Anda di halaman 1dari 12

DASAR TEORI 1

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antarmuka dua fase
cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada tegangan
permukaan karena gaya adhesi antara dua cairan tidak bercampur lebih besar daripada adhesi
antara cairan dan udara (Hamid.2010).
Permukaan zat cair mempunyai sifat ingin merenggang, sehingga permukaannya seolah-olah
ditutupi oleh suatu lapisan yang elastis. Hal ini disebabkan adanya gaya tarik-menarik antar
partikel sejenis didalam zat cair sampai ke permukaan. Di dalam cairan, tiap molekul ditarik
oleh molekul lain yang sejenis di dekatnya dengan gaya yang sama ke segala arah. Akibatnya
tidak terdapat sisa (resultan) gaya yang bekerja pada masing-masing molekul. Adanya gaya
atau tarikan kebawah menyebabkan permukaan cairan berkontraksi dan berada dalam
keadaan tegang. tegangan ini disebut dengan tegangan permukaan (Herinaldi, 2004).
Ada beberapa metode dalam melakukan tegangan permukaan :
1. Metode kenaikan kapiler
Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/ cairan yang naik melalui
suatukapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat digunakan untuk mengukur
teganganpermukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan permukaan tidak bias untuk
mengukurtegangan antar muka.
1. Metode tersiometer Du-Nouy
Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan utnuk mengukur tegangan permukaan
ataupuntegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk
melepaskansuatu cincin platina iridium yang diperlukan sebanding dengan tegangan
permukaan atautegangan antar muka dari cairan tersebut (Atfins. 1994).
Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh beberapa factor
diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan
mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama molekul zat yang berada pada
permukaan cairan berbentuk lapisan monomolekular yang disebut dengan molekul surfaktan.
Faktor-faktor yang menpengaruhi :
1. Suhu
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energi
kinetik molekul.
1. Zat terlarut (solute)
Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan.
Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan
akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan cairan membentuk lapisan
monomolekular, maka akan menurunkan tegangan permukaan, zat tersebut biasa disebut
dengan surfaktan.

1. Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung
untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang
jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari surfaktan
(Douglas.2001)
Sumber : https://yulidj22.wordpress.com/2013/11/03/laporan-resmi-teganganpermukaan/

Dasar teori 2
Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang harus dikerjakan sejajar
permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan. Hal tersebut terjadi karena
pada permukaan, gaya adhesi (antara cairan dan udara) lebih kecil dari pada gaya kohesi
antara molekul cairan sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan
cairan.
Tegangan permukaan zat cair merupakan kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang, sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan elastis. Selain itu,
tegangan permukaan juga diartikan sebagai suatu kemampuan atau kecenderungan zat cair
untuk selalu menuju ke keadaan yang luas permukaannya lebih kecil yaitu permukaan datar
atau bulat seperti bola atau ringkasnya didefinisikan sebagai usaha untuk membentuk luas
permukaan baru. Dengan sifat tersebut zat cair mampu untuk menahan benda-benda kecil di
permukaannya. Seperti silet, berat silet menyebabkan permukaan zat cair sedikit melengkung
ke bawah tempat silet itu berada. Lengkungan itu memperluas permukaan zar cair namun zat
cair dengan tegangan permukaannya berusaha mempertahankan luas permukaannya sekecil
mungkin.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang terjadi pada zat cair (fluida)
yang berada pada keadaan diam (statis). Tegangan permukaan

didefinisikan sebagai gaya F

persatuan panjang L yang bekerja tegak lurus pada setiap garis di permukaan fluida.

Permukaan fluida yang berada dalam keadaan tegang meliputi permukaan luar dan
alam (selaput cairan sangat tipis tapi masih jauh lebih besar dari ukuran satu molekul
pembentuknya). Sehingga untuk cincin dengan keliling L yang diangkat perlahan dari
permukaan fluida, besarnya gaya F yang dibutuhkan untuk mengimbangi gaya-gaya
permukaan fluida

dapat ditentukan dari pertambahan panjang pegas halus penggantung

cincin (dianometer). Sehingga tegangan permukaan fluida memiliki nilai sebesar :

Dimana :

= tegangan permukaan (N/m)


F = Gaya (Newton)
L = Panjang permukaan selaput fluida (m)

Tegangan antar muka adalah gaya persatuan panjang yang terdapat pada antar muka
dua fase cair yang tidak bercampur. Tegangan antar muka selalu lebih kecil dari pada
tegangan permukaan karena gaya adhesi dua cairan yang tidak bercampur lebih besar dari
pada adhesi antara cairan dan udara.
Faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan yaitu :
-

Suhu
Tegangan permukaan menurun dengan meningkatnya suhu, karena meningkatnya energi

kinetik molekul.
Zat terlarut (solute)
Keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan mempengaruhi tegangan permukaan.
Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas larutan, sehingga tegangan permukaan
akan bertambah besar. Tetapi apabila zat yang berada dipermukaan caiaran membentuk
lapisan monomolekular, maka akan menurunkan tegangan permukaan. Zat tersebut biasa
disebut dengan surfaktan.

Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena cenderung
untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan mempunyai orientasi yang
jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Sabun merupakan salah satu contoh dari
surfaktan.
Aplikasi konsep tegangan dalam kehidupan sehari-hari antara lain. Mencuci dengan air
panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih, gelembung sabun atau air
berbentuk bulat, dank lip tidak tenggelam dalam air.

Mencuci dengan air panas lebih mudah dan menghasilkan cucian yang lebih bersih.Tegangan
permukaan dipengaruhi oleh suhu. Makin tinggi suhu air, makin kecil tegangan permukaan
air dan ini berarti makin baik kemampuan air untuk membasahi benda. Karena itu, mencuci
dengan air panas menyebabkan kotoran pada pakaian lebih mudah larut dan cucian menjadi
lebih bersih. Detergen sintetis modern juga didesain untuk meningkatkan kemampuan air
membasahi kotoran yang melekat pada pakaian, yaitu dengan menurunkan tegangan

permukaan air. Banyak kotoran yang tidak larut dalam air segar, tetapi larut dalam air yang
diberi detergen.
-

Gelembung sabun atau air berbentuk bulat. Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat
karena dipengaruhi oleh adanya tegangan permukaan. Gelembung sabun memiliki dua
selaput tipis pada permukaannya dan diantara kedua selaput tipis tersebut terdapat lapisan air
tipis. Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi dan cenderung
memperkecil luas permukaannya. Ketika selaput air sabun berkontraksi dan berusaha
memperkecil luas permukaannya, timbul perbedaan tekanan udara di bagian luar selaput
(tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam selaput. Tekanan udara yang berada di
luar selaput (tekanan atmosfir) turut mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan
kontraksi, karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih kecil. Setelah selaput
berkontraksi, maka udara di dalamnya (udara yang terperangkap di antara dua selaput) ikut
tertekan, sehingga menaikkan tekanan udara di dalam selaput sampai tidak terjadi kontraksi
lagi. Dengan kata lain, ketika tidak terjadi kontransi lagi, besarnya tekanan udara di antara
dua selaput sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang
mengerutkan selaput. Pada tetes air hanya memiliki satu selaput tipis, yakni pada bagian luar
tetes air. Bagian dalamnya penuh dengan air. Akibat adanya gaya kohesi, maka timbul
tegangan permukaan. Bagian tetes air ditarik ke dalam, akibatnya air berkontraksi dan
cenderung memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir yang berada di luar turut
membantu menekan tetes air. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam air
sama dengan jumlah tekanan atmosfir dengan gaya tegangan permukaan yang mengerutkan
selaput air.

Klip tidak tenggelam dalam air. Ketika klip diletakkan secara hati-hati ke atas permukaan
air, molekul-molekul air yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip
tersebut, sehingga molekul-molekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke
atas untuk menopang klip tersebut. Biasanya klip terbuat dari logam, sehingga kerapatannya
lebih besar dari kerapatan air. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air, maka
seharusnya klip tenggelam. Tapi kenyataannya klip terapung. Fenomena ini merupakan salah
satu contoh dari adanya tegangan permukaan. Dalam kenyataannya, bukan hanya klip
(penjepit kertas), tetapi juga bisa benda lain seperti jarum. Apabila kita meletakkan jarum
secara hati-hati di atas permukaan air, maka jarum akan terapung. Adanya tegangan
permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga bisa mengapung di atas air.

Metode tegangan permukaan: Metode kenaikan kapiler Tegangan permukaan diukur dengan
melihat ketinggian air/cairan yang naik melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya

dapat digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk mengukur tegangan
antar muka. Sudut kontak air dan pipa kapiler. Dengan metode pipa kapileryaitu dengan
mengukur tegangan permukaan zat cair dan sudut kelengkungannya denganmemakai pipa
berdiameter. Salah satu ujung pipa tersebut dicelupkan kedalam permukaan zat cair maka zat
-

cair tersebut permukaannya akan naik sampai ketinggian tertentu.


Metode tersiometer Du-Nouy : Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur
tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah gaya yang
diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan
sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan tersebut.
Perhitungan tegangan permukaan dengan metode Du Nouy :
Y= (Skala yang terbaca (dyne))/(2 x keliling cincin) x Faktor Koreksi.

Metode Drop Out (tetes) : bila cairan tepat akan menetes, maka gaya tegangan permukaan
sama dengan gaya yang disebabkan oleh massa cairan sebagai berat itu sendiri. Gaya berat
cairan = m.g.
Pada grafiik pengaruh surfaktan dapat dilihat pada konsentrasi surfaktan 10 tegangan
permukaannya 31,5264, pada konsentrasi surfaktan 20 % tegangan permukaannya 30,0460,
pada konsentrasi surfaktan 30 % tegangan permukaannya 25,8729. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi surfaktan maka tegangan permukaannya akan
semakin kecil.
Pada grafik pengaruh suhu dapat dilihat pada suhu 66 C tegangan permukaannya
14,7624, pada suhu 71 C tegangan permukaannya 9,9618, pada suhu 74 C tegangan
permukaannya 9,4084. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu maka
tegangan permukaan akan semakin kecil.
Pada grafik pengaruh surfaktan tegangan permukaannya semakin kecil apabila
konsentrasi surfaktannya besar, dikarenakan keberadaan zat terlarut dalam suatu cairan akan
mempengaruhi tegangan permukaan. Penambahan zat terlarut akan meningkatkan viskositas,
sehingga tegangan permukaan akan bertambah besar. Tapi apabila zat yang ada dipermukaan
cairan membentuk lapisan monomolecular, maka akan menurunkan tegangan permukaan zat
tersebut yang disebut dengan surfaktan.
Pada grafik pengaruh suhu, tegangan permukaan semakin kecil pada saat suhu
semakin tinggi. Karena suhu mempengaruhi tegangan permukaan, karena pada saat suhu
meningkat, energy kinetic molekul juga meningkat, dan tegangan permukaan menurun.
Prinsip dari percobaan ini yaitu menentukan tegangan permukaan dengan metode
berat tetes, yang meliputi faktor-faktor suhu, surfaktan, dan zat terlarut dalam melakukan

percobaan ini. Melihat perubahan tegangan permukaan dengan menggunakan suhu yang
berbeda-beda, dan dengan surfaktan yang berbeda pula konsentrasinya.
Sumber : Atkins, P. W. 1994. Kimia Fisik edisi ke-4 jilid 1. Erlangga: Jakarta.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika jilid 1. Erlangga: Jakarta.


Hamid, Rimba. 2010. Penuntun Kimia Fisik. Universitas Hauoleo: Kendari.

DASAR TEORI 3
TEGANGAN PERMUKAAN
Tiap molekul dalam suatu zat cair bergerak dan selalu dipengaruhi oleh molekulmolekul tetangganya. Suatu molekul yang berada ditengah-tengah sejumlah zat cair
mengalami gaya tarik menarik molekul tetangganya yang hampir sama dalam semua jurusan.
Molekul yang ada dipermukaan zat cair tidak dikelilingi seluruhnya ileh molekulmolekul tetangganya dan dia hanya mengalami gaya tarik-menarik dari molekul-molekul
disampingnya dan dibawahnya. Oleh karena itu molekul yang bearda dipermukaan zat cair
hanya mengalami gaya tarik menarik dari arah dalam zat cair yang menyebabkan molekulmolekul permukaan tersebut tertarik tenggelam. Situasi yang paling stabil terjadi bilamana
jumlah molekul yang mengalami gaya tarik-menarik pada permukaan zat cair mencapai suatu
kondisi dimana luas daerah permukaan zat cair sekecil mungkin. Kecenderungan zat cair
untuk memperkecil daerah permukaan dapan digunakan untuk menerangkan mengapa air,
misalnya menggerombol jadi noktah-noktah air bila diulaskan pada suatu permukaan padat
yang licin bersih dan mengapabentuk dari tetesan-tetesan air hujan seperti bola. Didalam
laboratorium, fenomania ini dapat dilihat bilamana ampul ditutup. Bagian yang tadinya
runcing dapat dihaluskan dengan dilelehkan. Jika bagian tersebut sudah melunak, maka
bagian yang meruncing tersebut akan menjadi membulat karena adanya gaya tarik-menarik
didalam gelas yang cenderung mngurangi luasa daerah permukaannya. Jumlah kerja yang
dibutuhkan untuk memperluas permukan zat cair tergantung dar kekuatan gaya-gaya didalam
zat cair dan ini dinamakan tegangan muka zat cair. Tegangan muka juga merupakan fungsi
temperatur. Karena penaikan temperatur (yang dinaikkan energi kinetik molekul-molekul
secara individual) akan menurunkan efektifitas gaya tarik menarik antar molekul, maka
tegangan muka akan berkurang jika temperatur dinaikkan.
(Moechtar,1989)
Kerapatan partikel
Karena partikel-partikel dalam suatu keadaan tertentu dapat keras atau lunak dan
dalam keadaan lain kasar atau seperti sepon, maka hendaknya hati-hati dalam menyatakan

kerapatannya. Kerapatan secara universal didefinisikan sebagai bobot persatuan volume.


Kerusakan-kerusakan timbul jika seseorang mau menetukan volume partikel yang
mengandung microscopic cracks, pori-pori internal dan ruang-ruang kapiler.
(Moechtar,1990)
Kerapatan dan berat jenis. Ahli farmasi seringkali mempergunakan besaran
pengukuran ini apabila mengadakan perubahan antara massa dan volume. Kerapatan adalah
turunan besaran karena menyangkut satuan massa dan volume. Batasannya adalah massa
persatuan volume pada temperatur dan tekanan tertentu, dan dinyatakan dalam sistem cgs
dalam gram per sentimeter kubik (g/cm3).
Berbeda dengan kerapatan, berat jenis adalah bilangan murni tanpa dimenssi, yang
dapat diubah menjadi kerapatn dengan menggunakan rumus yang cocok. Berat jenis
didefinisikan sebagai perbandingan kerapatan dari suatu zat terhadap kerapatan air, harga
kedua zat itu ditentukan pada temperatur yang sama, jika tidak dengan cara lain yang khusus.
Istilah berat jenis, dilihat dari definisinya, sangat lemaj, akan lebih cocok apanila dikatakan
sebagai kerapatan relatif.
(Alfred Martin,1990)

Sumber :
Martin, Alfred, 1990, Farmasi Fisik 2 edisi 3, UI Press, Jakarta.
Moechtar, 1989, Farmasi Fisika bagian Larutan Sistem Dispersi, UGM Press, Yogyakarta.
Moechtar, 1990, Farmasi Fisika bagian Struktur Atom, Molekul Zat dan Mikrokinetika, UGM Press,
Yogyakarta.

Dasar Teori 4
Tegangan permukaan adalah gaya persatuan panjang yang di kerjakan
sejajar permukaan untuk mengimbangi gaya tarikan kedalam pada cairan,hal
tersebut karena gaya adhesi lebih kecil dari gaya kohesi antara molekul cairan
sehingga menyebabkan terjadinya gaya kedalam pada permukaan cairan.
Tegangan muka adalah adalah gaya yang terjadi terjadi pada permukaan
suatu cairan yang menghalangi ekspansi cairan tersebut. Hal ini disebabkan oleh
gaya tarik menarik yang tidak seimbang pada antar cairan. Tegangan antar
muka adalah tegangan muka yang di ukur pada bidang batas cairan yang tidak
saling bercampur. Tegangan muka atau tegangan antar muka mempunyai
dimensi gaya per unit panjang (dyne/cm) atau tenaga per menit permukaan
(erg/cm2). Ada beberapa macam metode untuk pengukuran tegangan muka dan
antar muka, yaitu: metode kenaikan kapiler, metode cincin Du Nuoy, metode
berat tetesan, tekanan gelembung, tetesan sessile dan lempeng Wilhelmy.
Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah metode kenaikan
kapiler. Pipa kapiler digunakan untuk mengetahui tinggi kenaikan kapiler suatu
zat.

Alat yang digunakan untuk menentukan tegangan permukaan adalah

piknometer. Piknometer digunakan untuk mengetahui kerapatan zat yang diukur


dengan cara piknometer yang bersih dan kering kemudian ditimbang dan diisi
dengan cairan yang akan ditentukan kerapatannya sampai penuh.
Percobaan ini menggunakan air sebagai pembanding. Air memiliki
tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi
antar molekul-molekul air. Tegangan permukaan dari akuades lebih besar

daripada tegangan permukaaan gliserol. Apabila larutan gliserol mengalami


peningkatan suhu dengan jalan pemanasan, maka akan terjadi penurunan
konsentrasi akuades dalam larutan gliserol karena kemungkinan mengalami
penguapan, dimana hal tersebut akan menurunkan tegangan permukaan larutan
gliserol secara keseluruhan.
Dalam percobaan ini larutan yang digunakan adalah gliserol 20 %, 40 %,
50 %. Pada air dihasilkan tegangan permukaannya sebesar 0,111 N/m 3, pada
gliserol 20 % yaitu 0,063 N/m3, pada gliserol 40 % yaitu 0,123 N/m 3, pada gliserol
50 % yaitu 0,111 N/m3. Hasil ini menunjukkan bahwa akuades memiliki tegangan
permukaan yang lebih besar dari pada gliserol, hal ini disebabkan karena gaya
tarik antara molekul air besar sehingga tegangan permukaannya juga besar
karena tegangan permukaan dan gaya tarik berbanding lurus.
Tegangan permukaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
jenis cairan, suhu, adanya zat terlarut, surfaktan, dan konsentrasi zat terlarut.
Jika cairan memiliki molekul besar seperti air, maka tegangan permukaannya
juga besar. salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya tegangan permukaan
adalah massa jenis/ densitas (D), semakin besar densitas berarti semakin rapat
muatan muatan atau partikel-partikel dari cairan tersebut.
Manfaat tegangan permukaan dalam bidang farmasi yaitu dalam
mempengaruhi penyerapan obat pada bahan pembantu padat pada sediaan
obat, penetrasi molekul melalui membrane biologis, pembentukan dan kestabilan
emulsi dan dispersi partikel tidak larut dalam media cair untuk membentuk
sediaan suspensi. Tegangan muka ini dalam farmasi adalah faktor yang
mempengaruhi adsorbsi obat dalam bentuk sediaan padat, penetrasi molekul
melalui membrane biologi, penting pada sediaan emulsi dan stabilitasnya.

Sumber :
Effendi. H., 2003, Teelah Kualitas Air, Kanisius, Jakarta.
Indarniatidan Frida U.E.,2008, Perancangan Alat Ukur Tegangan Permukaandengan
Induksi Elektromagnetik, Jurnal Fisika dan Aplikasinya,Vol.4, No. 1, Hal 1.
Munson B. R. etal, 2004, Mekanika Fluida, Erlangga, Jakarta.
Syamsu dkk, 2007, Kajian ketahanan Surfaktan Metil Ester Sulfonat (Mes) Sebagai Oil
Well Stimulation Agent Terhadap Aktivitas Bakteri Di Lingkungan Minyak Bumi,
Jurnal Tekhnologi Pertanian, Vol.3, No. 1 ISSN 1858-2419,Hal 6.

Ulfah. M. dan Sofianti. R., 2010, Proses Konversi Gliserol menjadi Acrolein dengan
Katalis H-Zeolit, Jurnal Teknik Kimia, Vol. 2, No. 4. Hal 1.