Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH ILMU TANAH

MIKROORGANISME TANAH

Dosen : Ir. Ekosari Roektiningrum, MP.

Disusun Oleh :
1. Lady Wahyu Hapsari
2. Eka Rahmawati
3. Rindy prasetyo
4. Hesty Yunianti
5. Fawaid Aziz A
Kelompok

(12315244006)
(12315244010)
(12315244012)
(12315244016)
(12315244019)
2

JURUSAN PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tanah merupakan suatu campuran bahan-bahan organik yang padat, misalnya: batubatuan , mineral, air ,uadara dan jsad hidup beserta produk dari hasil pembusukan.
Tanah sebagai media tumbuh tanaman mempunyai fungsi menyediakan air,udara dan
unsur-unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, namun demikian kemampuan tanah
menyediakan unsur hara sangat terbatas. Hal ini terbukti dengan pemakaian tanah
yang terus menerus secara intensif tanpa penambahan unsur hara mengakibatkan
merosotnya produktifitas tanah, menurunkan hasil panenan dan rusaknya sifat fisik,
kimiawi dan biologi tanah (kesuburan tanah).
Tanah yang subur mengandung sejumlah binatang-binatang molai dari bentuk
mikroskopis, nematoda, serangga, sampai hewan mamalia seperti tikus. tanah banyak
mengandung bahan -bahan yang dibutuhkan oleh organisme, karena didalam tanah
juga terkandung bahan organik, Didalam tanah juga terjadi interaksi antara tumbuhan
dan mikroba yang dapat merugikan atau menguntungkan tumbuhan. Beberapa
mikroorganisme tanah bersifat patogenik terhadap tumbuhan dan menyebabkan
penyakit pada perakaran sehingga menjadi layu dan busuk. Banyak tumbuhan
bersimbiosis dengan jamur bernama mikoriza. Mikoriza meningkatkan kemampuan
tumbuhan untuk menyerap nutrisi dan air.
Tanah adalah tempat hidup bakteri-bakteri penting. Mikroorganisme tanah dapat
menguraikan zat beracun yang berasal dari polusi. Hal ini menjadi dasar bioremediasi,
yaitu penggunaan mikroorganisme untuk mendetoksifikasi dan menguraikan zat
berbahaya dalam lingkungan atau setruktur tanah. struktur tanah, kandungan gizi,
ketersediaan hara, dan menahan kapasitas air semuanya dipengaruhi oleh, atau
tergantung pada, mikroorganisme tanah. Semua mikroorganisme tersebut adalah biota
tanah yang berfungsi di ekosistem bawah tanah di akar tumbuhan dan sampah sebagai
sumber makanan. Mikrobiologi tanah modern merupakan gabungan ilmu tanah,
kimia, dan ekologi untuk memahami fungsi mikroorganisme dalam ekosistem tanah.
Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga tidak
dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat disebut mikroba atau

jasad renik. Tanah yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroorganisme per
gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas
mikroorganisme tersebut. Sebagian besar mikroorganisme tanah memiliki peranan
yang menguntungkan, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, siklus
hara tanaman, fiksasi nitrogen, pelarut posfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol
patogen, dan membantu penyerapan unsur hara.
B. Rumusan Masalah
1. Mikroorganisme apa sajakah yang terdapat dalam tanah ?
2. Bagaimanakah peranan mikroorganisme dalam tanah ?
C. Tujuan
1. Menyebutkan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam tanah.
2. Menjelaskan peranan mikroorganisme dalam tanah.

BAB II
PEMBAHASAN

Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat
dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat disebut mikroba atau jasad renik. Tanah
yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroorganisme per gram tanah. Produktivitas
dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroorganisme tersebut. Sebagian besar
mikroorganisme tanah memiliki peranan yang menguntungkan, yaitu berperan dalam
menghancurkan limbah organik, siklus hara tanaman, fiksasi nitrogen, pelarut posfat,
merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen, dan membantu penyerapan unsur hara.
Mikroorganisme tanah merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kesuburan
tanah. Sebagian besar pertumbuhan tanaman tidak lepas dari peran mikroorganisme tanah.
Mikroorganisme tanah dapat di golongkan menjadi tujuh golongan utama yaitu bakteri,
Actinomyces,candawan, alga, protzoa, bacteriofag, dan virus. Mikroorganisme perombak
bahan organik terdiri atas fungi dan bakteri. Pada kondisi aerob, mikroorganisme perombak
bahan organik terdiri atas fungi, sedangkan pada kondisi anaerob sebagian besar perombak
bahan organik adalah bakteri.
Mikroorganisme dapat memberi kesuburan tanah, dengan sejumlah cara yang antara lain
adalah :
1. dengan pembusukan bahan-bahan organik atau sisa-sisa jasad hidup yang mati
sehingga terbentuk humus,
2. dengan membebaskan mineral-mineral terentu dari partikel-partikel tanah sehingga
dapat digunakan oleh tumbuhan untuk pertumbuhannya.
3. dapat membebaskan sejumlah nutrient dalam bentuk mineral yang terikan dalam
bentuk senyawa organic pada tanaman dan hewan yang mati.
4. Memegang peranan penting dalam transformasi senyawa nitrogen.

Jenis-jenis mikroorganisme tanah


1. Bakteri
Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang
tidak memiliki membran inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota

dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam
kehidupan di bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab
infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat
dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana:
tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan
kloroplas.
Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam
simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan
dalam tubuh manusia. Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 m, tetapi ada bakteri
tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 m, yaitu Thiomargarita. Mereka
umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan
pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa jenis bakteri bersifat motil
(mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.
Bakteri merupakan kelompok mokroorganisme tanah yang paling banyak di temukan
di berbagai jenis tanah. Ada beragam jenis bakteri yang menguntungkan bagi
tanaman, di antaranya pseudomonas, Azotobacter, Lactobacillus, serta bakteri yang
mengubah bentuk nitrogen-- seperti Nitrobacter dan Nitrosomonas.
Peranan Bakteri
Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun
yang merugikan.
Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
a. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie).
b. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu
Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman
kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
c. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan
dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
d. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga
menghasilkan

energi

alternatif

metana

berupa

biogas.

Contohnya

methanobacterium
Bakteri yang merugikan sebagai berikut :
a. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab
penyakit antraks pada sapi).
b. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas
solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung

dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada


tumbuhan).

2. Protozoa
Protozoa secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa adalah berasal dari bahasa
Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi,Protozoa adalah
hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadangkadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa
hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
Protozoa adalah yang paling berfariasi dan berjumlah besar dalam populasi jasad
tanah. Yang telah diisolasikan sudah lebih dari 250 spesies, kadang-kadang sebanyak
40 atau 50 golongan semacam itu terdapat dalam contoh tanah tunggal.
Fungsi Protozoa
a. Protozoa membantu mengisikan dgn mineral nutrisi, yang membuat mereka
tersedia untuk digunakan oleh tanaman dan organisme tanah yang lain.
b. Protozoa mengatur populasi bakteri saat mereka merumput di bakteri dan
tampaknya untuk merangsang pertumbuhan populasi bakteri
c. Protozoa merupakan sumber makanan bagi organisme tanah yang lain.
d. Mereka membantu untuk menekan penyakit dengan memberi makan pada
patogen.

Tempat Hidup Protozoa


a. Protozoa membutuhkan air yang bergerak dan yang memainkan peran besar
dalam menentukan jenis protozoa akan hadir.
b. Jamur tanah yang dipenuhi, seperti hutan, ramping memiliki amuba lebih
pewaris dan ciliates.
c. Pada tanah yang dipenuhi bakteri, flagellata dan amuba telanjang
mendominasi.
d. Tanah liat tinggi mengandung jumlah yang lebih tinggi flagellata dan amuba
telanjang.
3. Virus
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis.
Virus bersifat parasit, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi
di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup
karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.

Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi
tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri
atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan
diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik

maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.


Terdapat empat kandidat mikroorganisme yang digunakan sebagai indikator virus :
Kolifage, yaitu baktriofage yang menginfeksi E.coli dan bakteri koliform lainnya.
Bakteri yang diinfeksi tidak memiliki fili sehingga virus menempel langsung pada
dinding selnya. Sifatnya tidak spesifik pada feses dan deteksi bergantung pada

inangnya. Contohnya adalah myoviridae, podoviridae, dan siphoviridae.


Kolifage jantan, yaitu colifage yang menginfeksi E.coli jantan (yang memilliki strain
F+) sehingga dapat menghasilkan fili dan penempelan terjadi melalui reseptor fili.

Bersifat spesifik pada feses. Contohnya adalah leviviridae


Fage Bacteroides fragilis, bersifat spesifik feses manusia. Namun konsentrasinya

sangat rendah sehingga belum dapat ditunjukkan spesifitasnya


Fage Salmonella, terdapat pada feses manusia dan hewan. Digunakan untuk
mengindikasi banyaknya bakteri Salmonella, namun konsentrasinya juga terlalu

rendah.
4. Jamur
Jamur atau cendawan adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil
sehingga bersifat heterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya
terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman
bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara
vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan
melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu,
menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu
jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan
senyawa kimia lainnya Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk
heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
Cendawan merugikan tanaman karena menghambat pengangkutan zat cair dan
garam mineral, mengganggu proses fotosintesis dan pengangkutan hasilnya.
Cendawaan dapat merusak akar, batang, daun, bunga sejak dipertanaman sampai
ditempat penyimpanan.
Cendawan mempunyai peranan yang penting pula dalam pembentukan karena
berbagai cendawan dapat melapukkan atau mempunyi daya lapuk terhadap sisa
tanaman yang mengandung bahan karbohidrat yang tidak mampu dilapukkan oleh

bakteri.

Bagi berbagai cendawan walaupun secara lambat bahan-bahan seperti

sellulosa atau lignin akan dapat dilapukkan dan dimanfaatkannya.

Apaabila

cendawan itu telah sampai pada siklus hidupnya yang terakhir maka bahan-bahan
yang dikandungnya akan sangat bermanfaat dalam memperkaya tanah dan bahanbahan organik.
Fungi berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik untuk semua jenis
tanah. Fungi toleran pada kondisi tanah yang asam, yang membuatnya penting pada
tanah-tanah hutan masam. Sisa-sisa pohon di hutan merupakan sumber bahan
makanan yang berlimpah bagi fungi tertentu mempunyai peran dalam perombakan
lignin.
5. Algae
Umumnya ganggang (algae) ialah organisme yang berkhloropil dan kebanyakan
hidup di atau dekat permukaan tanah, dengan keadaan alam yang memungkinkan
kehidupan mereka. Meskipun demikian, bentuk tertentu sanggup memperolah energy
dari bahan organic dan terdapat hidup di dalam dan di bawah horizon permukaan.
Jumlah bentuk ini tidak besar. Jadi beberapa jenis ganggang (algae) hidup dan
berfungsi sebagai tanaman tingkat tinggi, sedang lainnya karena keadaan mereka
adalah khas mikroorganisme tanah. Lebih dari enam puluh spesies telah diisolasi dari
tanah, sedang spesies yang palin utama juga terdapat dimana-mana. Secara alami,
ganggang tanah dalam bentuk vegetative terdapat banyak sekali di lapisan permukaan,
terutama di inci teratas tanah yang diolah. Di tanah, kebanyakan ganggang terdapat
sebagai sisa spora atau cyste atau bentuk vegetative yang tidak tergantung dari
khloropil. Lapangan rumput merupakan tempat yang khusus bagi jenis hijau-biru,
sedang di kebun yang tua diatome terdapat dalam jumlah besar. Semua tipe ganggang
sangat dipengaruhi oleh pemberian pupuk kandang.
Peran Mikroorganisme dalam Mendekomposisi Bahan Organik
Organisme tanah berperan penting dalam mempercepat penyediaan hara dan juga
sebagai sumber bahan organik tanah. Mikroorganisme tanah sangat nyata perannya dalam hal
dekomposisi bahan organik pada tanaman tingkat tinggi. Dalam proses dekomposisi sisa
tumbuhan dihancurkan atau dirombak menjadi unsur yang dapat digunakan tanaman untuk
tumbuh. Mikroorganisme akan menyerang atau merusak tumbuhan sampai hilangnya
sebagian O2 dan berkembangnya toksin yang akan merusak kehidupan mikroorganisme. Jika
proses tersebut berjalan terus, maka akan dihasilkan gambut yang berwarna hitam. Jika
proses tersebut tidak berjalan terus maka akan dihasilkan gambut yang mempunyai struktur

seperti tumbuhan dan biasanya berwarna coklat yang mengandung sisa-sisa kayu dan
material tumbuhan lainnya.
Nitrogen (N) harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi
tanaman. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas.
Mikroba penambat N simbiotik antara lain Rhizobium sp. Mikroba penambat N nonsimbiotik misalnya Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik
hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N nonsimbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba
pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah pertanian umumnya memiliki kandungan P cukup
tinggi (jenuh). Namun, unsur hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman karena terikat
pada mineral liat tanah. Di sinilah peranan mikroba pelarut P, mikroba ini akan melepaskan
ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang
mampu melarutkan P, antara lain Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp, dan
Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga
berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.
Pengertian Mikroorganisme dan Peranannya Dalam Tanah
Organisme tanah berperan penting dalam mempercepat penyediaan hara dan juga
sebagai sumber bahan organik tanah. Penambahan bahan organik dalam tanah akan
menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah meningkat, terutama yang
berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik. Mikroorganisme
tanah sangat nyata perannya dalam hal dekomposisi bahan organik pada tanaman tingkat
tinggi. Dalam proses dekomposisi sisa tumbuhan dihancurkan atau dirombak menjadi unsur
yang dapat digunakan tanaman untuk tumbuh. Organisme perombak bahan organik atau
biodekomposer dapat diartikan sebagai organisme pengurai nitrogen dan karbon dari bahan
organik (sisa-sisa organik dari jaringan tumbuhan atau hewan yang telah mati) yaitu bakteri,
fungi, dan aktinomisetes.
Di samping mikroorganisme tanah, fauna tanah juga berperan dalam dekomposi
bahan organik antara lain yang tergolong dalam protozoa, nematoda, Collembola, dan cacing
tanah. Fauna tanah ini berperan dalam proses humifikasi dan mineralisasi atau pelepasan
hara, dan juga terhadap pemeliharaan struktur tanah. Mikro flora dan fauna tanah ini saling

berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik, karena bahan organik menyediakan
energi untuk tumbuh dan bahan organik memberikan karbon sebagai sumber energi. Dan
penambahan bahan organik terdapat pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman. Terdapat
senyawa yang mempunyai pengaruh terhadap aktivitas biologis yang ditemukan di dalam
tanah adalah senyawa perangsang tumbuh (auxin), dan vitamin. Senyawa-senyawa ini di
dalam tanah berasal dari eksudat tanaman, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan juga
berasal dari hasil aktivitas mikrobia dalam tanah.
Perombak bahan organik terdiri atas perombak primer dan perombak sekunder.
Perombak primer adalah mesofauna perombak bahan organik, seperti Colembolla, Acarina
yang berfungsi meremah-remah bahan organik atau serasah menjadi berukuran lebih kecil.
Cacing tanah memakan sisa-sisa remah tadi yang lalu dikeluarkan sebagai faeces setelah
melalui pencernaan dalam tubuh cacing. Perombak sekunder ialah mikroorganisme perombak
bahan organik seperti Trichoderma reesei, T. harzianum, T. koningii, Phanerochaeta
crysosporium, Cellulomonas, Pseudomonas, Thermospora, Aspergillus niger, A.terreus,
Penicillium, dan Streptomyces. Adanya aktivitas fauna tanah, memudahkan mikroorganisme
untuk memanfaatkan bahan organik, sehingga proses mineralisasi berjalan lebih cepat dan
penyediaan hara bagi tanaman lebih baik. Umumnya kelompok fungi menunjukkan aktivitas
biodekomposisi paling signifikan, dapat segera menjadikan bahan organik tanah terurai
menjadi senyawa organik sederhana yang berfungsi sebagai penukar ion dasar yang
menyimpan dan melepaskan nutrien di sekitar tanaman.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Mikroorganisme memegang peranan penting dalam aktivitas perombakan di dalam
tanah karena tanpa aktivitas mikroba maka segala kehidupan di bumi ini lambat laun akan
terhambat. Selain itu, mikroba juga berperan dalam siklus energi, siklus hara, pembentukan
agregat tanah, dll. Jika setiap mikroorganisme mampu untuk beradaptasi dengan baik
terhadap perubahan lingkungan (tanah) maka populasinya bisa lestari atau tetap bertahan
hidup. Jikalau tidak maka populasinya diganti dengan mikroba lainnya. Perubahan
lingkungan itu bisa saja perubahan fisik maupun kimiawi. Dan jenis-jenis dari
mikroorganisme adalah : bakteri, fungi, protozoa, alga dan virus. Peranan mikroorganisme
dalam tanah adalah sebagai mempercepat penyediaan hara dan juga sebagai sumber bahan
organik tanah dan sebagai dekomposisi bahan organik pada tanaman tingkat tinggi yang
dapat diartikan sebagai organisme pengurai nitrogen dan karbon dari bahan organik (sisa-sisa
organik dari jaringan tumbuhan atau hewan yang telah mati).

DAFTAR PUSTAKA

E.J. Russel and F.W. Russel. (1950). Soil Conditions and Plant Growth. New York:
Longmans, Green.
Ir. Muh Mulyani Sutedjo dan Ir. A.Q.kartasapoetra, 1991. Pengantar Ilmu Tanah. PT Rineka
Cipta. Jakarta.
Kartasapoetra A,G dan Sutedjo M,M.2005. Pengantar Ilmu Tanah. Rineka Cipta. Jakarta.
Rao N,S. 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Universitas Indonesia
Press. Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai