Anda di halaman 1dari 2

OPERAN JAGA PERAWAT (TIMBANG TERIMA)

No. Dokumen

Revisi

Halaman

BLUD RSUD dr.H.Soemarno


Sosroatmodjo Kuala Kapuas
Tanggal Terbit

DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR

PROSEDUR TETAP

PENGERTIAN
TUJUAN

Dr. H. Bawa Budi Raharja,MM


NIP. 19640131 199903 1 002
Timbang terima ( operan ) merupakan teknik atau cara untuk
menyampaikan dan menerima sesuatu ( laporan ) yang berkaitan
dengan keadaan klien.
1. Perawat dapat mengikuti perkembangan klien secara paripurna.
2. Meningkatkan kemampuan komunikasi antar perawat. Akan
terjalin suatu hubungan kerjasama yang bertanggung jawab antar
anggota tim perawat
3. Terlaksananya asuhan keperawatan terhadap klien yang
berkesinambungan

KEBIJAKAN

1. Dapat menyampaikan hal-hal penting yang perlu ditindak lanjuti


oleh perawat pada shift berikutnya.
2. Dapat melakukan cross check ulang tentang hal-hal yang
dilaporkan dengan keadaan klien yang sebenarnya.
3. Klien dapat menyampaikan masalahnya secara langsung bila ada
yang belum terungkap.

PROSEDUR
PELAKSANAAN

1. Perawat yang bertanggung jawab terhadap pasien melaporkan


langsung kepada perawat penanggung jawab berikutnya. Cara ini
memberikan kesempatan diskusi yang maksimal untuk kelanjutan
dan kejelasan rencana keperawatan.
2. Pelaksanaan timbang terima dapat juga dilakukan di ruang
perawat kemudian dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi
klien satu persatu
3. Kedua kelompok dinas sudah siap
4. Perawat yang melaksanakan timbang terima mengkaji secara
penuh terhadap masalah, kebutuhan dan segenap tindakan yang
telah dilaksanakan serta hal-hal yang penting lainnya selama masa
perawatan (tanggung jawab)
5. Hal-hal yang sifatnya khusus, memerlukan perincian yang matang
sebaiknya dicatat khusus untuk kemudian diserahterimakan
kepada petugas berikutnya
6. Hala-hal yang perlu disampaikan dalam timbang terima :
a. Identitas klien dan diagnosa medis.
b. Masalah Keperawatan yang masih muncul.
c. Tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan (secara
umum)
d. Intervensi kolaboratif yang telah dilaksanakan.
e. Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam
kegiatan operatif, pemeriksaan laboratorium / pemeriksaan
penunjang lain, persiapan untuk konsultasi atau prosedur yang
tidak rutin dijalankan.
f. Prosedur rutin yang biasa dijalankan tidak perlu dilaporkan.
7. Perawat yang melakukan timbang terima dapat melakukan
klarifikasi, tanya jawab dan melakukan validasi terhadap hal-hal
yang telah ditimbang terimakan atau berhak terhadap keterangan-

OPERAN JAGA PERAWAT (TIMBANG TERIMA)


No. Dokumen

Revisi

Halaman

BLUD RSUD dr.H.Soemarno


Sosroatmodjo Kuala Kapuas
keterangan yang kurang jelas.
8. Sedapat-dapatnya, mengupayakan penyampaian yang jelas,
singkat dan padat.
9. Lama timbang terima tiap pasien tidak lebih dari 5 menit,kecuali
dalam kondisi khusus dan memerlukan keterangan yang rumit.
10. Hal-hal yang perlu Diperhatikan:
a. Dilaksanakan tepat waktu pada saat pergantian dinas yang
disepakati.
b. Dipimpin oleh penanggung jawab klien / perawat primer.
c. Diikuti oleh semua perawat yang telah dan akan dinas.adanya
unsur bimbingan dan pengarahan dari penanggung jawab.
d. Informasi yang disampaikan harus akurat, singkat, sistematik
dan menggambarkan kondisi klien pada saat ini serta
kerahasiaan klien.
e. Timbang terima harus berorientasi pada masalaha
keperawatan yang ada pada kliwn, dengan kata lain informasi
yang diberikan berawal dari masalahnya terlebih dahulu
( setelah diketahui melalui pengkajian ), baru kemudian
terhadap tindakan yang telah dilakukan dan belum dilakukan
serta perkembangan setelah dilakukan tindakan.
f. Timbang terima dilakukan didekat pasien, menggunakan
volume suara yang pelan dan tegas ( tidak berbisik ) agar klien
disebelahnya tidak mendengarkan apa yang dibicarakan untuk
menjaga privacy klien, terutama mengenai hal-hal yang perlu
dirahasiakan sebaiknya tidak dibicarakan secara langsung di
dekat klien.
g. Bila ada informasi yang mungkin membuat klien terkejut
sebaiknya jangan dibicarakan didekat klien tetapi diruang
perawat
UNIT TERKAIT

IGD, ICU, IRI