Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

TRANSMISI OTOMATIS

Disusun Oleh :
M.Hidayatullah
M.Husen
M.Pandri
M.Ridwan
M.Rizal
Siska

TEKNIK KENDARAAN RINGAN


SMK NEGERI 2 MARABAHAN
TAHUN AJARAN 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini dalam bentuk maupun isinya yang
sangat sederhana. Semoga Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam pendidikan dalam otomotif.
Harapan saya semoga Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat
memperbaiki bentuk maupun isi Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini saya akui masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini.

Banjarmasin, 15 juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Sampul.........................................................................................................................1
Kata
pengantar.............................................................................................................2
Daftar isi.......................................................................................................................3
Bab
I.............................................................................................................................4
Komponen & Fungsi Transmisi otomatis pada mobil ..................................................4
Bab
II..........................................................................................................................13
Cara Kerja Transmisi otomatis pada pada
mobil .......................................................13
Bab
III.........................................................................................................................15
Pemeliharaan Transmisi otomatis pada
mobil ...........................................................15

BAB I
Komponen& Fungsinya Transmisi Otomatis Pada Mobil
1.Planetary gear unit
Planetary gear unit dipakai untuk menaikan dan menurunkan momen mesin, menaikan dan
menurunkan kecepatan kendaraan, di pakai untuk memundurkan kendaraan dan dipakai
untuk bergerak maju. Pada dasarnya planetary gearunit dipakai mesin untuk menghasilkan
tenaga dan menggerakan kendaraan dengan beban yang berat dengan tenaga yang ringan.
Hubungan antara kecepatan dan momen mesin dapat di jelaskan sebagai berikut:
Pada saat kendaraan berhenti dan mau berjalan dibutuhkan momen yang besar, dan pada
posisi ini dibutuhkan gigi yang rendah untuk menggerakan kendaraan. Akan tetapi pada
kecepatan yang tinggi maka akan dibutuhkan gigi yang tinggi dan momen yang kecil untuk
menjaga laju kendaraan.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari planetary gear unit:

Gambar 5. Planetary gear unit

Planetary gear memiliki tiga tipe gigi cincin, gigi pinion, sun gear dan planetary
carrier.Planetary carrier dihubungkan dengan poros tengah tiap gigi pinion dan membuat
gigi pinion berputar. Gigi-gigi pada planetary carrierberhubungan satu sama lainnya.Gigi
pinionmempunyai prinsip kerja menyerupai planet yang berputar di sekeliling matahari. Oleh
karena itu, disebut planetary carrier. Biasanya, planetary carrierdikombinasikan dalam unit
planetary carrier.Penggantian input pada planetary carrier, output, dan elemen tetap,
memungkinkan untuk deselerasi, mundur, hubungan langsung dan akselerasi.

Komponen
O/D clutch
O/D Brake
O/D one way clutch
Forward Clutch
Direct Clutch
2nd Coast Brake
2nd Brake
Reverse Brake
One way clutch 1
One way clutch 1

Fungsi
. Menghubungkan/memutuskan putaran O/D carrier dan O/D sun gear.
. Menahan supaya O/D sun gear tidak berputar.
. Menghubungkan O/D carrier dan O/D sun gear ketika diputar mesin.
. Menghubungkan / memutuskan input shaft dengan intermediate shaft.
. Menghubungkan / memutuskan input shaft dengan front dan rear sun
. gear.
. Menahan / mengunci front dan rear sun gear supaya tidak berputar.
. Menahan one way clutch 1 supaya front dan rear sun gear berputar
. berlawanan arah jarum jam.
. Menahan putaran front planetary carrier.
. Menahan front dan rear sun gear supaya tidak berputar berlawanan jarum
. jam ketika 2nd brake bekerja.
. Menahan supaya front planetary carrier berputar berlawanan jarum jam.

Gambar 6. One way clutch

Gambar 7. Potongan planetary gear dan clutch

Gambar 8. Hubungan antar komponen saat tranmisi otomatis bekerja

Perpindahan gigi secara otomatis sesuai dengan posisi tuas, terdapat 6 posisi yaitu, posisi
P, R, N, D, 2 dan L. sedangkan untuk Over Drive (O/D) menggunakan switch yang ada pada
tuas transmisi, demikian pula untuk meningkatkan performa kerja transmisi khususnya
waktu perpindahan gigi terdapat 2 posisi switch yang ditempatkan di console box, yaitu
Power dan Normal (P/N) mode.
Posisi tuas transmisi sebagai berikut :

Posisi P (Park)

Pada posisi ini kendaraan tidak dapat bergerak (roda tidak dapat diputar) tetapi
mesin dapat dihidupkan.
Posisi ini digunakan untuk kendaraan yang diparkir, atau pada kendaraan untuk
keperluan mesin dihidupkan tetapi kendaraan tidak dijalankan.

Posisi R (Reverse)

Posisi ini jadi digunakan untuk menggerakan kendaraan mundur.

Posisi N (Netral)
Pada posisi ini kendaraan tidak bergerak tetapi roda dapat diputar dan mesin dapat

dihidupkan.
Hanya posisi N dan P mesin dapat dihidupkan, posisi N transmisi pada posisi netral,
biasanya digunakan untuk menghidupkan mesin sebelum kendaraan dijalankan atau
ketika kendaraan berhenti sementara mesin hidup, seperti menunggu lampu hijau
menyala di perempatan jalan.

Posisi D (Drive)
Posisi D, digunakan untuk menggerakkan kendaraan bergerak maju secara otomatis
dan dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1, 2 dan 3, atau sebaliknya, jika switch O/D
di-posisikan ON, transmisi secara otomatis dapat mengatur kerja dari gigi 1, 2, 3 dan
4 atau sebaliknya. Posisi ini biasanya digunakan untuk jalan normal dan rata.

Posisi 2
Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju, tetapi secara
otomatis hanya dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1 ke gigi 2 atau sebaliknya,
biasanya digunakan untuk jalanan menanjak atau turunan tajam.

Posisi L
Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju tetapi hanya pada posisi
gigi 1 saja, biasanya digunakan untuk jalanan yang sangat menanjak atau turunan yang
sangat tajam yang tidak dapat dilakukan pada posisi gigi 2.

Tipe transmisi otomatis


Tipe transmisi otomatis
Transmisi yang dipakai pada kendaraan mesin depan penggerak depan (front engine, front
wheel drive (FF)) di buat lebih kecil dan efisien dibandingkan dengan transmisi yang dipakai
pada mesin depan penggerak roda belakang (front engine, rear drive (FR)) karena langsung
dihubungkan dengan mesin tanpa melewati poros propeller atau transmisi jenis ini disebut
sebagai transaxle.

Gambar 1. Transmisi otomatis tipe front engine, front wheel drive (FF)
dan front engine, rear drive (FR)
Differensial pada transaxle menjadi satu dengan mekanisme pemindah tenaga yang lain berbeda
dengan transmisi untuk penggerak roda belakang yang differensialnya terpisah dengan mekanisme
yang lain.
Pada prinsipnya, kedua jenis transmisi tersebut mempunyai cara kerja yang sama baik unutk
penggerak roda depan maupun untuk penggerak roda belakang.
Transmisi otomatis secara garis besar di bagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.Torque converter
2.Planetary gear unit
3.Hydraulic control unit

1.Torque Converter

Gambar 3. potongan dari Torque converter


Torque converter di pasang pada input shaft dari transmisi otomatis. Pada bagian ini juga
terdapat ring gear yang berfungsi sebagai gigi yang berhubungan dengan drive pinion motor
starter untuk menghidupkan mesin.
Fungsi dari torque converter adalah :
a. Melipatgandakan momen yang dihasilkan oleh mesin
b. Menjadi kopling otomatis yang mengirimkan momen mesin menuju ke transmisi
c. Menyerap getaran mesin
d. Melembutkan putaran mesin
e. Sebagai pompa oli ke hidraulic control system
Torque converter berisi minyak transmisi otomatis dan mengirimkan tenaga putar dari mesin
menuju ke transmisi. Komponen utama dari torque conveter adalah pump impeller, turbine
runner, dan stator.
Bagian ini juga dihubungkan langsung dengan pompa oli yang selalu menghasilkan tekanan
yang di pakai pada hidraulic control unit pada saat mesin dihidupkan. Pada saat kendaraan
di derek dan roda yang berhubungan dengan drive axle, output shaft dan intermediate shaft
serta bearing tidak terdapat pelumasan. Hal ini sangat berbahaya jika kendaraan di derek
pada jarak yang jauh atau pada kecepatan yang cukup tinggi.
Lock up mechanism
Torque converter tidak selamanya menyalurkan tenaga putar ke transmisi dengan
perbandingan 1 : 1, tapi ada sebagian kecil tenaga yaitu sekitar 4 - 5 % yang hilang. Hal ini
tentunya sangat merugikan karena akan mengakibatkan pemborosan bahan bakar. Untuk
menghindari hal tersebut di buat mekanisme lock up mechanism yang akan mengunci
torquer converter ketika kendaraan berjalan pada kecepatan 37 mph atau 60 km/jam atau
lebih tinggi. Ketika mekanisme ini bekerja maka tenaga putar dari mesin akan di salurkan
100 % menuju ke transmisi.

Gambar 4. Lock up mechanism


3.Hydraulic control unit
Bagian ini mengontrol kerja dari rem dan koling pada transmisi otomatis dengan tekanan
yang diperoleh dari pompa oli.
Unit pengendali hidrolik mempunyai 3 fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Untuk membangkitkan/mengahasilkan tekanan hidrolik
Pompa oli mempunyai fungsi membangkitkan tekanan hidrolik. Pompa oli membangkitkan
tekanan hidrolik yang diperlukan untuk pengoperasian transaxle otomatis dengan
menggerakkan tempat/kotak pengubah tenaga putar (mesin).
2. Menyesuaikan tekanan hidrolik
Tekanan hidrolik yang ditekan oleh pompa oli disesuaikan dengan pentil pengatur utama.
Juga pentil katup penghambat menghasilkan tekanan hidrolik yang sesuai dengan output
mesin
3. Mengalihkan (shift) roda gigi (untuk mengoperasikan kopling dan rem)
Ketika operasi kopling dan rem pada unit roda gigi planetary dialihkan (switch), roda gigi
dialihkan.
Jalur cairan diciptakan sesuai dengan posisi shift oleh pentil manual. Ketika kecepatan
lendaraan meningkat, signal sikirimkan ke pentil solenoid dari mesin & ECT ECU (Electronic
Control Unit). Pentil solenoid mengoperasikan setiap pentil shift ke pemindahan (shifting)
roda gigi
Komponen-komponen utama dari unit kontrol hidrolik adalah sebagai berikut:
Pompa oli
Valve body
Primary regulator valve
Manual valve
Shift valve
Solenoid valve
Throttle valve

Gambar Pompa oli

Gambar potongan hydraulic control unit


Automatic Transmision Fluid
Minyak transmisi otomatis mempunyai kualitas yang tinggi dengan berbagai macam bahan
tambah. Minyak transmisi otomatis ini di kontrol oleh katup hidrolik melalui transmisi ke gear
shift dan melumasi komponen yang berputar dari transmisi otomatis.
Minyak transmisi otomatis harus memenuhi syarat-syarat sebagi berikut:
kekentalan yang sesuai
stabil terhadap panas dan oksidasi
tidak berbusa
koefisien gesek yang sesuai

berwarna
mempunyai bahan tambah yang lain

BAB II
Cara Kerja Transmisi Otomatis Pada Mobil

CARA KERJA TRANSMISI OTOMATIS


Begini blok diagramnya:
Poros Engkol >> Torque Converter >> Planetary Gear >> [Differential >> Drive Shaft >>
Roda]
pada penggerak roda belakang, bagian didalam kurung kotak diganti [As Kopel>>
Gardan/Differential>>Roda]
1. Torque converter menggantikan kopling mekanikal pada transmisi manual. Lewat torque
converter ini torsi disalurkan dengan mekanisme pompa dan turbin. Didalam torque
converter terdapat 3buah baling2. Yang pertama bekerja sebagai pompa yang dikopel
langsung dengan mesin. Yang kedua "turbin" dikopel langsung dengan planetray gear. Dan
yang terakhir adalah stator. Cara kerjanya, baling-baling yang terkopel pada mesin berputar
untuk memompakan Oli transmisi didalam sebuah ruang tertutup. Lalu tekanan oli tersebut
mendorong turbin layaknya air bertekanan yang menggerakkan pembangkit listrik tenaga
air. Konsep sederhananya, anda menyalakan sebuah kipas angin lalu tepat didepannya
anda letakkan kipas angin yang lain dalam keadaan mati. Maka kipas angin yang mati tadi
akan berputar seiring meningkatnya tekanan udara dari kipas angin yang menyala. Dari
sistem tersebut, didapatkan peningkatan torsi pada turbin saat RPM pada mesin meningkat.
Karena itulah perlengkapan ini disebut torque converter. Karena dia merubah putaran tinggi
pada mesin menjadi torsi saat dibutuhkan. Namun alat ini jugalah yang menyebabkan
konsumsi bahan bakar pada mobil matik meningkat. Karena pompa dan turbin tidak akan
pernah berputar 1:1 saat berbeban. Oleh karena itu, pada pengembangannya di aplikasikan
perangkat "lock up" yang akan mengunci pompa dan turbin secara mekanis untuk
mendapatkan efisiensi saat RPM tinggi dan overdrive. Lalu fungsi stator? Nah stator adalah
pengembangan sistem dua baling-baling menjadi 3 baling baling. Dimana baling diantara
pompa dan turbin tidak bergerak. Oleh karena itu dinamakan stator (statis:diam) dan
fungsinya adalah mengoptimalkan arah tekanan oli untuk menggerakkan turbin.

2. Planetary Gear. Komponen ini menggantikan gigi-gigi rasio pada transmisi manual untuk
merubah rasio putaran turbin terhadap roda. Fungsi utamanya sebetulnya tidaklah berbeda
dengan fungsi transmisi manual yang biasa anda ganti-ganti dengan tuas persneling saat
menjalankan mobil. Namun desain fisiknya yang berbeda cukup jauh. Pada planetary gear
tidak ada dua barisan roda gigi yang saling berhubungan dengan rasio berbeda-beda. Tetapi
sebuah roda gigi yang dikelilingi banyak roda gigi kecil dan ruman planetary yang memiliki
gigi dibagian dalamnya. Untuk lebih jelas, carilah gambarnya di search engine. Karena
cukup sulit menggambarkannya hanya dengan tulisan. Nah, disinilah Valve body bekerja.
Valve body mengatur jalannya oli untuk merubah rasio planetary gear secara hidraulis.
Itulah cara kerja tranmisi yang banyak digunakan pada mobil2 yang bersliweran saat ini.
Torque converter menyebabkan mobil serasa berjalan dengan kopling yang selip. Dan
planetary gear menyebabkan mobil seperti memindahkan giginya secara otomatis.
Untuk transmisi CVT
kehadiran planetary gear digantikan dengan sabuk dan pulley yang diameter drivingnya
dapat berubah-ubah sehingga rasio putaran dari dua buah pulley tersebut juga berubahubah. Dari sistem CVT yang diaplikasikan pada transmisi tersebut, didapatkan perpindahan
percepatan (rasio) yang sangat halus. Seperti yang anda rasakan pada motor matic dengan
CVT. Namun perubahan rasio CVT pada mobil tidaklah dilakukan secara mekanikal
layaknya sepeda motor. Namun hal itu dilakukan secara elektro hidrolis yang diatur oleh
ECU mobil. Sehingga perubahan rasio akan berubah sesuai dengan beban mobil, injakan
pedal gas, putaran mesin dan lain sebagainya untuk mendapatkan tenaga yang optimal dan
efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Itulah garis besar prinsip kerja dari sistem transmisi otomatis.
Tambahan: untuk lebih mengenal karakteristik transmisi matik, berikut perilaku transmisi
matik untuk setiap posisi tuasnya.
P: transmisi akan mengunci komponen yang terkopel langsung dengan roda. Hal ini
memberikan efek seperti rem tangan, tetapi jangan hanya mengandalkan posisi ini untuk
parkir dengan beban yang cukup berat. ex: tanjakan.
R: saya rasa semua sudah tau posisi ini. Gunakan posisi ini untuk berjalan kearah
belakang(mundur).
N: di posisi ini, seluruh hubungan antara roda dan mesin dilepaskan. Dan tidak ada
mekanisme pengunci roda layaknya posisi P. catatan: sangat disarankan untuk
menggunakan posisi N dan aktifkan rem daripada P jika anda tidak bermaksud berhenti
untuk meninggalkan mobil.
D: gunakan posisi ini untuk menggunakan seluruh rasio dalam transmisi anda selama
perjalanan. dibeberapa mobil juga terdapat tatanan D4, D3, L2, L1. Untuk merk toyota
biasanya terdapat D,2,1 dengan tombol overdrive off pada tuasnya.
D3 atau O/D off: posisi ini akan membatasi perpindahan rasio hingga tingkat ke 3. Pada
beberapa mobil toyota dengan tombol O/D off, tombol ini menonaktifkan gigi4 dan menahan
transmisi pada rasio tingkat3. Gunakan posisi ini untuk melakukan overtakin

BAB III
Perawatan Tranmisi Otomatis Pada Mobil
Cara perawatan transmisi otomatis sebenarnya tidaklah sulit seperti yang diperkirakan
banyak orang.
Perawatan transmisi otomatis yang dilakukan sama dengan perawatan yang dilakukan
terhadap transmisi manual, berupa pengecekan terhadap kualitas minyak transmisi otomatis
(hampir sama dengan minyak rem/Automatic Transmission Fluid dan bukan termasuk oli)
dan kebocoran dari packing-packing yang ada. Malah sebenarnya lebih simple dari
manual.Namun kualitas minyak untuk transmisi otomatis ini bila dipergunakan sebagaimana
semestinya dan tidak ada kebocoran, bisa tahan 50 ribu kilometer sampai 100 ribu
kilometer. Malah sebenarnya bisa sampai 200 ribu kilometer, jelas Agus Susanto Kepala
Bengkel PT Hyundai Mobil Indonesia.
Ia mengatakan, kopling transmisi otomatis ini lebih efisien karena berdaya tahan lama dari
oli transmisi manual. Kopling ini terendam dalam bak minyak transmisi dan tidak bergesekan
langsung. Berbeda dengan transmisi manual dengan sistem kopling kering yang
bersentuhan dengan roda gila.
Kesan bahwa transmisi otomatis perawatannya sulit dan tidak semua bengkel yang bisa
menanganinya adalah memang benar. Tetapi bukankah kalau kendaraan diperlakukan
dengan benar dalam artian dirawat dengan baik, maka tidaklah mungkin transmisi akan
mengalami kerusakan dengan sendirinya.
yang penting kalau kendaraan mengalami mogok dan ketika harus didorong, bagian roda
mobil yang digerakkan transmisi tersebut harus diangkat. Tidak boleh menyentuh jalan
ketika ditarik,jelas Kepala Bengkel PT Hyundai Mobil Indonesia tersebut.Alasannya adalah,
pada sistem transmisi otomatis, putaran mesin tersebut dipindahkan untuk memutar roda
melalui minyak transmisi yang disemprotkan ke tiap gigi percepatan tersebut. Sedangkan
bila ditarik yang terjadi adalah proses kebalikannya, di mana putaran roda akan
menghasilkan tekanan kepada katup solenoid yang tertutup karena mesin tidak dihidupkan.
Yang biasanya rusak adalah seal-seal, dan bila sudah parah pompa minyak transmisi
tersebut yang akan rusak,jelas Agus.Tergantung PemakaianNamun cepat atau tidaknya,
baik transmisi otomatis maupun manual tersebut memang tergantung dari
pemakaiannya.Bisa saja dari cara membawanya yang kasar, ataupun kendaraan membawa
beban lebih.Karena itu setiap pengemudi sewajarnya mengetahui fungsi-fungsi dari tiap
huruf dan angka yang tertera dituas transmisi otomatis tersebut. Misalnya saja angka 1,
berarti diperuntukkan bagi tanjakan dan turunan yang sangat curam. Kalau dipakai terus
untuk jalur yang datar hanya akan memboroskan bahan bakar saja. Putaran mesin dan
kecepatan yang diraih tidak seimbang.
Bila posisi tuas di 2, sebaiknya digunakan bila menghadapi jalan yang menanjak dan

menurun yang tidak terlalu curam dan jangka waktu yang agak lama. Sedangkan untuk
posisi D ini sama artinya dengan posisi gigi 3, yang diperuntukkan perjalanan dalam kota
atau normal.
Untuk menghadapi jalur lurus yang dapat ditempuh dalam kecepatan tinggi serta dalam
waktu yang lama dapat mengaktifkan tombol Over Drive (O/D). Gunanya untuk menurunkan
putaran mesin yang otomatis dapat menurunkan konsumsi bahan bakar. Posisi ini sama
saja dengan gigi 4.Namun sekarang percepatan transmisi otomatis ini tidak hanya sampai 4
saja, sudah sampai 5 percepatan. Gigi 1, 2, 3, D dan Over Drive. Posisi lain yang harus
diketahui kegunaannya adalah posisi N, P dan R. Posisi N ini dapat digunakan ketika berada
di lampu merah. Dari posisi D sebaiknya digeser ke posisi N. Sedangkan posisi P ini
digunakan ketika memarkirkan kendaraan.
Mobil tidak akan jalan ketika di starter,ujar Agus. Fungsi huruf R adalah kependekan dari
Reverse, artinya digunakan untuk mundur. (ian)