Anda di halaman 1dari 11

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian
Pada Tahun 2007 Menteri Kesehatan mencanangkan Program Perencanaan

Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan stiker yang merupakan


"upaya terobosan" dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi
baru lahir melalui kegiatan peningkatan akses dan kualitas pelayanan, yang
sekaligus merupakan kegiatan yang membangun potensi masyarakat, khususnya
kepedulian masyarakat untuk persiapan dan tindak dalam menyelamatkan ibu dan
bayi baru lahir.
1.

P4K dengan Stiker


Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)

merupakan suatu kegiatan yang difasilitasi oleh bidan di desa dalam rangka
peningkatan peran aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan
persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi bagi ibu hamil,
termasuk perencanaan penggunaan KB pascapersalinan dengan menggunakan
stiker sebagai media notifikasi sasaran dalam rangka meningkatkan cakupan dan
mutu pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi baru lahir.
2.

Pendataan ibu hamil dengan stiker


Pendataan ibu hamil dengan stiker adalah suatu pendataan, pencatatan dan

pelaporan keadaan ibu hamil dan bersalin di wilayah kerja bidan melalui
penempelan stiker di setiap rumah ibu hamil dengan melibatkan peran aktif unsurunsur masyarakat di wilayahnya (kader, forum peduli KIA/Pokja posyandu dan
dukun ).

3.

Forum Peduli KIA


Adalah suatu forum partisipatif masyarakat yang melakukan pertemuan

rutin bulanan, bertujuan mengorganisir kegiatan P4K dan menjalin kerjasama


dengan bidan dan difasilitasi oleh bidan di desa dan puskesmas.
4.

Kunjungan Rumah
Adalah kegiatan kunjungan bidan ke rumah ibu hamil dalam rangka untuk

membantu ibu, suami dan keluarganya membuat perencanaan persalinan dan


pencegahan komplikasi. Disamping itu, untuk memfasilitasi ibu nifas dan
suaminya dalam memutuskan penggunaan alat/obat kontrasepsi setelah persalinan
sesuai rencana yang telah disepakati bersama oleh pasangan tersebut.
5.

Persalinan oleh Nakes dan Kesiagaan


Persalinan oleh Nakes adalah persalinan yang ditolong oleh tenaga

kesehatan terampil sesuai standar. Sedangkan kesiagaan adalah kesiapan dan


kewaspadaan dari suami, keluarga, masyarakat/organisasi masyarakat, kader,
dukun dan bidan dalam menghadapi persalinan dan kegawatdaruratan obstetri dan
neonatal.
6.

Tabulin dan Dasolin


Tabulin dalah dana/barang yang disimpan oleh keluarga atau pengelola

Tabulin secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang pengelolaannya sesuai


kesepakatan serta penggunaannya untuk segala bentuk pembiayaan saat ANC,
persalinan dan kegawatdaruratan. Dasolin adalah dana yang dihimpun dari
masyarakat secara sukarela dengan prinsip gotong royong sesuai dengan
kesepakatan bersama dengan tujuan membantu pembiayaan mulai ANC,
persalinan dan kegawatdaruratan.
7.

Ambulan Desa dan Donor Darah


Ambulan desa adalah alat transportasi dari masyarakat sesuai kesepakatan

bersama yang dipergunakan untuk mengantar calon ibu bersalin ke tempat

persalinan termasuk ke tempat rujukan, bisa berupa mobil, ojek, becak, sepeda,
tandu, perahu, dll. Calon Donor Darah adalah orang-orang yang dipersiapkan oleh
ibu,

suami,

keluarga

dan

masyarakat

yang

sewaktu-waktu

bersedia

menyumbangkan darahnya untuk keselamatan ibu melahirkan.


8.

Kunjungan Nifas
Kontak ibu dengan Nakes minimal 3 (tiga) kali untuk mendapatkan

pelayanan dan pemeriksaan kesehatan ibu nifas, baik di dalam maupun di luar
gedung Puskesmas (termasuk bidan di desa/Polindes dan kunjungan rumah.
9.

Pemberdayaan Masyarakat
Adalah upaya aktif bidan untuk melibatkan unsur-unsur masyarakat secara

parsitipatif dalam Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi kegiatan kesehatan ibu


dan anak termasuk kegiatan perencanaan persalinan dan pascapersalinan.
Melalui Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
(P4K) dengan stiker yang ditempelkan di rumah ibu hamil, maka setiap ibu hamil
akan tercatat, terdata dan terpantau secara tepat. Dengan data dalam stiker, suami,
keluarga, kader, dukun, bersama bidan di desa dapat memantau secara intensif
keadaan dan perkembangan kesehatan ibu hamil. Selain itu agar ibu hamil
mendapatkan pelayanan yang sesuai standar pada saat antenatal, persalinan dan
nifas sehingga proses persalinan sampai dengan nifas termasuk rujukannya dapat
berjalan dengan aman dan selamat..
Dasar Hukum
Dasar Hukum diselenggarakannya P4K ini, antara lain:
1. Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan.
2. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
3. Undang-undang No. 32 tentang Pemerintah Daerah.

4. Keputusan Menteri Kesehatan No. 900 tahun 2002 tentang registrasi dan
Praktek Bidan.
5. Keputusan Menteri No. 741 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.
6. Keputusan Menteri Kesehatan No. 284 tahun 2004 tentang Buku KIA.
7. Keputusan Menteri Kesehatan No. 564 tahun 2006 tentang Pedoman
Pelaksanaaan Pengembangan Desa Siaga.
8. Surat Edaran Menteri Kesehatan No. 295 tahun 2008 tentang Percepatan
Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
(P4K) dengan Stiker.
9. Surat Edaran Menteri Kesehatan dalam Negeri No. 441.7/1935.SJ tahun
2008 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan
dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Stiker

2.2

Tujuan

dan

Manfaat

Program

Perencanaan

Persalinan

dan

Pencegahan Komplikasi
1. Tujuan pemasangan Stiker P4K, antara lain:
a. Penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil dimaksudkan agar ibu
hamil terdata, tercatat dan terlaporkan keadaannya oleh bidan dengan
melibatkan peran aktif unsur-unsur masyarakat seperti kader, dukun dan
tokoh masyarakat.
b. Masyarakat sekitar tempat tinggal ibu mengetahui ada ibu hamil dan
apabila sewaktu-waktu membutuhkan pertolongan, masyarakat siap
sedia untuk membantu. Dengan demikian, ibu hamil yang mengalami
komplikasi tidak terlambat untuk mendapat penanganan yang tepat dan
cepat.

2. Manfaat Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi


(P4K), antara lain :
a. Mempercepat berfungsinya desa siaga.
b. Meningkatkan cakupan pelayanan ANC sesuai standar.
c. Meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil.
d. Meningkatkan kemitraan bidan dan dukun.
e. Tertanganinya kejadian komplikasi secara dini.
f.

Meningkatnya peserta KB pascapersalinan.

g. Terpantaunya kesakitan dan kematian ibu dan bayi.


h. Menurunnya kejadian kesakitan dan kematian ibu dan bayi.

2.3.

Tahap Kegiatan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan


Komplikasi (P4K) dengan Pemasangan Stiker
Tahap Kegiatan dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi (P4K) adalah sebagai berikut:
1. Orientasi P4K dengan Stiker untuk pengelola program dan stakeholder
terkait di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas.
2. Sosialisasi di tingkat desa kepada kader, dukun, tokoh agama, tokoh
masyarakat, PKK serta lintas sektor di tingkat desa.
3. Operasionalisasi P4K dengan Stiker di Tingkat Desa
a. Memanfaatkan pertemuan bulanan tingkat desa/kelurahan.
b. Mengaktifkan Forum Peduli KIA.
c. Kontak dengan ibu hamil dan keluarga dalam pengisian stiker.

d. Pemasangan stiker di rumah ibu hamil.


e. Pendataan jumlah ibu hamil di wilayah desa.
f.

Pengelolaan donor darah dan sarana transportasi/ambulan desa.

g. Penggunaan, pengelolaan dan pengawasan Tabulin/Dasolin.


h. Pembuatan dan Penandatanganan Amanat Persalinan.
4.

Rekapitulasi Pelaporan
Melaporkan hasil tersebut setiap bulan ke Puskesmas.

5.

Forum Komunikasi
Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan P4K di masing-masing
tingkat wiayah dari Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Provinsi
mempunyai wadah Forum Komunikasi yang meliputi Lintas
Program dan Lintas Sektor.

2.4

Langkah Langkah Pelaksanaan P4K Dengan Pemasangan Stiker :

Orientasi P4K dengan Stiker untuk pengelola program dan stakeholder

terkait di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas.


Sosialisasi di tingkat desa kepada kader, dukun, tokoh agama, tokoh

masyarakat, PKK serta lintas sektor di tingkat desa.


Pertemuan bulanan di tingkat desa (Forum Desa Siaga, Forum KIA,
Pokja Posyandu ,dll) yang melibatkan Kades,Toma,Toga, Kader dengan
difasilitasi oleh BdD, yang dipimpin oleh kades membahas tentang :
Mendata jumlah ibu hamil di wilayah desa (Updating setiap bulan),
Membahas dan menyepakati calon donor darah, tranportasi dan
pembiayaan ( Jamkesmas, Tabulin ), Membahas tentang pembiayaan
pemberdayaan masyarakat (ADD, PNPM, GSI, Pokjanal Posyandu, dll)

BdD bersama dengan kader atau dukun melakukan kontak dengan ibu
hamil, suami dan keluarga untuk sepakat dalam pengisian stiker termasuk

pemakaian KB pasca persalinan


BdD bersama kader Mengisi dan menempel Stiker di rumah ibu
hamil.BdD Memberikan Konseling pada ibu hamil, suami dan keluarga
tentang P4K terutama dalam menyepakati isi dalam stiker sampai dengan
KB pasca persalinan yang harus tercatat dalam Amanah Persalinan yang
dilakukan secara bertahap yang di pegang oleh petugas kesehatan dan

Buku KIA yang di pegang langsung oleh ibu hamil, dll.


BdD Memberikan Pelayanan saat itu juga sesuai dengan standar
ditambah dengan pemeriksaan laboratorium (Hb, Urine, bila endemis

malaria lakukan pemeriksaan apus darah tebal, PMTCT, dll)


Setelah melayani , BdD merekap hasil pelayanan ke dalam pencatatan
Kartu Ibu, kohort ibu, PWS KIA, Peta sasaran Bumil, Kantong
Persalinan, termasuk kematian ibu , bayi lahir dan mati di wilayah desa

(termasuk dokter dan bidan praktek swasta di desa tsb ).


Setelah melayani , BdD merekap hasil pelayanan ke dalam pencatatan
Kartu Ibu, kohort ibu, PWS KIA, Peta sasaran Bumil, Kantong
Persalinan, termasuk kematian ibu , bayi lahir dan mati di wilayah desa

(termasuk dokter dan bidan praktek swasta di desa tsb ).


Melaporkan hasil tersebut setiap bulan ke Puskesmas.
Pemantauan Intensif dilakukan terus pada ibu hamil, bersalin dan nifas.
Stiker dilepaskan sampai 40 hari pasca persalinan dimana ibu dan bayi
yang dilahirkan aman dan selamat.

2.5

Peran Bidan dan Masyarakat/Kader/Dukun


1. Peran Bidan
a. Masa Kehamilan
1) Melakukan pemeriksaan ibu hamil (ANC) sesuai standar (minimal
4 kali selama hamil)
2) Melakukan penyuluhan dan konseling pada ibu hamil dan keluarga

3) Melakukan kunjungan rumah


4) Melakukan rujukan bila diperlukan
5) Melakukan pencatatan
6) Membuat laporan
7) Memberdayakan unsur-unsur masyarakattermasuk suami, keluarga,
dan kader untuk terlibat aktif dalam P4K.
b. Masa Persalinan
Memberikan pertolongan persalinan sesuai standar :
1) Mempersiapkan sarana prasarana persalinan aman termasuk
pencegahan infeksi.
2) Memantau kemajuan persalinan sesuai dengan partograf.
3) Melakukan asuhan persalinan normal sesuai standar.
4) Melakukan Manajemen Aktif Kala III (MAK III).
5) Melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
6) Melakukan perawatan bayi baru lahir, termasuk pemberian salep
mata, vitamin K1 dan imunisasi HB0.
7) Melakukan tindakan PPGDON apabila mengalami komplikasi.
8) Melakukan rujukan bila diperlukan.
9) Melakukan pencatatan dan pelaporan.

c. Masa Nifas

Memberikan pelayanan nifas sesuai standar:


1) Melakukan kunjungan nifas (KF1, KF2, KF lengkap), (KN1, KN2)
2) Melakukan penyuluhan dan konseling pada ibu, keluarga dan
masyarakat
3) Melakukan rujukan bila diperlukan
4) Melakukan pencatatan dan pelaporan
2. Peran masyarakat, kader dan dukun juga sangat diperlukan, antara lain
sebagai berikut:
a.

Membantu bidan dalam mendata jumlah ibu hamil di wilayah desa


binaan.

b. Memberikan penyuluhan yang berhubungan dengan kesehatan ibu


(Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan sesudah melahirkan).
c.

Membantu Bidan dalam memfasilitasi keluarga untuk menyepakati


isi Stiker, termasuk KB pascamelahirkan.

d. Bersama dengan Kades membahas tentang masalah calon donor


darah, transportasi dan pembiayaan untuk membantu dalam
menghadapi kegawatdaruratan pada waktu hamil, bersalin dan
sesudah melahirkan.
e.

Menganjurkan suami untuk mendampingi pada saat pemeriksaan


kehamilan, persalinan, dan sesudah melahirkan.

f. Menganjurkan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6


bulan.

3. Peran Paraji :

Paraji tidak boleh menolong persalinan tetapi melakukan


perawatan sebelum dan sesdudah melahirkan kepada ibu dan bayi sesuai
dengan kemampuannya dan atas sepengetahuan dan supervisi tenaga
kesehatan.
a. Masa Kehamilan
1) Memotivasi ibu hamil untuk periksa hamil dan melahirkan ke bidan
2) Menyadarkan dan mengantar ibu hamil yang tidak mau periksa ke
bidan
3) Membantu bidan pada saat pemeriksaan ibu hamil
4) Melakukan motivasi pada waktu rujukan diperlukan
b. Masa Persalinan
1) Mengantar calon ibu bersalin ke bidan
2) Mengingatkan keluarga menyiapkan alat transport untuk pergi ke
bidan
3) Mendampingi ibu pada saat persalinan
4) Memotivasi rujukan bila diperlukan
5) Membantu ibu setelah persalinan
c. Masa Nifas
1) Merawat ibu setelah melahirkan
2) Memotivasi ibu dan keluarga untuk ber-KB setelah melahirkan