Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang di akibatkan oleh berhentinya suplai darah
kebagian otak. Stroke

atau

serangan

mendadak susunan saraf pusat yang

di

otak

(brain attack) adalah defisit neurologis

sebabkan

oleh

peristiwa

iskhemik

atau

hemorargik. Sehingga stroke di bedakan menjadi dua macam yaitu stroke hemoragik dan
stroke non hemoragik. 1,2
Pada stroke non hemoragik suplai darah ke bagian otak terganggu akibat
aterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Sedangkan pada stroke
hemoragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah normal dan
menyebabkan darah merembes pada area otak dan menimbulkan kerusakan. 2
Stroke non hemoragik, penyumbatan bisa terjadi

di sepanjang jalur arteri yang

menuju ke otak. Misalnya suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam arteri
karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Endapan lemak juga bisa terlepas
dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Stroke menyerang dengan tiba-tiba. Orang yang menderita stroke sering tidak menyadari
bahwa dia terkena stroke. Tiba-tiba saja, penderita merasakan dan mengalami kelainan
seperti lumpuh pada sebagian sisi tubuhnya, bicara pelo, pandangan kabur, dan lain
sebagainya tergantung bagian otak yang mana yang terkena. 2,3
Dulu memang penyakit ini di derita oleh orang tua terutama yang berusia 60
tahun keatas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit
jantung dan stroke. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di
bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup,
terutama pada orang muda perkotaan modern. Sekitar 28,5% penderita stroke di
Indonesia meninggal dunia. Penelitian menunjukkan, stroke menyerang pria 30% lebih tinggi
ketimbang wanita dan setiap tahun di Amerika Serikat ada sekitar 15 ribu pria di bawah usia
45 tahun yang terkena stroke. 2,3

Pada stroke non hemoragik ini, memungkinkan sekali adanya masalah kesehatan
diantaranya: gangguan perfusi jaringan

serebral, kerusakan mobilitas fisik, perubahan

persepsi sensori, kurang perawatan diri dan gangguan pemenuhan nutrisi. 2,3