Anda di halaman 1dari 10

Hydraulic Fracturing

Pendahuluan
Perekahan hidrolik merupakan stimulasi menggunakan tekanan fluida pada permukaan batuan agar
terjadi rekahan, yang kemudian diteruskan hingga ke dalam formasi.

Tujuan perekahan hidrolik:

Meningkatkan produktivitas
Terutama pada formasi dengan k kecil
Menghilangkan damage
Sebagai fracpac
Yaitu untuk menahan pasir supaya tidak ikut terproduksi
Lebih menguntungkan dari screen dan gravel pack, karena tidak akan menyebabkan skin

Perekahan hidrolik pada:

Permeabilitas kecil
Perekahan akan cukup jauh.
Permeabilitas besar
Perekahan akan cukup pendek tetapi lebih besar

Fluida pada proses perekahan hidrolik:

Prepad
Merupakan cairan seperti air, minyak atau foam, yang ditambahkan gel, friction reducer, fluid
loss, surfactant atau KCl untuk memperkecil kemungkinan damage
Digunakan untuk mempermudah pembukaan rekahan dan mendinginkan formasi
Tidak perlu dipakai pada temperatur rendah dan gradient rekah biasa
Pad
Merupakan fluida kental tanpa proppant
Digunakan untuk memperlebar dan mempertinggi rekahan
Pad akan membentuk filter cake, sehingga mengurangi kebocoran pada slurry nantinya
Slurry
Merupakan fluida dengan proppant
Digunakan untuk mengembangkan panjang dan lebar rekahan
Proppant ramp system proppant dimasukkan dengan kadar rendah, naik bertahap hingga kadar
maksimum, lalu konstan
Flush
Merupakan cairan yang dipompakan di belakang slurry untuk mendorong slurry agar masuk ke
formasi, namun tidak boleh semuanya agar rekahan dari sumur tidak tertutup
Tip Screen Out (TSO)

Wahish A.I. 122 04 013

Merupakan teknik perekahan pada permeabilitas besar agar proppant mencapai ujung rekahan
dan mengisi seluruh rekahan (lebih merata)
Rekahan yang terjadi biasanya pendek dan menggembung
Dapat menghilangkan damage dan meningkatkan konduktivitas
Mekanika Batuan
Insitu Stress

P H
W ~ net
E
Lebar rekahan:

Overburden Stress
Pengaruh dari Stress di Lapangan
Mekanika Fluida Perekahan Hidrolik
Fluida Perekahan
Proppant
Model Geometri Perekahan
Pendahuluan
Model geometri perekahan hidraulik perlu dilakukan dengan mengetahui berapa hasil produksi,
material yang diperlukan, tekanan, fluid loss, dll. Model dibuat berdasarkan mekanika batuan, sifatsifat fluida perekah dan stress-stress di batuan. Untuk menghitung pengembangan rekahan,
diperlukan prinsip hukum konservasi momentum, massa dan energi, serta kriteria berkembangnya
rekahan, yang berdasarkan interaksi batuan, fluida dan distribusi energi.
Secara umum model geometri perekahan adalah :

Model Perekahan Dua Dimensi (2D)


Tinggi tetap, aliran fluida 1 dimensi (1D)
Model Perekahan Pseudo 3 Dimensi (P3DH)
Perkembangan dengan ketinggian bertambah, aliran 1 atau 2D
Model 3 Dimensi (3D)
Perluasan rekahan planar 3D, aliran fluida 2D

Dalam diskusi di sini, hanya akan dibicarakan model perekahan 2D, karena mungkin masih bisa
dipecahkan secara matematis. Sedangkan 3D memerlukan komputer dan memakan waktu agak
lama.
Model Geometri

Pan American Model


Howard dan Fast memperkenalkan metode ini yang dipecahkan secara matematis oleh Carter.
Untuk menurunkan persamaannya maka dibuat beberapa assumsi:
- Lebar rekahan tetap
- Aliran ke rekahan linier dan arahnya tegak lurus pada muka rekahan

Wahish A.I. 122 04 013

Kecepatan aliran leak-off ke formasi pada titik rekahan tergantung dari panjang waktu pada

titik permukaan tersebut mulai mendapat aliran


Fungsi kecepatan v = f(t) sama untuk setiap titik di formasi, tetapi nol pada waktu pertama

kali cairan mulai mencapai titik tersebut.


Tekanan di rekahan sama dengan tekanan di titik injeksi di formasi, dan dianggap konstan.

Model Howard-Fast

Laju kenaikan volume rekahan:


qf W

dA
dt

qi qf ql

; dimana
Penentuan luas rekahan:
A t

qiW
2

4 C

2
expx erfc x

2x

x 2C
; dimana

t
W
;

A = luas satu sisi (ft ) pada waktu t, qi = laju injeksi (ft3/min), W = lebar rekahan (ft), t = waktu
injeksi (min), C = leak off coefficient.
Fracture efficiency:

Vf
Vi

W A t 1
2x
2 expx2 erfc x
1
qi t
x

Wahish A.I. 122 04 013

PKN atau Perkins, Kern (Atlantic Richfield) dan Nordgren.


PKN adalah model pertama 2D yang banyak dipakai dalam analisa setelah tahun 1960-1970.
Metode ini digunakan bila panjang rekahan jauh lebih besar dari tinggi rekahan (x f >> hf).

KGD atau Kristianovich, Zheltov (Russian Model) lalu diperbaharui oleh Geertsma dan Klerk
(Shell).
Model ini (1969) dipakai jika tinggi rekahan jauh lebih besar dari kedalamannya (x f << hf)

Wahish A.I. 122 04 013

Radial
Model merupakan model berbentuk mata uang logam (penny shape), dan dipakai jika x f = hf.

Model PKN dan KGD


Dalam persamaan, harga E sering diganti dengan G, yaitu elastic shear modul yang hubungannya
dengan Young Modul adalah :
G

E
2 1 v

Tabel 2 menunjukkan persamaan-persamaan yang dibuat berdasarkan metoda PKN dan KGD, serta
Tabel 3 menunjukkan harga dari koeffisien-koeffisien pada persamaan tersebut apabila dilakukan
perhitungan dengan metoda metriks, misalnya:
Variab
el

PKN

L (t)

W (0,t)

1 v qo2
C2

Ghf

t
4/ 5

1 v hf
1/ 5

Gqo3

C4

1 v

C5

1/ 6

GhR3

t
2/ 3

hR3
1/ 6

1 v qo3

1/ 5

C3 Gqo3 L

H 1 v 3

P (0,t)

One
Wing
Two
Wings

1/ 5

Gqo3

C1

KGD

t
1/ 3

C6 Gqo h

2H 1 v 3 L2

C1

PK
C2

C1

PKN
C2

C3

0.60

2.64

0.395

2.00

C4

KGD
C5

C3

C6

3.00

0.68

2.50

2.75

0.66

1.87

2.27

2.52

0.45

1.89

2.31

0.48

1.32

1.19

Panjang h, L, w dalam meter, kalau dalam ft, maka harus dibagi dengan 3.28.
Viskositas dalam kPa.men dan kalau di cp harus dikali dulu dengan 1.67 x 10 -8.
K dalam kPa.cm1/2, maka kalau dalam unit di sini maka psi-in 1/2 harus dikali dengan 10.99. Harga G
dan dalam kPa kalau psi maka harus dikali dengan 6.896.
Dalam persamaan untuk model-model di atas Model PKN mempunyai irisan berbentuk ellips di muka
sumur. Lebar maksimum di tengah ellips tersebut dan harga tersebut nol untuk yang paling atas dan
paling bawah. Tinggi rekahan sama dengan tebal reservoir dan tekanan dianggap konstan pada arah
irisan vertikal. Sifat stiffness dari batuan bereaksi vertikal. Model KGD lebarnya sama (seperti
segiempat) sepanjang rekahannya dan berbentuk setengah ellips di ujungnya. Juga tinggi rekahan
sama dengan tebal reservoir. Tetapi stiffness batuan bekerja horizontal.

Wahish A.I. 122 04 013

Harga w yang maksimum dapat dihitung dengan persamaan dalam Tabel 2 tadi, tetapi untuk harga
rekahan rata-rata

, maka w harus dikalikan dengan faktor geometri, yang besarnya

= 0.59, karena

= 0.75 (Economides/Hill/ Economides), tetapi di SPE Mon. No.12, =2/3 w (0) untuk PKN dan 8/15 w
(0) untuk KGD (atau GdK di buku SPE Mon. No.12).
Sebagai perbandingan, PKN (DS, BJ pakai model ini) mengakibatkan rekahan relatif terhadap KGD
(Halliburton pakai model ini).
Dari persamaan di atas terlihat misalnya tebal rekahan adalah fungsi dari laju injeksi dan viskositas.
Untuk PKN kenaikkan injeksi 2 kali akan menaikkan lebar rekahan 1.3 kali. Sedang 2 kali viskositas
akan menaikkan lebar 1.1 kali saja.
Menurut metode radial

1 v qoR
w(0) C7

14

di mana PKN, C7 = 1.4 dan untuk KGD C7 = 2.15


Tinggi Rekahan dalam Baruan
Menurut SPE Mon. No.12, untuk Griffith crack-stability, dapat diturunkan :
di mana Kc = critical stress intensity factor dengan dengan effek gravitasi diabaikan, dan bilangan
P1 = p - H1 dan P2 = p - H2 maka dapat diturunkan persamaan :

Kc 2 h2 P hf
hR hf sin

h2 h1 hf
2
Selanjutnya, bilamana harga hf (lihat Gambar 5) relatif sangat besar, maka dapat diturunkan
persamaan : perbandingan antara hR dan jarak barier di atas dan di bawahnya hf.

h2 P

hR hf sin
2 h2 h1
Atau

P h1

hR hf sin 1
h2 h1

Metoda di atas digunakan untuk metoda PKN kalau stress di atas dan di bawahnya tahu. Misalnya
suatu lateral stress minimum stress katakan 2750 psi (19 Mpa) di target batuan, dan batuan di atas
dan di bawahnya (bariernya) misalkan 3045 psi (Mpa). Tekanan rekah 2900 psi (20 Mpa). Dengan
persamaan 22 akan didapat hR/hf = sin (/2 X 0.50) = 0.71. Tetapi andaikan untuk stress dan tekanan
yang sama, hf = 1.181 in. (3 x 103 cm), dari persamaan 21 maka hR/hf = (sin /2 x 0.56) = 0.77. Jadi
Wahish A.I. 122 04 013

dalam hal ini, rekahan akan ke luar dari formasi dan merekahkan juga barier di atas dan di bawahnya
sebesar 30 - 40 %.

Efek dari Leak Off


Efek Non-Newtonian pada Geometri Rekahan
3-D Model
Continuum Damage Mechanism (CDM)
Kombinasi Efek Non-Newtonian dan Fluid Loss
Analisa Tekanan Perekahan
Data Fracture
Design Perekahan

Perhitungan Metode Langsung


- Bottomhole fracture treatment pressure:
pfr Gfr D
-

(psi)
Differential pressure across fracture face:
p pfr pR
(psi)
Fracturing coefficient:
k c
KC 0.0374 p e r
r
(ft/min); k (Darcy); (cp)

Total pumping time


V
t i
42qi
(mins); Vi (gal)
Menentukan efisiensi
2KC t
x
Wf / 12

; Wf (in)

Wahish A.I. 122 04 013

erfc x 1

2x

x2
x4
x6

...
1!3 2!5 3!7

; atau dengan gambar???


Pakai persamaan dari Excel dan Curve Expert!
Ef

1
2x
expx2 erfc x
1 100
2
x

(%)
Pakai persamaan dari Excel dan Curve Expert!
Fracture Area
Ef Vi
At
7.48 Wf / 12

(ft2)
Weight of sand required
S Vsand sand Wf / 12 At 1 sand sand 62.4

Total injection rate


V V
V S / 8.33 sand
qT i sand i
t
t

Density of fluid+sand
S
X
Vi

(lbs)

(gal/mins)

(ppg)
Oil specific gravity
o 60 141.05
131.5 API
Adjusted specific gravity
o Tr o 601 Tr 60
Total density:
8.34 o T X

1 0.0456X
-

(ppg)
Hydrostatic pressure
ph 0.052 D
(psi)
Penentuan friction pressure drop
Average fluid velocity
17.16qt
17.16qt
v
v
2
IDcasing2 ODtubing2
d
atau
(ft/s)
ODtubing

IDcasing
?????????
Tentukan de dari korelasi Crittendon????
Reynolds Number
928 v d
NRe

Dari chart f vs Re:

Wahish A.I. 122 04 013

16
NRe

NRe 2000 (laminar):


f
-

NReb

NRe > 2000 (turbulent):


Friction pressure drop
f v2L
pf
25.8D

; dimana

logn'2.5
1.4 logn'
b
50
7
;

(psi)
Koreksi tekanan terhadap line efficiency????
pf
pfc
0.92
????????
Surface injection pressure
pwh pfr ph pf
(psi)
Horsepower required
HPh 0.0245pwhqt
(HP); qt (bpm)
Tentukan kf????
Tentukan FCD:
kf W
FCD
kh

- Tentukan Productivity Ratio (PR) dari gambar????


Perhitungan Metode Penjajalan
- Hitung BHP fracture (sda)
- Tentukan C
kf W
C
k
-

Dari gambar, tentukan PR, rf dan A????


Tentukan q, V, dan HP dengan trial n error untuk mencapai A yang diinginkan
Tentukan Cw, Pact, Cw-act:
0.0164m
Cw
Af
pact pfr pR

Cwact Cw

???

pact
p

Hitung x (sda)
Tentukan Eff (sda)
Tentukan V
Vf q t

Tentukan X, qt, sampai HP (sda)

Pelaksanaan Perekahan di Lapangan


Evaluasi Perekahan Hidrolik

Wahish A.I. 122 04 013

1.

Suatu sumur sedalam 5200 ft akan direkahkan. Gradient overburden 1.2 psi/ft, poroclastic


constant


0.65 dan poisson ratio

0.25. Ambil harga gradien hydraulic = 0.465 psi/ft dan

tect 1000 psi


. Tensile stress 870 psi.
V

D
0.052 D 1.2 psi/ ft 5200ft 6240psi
144

Pres Gf D 0.465psi/ ft 5200ft 2418psi

V ' V Pr 6240 0.65 2418 4668.3 psi


H'

0.25 4668.3 1556.1 psi

V'
1 0.25
1

H'min H' 1556.1 psi


H min H'min Pr 1556.1 0.65 2418 3127.8 psi
H max H min tect 3127.8 1000 4127.8 psi
Pbd 3 H min H max To P 3 3127.8 4127.8 870 2418 3707.6 psi

Wahish A.I. 122 04 013

10