Anda di halaman 1dari 11

2.

3 Sistem Struktur Rangka Batang (Trussed Frame)


2.3.1

Pengertian
Truss frame, atau rangka batang, adalah struktur yang dibentuk dari
susunan batang linier yang digabung dan membentuk pola-pola segitiga.
Sistem struktur rangka batang banyak digunakan pada rangka jembatan,
ataupun rangka kuda-kuda bangunan. Rangka batang menjadi populer karena
susunannya yang mudah dikerjakan karena terdiri dari batang-batang linier,
dengan efisiennya yang tinggi, cukup kokoh, dan stabil. Kunci dari struktur
rangka batang adalah bentuknya yang segitiga (triangulasi), dimana bentuk
ini kuat untuk menahan gaya lateral dalam bangunan bertingkat tinggi.

Gambar 3.1 Perbandingan sistem struktur rangka batang dengan


dinding geser
Sumber: Chen & Liu, 2005

Meskipun sistem struktur ini terdiri dari elemen-elemen truss yang lurus,
kestabilannya tetap terjaga dan kuat karena geometri segitiganya. Beban yang
terjadi ditumpu oleh sambungan sendi tiap rangka. Jadi, kunci utama pada
struktur truss adalah sambungan sendinya.

Gambar 3.2 Contoh sambungan sendi pada


sistem struktur rangka trusss
Sumber: Indraprastha, 2011

Bentuk segitiga pada sistem struktur rangka truss sangat stabil, dimana
bentuk segitiga mempunyai ketahanan terhadap deformasi dibandingkan
dengan bentuk kotak atau lingkaran. Selain itu, rangka batang segitiga juga
dapat diaplikasikan pada hampir ke semua bentuk atau profil.

Gambar 3.3 Analisa kestabilan bentuk segitiga pada sistem struktur


rangka batang
Sumber: Indraprasha, 2011

Pada gambar 3.3.A, terlihat bagaimana bentuk kotak kurang kuat untuk
menahan beban lateral yang terjadi akibat gempa dan angin. Defleksi yang
terjadi cukup kuat karena truss yang memanjang dapat dengan mudah terikuti
dengan gaya lateral. Pada gambar 3.3.B, bentuk truss segitiga mengalami
gaya dari sisi kiri. Namun karena bentuknya yang segitiga, gaya lateral
berkurang. Gambar 3.3.C menunjukkan peningkatan kekakuan dari bentuk
segitiga pada gambar 3.3.B, dimana diberikan truss vertikal ditengah sebagai
pengkaku. Kekakuan truss kemudian dimaksimalkan pada gambar 3.3.D.

Gambar 3.4 Contoh aplikasi rangka batang pada profil tertentu


Sumber: Indraprasha, 2011

Gambar 3.5 Contoh aplikasi rangka batang pada profil tertentu


Sumber: Indraprasha, 2011

Sistem struktur ini merupakan perpaduan dari struktur rangka kaku


dengan rangka geser vertikal. Perpaduan ini akan meningkatkan kekuatan dan
kakuan struktur bangunan tinggi tersebut. Kekakuan tersebut diperbesar
dengan menggunakan bracing diagonal membentuk segitiga pada struktur
rangka maupun struktur tabung bangunan tinggi. Gaya lateral kemudian
dipikul oleh elemen diagonal eksterior yang merupakan rangka batang,
elemen vertikal eksterior yang merupakan rangka, dan kolom sebagai
pemikul gaya vertikal.
Bentuknya yang diagonal membentuk segitiga membuat beban yang
bekerja pada struktur menjadi beban terpusat. Perpindahan gaya berupa
translasi, sedangkan gaya rotasi tidak terjadi karena gaya pada sistem struktur
ini akan diterima sebagai gaya aksial. Berbeda dengan yang terjadi pada
struktur portal (frame) yang perpindahan gayanya dapat berupa translasi dan
rotasi.
Prinsip dasar dari sistem struktur ini sama dengan sistem struktur dinding
geser (shear wall), dimana jika di sistem struktur dinding geser penahan gaya
lateral merupakan dinding masif sehingga sulit diberikan bukaan pada
dinding, sistem struktur trussed frame menggunakan kelemahan itu dengan
membuat rangka batang sebagai pengganti dinding tersebut, yang membuat
bangunan memiliki bukaan.
2.3.2

Material
Pada awalnya, sistem struktur rangka batang dibuat dari bahan kayu oleh
bangsa Romawi pada tahun 500 sebelum masehi. Dengan perkembangan
material dan pemikiran, terjadi perkembangan sistem struktur tersebut,
terutama setelah adanya revolusi industri yang mengembangkan material kuat
dalam waktu yang cepat dengan penggunaan mesin pabrik. Sistem rangka
batang kemudian dianalisa untuk aplikasi-aplikasi masal yang didukung
dengan perkembangan industri material baja.

Gambar 3.6 Rangka batang dari kayu pada kuda-kuda atap


Sumber: Rowan, 2013

Gambar 3.7 Rangka batang dari baja pada


John Hancock Center
Sumber: Ditta, 2010

Baja kemudian menjadi material yang umum dipakai sejak akhir abad ke19. Material ini dianggap sebagai material untuk sistem struktur rangka truss
yang paling efisien karena karakternya yang memiliki kekuatan tinggi pada
gaya tarik atau tekannya. Ini menjadikan baja material yang memiliki batasan
sempurna untuk menahan beban jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur.
Berat jenisnya yang tinggi serta keringanannya menyebabkan material ini jadi
populer untuk mendirikan bangunan tinggi dengan sistem struktur rangka
truss.

2.3.3

Keuntungan dan Kerugian


Ada beberapa keuntungan dari penggunaan sistem struktur rangka truss,
yaitu:
1. Pemakaian material baja membuat bangunan menjadi ringan
dibanding bangunan yang menggunakan struktur dari material beton
2. Dikarenakan penggunaan material yang dapat diproduksi secara
masal oleh mesin, pengerjaan bangunan menjadi relatif cepat
3. Memungkinkan adanya bukaan-bukaan sesuai modul segitiga
dengan struktur yang kuat
Namun, sistem struktur ini juga memiliki kelemahan, yaitu:
1. Sambungan antar truss yang sulit dikerjakan
2. Material baja yang merupakan konduktor api yang sangat baik
sehingga jika terjadi kebakaran, struktur menjadi sangat panas

2.3.4

Studi Kasus dan Perilaku Struktur Terhadap Pembebanan


John Hancock Tower, yang dirancang oleh arsitek bernama Bruce J.
Graham dari Skidmore, Owings & Merrill, menggunakan sistem struktur
trussed tube, yang merupakan gabungan dari struktur trussed frame dan tube.
Insinyur struktur dari bangunan ini adalah Fazlur R. Khan, yang juga dari
Skidmore, Owings & Merrill. Bangunan tinggi ini berdiri pada tahun 1969
setinggi 1.127 kaki.

Gambar 3.8 John Hancock Tower


Sumber: Thomas, 2012

Material yang digunakan pada bangunan ini adalah baja, yang menjadi
material utama. Baja digunakan sebagai struktur konstruksi juga diekspos
sebagai fasad bangunan. Beton juga digunakan pada plat lantai (setengah ke
atas) karena sifatnya yang kuat terhadap gaya tekan. Material terakhir yang
digunakan adalah kaca sebagai bukaan.
Bangunan ini merupakan bangunan tinggi mix-used pertama, dimana
bangunan ini mengakomodasi berbagai program. Beberapa diantaranya
adalah retail, kantor, residensial, dan lapangan parkir. Ini menjadikan struktur
sebagai yang utama karena struktur yang dipakai harus bisa mengakomodasi
ruang-ruang yang pas untuk semua program tersebut.
Ruang yang besar dibutuhkan untuk lapangan parkir dan perkantoran,
sedangkan ruang yang kecil dibutuhkan untuk residensial. Selain itu, struktur
yang dipakai juga harus bisa menahan gaya lateral yang besar dari angin.
Struktur tube sangat efektif untuk mengatasi permasalahan ruang, sedangkan
struktur trussed frame sangat efektif untuk mengatasi permasalahan gaya
lateral sehingga bangunan ini kemudian menggabungkan kedua struktur
tersebut.
Struktur gabungan antara trussed frame dan tube secara efektif menahan
beban pada eksterior bangunan. Rangka batang dari baja yang digunakan
mendistribusikan beban secara merata ke kolom-kolom yang disusun rapat.
Jika tidak ada rangka batang, maka kolom akan menopang beban sendiri dan
menyebabkan distribusi beban yang kurang efektif.

A


B

Gambar 3.9 Denah bangunan John Hancock Tower


Sumber: Data pribadi, 2015

Gambar 3.9.A adalah tabung luar dengan besaran yang lebih besar
dibandingkan tabung dalam, serta jaraknya yang lebih jauh. Gambar 3.9.B
menunjukkan tabung dalam dengan besaran yang lebih kecil dari tabung luar,
yang jaraknya lebih rapat untuk tetap menjaga kekokohan struktur meskipun
kolomnya kecil.

Gambar 3.10 Analisa gaya defleksi


Sumber: Data pribadi, 2015

Pola kantilever terbalik yang terjadi pada bangunan tinggi diatasi pada
bangunan John Hancock Tower dengan penambahan struktur trussed frame.
Pada gambar 3.10.A, vertikal truss tidak terdapat sehingga penahan gaya
kantilever terbalik (defleksi) menjadi lemah dan mengakibatkan tarikan dan
defleksi yang hebat. Sedangkan pada gambar 3.10.B, vertikal truss yang
ramping menyebabkan gaya yang besar pada batang sehingga masih
menimbulkan tarikan dan defleksi yang cukup besar. Yang terjadi pada
gambar 3.10.C adalah yang digunakan pada bangunan John Hancock Tower,
dimana truss pada bangunan diletakkan di seluruh sisi bangunan sehingga
gaya pada truss mengecil dan tarikan dan defleksinya berkurang juga.

Rangka
batang

Gambar 3.11 Analisa arah gaya


Sumber: Data pribadi, 2015

Gambar 3.12 Analisa berat beban, deformasi, dan bidang momen


yang terjadi pada bangunan
John Hancock Tower
Sumber: Data pribadi, 2015

Selain itu, ada juga bangunan bernama One Maritime Plaza, atau Alcoa
Building, yang menggunakan sistem struktur rangka batang pada fasad
bangunannya untuk memperkuat struktur. Bangunan ini berada di San
Francisco, dan selesai pada tahun 1967. Bangunan ini memiliki fungsi
sebagai kantor, yang dirancang oleh Skidmore, Owings & Merrill.
Bangunan ini memiliki 25 lantai (121.3 m) dengan 12 lift sebagai
penghubung setiap lantainya.

Gambar 3.13 One Maritime Plaza


Sumber: Johnson, 2012

Sebelum dijadikan bangunan perkantoran, bangunan tersebut dipakai


sebagai tempat parkir, yang menjadi tantangan bagi sang arsitek untuk
menemukan sistem struktur yang tepat. Pemilihan struktur ini menjadi tepat
karena strukturnya yang kuat dengan rangka batang berbentuk X untuk
menghubungkan semua plat lantai.
Material yang digunakan, yaitu baja, juga membuat bangunan menjadi
ringan dan memungkinkan untuk membuat ruang bebas kolom. Ruang yang
bebas kolom ini menjadi keuntungan tersendiri, mengingat fungsi bangunan
ini

sebagai

sebuah

perkantoran.

Fungsinya

sebagai

perkantoran

mengharuskan adanya kefleksibilitas pada denah, dan jika tidak ada kolom

maka denah lantai menjadi mudah dibuat (lihat gambar 3.14). Peletakaan lift
dan ruang service juga fleksibel. Selain itu karena bangunan ini tidak
memakai dinding masif, terdapat banyak bukaan sehingga pegawai menjadi
produksi pada saat bekerja.

Gambar 3.14 Denah One Maritime Plaza


Sumber: Hasthings, 2014

Arah gaya

Berat beban

Momen

Defleksi

Gambar 3.15 Analisa bangunan One Maritime Plaza


Sumber: Data pribadi, 2015