Anda di halaman 1dari 3

YAYASAN WIDYA BHAKTI

SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA


TERAKREDITASI A

Jl. Merdeka No. 24 Bandung ( 022. 4214714 Fax.022. 4222587


http//: www.smasantaangela.sch.id
www.smasantaangela.sch.id, e-mail : smaangela@yahoo.co.id

043
URS is member of Registar of Standards (Holding) Ltd.

ISO 9001 : 2008 Cert. No. 47484/A/0001/UK/En

MODUL PEMBELAJARAN AKUNTANSI


TOPIK

: JURNAL KOREKSI

KELAS

: XI IPS

GURU

NIA LINTANG KENISAH, S.E.


: MELANIA

JURNAL KOREKSI
Jurnal koreksi biasa disebut juga sebagai jurnal pembetulan, karena fungsi dari jurnal ini sendiri
adalah untuk membetulkan jurnal yang terlanjur salah dibuat entah itu salah angka atau salah akun.
Kesalahan ketika mencatat jurnal bisaa terjadi di akun apa saja dan sangat di
dianjurkan
anjurkan untuk membuat
jurnal koreksi
si ketika terjadi di periode yang sedang berjalan
berjalan.
Jurnal koreksi berbeda dengan jurnal penyesuaian karena jurnal penyesuaian adalah jurnal yang
dibuat untuk menyesuaikan nilai saldo akun
akun-akun tertentu agar sesuai dengan
an kondisi sebenarnya dan
bukan untuk mengoreksi kesalahan.

TAHAPAN PENYUSUNAN JURNAL KOREKSI


Langkah penyusunan jurnal koreksi terdiri dari tiga tahap, yaitu:
1. Tahap pembuatan jurnal penghapusan
Tahap ini bertujuan untuk menghapus jurnal yang keliru dicatat. Tahap ini dibuat dengan cara
membalik posisi akun dan saldonya, misalkan akun kas awalnya ada di posisi debit, maka
untuk menghapus akun kas yaitu dengan mengubah posisinya menj
menjadi
adi di kredit.
2. Tahap pembuatan jurnal yang seharusnya dibuat
Tahap ini memunculkann jurnal yang seharunya dibuat dan dicatat sebagai pengganti dari
jurnal yang keliru.
3. Tahap pembuatan jurnal
urnal koreksi
Tahap ini menggabungkan tahapan pertama dan kedua yang ditandingkan untuk membuat
jurnal koreksi.

Ilustrasi I:
Pada tanggal 12 November 2013 Ari menerima slip tunai atas pembayaran sewa. Untuk itu Ari
membuat jurnal:
[Debit] Beban Sewa Rp 10.130.000,[Kredit] Kas

Rp 10.130.000,-

Keesokan harinya Ari mendapat informasi dari manager bahwa saldo yang seharusnya adalah Rp
10,310,000,- setelah membandingkannya antara slip dengan jurnal yang sudah dibuat ternyata ada
kesalahan angka. Sebagai gantinya, Ari memasukkan JURNAL KOREKSI :
[Debit] Beban Sewa Rp 180.000,[Kredit] Kas

Rp 180.000,-

Jurnal koreksi tersebut berasal dari:


Tahap I: penghapusan jurnal yang keliru
[Debit] Kas

Rp10.130.000,00

[Kredit] Beban sewa

Rp10.130.000,00

Tahap II: pembuatan jurnal yang seharusnya


[Debit] Beban Sewa

Rp 10.310.000,-

[Kredit] Kas

Rp 10.310.000,-

(ketika tahap I dan II ditandingkan, beban sewa masih tersisa di debit sebesar Rp180.000,- begitu
pula dengan kasnya di sisi kredit, sehingga terbentuklah jurnal koreksi seperti di atas.)

Ilustrasi II:
PT Winardi membeli peralatan kantor secara tunai sebesar Rp200.000, keliru dicatat sebagai
perlengkapan kantor.
Dalam kasus tersebut PT Winardi telah menjurnal transaksi tersebut, sebagai berikut:
Perlengkapan kantor (D)

Rp200.000,00

Kas (K)

Rp200.000,00

Penyelesaian dari kasus tersebut adalah:


Tahap I Pembuatan jurnal penghapusan:
Kas (D)
Perlengkapan kantor (K)

Rp200.000,00
Rp200.000,00

Tahap II Pembuatan jurnal yang seharusnya


Peralatan kantor (D)

Rp200.000,00

Kas (K)

Rp200.000,00

Tahap II Jurnal Koreksi


Peralatan kantor (D)

Rp200.000,00

Perlengkapan kantor (K)

Rp200.000,00

(kas di tahap I dicoret dengan kas di tahap II karena posisinya berlawanan, sehingga tinggal tersisa 2 akun
tersebut)

LATIHAN SOAL
Buatlah jurnal koreksi per 31 Desember 2014 dengan menggunakan tahapan yang benar!
1. Memerima pelunasan piutang usaha sebesar Rp750.000,00 dicatat sebesar Rp570.000,00.
2. Membayar sewa kantor Rp1.300.000,00 dicatat sebesar Rp1.800.000,00.
3. Membayar beban bunga Rp500.000,00 dicatat sebagai membayar beban gaji Rp500.000,00.
4. Menerima pelunasan atas utang usaha sebesar Rp3.500.000,00 dicatat sebagai pelunasan
piutang usaha.
5. Membeli perlengkapan kantor secara tunai Rp550.000,00 dicatat sebagai pembelian peralatan
kantor secara kredit.
6. Membayar beban listrik Rp540.000,00 dicatat sebagai membayar beban telepon
Rp450.000,00.
7. Membeli

peralatan

pabrik

Rp300.000.000,00

dicatat

sebagai

membeli

gedung

Rp800.000.000,00.
8. Menerima pendapatan atas jasa reparasi sebesar Rp2.500.000,00 dicatat sebagai pelunasan
piutang sebesar Rp5.200.000,00.

Sumber:
Alam S. 2013. Akuntansi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Esis
http://www.akuntansipendidik.com/2013/06/membuat-jurnal-koreksi-dengan-benar.html. diakses 19 April
2015.
http://jurnalakuntansikeuangan.com/2011/08/jurnal-koreksi-pembetulan-kesalahan-untuk-periode-yang-sama/.
Diakses 19 April 2015.
http://zahiraccounting.com/id/blog/pemahaman-jurnal-koreksi-jurnal-penyesuaian/. Diakses 19 April 2015.