. Secara garis besar, terdapat tiga parameter
yang dapat digunakan dalam mengukur pangsa perbankan syariah
terhadap total bank yaitu, total aktiva (total asset), total pembiayaan
(total financing extended), dan total dana pihak ketiga yang berhasil
dihimpun bank (total deposit fund). Dalam penelitian ini, penulis
menggunakan pangsa perbankan syariah terhadap total bank ditinjau
dari total ekuitas sebagai indikator profitabilitas perbankan syariah,
maka variabel tersebut akan digunakan sebagai variabel terikat.
2.

Variabel Bebas.
Variabel bebas (independent variable) sering juga disebut dengan
variabel stimulus, prediktor, atau antecedent. Variabel ini merupakan
variabel yang dapat memberi pengaruh kepada variabel terikat (Erlina
dan Mulyani, 2007 : 34). Terdapat empat variabel bebas yang
digunakan dalam penelitian ini. Variabel yang digunakan dalam
penelitian adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit
Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional
BOPO dan Non performing Financing (NPF).

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Variabel bebas disimbolkan dengan X. Oleh karena terdapat empat


variabel bebas, maka variabel variabel bebas tersebut disimbolkan
sebagai X1 (FDR) X2 (BOPO), X3 (NPF).
Skala pengukuran yang digunakan dalam variabel independen dan
variabel dependen adalah skala ratio yang merupakan skala pengukuran yang
menunjukkan kategori, peringkat, jarak dan perbandingan konstruk yang diukur.
FDR (Financing to Deposit Ratio) adalah ratio yang mengukur dan
menilai cukup tidaknya likuiditas suatu bank. Data FDR diperoleh dengan cara
menghitung perbandingan antara jumlah pinjaman yang diberikan kepada
deposan dengan dana masyarakat yang dihimpun yaitu mencakup giro, simpanan
berjangka (deposito), dan tabungan.
BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) adalah rasio
yang mengukur efisiensi dan efektivitas operasional suatu perusahaan dengan
jalur membandingkan satu terhadap lainnya. Berbagai angka pendapatan dan
pengeluaran dari laporan rugi laba dan terhadap angka-angka dalam neraca. Data
BOPO diperoleh dengan cara membandingkan antara Biaya Operasional dengan
Pendapatan Operasional.
NPF (Non Performing Financing) merupakan tingkat pengembalian kredit
yang diberikan deposan kepada bank dengan kata lain NPL merupakan tingkat
kredit macet pada bank tersebut. Data NPL diperoleh dengan cara Pembiayaan
Non Lancar Terhadap Total Pembiayaan.
Seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini akan ditransformasi
ke dalam bentuk logaritma natural. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan data
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

yang lebih seragam. Perlakuan ini sesuai dengan tujuan transformasi data
menurut Hadi (2006 : 116) bahwa transformasi data dilakukan dengan tujuan agar
data yang digunakan dalam penelitian bersifat lebih normal, lebih homogen
dan tidak terlalu ekstrim.

F. Metode Analisis Data


Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode analisis statistik
dengan menggunakan bantuan program SPSS (Statistic Product and Services
Solution) untuk memperoleh kesimpulan dari objek penelitian. Sebelum
melakukan analisis statistik guna pengujian hipotesis, peneliti terlebih dahulu
melakukan uji asumsi klasik.
1. Pengujian Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi normalitas data yang
digunakan dalam pengujian hipotesis kelak. Tujuan dari uji normalitas adalah
mengetahui apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual
memiliki distribusi normal (Erlina, 2007: 103). Normalitas data merupakan
asumsi terpenting dalam statistika parametrik sehingga pengujian terhadap
normalitas data harus dilakukan agar asumsi dalam statistika parametrik
terpenuhi (Supramono dan Utami, 2004: 82).
b. Uji Heteroskedatisitas
Uji heteroskedatisitas bertujuan untuk melihat apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan variabel residual dari suatu pengamatan ke
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

pengamatan yang lain. Jika varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan
lain tetap, maka disebut homoskedastisitas, demikian jika sebaliknya. Model
regresi yang baik adalah tidak terjadi gejala heteroskedatisitas (Erlina, 2007:
108).
c. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mendeteksi gejala korelasi antara data
yang satu dengan data yang lain. Uji autokorelasi dapat menggunakan DurbinWatson test, dengan kriteria jika nilai Durbin Watson
2 maka tidak terdapat
gejala autokorelasi (Supramono dan Utami, 2004: 82)
d. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menganalisis eksistensi gejala
korelasi antar variabel independen. Pengujian dapat dilakukan dengan melihat
nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), atau dengan melihat hasil
koefisien korelasi antarvariabel independen (Supramono dan Utami, 2004: 83).
Multikolinieritas dapat dilihat pada nilai tolarance atau Variance Inflation
Factor (VIF). Nilai tolarance berbanding terbalik dengan Variance Inflation
Factor yang dapat dijelaskan dengan VIF = 1/tolerance, maka dengan itu nilai
cutoff yang sering diterima adalah tolerance < 0,1 atau VIF > 10. Setiap peneliti
yang melakukan penelitian sering kali harus menentukan tingkat kolinieritas
sendiri (Ghozali, 2005 : 91-92). Hair dkk dalam Supramono dan Utami (2004 :
82) menyebutkan bahwa gejala multikolinieritas terjadi jika nilai tolerance lebih
kecil dari 0,1 atau nilai VIF lebih besar dari 10.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

2. Pengujian Hipotesis
a)

Untuk melakukan pengujian digunakan analisis regresi linear berganda.


Pengujian dengan teknik regresi linear berganda merupakan teknik yang
lebih sering digunakan untuk kepertingan pengujian hipotesis. Hal ini
sesuai dengan pendapat yang diutarakan oleh Supramono dan Utami
(2004 : 81) bahwa analisis regresi merupakan teknik yang paling sering
digunakan dibandingkan dengan teknik yang lain, mengingat sebagian
besar rumusan penelitian akuntansi dan keuangan berkenaan dengan
dugaan adanya pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel
terikat. Model persamaannya adalah:
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Dimana :
Y

= Tingkat profitabilitas / Return On Equity (ROE)

= Konstanta

b1,b2,b3

= Koefisien Regresi variabel X1, X2, dan X3

X1

= Financing to Deposit Ratio (FDR)

X2

= BOPO

X3

= Non Performing Financing (NPF)

= Tingkat kesalahan pengganggu / Error

b) Uji hipotesis secara statistik. Uji hipotesis terhadap suatu variabel


umumnya berupa uji perbedaan antara nilai sampel dengan populasi atau
nilai data yang diteliti dengan nilai ekspektasi peneliti (Erlina, 2007: 113).
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Uji hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji


signifikansi parsial (uji t) dan simultan (uji F) sesuai dengan teknik
pengujian yang dipaparkan oleh Supramono dan Utami (2004 :77) bahwa
jenis hipotesis perbedaan antar kelompok dapat menggunakan t-test bila
terdiri dari dua kelompok atau F-test bila menggunakan lebih dari dua
kelompok. Kriteria pengambilan keputusan untuk uji t dan uji F
diterangkan sebagai berikut:
H0 diterima jika thitung < ttabel pada 5%
Ha diterima jika thitung > ttabel pada 5%
H0 diterima jika Fhitung Ftabel pada 5%
Ha diterima jika Fhitung Ftabel pada 5%

G. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian direncanakan sebagai berikut :
No

Kegiatan

Tahun 2009
April

Mei

Juni

Penyelesaian Proposal

Pengajuan Proposal

Bimbingan Proposal

Seminar Proposal

Pengumpulan Data

Pengolahan dan Analisis Data

Penyelesaian Laporan

Juli

Agus

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN

A.

Data Penelitian

1.

Gambaran Umum dan Sejarah Singkat Perbankan Syariah


O you who believe! When you deal with each other, in transactions

involving future obligations in a fixed period of time, reduce time to writing let a
scribe write down faithfully as between the parties; let not the scribe refuse to
write: as Allah has taught him, so let him write. Let him who incurs the lability
dictate, but let him fear his Lord Allah, (QS Al-Baqarah [2]: 282).
Ayat yang telah disebutkan di atas merupakan suatu bukti otentik bahwa
Islam memiliki sistem yang mendorong terciptanya transparansi dan senantiasa
tertib administrasi (Antonio dalam Triyuwono, 2006 : vii). Disertasi Hayashi
(dalam Harahap, 2007 : 142) membuktikan bahwa sistem doube entry
bookkeeping bukan berasal dari Italia dengan Luca Paciola sebagai pencetus dan
pengembang doube entry bookkeeping dalam sistem akuntansi tersebut. Hayashi
berhasil membukt ikan bahwa sistem double entry bookkeeping dalam sistem
akuntansi sesungguhnya berasal dari Timur Tengah, karena sistem tersebut telah
dipraktikkan pada abad ke 12 di Timur Tengah.
Hal ini sesuai dengan pendapat Luzzatto pada tahun 1961 dan Littleton &
Yamey pada tahun 1978 (dalam Triyuwono, 2006 : 154-155) namun memiliki
sedikit perbedaan. Lazzatto menyatakan bahwa tempat kelahiran pertama sekali
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

tata buku berpasangan (double entry bookkeeping) tidak diketahui dengan jelas.
Namun Luca Paciola tidak benar jika dianggap sebagai orang pertama yang
menciptakan double entry bookkeeping. Hal ini disebabkan karena sistem
tersebut telah diterapkan lebih dari 200 tahun di Venice sebelum buku Paciola
diterbitkan. Namun Luca Paciola merupakan orang pertama yang mengangkat
metode pencatatan tersebut ke permukaan dan memberikan penjelasan
penjelasan yang berkaitan dengan teknik tersebut (dalam Triyuwono, 2006 : 154155).
Sedangkan Littleton & Yamey menyatakan bahwa kemungkinan besar
sistem double entry bookkeeping berasal dari Spanyol. Pendapat tersebut
didasarkan atas fakta yang mendukung bahwa pada zaman tersebut, teknologi
Muslim abad pertengahan lebih unggul dan canggih jika dibandingkan dengan
Eropa Barat. Kenyataan ini diperkuat bahwa Spanyol pada masa tersebut adalah
saluran utama melalui mana kebudayaan dan teknologi Muslim mengalir ke
Eropa (dalam Triyuwono, 2006 : 155).
Triyuwono dalam Muhammad (2005 : 148) menyatakan bahwa sampai
pada tahun 1970-an, akuntansi dianggap sebagai praktik yang bebas nilai (value free). Sifat akuntansi yang bebas nilai merupakan ciri bahwa akuntansi
merupakan pandangan keilmuan yang cenderung berpikir logonsentrisme, yaitu
sistem pola berpikir yang mengklaim adanya legimitasi dengan referensi
kebenaran universal dan eksternal (Rosenau dalam Triyuwono, 2006 : 121).
Karakteristik logosentrisme juga tampak pada aspek praksis akuntansi,
yakni bentuk standar dan praktik akuntansi yang harus berlaku secara universal,
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

khususnya pada sudut pandang internasional. Penerapan wacana harmonization


of accounting pada international accounting membuktikan hal tersebut.
Terdapat beberapa pihak yang berbeda pendapat dengan konsep yang baru
saja dikemukakan, yakni yang kontra terhadap universalitas akuntansi
internasional. Pihak pihak berikut berpendapat bahwa akuntansi sangat
dipengaruhi oleh kultur masyarakat (Hofstede 1987; Gray 1988; Perera 1989;
Riahi Belkaoui dan Picur 1991), sistem ekonomi (Abdel Magid 1981; Bailey
1988), sistem politik (Solomons 1978, 1983; Tinker 1984; Oleary 1985; Daley &
Mueller 1989), atau sistem sosial (Gambling 1974; Burchell et al. 1985) (dalam
Triyuwono, 2006 : 123).
Partaonan dan Maratua (2005) menyatakan bahwa secara sepintas
konvergensi antara ilmu pengetahuan dan agama tidak akan dapat terjadi. Hal ini
disebabkan ilmu pengetahuan memandang segala sesuatu dengan sifat empiris,
kalkulatif dan verifikatif, positivistik dan rasional sedangkan agama memandang
segala

sesuatu

dengan

sifat

metafisis,

intuitif

dan

moral.

Mencoba

mempertemukan kedua aspek ini ( agama dan ilmu pengetahuan ) berarti


mencoba untuk mempertemukan sesuatu yang bersifat konkrit dan abstrak pada
saat yang sama. Padahal dalam kenyataannya, sekumpulan teori tidak murni lahir
dari eksperimen deduktif, melainkan ditopang dengan asumsi metafisik ilmuwan
yang memberi pengaruh cukup luas dalam perkembangan dan juga interpretasi
teori tersebut.
Pernyataan ini juga berlaku pada akuntansi karena asumsi yang
menyatakan bahwa akuntansi adalah ilmu pengetahuan dan praktik yang bebas
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

nilai, akuntansi konvensional terlalu menghamba pada kepentingan stockholder,


sehingga menyebabkan sejumlah skandal skandal keuangan pada berbagai
perusahaan yang melibatkan akuntansi. Setiawan (2006) menyatakan bahwa
krisis keuangan internasional yang terjadi sepanjang dua dekade terakhir
menimbulkan

kesadaran

akan

reformasi

arsitektur

keuangan,

sehingga

memberikan peluang pada sistem keuangan Islam. Penyebab terjadinya krisis


keuangan pada abad ke 20 adalah bunga bank.
Sistem akuntansi Indonesia yang sekian lama berlaku di Indonesia juga
tidak luput dari skandal karena praktik akuntansi di Indonesia juga berasal dari
Amerika Serikat secara langsung atau diadopsi dari Amerika Serikat. Fenomena
ini menimbulkan kemunculan sistem syariah di Indonesia yang dimulai dari
sistem perbankan. Permulaan ini ditandai dengan pendirian Bank Muamalat,
sehingga menyebabkan seolah olah terjadi kemunculan kembali sistem
ekonomi syariah yang telah lama terkubur ketika renaissance terjadi.
Seiring dengan perkembangan ekonomi syariah yang dimotori oleh
perbankan syariah, maka wacana untuk mengembangkan ekonomi islam sebagai
alternatif sistem ekonomi kapitalis dan sosialis dapat direkonstruksi menjadi
tujuan utama, bukan hanya sebagai alternatif.

2.

Perbankan Syariah di Indonesia


Jika dibandingkan dengan negara lain, respon Indonesia sebagai negara

dengan penduduk muslim terbesar di dunia sangat terlambat. Wacana


pembentukan sistem ekonomi syariah mungkin telah didengungkan pada awal
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

tahun 1980 (lihat Kasmir, 2008 : 188) sebagai alternatif sistem ekonomi kapitalis.
Namun tindakan yang dilakukan untuk membentuk sistem ekonomi tersebut serta
membawa sistem ekonomi syariah ke dalam tatanan praktis tidak mendapat
kemajuan yang berarti.
Keterlambatan Indonesia dalam membangun ekonomi syariah dapat
disimpulkan dengan melihat komparasi antar negara yang telah lebih dahulu
mendirikan lembaga keuangan syariah antara lain Mesir (1963, Islamic Ghmar
Bank), Uni Kasmirat Arab (1975, Dubai Islamic Bank), Kuwait (1977, Kuwait
Finance House), Siprus (1983, Faisal Islamic Bank of Kibris), Malaysia (1983,
Bank Islam Malaysia Berhad), dan Turki (1984, Daar al-Maal al-Islami & Faisal
Finance Institution) (lihat Kasmir, 2008 : 188).
Perkembangan lembaga keuangan syariah di luar Indonesia sangat pesat,
sampai memasuki negara negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Swiss,
Australia dan lain lain (lihat Triyuwono 2006, : 17-18; Setiawan, 2006; Kasmir,
2008 : 189).
Kerangka pembentukan ekonomi syariah dalam tatanan praktis tidak
disangkal bukan hanya terbatas pada perbankan syariah. Hal ini sesuai dengan
pendapat Triyuwono yang menyatakan bahwa pemikiran akuntansi syariah tidak
hanya terbatas pada praktik perbankan syariah. Namun, mengingat bottleneck
yang menghadang sistem ekonomi syariah secara umum, membawa sistem
perbankan syariah kepada tatanan praktis adalah pilihan yang paling rasional.
Pilihan ini juga didasari atas pengalaman negara lain yang lebih dahulu

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

membangun sistem ekonomi syariah melalui perbankan syariah sebagai


motornya.
Pembentukan bank syariah yang pertama sekali di Indonesia terjadi lebih
kurang sepuluh tahun sejak wacana pembentukan bank syariah dilakukan pada
awal tahun 1980. Pendirian bank syariah ini diprakarsai oleh Majelis Ulama
Indonesia (MUI) dan pihak pihak lain yang mempunyai andil. Prakarsa tersebut
berhasil membentuk PT. Bank Muamalat Indonesia yang ditandatangani pada 1
November 1991. Mulai saat itu, perbankan syariah di Indonesia mengalami
pertumbuhan sampai saat ini.
Saat ini, terdapat tiga Bank Umum Syariah yang beroperasi di Indonesia.
Komposisi ini dilengkapi dengan dua puluh delapan (28) Unit Usaha Syariah
(UUS) dan seratus tujuh belas (117) Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS)
sehingga total bank syariah yang beroperasi di Indonesia adalah 146 bank.
Penulis menggunakan data perbankan syariah yang terdiri dari tiga Bank Umum
Syariah dan dua puluh delapan (28) Unit Usaha Syariah (UUS). Hal ini berarti
bahwa Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) tidak termasuk dalam data
penelitian.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

B. Analisis Data
1. Statistik Deskriptif
Berikut disajikan statistik secara umum dari data yang digunakan secara
keseluruhan:
Descriptive Statistics
N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

FDR

36

.9514

1.1302

1.040646

.0533802

BOPO

36

.3207

.6426

.512462

.0659102

NPF

36

.0354

.0663

.048982

.0088105

ROE

36

.0204

.2553

.113956

.0642090

Valid N (listwise)

36

Sumber: Pengolahan SPSS


Tabel 4.1
Statistik Deskriptif

Melalui analisis statistik deskriptif dapat disimpulkan bahwa:


a. jumlah populasi yang digunakan adalah 36,
b. variabel Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki nilai minimum
95,14% dan maksimum 113,02% dengan rata rata nilai 104,06%
serta penyimpangan baku sebesar 5,33%,
c. variabel Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional
(BOPO) memiliki nilai minimum 32,07% dan maksimum 64,26%
dengan rata rata nilai 51,24% serta penyimpangan baku sebesar
6,59%,

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

d. variabel Non Performing Financing (NPF) memiliki nilai minimum


3,54% dan maksimum 6,63% dengan rata rata nilai 4,89% serta
penyimpangan baku sebesar 0,88%,
e. variabel Return On Equity (ROE) memiliki nilai minimum 2,04%
dan maksimum 25,53% dengan rata rata nilai 11,39% serta
penyimpangan baku sebesar 6,42%.
2. Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dilakukan sebelum penerapan pengujian hipotesis
melalui analisis regresi berganda. Pengujian tersebut dilakukan agar data data
yang diteliti memenuhi kriteria Best Linier Unbiased Estimator (BLUE) sehingga
dapat menghasilkan parameter penduga yang sahih. Pengujian asumsi klasik yang
dilakukan

meliputi

normalitas,

heteroskedatisitas,

autokorelasi

dan

multikolinearitas (Supramono dan Utami, 2005 : 81).


a) Uji normalitas
Uji normalitas berguna pada tahap awal dalam analisis data. Pengujian
normalitas data adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi yang normal (Erlina
dan Mulyani, 2007 : 103).
Pengujian normalitas data dapat menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test
atau menggunakan kurva persebaran data, dengan menggunakan kriteria
jika p-value < 0,05 maka data tidak terdistribusi normal (Supramono dan
Utami, 2004 : 81-82).
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov Test


adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
Normal Parameters

36
a

Mean
Std. Deviation

Most Extreme Differences

.0000000
.53880416

Absolute

.106

Positive

.106

Negative

-.088

Kolmogorov-Smirnov Z

.637

Asymp. Sig. (2-tailed)

.812

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Pengolahan oleh SPSS, 2008


Pada tabel terlihat bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,812, dan di
atas nilai signifikan (0,05), dengan kata lain variabel residual berdistribusi
normal.
Melalui hasil uji normalitas yang dilakukan, maka dengan demikian secara
keseluruhan dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai observasi data telah
terdistribusi secara normal dan dapat dilanjutkan dengan uji asumsi klasik
lainnya.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

b) Uji heteroskedatisitas
Uji heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap maka disebut homoskedatisitas dan jika
berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang
bersifat homoskedastisitas.
Untuk menguji apakah data penelitian terjadi gejalan heterokedatisitas,
maka digunakan pendekatan grafik dengan bantuan aplikasi SPSS 16.0 for
windows. Hasil pengujian yang didapat adalah sebagai berikut:
Gambar 4.1
Scatter Plot

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS


Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Melalui hasil pengujian heteroskedatisitas, terlihat titik-titik menyebar


secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas dan tersebar
baik diatas maupun dibawah angka nol. Maka dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadi gejalan keterokedatisitas pada data penelitian, sehingga
pengujian asumsi klasik dapat dilanjutkan kepada pengujian pengujian
berikutnya.
c) Uji autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mendeteksi gejala korelasi antara data
yang satu dengan data yang lain. Sedangkan Erlina dan Mulyani
menyatakan (2007 : 109) bahwa uji autokorelasi bertujuan untuk menguji
apakah terdapat suatu korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t
dengan periode t-1 (sebelumnya) pada suatu model regresi. Problem
autokorelasi terjadi muncul disebabkan karena observasi yang berurutan
sepanjang waktu berkaitan satu sama lain.
Untuk menguji apakah terdapat gejalan problem autokorelasi dalam data
penelitian, maka dapat digunakan Durbin-Watson Test, dengan kriteria jika
nilai Durbin Watson
2 maka tidak terdapat gejala autokorelasi
(Supramono dan Utami, 2004: 82)
Hasil uji autokorelasi dengan menggunakan Durbin-Watson Test dapat
dilihat sebagai berikut:

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Tabel 4.3
Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model
1

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

R Square

.578a

.334

.272

Durbin-Watson

.56349

.943

a. Predictors: (Constant), LnNPF, LnFDR, LnBOPO


b. Dependent Variable: LnROE

Melalui hasil perhitungan Durbin-Watson Test dihasilkan angka 0,94


sehingga tidak terdapat gejala autokorelasi, dengan menggunakan kriteria
bahwa hasil Durbin-Watson Test < 2. Maka dengan demikian, disimpulkan
bahwa tidak terjadi problem autokorelasi.
d) Uji multikolinearitas
Multikolinearitas merupakan kondisi terjadinya eksistensi korelasi variabel
variabel bebas (independent variable). Keadaan tersebut dapat dikatakan
bahwa variabel variabel bebas tersebut tidak ortogonal. Variabel yang
bersifat orotogonal merupakan kondisi dengan variabel variabel bebas
tidak memiliki nilai korelasi di antara sesamanya.
Jika terjadi korelasi sempurna di antara sesama variabel bebas, maka
koefisien koefisien regresi menjadi tidak dapat ditaksir dan nilai standard
error setiap koefisien regresi menjadi tidak terhingga.
Untuk

menguji

apakah

pada

model

regresi

terdapat

problem

multikolinearitas, maka dapat dilihat pada nilai tolerance dan Variance


Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Inflation Factor (VIF) (Supramono & Utami, 2004 : 83 dan Erlina &
Mulyani, 2007 : 107).
Kriteria yang digunakan adalah jika nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10,
maka disimpulkan bahwa pada model regresi tersebut terdapat problem
multikolonearitas (Ghozali, 2005 : 91-92 dan Hair dkk dalam Supramono &
Utami, 2004 : 82).
Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.4
Uji Multikolinearitas
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Coefficients

Std. Error

(Constant)

-.027

2.107

LnFDR

6.772

1.926

LnBOPO

-.809

LnNPF

1.035

Beta

Collinearity Statistics
t

Sig.

Tolerance

-.013

.990

.524

3.516

.001

.935

1.069

.765

-.167

-1.058

.298

.836

1.197

.613

.275

1.688

.101

.786

1.272

a. Dependent Variable: LnROE

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS


Melalui tabel 4.5 dapat dilihat bahwa semua variabel bebas memenuhi
kriteria

yang

menjurus

VIF

kepada

keadaan

tidak

terdapat

problem

multikolinearitas pada model regresi. Kesimpulan tersebut dapat diambil


dengan melihat pada hasil uji multikolinearitas bahwa seluruh variabel
bebas memiliki nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10. Hubungan antara

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

nilai tolerance dan VIF dapat dijelaskan dengan hubungan yang berbanding
terbalik (lihat Ghozali, 2005 : 91-92).

3.

Pengujian Hipotesis
Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan analisis regresis berganda.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan aplikasi SPSS, maka didapat hasil
sebagai berikut:
Keratan Hubungan
Tabel 4.5
Hasil Pengujian Hipotesis

Model Summaryb

Model
1

R Square

.578a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.334

.272

.56349

a. Predictors: (Constant), LnNPF, LnFDR, LnBOPO


b. Dependent Variable: LnROE

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Pada model summary di atas, dapat dilihat hasil analisa regresi secara
keseluruhan menunjukkan nilai R sebesar 0,578 menunjukkan bahwa korelasi
atau hubungan antara Return On Equity (ROE) Terhadap Total Bank (variabel
terikat) dengan FDR, BOPO dan NPF (variabel bebas) mempunyai hubungan
yang cukup kuat yaitu sebesar 57,8%. Hubungan tersebut dikatakan kuat karena
nilai tersebut lebih besar dari pada 0,5 (50%).
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Melalui tabel yang digunakan Nova (2008) dapat diambil kesimpulan


bahwa dengan nilai R sebesar 0,578 hubungan antara ROE sebagai variabel
terkikat dengan FDR, BOPO dan NPF sebagai variabel bebas merupakan
hubungan yang cukup erat. Tabel yang digunakan Nova dalam menilai hubungan
antara variabel terikat dan bebas penulis lampirkan pada lampiran penelitian ini.
Nilai R Square atau koefisien determinasi adalah sebesar 0,578. Angka ini
mengindikasikan bahwa ROE (variabel terikat) mampu dijelaskan oleh FDR,
BOPO dan NPF (variabel independen) sebesar 33,4% sedangkan selebihnya
sebesar 66.6% (100% - 33,4%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain yang tidak
dijelaskan pada penelitian ini.
Nilai Standard Error of the Estimate (SEE) sebesar 0,56349. Semakin kecil
standar deviasi berarti model semakin baik, maka model regresi layak digunakan.
Selanjutnya pengujian hipotesisis secara statistik dilakukan dengan
menggunakan:
(a) Uji t (t-test)
Uji t dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel variabel
bebas terhadap variabel terikat secara parsial (individu).
Dalam uji t digunakan hipotesis sebagai berikut:
H0: b1,b2,b3 = 0, berarti bahwa FDR, BOPO dan NPF secara parsial tidak
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan perbankan
syariah di Indonesia.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Ha: b1,b2,b3 0, artinya FDR, BOPO dan NPF secara parsial mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan perbankan syariah di
Indonesia.
Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
H0 diterima jika t hitung < t tabel untuk = 5%
Ha diterima jika t hitung > t tabel untuk = 5%
Tabel 4.6
Uji Statistik t

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

-.027

2.107

LnFDR

6.772

1.926

LnBOPO

-.809

LnNPF

1.035

Coefficients
Beta

Sig.
-.013

.990

.524

3.516

.001

.765

-.167

-1.058

.298

.613

.275

1.688

.101

a. Dependent Variable: LnROE

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Hasil pengujian statistik t pada Tabel 4.6 dapat dijelaskan sebagai berikut:
(1) Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR, X1) terhadap ROE:
o nilai t hitung = 3,516 menunjukkan bahwa peningkatan FDR
secara umum akan meningkatkan ROE,

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

o untuk nilai t tabel, dimana level of significance () = 0,05 (5%)


dan derajat kebebasan (df) = (n k) atau (36 3), maka dengan
menggunakan fungsi TINV di Microsoft Excel, diperoleh t tabel
untuk TINV (0.05,33) adalah sebesar 2,042,
o nilai t hitung < t tabel (3,516 > 2,042), berarti Ha diterima, bahwa
peningkatan dalam FDR berpengaruh secara signifikan terhadap
ROE pada tingkat kepercayaan 95%.
(2) Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO,
X2) terhadap Return On Equity:

nilai t hitung = -1,058 menunjukkan bahwa peningkatan BOPO


secara umum akan menurunkan ROE,

untuk nilai t tabel, dimana level of significance () = 0,05 (5%)


dan derajat kebebasan (df) = (n k) atau (36 3), maka dengan
menggunakan fungsi TINV di Microsoft Excel, diperoleh t tabel
untuk TINV (0.05,33) adalah sebesar 2,042,

nilai t hitung < t tabel (-1,058 < 2,042), berarti H0 diterima, bahwa
peningkatan dalam BOPO tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap ROE pada tingkat kepercayaan 95%.

(3) Pengaruh Non Performing Financing (NPF, X3) terhadap Return On


Equity (ROE):

nilai t hitung = 1,688 menunjukkan bahwa peningkatan Non


Performing Financing (NPF) secara umum akan meningkatkan
ROE,

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

untuk nilai t tabel, dimana level of significance () = 0,05 (5%)


dan derajat kebebasan (df) = (n k) atau (36 3), maka dengan
menggunakan fungsi TINV di Microsoft Excel, diperoleh t tabel
untuk TINV (0.05,33) adalah sebesar 2,042,

nilai t hitung < t tabel (1,688 < 2,042), berarti H0 diterima, bahwa
peningkatan NPF tidak berpengaruh secara signifikan terhadap
ROE pada tingkat kepercayaan 95%.

(b)

Uji F (F-Test)
Uji F (F-Test) merupakan pengujian yang dilakukan untuk melihat besar

pengaruh variabel bebas (independent variable) secara bersama sama


(simultan) terhadap variabel terikat (dependent variable).
Uji F diterapkan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:
H0:

b1 = b2 = b3 = 0, artinya variabel FDR, BOPO, NPF secara bersama-sama


(simultan)

tidak

mempunyai

pengaruh

yang

signifikan

terhadap

perkembangan perbankan syariah di Indonesia.


Ha: b1 b2 b3 0, artinya variabel FDR, BOPO, NPF secara bersama-sama
(simultan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan
perbankan syariah di Indonesia.
Penerapan hipotesis yang telah disebutkan pada uji F tersebut dilengkapi
dengan kriteria sebagai berikut:
H0 diterima jika F hitung < F tabel untuk = 5%
Ha diterima jika F hitung > F tabel untuk = 5%
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Uji F dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance),


yaitu disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.7
Uji Statistik F

ANOVA
Model
1

Sum of Squares
Regression

df

Mean Square

5.100

1.700

Residual

10.161

32

.318

Total

15.261

35

F
5.354

Sig.
a

.004

a. Predictors: (Constant), LnNPF, LnFDR, LnBOPO


b. Dependent Variable: LnROE

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS


Melalui uji ANOVA (Analysis of Variance), didapat F hitung sebesar
5,354. Hasil perhitungan uji F tersebut akan dibandingkan dengan F tabel untuk
melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersama sama
(simultan).
Nilai F tabel dapat diperoleh dengan menggunakan fungsi FINV pada
Microsoft Excel, dengan formula FINV (0.05,5,32) sehingga didapatkan hasil
2,51. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai F hitung lebih besar dari pada F tabel
(5,354 > 2,51). Hal ini berarti Ha diterima, bahwa secara bersama-sama
(simultan) seluruh variabel bebas yang terdiri dari FDR, BOPO dan NPF
berpengaruh terhadap ROE secara signifikan pada tingkat kepercayaan 95%.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Hasil analisis regresi dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.8
Hasil Analisis Regresi
a

Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

-.027

2.107

LnFDR

6.772

1.926

LnBOPO

-.809

LnNPF

1.035

Coefficients
Beta

Collinearity Statistics
t

Sig.

Tolerance

VIF

-.013

.990

.524

3.516

.001

.935

1.069

.765

-.167

-1.058

.298

.836

1.197

.613

.275

1.688

.101

.786

1.272

a. Dependent Variable: LnROE

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS


Berdasarkan tabel koefisien regresi di atas, pada kolom Unstandardized
Coefficients bagian B diperoleh model persamaan regresi linier berganda sebagai
berikut:
LN_Y = 0,027 + 6,772 LN_X1 0,809 LN_X2 + 1,035 LN_X3
Keterangan :
LN_Y = Return On Equity (ROE) yang telah ditransformasi.
LN_X1 = Financing to Deposit Ratio (FDR) yang telah ditransformasi.
LN_X2 = Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang
telah ditransformasi.
LN_X3 = Non Performing Financing (NPF) yang telah ditransformasi.
.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Kolom Unstandardized Coefficients, diperoleh nilai a, b1, b2 dan b3


dijelaskan sebagai berikut:
Nilai B Constant (a) = 0,027; nilai konstanta ini menunjukkan bahwa
jika seluruh variabel bebas (FDR, BOPO dan NPF) diabaikan, maka
Return On Equity (ROE) akan mengalami penurunan sebesar 0,027
(2,7%).
Nilai b1 = 6,772; dimana nilai anti-LN b1 = 7,772; koefisien regresi ini
menunjukkan bahwa setiap variabel Financing to Deposit Ratio (FDR)
meningkat 100%, maka Return On Equity (ROE) akan menjadi sebesar
7,772 atau 777,2% dengan asumsi variabel lain dianggap tetap (X2 dan X3
= 0) atau cateris paribus.
Nilai b2 = -0,809; dimana nilai anti-LN b2 = 0,191; koefisien regresi ini
menunjukkan bahwa setiap variabel Biaya Operasional Terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO) meningkat 100%, maka Return On
Equity (ROE) akan menjadi sebesar 0,191 atau 19,1% dengan asumsi
variabel lain dianggap tetap (X1 dan X3 = 0) atau cateris paribus.
Nilai b3 = 1,035; dimana nilai anti-LN b3 = 2,035; koefisien regresi ini
menunjukkan bahwa setiap variabel Non Performing Financing (NPF)
meningkat 100%, maka nilai Return On Equity (ROE) akan menjadi
sebesar 2,035 atau 203,5% dengan asumsi variabel lain dianggap tetap
(X1 dan X2 = 0) atau cateris paribus.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah FDR, BOPO dan NPF

memiliki pengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia. Dalam


hal ini, Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional Terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non Performing Financing (NPF) yang
bertindak sebagai variabel bebas. Profitabilitas perbankan syariah diukur dengan
Return On Equity (ROE), yang bertindak sebagai variabel terikat.
Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas pada bab sebelumnya,
kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.

Secara parsial, penelitian ini menunjukkan bahwa hanya variabel Financing


to Deposit Ratio (FDR) yang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
perbankan syariah di Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. Variabel
bebas lainnya (BOPO dan NPF) tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap perkembangan perbankan syariah secara parsial.

2.

Secara simultan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Financing to


Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional
(BOPO) dan Non Performing Financing (NPF) memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap profitabilitas perbankan syariah di Indonesia. Hal ini

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

mengindikasikan bahwa H0 ditolak, dan Ha sebagai hipotesis alternatif


diterima.

B.

Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini mengandung beberapa kelemahan yang diharapkan untuk

disempurnakan pada penelitian penelitian selanjutnya. Kelemahan kelemahan


yang dimaksud yaitu:
1.

Rasio yang digunakan sebagai variabel bebas untuk mengukur profitabilitas


(ROE) hanya menggunakan tiga ratio keuangan, sehingga tidak banyak rasio
yang mewakili variabel tersebut.

2.

Bank memiliki sangat banyak rasio yang dapat menjadi faktor kinerja
keuangan, dimana pada penelitian ini hanya dipakai rasio profitabilitas
sebagai faktor kinerja keuangan.

3.

Identifikasi terhadap profitabilitas perbankan syariah secara umum dapat


diukur dengan menggunakan dua rasio, yaitu Return On Asset (ROA) dan
Return On Equity (ROE) tetapi dalam penelitian ini hanya menggunakan
Return On Equity (ROE) sebagai tolak ukur untuk menilai profitabilitas.

C.

Saran
Dengan pengungkapan keterbatasan pada penelitian ini, maka penulis dapat

mengemukakan beberapa saran, yaitu:

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

1.

Profitabilitas (ROE) dapat dipengaruhi oleh banyak variabel bebas, sehingga


pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel bebas yang
dianggap dapat mempengaruhi ROE.

2.

Rasio rasio keuangan yang mengukur kinerja bank direpresentasikan


melalui rasio yang mengukur kesehatan bank. Peneliti selanjutnya
diharapkan untuk menggunakan rasio rasio utama yang dianjurkan oleh
Bank Indonesia, sembari menemukan alat ukur kinerja yang baru.

3.

Peneliti peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat menambah variabel


yang menjadi tolak ukur profitabilitas perbankan syariah, sehingga variabel
yang dapat digunakan sebagai profitabilitas perbankan syariah juga
berkembang.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Burhanuddin, 2003. Refleksi dan Arah Pengembangan Industri


Perbankan Syariah Indonesia Tahun 2004. Seminar Akhir Tahun
Perbankan Syariah, Jakarta.
Daulay, Saleh Partaonan dan Maratua Siregar, 2005. Kloning Dalam Perspektif
Islam: Mencari Formulasi Ideal Relasi Sains dan Agama. Penerbit
Teraju, Jakarta.
Dendawijaya, Lukman, 2001. Manajemen Perbankan, Ghalia Indonesia : Jakarta.
Erlina, dan Mulyani, Sri, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi
dan Manajemen, Penerbit USU Press, Medan.
Gibson, Charles H., 2001. Financial Reporting & Analysis: Using Fiancial
Accounting Information 8th edition. South Western College
Publishing: Cincinnati.
Ghozali, Imam, 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Gozali, Imam, 2007. Pengaruh Capital Adequacy ratio (CAR), Financing to
Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap
Profitabilitas Bank Syariah Mandiri. Universitas Islam Indonesia
Fakultas Ekomoni Yogyakarta.
Gunawan, 1999. Perbankan Syariah Indonesia Menuju Millenium Baru Suatu
Tinjauan Pengembangan, Pengawasan, dan Prospek. Buletin
Ekonomi Moneter Perbankan, Volume 2 Nomor 3, Desember 1999.
Harahap, Sofyan Safri, 2007. Krisis Akuntansi Kapitalis dan Peluang Akuntansi
Syariah. Penerbit Pustaka Quantum, Jakarta.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Haridh, Iqbal, 2008. Analisis pengaruh Kinerja Perbankan Syariah Terhadap


Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia. Universitas
Sumatera Utara Fakultas Ekonomi Medan.
Haryati, Sri, 2006. Studi Tentang Model Prediksi Tingkat Kesehatan Bank
Umum Swasta Nasional. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi
Ventura, Volume 9 Nomor 3 Desember 2006.
Jurusan Akuntansi, 2004. Buku Petunjuk Teknik Penulisan Proposal Penelitian
dan Penulisan Skripsi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara, Medan.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 31 Tentang Akuntansi Perbankan.
Salemba Empat, Jakarta.
, 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 59 Tentang Akuntansi Perbankan
Syariah. Salemba Empat, Jakarta.
Karim, Adiwarman Azwar, 2006. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan,
Edisi Ketiga. Rajawali Pers, Jakarta.
Kasmir, 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi. Penerbit PT.
Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Leeguer, Endry, 2008. Pengaruh Aktiva Produktif Terhadap Tingkat Rentabilitas
pada Bank Bank yang Terdapat di Bursa Efek Indonesia.
Universitas Sumatera Utara Fakultas Ekonomi Medan.
Muhammad, 2005. Pengantar Akuntansi Syariah, Edisi 2. Salemba Empat,
Jakarta.
Nasution, Arfian Zuhri, 2008. Peranan Rasio Keuangan Dalam Mengukur
Kinerja Keuangan PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan.
Universitas Sumatera Utara Fakultas Ekonomi Medan.
Octaviana, Citra, 2007. Potret Perbankan Syariah di Indonesia. Buletin
Ekonomika dan Bisnis Islam, Edisi IV/VII. Laboratorium Ekonomika
dan Bisnis Islam (LEBI) FEB UGM.
Pemerintah Republik Indonesia, 1998. Undang Undang Perbankan. Jakarta.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Robinson, Thomas R., Paul Munter & Julia Grant. 2004. Financial Statement
Analysis: A Global Perspective. Pearson Education International:
New Jersey.
Sasmitasiwi, Banoon dan Malik Cahyadin, 2007. Prediksi Pertumbuhan
Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2008. Paper Simposium Riset
Ekonomi III ISEI Cabang Surabaya, Universitas Kristen Petra
Surabaya.
Sei Susilo dkk, 2000. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta.
Setiawan, Aziz Budi, 2006. Perbankan Syariah; Challenges dan Opportunity
Untuk Pengembangan di Indonesia. Paper pada Jurnal Kordinat,
Volume VIII Nomor 1
Sholahuddin, 2007. Asas Asas Ekonomi Islam. Rajawali Pers, Jakarta.
Supramono dan Intyas Utami, 2004. Desain Proposal Penelitian Akuntansi dan
Keuangan. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Tim Informasi Hukum, Direktorat Hukum, Bank Indonesia. Peraturan Bank


Indonesia No. 9/1/PBI/2007 Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan
Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.
. Surat Edaran Bank
Indonesia No. 9/24/DPbS Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank
Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.
. Lampiran Surat
Edaran Bank Indonesia No. 9/24/DPbS Sistem Penilaian Tingkat
Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.
Tim Informasi Perbankan Syariah, Direktorat Perbankan Syariah, Bank
Indonesia. Statisitik Perbankan Syariah Januari 2006 s/d Desember
2008.
Triyuwono, Iwan, 2006. Perspektif, Metodologi, dan Teori Akuntansi Syariah.
PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Umar, Husein, 2003. Metode Riset Akuntansi Terapan, Penerbit Ghalia
Indonesia, Jakarta.
Wiyono, Slamet, 2005. Cara Mudah Memahami Akuntansi Perbankan Syariah
Berdasar PSAK dan PAPSI. Penerbit PT. Gramedia Widiasarana
Indonesia, Jakarta.
Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Yusananta, Ryan, 2007. Pengaruh Perubahan Rasio Profitabilitas dan Rasio


Hutang Terhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Jasa
Keuangan Yang Terdaftar Di BEJ. Universitas Gadjah Mada Program
Pasca Sarjana.
Zubeirsyah, dan Nurhayati Lubis, 2004. Bahasa Indonesia dan Teknik
Penyusunan Karangan Ilmiah. Penerbit USU Press, Medan.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

LAMPIRAN

no

bulan

tahun

FDR%

BOPO%

NPF%

ROE%

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

January
February
March
April
May
June
July
August
September
October
November
December
January
February
March
April
May
June
July
August
September
October
November
December
January
February
March
April
May
June
July
August
September
October
November
December

2006
2006
2006
2006
2006
2006
2006
2006
2006
2006
2006
2006
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2007
2008
2008
2008
2008
2008
2008
2008
2008
2008
2008
2008
2008

0.99387
1.033227
1.069622
1.092244
1.096759
1.105241
1.12229
1.11285
1.093852
1.065332
1.053975
0.989006
0.985574
0.971904
0.951429
0.970278
0.97118
1.01122
1.019602
1.057029
1.036847
1.026515
1.034689
0.997595
0.978732
0.97605
1.002607
0.998642
1.018541
1.031806
1.069668
1.130196
1.122496
1.116643
1.119304
1.036438

0.64264
0.642301
0.531938
0.578578
0.565445
0.4739
0.505007
0.607228
0.467336
0.557644
0.320667
0.470479
0.367082
0.428454
0.451487
0.517057
0.528781
0.517474
0.515313
0.475811
0.480934
0.482967
0.488484
0.497857
0.630724
0.559198
0.54773
0.548121
0.496534
0.494685
0.49117
0.500997
0.498687
0.497149
0.528026
0.540764

0.035374
0.03972
0.042735
0.039851
0.041945
0.04226
0.047069
0.050846
0.051258
0.050749
0.052369
0.047504
0.051715
0.055367
0.057342
0.061385
0.061711
0.061969
0.06577
0.066294
0.06263
0.062282
0.056551
0.040481
0.041758
0.041613
0.041745
0.043892
0.049427
0.042274
0.041748
0.040408
0.041238
0.044904
0.049652
0.039499

0.020446
0.041043
0.052372
0.044921
0.060995
0.071452
0.085929
0.094431
0.108598
0.109397
0.123345
0.134846
0.02735
0.041729
0.057851
0.07213
0.087307
0.110465
0.127485
0.139096
0.150082
0.163626
0.173325
0.1801
0.025241
0.05211
0.069965
0.087328
0.146442
0.173844
0.199672
0.212216
0.238096
0.255265
0.226071
0.137844

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Descriptive Statistics
N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

FDR

36

.9514

1.1302

1.040646

.0533802

BOPO

36

.3207

.6426

.512462

.0659102

NPF

36

.0354

.0663

.048982

.0088105

ROE

36

.0204

.2553

.113956

.0642090

Valid N (listwise)

36

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N
Normal Parametersa

36
Mean
Std. Deviation

Most Extreme Differences

.0000000
.53880416

Absolute

.106

Positive

.106

Negative

-.088

Kolmogorov-Smirnov Z

.637

Asymp. Sig. (2-tailed)

.812

a. Test distribution is Normal.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Model Summary

Std. Error of the


Model

R Square
.578a

Adjusted R Square

.334

Estimate

.272

Durbin-Watson

.56349

.943

a. Predictors: (Constant), LnNPF, LnFDR, LnBOPO


b. Dependent Variable: LnROE

Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

Std. Error

(Constant)

-.027

2.107

LnFDR

6.772

1.926

LnBOPO

-.809

LnNPF

1.035

Coefficients
Beta

Collinearity Statistics
t

Sig.

Tolerance

VIF

-.013

.990

.524

3.516

.001

.935

1.069

.765

-.167

-1.058

.298

.836

1.197

.613

.275

1.688

.101

.786

1.272

a. Dependent Variable: LnROE

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.

Model Summaryb
Std. Error of the
Model

R Square
.578a

Adjusted R Square

.334

Estimate

.272

.56349

a. Predictors: (Constant), LnNPF, LnFDR, LnBOPO


b. Dependent Variable: LnROE

ANOVAb
Model
1

Sum of Squares
Regression

df

Mean Square

5.100

1.700

Residual

10.161

32

.318

Total

15.261

35

F
5.354

Sig.
.004a

a. Predictors: (Constant), LnNPF, LnFDR, LnBOPO


b. Dependent Variable: LnROE

Tabel Interpretasi Nilai R


Nilai R
Interpretasi
0 - 0.19 Sangat Tidak Erat
0.2 - 0.39 Tidak Erat
0.4 - 0.59 Cukup Erat
0.6 - 0.79 Erat
0.8 - 0.99 Sangat Erat

Dina Rizkiah Hutasuhut : Pengaruh FDR, BOPO Dan NPF Terhadap Profitabilitas (ROE) Perbankan Syariah
Di Indonesia, 2010.