Anda di halaman 1dari 8

PERSONAL ASSIGNMENT 1

SERVICE-ORIENTED ARCHITECTURE (SOA)

Oleh
YUDA IRAWAN
1412413376

Program Pascasarjana Ilmu Komputer


PROGRAM STUDI MASTER TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA
JAKARTA
2015

Personal Assignment 1
Session 2
1. Jelaskan secara rinci apa yang melatarbelakangi munculnya

Service Oriented

Architecture.
Latar belakang munculnya Service Oriented Architectur adalah sebuah
perkembangan teknologi yang sangat cepat dan keperluan bisnis sehingga SOA harus
dimunculkan. SOA adalah

arsitektur kerangka kerja berbasis standar terbuka yang

memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk saling mengintegrasikan data yang


sebelumnya

hanya

tersimpan

rapat

di

markas

para

pelanggan,

mitra,

atau

pemasok.Dengan kata lain, SOA merupakan arsitektur yang mendukung integrasi bisnis
sebagai layanan yang terhubung dan menjadi jalan menuju inovasi.(SOA juga menjadi
strategi bisnis berbasis teknologi dan hasil evolusi untuk mengintegrasi berbagai sumber
informasi dari sumber kode atau platform yang berbeda-beda)

2. Jelaskan secara rinci konsep service dalam SOA.

Konsep service dalam SOA adalah sebuah konsep arsitektur perangkat lunak yang
mendepenisikan penggunaan layanan untuk memenuhi kebutuhan suatu perangkat lunak.
SOA menggambarkan pola yang membantu sebuah aplikasi client terhubung pada sebuah
service. Pola ini menyajikan mekanisme yang digunakan untuk menggambarkan sebuah
sevice, mempublikasihkan dan menemukan service, dan komunikasi dengan service.
Seperti gambar dibawah ini.

Untuk menggambarkan konsep service dalam SOA di sebuah perusahaan atau


institusi bisnis, dapat mengambil contoh transaksi pembelian barang melalui internet
yang dilakukan seorang netter (pengguna internet) atau pelanggan. Dalam sistem TI
pengecer yang menggunakan sebuah SOA, pembelian barang secara online itu memicu
serangkaian transaksi lainnya. Misalnya, kartu kredit pelanggan diverifikasi, bagian
pengiriman barang diberi tahu, gudang diminta untuk menyesuaikan persediaan barang,
dan catatan catatan pembukuan diperbaharui. Transaksi transaksi tersebut berupa
input informasi yang dikirim melalui sistem atau software software yang berlainan,
yang kadang tidak sesuai dan tidak bisa berhubungan satu sama lain. Namun, teknologi
SOA telah memungkinkan infrastruktur yang mendukung transaksi tersebut untuk
dibaurkan dan dikombinasikan secara integral.
Membangun sebuah SOA memiliki berbagai tantangan yang tidak mudah. Salah
satu tantangan terbesar yang dihadapi pelanggan adalah menentukan dari mana harus
memulai SOA. Banyak departemen TI yang menerapkan layanan Web dalam sebuah
SOA, mereka memulai dari yang paling mudah lalu meningkat ke bagian yang lebih sulit
dan kompleks. Yang perlu diingat, membangun sebuah SOA yang baik haruslah
menyelaraskan tujuan utama bisnis perusahaan dengan teknologi yang tepat sasaran.
Jaringan yang baik dan terpadu merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan SOA.
Tentu saja dengan biaya yang sesuai dengan kebutuhan.
Service Oriented Architecture (SOA) membantu perusahaan mengakomodasi
perubahan secara lebih baik dengan menyediakan fleksibilitas untuk pemanfaatan sumber
daya TI yang lebih baik pula. Lebih khusus, perencanaan ini menawarkan pendekatan
arsitektural dalam lingkungan komputasi terencana dan teratur yang dibangun pada
layanan yang secara bebas berangkaian, dapat digunakan kembali, dan berbasis standar
serta dapat berubah sesuai dengan bergesernya kebutuhan bisnis. Inilah kebutuhan dan
proses bisnis yang fokusnya membantu enterprise / perusahaan untuk dapat mencapai
sukses dan bersaing dengan makin meningkatnya standar TI, yang berarti fleksibelitas
bisnis tergantung fleksibilitas TI.

3. Jelaskan secara rinci kelemahan dan kekurangan dari SOA.

A. Kelebihan :
1. Penghematan
Dengan membangun suatu koleksi services, penghematan dapat dimulai. Jika pada
proyek yang pertama, waktu dan tenaga yang dihabiskan paling besar, maka proyek
selanjutnya, usaha yang dikeluarkan akan makin kecil karena sudah banyak tersedia
services sebagai hasil dari proyek sebelumnya yang dapat di-reuse.
2. Kecepatan
Dalam SOA, proses bisnis dipecah dan disederhanakan dalam bentuk service yang lebih
kecil. Ketergantungan yang ada antar service harus diminimalisir. Sehingga apabila
terjadi perubahan pada suatu proses bisnis, cukup service yang berkaitan saja yang
mengalami perubahan. Tidak perlu seluruh sistem. Dengan begini, sistem dapat merespon
perubahan dengan cepat.
3. Real-time responsive
Dalam service-service tersimpan business rules dan batasan-batasan dalam bisnis. Dan
service-service ini disimpan dan dikelola dalam sebuah server aplikasi yang disebut ESB.
Sehingga berbagai jenis aplikasi dapat mengakses business rules tersebut. Apabila terjadi
suatu perubahan terhadap business rules, ESB akan mengelolanya secara otomatis.
Sehingga business rules yang baru akan berlaku saat itu juga.
4. Channel independent
Bisnis berkaitan dengan banyak pihak, Baik pelanggan maupun supplier. Berbagai pihak
yang behubungan dengan organisasi tentu saja memungkinkan adanya berbagai jenis
aplikasi yang berbeda-beda. Dengan adanya service dan ESB, memungkinkan untuk
berbagai aplikasi tersebut untuk mengakses business rules yang telah kita definisikan.
Sehingga pihak-pihak yang berkaitan dengan organisasi tidak tergantung lagi terhadap
suatu aplikasi tertentu yang telah kita definisikan.

5. Waktu pengembangan yang lebih singkat


Dalam SOA, bisnis proses yang dipecah dalam bentuk service yang lebih kecil
memungkinkan perubahan dan pengembangan pada service yang tertentu saja. Karena
pengembangan dilakukan secara terfokus, waktu yang dibutuhkanpun menjadi lebih
sedikit.
6. Mengurangi duplikasi
Service dalam SOA dikelola dalam server aplikasi yang disebut ESB. Karena service
dikelola secara terpusat, hal ini akan mengurangi kemungkinan adanya duplikasi sistem.
Selain itu, bentuk service yang memungkinkan reuseability juga mengurangi adanya
fungsi yang sama yang ada didalam sebuah sistem.

B. Kekurangan :
1.

Menyerahkan proyek SOA sepenuhnya ke vendor

Terkadang perusahaan mempercayakan sepenuhnya proyek SOA kepada vendor, dan


bergantung hanya kepada teknologi. Padahal SOA bukan hanya masalah teknologi, dan
pengembangannyapun tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pihak luar. Yang
mengetahui secara detail mengenai proses bisnis yang ada dalam perusahaan hanyalah
orang-orang yang ada dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu tidak sebaiknya
prosesnya sepenuhnya diserahkan kepada vendor diluar perusahaan.
2.

Kegagalan dalam rencana dan eksekusi awal dalam implementasi

SOA akan membawa banyak perubahan dalam perusahaan. Karena itu perlu waktu yang
tepat untuk melakukan implementasi, agar tidak menimbulkan resiko yang tinggi.
Perencanaan perlu dilakukan secara matang. Dan perencanaan dan waktu yang tepat
untuk implementasi tidak dapat dialihkan tanggungjawabnya kepada vendor.

4. Apa yang dimaksud dengan Web Service dan apa hubungnnya dengan SOA.

Service Oriented Architecture (SOA) suatu teknologi arsitektur pengembangan


perangkat lunak dengan pendekatan layanan, memungkinkan hubungan dan pertukaran
data atau informasi antar bagian menjadi mudah. Sifatnya yang loosely coupled (tingkat
kebergantungan antar komponen rendah), highly interoperable (mudah dioperasikan),
reusable (dapat digunakan kembali), dan interoperability (dapat berkomunikasi antar
platform) menjadikan SOA handal dalam pengembangan dan pengintegrasian informasi.
Web Services adalah kumpulan dari fungsi atau method yang terdapat pada
sebuah

server

yang

dapat

dipanggil

oleh

klien.

Dalam

perkembangannya

mengimplementasikan SOA menggunakan Web Services merupakan hal yang tepat,


karena teknologi ini dapat mewakili sebuah layanan/service dalam SOA dan malah
dengan penggunaan web services ini, potensipotensi SOA Baru dapat dimunculkan.
Sehingga Web Services Cocok untuk menerapkan konsep dan sifat-sifat SOA.
Bagaimana web service sebagai sebuah teknologi dapat memfasilitasi beberapa
isu perancangan SOA dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Sebuah service dalam SOA adalah sebuah aplikasi web service. Pada dasarnya
sebuahservice dalam

SOA

adalah

sebuah

aplikasi

yang

merepresentasikan

sebuah business logic atau automation logic dari sebuah proses sistem besar yang
mencakupinya. Tuntutan dari sistem ini adalah dia harus bisa berdiri sendiri dan bisa
berkomunikasi satu sama lain. Hal ini sudah dimilki oleh sebuah aplikasi web service.
Maka dari itu, implementasi service dalam SOA merupakan aplikasi web service.
2. Hubungan satu service dengan yang lainnya didefinisikan dengan Web Service
Description Language (WSDL). WSDL mendeskripsikan bagaimana format sebuah
pesan yang akan dikirim oleh sebuah aplikasi web service harus ditulis, agar dapat
dimengerti oleh aplikasi webservice lainnya yang menerima. Dalam sudut pandang
SOA, yang menggunakan web serviceserbagai service, teknologi WSDL ini menjadi
jembatan untuk menghubungkan sebuah serviceke service lainnya.

5. Jelaskan secara rinci hubungan antara SOA dan

Business Proccess

management/BPM.
SOA menganut pendekatan arsitektur bottom-up, sedangkan BPM menganut
pendekatan proses top-down. Jika SOA diimplementasikan dalam suatu perusahaan
tanpa melibatkan BPM, menurut Coolen, service yang reusable dan reliable dapat
tercipta, tetap tidak dapat meningkatkan kecepatan lebih jauh.
BPM menyediakan abstraksi high level untuk mendefinisikan proses bisnis
serta mengawasi dan mengatur proses tersebut. Service menyediakan fungsi-fungsi
yang mendukung proses tersebut. SOA memungkinkan service-service tersebut untuk
dikombinasikan bersama-sama dan mendukung dalam menciptakan lingkungan
organisasi yang fleksibel dan agile.

DAFTAR PUSTAKA

Bieberstein, Norbert ...[et al.]. (2008).Executing SOA : a practical guide for the service-oriented
architect. IBM Corporation Pub
Erl, Thomas. (2005). Service-oriented architecture : concepts, technology, and design. Prentice
Hall
Endrei, Mark ...[et al.]. (2004). Patterns: Service-Oriented Architecture and Web Services.
Redbooks IBM Press.
Khoshafian, Setrag. (2007). Service oriented enterprises. Auerbach.
Mcgovern, James ...[et al.]. (2006). Enterprise Service Oriented Architectures Concepts,
Challenges, Recommendations. Springer.
Prasetyo, J Hendro. Implementasi Service Oriented Archtecture (SOA) menggunakan Teknologi
Web Services. Kalimantan Tengah. Universitas Widya Dharma.
Ahmad Nurul Fajar, Penerapan ZEF Framework untuk Aplikasi E-Government : Pendekatan
Sinergi BPM dan SOA.
Lecture Note Service Oriented architecture : Service Fundamental, Bina Nusantara University.

Anda mungkin juga menyukai