Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENSTASI INDUSTRI

Komparator

Oleh :
2B-D3 Teknik Elektronika
1. Bramantyo Warih P.

(06)

2. Gigih Bagus N

(08)

3. Uswatun Hasanah

(19)

4. Wanda Zakki M

(22)

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

I.

Foto Hasil Rakitan Praktikum

Gambar 1.1 Gambar rangkaian praktikum

Gambar 1.2 Pengukuran nilai rangkaian

II.

Foto Data Hasil Praktikum

Gambar 2.1 Foto data hasil praktikum

Gambar 2.2 foto table 5.1

Gambar 2.3 foto table 5.1

Gambar 2.4 Foto table 5.2

III.

Analisis/Kesimpulan

Pada dasarnya penguat operasional (opersional amplifier) umum digunakan


sebagai komparator untuk membandingkan amplitudo suatu tegangan dengan
amplitudo tegangan yang lain. pada rangkaian komparator penguat operasional
digunakan pada konfigurasi terbuka dengan tegangan masukkan (input voltage)
pada satu terminal masukkan dan sebuah tegangan referensi pada terminal
masukkan lainya. prinsip sebuah rangkaian komparator merupakan sebuah
contoh dari rangkaian penguat operasional yang membandingkan 2 tegangan
masukkan serta menghasilkan sebuah keluaran dari salah satu keadaan , yaitu
lebih besar atau lebih kecil terhadap hubungak dari masukkan-masukkan
tersebut.
KOMPARATOR OPEN LOOP
Bila tegangan pada input inverting (V1) lebih positif dari pada input non
inverting (V2), maka outputnya akan sama dengan (-Vsat).
bila tegangan pada input inverting (V1) lebih negatif dari pada input non
inverting (V2), maka outputnya akan sama dengan (+Vsat).

KOMPARATOR CLOSE LOOP


Jika pada komparator open loop tegangan keluaran selalu +Vsat dan Vsat , maka pada komparator close loop outputnya dapat kita atur sesuai
keinginan kita dengan cara mengubah resistansi Ro dan Ri.

Jika V2=V1 ,maka Vo=0


Jika V2<V1 ,maka Vo<0
Jika V2>V1 ,maka Vo>0

Tegangan outputnya akan berlawanan phasa dan merupakan selisih antara


kedua inputnya, dan ditentukan dengan persamaan :

komparator close loop dapat memberika penguatan jika perbandingan Ro1


dan Ri1 sama dengan perbandingan Ro2 dan Ri2 sehingga tegangan outputnya
adalah:

Kesimpulan :
Rangkaian komparator adalah rangkaian yang berfungsi membandingkan
tegangan inputan dari kedua kaki inputan (Vin+ dan Vin-) dan akan
menghasilkan Vout yang nilainya stabil sesuai dengan Vinput yang
dikehendaki, apakah mendekati nol atau mendekati Vin+.
Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Vin+ Vin- maka Vout = mendekati Vin+
2. Vin- > dari Vin+ maka Vout = Mendekati nol (0)
3. Rangkaian komparator adalah rangkaian pembanding tegangan
inputan yaitu Vin+ dan Vin4. Nilai Vout relatif stabil

IV.

Pertanyaan dan Jawaban


1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian komparator sebagai pengkondisi signal?
Rangkaian komparator mengkompare atau membandingkan tegangan
masukan yang masuk pada kaki inverting dan non inverting. Dikatakan
sebagai pengkondisi signal karena rangkaian komparator dapat mengurangi
nilai masukan pada kaki non-inverting untuk dapat menyesuaikan masukan
yang diinginkan sebelum dikuatkan sesuai penguatannya
2. Apakah pengaruh catudaya yang digunakan pada op-amp?
Sebagai batasan keluaran output dan juga sebagai activator IC. Batasan
keluaran maksudnya adalah, jika tegangan supply adalah 20V maka nilai
keluaran Op-Amp tidak dapat melebihi nilai 20v.
3. Berdasarkan table 5.2, bagaimana kerja rangkaian komparator untuk
pengondisi signal sensor cahaya?
Menggunakan prinsip pembagi tegangan pada input. Rangkaian tersebut
bekerja membandingkan tegangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian
pembagi teganagn anatara LDR dan tengangan referensi yang nilainya dapat
diatur dengan potensiometer 10K.
4. Pada gambar 5.4 apakah pengaruhnya jika tegangan masukan diletakan pada
masukan inverting op-amp dan tegangan refrensi pada masukan non-inverting
op-amp? jelaskan jawaban anda!

Hasilnya akan sama saja, hanya nilai sisa dari pengurangan tersebut akan
dikalikan. Nilai masukan akan menjadi nilai negative, dan akan ditambahkan
dengan tegangan pada masukan kaki positive, sehingga hasinya akan sama.
Nilai output keluaran menjadi negative atau positive akan tergantung pada
nilai masukan yang lebih tinggi. Jika masukan lebih tinggi maka nilai output
keluaran akan menjadi positive karena akan mendapat nilai pembalik negative