Anda di halaman 1dari 42

SKENARIO 3

SASARAN BELAJAR :
1. Anatomi sistem reproduksi wanita
- Makroskopis
- Mikroskopis

NAMA : CHOIRUL AKBAR


NPM : 1102010056
KELOMPOK : A-12

2. Fisiologi Haid & hormon yang mempengaruhi


3. Kelainan Haid
- Definisi
- Epidemiologi
- Klasifikasi
- Etiologi
- Patofisiologi
- Manifestasi klinis
- Diagnosis & diagnosis banding
- Tatalaksana
- Pencegahan
- Komplikasi
- Prognosis

4. Istihadah dalam hukum islam


- Perbedaan haid & istihadah
- Menjalankan ibadah dalam keadaan suci / tidak suci dalam islam

1. Anatomi sistem reproduksi wanita


-

Makroskopis
A. ORGANA GENITALIA FEMININA INTERNA TEDIRI DARI:
OVARIUM

Jumah sepasang

Terlrtak dalam pelvis minor

Berbentuk bulat memanjang, agak pipih

Trediri dari cortek (luar) dan medulla (dalam)

Dilekatkan oleh mesovarium paga lig latum ( berupa lipatan peritoneum sebelah lateral
kiri dan kanan uterus)

Difiksasi oleh:

( dengan ukuran 3x1,5x1)

o Lig suspensorium ovarii( Lig infudibulopelvicum), lig ini menggangtungkan


uterus pada dinding panggul antara sudut tuba.
o Lig teres uteri ( lig rotundum): Terdapat pada bagian atas lateral dari uterus,
caudal dari tuba, kedua lig ini melalui canalis inguinalis ke bagian cranial labium
mayus.
TUBA UTERINA (SALPINK)

jumlah sepasang

merupakan saluran muscular, panjang 10 cm.

Infundibulum, bangunan yang berbentuk corong

Ampula, bangunan yang membesar

Isthmus, bangunan yang menyempit

Pars uterina ialah muara tuba di dalam uterus

UTERUS

Organ muskular,. Berbentuk buah jambu, agak pipih, dibedakan:

Fundus uteri, ujung proksimal muara tuba uterina

Faciea vesicalis, didataran ventralmenghadap ke vesica urenia

Facies intestinalis, didataran dorsalmenghadap ke usus

Margo lateralis kanan dan kiri.

Dinding uterus dari luar kedalam terdiri:perimetrium, myometrium dan endometrium

VAGINA

berbentuk tabung muskular, mulai cervix sampai genitalia externa.

panjang antara 8- 12 cm

Bagian distal cervix menonjol kedalam rongga vagina, disebut portio cervicis
uteri.Bagian cervix proksimalnya disebut portio supravaginaliscervicis uteri.

Tunica muscularis dapat dipandang lanjutan myometrium tetapi lebih tipis

Tunica mucosa membentuk rugae yang transversal pada dinding ventral & dorsal, disebut
columna rugarum

Pada virgo intacta aintroitus vagina sebagian ditutupi oleh suatu selaput yang disebut
hymen, menurut bentuknya dapat dibedakan:
o Hymen anularis ( sebagai cincin)
o

Hymen seminularis( sebagai bulan sabit)

o Hymen cribriformis ( berlubang2 sebagai saringan)


o Hymen fimbriatus ( dengan tepi sebagai jari2)
o Hymen imperforatus ( tidak berlubang)

B. ORGANA GENITALIA FEMININA EXTERNA TERDIRI DARI:

MONS PUBIS

Daerah kulit yang menonjpl didepan symphisis pubis

Kulitnya berambut banyak jaringan lemak

Berisi jaringan lemak, jaringan ikat, pembuluh darah dan saraf2

Meluas ke bawah belakang ke labium mayora.


LABIUM MAYUS PUDENDI

Suatu lipatan kulit, ke dorsocaudal berhubungan satu dengan yang lain membentuk
comissura posterior labiorum majorum, yg keventrocranial membentuk comissura
anterior labiorum anterior majorum

Dapat dibedakan: facies lateralis, mempunyai rambut & banyak pimen. Facies medialis,
mempunyai glandula sebacea yg besar dan tidak punya rambut.

Terdapat jaringan pengikat, lemek dan jaringan menyerupai tunica dartos scroti.

Cela yang dibatasi oleh kedua labia mayora disebut rima pudendi.

LABIUM MINUS PUDENDI

Suatu lipatan kulit.

Kedorsocaudal kedua labiaminora berhubungan satu dengan yang lain membentuk


frenulum labiorum minorum

Kevenrocranial berhubungan satu dengan yang lain membentuk preputium clitoridis


menutupi glands clitoridis dari ventrocranial.

Dalam labium minus terdapat banyak pembuluh darah, glndula sebacea yang bermuara
langsung keluar, tidak ada folliculi rambut dan jaringan lemak
VESTIBULUM VAGINA

Daerah yang terletak diantara kedua bulbi vestibuli

Ruangan ini dibatasi oleh:


o Kanan kiri oleh labia minore
o Ventrocranial oleh prenulum clitoris
o Dorsocaudal oleh prenulum labiorum minorum ( Frenulum labiorum pudendi)

Kedalam vestibulun vagina bermuara:


* Urethrae

* Gl vestibularis mayor

* Vagina

* Gl vestibularis minor

CLITORIS

Ujung proximal corpus cavernosum clitoridis melekat di dataran medial ramus inferior
ossis pubis dengan dataran lateralnya

Ke ventral kedua crura clitoridis bersatu membentuk corpus clitoridis. Pada ujung distal
corpus clitoridis terdapat corpus cavernosum glandis yang membentuk glans clitoridis.
URETRA FEMINA

Panjang sekitar 3-4 cm

Predioposisi infeksi saluran kemih akibat penyebaran dari organisme usus

Berjalan dari leher kandung kemih menuju ostium urethrae externum yg terletak diantara
clitoris dan vagina.

PERINEUM

Terletak dibawah diapragma pelvis

Merupakan atrea berbentuk belah ketupat bila dilihat dari bawah

Dibatasi oleh ramus inferioor ossis pubis dan ramjus inferior ossis ischii kanan dan kiri
dan kedua lig sacrotuberale

Terbagi menjkadi urogenitalis di anterior

( ventral) dan regio analis diposterior ( dorsal).

Mikroskopis
Ovarium

Ovarium dibungkus Epitel Germinatif berupa Selapis Kuboid yg menyatu dg


mesotel.
Di bwh epitel tsb tdpt jaringan ikat padat yaitu Tunika albuginea
Struktur ovarium tdd:
a) Korteks di bagian luar,tdd:

Stroma padat , mengandung folikel ovarium. Stroma bbtk jala retikulin


dg sel btk gelendong.

Sebelum pubertas hanya tdpt folikel primitif atau primer.

Kematangan seks adanya folikel yg berkembang dan hasil akhirnya


berupa korpus luteum, folikel atretis.

Saat menopause folikel menghilang dan korteks jd tipis dan tdd


jaringan ikat fibrosa

b) Medula dibagian dalam,tdd:

Jaringan ikat fibroelastis berisi pembuluh darah besar, limf dan saraf.

Korpus Luteum
Bila tdk tjd fertilisasi maka korpus luteum hanya bertahan 10-14 hari dan berdegenerasi
disebut KORPUS LUTEUM MENSTRUASI
Bila tjd fertilisasi, plasenta menghasilkan HCG dan menstimulasi Korpus luteum utk
bertahan selama 6 bln tapi tdk hilang dan msh mensekresi progesteron sampai
akhir kehamilan disebut KORPUS LUTEUM PREGNANS

Tuba uterina (t.falopii)


Terdiri atas 4 segmen
A. Bag. Intramural (Pars Interstitial)
B. Istmus
C. Ampula
D. Infundibulum . Jari2/jumbai melebar ke arah ovarium disebut FIMBRIAE
Scr histologi, dinding tuba uterina tdd 3 lapis :
o T. Mukosa
o T. Muskularis
o T. Serosa

Dinding uterus
1. PERIMETRIUM
2. MIOMETRIUM
3. ENDOMETRIUM

Lapisannya dibagi 2 bagian dan fungsinya


1. Stratum fungsional
2. Stratum Basale

Fase menstruasi
Jk tdk ada pembuahan, endometrium dihancurkan, kelenjar rusak menyerpih
Stroma tdpt rembesan
Akhir fase, dinding A. Spiralis berkontraksi menutup aliran darah shg tjd nekrosis
endometrium
Tjd proliferasi sel kelenjar dan bagian basal migrasi ke permukaan sbg awal fase
proliferasi

Fase proliferasi
Disebut fase estrogenik krn estrogen sbg persiapan implantasi.
Epitel Selapis silindris
Endometrium mengalami regenerasi, kelenjar mjd lurus dg lumen sempit,
arteri spiralis memanjang dan berkelok2
Miometrium tersusun berlapis
Fase Sekresi
Fase sekreimulai sth ovulasi. Adanya progesteron (pmbtkn korpus luteum)
menyebabkan :
Kelenjar mjd berkelok2, lumen melebar, sekresi byk.
Endometrium tebal maksimal (5 nm)
Arteri Spiralis memanjang ke dlm bagian superfisial endometrium
Dinding berlipat

2. Fisiologi Haid & hormon yang mempengaruhi


FISIOLOGI
SIKLUS OVARIUM

Fase Folikuler
1.
Siklus fungsi ovarium dengan
pematangan folikel-folikel, ovulasi, formasi
corpus luteum diatur oleh sistem kelenjar
hypothalamo-hipofise seperti halnya dengan
mekanisme intraovarial.
2.
Hypothalamus
memproduksi
gonadotropin-releasing hormones (GnRH)
3.
GnRH dibawa melalui sistem vena
portal menuju kelenjar hipofise anterior
4.
GnRH menyatu pada reseptor
spesifik
yang
menginduksi
sekresi
luteotropic hormone (LH) dan folliclestimulating hormone (FSH)
5.
Pelepasan FSH dan LH bergantung
pada GnRH dan terjadi setiap 90 menit
(berkala)
6.
Selanjutnya FSH menstimulasi
pematangan folikel. Hanya satu folikel yang
matang sempurna.
Saat ovulasi
1.
Selanjutnya folikel menghasilkan
estrogen dan estrogen menekan produksi
FSH (negative feedback)
2.
Akibatnya beberapa folikel selain
satu folikel yang matur sempurna
mengalami atresia.
3.
Meningkatnya
kadar
estrogen
mensitmulasi sekresi LH sehingga kadar LH
melonjak di pertengahan siklus (positive
feedback)
4.
Kadar LH yang tinggi menyebabkan
degenerasi kolagen folikel ovulasi
setelah 16-24 jam lonjakan LH
Fase luteal

Setelah 7-8 hari ovulasi,sel granulosa membesar,bervakuola dan berpigmen


kuning (lutein) korpus luteum

Corpus luteum terhubung ke sirkulasi dan reseptor-reseptor low density


lipoprotein(LDL) terbentuk

Sebagai hasilnya sel-sel granulosa dapat menggunakan kolesterol yang ada


untuk biosintesis progesteron

Terdapat 2 sel di korpus luteum

Luteinized granulosa cells : meningkatkan sekresi Progesteron

Luteinized theca cells : meningkatkan sekresi Estrogen

Level maksimum serum progesteron 15 ng/ml 6 sampai 8 hari setelah ovulasi

Progesteron


Mempersiapkan rahim untuk kehalmilan (meningkatkan kelenjar sekretori
uterus dan menurunkan kontraksi uterus untuk mencegah expulsi pada ovum yang
tertanam

Meningkatkan sekresi mukosa tuba falopii untuk nutrisi ovum

Meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli payudara


Estrogen:

Organ seks dan tubu keseluruhan:mendorong perkembangan folikel,berperan


dalalm karakteristik seks sekunder, merangsang pertubuhan uterus dan payudara

Tulang
:
mencegah
aktivitas
osteoklas,meningkatkan
matriks
tulang,merangsang penutupan epifisial plate,meningkatkan deposit calsium

Berperan dalam penyimpanan lemak dan pengaturan produksi kolesterol oleh


hati sehingga menurunkan resiko atherosklerosis

Meningkatkan vaskularisasi pada kulit sehingga kulit halu dan lembut

Keseimbangan elektrolit: meningkatkan retensi Na dan air


SIKLUS ENDOMETRIUM
Pada siklus endometrium, terbagi jadi 3 fase, yaitu:
1.
Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Bila tidak terjadi
pembuahan sampai 2 hari sebelum akhir dari siklus bulanan maka corpus luteum akan
beregresi dan terbentuk jaringan parut (corpus albicans ) dengan berkurangnya
kapiler-kapiler dan diikuti menurunnya sekresi estrogen dan progesteron (involusi
endometrium sebesar 65% ) pembuluh darah endometrium melepaskan material
vasokonstriksi (Prostaglandins, sitokinin, dan growth factors seperti TNF-beta , dan
makrofag) vasopspasme menyebabkan penurunan nutrisi endometrium inisiasi
nekrosis darah merembes ke lapisan pertama endometrium pendarahan
(hemoragik) meningkat cepat dalam 24-36 jam bagian nekrosis terpisah dari
endometrium deskuamasi peningkatan kontraksi uterus pengeluaran darah
menstruasi + deskuamasi pendarahan berhenti 4-7 hari setelah menstruasi
Siklus haid yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari
dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari
2.
Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Fae proliferasi ini
dapat berkisar 7-21 post ovulasi.Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi
dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk
perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14
dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
3.
Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Fase sekresi
biasanya tetap yaitu 14 hari. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi
pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan
janin ke rahim)


(LH)

GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone)


GnRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hypothalamus. GnRH akan
merangsang pelepasan FSH (folikel stimulating hormone) di hypophisis. Bila kadar
estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan umpan-balik (feed back mechanism)
ke hypothalamus sehingga kadar GnRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
Berikut ini merupakan fungsi dari GnRH :
Menstimulasi produksi folikel stimulating hormone (FSH) dan leutinizing hormone
Mengatur pelepasan FSH dan LH oleh kelenjar hypophisis

(Wilson dan Price, 2005)


FSH (Folikel Stimulating Hormone)
FSH diproduksi oleh sel gonadotropin pada kelenjar hypophiisis, pada lobus anterior
(adenohypophisis). Sel target dari FSH adalah testis (tubulus semineferus) pada lakilaki dan ovarium pada perempuan. Fungsi dari FSH adalah :
Laki-laki

Menstimulasi produksi sperma dengan cara mempengaruhi reseptor testosterone pada


tubulus semineferus
Perempuan

Menstimulasi perumbuhan dan pematangan folikel

Menstimulasi produksi estrogen pada corpus luteum


(Guyton and Hall, 1997)
LH (Leutinizing Hormone)
LH diproduksi oleh sel gonadotropin pada lobus anterior kelenjar hypophysis. Sel target
dari LH adalah tubulus semineferus testis pada laki-laki dan ovarium pada perempuan.
Fungsi LH adalah :
Laki-laki

Menstimulasi produksi sperma dalam proses spermatogenesis dengan cara


menstimulasi sel intersisial leydig pada testis untuk mensekresikan testosterone
Perempuan
Membentuk korpus luteum dari folikel yang telah pecah

Menstimulasi produksi progesteron oleh korpus luteum

(Guyton and Hall, 1997)


Progesteron
Progesteron merupakan produk yang dihasilkan oleh korpus luteum. Fungsi dari
progesteron itu sendiri adalah :
1 Menyiapkan endometrium untuk implantasi blastokist
Endometrium yang sudah dipengaruhi estrogen karena pengaruh progesteron
berubah menjadi desidua dengan timbunan glikogen yang makin bertambah yang
sangat penting sebagai bahan makanan dan menunjang ovum
2 Mencegah kontraksi otot-otot polos terutama uterus dan mencegah kontraktilitas
uterus secara spontan karena pengaruh oksitosin
3 Cervix uteri menjadi kenyal, ostium uteri tertutup disertai dengan lendir yang
kental, sedikit, lekat, seluler dan banyak mengandung lekosit sehingga sukar dilalui
spermatozoa
4 Mempengaruhi tuba fallopi, dengan cara :
Glikogen dan vitamin C tertimbun banyak di dalam mukosa tuba falopii
Memperlemah gerakan peristaltik
5 Bersifat termogen, yaitu menaikkan suhu basal
6 Merangsang pertumbuhan asini dan lobuli glandula mammae pada fase luteal,
sedangkan estrogen akan mempengaruhi epitel saluran
7 Merangsang natriuresis dan menambah produksi aldosteron
8 Merangsang pusat pernafasan (medulla oblongata) sehingga terjadi peningkatan
proses respirasi
(H. Wiknjosastro, 1984)
Estrogen
Estrogen memegang peranan penting dalam perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder
dan mempunyai pengaruh terhadap psikologi perkembangan kewanitaan. Efek utama
estrogen adalah pertumbuhan alat genital wanita dan kelenjar mamma. Vulva dan
vagina berkembang di bawah pengaruh estrogen. Hormone ini akan mempengaruhi
jaringan epitel, otot polos, dan merangsang pembuluh darah pada alat-alat tersebut.
Estrogen juga menyebabkan proliferasi epitel vagina, penimbunan glikogen dalam sel
epitel yang oleh basil doderlein diubah menjadi asam laktat sehingga menyebabkan pH
vagina menjadi rendah. (H. Wiknjosastro, 1984)
Disamping itu estrogen juga mempunyai fungsi sebagai berikut, yaitu :
1
Mempengaruhi hormone lain, seperti :
Menekan produksi hormone FSH dan menyebabkan sekresi LH
Merangsang pertumbuhan follikel didalam ovarium, sekalipun tidak ada FSH
2
Menimbulkan proliferasi dari endometrium baik kelenjarnya maupun stromanya
3
Mengubah uterus yang yang infantile menjadi mature
4
Merangsang pertumbuhan dan menambah aktifitas otot otot tuba fallopi

Cervix uteri menjadi lembek, ostium uteri terbuka disertai lendir yang bertambah
banyak, encer, alkalis dan aselluler dengan pH yang bertambah sehingga mudah
dilalui spermatozoa

Menyebabkan pertumbuhan sebagian lobuli alveoli dan saluran glandula mammae

Hormon-Hormon lain yang Berperan dalam Siklus Menstruasi Normal


Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:
1.
FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan
hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2.
LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus untuk
merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3.
PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk mengeluarkan
prolaktin
3. Kelainan Haid
-

Definisi

Kelainan haid biasanya terjadi karena ketidak seimbangan hormon-hormon yang mengatur
haid yang berasal dari aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium atau dapat juga disebabkan oleh
kondisi medis alat genitalia. Banyaknya perdarahan ditentukan oleh lebarnya pembukuh
darah, banyaknya pembuluh darah yang terbuka, dan tekanan intravaskular. Lamanya
pedarahan ditentukan oleh daya penyembuhan luka atau daya regenerasi. Daya regenerasi
berkurang pada infeksi, mioma, polip dan pada karsinoma.
-

Epidemiologi
Studi epidemiologi menunjukkan kurang lebih 20 persen dari wanita usia
reproduksi mengalami gejala PMS sedang sampai berat (Freeman, 2007). Sekitar
3-8 persen memiliki gejala hingga parah yang disebut dysphoric disorder (PMDD,
premenstrual dysophoric disorder).

Klasifikasi

Gangguan haid dan siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan dalam :
1. kelainan dalam banyaknya darah dan lama perdarahan pada haid
a. hipomenorea atau menoragia
b. hipomenorea
2.Kelainan siklus
a. polimenorea
b. oligomenorea
c. amenorea
3. perdarahan diluar haid
metroragia
4. gangguan lain yang ada hubungannya dengan haid.
a. Premenstrual tension (ketegangan pribadi)
b. Mastodinia
c. Mittelschremz (Nyeri otot pada ovulasi)
d. Dismenorea
Kelainan Panjang Siklus

Amenorrhea
Tidak adanya haid 3 buan berrturut-turut. Dibagi menjadi fisiologis dan patologis.
1. Amenorea fisiologis :
Terdapat dalam masa sebelum pubertas,masa kehamilan,masa laktasi dan post
menopause
2. Amenorea patologis:
Amenorea primer:
Bila wanita berumur 18 thn keatas tidak pernah haid. Penyebab amenorea
primer lebih berat dan lebih sulit diketahui. Misalnya kelainan-kelainan
kongenital dan kelainan genetik
Amenorea sekunder:
Bila seorang wanita pernah haid tapi kemudian tidak dapat haid lagi
Amenorea sekunder biasanya disebabkan oleh hal2 yang timbul kemudian
dalam kehidupan wanita , misalnya gangguan gizi , gangguan metabolisme,
tumor , penyakit infeksi , dan lain-lain.

ETIOLOGI
Penyebab tersering dari amenorea primer adalah:
o Pubertas terlambat
o Kegagalan dari fungsi indung telur
o Agenesis uterovaginal (tidak tumbuhnya organ rahim dan vagina)
o Gangguan pada susunan saraf pusat
o Himen imperforata yang menyebabkan sumbatan keluarnya darah haid, dapat
dipikirkan apabila wanita memiliki rahim dan vagina normal
Penyebab terbanyak dari amenorea sekunder adalah kehamilan, setelah
kehamilan, menyusui, dan penggunaan metode kontrasepsi. Jika sebab-sebab
tersebut bisa disingkirkan, maka penyebab lainnya adalah:
o Obat-obatan
o Stres dan depresi
o Nutrisi yang kurang, penurunan berat badan berlebihan, olahraga berlebihan, obesitas
o Gangguan hipotalamus dan hipofisis
o Gangguan indung telur
o Penyakit kronik
GEJALA KLINIS
o Tinggi, berat badan, dan pertumbuhan grafik
o Payudara pembangunan, rambut kemaluan
o Sindromik penampilan (misalnya, perawakan pendek, leher berselaput)
o Visual bidang, pemeriksaan neurologis menyeluruh, optik fundus
o Bukti hiperandrogenisme (misalnya, jerawat, hirsutisme, klitoromegali)
o Bukti penyakit tiroid
o Bukti penyakit kronis
o Bukti kehamilan

Patofisiologi

Perubahan hormonal dalam siklus haid normal


Dalam siklus ovulasi, hipotalamus gonadotropin-releasing hormone (GnRH), yang
merangsang hipofisis untuk melepaskan follicle-stimulating hormone (FSH). Hal ini, pada
gilirannya, menyebabkan folikel ovarium untuk tumbuh dan matang. Pada pertengahan
siklus, gelombang luteinizing hormone (LH) terjadi dengan lonjakan FSH, sehingga ovulasi.
Folikel berkembang menghasilkan estrogen, yang merangsang endometrium untuk
berkembang biak. Setelah sel telur dilepaskan, FSH dan LH jatuh tingkat, korpus luteum
berkembang di lokasi folikel pecah, dan progesteron dilepaskan dari indung telur.
Progesteron menyebabkan endometrium berkembang biak untuk membedakan dan
menstabilkan. Empat belas hari setelah ovulasi, hasil dari menstruasi sekunder mengisi
endometrium dengan penurunan cepat dalam tingkat estrogen dan progesteron dari corpus
luteum involuting.
Perubahan hormon selama siklus anovulasi
Siklus anovulasi yang umum dalam 2 tahun pertama setelah menarche karena
ketidakmatangan sumbu HPO. Hal ini juga dapat terjadi dalam kondisi patologis berbagai.
Dalam siklus anovulasi, pertumbuhan folikel terjadi dengan rangsangan dari FSH, namun
karena kurangnya lonjakan LH, ovulasi gagal terjadi. Akibatnya, tidak ada korpus luteum
terbentuk dan progesteron tidak disekresikan. Endometrium terus melanjutkan fase proliferasi
secaara berlebihan. Ketika folikel involusi, kadar estrogen menurun drastis dan perdarahan
terjadi. Kebanyakan siklus anovulasi teratur dengan perdarahan yang normal, namun,
proliferasi endometrium tidak stabil dapat menghasilkan teratur, sehingga menyebabkan
perdarahan berat yang berkepanjangan
Secara fisiologi ada empat kompartemen yang berperan dalam proses haid dan
keempat kompartemen inilah yang menjadi dasar untuk mengevaluasi terjadinya amenorea
(keadaan patologis), yaitu :
Kompartemen I : kelainan di saluran keluar kelamin sebagai target organ (uterus
danvagina).
Kompatemen II : kelainan di ovarium
Kompartemen III : kelainan di anterior hipofisis
Kompaetemen IV : kelainan karena faktor susunan sarap pusat (hipotalamus)

Amenorea primer
Sindroma Adrenogenital (AGS)

Pengertian
Bentuk ini adalah bentuk yang paling sering dari hermafroditismus feminismus, yang di
akibatkan oleh kerusakan pada sistim enzim suprarenal, sehingga terjadi kekurangan
produksi kortisol.
Akibat tidak ada kortisol, terjadi pengeluaran ACTH berlebihan, dan selanjutnya ACTH
akan merangsang suprarenal secara berlebihan.Kelenjar suprarenal menjadi besar
(hiperplasia), dan terbentuklah prekursor yang berlebihan. Prekursor-prekursor ini akan di
ubah menjadiandrogen, pregnandiol dan pregnantiol.

Diagnosis
Pengaruh androgen yang berlebihan, berupa virilisasi, atau hirsutisme pada tubuh, dan
dampak dari rendahnya hormon mineralokortikoid.
Beratnya virilisasi sangat tergantung pada usia berapa kelainan ini muncul.Akibat
pengaruh anabolik dari androgen terjadi penutupan yang lebih cepat dari tulang epifisis,
sehingga si wanita tersebut kelihatan lebih kecil dari teman-temannya. Pada bayi
ditemukan pembesaran klitoris. Pada wanita yang lebih dewasa terjadi amenorea, klitoris
membesar, atrofi pajudara, dan perubahan suara.
Pemeriksaan ginekologik diperlukan untuk membedakan jenis-jenis AGS (lihat gambar)
Pemeriksaan kromosom didapatkan kariotip XX, Barr body +.
Pemeriksaan urine di dapatkan 17-ketosteroid yang meningkat

A. Uretra berada di vagina dan keluar melalui ujung klitoris, labia minora menyatu.
B. Pembesaran klitoris, muara vagina berada di sinus urogenitalis, muara uretra
berada di pangkal klitoris yang membesar, penyatuan labia tidak sempurna
C. Pembesaran klitoris, genitalia/eksterna normal
Manajemen
Konseling
Pengobatan harus di mulai sedini mungkin. Diberikan kortikosteroidjangka panjang,
sehingga terjadi penekanan sintesis androgen.
Perlu di ketahui, bahwa penyebab kelainan ini adalah kerusakan padasistim enzim yang
tidak mungkin dapat di perbaiki. Bila produksigonadotropin suatu saat kelak normal,
maka bisa saja wanita inimendapat siklus haid normal, bahkan dapat menjadi hamil. (tipe
c)
Andai kata pengobatan tidak berhasil, harus dipikirkan adanya tumor di suprarenal dan
ovarium yang menghasilkan androgen. Penanganannya adalah dengan mengangkat tumor
tersebut.
Wanita dengan kariotip XY
Pengertian

Sindroma Feminisasi Testikuler (Androgen insensitivity), atau disebut juga Pseudohermaphrodtismus masculinus.
Kelainan kongenital ini disebabkan berkurangnya jumlah reseptor androgen di dalam
sitoplasma. Akibatnya testestoron tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga testosteron
tidak dapat di aktifkan menjadi dihidrotestosteron. Padahal yang bisa bekerja pada target
organ adalah dihidrotestosteron ini.
Kelenjar kelamin adalah testis yang relatif normal dengan sel-sel sertoli dan sel-sel
Leydig, tetapi tanpa spermatogenesis (azoospermia). Testis juga memproduksi estrogen,
sehingga wanita ini sama seperti wanita normal, bahkan tampak lebih cantik, cocok untuk
pramugari.
Diagnosis
Wanita dengan penampilan normal, cantik, datang dengan keluhan tidak pernahhaid
Payudara normal
Rambut ketiak, dan pubis tidak ada, atau sangat sedikit (hairless women)
Vagina tidak ada , atau jika ada terlihat pendek, namun introitus vagina normal
Aplasia uteri
Pemeriksaan kromosom, ditemukan ,Barr body negatif, kariotip XY
Kadar testosteron serum tinggi
Kadang-kadang di temukan testis intraabdominal, inguinal, atau labial.
Manajemen
Konseling
Karena wanita ini sudah merasakan dirinya sebagai wanita, maka tidakperlu dilakukan
tindakan apapun.
Bila di temukan testis intraabdominal perlu tindakan pengangkatan testis,karena sebanyak
10 % dari kasus dengan testis intraabdominal menjadi ganas.
Pengangkatan testis sebaiknya dilakukan, bila pertumbuhan prepubertas telah selesai.
Setelah di lakukan pengangkatan testis, perlu segera diberikan pengobatan subsitusi
dengan Estrogen.
Hipo/Agenesis Gonad
Pengertian
Dijumpai gonad yang rudimenter( tanpa folikel). Gonad terdiri hanya dari stroma
ovarium dan se-sel hilus saja, sehingga tidak mampu memproduksi estrogen. Organ
genitalia interna dan eksterna tidak terbentuk. Ada 3 bentuk dari agenesis gonad,
yaitu:
1. Ulrich -Turner Sindrom, agenesis gonad dengan tubuh kecil, anomalia
pada bagian tubuh tertentu.
2. Agenesis gonad murni, pertumbuhan tubuh tidak terganggu, tidak
ditemukan anomalia
3. Atipikal Turner sindrom (sering dengan virilisasi)
1. Ulrich -Turner Sindrom
Pengertian
Jenis ini paling banyak di temukan.
Analisa kromoson di dapatkan kariotip 45 XO. Kadang-kadang juga bentuk mosaik
45/XO-46/XX, atau bentuk mosaik komplek (45/XO-46/XX- 47/XXX). Selain
kelainan dalam jumlah kromosom, ditemukan juga kelainan morpologik dari X
-kromosom, sebagai penyebab dari agenesis gonad. Perubahan morfologik ini dapat
menyebabkan anomali yang sangat berat.

Akibat tidak ada hormon estrogen, maka alat genitalia wanita tidak terbentuk, atau
hipoplasi. Wanita tersebut terlihat pendek, leher pendek dengan batas bawah rambut
pendek (pterigium kolli), torak yang menonjol,cubitus valgus Kadang-kadang di
temukan osteoporosis. Rambut pubis dan ketiak sangat sedikit. Anomalia lain yang
dapat di temukan adalah, anak lidah yang tertarik ke dalam, spina bifida,
aortaismusstenosa, naevus pikmentosus, garis tangan lurus.
2. Agenesis Gonad Murni (Sweyer-sindrom)
Pengertian
Pada pemeriksaan kromosom didapatkan kariotip normal (46/XX, atau 46/XY;barr
body +) .
Penyebab tidak adanya folikel hingga kini belum di ketahui.
Tidak ditemukan anomalia maupun gangguan pertumbuhan.
Keluhan yang muncul di sebabkan karena tidak adanya estrogen. Uterus dan
payudara hipoplasia
3. Atipikal Turner Sindrom
Pengertian
Analisa kromosom di dapatkan mosaik (XO/XY, XO/Xy). Sel-sel hilus memproduksi
androgen, sehingga tampak gambaran virilisasi.
Diagnosis
Hipo Agenesis Gonad
Pada wanita dewasa terlihat pendek, mengeluh tidak pernah haid, tampak beberapa
anomali pada tubuh.
Pemeriksaan hormon didapatkan FSH dan LH serum yang tinggi.
Pada bayi wanita yang baru lahir terlihat edema pada kaki dan lengan.
Diagnosa pasti adalah analisa kromosom. Anomalia ekstragenital tidak begitu spesifik
, karena anomalia tersebut juga di jumpai pada Trisomi 17/18. Pada kariotip 46/XY
kadang dapat terbentuk Seminoma dan Gonadoblastoma. Ke dua tumor ini berpotensi
menjadi ganas.
Manajemen
Substitusi hormonal jangka panjang dengan estrogen, minimal sampai usia 45 tahun..
Andaikata terjadi haid, maka perlu di tambahkan progesteron.

Amenorea sekunder
Amenorea hipotalamik
Prinsip Dasar
Terjadi gangguan organik maupun fungsional pada hipotalamik.
Penyebab:
Organik:
o Kraniofaringeal
o Infeksi: meningoensefalitis
o Kelainan bawaan: sindroma olfaktogenital.
Fungsional:
Paling sering ditemukan gangguan psikis. Terjadi gangguan pengeluaran Gn-RH,
sehingga pengeluaran hormon gonadotropin berkurang. Sering dijumpai pada
pengungsi, wanita dalam penjara, perasaan takut/gelisah, stress. Menolak untuk
makan (gangguan makan), atau diet yang berlebihan , yang dikenal dengan
anoreksia nervosa. Hal ini dapat menyebabkan gangguan psikis, neurotis, dan

gangguan pada organ-organ tertentu, sehingga dapat terjadi kerusakan organ (atrofi).
Bentuk gangguan makan lain adalah Bulemia
Obat-obatan:
o Penotiazin, cimetidine, domperidon, metoclopromide HCL.
o Menghambat prolaktin inhibiting faktor, sehingga terjadi hiperprolaktin
dengan atau tanpa galaktorea.
Manajemen
Penyebab organik ditangani sesuai dengan penyebab organik tersebut.
Penyebab fungsional. Konsultasi, atau konseling.
Psikoterapi, ataupun penggunaan obat-obat psikofarmaka hanya pada keadaan yang
berat saja, seperti pada anoreksia nervosa dan bolemia. Penting diketahui, bahwa
obat-obat psikofarmaka dapat meningkatkan prolaktin. Agar merasa tetap sebegai
seorang wanita, dapat di berikan estrogen dan progesteron siklik.
Kekurangan Gn-RH. Diberikan Gn-RH pulsatif (bila mungkin), atau pemberian FSHLH dari luar.
Amenorea hipofisis
Prinsip Dasar
Penyebab
Terbanyak adalah kelainan organik, seperti Sheehan sindrom. Sheehan sindrom
terjadi akibat iskemik/nekrotik adenohipofisis pospartum (trombosis vena hipofisis).
Adenohipofisis sangan sensitif dalam kehamilan.
Produksi FSH dan LH terganggu akibat kekurangan stimulasi oleh Gn-RH.
Gejala:
Biasanya baru muncul, bila dari adenohipofisis rusak, dan biasanya hampir semua
hormon yang diproduksi oleh adenohipofisis terganggu, sehingga terjadi: amenorea,
lemah otot, hipotermi, berkurangnya produksi air susu, tidak ada rambut pubis/ketiak,
gangguan libido, gejala hipoteroid.
Tumor hipofisis
Prinsip Dasar
Beberapa tumor hipofisis dapat menyebabkan amenorea akibat tekanan masa tersebut
terhadap hipofisis, ataupun akibat gangguan dalam produksi hormon.
Kranioparingeoma merupakan tumor yang tidak memproduksi hormon. Adenoma
eosinofil, memproduksi hormon somatotropin. Prapubertas terjadi penutupan tulang
lebih awal, sedangkan setelah pubertas terjadi akromegali. Adenoma basofil
menyebabkan morbus Cushing.
Manajemen
Substitusi hormon yang kurang (FSH:LH), atau pemberian steroid seks secara siklik
Pengangkatan tumor

Sindroma Amenorea Galaktorea


Prinsip Dasar
Hampir 20% wanita dengan amenorea sekunder dijumpai hiperprolaktinemia.
Pengeluaran prolaktin dihambat oleh prolactin inhibiting factor (PIF), yang identis
dengan dopamin.
Hiperprolaktin terjadi, bila PIF tidak berfungsi, seperti pada:
o Gangguan di hipotalamus, dimana sekresi PIF berkurang
o Kerja PIF dihambat oleh obat-obat tertentu, seperti: penotiazine,
transquilaizer, psikofarmaka dan estrogen, domperidon, dan simetidin
o Kerusakan pada sistim vena portal hipofisis

o Prolaktinoma, hipertiroid, akromegali


Hiperprolaktin dapat menyebabkan :
o Sekresi FSH dan LH berkurang
o Sensitivitas ovarium terhadap FSH dan LH berkurang
o Memicu produksi air susu
o Memicu sintesis androgen di suprarenal.
o Hiperprolaktinemia dan hiperandrogenemia dapat menjebabkan
o osteoporosis
Gejala
Pada umumnya terjadi amenorea dengan atau tanpa galaktorea.
Pematangan folikel terganggu, dan ovulasi tidak terjadi. Produksi Estrogen berkurang.
Kesemua ini akan mengakibatkan infertilitas. Bila seorang wanita mengeluh sakit
kepala, disertai dengan amenorea, serta gangguan penglihatan, maka harus dipikirkan
adanya prolaktinoma.
Diagnosis
Dijumpai kadar prolaktin yang tinggi di dalam serum (normal 5-25 ng/ml).
Pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan antara jam 8-10 pagi. Kadar prolaktin > 50
ng/ml, perlu dipikirkan adanya prolaktinnoma. Sehingga dianjurkan untuk
pemeriksaan kampimetri, dan foto selatursika. Untuk melihat mikroprolaktinoma,
dianjurkan penggunaan CT scan, atau MRI.
Untuk mengetahui, apakah hiperprolaktinemia tersebut disebabkan oleh prolaktinoma,
atau oleh penyebab yang lain, dapat dilakukan uji provokasi atau untuk mengetahui
apakah operasi prolaktinoma berhasil atau tidak. Kadang-kadang dengan CT scanpun
mikroadenoma tidak dapat ditemukan. Berikut ini beberapa uji provokasi: (pilih satu)
o Uji dengan TSH (berikan terapi sulih hormon)
TSH diberikan intravena dengan dosis antara 100-500 ug. 15-25 menit
kemudian terjadi peningkatan prolaktin serum. Pada wanita yang tidak
menderita prolaktinoma terjadi peningkatan prolaktin 4- 14 kali harga
normal,sedangkan wanita dengan prolaktinoma pemberian TSH tidak dijumpai
perubahan kadar Prolaktin serum.
o Uji dengan Cimetidine (Tagamet)
Cimetidine adalah histamin-reseptor antagonis. Pemberian 200 mg intravena
terjadi peningkatan prolaktin serum, dan mencapai maksimum 15-20 menit
setelah suntikan. Pada penderita prolaktinoma, uji ini tidak meningkatkan
prolaktin serum.
o Uji dengan Domperidon (Motillium)
Pemberian 10 mg intravena meningkatakan kadar prolaktin serum 8 -11 kali
nilai normal. Pada penderita prolaktinoma tidak dijumpai peningkatan
prolaktin serum.

Manejemen
Obat yang paling banyak digunakan untuk menurunkan kadar prolaktin adalah
bromokriptin. Dosis obat sangat tergantung dari kadar prolaktin yang ditemukan saat
itu. Kadar prolaktin 25-40 ng/ml, dosis bromikriptin cukup 1 x 2,5 mg/hari,
sedangkan kadar prolaktin serum >50 ng/ml, diperlukan dosis 2 x 2,5 mg/hari. Efek
samping yang sering adalah mual, serta hipotensi (pusing). Apakah dosis yang
diberikan telah efektif, sangat tergantung dari kadar prolaktim serum. Setiap selesai
satu bulan pengobatan, kadar prolaktin serum harus diperiksa. Jangan sampai kadar
prolaktin berada di bawah nilai normal, karena dapat menggganggu fungsi korpus
luteum. Bila wanita tersebut hamil, pemberian bromokriptin harus dihentikan
(teratogenik ?), dan perlu dilakukan kampimetri secara teratur. Hormon estrogen yang
tinggi dalam kehamilan dapat menyebabkan prolaktinoma membesar, sehingga
sebelum merencanakan kehamilan, perlu dipikirkan untuk pengangkatan tumor
terlebih dahulu. Wanita harus mengikuti kontrasepsi (progestogen saja, IUD).
Tidak semua wanita dengan hiperprolaktinemia dijumpai galaktorea. Pemberian
bromokriptin pada wanita dengan galaktorea tanpa hiperprolaktinemia tidak
memberikan efek apapun.
Amenorea ovarium
Pengertian
Kedua ovarium tidak terbentuk, atau hipoplasia, seperti pada sindroma turner, atau ke
dua ovarium masih ada, namun tidak ditemukan folikel (menopause prekok) atau
folikel tersedia, namun resisten terhadap gonadotropin (sindroma ovarium resisten
gonadotropin).
Pasien umumnya infertil, dan miskipun masih ada folikel, tetap tidak bereaksi
terhadap pemberian gonadotropin.
Gambaran sek sekunder kurang terbentuk
Untuk membedakan menopause prekok dan sindrom ovarium resisten, perlu
dilakukan biopsi ovarium. Hasil PA : menopause prekok tidak ditemukan folikel.
Sindrom ovarium resisten masih ditemukan folikel.
Manajemen
Untuk menekan sekresi FSH dan dapat diberikan estrogen dan progesteron, atau
estrogen saja secara siklik.
Selain itu untuk menekan sekresi FSH dan LH yang berlebihan dapat juga diberikan
Gn-RH analog selama 6 bulan. Pada menopause prekok maupun sindroma ovarium
resisten gonadotropin, steroid seks diberikan sampai terjadi haid. Kemungkinan
menjadi hamil sangat kecil.
Tumor ovarium
Pengertian
Tumor ovarium yang tidak memproduksi hormon. Tumor jenis ini merusak seluruh
jaringan ovarium.
Tumor ovarium yang memproduksi hormon:
o Tumor yang menghasilkan androgen. Androgen yang tinggi akan menekan
sekresi gonadotropin.
o Selain itu ditemukan hirsutismes, hipertropi klitoris, perubahan suara, akne
dan seborrea.

o Tumor yang memproduksi estrogen. Sebenarnya jarang ditemukan amenorea.


Paling sering terjadi perdarahan yang memanjang, akibat hiperplasia
endometrium. Penyebab terjadi amenorea belum jelas.

Amenorea Uteriner

Prinsip Dasar
Andaikata telah diberikan stimulasi dengan steroid seks (estrogen dan progesteron)
tetap saja tidak terjadi perdarahan, maka perlu dipikirkan:
o Aplasia uteri. Uterus dan endometrium tidak ada. (amenorea uteriner primer)
o Kerusakan pada endometrium akibat perlengketan (sindrom Asherman), atau
adanya infeksi berat (TBC) disebut sebagai amenorea uteriner sekunder.
o Endometrium ada dan normal, tetapi tidak bereaksi sama sekali terhadap
hormon.
DIAGNOSIS
Amenorea
Anamnesis
o Usia menars. Gangguan psikis, aktivitas fisik berlebihan, menderita penyakit
DM, penyakit lever atau riwayat penyakit lever, gagguan tiroid (riwayat
operasi), penembahan, atau pengurangan berat badan, sedang atau riwayat
penggunaan obat psikofarmaka, obat-obat penurunan/penambahan berat
badan, obat-obat tradisional, frekuensi seksual.
Pemeriksaan fisik
o Berat badan, tinggi badan, pertumbuhan payudara, pertumbuhan rambut pubis
dan ketiak, perut membesar, akne, seborrhoe, pembesaran klitoris, deformitas
torak.
o Pemeriksaan ginekologik: singkirkan kehamilan, pemeriksaan genitalia
interna/eksterna.
Pemeriksaan Penunjang
Laparaskopi
o Dapat mengetahui adanya hipoplasia uteri berat,aplasia uteri,disgenesis
ovarium,tumor ovarium,ovarium polikistik (sindrom Stein-Leventhal),dsb
Pemeriksaan Kromatin seks
o Apakah penderita secara genetik seorang wanita
Pembuatan kariogram

o Untuk mempelajari hal-ikhwal kromosom,eg: fenotip tidak cocok dengan


genotip
Uji Progesteron
Uji progestogen positif:
o Bagi wanita yang belum menginginkan anak, cukup diberikan P dari hari ke
16 sampai hari ke 25 siklus haid. Pengobatan berlangsungselama 3 siklus
berturut-turut. Setelah itu di lihat , apakah siklus haid menjadi normal
kembali, atau tidak. Kalau masih belum terjadi juga siklus haid normal, maka
pengobatan dilanjutkan lagi, sampai terjadi siklus haid yang normal lagi.
o Perlu diingat, bahwa akibat pengaruh E yang terus menerus dapat
menyebabkan hiperplasia endometrii, dan risiko terkena kanker endomtrium
lebih besar. Pemberian P pada wanita ini sekaligus mencegah kanker
endometrium. Masalah akan muncul, bila wanita tersebut telah mendapat
siklus haid normal, namun belum ingin punya anak. Untuk itu, perlu
dianjurkan penggunaan kontrasepsi, seperti IUD, atau yang paling sederhana
adalah pemberian pil kontrasepsi kombinasi dosis rendah.
Uji progestogen negatif
o Wanita dengan uji P negatif, dilakukan uji estrogen dan progesteron (Uji E+P)
Diberikan estrogen selama 21 hari, dan dari ke 12 sampai hari ke 21 diberikan
progesteron 5 -10 mg/hari. Jenis estrogen seperti etinilestradiol (50 ug),
estrogen valerianat (2 mg), atau estrogen konyugasi (0,625 mg). Paling
sederhana adalahpemberian pil kontrasepsi kombinasi. Uji E+P dikatakan
positif, bila 2 atau 3 hari kemudian terjadi perdarahan (bervariasi), dan bila
tidak terjadi perdarahan, uji E+P dikatakan negatif, yang artinya ada gangguan
di uterus (Asherman sindrom), atau atresia genitalia distal.
Uji E+P positif
o Uji E+P positif artinya wanita tersebut hipoestrogen. Terjadi gangguan
pembentukan E di folikel. Selanjutnya perlu dicari penyebabnya dengan
analisa hormonal. FSH dan LH rendah/normal,PRL normal. Biasanya dengan
atau tanpa tumor hipofisis, sehingga perlu pemeriksaan radiologik. Diagnosis
adalah amenorea hipogonadotrop, dengan atau tanpa tumorhipofisis.
Penyebabnya adalah insufisiensi hipotalamus hipofisis.
o Bila hasil analisa hormonal ditemukan FSH , atau LH yang tinggi, pRL
normal, maka penyebab amenoreanya adalah di ovarium (insufisiensi
ovarium), misalnya menopause prekok. Diagnosisnya adalah amenorea
hipergonadotrop. Selanjutnya perlu dilakukan biopsi ovarium per
Laparoskopi. Bila hasil hormon FSH dan LHsangat rendah, maka perlu
dilakukan uji stimulasi dengan HMG (Uji HMG) untuk memicu fungsi
ovarium. Ovarium yang normal akanmemproduksi E, yang dapat diperiksa
melalui urine atau darah (Uji HMG+).

Uji FSH-LH serum


Kondisi Awal
Wanita dewasa normal

Pada keadaan
hipogonadotropik :
masa pubertas
disfungsi hipotalamus-hipofise
Pada keadaan
hipergonadotropik :
masa postmenopause
oophorektomi dan kegagalan
ovarium

FSH serum
5 30 IU/L, dengan
kadar puncak saat
ovulasi mencapai 2X
kadar basal
< 5 IU/L

> 30 IU/L

LH serum
5 20 IU/L
dengan kadar
puncak saat
ovulasi mencapai
3X kadar basal
< 5 IU/L

> 40 IU/L

Uji hMG (human menopausal gonadotropin)


o Dilakukan bila FSH dan LH sangat rendah, maka dilakukan uji hMG untuk
memicu fungsi ovarium, dimana ovarium yang normal akan memproduksi
estrogen yang dapat diperiksa melalui urin atau darah.
Uji HMG positif
o Amenorea terjadi karena kurangnya produksi gonadotropin dihipofisis, atau
produksi LH-RH di hipotalamus. Amenorea disebabkan karena gangguan
sentral berupa hipogonadotrophipogonadism.
Uji HMG negatif
o Ovarium tidak memiliki folikel, atau memiliki folikel, tetapi tidaksensitif
terhadap gonadotropin, seperti pada kasus sindroma ovarium resisten.
o Bila ditemukan kadar FSH dan LH normal sampai rendah , makaperlu di
periksa PRL. Kadar serum PRL melebihi kadar normal, termasuk kasus
dengan hiperprolaktin Pemeriksaan radiologik dapat atau tidak ditemukan
tumor hipofisis (Prolaktinom).Diagnosis wanita ini adalah amenorea
hiperprolaktinemia, danbila di temuakan tumor hipofisis, maka
penyebabnya mikro pada makro-prolatinoma, sedangan yang tanpa tumor
hipofisis, penyebabnya tidak di ketahui. Kadar PRL,FSH dan LH normal,
( amenorea normoprolaktin ), maka tindakan selanjutnya dapatdilakukan uji
stimulasi dengan klomifen sitrat (uji klomifen).Klomifen di berikan 100
mg/hari, selama 5-10 hari. Uji klomifen dikatakan +, bila selama penggunaan
klomifen di jumpai penigkatan FSH dan LH serum dua kali lipat, dan7 hari
setelah penggunaan klomifen, dijumpai peningkatan serum estradiol
palingsedikit 200 pg/ml. Darah untuk pemeriksaan FSH,LH dan E2 diambil

dari ke 7 penggunaan klomifen sitrat.Peningkatan hormon gonadotropin


menunjukkan hipofisis normal.
o Pada wanita dengan uji P+ terjadi perdarahan, dan terjadipeningkatan kadar
serum progesteron (Ovulasi +)
o Pada uji klomifen negatif, dapat dilakukan uji stimulasi dengan LHRH(uji
LH-RH). Uji ini untuk mengetahui fungsi parsial adenohipofisis, apakah selsel yang memproduksi FSH dan LH mampu mengeluarkan FSH dan LH, bila
diberikan LH-RH dari luar.LH-RH diberikan dengan dosis 25-100 ug,
intravena. Tiga puluh menit setelah pemberian LH-RH, dilakukan pengukuran
kadar LH dan FSH plasma.
o Uji LH-RH dikatakan +, bila dijumpai kadar FSH dan LH yang normal,
ataupun tinggi. Disini dapat disimpulkan adanya gangguan di hipotalamus,
sedangkan bila tidak dijumpai peningkatan, berarti ada kelainan di hipofisis.
Uji 17-ketosteroid
o Hasil metabolisme hormon steroid dari adrenal korteks yang dikeluarkan di
urine 24 jam
o Penurunan kadar 17-KS menujukkan hipofungsi kortek adrenal (misal pada
penyakit Addisons) hipogonadisme, hipopituitarisme, miksedema, nefrosis,
dan obat-obat: deuretik, tiazid, estrogen, kontrasepsi oral, reserpin,
klordiazepoksida, promazin, quinidin, meprobamat, dan salisilat.
o Peningkatan kadar 17-KS ditemukan pada hiperfungsi kortek adrenal, sindrom
cushings, karsinoma adrenocorte, tumopr testis, tumor ovarium, infeksi dan
stres hebat, serta obat-obat: ACTH, antibiotika, fenitoin, deksametason, dan
spironolakton.
Nilai normal :
Dewasa pria : 8-25 mg/24 jam
Wanita : 5-15 mg/24 jam
Bayi : < 1 mg/24 jam
Anak 1-3 tahun : < 2 mg/24 jam
Anak 3-6 tahun : < 3 mg/24 jam
Remaja wanita : 3-12 mg/24 jam
Lansia : 4-8 mg/24 jam
Foto Rontgen
o Di Thoraks adanya TB pulmonum dan dari politomografi sella tursika apakah
ada perubahan di sella tersebut
Pemeriksaan Sitologi vagina
o Adanya estrogen dan pengaruhnya
Tes toleransi Glukosa
o Ada tidaknya DM
Pemeriksaan mata
o Mengetahui keadaan retina dan luas pandang visus bila ada tumor hipofisis
Kerokan Uterus
o Keadaan endometrium dan bila ada endometritis tuberkulosa
Pemeriksaan Metabolisme Basal
o Fungsi tiroid

TATALAKSANA

Manajemen amenorea pada wanita dengan uji P negatif dan uji E-P Positif
o
Pada wanita dengan hiperprolaktin, ditangani dengan pemberian
bromokriptin. Pada normoprolaktin cukup pemberian Estrogenprogesteron
siklik, meskipun cara ini tidak mengobati penyebab dari amenorea tersebut.
Bila di duga kelainan di hipofisis, maka untuk memicu ovarium dapat di
berikan hMG+hCG , sedangkankelainan di hipotalamus dapat diberikan LHRH
Manajemen amenorea pa da wanita dengan uji P dan E+ P negatif
o Pemeriksaan FSH, LH, PRL serum, dan bila normal, maka diagnosisnya
adalah
normogonadotrop
amenorea,
denganpenyebabnya
defek
endometrium (aplasia uteri, sindroma asherman, TBC).

PROGNOSIS

Pengelolaan pada pasien ini tergantung dengan penyebab. Bila penyebab adalah kelainan
genetik, prognosa kesembuhan buruk. Menurut beberapa penelitian, dapat dilakukan terapi
sulih hormon, namun fertilitas belum tentu dapat dipertahankan.

KOMPLIKASI

Komplikasi yang paling ditakutkan dari amenorrhea adalah infertilitas. Komplikasi lainnya
adalah tidak percaya dirinya penderita sehingga dapat menggangu kompartemen IV dan
terjadilah lingkaran setan terjadinya amenorrhea. Komplikasi lainnya munculnya gejalagejala lain akibat insufisiensi hormon seperti osteoporosis.

Oligomenorrhea
DEFINISI
Oligomenorea merupakan suatu keadaan dimana siklus haid memanjang lebih dari 35 hari,
sedangkan jumlah perdarahan tetap sama. Wanita yang mengalami oligomenorea akan
mengalami haid yang lebih jarang daripada biasanya. Namun, jika berhentinya siklus haid
berlangsung lebih dari 3 bulan, maka kondisi tersebut dikenal sebagai amenorea sekunder.
PENYEBAB
Oligomenorea biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal pada aksis
hipotalamus-hipofisis-ovarium. Gangguan hormon tersebut menyebabkan lamanya siklus
haid normal menjadi memanjang, sehingga haid menjadi lebih jarang terjadi. Oligomenorea

sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang
terjadinya menopause. Oligomenorea yang terjadi pada masa-masa itu merupakan variasi
normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi antara hipotalamus, hipofisis dan
ovarium pada awal terjadinya haid pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga
timbul gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, oligomenorea dapat
juga terjadi pada:
Gangguan indung telur, misal : Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS)
Stres dan depresi
Sakit kronik
Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
Penurunan berat badan berlebihan
Olahraga berlebihan, misal atlit
Adanya tumor yang melepaskan estrogen
Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran
darah haid
o
Penggunaan obat-obatan tertentu
Umumnya oligomenorea tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus, dapat
menyebabkan gangguan kesuburan. Pemeriksaan ke dokter kandungan harus dilakukan ketika
oligomenorea berlangsung lebih dari 3 bulan dan mulai menimbulkan gangguan kesuburan.
o
o
o
o
o
o
o
o

GEJALA
Gejala oligomenorrhea terdiri dari periode menstruasi yang lebih panjang dari 35 hari dimana
hanya didapatkan 4-9 periode dalam 1 tahun. Beberapa wanita dengan oligomenorrhea
mungkin sulit hamil. Bila kadar estrogen yang menjadi penyebab, wanita tersebut mungkin
mengalami osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. Wanita tersebut juga memiliki resiko
besar untuk mengalami kanker uterus.
TERAPI
Pengobatan oligomenorrhea tergantung dengan penyebab1. Pada oligomenorrhea dengan
anovulatoir serta pada remaja dan wanita yang mendekati menopouse tidak memerlukan
terapi6. Perbaikan status gizi pada penderita dengan gangguan nutrisi dapat memperbaiki
keadaan oligomenorrhea. Oligomenorrhea sering diobati dengan pil KB untuk memperbaiki
ketidakseimbangan hormonal. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik juga sering diterapi
dengan hormonal. Bila gejala terjadi akibat adanya tumor, operasi mungkin diperlukan.
Pengobatan alternatif lainnya dapat menggunakan akupuntur atau ramuan herbal.
KOMPLIKASI
Komplikasi yang paling menakutkan adalah terganggunya fertilitas dan stress emosional pada
penderita sehingga dapat meperburuk terjadinya kelainan haid lebih lanjut. Prognosa akan
buruk bila oligomenorrhea mengarah pada infertilitas atau tanda dari keganasan1.

Polimenorrhea
DEFINISI

Ketika seorang wanita mengalami siklus haid yang lebih sering (siklus haid yang lebih
singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea
akan mengalami haid hingga dua kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan
jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya.
Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia merupakan suatu
perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada metroragia, haid terjadi
dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit.
ETIOLOGI
Timbulnya haid yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita
yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem
hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium.
Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi
(pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu
siklus haid normal sehingga didapatkan haid yang lebih sering. Gangguan keseimbangan
hormon dapat terjadi pada:
o
3-5 tahun pertama setelah haid pertama
o
Beberapa tahun menjelang menopause
o
Gangguan indung telur
o
Stress dan depresi
o
Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
o
Penurunan berat badan berlebihan
o
Obesitas
o
Olahraga berlebihan, misal atlit
o
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan, aspirin, NSAID, dll
Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus
menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan
hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea
dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan
hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur).
Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.
TERAPI
Keadaan ini dapat diperbaiki dengan menggunakan terapi hormonal. Stadium proliferasi
dapat diperpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi dapat diperpanjang dengan
kombinasi estrogen-progesteron.

Kelainan Jumlah Darah Haid


Hipermeroea(Menorrhagia)
DEFINISI
Menoragia atau hipermenorea adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih
dari 80ml/hari) atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari), kadang disertai dengan bekuan
darah sewaktu haid. Siklus haid yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari
dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari.
GEJALA
Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:

Perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
Perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari
haid berlangsung lebih dari 7 hari
Darah haid dapat berupa gumpalan-gumpalan darah
Haid yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk
dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah
sehingga memicu terjadinya anemia. Terdapat tanda-tanda anemia, seperti napas lebih
pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.

ETIOLOGI
Timbulnya perdarahan yang berlebihan saat terjadinya haid (menoragia) dapat terjadi akibat
beberapa hal, diantaranya:
1. Adanya kelainan organik, seperti:
infeksi saluran reporduksi
kelainan koagulasi (pembekuan darah), misal : akibat von willebrand disease,
kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
o
Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau
gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan
faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.
o
o

2. Kelainan hormon endokrin misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal,
tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
3. Kelainan anatomi rahim seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia
endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
4. Iatrogenik : misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obatobatan anti-inflamasi dan obat-obatan antikoagulan
GEJALA
Penderita menoragia dapat mengalami beberapa gejala seperti:
o
Perlu mengganti pembalut hampir setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
o
Perlunya mengganti pembalut di malam hari atau pembalut ganda di malam hari
o
haid berlangsung lebih dari 7 hari
o
Darah haid dapat berupa gumpalan-gumpalan darah
o
Haid yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak
untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak
darah sehingga memicu terjadinya anemia. Terdapat tanda-tanda anemia, seperti napas
lebih pendek, mudah lelah, pucat, kurang konsentrasi, dll.

TERAPI

Terapi menorrhagia sangat tergantung usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, ukuran
uterus keseluruhan, dan ada tidaknya fibroid atau polip. Spektrum pengobatannya sangat luas
mulai dari pengawasan sederhana, terapi hormon, operasi invasif minimal seperti
pengangkatan dinding endometrium (endomiometrial resection atau EMR), polip
(polipektomi), atau fibroid (miomektomi) dan histerektomi (pada kasus yang refrakter).
Dapat juga digunakan herbal yarrow, nettles purse, agrimony, ramuan cina, ladies mantle,
vervain dan raspbery merah yang diperkirakan dapat memperkuat uterus. Vitex juga
dianjurkan untuk mengobati menorrhea dan sindrom pre-mentrual. Dianjurkan juga
pemberian suplemen besi untuk mengganti besi yang hilang melalui perdarahan. Vitamin
yang diberikan adalah vitamin A karena wanita dengan lehilangan darah hebat biasanya
mengalami penurunan kadar vitamin A dan K yang dibutuhkan untuk pembekuan darah.
Vitamin C, zinc dan bioflavinoids dibutuhkan untuk memperkuat vena dan kapiler.

PROGNOSIS
Prognosis pada semua ketidakteraturan adalah baik bila diterapi dari awal.

Hipomenorhea
Definisi
Hipomenorea adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari
biasa. Penyebab Hipomenorea disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang
akibat dari kurang gizi, penyakit menahun maupun gangguan hormonal

Perdarahan diluar haid

Metrorrhagia
DEFINISI
Metroragia adalah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di antara dua waktu haid. Pada
metroragia, haid terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih
sedikit. Metroragia tidak ada hubungannya dengan haid, namun keadaan ini sering dianggap
oleh wanita sebagai haid walaupun hanya berupa bercak
KLASIFIKASI

1.
2.

Metroragia oleh karena adanya kehamilan, seperti abortus, kehamilan ektopik.


Metroragia diluar kehamilan

PENYEBAB
1. Metroragia diluar kehamilan dapat disebabkan oleh luka yang tidak sembuh, carcinoma
corpus uteri, carcinoma cervicitis, peradangan dari haemorrhagis (seperti kolpitis
haemorrhagia, endometritis haemorrhagia), hormonal.
2. Perdarahan fungsional:
o
Perdarahan Anovulatoar, disebabkan oleh psikis, neurogen, hypofiser, ovarial (tumor
atau ovarium yang polikistik) dan kelainan gizi, metabolik, penyakit akut maupun kronis.
o
Perdarahan Ovulatoar, akibat korpus luteum persisten, kelainan pelepasan
endometrium, hipertensi, kelainan darah dan penyakit akut ataupun kronis.

Gangguan lain yang ada hubungan dengan haid


Dismenorrhea
DEFINISI
Adalah nyeri sewaktu haid. Dismenorea terjadi pada 30-75 % wanita dan memerlukan
pengobatan. Etiologi dan patogenesis dari dismenore sampai sekarang belum jelas.
Klasifikasi
1

Dismenorea Primer (dismenore sejati, intrinsik, esensial ataupun fungsional); adalah


nyeri haid yang terjadi sejak menarche dan tidak terdapat kelainan pada alat
kandungan. Sebab : psikis; (konstitusionil: anemia, kelelahan, TBC); (obstetric :
cervic sempit, hyperanteflexio, retroflexio); endokrin (peningkatan kadar
prostalandin, hormon steroid seks, kadar vasopresin tinggi). Etiologi : nyeri haid dari
bagian perut menjalar ke daerah pinggang dan paha, terkadang disertai dengan mual
dan muntah, diare, sakit kepala dan emosi labil. Terapi : psikoterapi,
analgetika(ibuprofen dan naproxen), hormonal.

Dismenorea Sekunder; terjadi pada wanita yang sebelumnya tidak mengalami


dismenore. Hal ini terjadi pada kasus infeksi, mioma submucosa, polip corpus uteri,
endometriosis, retroflexio uteri fixata, gynatresi, stenosis kanalis servikalis, adanya
AKDR, tumor ovarium. Terapi : causal (mencari dan menghilangkan penyebabnya).

Pre Menstrual Tension (Ketegangan Pra Haid)


DEFINISI
Ketegangan sebelum haid terjadi beberapa hari sebelum haid bahkan sampai menstruasi
berlangsung. Terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesterom menjelang
menstruasi. Pre menstrual tension terjadi pada umur 30-40 tahun.
GEJALA
dari pre menstrual tension adalah gangguan emosional; gelisah, susah tidur; perut kembung,
mual muntah; payudara tegang dan sakit; terkadang merasa tertekan
TERAPI
Olahraga, perubahan diet (tanpa garam, kopi dan alkohol); mengurangi stress; konsumsi
antidepressan bila perlu; menekan fungsi ovulasi dengan kontrasepsi oral, progestin;
konsultasi dengan tenaga ahli, KIEM untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mastodinia atau Mastalgia


DEFINISI
Adalah rasa tegang pada payudara menjelang haid.
ETIOLOGI
Disebabkan oleh dominasi hormon estrogen, sehingga terjadi retensi air dan garam yang
disertai hiperemia didaerah payudara.

Mittelschmerz (Rasa Nyeri pada Ovulasi)


DEFINISI
Adalah rasa sakit yang timbul pada wanita saat ovulasi, berlangsung beberapa jam sampai
beberapa hari di pertengahan siklus menstruasi. Hal ini terjadi karena pecahnya folikel Graff.
Lamanya bisa beberapa jam bahkan sampai 2-3 hari. Terkadang Mittelschmerz diikuti oleh
perdarahan yang berasal dari proses ovulasi dengan gejala klinis seperti kehamilan ektopik
yang pecah.
PE N G O B ATA N
Setelah menegakkan diagnosa (diagnosis?, mohon koreksi) dan setelah menyingkirkan
berbagai kemungkinan kelainan organ, teryata tidak ditemukan penyakit lainnya, maka
langkah selanjutnya adalah melakukan prinsip-prinsip pengobatan sebagai berikut:
1. Menghentikan perdarahan.
2. Mengatur menstruasi agar kembali normal
3. Transfusi jika kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 8 gr%.
Menghentikan perdarahan.
Langkah-langkah upaya menghentikan perdarahan adalah sebagai berikut:
Kuret (curettage).
Hanya untuk wanita yang sudah menikah. Tidak bagi gadis dan tidak bagi wanita menikah
tapi belum berhubungan intim
O b a t (medikamentosa)
1. Golongan estrogen.
Pada umumnya dipakai estrogen alamiah, misalnya: estradiol valerat (nama generik) yang
relatif menguntungkan karena tidak membebani kinerja liver dan tidak menimbulkan
gangguan pembekuan darah. Jenis lain, misalnya: etinil estradiol, tapi obat ini dapat
menimbulkan gangguan fungsi liver.
Dosis dan cara pemberian:

Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 2,5 mg diminum selama 7-10 hari.

Benzoas estradiol: 20 mg disuntikkan intramuskuler. (melalui bokong)

Jika perdarahannya banyak, dianjurkan nginap di RS (opname), dan diberikan


Estrogen konyugasi (estradiol valerat): 25 mg secara intravenus (suntikan lewat
selang infus) perlahan-lahan (10-15 menit), dapat diulang tiap 3-4 jam. Tidak boleh
lebih 4 kali sehari.

2. Obat Kombinasi
Obat golongan ini diberikan secara bertahap bila perdarahannya banyak, yakni 41 tablet
selama 7-10 hari, kemudian dilanjutkan dengan dosis 11 tablet selama 3 hingga 6 siklus.
*wuih, lamanya*
3. Golongan progesteron
Obat untuk jenis ini, antara lain:

Medroksi progesteron asetat (MPA): 10-20 mg per hari, diminum selama 7-10 hari.

Norethisteron: 31 tablet, diminum selama 7-10 hari.

Mengatur menstruasi agar kembali normal


Setelah perdarahan berhenti, langkah selanjutnya adalah pengobatan untuk mengatur siklus
menstruasi, misalnya dengan pemberian:
Golongan progesteron: 21 tablet diminum selama 10 hari. Minum obat dimulai pada hari ke
14-15 menstruasi.
Transfusi jika kadar hemoglobin kurang dari 8 gr%.
Yang ini, mau tidak mau nginap di Rumah Sakit atau klinik. Oya, hampir ketinggalan,
sekedar diketahui, sekantong darah (250 cc) diperkirakan dapat menaikkan kadar hemoglobin
(Hb) 0,75 gr%. Ini berarti, jika kadar Hb ingin dinaikkan menjadi 10 gr% maka kira-kira
perlu sekitar 4 kantong darah.
PRAKIRAAN HASIL PENGOBATAN (Prognosis)
Hasil pengobatan bergantung kepada proses perjalanan penyakit (patofisiologi)

Penegakan diagnosa yang tepat dan regulasi hormonal secara dini dapat memberikan
angka kesembuhan hingga 90 %.

Pada wanita muda, yang sebagian besar terjadi dalam siklus anovulasi, dapat diobati
dengan hasil baik, or sukses.

4. Istihadah dalam hukum islam


-

Perbedaan haid & istihadah

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam diadukan oleh Hamnah radhiallahu


anha tentang istihadlah yang menimpanya, beliau berkata : Yang demikian hanyalah satu
gangguan/dorongan dari setan.

Atau dalam riwayat Shahihain dari hadits Fathimah bintu Abi Hubaisy, beliau
mengatakan tentang istihadlah : Yang demikian itu hanyalah darah dari urat bukan haid.
Hal ini menunjukkan bahwa istihadlah tidak sama dengan haid yang sifatnya alami,
artinya mesti dialami oleh setiap wanita yang normal sebagai salah satu tanda baligh. Namun
istihadlah adalah satu penyakit yang menimpa kaum hawa dari perbuatannya syaithan yang
berjalan di tubuh anak Adam seperti jalannya darah. Syaithan ingin memberikan keraguan
terhadap anak Adam dalam pelaksanaan ibadahnya dengan segala cara. Kata Al Imam As
Shanani dalam Subulus Salam (1/159) : Makna sabda Nabi : (Yang demikian hanyalah satu
dorongan/gangguan dari syaithan) adalah syaithan mendapatkan jalan untuk membuat
kerancuan terhadapnya dalam perkara agamanya, masa sucinya dan shalatnya hingga
syaithan menjadikannya lupa terhadap kebiasaan haidnya.
Al Imam As Shanani melanjutkan : Hal ini tidak menafikkan sabda Nabi yang
mengatakan bahwa darah istihadlah dari urat yang dinamakan aadzil karena dimungkinkan
syaithan mendorong urat tersebut hingga terpancar darah darinya. (Subulus Salam 1/159)
Keberadaan darah istihadlah bersama darah haid merupakan suatu masalah yang rumit,
kata Ibnu Taimiyyah, hingga harus dibedakan antara keduanya. Caranya bisa dengan adat
(kebiasaan haid) atau dengan tamyiz (membedakan sifat darah).
Perbedaan antara darah istihadlah dengan darah haid adalah darah haid merupakan darah
alami, biasa dialami wanita normal dan keluarnya dari rahim sedangkan darah istihadlah
keluar karena pecahnya urat, sifatnya tidak alami (tidak mesti dialami setiap wanita) dan
keluarnya dari urat yang ada di sisi rahim. Ada perbedaan lain dari sifat darah haid bila
dibandingkan dengan darah istihadlah :
1. Perbedaan warna. Darah haid umumnya hitam sedangkan darah istihadlah umumnya
merah segar.
2. Kelunakan dan kerasnya. Darah haid sifatnya keras sedangkan istihadlah lunak.
3. Kekentalannya. Darah istihadlah mengental sedangkan darah haid sebaliknya.
4. Aromanya. Darah haid beraroma tidak sedap/busuk.
-

Menjalankan ibadah dalam keadaan suci / tidak suci dalam islam

Islam tidaklah melarang umatnya untuk beribadah, selama tidak melanggar aturan. Karena
setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan.
Allah menegaskan dalam firman-Nya,





Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin. (QS.
Al-Hijr: 99)
Para ulama tafsir sepakat bahwa makna Al-Yaqin pada ayat di atas adalah kematian.
Tak terkecuali wanita haid. Islam tidaklah melarang mereka untuk melakukan semua ibadah.
Sekalipun kondisi datang bulan, membatasi ruang gerak mereka untuk melakukan amalan
ibadah. Wanita haid masih bisa melakukan amalan ibadah, selain amalan yang dilarang dalam
syariat, diantaranya;
Pertama, shalat

Dari Abu Said radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

















Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah
kekurangan agama si wanita. (Muttafaqun alaih, HR. Bukhari no. 1951 dan Muslim
no. 79)
Kedua, puasa
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Said radhiyallahu anhu di atas.
Ketiga, thawaf di kabah
Aisyah pernah mengalami haid ketika berhaji. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa
sallam memberikan panduan kepadanya,













Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari
melakukan thawaf di Kabah hingga engkau suci. (HR. Bukhari no. 305 dan
Muslim no. 1211)
Keempat, menyentuh mushaf
Orang yang berhadats (hadats besar atau hadats kecil) tidak boleh menyentuh mushaf
seluruhnya ataupun hanya sebagian. Inilah pendapat para ulama empat madzhab. Dalil dari
hal ini adalah firman Allah Taala,






Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan (QS. Al Waqiah:
79)
Dalil lainnya adalah sabda Nabi alaihish shalaatu was salaam,

Tidak boleh menyentuh Al Quran kecuali engkau dalam keadaan


suci. (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini
shahih)
Kelima, Itikaf
Inilah adalah pendapat mayoritas ulama dari madzhab Maliki, Syafii, dan Hambali.
Sementara madzhab Hanafi menyatakan bahwa itikaf wanita haid tidak sah, karena mereka
mempersyaratkan orang yang Itikaf harus dalam keadaan puasa di siang harinya. Sementara
wanita haid, tidak boleh puasa.
Pendapat yang berbeda dalam hal ini adalah madzhab Zahiriyah.
Pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah pendapat mayoritas ulama bahwa wanita haid
tidak boleh melakukan Itikaf. Dalilnya, firman Allah,















Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu
dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu
ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam Keadaan
junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi(QS. An-Nisa:
43).
Keenam, hubungan intim
Allah Taala berfirman,





Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari (hubungan intim
dengan) wanita di waktu haid. (QS. Al Baqarah: 222).
Selain enam jenis ibadah di atas, masih banyak amalan ibadah yang bisa dilakukan wanita
haid. Diantaranya,
1.

2.

3.

4.

5.

6.
7.

Membaca Al-Quran tanpa menyentuh lembaran mushaf.


InsyaaAllah, ini pendapat yang lebih kuat. Penjelasan selengkapnya
bisa anda pelajari di:Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran.
Boleh menyentuh ponsel atau tablet yang ada konten Al-Qurannya.
Karena benda semacam ini tidak dihukumi Al-Quran. Sehingga, bagi
wanita haid yang ingin tetap menjaga rutinitas membaca Al-Quran,
sementara dia tidak memiliki hafalan, bisa menggunakan bantuan alat,
komputer, atau tablet atau semacamnya.
Berdzikir dan berdoa. Baik yang terkait waktu tertentu, misalnya
doa setelah adzan, doa seusai makan, doa memakai baju atau doa
hendak masuk WC, dll.
Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin, seperti memperbanyak
tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah),
dan zikir lainnya. Ulama sepakat wanita haid atau orang junub boleh
membaca dzikir. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 25881)
Belajar ilmu agama, seperti membaca membaca buku-buku islam.
Sekalipun di sana ada kutipan ayat Al-Quran, namun para ulama
sepakat itu tidak dihukumi sebagaimana Al-Quran, sehingga boleh
disentuh.
Mendengarkan ceramah, bacaan Al-Quran atau semacamnya.
Bersedekah, infak, atau amal sosial keagamaan lainnya.

8.

Menyampaikan kajian, sekalipun harus mengutip ayat Al-Quran.


Karena dalam kondisi ini, dia sedang berdalil dan bukan membaca AlQuran.

Dan masih banyak amal ibadah lainnya yang bisa menjadi sumber pahala bagi wanita haid.
Karena itu, tidak ada alasan untuk bersedih atau tidak terima dengan kondisi haid yang dia
alami.

DAFTAR PUSTAKA
Cormack D.H. Introduction to Histology. Philadelphia, J.B. Lippincott Company, 1984:299303
Ganong W.F. 2008. Buku Ajar FIsiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
Gunawan ,SG.(2007).Farmakologi dan Terapi, Edisi 5. Jakarta : Departement Farmakologi
dan Terapeutik FKUI
Guyton, Hall. 2006. Text Book of Medical Physiology 11th edition. Philadelphia: Elsevier
Soundres
Harrisons : Principles of Internal medicine, 18th
http://emedicine.medscape.com/article/953945-treatment
Junquiera L.C, Carneiro J, Kelley R.O. Basic Histology. 10th edition, Washington, Lange,
2003: 316-23
Kumar V, Abbas AK, Fausto N. Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease.
Philadelphia: Elsevier Saunders. 2005
Leeson CR, Leeson TS, Paparo AA. 1996. Buku Ajar Histologi. Ed 5. Jakarta : EGC.
Murray,RK et al (2003). Biokimia Harper edisi 25.Jakarta.EGC
Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Standar Pelayanan Medik. Jakarta : 2006
Price, Sylvia A. Wilson, Lorraine M. 1995. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses
penyakit. Ed. 4. Jakarta : EGC.
Sarwono, 1999. Ilmu Kandungan. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.
Scherzer W J, Clamrock H, 1996. Amenorea, Novaks Gynecology, 12 th edition, William &
Wilkins, Baltimore, 809 831

Sherwood Lauralee. Fisiologi Manusia dari sel ke sel. Edisi 2. Jakarta: EGC, 2001
Snell,RS.(2006).Anatomi Klinik untuk Mahasiswa kedokteran edisi 6. Jakarta.EGC
http://www.konsultasisyariah.com/amalan-wanita-haid/#