Anda di halaman 1dari 11

Baja Tahan Karat

Karat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. Besi yang mengalami
korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan
merupakan proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak
sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai
pengoksidasi. Persamaan reaksi pembentukan karat sebagai berikut:
Anoda: Fe(s) Fe2+(aq) ) 2eKatoda: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- 2H2O(l)
Autokatalis
Karat yang terbentuk pada logam akan mempercepat proses pengaratan berikutnya.
Oleh sebab itu, karat disebut juga dengan autokatalis. Mekanisme terjadinya korosi
adalah logam besi yang letaknya jauh dari permukaan kontak dengan udara akan
dioksidasi oleh ion Fe2+. Ion ini larut dalam tetesan air. Tempat terjadinya reaksi
oksidasi di salah satu ujung tetesan air ini disebut anode. Ion Fe2+ yang terbentuk
bergerak dari anode ke katode melalui logam. Elektron ini selanjutnya mereduksi
oksigen dari udara dan menghasilkan air. Ujung tetesan air tempat terjadinya reaksi
reduksi ini disebut katode. Sebagian oksigen dari udara larut dalam tetesan air dan
mengoksidasi Fe2+ menjadiFe3+ yang membentuk karat besi (Fe2O3.H2O). Baja tahan
karat adalah senyawabesi yang mengandung setidaknya 10,5% Kromium untuk
mencegah proses pengaratan. Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya
lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses oksidasi
besi (Ferum).
Kerugian
Besi atau logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut, dan bercampur dengan
logam lain, serta bersifatracun. Hal ini tentu berbahaya dan merugikan. Jika
berkarat, besi yang digunakan sebagai pondasi alau penyangga jembatan menjadi
rapuh sehingga mudah ambruk. Alat-alat produksi
dalam industri makanan danfarmasi tidak boleh menggunakan menggunakan logam
yang mudah berkarat. Hal ini disebabkan karat yang terbentuk mudah larut dalam

makanan, obat-obatan, atau senyawa kimia yang diproduksi. Oleh sebab itu, untuk
kepentingan industri biasanya menggunakan peralatan stainless yang antikarat.
Pencegahan
Kerugian yang cukup besar akibat proses pengaratan mengharuskan adanya upayaupaya pencegahan terjadinya karat. Prinsip pencegahan nya dengan cara
melindungi besi dan penyebab terjadinya karat. dilihat dari faktor-faktor yang
memengaruhi proses pengaratan besi, banyak cara pencegahan yang dapat
dilakukan, seperti modifikasi lingkungan, modifikasi besi, proteksi katodik, dan
pelapisan.

Cara modifikasi lingkungan.

Oksigen (O2) dan kelembaban udara merupakan faktor penting dalam proses
pengaratan, mengurangi kadar oksigen atau menurunkan kelembaban udara dapat
memperlambat proses pengantaraan. Sebagai contoh, kelembaban di
dalam gudang dapat dikurangi dengan mendinginkan gudang menggunakan
pengondisi udara (Air Conditioner / AC).

Cara modifikasi besi.

Ketika besi membentuk aloi (logam campuran) dengan unsur-unsur tertentu, besi
akan lebih tahan terhadap pengaratan. Baja (aloi dari besi) mengandung sebelas
persen hingga dua belas persen kromium dan sedikit mengandung karbon,
disebut stainless steel. Baja ini ini tahan karat dan sering digunakan dalam industri,
untuk bahan kimia, dan di rumh tangga.

Cara proteksi katodik.

Jika logam besi dihubungkan dengan seng, besi tersebut akan sukar mengalami
korosi. Hal ini disebabkan seng lebih mudah teroksidasi dibandingkan dengan
besi. Potensi reduksi besi adalah EZn2+|Zn = -0.76V, lebih negatif dari pada potensi
reduksi besi, yaitu sebesar EFe2+|Fe = -0.44V. Seng akan beraksi dengan oksigen
dan air dalam lingkungan yang mengandung karbon dioksida. Seng karbonat yang
terbentuk berfungsi melindungi seng itu sendiri dari korosi. Cara perlindungan logam

seperti ini disebut cara proteksi katodik (Katode Pelindung). Selain seng (Zn),
logam magnesium (Mg) yang termasuk alkali tanah, banyak digunakan untuk
keperluan ini.

Cara pelapisan.

Jika logam besi dilapisi tembaga atau timah, besi akan terlindung dari korosi. Sebab
logam Cu (ECu2+|Cu = +0.34V) dan Sn( ESn2+|Sn =-0.14V) memiliki potensi reduksi
yang lebih positif dari pada besi (EFe2+|Fe = -0.44V). Namun, bila lapisan ini bocor,
sehingga lapisan tembaga atau timah terbuka, besi akan mengalami korosi yang
lebih cepat. Selain dengan tembaga dan timah, besi juga dapat dilapisi dengan
logam lain yang sulit teroksidasi. Logam yang dapat digunakan adalah yang memiliki
potensial reduksi lebih positif dibandingkan besi,
seperti perak, emas, nikel, timah, tembaga, dan platina. Selain senyawa logam,
pelapisan dapat pula menggunakan senyawa nonlogam. Proses pelapisan logam
besi ini dapat dengan cara membersihkan besi terlebih dahulu, kemudian melapis
dengan suatu zat yang sukar ditembus oleh oksigen, misalnya cat, gelas,plastik,
atau vaselin (gemuk). Perlu diperhatikan, seluruh permukaan besi harus terlapis
sempurna untuk menghindarkan kontak dengan oksigen. Proses pelapisan yang
tidak sempurna dapat lebih berbahaya dibandingkan besi tanpa pelapis. Pengaratan
dapat terjadi pada bagian yang tertutup sehingga tidak terdeteksi.

Meskipun seluruh kategori Stainless Steel didasarkan pada kandungan krom


(Cr), namun unsur paduan lainnya ditambahkan untuk memperbaiki sifat-sifat
Stainless S teel sesuai aplikasi-nya. Kategori Stainless Steel t i d a k
h a l n y a s e p e r t i b a j a l a i n y a n g didasarkan pada persentase
karbon tetapi didasarkan pada struktur metalurginya. Limagolonga n
utama Stainless Steel adalah Austenitic, Ferritic, Martensitic, Duplex
dan Precipitation Hardening Stainless Steel

Serba-Serbi Stainless Steel

Stainless steel seperti yang kita kenal sekarang dikembangkan pada awal
1900-an. Selain mengenai peningkatan nilai standar, serta pengenalan
kualitas

baru,

sebenarnya

belum

banyak

perubahan

yang

terjadi,

sehingga menghasilkan kelanjutan karakteristik kuat yang dimilikinya,


tetapi perubahan besarnya adalah bahwa ia sekarang menjadi sangat
populer sebagai pilihan untuk banyak aplikasi di rumah-rumah baru dan
renovasi rumah.

Manfaat Stainless Steel

- Memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi

- Ketahanan terhadap suhu tinggi dan rendah

- Mayoritas stainless steel mudah dibuat

- Perlakuan panas dari baja stainless menyediakan komponen mutu tinggi

- Menyediakan berbagai permukaan yang mudah dipelihara

- Memberikan penampilan apik dengan kualitas tinggi dalam berbagai aplikasi

- Kemampuan stainless steel untuk dapat dengan mudah dibersihkan


memberikan keuntungan higienis yang besar

- Karena daya tahan dan pemeliharaan rendah menyediakan siklus hidup


produk yang panjang

JenisStainlessSteel
Saat ini stainless steel adalah istilah generik untuk keluarga paduan baja tahan
korosi

yang

mengandung

kromium

10,5%

atau

lebih.

Mutu 304 adalah standar '18/8' stainless. Ini adalah stainless steel yang paling
serbaguna dan paling banyak digunakan, tersedia dalam berbagai jenis produk,
bentuk dan hasil akhir dibanding yang lain. Memiliki karakteristik membentuk dan
pengelasan

yang

sangat

baik

Semua stainless steel memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi. Ketahanan


terhadap serangan ini adalah karena film yang kaya kromium oksida alami dibentuk
pada permukaan baja. Meski sangat tipis, film ini, tidak terlihat erat melekat dengan
logam dan sangat protektif dalam berbagai media korosif. Film ini cepat
memperbaiki

diri

dengan

adanya

oksigen,

dan

kerusakan

akibat

abrasi.

Berbagai elemen dapat ditambahkan dalam berbagai jumlah pada stainless steel,
yang menyediakan berbagai mutu, masing-masing dengan sifat yang berbeda.
Ada sejumlah mutu dari baja tahan karat yang dapat dibagi menjadi lima
kategori dasar:

- austenit

- feritik

- rangkap

- martensit

- pengerasan presipitasi

Mutu austenit dan feritik membentuk sekitar 95% dari aplikasi stainless
steel.

AplikasiStainlessSteel
Apakah itu merupakan rumah baru atau renovasi rumah yang Anda
lakukan, stainless steel semakin populer untuk digunakan dalam aplikasi
perumahan meskipun di masa lalu telah banyak digunakan dalam industri
dan

komersial,

Sangat

ideal

binatu
untuk

dapur

digunakan

dan

kamar

mandi.

dalam

situasi

berikut:

-Konstruksi
-Kelongsong
Kualitas

Pengatapan
Bagian

Depan

Rumah/Gedung
Dapur
Lingkungan

Dengan permintaan yang semakin meningkat dan menganggap bahwa


kita memberikan perhatian pada perlindungan lingkungan, kita selalu
mencari

produk

tidak

merusak

lingkungan

kita.

Stainless steel adalah secarik bahan berharga. Dimana 100% dapat


didaur ulang dan input bahan baku pilihan oleh para pembuat baja.
Produksi baja nirkarat menggabungkan penggunaan kepingan dalan
tingkat tinggi (setinggi 80% dari bahan-bahan yang dibebankan akan
digabung menjadi stainless steel). Baja stainless terdiri dari setidaknya
50% baja stainless daur ulang dan lebih dari setengah stainless steel
yang dihasilkan saat ini merupakan produk baja stainless yang digunakan
di

masa

lalu.

Seiring dengan daya tahan stainless steel yang tahan lama dan
memerlukan pemeliharaan minimal, mengalahkan produk-produk sejenis
lainnya,

sehingga tidak membutuhkan tambahan bahan berbahaya

potensial seperti pembersih, pelarut, cat dan lapisan pelindung api.


Meskipun tingkat daur ulang yang sangat tinggi pada produk stainless
steel tua, beberapa stainless steel akan menemukan jalan ke tempat
pembuangan sampah atau tempat pembuangan lainnya. Dalam keadaan
seperti ini tidak berpengaruh merugikan terhadap air tanah atau tanah.
Pengembangan

Stainless

Steel

Penelitian oleh produsen stainless steel terus terjadi dalam hal komposisi
kimia, inovasi dalam teknologi pembuatan stainless steel, teknologi baru,
kontrol kualitas dan memberikan biaya yang lebih rendah, yang pada
akhirnya akan memberikan konsumen dan lingkungan kita dengan
kualitas tinggi, produk yang sangat menarik.

Baja tahan karat


Baja tahan karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah
senyawa besi yang mengandung setidaknya 10,5% Kromiumuntuk mencegah
proses korosi (pengkaratan logam). Kemampuan tahan karat diperoleh dari
terbentuknya lapisan film oksidaKromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi
proses oksidasi besi (Ferum).
[Klasifikasi
1. 12-14% Kromium(Cr), dimana sifat mekanik bajanya sangat tergantung dari
kandungan unsur karbon (C).
2. Baja dengan pengerasan lanjut, 10-12% Kromium(Cr), 0.12% Karbon (C)
dengan sedikit tambahan unsur-unsur Mo, V, Nb, Ni dengan kekuatan
tekanan mencapai 927 Mpa dipergunakan untuk bilah turbin gas.

3. Baja Kromium tinggi, 17%Cr, 2,5% Ni. Memiliki ketahanan korosi yang
sangat tinggi. Dipergunakan untuk poros pompa, katup dan fitting yang
bekerja pada tekanan dan temperatur tinggi tetapi tidak cocok untuk kondisi
asam.
4. magnet tidak dapat menempel pada bahan stainless steel

1. Austenitic Stainless Steel


Austenitic Stainless Steel mengandung sedikitnya 16% Chrom dan 6%
Nickel (gradestandar untuk 304), sampai ke grade Super Autenitic Stainless Steel
seperti 904L (dengankadar Chrom dan Nickel lebih tinggi serta unsur tambahan Mo
sampai 6%). Molybdenum(Mo), Titanium (Ti) atau Copper (Co) berfungsi untuk
meningkatkan ketahanan terhadap t e m p e r a t u r s e r t a k o r o s i . A u s t e n i t i c
c o c o k j u g a u n t u k a p l i k a s i t e m p e r a t u r e r e n d a h disebabkan unsur
Nickel membuat Stainless Steel tidak menjadi rapuh pada temperatur
rendah.
2. Ferritic Stainless Steel
Kadar Chrom bervariasi antara 10,5 18 % seperti grade 430 dan 409.
Ketahanan korositidak begitu istimewa dan relatif lebih sulit di fabrikasi / machining.
Tetapi kekuranganini telah diperbaiki pada grade 434 dan 444 dan secara khusus
pada grade 3Cr12.
3. Martensitic Stainless Steel
Stainless Steel jenis ini memiliki unsur utama Chrom (masih lebih sedikit jika
dibandingFerritic Stainless Steel ) dan kadar karbon relatif tinggi misal grade
410 dan 416. Grade 431 memiliki Chrom sampai 16% tetapi mikrostrukturnya
masih martensitic disebabkanhanya memiliki Nickel 2%.Grade Stainless Steel
lain misalnya 17-4PH/ 630 memiliki tensile strength tertinggi dibanding
Stainless Steel lainnya. Kelebihan dari grade ini, jikadibutuhkan kekuatan yang lebih
tinggi maka dapat di hardening.
4. Duplex Stainless Steel

Duplex Stainless Steel seperti 2304 dan 2205 (dua angka pertama menyatakan
persentase C h r o m d a n d u a a n g k a t e r a k h i r m e n y a t a k a n
p e r s e n t a s e N i c k e l ) m e m i l i k i b e n t u k mikrostruktur
campuran austenitic dan Ferritic. Duplex ferritic austenitic
memiliki kombinasi sifat tahan korosi dan temperatur relatif
t i n g g i a t a u s e c a r a k h u s u s t a h a n terhadap Stress Corrosion Cracking.
Meskipun kemampuan Stress Corrosion Cracking-nya tidak sebaik ferritic Stainless
Steel tetapi ketangguhannya jauh lebih baik (superior)dibanding ferritic Stainless
Steel dan lebih buruk dibanding Austenitic Stainless Steel. S e m e n t a r a
k e k u a t a n n y a l e b i h b a i k d i b a n d i n g A u s t e n i t i c Stainless Steel
( y a n g d i annealing) kira-kira 2 kali lipat. Sebagai tambahan, Duplex
Stainless Steel ketahanan korosinya sedikit lebih baik dibanding 304 dan
316 tetapi ketahanan terhadap pittingcoorrosion jauh lebih
baik (superior) dubanding 316. Ketangguhannya Duplex StainlessSteel
akan menurun pada temperatur dibawah 50 oC dan diatas 300 oC.

5. Precipitation Hardening Steel


Precipitation hardening Stainless Steel adalah Stainless Steel yang keras dan
kuat akibatd a r i d i b e n t u k n y a s u a t u p r e s i p i t a t ( e n d a p a n ) d a l a m
struktur mikro logam. Sehinggag e r a k a n d e f o r m a s i m e n j a d i
t e r h a m b a t d a n m e m p e r k u a t m a t e r i a l Stainless Stee.l
Pembentukan ini disebabkan oleh penambahan unsur tembaga (
C u ) , T i t a n i u m ( T i ) , Niobium (Nb) dan alumunium. Proses penguatan
umumnya terjadi pada saat dilakukan pengerjaan dingin (cold working).

Berikut beberapa gambar yang menunjukkan struktur mikro dari


Stainless Steel d a n b e b e r a p a p a d u a n b e s i l a i n y a n g b e r s i f a t t a h a n
karat dengan sifat mekanis yang berbeda. Perbedaan-

perbedaan yang dapat dilihat dengan jelas diantaranya adalah


pemisahan-pemisahan pecahan-pecahan yang terjadi akibat
p e n g e r j a a n l o g a m y a n g menggunakan suhu yang berbeda, terlalu rendah
atau terlalu tinggi suhunya.

Figure 1. Micro-structure of same steel sho-wing part of ferrite


network, Widmansttt en d f e a t h e r y

structure.Ferrite-

w h i t e . Pearlite-dark ( x 80).
F i g u r e 2 . M a c r o - s t r u c t u r e o f c a s t s t e e l revea-ling large
prirmary austenite crystalsdue to presence of impurities (x 4).