Anda di halaman 1dari 7

NAMA

NIM
PRODI
MATA KULIAH

: Muhammad Fahmi Sihab


: 5213413077
: Teknik Kimia
: Tek. Petrokimia dan Minyak Bumi

PEMBUATAN BENANG POLYESTER


DARI POLYETHYLENE TEREPHTALATE (PET)
Polyester adalah kategori polimer yang terutama terdiri dari Polyethylene
Terephthalate (PET), yaitu polimer sintetik yang terbuat dari PTA (Purified
Terephthalic Acid C6H4(COOH)2 dan MEG (Mono Ethylene Glycol C2 H6
O2).
Benang Polyester adalah produk utama dalam kategori produk berbahan
polyester. Hampir 40% dari produksi dunia polyester secara langsung digunakan
untuk membuat Benang Polyester. Selebihnya dipakai untuk botling (botol aqua),
film, bahan insulasi, dll.
Penggunaan utama Polyester di bidang Tekstil adalah untuk membuat
Benang Polyester. Polyester dalam berbagai bentuk digunakan secara luas dalam
aplikasi tekstil untuk membuat Benang polyester Bertekstur (PET) Resin dan
Filament Yarn seperti Partialy Oriented Yarn (POY), Benang Polyester Drawn
Textured Yarn (DTY), Polyester Fully Drawn (FDY), Polyester Staple Fiber (PSF
), Polyester Spun Yarn (PSY), Benang Teknis, Benang untuk Ban (tire) dan Benang
Mono Filamen. Benang polyester

juga digunakan dalam pembuatan aplikasi

kemasan seperti film poliester, kaset insulasi, dan beberapa item penggunaan
sehari-hari.
Benang Filamen Polyester

digunakan dalam merajut & tenun untuk

membuat kain poliester seperti kain konsumen dan home furnishing seperti seprai
tempat tidur dan tirai. Demikian pula Benang Polyester kekuatan tinggi untuk
industri dapat digunakan untuk membuat tali, ban berjalan, sabuk pengaman & kain
ban.
Polyester Staple Fiber terutama digunakan sebagai serat pengisi untuk
bantal, sofa & beddings. Dahulu benang polyester dianggap kurang nyaman dipakai
/un comfortable untuk pakaian karena serat polyester termasuk serat hydro phobic/
susah menyerap air atau keringat. Namun berkat kemajuan teknologi, sekarang

serat polyester bisa direkayasa agar dapat menyerap air atu mengalirkan udara
(hollow fiber), sehingga sekarang baju- baju olah raga terkenal justru dibuat dengan
menggunaakan bahan polyester yang sudah direkayasa dapat menyerap air dan
dapat "bernafas" (Breathable/ Breeze polyester). Dalam beberapa test, satu lembar
handuk Breeze polyester disandingkan dengan handuk 100% cotton. Ketika
keduanya ditetesi air, ternyata handuk breeze polyester lebih cepat menyerap air
dibanding handuk katun, bahkan handuk breeze polyester menghisap dan
menyebarkan air keseluruh daerah, tidak hanya spot- spot.

Aneka jenis benang Polyester

Benang Berorientasi Sebagian (POY)

Benang Berorientasi Sebagian (POY) adalah bentuk utama Benang


Polyester dikategorikan dalam POY Bright, Dull, atau Semi Dull. Adakalanya
dicelup warna terang dalam berbagai warna (Yarn dyed).

Benang Bertekstur Drawn (DTY)

Benang Bertekstur Drawn (DTY) adalah benang bertekstur yang digunakan


secara luas dalam industri tekstil. DTY tersedia dalam spesifikasi yang berbeda
seperti Non Intermingled, Semi Intermingled, Soft intermingle, dsb. Benang

bertekstur biasanya dipakai untuk pakan/Filling Yarn, karena teksturnya yang


keriting memungkinkan benang ini mudah dibawa oleh semburan angin/ air jet,
sehingga pemakaian angin lebih hemat dibanding benang yang tidak bertekstur/ flat
fillament.

Benang Drawn Sepenuhnya (FDY)

Benang Sepenuhnya Drawn (FDY), juga dikenal sebagai Spinning Draw


Yarn (SDY) memiliki kegunaan luas digunakan dalam pembuatan benang kain.
FDY dapat dikategorikan dalam aneka karakter seperti Bright, Semi Dull, Kationik,
Triloble, dsb

Benang Polyester Tenacity tinggi (HT)


Benang Polyester Tenacity tinggi (HT) adalah benang industri terutama
digunakan dalam terpal, tali keperluan industri lainnya.Benang HT tersedia dalam
benang dengan penyusutan tinggi atau rendah.

Benang Polyester Mono Fillament


Benang Mono Polyester Filament adalah Benang Polyester dengan filamen
tunggal. Hal ini dapat diproses dengan putaran langsung atau dengan membelah
benang induk. Benang Mono memiliki variasi sebagai Semi Dull, filamen Dope
Mono, dicelup dalam warna terang. Benang mono filament biasa dipakai untuk
jaring/ net, mesh filter, dan aneka kegunaan lainnya.

Serat Staple Polyester


Polyester Staple Fibre (PSF) adalah jenis Serat Polyester banyak digunakan
dalam proses non-woven. Jenis PSF adalah 100% bahan asal (Virgin) PSF, PSF

Recycled, Semi Dull, Bright, Super Bright, siliconized, Konjugasi Hollow (HCS),
Slick, Dope Dicelup Putih Optical PSF, dsb. Dari untaian polyester fillament serat
tadi dipotong potong menggunakan rotary cutter dengan panjang sesuai dengan
keperluan, misalnya 38 mm, 44 mm, 51 mm dan lain sebagainya. pada saat proses
pemotongan serat diberikan hembusan agar serat-serat yang telah terpotong
pendek-pendek dapat terurai satu sama lain. Serat yang telah selesai dipotong
dikemas pada mesin baling press dengan standar berat sekitar 350 kg per bal. Selain
kehalusan (denier) serat dan panjang serat, kilau (luster) juga merupakan spesifikasi
yang sangat penting, misalnya bright, Super bright semi dull atau dull. Serat
poliester merupakan bahan baku bagi pabrik pemintalan (spinning) yang membuat
benang pintal. Dari Staple Fibre inilah sebagian dipintal pada mesin spinning
menjadi benang Spun Polyester seperti keterangan dibawah.

Benang Spun Polyester


Benang Polyester Spun yaitu serat polyester yang dipintal, terutama
digunakan untuk kain rajut & kain tenun. Untuk kain rajut, pada benang diberikan
twist yang lebih rendah dibanding benang untuk tenun, dan biasanya dilapisi
dengan Wax. Namun pada benang spun polyester, dianjurkan untuk juga memakai
wax untuk lusi untuk mengurangi terjadinya "shigoki neps". Di PT. KTI, dengan
menggunakan spun polyester wax, dapat mengurangi shigoki neps dengan
significant. Benang pintal polyester juga digunakan dalam pembuatan benang jahit
bordir. Hal ini dapat diproduksi dari bahan asal (Virgin) atau Daur Ulang, misalnya
dari pengumpulan botol air kemasan bekas. Benang dengan wax atau Un wax
umumnya tersedia sesuai permintaan, dalam pintalan double/ ganda atau tunggal/
single.

Benang Emrboidery
Benang Bordir Polyester terutama digunakan dalam pekerjaan Bordir. Hal ini
terutama dibuat untuk FDY Polyester tersedia dalam berbagai jenis warna

Proses pembuatan polyester secara garis besar dapat dijelaskan oleh diagram
berikut ini:

PolImerisasi

Untuk membuat polyester, dimethyl tereftalat yang merupakan bahan intermediet


petrokimia yang berasal dari para-xylene direaksikan dengan etilen glikol, yang

utamanya berasal dari etilen. Bahan kimia yang terbentuk, yakni sebuah monomer
alkohol, kemudian dikombinasikan dengan asam tereftalat dan kemudian suhunya
dinaikan hingga mencapai 280 C, sehingga terbentuklah polyester. Polyester ini
terbentuk sebagai lelehan kemudian diekstrusi hingga membentuk helaian panjang
polyester
Drying
Setelah polyester terbentuk dari polymerisasi, helaian hasilnya kemudian akan
didinginkan hingga menjadi brittle. Material ini kemudian dipotong menjadi chipschips kecil, dan kemudian dikeringkan untuk mempertahankan konsistensinya.
Melt spinning

Polymer chips ini kemudian akan dilelehkan pada suhu 260-270 C hingga
membentuk cairan seperti sirup. Cairan ini kemudian dilewatkan dalam sebuah
kontainer logam yang disebut spinneret, dan kemudian ditekan keluar melalui
lubang-lubang kecil, yang biasanya berbentuk bulat, namun bisa juga berbentuk
pentagonal, atau bentuk lainnya untuk membentuk serat-serat yang spesial. Jumlah
lubang yang terdapat dalam spinneret menentukan ukuran dari benang yang
terbentung,
Saat tahap spinning ini, berbagai bahan kimia dapat ditambahkan ke dalam cairan
untuk membuat hasil dari material yang terbentuk bersifat lebih kuat, antistatik atau
lebih lentur, dan lebih mudah untuk diwarnai.

Proses spinning terlihat detail seperti gambar dibawah:

Terilihat bahwa larutan sirup yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi berbentuk
larutan sirup, kemudian ada beberapa bagian yang tercetak sebagai bentuk chips,
bentuk chips ini kemudian dikeringkan, melalui sebuah unit operasi bernama
Hopper reservoir, chips ini dilelehkan kemudian dilewatkan melalui spinneret
hingga benang-benang polyester kemudian terbentuk dan selanjutnya dipotongpotong sesuai panjang yang dibutuhkan.

Sumber:

Anonym. 2014. http://www.print-tekstil.com/2014/02/jenis-jenis-kain-poly


ester-dan.html. (diakses tanggal 12 Juni 2015)

Anonym. 2014. http://www.unido.org/fileadmin/import/userfiles/puffk/tex


tile.pdf. (diakses tanggal 12 Juni 2015)

Nyi, Agustien. 2005. Pengetahuan Bahan Tekstil. Jakarta: Departement


Pendidikan Dan Kebudayaan.

http://www.scribd.com/document_downloads/direct/244181245?extensio=
docx&ft=1434261093&lt=1434264703&user_id=263724715&uahk=INM
dNQpoZN5WFdp3ZxmM+bxvxY4. (diakses tanggal 12 Juni 2015)