Anda di halaman 1dari 5

.

Gelombang Ultrasonik
Ultrasonik adalah suara atau getaran dengan frekuensi yang terlalu tinggi untuk
bisa didengar oleh telinga manusia, yaitu kira-kira di atas 20 kiloHertz. Hanya
beberapa hewan, seperti lumba-lumba menggunakannya untuk komunikasi,
sedangkan kelelawar menggunakan gelombang ultrasonik untuk navigasi. Dalam
hal ini, gelombang ultrasonik merupakan gelombang ultra (di atas) frekuensi
gelombang suara (sonik).
Gelombang ultrasonik dapat merambat dalam medium padat, cair dan gas.
Reflektivitas dari gelombang ultrasonik ini di permukaan cairan hampir sama
dengan permukaan padat, tapi pada tekstil dan busa, maka jenis gelombang ini
akan diserap.
Frekuensi yang diasosiasikan dengan gelombang ultrasonik pada aplikasi
elektronik dihasilkan oleh getaran elastis dari sebuah kristal kuarsa yang
diinduksikan oleh resonans dengan suatu medan listrik bolak-balik yang
dipakaikan (efek piezoelektrik). Kadang gelombang ultrasonik menjadi tidak
periodik yang disebut derau (noise), dimana dapat dinyatakan sebagai superposisi
gelombang-gelombang periodik, tetapi banyaknya komponen adalah sangat
besar. Kelebihan gelombang ultrasonik yang tidak dapat didengar, bersifat
langsung dan mudah difokuskan. Jarak suatu benda yang memanfaatkan delay
gelombang pantul dan gelombang datang seperti pada sistem radar dan deteksi
gerakan oleh sensor pada robot atau hewan.
Hewan-hewan tertentu, seperti anjing, kucing, dan lumba-lumba dapat
mendengar gelombang ultrasonik. Kelelawar dapat menghasilkan dan mendengar
frekuensi setinggi 100.000 Hz untuk mengetahui posisi makanan dan menghindari
benda-benda saat terbang di kegelapan. Gelombang ultrasonik digunakan pada
sonar di samping pada diagnosis kesehatan dan pengobatan.

Efek Doppler merupakan peristiwa berubahnya frekuensi bunyi yang didengar oleh
pendengar dengan frekuensi yang dihasilkan oleh sumber bunyi. Hal ini disebabkan
adanya sumber bunyi atau pendengar yang bergerak relative satu sama lain
(menjauhi atau mendekati). Peristiwa effek dopler tidak hanya terjadi pada
gelombang suara saja, pada kenyataanya efek dopler juga bisa terjadi pada cahaya.
Misalnya ketika bumi berputar mengelilingi matahari sedang mendekati sebuah
bintang maka, cahaya bintang berubah dari frekwensi cahaya warna merah ke
cahaya warna biru. demikian juga sebaliknya ketika bumi meninggalkan sebuah
bintang warnya berubah dari biru menjadi merah.
Penjelasanya umum efek dopller dengan sederhana adalah : saat sumber frekwensi
mendekati pengamat, pengamat akan menerima gelombang yang lebih
rapat(pendek) sehingga frekwensinya membesar.
Perhatikan ilustrasi berikut

Besarnya frekuensi yang didengar oleh pendengar dicari melalui persamaan berikut
ini:

Keterangan :
fp = frekuensi pendengar (Hz)
fs = frekuensi sumber bunyi (Hz)
v = cepat rambat gelombang di udara (m/s)
Vp = kecepatan pendengar (m/s)
Vs = kecepatan sumber bunyi (m/s)

Propagasi gelombang suara merupakan proses perambatan gelombang suara pada


media perambatan gelombang (udara, air, zat padat dan material lain). Perjalanan
gelombang suara dalam udara sekitar 344 m/detik. Kecepatan ini relatip kecil
tergantung temperature, dan dalam kondisi ruang normal dapat diabaikan. Panjang
gelombang suara merupakan jarak antara pengulangan berturut-turut dari bentuk
gelombang sebagai perjalanan suara melalui udara. Panjang gelombang
diekspresikan dalam persamaan berikut : Panjang gelombang = kecepatan /
frekuensi

Dimana : C = kecepatan rambat gelombang suara m/detik f = frekuensi (Hertz) =


panjang gelombang (m) Perioda (T) didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan
untuk satu siklus bentuk gelombang T = 1/f. Untuk f = 1kHz, maka T = 1/1000 = 1
mdetik atau 0,001 detik dan = 344 / 1000 = 0,344 m. Suara terendah yang dapat
didengar memiliki panjang gelombang 10 m dan yang tertinggi mempunyai panjang
gelombang sependek 20 nm. Cakupan cukup besar dan kita akan melihat ini
memiliki perilaku suara yang tegas.

Penjelasan Monaural dan Binaural Beat


Pendahuluan
Stimulasi Gelombang Otak (Brainwave) bisa di lakukan dengan dua metode yang lebih
populer, yaitu Binaural Beat dan Monaural Beat.
Dalam beberapa dekade terakhir, nada murni menggunakan gelombang untuk
menstimulasi otak telah menjadi sangat populer. Kedua metode, baik Binaural dan
Monaural sangat populer untuk Terapi Gelombang Otak. Keduanya mempunyai kelebihan
dan kekurangan masing-masing.
Sebagian banyak pengguna agak merasa ribet dengan Binaural Beat, karena
mengharuskan pakai Headphone, sehingga kurang praktis. Namun sebagian pengguna
lainnya lebih memilih Binaural, karena pemahaman mereka Binaural Beat adalah kata
lain untuk Terapi Gelombang Otak. Tak terhitung berapa kali saya telah menerima
pertanyaan dari orang yang meminta "Jangan Binaural Beat, karena memerlukan
headphone? Bagaimana program www.GelombangOtak.com bekerja tanpa Binaural
Beat ?". Kita harus menjelaskan bahwa ada banyak teknik terapi Gelombang Otak
(Brainwave) lainnya selain Binaural Beat, termasuk satu yang melibatkan nada murni,
yang disebut Monaural Beat.
Dalam artikel ini kita akan mencoba untuk menjelaskan yang sebenarnya nada apa yang
berbasis "Beat" .
Apa itu "Beat"?:
Ketika dua atau lebih frekuensi getaran nada yang dimainkan bersama-sama naik atau
turun dari satu sama lain, maka membentuk gelombang tunggal yang "biasanya" kita

rasakan sebagai dua atau lebih nada. Binaural dan Monaural Beat terjadi sebagai hasil
dari penjumlahan dua bentuk gelombang yang sangat dekat sehingga keduanya
menambah dan mengurangi dari satu sama lain sedemikian rupa yang di kenal dengan
istilah "Beat". Lebih pendeknya Beats adalah suara musik yang anda dengarkan untuk
terapi.
Terendah dari dua nada disebut carrier dan tertinggi disebut offset. Lebih jelasnya, jika
Anda memperhatikan ilustrasi gambar di bawah, adalah begini: misalnya Anda
melakukan terapi Gelombang Otak (Brainwave) menggunakan modulasi Binaural beats
(ingat, untuk Binaural beats Anda harus pake headphone), telinga kiri mendengarkan
gelombang yang naik turun dengan kisaran 200 Hz (gambar pertama), sedangkan otak
kanan mendengarkan suara gelombang yang naik turun juga dengan kisaran 180 Hz
(gambar kedua), jadi pada saat itu, Anda sedang mendengarkan gelombang dengan
kisaran 20 Hz (gambar ketiga). Penjumlahan gelombang yang di dengarkan kedua
telinga adalah sebagai berikut : 200 Hz 180 Hz = 20 Hz. Nada gelombang yang naik
turun pada kisaran 200 Hz di namakan offset/nada yang lebih tinggi, nada gelombang
yang naik turun pada kisaran 180 Hz di namakan carrier/nada yang lebih rendah. Hasil
dari penjumlahan kedua nada gelombang offset dan carrier yaitu nada gelombang yang
naik turun pada kisaran 20 Hz (lihat ilustrasi gambar waveform sum di bawah!)
Dalam modulasi Terapi Gelombang Otak (Brainwave) Binaural Beats harus
memperhatikan carrier dan offset ini. Audio Gelombang Otak (Brainwave) yang di
gunakan untuk menstimulasi otak harus memperhatikan keterpautan antara nada
gelombang tertinggi dan nada gelombang terendah. Perbedaan nada gelombang
tertinggi dan terendah tidak boleh lebih dari 25 Hz. Otak mempunyai kekuatan terbatas
untuk membedakan dua suara gelombang yang di tangkap telinga. Jika perbedaan
antara dua gelombang melebihi 25 Hz, otak akan menanggapnya bahwa kedua
gelombang adalah sama, jadi efek yang di harapkan dari terapi Gelombang Otak
(Brainwave) dengan modulasi Binaural beats tidak terjadi.
Adapun dalam terapi Gelombang Otak (Brainwave) Monaural beats gelombang yang di
dengarkan otak kiri dan kanan adalah sama atau gelombang tunggal, sehingga tidak
memerlukan headphone untuk mendengarkannya dan juga tidak ada istilah carrier dan
offset.