Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan
optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan, bahanbahan mentah, atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk
barang dan jasa yang biasa dijualbelikan
Sesuai dengan definisinya sendiri, manajeman yang berasal dari kata manage
yang berarti mengatur penggunaan. Jika disandingkan dengan kata operasional, artinya
dalah pengaturan pada masalah produksi atau operasional baik dalam bidang barang
atau jasa.
Selanjutnya, secara definisi, manajemen operasional juga sebagai penanggung jawab
dalam sebuah organisasi bisnis yang mengurusi persoalan produksi. Baik dalam bidang
barang atau jasa. Dilihat dari definisi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, fungsi manajemen operasional, yakni dalam hal pengambilan keputusan
mengenai kebutuhan-kebutuhan operasional. Kedua, manajamen operasional mesti juga
memperhatikan mengenai sistemnya. Terutama sistem transformasi. Sistem ini
termasuk juga dalam sistem pengurusan mengenai membuat rancangan serta analisis
dalam operasi nanti. Yang ketiga atau terakhir mengenai hak pengambilan keputusan
dalam sebuah manajemen operasional.
Sebagaimana dikehatui bahwa keputusan adalah hal yang terpenting bagi seseorang
agar bisa bersikap tegas dan tepat, demi lancarnya manajemen operasional yang tengah
dijalankan. Oleh karena itu, manjemen operasional sangat erat kaitannya dengan
pengambilan keputusan seorang pemimpin operasional.
Struktur Manajemen Operasional
Dalam persoalan manajemen operasional, ada struktur kepengurusan yang mesti
dibentuk, tetapi bukan hanya dibentuk, melainkan mesti juga dilaksanakan
sebagaimana fungsi dari masing-masing tugasnya. Pimpinan tertinggi dalam sistem
manajemen operasional adalah manajer operasional. Mereka-mereka ini yang menjadi
tiang atau pilar-pilar dalam berjalannya manajemen operasional. Tugas dari seorang
manajer adalah melakukan dan memetakan fungsi-fungsi manajemen sesuai dengan
tugasnya, misalnya membuat konsep dalam hal perencanaan, pembentukan staf,
pengorganisasian, serta memiliki jiwa kepemimpinan dalam mengendalikan
manajemen operasional secara keseluruhan.
Sepenuhnya, manajer itu mesti berorientasi pada pengarahan baik dalam hal
pengeluaran atau output dari jumlah, kualitas barang, harga yang terus dikontrol, serta
waktu yang tepat dalam memanjakan konsumen, sesuai dengan permintaan para
konsumen, maka rasanya pas, jika para manajer operasional memanjakan konsumen
selayaknya adalah raja.
Dalam dunia manajemen operasional, para pemegang keputusan, manajer
operasional juga memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit. Di antaranya sebagai
manajer mestilah mempunyai pikiran luas sehingga konsepnya mesti menghasilkan
barang dan jasa. Mengenai pengambilan keputusan sebagai bentuk operasi dan sistem
transformasi yang akan dilakukan. Namun sebelum mengambil sebuah keputusan itu,

PT.NutriFood Indonesia

kita terlebih dulu tidak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan, tapi terlebih
dulu kita mengkajinya dalam langkah pengambilan keputusan lewat fungsi operasi.
Dari fungsi operasi juga ada bagian yang mesti dijabarkan dalam
pengembangannya, seperti harus disiapkan adanya proses produksi dan operasi, ada
juga jasa penunjang pelayanan produksi, yang melingkupi perencanaan serta
pengendalaian dan kontrol yang ekstra. Begitulah fitrah yang harus ada pada pola
manajemen operasional.
Jika kita melihat dari segi ruang lingkup manajemen operasional, akan
mengarah pada kriteria yang memang wajib dilaksanakan. Ambil contoh, kita membuat
perancangan desain sistem produksi dan operasi itu sendiri. Kita tentu harus melakukan
seleksi dari perencanaan suatu desain produk tersebut, seleksi yang meliputi mengenai
perancangan dalam peralatan, memilih lokasi dan site perusahaan serta unit produksi.
Selain itu, kita juga mesti menyiapkan rancangan sebagai tata letak dan arus kerja nanti,
juga membuat rancangan tugas pekerjaan. langkah terakhir, menyusun strategi dalam
memproduksi serta pemilihan kapasitas yang baik.
Sementara itu, adanya penyusunan rencana produk dan operasi dalam
manajemen operasional, pengendalian persediaan atau dalam hal penambahan bahan,
upgrade mesin yang ada, pengendalian mutu baik ditingkat barang dan jasa juga
meliputi manajemen sumber daya manusia. Itulah yang disebut sebagai
pengorganisasian sistem produksi pada manajemen operasional.
Langkah-Langkah Manajemen Operasional
Manajemen operasional juga meliputi langkah-langkah dalam pengambilan
keputusan sebagaimana telah disebut di awal. Jika melihatnya dari segi pengambilan
keputusan, sedikitnya ada empat langkah dalam pengambilan keputusan dalam
manajemen operasional, yaitu pengambilan keputusan dari peristiwa yang pasti, dari
peristiwa yang mengandung risiko, dari peristiwa yang belum pasti, dan peristiwa yang
lahir dari pertentangan-pertentangan dari keadaan lain. Selain itu, ada juga proses yang
disebut lewat keputusan, yakni mengenai proses fisik sebuah produk maupun dari
fasilitas yang dipakai. Juga dari sisi kapasitas yang melingkupi keputusan dalam
menghasilkan jumlah, beserta pemilihan tempat dan waktu yang tepat.
Ada juga manajemen operasional yang dilihat dari segi persediaan, baik itu
mengenai apa yang dipesan, kualitas bahan hingga kapan bahan tersebut akan dipesan.
Tenaga kerja yang meliputi pemilihan tenaga kerja lewat seleksi, rekrutmen, pemberian
gaji, pemberian kompensansi atau promosi, hingga PHK. Selain itu, mesti juga
memastikan kualitas atau mutu yang meliputi mutu barang dan jasa dari yang
dihasilkan, desain peralatan, serta pengawasan produk atau jasa. Dari beberapa kriteria
yang dimaksud adalah langkah sebagai salah satu jenis pengambilan keputusan dalam
manajemen operasional.
Strategi Manajeman Operasional
Sebelum kita melangkah dalam hal pengambilan keputusan-keputusan atau
mengeluarkan suatu produk, ada baiknya kita memetakan strategi yang akan digunakan
dalam teori manajemen operasional. Salah satu strategi dalam menetapkan arah dan
tujuan untuk mengambil keputusan bisnis lewat perencanaan formal sehingga mampu
menghasilkan pola pengambilan keputusan yang konsisten serta menjadi keunggulan
saat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain.
Sedikitnya, ada dua tipe dalam pengambilan strategi. Pertama, dengan
menggunakan biaya rendah yang ditekan dari biaya produksi, namun tetap
menggunakan teknologi bagus, tapi biaya tenaga kerja diusahakan rendah, dan tingkat
PT.NutriFood Indonesia

persediaannya juga rendah, tapi tetap menjaga mutu. Mutu yang harus tetap terjamin.
Ini tentu bisa berjalan berbarengan jika bagian keuangan serta pemasaran mendukung
dan tidak mati. Yang kedua adalah dengan menggunakan strategi invasi dalam
menciptakan produk atau pengenalan produk baru. Pada bagian ini, tidak usah terlalu
memikirkan harga pemasaran karena tidak ada masalah. Serta adanya fleksibilitas
dalam pengenalan produk baru.
Dan yang berikutnya adalah perencanaan pabrik atau dalam bahasa asing
disebut factoy planning. Ini adalah langkah yang penting dalam kelangsungan hidup
serta kemajuan perusahaan sesuai tujuan perusahaan yang ingin dicapai dalam hal teori
manajemen operasional. Di antara perencanaan pabrik itu adalah penentuan lokasi
pabrik, bangunan, peralatan, hingga penerangan, dan sirkulasi udara dalam pabrik.
Pemilihan lokasi pabrik sangat penting karena bisa mempengaruhi dalam daya saing
dengan perusahaan lain. Selain itu, juga harus memperhatikan adanya kemungkinan
terjadi ekspansi.
Agar perusahaan bisa berjalan lancar, efektif, dan efisien, kita bisa melihat
banyak faktor yang bisa mempengaruhi lokasi pabrik yang masih terkait dengan
menejemen operasional, di antaranya lingkungan masyarat, dekat dengan pasar, dan
tenaga kerja, kedekatan dari pengiriman bahan pemasok, biaya transportasi, dan juga
sumber daya alam di sekitar lokasi yang mempengaruhi. Ini peting dalam praktik
manajemen operasional. Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya
dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan
ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu menciptakan nilai
tambah.Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada
intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan
jangkauan pemasaran yang dicapai.Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk,
produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik. Oleh sebab itu pemakalah ingin
lebih mendalami seperti apa manajamen strategis atau manajemen operasional yang
dilaksanakan oleh PT.Nutrifood Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, ada beberapa pokok permasalahan yang akan kami
bahas, antara lain sebagai berikut :
a)
Sejarah dan Perkembangan PT.NutriFood Indonesia
b)
Budaya pada PT.NutriFood Indonesia
c)
Visi dan Misi PT.Nutrifood Indonesia
d)
Analisis SWOT sederhana dalam PT.NutriFood Indonesia

1.3 Tujuan
a. Memahami bagaimana Sistem Operasional PT.NutriFood Indonesia
b. Memahami Manajemen Operasional/Strategis pada PT.NutriFood Indonesia

PT.NutriFood Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah dan Perkembangan
Nutrifood, didirikan pada bulan Februari 1979, merupakan perusahaan swasta
nasional yang bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman, khususnya
makanan dan minuman yang memberikan manfaat untuk kesegaran, kesehatan, dan
penampilan. Dengan jaringan distribusi yang luas, produk Nutrifood tidak hanya
dipasarkan di dalam negeri, namun telah berhasil diterima dengan baik di pasaran
ekspor, khususnya di negara-negara berkembang.
Nutrifood adalah perusahaan yang secara inovatif memproduksi berbagai
produk makanan dan minuman kesehatan berkualitas internasional dengan berbagai
merek yang terpercaya. Kantor pusat Nutrifood berada di Jakarta, dengan jaringan
distribusi yang menjangkau lebih dari tiga puluh negara di dunia. Melalui berbagai
produk dan event, Nutrifood menginspirasi dan membantu setiap individu untuk
mencapai keseimbangan hidup dengan menjalankan pola hidup sehat yang
menyenangkan dan memperhatikan asupan nutrisi sehingga dapat menikmati hidup
sehat lebih lama.

Jenis

Perusahaan Makanan dan Minuman

Kesehatan
Industri/jasa Makanan&MinumanKesehatan
Didirikan
1979
Jl. Rawabali 2 no. 3 Pulogadung,
Kantor pusat
Jakarta, Indonesia
Slogan
"Inspiring a Nutritious Life"
Situs web
www.nutrifood.co.id

2.2 Budaya Perusahaan

PT.NutriFood Indonesia

PT Nutrifood Indonesia memiliki budaya perusahaan (corporate culture)


tersendiri sebagai ciri khas dan jati diri keluarga besar PT Nutrifood Indonesia. Budaya
ini dikenal dengan sebutan I CARE. Budaya ini merupakan suatu akronim dari
beberapa kata dalam bahasa Inggris, yaitu :
a.
Integrity
Integrity atau nilai moral yang tinggi adalah dasar dari kepercayaan dalam hubungan
satu sama lain. Semua orang ingin berhubungan dengan orang yang memiliki nilai-nilai
etika dan dapat dipercaya. Contohnya bersikap jujur dan bertanggung jawab atas
pekerjaan dan hasil kerja.
b.
Collaboration
Collaboration atau kerja bersama untuk mencapai tujuan bersama adalah prinsip kita
dalam bekerja di suatu organisasi, diharapkan masing-masing anggota organisasi dapat
saling membantu dan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. Contohnya
berkontribusi aktif terhadap kemajuan tim, mau membantu anggota kelompok yang
membutuhkan.
c.
Innovation
Innovation atau menciptakan ide-ide baru adalah kunci memenangkan persaingan di
masa mendatang, bisa berupa terobosan (breakthrough) atau perbaikan terus menerus
(continuous improvement) lingkungan yang kondusif bagi tim untuk bekerjasama
mencapai visi. Dengan terus berinovasi, kita juga bisa membangkitkan kebanggaan
akan organisasi yang terus menerus berada terdepan dalam bidangnya. Contohnya
terbuka terhadap perubahan baru dalam bekerja, mau memberikan ide baru untuk
perbaikan departemen.
d.
Respect
Respect atau menghargai orang lain adalah dasar yang paling mendalam dari
komunikasi yang sehat antara manusia. Semua orang ingin untuk dihargai dan
mendapat perlakuan baik. Contohnya menghargai perbedaan dan mau mendengarkan
pendapat orang lain.
e.
Excellence
Striving for Excellence atau kemauan untuk terus menerus mencapai hasil yang lebih
baik merupakan dasar dari profesionalisme dalam bekerja, diharapkan setiap orang
untuk bangga atas pekerjaan yang dilakukan karena hasilnya sangat baik, dapat
melebihi harapan konsumen, rekan kerja, dan atasannya. Contohnya selalu berusaha
untuk mencapai hasil kerja yang lebih baik.
Selain budaya I CARE, PT Nutrifood Indonesia juga menerapkan budaya 5R.
Budaya 5R diterapkan di PT Nutrifood Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan
efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja karyawan. Budaya 5R itu
terdiri dari :
1. Ringkas
Ringkas merupakan langkah awal yang sangat strategis, dengan pengertian setiap
individu mulai menyingkirkan benda-benda yang tidak diperlukan dari tempat kerja
karena benda-benda tersebut menyebabkan beban bagi tempat kerja, menyita ruang
kerja yang tersedia, dan ruang kerja semakin sempit.
2. Rapi

PT.NutriFood Indonesia

Kerapihan tempat kerja dapat dicapai dengan menempatkan barang di tempat yang
mudah dilihat, diambil, dan dikembalikan sehingga setiap individu tidak akan kesulitan
untuk menemukan barang tersebut
3. Resik
Setiap individu diharapkan dapat menjaga benda-benda yang ada di tempat kerja dalam
keadaan bersih untuk kemudahan memantau atau menanggulangi segala potensi
gangguan sedini mungkin.
4. Rawat
Tempat kerja masing-masing individu sebaiknya terawat dengan baik sehingga
memberi kemudahan dalam mendapatkan kejelasan informasi, kualitas hasil kerja, dan
keselamatan kerja.
5. Rajin
Pengertian rajin yakni setiap individu selalu melakukan langkah-langkah yang
diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan apa yang telah dilakukan.
Keberhasilan dalam melaksanakan budaya 5R dapat diraih dengan penegakan
disiplin dari masing-masing individu karena pelaksanaan 5R berawal dari diri pribadi
dan budaya tersebut perlu dilakukan setiap hari hingga pada akhirnya setiap individu
yang melaksanakan budaya tersebut akan mendapatkan manfaatnya.
2.3 Suasana Kantor
Suasana kantor Nutrifood diciptakan senyaman mungkin dengan arsitektur dan
desain ruangan yang sejalan dengan budaya perusahaan. Budaya hidup sehat juga
dijalankan di kantor, sesuai dengan misi perusahaan yang ingin menginspirasi hidup
sehat.

Lobi di kantor Nutrifood

PT.NutriFood Indonesia

Pusat Kebugaran di kantor Nutrifood

Perpustakaan di kantor Nutrifood

Ruang Kerja di kantor Nutrifood

2.4 Produk utama

Tropicana Slim

Nutrisari

HiLo

L-Men

WRP

2.5 Event Tahunan

L-Men of The Year

L-Men of The Year (atau dikenal sebagai LOTY) merupakan acara tahunan dari L-Men
yang bertujuan untuk menginspirasi orang-orang Indonesia untuk melaksanakan gaya
hidup sehat melalui nutrisi yang benar dan teratur berolahraga. LOTY ini juga diadakan
sebagai penghargaan kepada konsumen L-Men yang sukses dalam membentuk tubuh
mereka melalui gaya hidup sehat. Lebih lanjut mengenai LOTY bisa dilihat di laman LMen of The Year.

HiLo Green Ambassador

HiLo Green Ambassador adalah kompetisi modeling untuk menjadi duta lingkungan
yang nantinya bersama HiLo menginspirasi masyarakat dalam meningkatkan
kepedulian terhadap lingkungan.

PT.NutriFood Indonesia

Nutrifood Leadership Award

Nutrifood Leadership Award adalah ajang penghargaan kepemimpinan yang prestisius


bagi mahasiswa Indonesia. Diadakan sejak tahun 2006 (waktu itu bernama Leadership
Scholarship), Nutrifood Leadership Award telah memberikan penghargaan terhadap
pemimpin muda Indonesia seperti Muhammad Alifa Farhan (pendiri TEDxITB),
Muhammad Iman Usman (pendiri Indonesian Future Leaders), dan Yosea Kurnianto
(pendiri Youth Educators Sharing Network).

Health Agent Award

Health Agent Award merupakan penghargaan bagi sekolah-sekolah dasar dan pedagang
kantin yang memiliki minat dan komitmen yang tinggi dalam menjalani dan
mengembangkan gaya hidup sehat pada lingkungannya.
2.6 Sertifikasi

Pada tahun 1994, Nutrifood mendapatkan sertifikat ISO 9002:1987, sekaligus


menjadi perusahaan makanan pertama di Indonesia yang mendapatkan ISO.

National Sales mendapatkan sertifikat ISO 9002:1994 pada tahun 1997 dan
kembali mendapatkan sertifikat ISO 9002:2000 pada tahun 2005.

Laboratorium mendapatkan sertifikat ISO IEC 17025:2005 dan dan kembali


mendapatkan sertifikat ISO IEC 1702:2005 pada tahun 2008.

Holding company mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 pada tahun 2005.

Manufaktur Nutrifood mendapat sertifikat ISO 22000:2005 pada tahun 2008.

Nutrifood non manufaktur mendapat sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2009.

Pada tahun 2010, Nutrifood mendapatkan sertifikat sistem jaminan halal dari
LP-POM MUI, sedangkan Sertifikat Halal bagi semua produk Nutrifood telah
didapatkan sesuai tahun launchingnya.

PT.NutriFood Indonesia

2.7 Visi dan Misi Perusahaan


Visi
Nutrifood berusaha untuk menjadi pionir dan pemimpin pasar dalam Memberikan
solusi atau cara yang tepat kepada pelanggan untuk meraih kehidupan yang lebih sehat,
lebih nikmat dan penuh arti, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
Misi
Inspiring a Nutritious Life Untuk mewujudkan misi tersebut, Nutrifood
berusaha memahami pelanggan dalam setiap fase kehidupan yang dialaminya,
mengidentifikasi kebutuhan unik mereka, dan memberikan solusi; terutama melalui
produk dan pelayanan bernutrisi untuk meraih kehidupan yang lebih sehat dan
berkualitas. Nutrifood hadir untuk menginspirasi kehidupan yang bernutrisi.

2.8 Sembilan (9) Karakteristik Misi PT. Nutrifood Indonesia


1

Pelanggan

Nutrifood berusaha memahami pelanggan dalam setiap


fase

kehidupan

yang

dialaminya,

mengidentifikasi

kebutuhan unik mereka, serta memberikan solusi terutama


2

Produk / Jasa

melalui produk dan pelayanannya.


Nutrifood secara inovatif menyediakan produk dan
layanan

premium

yang

bermutu

tinggi,

memberi

kemudahan dan menyenangkan, serta efektif berdasarkan


3

Pasar

pendekatan ilmiah.
Saat ini PT Nutrifood
perusahaan

swasta

Indonesia
nasional

sebagai
telah

sebuah
berhasil

mengembangkan pasarnya bukan hanya di pasar lokal


namun juga ke pasar ekspor ke negara-negara sedang
4

Teknologi

berkembang lain.
Langsung dari perkebunan jeruk terbaik, jeruk-jeruk
dipetik setelah memiliki tingkat kematangan yang tepat.
Jeruk-jeruk tersebut melalui proses pencucian dan

PT.NutriFood Indonesia

pemilihan dengan standar kualitas yang tinggi. Kemudian,


proses ekstraksi dilakukan untuk mendapatkan minyak
jeruk, jus, dan bulir jeruk. Setelah melalui proses
pengolahan

termasuk

di

dalamnya

pengolahan

menggunakan teknologi enkapsulasi dan granulasi serta


pengemasan, jeruk yang alami dan penuh gizi siap
5

Perhatian akan

dinikmati.
Memberikan solusi atau cara yang tepat kepada pelanggan

keberlangsungan,

untuk meraih kehidupan yang lebih sehat, lebih nikmat

pertumbuhan dan profitabilitas dan penuh arti, baik untuk saat ini maupun di masa
6

Filosofi

mendatang.
Nutrifood adalah

perusahaan

yang

secara

inovatif

menginspirasi dan membantu setiap individu untuk


mencapai keseimbangan hidup dengan menjalankan pola
hidup sehat yang menyenangkan dan memperhatikan
asupan nutrisi sehingga dapat menikmati hidup sehat lebih
7

Konsep diri

lama.
Nutrifood berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih

Perhatian akan citra public

sehat dan berkualitas.


Berusaha untuk menjadi pionir dan pemimpin pasar dalam
memberikan solusi atau cara yang tepat kepada pelanggan
untuk meraih kehidupan yang lebih sehat, lebih nikmat
dan penuh arti, baik untuk saat ini maupun di masa

Perhatian terhadap karyawan

mendatang.
Investasi
Kami terus melakukan investasi untuk mengembangkan
potensi surnber daya rnanusia kami.
Kepuasan Profesi
Kami

mengevaluasi dan

berupaya meningkatkan

kepuasan profesi dari setiap karyawan kami.


Penciptaan ruang kantor yang nyaman, apik, artistik, dan
fun.

2.9 Strategi Pemilihan Lokasi

PT.NutriFood Indonesia

10

Lokasi Perusahaan
PT Nutrifood Indonesia menempati dua lokasi yaitu :
a.
Lokasi I : Jl. Rawabali II/No. 3, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Lokasi ini merupakan lokasi yang diperuntukkan untuk kegiatan perkantoran dari PT
Nutrifood Indonesia.
b.
Lokasi II : Jl. Raya Ciawi No. 280 A Ciawi - Bogor. Lokasi ini merupakan lokasi
pabrik dan Gudang Logistik dari PT Nutrifood Indonesia.

2.10 Tujuan Operasi


Tujuan dari pengoperasian PT. Nutrifood adalah menciptakan produk yang
sehat dan alami, baik untuk masa sekarang maupun masa mendatang. Sehingga para
pelanggan dapat menjalani hidup yang sehat dan penuh arti. Oleh karena itu,
PT.Nutrifood selalu mencari bahan-bahan utama yang baik untuk diproses menjadi
produk yang baik dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

BAB III
ANALISIS SWOT
PT.NutriFood Indonesia

11

Dengan banyaknya produk produk PT.Nutrifood Indonesia, disini pemakalah


hanya terfokus untuk membahas produk utama yang menjadi cikal bakal perusahaan ini
yaitu Nutrisari Serbuk Sachet.Sejak tahun 1979, NutriSari telah hadir sebagai
minuman jeruk dengan teknologi terbaik untuk menjaga kualitas serta aroma jeruk agar
tidak hilang. Jeruk NutriSari dipetik langsung dari perkebunan terbaik pada tingkat
kematangan yang tepat agar mendapatkan rasa yang enak. Melalui proses enkapsukasi
dan granulasi serta pengolahan yang higienis dan berkualitas, sari jeruk alami tanpa
bahan pengawet siap dinikmati dalam NutriSari setiap saat!Fakta NutriSari:

Terbuat dari bahan alami dan tanpa bahan pengawet

Mengandung 100% AKG Vitamin C

3.1 Ragam
Produk-produk Nutrisari dibagi menjadi beberapa ragam, yaitu:
Serbuk Sachet

American Sweet Orange

Florida Orange

Sweet Guava

Sweet Mango

Jeruk Manis dengan Jeruk Organik

Brazilian Sweet Orange

Mexican Lime Cucumber

Oriental Lychee Aloe Vera

Red Apple Fruit & Veggie

PT.NutriFood Indonesia

12

Australian Lime (NutriSari Hangat)

Produk Nutrisari Serbuk Sachet :

3.1.1 Kekuatan (Strenghts)


Slogan " Jeruk Kok Makan Jeruk " dikenal konsumen.
Rasanya Jeruknya lebih alami.
Saat ini Nutri Sari masih memimpin di Category minuman rasa buah dengan

menguasai pasar hampir 50% untuk channel Modern Trade & Traditional.
Produk tanpa bahan pengawet
produk yang mampu membuat tubuh menjadi segar
Memiliki Kandungan vitamin C tinggi.
Website resmi PT Nutrifood mempunyai tampilan yang modern dan interaktif

bagi siapa saja yang melihat.


Media pengenalan produknya juga terdapat di beberapa social media.

3.1.2 Kelemahan (Weaknesses)


Sumber bahan baku utama yaitu jeruk masih berasal dari luar negeri (Amerika)
Distribusi Nutrisari masih belum sekuat distribusi produk Company lainnya.
Harga nya relatife lebih mahal, yaitu Rp 1.500/sachet ukuran 14g
Variasi rasa selain jeruk sangat sedikit
Kadar gula yang sangat tinggi

3.2 Perusahaan Kompetitor


PT.Marimas Putra Kencana adalah pesaing utama yang juga bergerak dalam
bidang produksi minuman segar yang berbentuk serbuk.
Marimas merupakan merek minuman rasa
buah bentuk serbuk, yang telah berkembang di
Indonesia..

Eksistensi

keberadaan

marimas,

diawali oleh pengusaha muda asal Semarang


bernama Harjanto, yang mencoba meluncurkan
produk minuman segar bentuk serbuk rasa buah,
yang disebar ke pasar-pasar Tradisional..
PT.NutriFood Indonesia

13

Awalnya, branding dari Marimas ini tidak menggunakan strategi advertising cetak,
maupun elektronik.. Namun hanya dilakukan secara konvensional melalui pengeras
suara di pasar-pasar yang dia kunjungi.
Saat itu, memang ada satu merek minuman serbuk rasa buah yang beredar di pasaran,
tapi harganya mahal (Nutrisari).. Saat itulah, Harjanto menangkap peluang untuk
memproduksi minuman serbuk rasa buah dengan harga yang dapat dijangkau oleh
masyarakat (Rp. 500/sachet)..
Marimas diluncurkan pada akhir tahun 1994, dengan produk pertamanya Marimas Rasa
Jeruk.. Waktu itu Marimas menyebarkan 500.000 sachet ke pasar-pasar yang ada di
Semarang dan merambat ke seluruh Indonesia.. Dari sinilah Marimas berkembang, dan
mampu menjadi brand terbesar minuman serbuk rasa buah di Indonesia yang meraih
Top Of Mind..
Kini, marimas memiliki 23 varian rasa dari berbagai buah khas Indonesia.. Marimas,
namanya sederhana, tapi mengandung makna persuasif yang luar biasa..

3.2.1 Peluang (Opportunities)


Pertumbuhan pasar sari buah yang mencapai 15% -20 % tiap tahunnya

merupakan peluang besar bagi pemasaran produk Nutrisari ke depannya


Konsumen minuman sari/jus buah pada umumnya memilih produk karena
pertimbangan rasa, sehingga memberi peluang produk tersebut untuk

disukai.
Keunggulan yang dimiliki Nutrisari, memberi peluang bagi produk tersebut
untuk sukses menjadi market leader di kategori produknya. Seperti yang

terjadi di Negara India dan Cina.


Perkembangan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur semakin

tinggi,sehingga produk akan semakin banyak dibeli konsumen.


Perusahaan memiliki Sumber daya manusia yaitu karyawan yang terus
berinovasi demi kemajuan perusahaan

3.2.2 Ancaman (Threats)


PT.NutriFood Indonesia

14

Keberadaan 60 merek minuman sari buah di pasaran semakin memperkecil

potongan-potongan kue (market share) yang di dapat.


Gencarnya promosi produk pesaing, semakin mempersulit brand Nutrisari

menarik konsumen yang sudah loyal terhadap produk pesaing.


Harga produk pesaing yang lebih murah, cukup menjadi pertimbangan bagi

kebanyakan konsumen di tengah krisis ekonomi global ini.


Minuman botol yang sekarang menjamur di supermarket seperti YouC-100,
purple- Orange menjadi ancaman bagi minuman sachet seperti Nutrisari.

STRENGTH (KEKUATAN)

S1. Rasa Jeruk Alami


S2. Rasa Jeruknya alami.
S3. Menguasai pasar
minuman serbuk 50%
S4. Tanpa bahan pengawet
S5. Memberikan
Kesegaran
3.3 Matriks SWOT Nutrisari Serbuk
S6. Kandungan vitamin C
tinggi.
S7. Website promosi
dengan tampilan
PT.NutriFood Indonesia
15
interaktif
S8. Aktif promosi dimedia
sosial

WEAKNESS (KELEMAHAN)

W1. Bahan baku impor


W2. Distribusi Produk
belum kuat
W3. Harga nya relatife
lebih mahal
W4. Kurang variasi rasa
lain
W5.Kadar gula sangat
tinggi

FAKTOR
INTERNAL

FAKTOR
EKSTERNAL

OPPORTUNITY
(PELUANG)

O 1. Pertumbuhan pasar
sari buah mencapai
15% -20 %/ tahun
O 2. Rasa yang khas
O 3. Market leader di
kategori produknya
O 4. Perkembangan gaya
hidup sehat
O 5. SDM karyawan tinggi

THREAT (ANCAMAN)

T 1. Keberadaan 60 merek
minuman sari buah
T 2. Gencarnya promosi
produk pesaing
T 3. Harga produk pesaing
yang lebih murah
T 4. Minuman botol yang
sekarang menjamur

STRATEGI SO
SO 1.Meningkatkan pangsa
pasar di atas 50%
SO 2.Mempertahankan
kualitas produk sesuai
cita rasa konsumen
SO 3.Terus berinovasi
menambah varian rasa baru.
SO 4.Kegiatan promosi
sesuai gaya hidup yang
lebih sehat konsumen.
SO 5.Mengadakan pelatihan
pengembangan teknologi
bagi semua karyawan.

STRATEGI ST

STRATEGI WO

WO 1. Menggunakan bahan
baku berkualitas dari
dalam negeri.
WO 2.Pemasaran dengan
banyak menggunakan
media cetak,
elektronik
WO 3.Mempertahankan
kualitas terbaik
produk
WO 4. Menciptakan varian
rasa yang belum
pernah ada.
WO 5. Melakukan riset
kandungan produk.
STRATEGI WT

ST 1. Memperbaharui tampilan WT 1. Menggunakan produk


buah dalam negeri yang
iklan.
berkualitas.
ST 2. Mempertahankan
WT
2.Memdorong
pengusaha
promosi di Medialokal
untuk
media iklan nasional.
bekerjasama dalam
ST 3.Memberikan potongan
pemasaran.
harga dalam pembelian
WT
3.Menambah
kemasan
besar.
yang
lebih
kecil.
ST 4. Memberikan sampel
WT 4. Membuat rasa buah
gratis pada eventalami

event tertentu.

Dari faktor strategi internal dan ekternal sebagaimana yang tercantum dalam
tabel Matrik SWOT maka dapat ditentukan berbagai kemungkinan alternatif strategi

PT.NutriFood Indonesia

16

pengembangan produk nutrisari serbuk sachet pada PT.Nutrifood Indonesia


( SO,ST,WO,WT) sebagai berikut :
a. Strategi SO
Perusahaan

hendaknya

meningkatkan

pangsa

pasar

di

atas

50%,

mempertahankan kualitas produk sesuai cita rasa konsumen, terus berupaya


berinovasi menambah varian rasa baru berbeda dari sebelumnya.Selanjutnya
terus melakukan kegiatan promosi sesuai gaya hidup yang lebih sehat teruatama
bagi konsumen dan Mengadakan pelatihan pengembangan teknologi bagi semua
karyawan agar dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
b. Strategi ST
Diharapkan kedepannya perusahaan mampu memperbaharui tampilan iklan yang
lebih dinamis dan modern, mempertahankan promosi di Media-media iklan
nasional, memberikan potongan harga dalam pembelian besar bagi pedagang
grosir dan memberikan sampel gratis pada event-event tertentu agar konsumen
tetap ingat kepada produk kita.
c. Strategi WO
Sebainya menggunakan bahan baku berkualitas dari dalam negeri,pemasaran
dengan banyak menggunakan media cetak, elektronik,mempertahankan kualitas
terbaik produk melalui teknologi terdepan,menciptakan varian rasa yang belum
pernah ada dan Melakukan riset kandungan produk yang sesuai dengan keinginan
konsumen.
d. Strategi WT
Menggunakan produk buah dalam negeri yang berkualitas tentunya,memdorong
pengusaha

lokal

untuk

bekerjasama

dalam

pemasaran

hingga

pelosok

desa,menambah kemasan yang lebih kecil serta dengan harga yang lebih murah
dan Membuat rasa buah alami yang selalu tetap terjaga kealamiannya.
Dari empat kemungkinan strategi yang diperoleh diatas, maka strategi yang
paling tepat digunakan pada pengembangan produk nutrisari serbuk sachet pada
PT.Nutrifood Indonesia adalah strategi SO (Strenghts dan Opportunities). Strategi ini
menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang, strateginya adalah :

PT.NutriFood Indonesia

17

Perusahaan hendaknya meningkatkan pangsa pasar di atas 50%,


mempertahankan kualitas produk sesuai cita rasa konsumen, terus berupaya
berinovasi menambah varian rasa baru berbeda dari sebelumnya.Selanjutnya
terus melakukan kegiatan promosi sesuai gaya hidup yang lebih sehat teruatama
bagi konsumen dan Mengadakan pelatihan pengembangan teknologi bagi semua
karyawan agar dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Dari hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa faktor kelemahan dan ancaman
memiliki resiko yang cukup besar, dengan demikian faktor kekuatan dan peluang
merupakan variabel yang diharapkan memberikan keuntungan bagi pengembangan
produk nutrisari serbuk sachet pada PT.Nutrifood Indonesia.Jika faktor kelemahan dan
ancaman dapat benar-benar diminimalkan dengan meningkatkan nilai kekuatan yang
didukung dengan memahami dan menganalisis faktor peluang sehingga peluang
pengembangan produk nutrisari serbuk sachet pada PT.Nutrifood Indonesia dapat
dicapai lebih optimal.

BAB IV
PENUTUP

PT.NutriFood Indonesia

18

4.1 Kesimpulan
Sebagai salah satu brand unggulan Nutrifood, Semoga perusahaan terus melakukan
upaya optimal agar NutriSari senantiasa lebih dekat dengan konsumen. Pengembangan
produk tidak hanya ditujukkan untuk memenuhi kebutuhan (needs) dan keinginan
(wants) saja akan tetapi harus dapat pula memenuhi harapan (expacfation) konsumen
yang segmentasikan secara psykografis seperti untuk produk Nutrisari. Strategi
pengembangan produk juga harus tetap mempertahankan ciri khas Nutri Sari yakni rasa
jeruk asli yang menjadi keunikannya sehingga akan lebih meningkatkan loyalitas
terhadap merek Nutri Sari. Perencanaan pengembangan produk harus didukung oleh
konsep produk yang jelas dan dapat dipahami oleh konsumennya sebab akan
mempengaruhi keberhasilan strategi pengembangan produk tersebut. Dari empat
kemungkinan strategi yang diketahu diatas, maka strategi yang paling tepat digunakan
pada pengembangan produk nutrisari serbuk sachet pada PT.Nutrifood Indonesia adalah
strategi SO (Strenghts dan Opportunities).
4.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian maka saran-saran yang diberikan untuk
perusahaan PT Nutrifood Indonesia SBU PT Nutrisari Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Peningkatan strategi konsentrasi melalui integrasi horisontal tanpa ada perubahan laba
perusahaan.
2. Penerapan manajemen teknologi melalui peningkatan dan pemanfaatan seoptimal
mungkin komponen - komponen teknologi yang dimiliki perusahaan dengan prioritas
pada perangkat teknologi dan perangkat organisasi serta memberdayakan semua
sumber daya perusahaan.
Beberapa saran untuk perusahaan dalam rangka peningkatan manajemen teknologi
perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan dan meningkatkan penggunaan perangkat teknologi melalui,
pembentukan komitmen mengenai schedule dalam maintenance antara Production
Department dengan Repair and Maintenance Department sehingga kesiapan mesin
selalu terjamin.
2. Meningkatkan pengembangan sumber daya manusia melalui upaya mengintensifkan
pelatihan - pelatihan sehingga keahlian karyawan dapat lebih merata.
3. Mengoptimalkan pemanfaatan perangkat informasi melalui upaya melakukan training
terhadap user perangkat informasi sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan
yang diharapkan.

PT.NutriFood Indonesia

19

4. Perangkat organisasi yang ada diberdayakan dan disempurnakan melalui kajian


mengenai struktur dan perilaku organisasi guna peningkatan dan pengembangan kinerja
organisasi yang lebih efisien dan efektif dalam mencapai pola kerja unggul.

KATA PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap, para pembaca bisa memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis, demi sempurna nya makalah ini dan penulisan makalah di
PT.NutriFood Indonesia

20

kesempatan lainnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga
para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.nutrimart.co.id/ (diakses tanggal 12 oktober 2014)


http://adrianbagus.blogspot.com/2013/03/pengenalan-tentang-pt-nutrifood_10.html
(diakses tanggal 12 oktober 2014)
http://www.nutrisari.co.id/homepage (diakses tanggal 12 oktober 2014)
http://riskaherliyani.blogspot.com/2014/04/ekonomi-internasional.html (diakses tanggal
12 oktober 2014)
http://muhammadwahyu-nutrisari.blogspot.com/2010/06/nutrisari.html (diakses tanggal
12 oktober 2014)
PT.NutriFood Indonesia

21

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/0/0b/Nutrifood.jpg (diakses tanggal 12


oktober 2014)
http://media-amran.blogspot.com/2010/08/analisis-swot.html (diakses tanggal 13
oktober 2014)
http://dglib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=showview&id=6378 (diakses tanggal 13
oktober 2014)
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/64794 (diakses tanggal 13 oktober 2014)
http://aan20.blogspot.com/2012/08/definisi-manajemen-operasional.html

PT.NutriFood Indonesia

22

Anda mungkin juga menyukai