Anda di halaman 1dari 3

Peranan Keluarga

dalam Penyembuhan
Pasien Gangguan
Jiwa

berkaitan yang dapat menimbulkan

Kalimantan
Tengah

gangguan jiwa pada seseorang.

GANGGUAN JIWA
Perubahan pola perilaku
atau kejiwaan seseorang dalam segi perilaku, kejiwaan
atau tubuh.

Gangguan jiwa yang dialami oleh

Oleh :

Perilaku menghindar dari lingkungan,


tidak mau berhubungan/berbicara

Danae Kristina N,, S.Ked


Merry Cristiani O., S,Ked

RSJ KALAWA ATEI


Ds. Bukit Rawi,
Pulang Pisau

jelas.
diam saja
berbicara dengan tidak jelas.
adapula yang dapat diajak bicara

hingga
tidak perhatian sama sekali dengan

diterima dimasyarakat,
serta adanya masalah dan kegagalan

adanya gangguan jiwa.

yang hanya terdapat dalam pikirannya.

makan
mengamuk dengan tanpa sebab yang

mengatasi masalah,
adanya gangguan otak,
adanya gangguan bicara,
adanya kondisi salah asuh, tidak

faktor-faktor yang dapat mnimbulkan

gejala, baik yang tampak jelas maupun

dengan orang lain dan tidak mau

Faktor kejiwaan (kepribadian),


pola pikir dan kemampuan untuk

dalam kehidupan mungkin menjadi

seseorang bisa memiliki bermacam-macam

Dampak Gangguan Jiwa


Adanya gangguan jiwa pada seorang pasien
dapat menimbulkan berbagai kondisi antara
lain :
1.

Gangguan Aktivitas Hidup Sehari-hari

2.

Gangguan Hubungan Bermasyarakat

3.

Gangguan Peran/Sosial

lingkungannya.
Gangguan jiwa bukanlah suatu keadaan
yang mudah untuk ditentukan
penyebabnya. Banyak faktor yang saling

Oleh karena itu, dalam proses pengobatan


diperlukan dukungan yang bukan hanya
dari media atau dokter yang mengobati

pasien diperlukan juga dukungan dari

Lingkungan dan keluarga mempunyai andil

keluarga, mengapa?

yang besar dalam mencegah terjadinya

kemampuan penderita dan secara bertahap

kekembuhan pada penderita dengan

tingkatkan sesuai perkembangan

2.

gangguan,
Keluarga adalah unit terkecil dari satuan
masyarakat, tidak aka nada masyarakat jika tidak ada
keluarga, dengan kata lain masyarakat merupakan
sekumpulan keluarga keluarga.
Empat faktor penyebab pasien kambuh dan perlu
dirawat di rumah sakit, menurut Sullinger (1988) :
1 Pasien
2 Dokter
3 Penanggung jawab pasien
4 Keluarga

Berikant ugas yang sesuai dengan

3.

Menemani dan tidak membiarkan

penderita sendirisaat melakukan kegiatan,


Pemahaman keluarga mengenai kondisi

mis: makan bersama, reksreasi bersama,


bekerja bersama.

penderita serta kesediaan keluarga dan


lingkungan menerima penderita apa adanya

4.

Minta keluarga dan teman menyapa


saat bertemu penderita dan jangan

mendiamkan penderita berbicara sendiri


5.

Mengajak dan mengikutsertakan

penderita dalam kegiatan bermasyarakat


misal; kerja bakti
6.

Penderita gangguan jiwa tidak mungkin

Berikan pujian yang realitas terhadap

keberhasilan penderita atau dukungan untuk

mampu mengatasi masalah kejiwaanya


sendiri. Individu tersebut membutuhkan

dan memperlakukannya secara manusiawi

peran orang lain di sekitarnya, khususnya

dan wajar merupakan hal yang mendasar

keluarganya.

dalam mencegah kekambuhan penderita..

keberhasilan sosial penderita


7.

Mengontrol dan mengingatkan dengan

cara yang baik dan empati untuk selalu


minum obat untuk prinsip benar, benar
nama obat, benar dosis, benar cara

Peran keluarga dalam pencegahan

Beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh

kekambuhan penderita gangguan jiwa sangat

keluarga dan lingkungan dalam merawat

penting, karena keluargalah orang yang

penderita gangguan jiwa di rumah:

paling dekat dengan penderita gangguan


jiwa.

1.

Memberikan kegiatan/kesibukan

dengan membuatkan jadwal sehari-hari.

pemberian.
8.

Mengenali adanya tanda-tanda

kekambuhan seperti: suit tidur, bicara


sendiri, marah-marah, senyum sendiri,
menyendiri, murung , bicara kacau.

9.

Kontrol suasana lingkungan yang

dapat memancing terjadinya marah.