Anda di halaman 1dari 21

BAHAN KULIAH

HUMIDIFIKASI

DOSEN PENGAMPU

Ir. LAILA FAIZAH M.Kes

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN

HUMIDIFIKASI
Humidifikasi merupakan proses perpindahan air dari
fase cair masuk ke dalam campuran gas (udara dan uap
air).
Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Campuran A, B
(fase uap)

Campuran A, B
(fase uap)

Humidifikasi

Dehumidifikasi

A = Cairan
B = Gas yang tidak melarut
Operasi humidifikasi lebih sederhana dari absorpsi dan
stripping karena bila zat tersebut terdiri dari satu komponen
saja maka tidak ada gradient konsentrasi dan tahanan
terhadap

perpindahan

pada

phase

cair

tersebut.dalam

operasi yang dimaksud dengan operasi humidifikasi meliputi :

Humidifikasi

Dehumidifikasi

Pendinginan gas

Pendinginan cairan

Pengukuran kandungan uap.


Humidifikasi dan dehumidifikasi udara menggunakan

prinsip kerja proses kontak udara cair. Di dalam humidifikasi


air disemprotkan ke dalam aliran udara kering yang hangat
sehingga terjadi perpindahan massa dan panas sensibel.
Udara

mengalami

humidifikasi

dan

pendinginan

secara

adiabatis.

Pada

proses

ini

tidak

perlu

dicapae

suatu

keseimbangan akhir dan udara boleh saja meninggalkan


spray chamber pada hondisi yang belum jenuh. Pada proses
dehumidifikasi

udara

hangat

dengan

humidity

tertentu

dikontakkan dengan air dingin.


PERBEDAAN HUMIDIFIKASI DAN DEHUMIDIFIKASI
Humidifikasi

merupakan suatu proses pelembaban.

Humidifikasi terjadi melalui proses kontak antara udara dan


air, yang pada prinsipnya merupakan suatu proses absorpsi
dan

stripping.

Proses

kontak

udara-air

terjadi

dengan

berpindahnya air dari fase liquid menuju fase uap-udara.


Mekanisme humidifikasi yaitu mulanya terjadi kontak antara
liquid dan uap air-udara, lalu terjadi perpindahan massa
antara liquid dan uap air udara dimana uap air-udara tidak
larut pada liquid tersebut. Humidifikasi adalah dasar dari
proses drying.
Dehumidifikasi merupakan kebalikan dari humidifikasi
dimana

terjadi

proses

penurunan

penghilangan

kelembaban . Prinsipnya yaitu terjadinya kontak antara uap


air-udara dengan fase liquid dingin sehingga uap air-udara
terdifusi ke arah liquid.
Proses kontak udara air dalam proses humidifikasi dan
dehumidifikasi :
Pada humidifikasi air masuk ke dalam aliran udara
kering dan panas sehingga terjadi perpindahan massa
dan hangat sensible seperti pada proses saturasi
adiabatic. Lalu udara akan mengalami humidifikasi dan

pendinginan secara adiabatic. Proses ini tidak perlu


tercapai kesetimbangan akhir dan udara bisa saja
keluar dalam kondisi beum jenuh.
Pada dehumidifikasi udara hangat masuk ke dalam air
dingin sehingga temperature udara turun sampai
udara tersebut tidak dapat membawa uap air. Pada
keadaan ini air akan mengembun sehingga kandungan
air dalam udara turun.
JENIS JENIS HUMIDIFIKATOR
1. HUMIDIFIER
Ciri dari humidifier udara terdiri dari ruangan berbentuk
empat persegi panjang dengan ukuran 6 x 8 ft, udara
mengalir dengan kecepatan 8 sampai 12 ft/detik. Di dalam
ruangan (chamber) dilengkapi dengan spray nozzle yang
fungsinya menyemprotkan air menjadi bagian yang kecil
semacam kabut, sehingga hampir semua air menguap ke
dalam

aliran

udara

Baffle

yang

dipasang

pada

sisi

pemasukan berfungsi untuk mendistribusikan udara, sedang


baffle lain yang dipasang pada sisi pengeluaran chamber
berfungsi menahan air yang tidak teruapkan.
2. DEHUMIDIFIER
Pada peralatan ini menggunakan semprotan langsung air
dingin kedalam udara. Semprotan pada dehumidifier ini
adalah sama dengan pada peralatan humidifier tetapi pada
dehumidifier

semprotannya

besar

atau

kasar

kecepatan udara adalah 7 sampai 9 feet per detik.

dengan

Ciri dari dehumidifier jenis coil adalah udara mula-mula


dilewatkan melalui saringan kering (dry filter) kemudian
melewati metal dingin yang berbentuk coil dan akhirnya
dipanaskan dalam suatu pemanas coil apabila diinginkan
udara kering yang panas.
3. COOLING TOWER
Dalam suatu industri yang besar, kegunaan proses kontak
udara dan air adalah untuk mendinginkan sejumlah besar air.
Air didinginkan dalam suatu cooling tower dengan media
pendingin udara. Pada cooling tower sebagai driving force
untuk penguapan adalah perbedaan antara tekanan uap dari
air dengan tekanan uap udara pada temperature wet
bulbnya. Perbedaan ini tidak begitu besar. Jelas bahwa air
tidak dapat didinginkan di bawah temperature wet buklb
udara.
Di dalam praktek temperature air keluar menara harus
berbeda dari temperatur wet bulb udara masuk sekurangkurangnya

4-5F.

Perbedaan

temperature

ini

disebut

hampiran (approach), sedang beda temperature air masuk


dan temperatur air keluar menara disebut selang (range).
Sebagai contoh : Jika air didinginkan dari 110F sampai
80F,dengan

menggunakan

udara

yang

mempunyai

temperature wet bulb 70F, maka Range = 30F sedang


approach = 10F.
Sampai
didinginkan

seberapa
sepanjang

penurunan
tahun

temperature
tidak

air

yang

tergantung

pada

temperature dry bulb tetapi tergantung pada temperature

wet bulb maksimum. Kehilangan air karena penguapan


selama pendinginan adalah kecil biasanya sekitar 1%. Di
samping itu ada juga kehilangan karena mekanis misalnya
kehilangan karena semprotan air, percikan, kebocoran dan
lain-lain. Kalau rancangan menara baik , kehilangan mekanis
ini bisa ditekan sekitar 0,2 %.
Apabila jumlah air yang didinginkan relative kecil maka
digunakan spray pond. Untuk jumlah air yang besar sampai
dengan 100.000 gallon/menit dipakai cooling tower.
Sebagian cooling tower dibuat dari red wood, yaitu sejenis
kayu yang sangat tahan (awet) apabila secara terus menerus
kontak dengan air. Bahan isian (internal packing) biasanya
merupakan

susunan

kayu

yang

dipasang

secara

horizontal.Ruang kosong menara sangat besar, biasanya lebih


besar dari 90% supaya penurunan tekanan (pressure drop)
dari udara serendah mungkin. Luas permukaan kontak antara
udara dengan air tidak hanya pada film cairan pada
permukaan packing, tetapi juga pada permukaan tetesan air
yang jatuh dan menyerupai hujan. Aliran udara dan air di
dalam cooling tower bisa secara silang atau lawan arah
(counter current) atau kombinasi dari keduanya.
KLASIFIKASI COOLING TOWER
Klasifikasi

cooling

tower

didasarkan

pada

bagaiman

pemasukan udara ke dalam menara. Secara garis besar


menara pendingin atau cooling tower diklasifikasikan sebagai
berikut:

Atmospheric Tower
Natural Circulation Towers
Natural Draft
Cooling Tower

Force draft c.t


Mechanical Draft Towers

Induced draft c.t


Spray Tower
Spray Chamber

Natural circulation tower terdiri dari dari 2 jenis,


yaitu : Atmospheric tower dan Natural draft.
1. Atmospheric Tower

Prinsip kerja
Pada atmospheric tower udara sirkulasi tergantung
pada kecepatan angin yang bertiup.

Tujuan
Pada atmospheric tower ini digunakan adalah biaya
operasi untuk fan yang dapat ditiadakan walaupun
biaya investasi untuk menara sangat besar

Gambar Atmospheric Tower

Cara kerja

Udara

mengalir

melalui

jendela-jendela

pada

samping menara dengan arah silang terhadap


aliran air. Kecepatan udara minimal 2,5 sampai 3
m/jam dan pendinginan air akan ekonomis apabila
kecepatan
m/jam.

udara

Supaya

menembus

atau

rata-rata
aliran

bisa

udara

mencapai

mencapai
atmosfer

semua

5-6

dapat

kedalaman

menara, maka atmospheric tower ini kontruksinya


dibuat sempit tetapi tinggi sehingga kapasitas
pendinginan dipenuhi dan menghasilkan hampiran
(approach) temperature wet bulb
2. Natrural Draft

Prinsip kerja
Cara kerja natural draft cooling tower prinsipnya
sama seperti pada cerobong (furnace chimney).
Udara dipanaskan dalam menara oleh air panas
yang kontak dengan udara tersebut sehingga
densitasnya turun.

Tujuan
Untuk memanaskan udara yang ada dalam menara
sehingga densitasnya turun.

Gambar Natural Draft

Cara kerja
Cara kerja natural draft cooling tower prinsipnya
sama seperti pada cerobong (furnace chimney).
Udara dipanaskan dalam menara oleh air panas
yang kontak dengan udara tersebut sehingga
densitasnya

turun.

Perbedaan

antara

densitas

udara di dalam menara dan di luar menara


menyebabkan aliran dengan sendirinya dari udara

dingin pada bagian yang mendorong udara hangat


yang kerapatannya relative lebih kecil ke atas
menara.

Penampang

llintang

menara jenis ini

biasanya besar supaya pressure dropnya kecil


sehingga aliran udara akan lancer. Natural draft
cooling

tower

cocok

digunakan

pada

daerah

dimana temperature dan humidity udara rendah.

MECHANICAL DRAFT TOWERS


Mechanical draft dimaksudkan bahwa pemasukan udara
dalam menara secara mekanis yaitu dengan bantuan fan atau
blower.
Pemasukan udara pada mechanical draft towers ada 2
cara yaitu :
1. Force Draft Tower

Prinsip kerja
Udara dimasukkan kedalam menara oleh fan yang
berada pada bagian bawah menara, sedang udara
keluar melalui bagian atas menara,

Tujuan
Untuk keluar masuknya udara melaui manara oleh
fan.

Gambar Force Darft Tower

Cara kerja

Pada jenis force draft tower yaitu pada bagian


bawah terdapat ruangan yang cukup besar tempat
pemasukan udara. Ruangan yang kosong ini kurang
efektif untuk kontak antara udara dan air. Distribusi
udara kurang sempurna karena udara yang masuk
harus

membelok

masih

besar.

90o

Udara

sementara
keluar

pada

kecepatannya
bagian

atas

menara yang lebar dengan kecepatan rendah dan


cenderung

turun

atau

terhisap

kedalam

arus

udara .
2. Induced Draft Tower

Prinsip kerja
Udara melalui kisi atau jendela pada bagian bawah
menara dihisap kedalam menara oleh fan yang
berada pada bagian atas menara

Tujuan
Tujuan pada induced draft tower sama dengan force
draft tower yaitui untuk keluar masuknya udara
melalui menara oleh fan.

Gambar Induced Draft Tower

Cara kerja
Pada induced draft tower ini cara kerjanya hamper
sama dengan force draft tower tatapi pada draft
tower udara masuk melaui kisi-kisi atau jendela
pada bagian bawah menara yang kemudian dihisap
kedalam menara oleh fan yang berada di atas
menara.

SPRAY TOWER
Spray tower adalah jenis cooling tower tanpa internal
packing, bisa berupa force draft maupun induced

Draft.

Permukaan kontak udara dengan air tergantung sepenuhnya


pada semprotan air pada puncak menara. Spray tower dipilih
apabila benar-benar dibutuhkan pressure drop yang rendah
dari gas. Spray tower yang bentuknya horizontal dikenal
dengan Spray Chamber
Prinsip kerja
Pada spray cahamber prinsip kerjanya yaitu dengan
tetesan cairan yang besar maka laju alir gas dapat
mencapai 600-900 lb/jam ft2
Tujuan
Untuk operasi humidifikasi adiabatic dan pendinginan.

Skema proses humidifikasi adiabatic dengan pendinginan

Cara kerja
Tetesan cairan yang besar, laju alir gas dapat mencapai
600-900 lb/jam ft2, tetapi dalam hal ini diperlukan
entrainment eliminator. Pada spray chamber dilengkapi
dengan preheater dan afterheater yang digunakan
sebagai media pemanas adalah steam.
SPRAY PONDS
Spray ponds digunakan untuk pendinginan air dimana
approach atau hampiran terhadap temperatur wet bulb
tidak dipentingkan. Pada alat ini prinsipnya merupakan
pancaran air yang disemprotkan keudara, kemudian jatuh
kembali pada bak penampung.
CARA MENYELESAIKA SOAL ADA 2 CARA :
1. DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS
2. DENGAN MENGGUNAKAN GRAFIK PSYKHROMETRIK
ATAU PSYCHROMETRIC CHART
Contoh soal :

Suatu campuran udara (B) dan uap air (A) pada P total = 1
atm yang mempunyai absolute humidity = 0,0022 lb H 2O/lb
udara kering dan dry bulb temperature = 85 oF. Tentukan sifatsifat dari campuran tersebut:
a) Dew Point
b) Humid Volume
c) Enthalpy
d) Wet Bulb Temp
e) Humid Heat
Lengkapi dengan langkah langkahnya.
Jawab :
a) Dew Point (TDP)
Langkah : Dengan menggunakan grafik 23.3
Potongkan antara dry bulb temperature dengan
Absolute

humidity,

kemudian

titik

perpotongannya

ditarik garis horizontal kurva 100% kemudian tarik garis


vertikal memotong suhu sehingga diperoleh TDP (0F)
Diperoleh TDP = 78 0F
b) Humid Volume (VH)
Langkah dan menggunakan rumus :
(VH) (HD) = VHD + (VHS - VHD) (HP)
VHD dan VHS dicari dengan grafik 5
VHD = Suhu udara kering ditarik keatas memotong garis
spesifik volume udara kering kemudian tarik ke kiri
memotong garis humid volume udara kering.
Diperoleh VHD = 13,8

VHS = Suhu udara kering ditarik keatas memotong garis


humid volume kemudian tarik ke kiri memtong
garis humid volume udara jenuh.
Diperoleh VHS = 14,3
HP diperoleh dari rumus:
y' = 0,022
y's = Dry bulb temperature tarik garis ke atas hinggga
memotong

kurva

100%

kemudian

tarik

garis

horizontal ke kanan memotong absolute humidity.


(VH) (0,846) = (13,8) + (14,3 13,8) (0,846)
(VH) (0,846) = 14,223
(VH) = 16,812
c) Enthalpy (H')
Langkah langkah :
1. Dicari dengan rumus :
CS

= CB + y'. CA
= 0,24 + 0,022 (0,45)
= 0,2499

H'= CS (T - TO) + y'. o


= 0,2499 (85 - 32) + 0,022 (1075,2)
= 36,8991
2. Dengan grafik 5 :
Mencari H'd :
Dry bulb temp ditarik garis ke atas memotong
kurva enthalpy udara kering kemudian ditarik garis
ke kiri memotong enthalpy
Diperoleh H'd = 10,3

Mencari H'S :
Dry bulb temp ditarik garis ke atas memotong garis
enthalpy

vol.jenuh kemudian ditarik garis ke kiri

memotong enthalpy.
Diperoleh H'S = 41
Mencari H' :
Perpotongan antara dry bulb temp dengan absolute
humidity ditarik garis yag sejajar dengan kurva
saturasi adiabatic hingga memotong garis 100%
humidity kemudian tarik ke atas sampai memotong
kurva enthalpy vol.jenuh dan tarik ke kiri sehingga
didapat H'
Diperoleh H'= 36,5
d) Wet Bulb Temp (TW)
Titik yang dihasilkan dari perpanjangan dengan kurva
adiabatis yang terdapat pada garis 100% humidity
ditarik garis lurus untuk mendapat Wet Bulb Temp (T W).
Diperoleh TW = 80,5 0F
e) Humid Heat (CS)
1)

Dengan rumus :
CS

= CB + y'. CA
= 0,24 + 0,022 (0,45)
= 0,2499

2)

Dengan grafik 23.3 :


y' dipotongkan denga kurva humid heat V S humidity
sehingga diperoleh CS

Diperoleh CS = 0,2499

DAFTAR PUSTAKA
Badger. W. Land J. T. Banchero. 1955. Introduction to
Chemical Engineering Asian Student . Ed
Kogakusha Company, Ltd : Tokyo.
Handayani, Dwi, MT. 1998. Diktat Kuliah Peralatan
Industri Kimia . PSD III Teknik Kimia Universitas
Diponegoro.
http://72.14.235.104/search?
q=cache:WISNq7nHB4kJ:www.energyefficiencyasia.org/
docs/ee_modules/indo/Chapter%2520%2520Cooling
%2520Towers%2520(Bahasa
%2520Indonesia).pdf+menara+pendingin&hl=id&ct=cl
nk&cd=1&gl=id&client=firefox-a
Mc. Cabe, Warren L, Julian C, Smith and Peter Harriot. 1999.
Operasi Teknik
Kimia terjemahan. Ir. E. Jassifi,
M.Sc. jilid 2. Erlangga : jakarta.