Anda di halaman 1dari 23

Makalah

O
L
E
H

SUHARMIN
441 413 058
KIMIA B

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

2015

ELEKTROKIMIA

Page 1

KATA PENGANTAR

Segala puji marilah kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi atas berkat rahmatNya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini, sholawat serta salam juga tidak
lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. sebagai
pedoman kita dalam kehidupan.
Penulis berharap semoga makalah kimia fisik dengan materi
Elektrokimia ini menjadi sebuah bacaan yang bermanfaat bagi pembaca
umumnya dan penulis khususnya. Penulis juga tentunya mengharapkan kritik dan
saran yang bermanfaat guna penyempurnaan makalah ini.
Terima kasih.

Gorontalo, 20 Juni 2015

Penulis

ELEKTROKIMIA

Page 2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1......................................................................................................................
Latar Belakang Masalah
.....................................................................................................................
4
1.2......................................................................................................................
Rumusan Masalah
.....................................................................................................................
4
1.3......................................................................................................................
Tujuan
.....................................................................................................................
5
BAB II PEMBAHASAN
2.1......................................................................................................................
Pengertian Elektrokimia
.....................................................................................................................
6
2.2......................................................................................................................
Reaksi Reduksi dan Oksidasi.
.....................................................................................................................
7
2.3......................................................................................................................
Reaksi Disproporsionasi
.....................................................................................................................
11
2.4......................................................................................................................
Sel Galvani dan Sel Volta
.....................................................................................................................
12
2.5......................................................................................................................
Termodinamika
Sel
Elektrokimia
.....................................................................................................................
18

ELEKTROKIMIA

Page 3

2.6......................................................................................................................
Pengukuran
Daya
Gerak
Listrik
(DGL)
Sel.
.....................................................................................................................
20
2.7......................................................................................................................
Potensial
Elektroda
Standar
(E)
.....................................................................................................................
21
2.8......................................................................................................................
Hubungan Antara Potensial Sel (E) dan Energi Bebas Gibbs (G)
.....................................................................................................................
22
2.9......................................................................................................................
Persamaan
Nerst
.....................................................................................................................
22
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................................
25
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

ELEKTROKIMIA

Page 4

Elektrokimia merupakan bagian yang penting dalam kimia dasar,


merupakan jembatan antara kimia dengan kehiduapan sehari-hari. Contoh:
setiap saat kita menstater mobil, memijat kalkulator, melihat arloji digital,
mendengarkan radio, dan sebagainya. Semuanya begantung pada reaksi
eletrokimia lazim dikenal dengan batrei.
Elektrokimia menyangkut fenomena yang berkaitan dengan aspek
perbedaan/pemisahan muatan. Pemisahan muatan ini akan mengakibatkan
terjadinya transfer muatan, yang dapat berlangsung dalam sistem homogen
maupun heterogen.
Mempelajari hubungan antara energi listrik/arus listrik dengan reaksi
kimia. Secara umum reaksi kimia yang melibatkan arus listrik disebut sebagai
proses elektrokimia. Beberapa proses elektrokimia adalah: elektrolisis, reaksi
oksidasi-reduksi. Pada proses elektrokimia, reaksi kimia ikut melibatkan
perpindahan elektron dari spesi kimia yang terlibat dalam reaksi tersebut.
1.2.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Rumusan Masalah
Bagaimana pengertian elektrokimia?
Bagaimana reaksi reduksi dan oksidasi?
Bagaimana itu Reaksi Disproporsionasi?
Bagaimana pengertian sel galvani dan sel volta?
Bagaimana Termodinamika Sel Elektrokimia?
Bagaimana Pengukuran Daya Gerak Listrik (DGL) Sel?
Bagaiman itu Potensial Elektroda Standar (E)?
Bagaimana Hubungan Antara Potensial Sel (E) dan Energi Bebas Gibbs

(G)?
9) Bagaimana persamaan Nernst itu?
1.3.

Tujuan
Tujuan dari makalah ini agar dapat mengetahui:
1. Pengertian elektrokimia.
2. Penjelasan mengenai reaksi reduksi dan oksidasi.
3. Penjelasan mengenai reaksi disproporsionasi.
4. Pengertian sel galvani dan sel volta.
5. Penjelasan mengenai termodinamika sel elektrokimia.
6. Cara pengukuran daya gerak listrik (DGL) Sel.
7. Penjelasan mengenai potensial elektroda standar (E).
8. Hubungan Antara Potensial Sel (E) dan Energi Bebas Gibbs (G).
9. Persamaan Nernst.

ELEKTROKIMIA

Page 5

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.

Pengertian Elektrokimia
Elektrokimia adalah cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara
energy listrik dan reaksi kimia. Pada pasal 1.4 telah dinyatakan bahwa listrik
timbul akibat aliran (gerakan) partikel bermuatan dalam mediumnya yang
disebut konduktor. Aliran itu terjadi karena terdapat beda potensial diantara
dua titik dalam konduktor tersebut. Beda potensial itu dapat dibuat bila kedua
ujung konduktor dihubungkan dengan sumber arus.
Elektrokimia mempelajari semua reaksi kimia yang disebabkan oleh
energi listrik serta semua reaksi kimia yang menghasilkan listrik. Namun sel
elektrokimia sering didefinisikan sebagai sel yang menghasilkan energi listrik
akibat reaksi kimia dalam sel tersebut, seperti sel galvani atau sel volta.

ELEKTROKIMIA

Page 6

Sedangkan sel yang menghasilkan reaksi kimia akibat energi listrik disebut
dengan sel elektolisis.
Reaksi dalam elektrokimia
Hantaran listrik dalam logam hanyalah perpindahan electron secara fisika,
sedangkan dalam larutan, disamping perpindahan ion juga disertai reaksi
kimia dikedua elektroda. Salah satu elektroda akan menerima electron dari
larutan, sedangkan elektroda yang lain memberikan electron ke larutan.
Sel elektrokimia
Alat khusus yang dapat membuat interaksi energy kimia (reaksi kimia)
dengan energy listrik di sebut sel elektokimia. Sel elektrokimia adalah suatu
alat yang dapat memproduksi kerja listrik ke lingkungan. Contoh, sel kering
komersial adalah silinder bersegel dengan dua kuningan ysng dihubungkan
dengan terminal yang menonjol darinya. Salah satu terminal ditandai dengan
tanda positif (plus), sedang yang lain dengan tanda negatif (minus). Jika dua
terminal dihubungkan ke suatu motor kecil, elektron mengalir melalui motor
dari kutub negatif ke kutub positif dari sel. Dihasilkan kerja ke lingkungan dan
reaksi kimia, reaksi sel, berlangsung di dalam sel.
2.2.

Reaksi Oksidasi dan Reduksi


Konsep Redoks
Perpindahan Oksigen
Selama abad kesembilan belas istilah oksidasi digunakan untuk
menjelaskan reaksi dimana suatu zat bersenyawa dengan oksigen.
Pembakaran bahan bakar kayu pada waktu disebut oksidasi.
Istilah reduksi berasl dari kata latin reduco yang artinya mengembalikan.
Pada awalnya kata reduksi digunakan dalam metalurgi dalam proses mendapat
kembali logam dari bijihnya.
Istilah ini sudah digunakan sejak lama sebelum orang menggunakan istilah
Oksidasi, jadi sebelum ditemukan oksigen, dan juga sebelum ditemukan
bahwa terbakar adalah reksi dengan oksigen.
Pembakaran gas alam, CH4 dan pembakaran bensin dalam mesin
kendaraan bermotor adalah reaksi oksidasi.
Bensin terdiri dari atas sejumlah hidrokarbon termasuk oktan C8H18.
CH4 (g) + 2O2 (g)
CO2 (g) + 2H2O (g)

2C8H18 (g) + 25O2

ELEKTROKIMIA

(g)

16CO2 (g) + 18H2O (g)

Page 7

Pembakaran magnesium dalam udara adalah reaksi oksidasi.

2Mg (s) + O2 (g)

2MgO (s)

Dari reaksi-reaksi diatas dapat dilihat bahwa jika metana terbakar, gas ini
akan bereaksi dengan oksigen dan melepaskan hidrogen. Melepaskan atau
menghilangkan hidrogen hidrogen juga disebut oksidasi.
Reaksi-reaksi yang menyangkut penguraian zat dengan melepaskan
oksigen disebut reduksi.
2HgO (s)

2Hg (l) + O2 (g)

Magnesium terbakar dalam uap air membentuk megnesium oksidasi dan


hidrogen.
Mg (s) + H2O (g)

MgO (s) + H2 (g)

Pada reaksi ini, magnesium bereaksi dengan oksigen, sedangkan air


melepaskan oksigen. Jadi, magnesium mengalami oksidasi, dan air mengalami
reduksi.
Oksidasi ialah suatu perubahan kimia
a) Jika suatu zat memberikan atau melepaskan elektron
b) Jika suatu unsur mengalami pertambahan bilangan oksidasi atau tingkat
oksidasi.
c) Yang terjadi di anoda suatu sel elektrokimia.
Reduksi ialah suatu perubahan kimia
a) Jika suatu zat menerima atau melepaskan elektron
b) Jika suatu unsur mengalami pengurangan bilangan oksidasi atau tingkat
oksidasi.
c) Yang terjadi di katoda suatu sel elektrokimia.
Oksidator dan Reduktor
Pada suatu reaksi redoks zat yang mengoksidasi zat lain disebut oksidator
atau zat pengoksidasi, sedangkan zat yang mereduksi zat lain disebut reduktor
atau zat pereduksi. Pada redoks oksidator direduksi, sedang reduktor
dioksidasi. Hubungan antara oksidator, reduktor dan perubahan bilangan
oksidasi serta perubahan elektron dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

ELEKTROKIMIA

Page 8

Pengertian
Oksidasi

Bilangan oksidasi
Bertambah

Perubahan elektron
Pengeluaran melepaskan

Reduksi
Oksidator
Reduktor
Zat yang dioksidasi
Zat yang direduksi

Berkurang
Berkurang
Bertambah
Bertambah
Berkurang

elektron
Penerimaan elektron
Menerima elektron
Memberikan elektron
Kehilangan elektron
Menerima elektron

Oksidator dan Reduktor


Dalam reaksi, oksidator mengalami reduksi sedangkan reduktor
mengalami oksidasi
Oksidator dan Hasil Reduksi
Oksidator
F2
Cl2
O2
H2O2
MnO4

Hasil Reduksi
FClH2O2
H2O2
Dalam larutan asam, Mn2+
Dalam larutan basa, MnO2
Cr3+
H2
SO2

Cr2O72H+
H2SO4 pekat

Reduktor dan Hasil Oksidasi


Reduktor
Zn
C
H2
CO
Al
SO32Fe2+
C2O42H2C2O4

Hasil Oksidasi
Zn2+
CO dan CO2
H2O
CO2
Al3+
SO42Fe3+
CO2
CO2

Oksidator dan Reduktor yang Umum


1. Oksigen adalah oksidator yang umum
2. Klor, Cl2
3. Kalium Permanganat, KmNO4
4. Kalium Dikromat, K2Cr2O7
5. Sulfur dioksida
6. Hidrogen

ELEKTROKIMIA

Page 9

Setengah-Reaksi
Suatu reaksi redoks dapat dianggap terdiri atas dua setengah reaksi yaitu
setengah-reaksi oksidasi dan setengah reaksi reduksi.
Penyetaraan Reaksi Redoks
Ada dua cara menyatarakan reaksi redoks yaitu cara setengah-reaksi dan
cara perubahan bilangan oksida.
Cara Setengah-Reaksi
1. Setiap persamaan reaksi redoks merupakan penjumlahan dua setengahreaksi.
2. Dalam persamaan reaksi redoks yang sudah setara, jumlah elektron
yang dilepaskan pada oksidasi sama banyak dengan jumlah elektron
yang diterima pada reduksi.
3. Ada tiga tahap
a) Menuliskan kerangka setengah reaksi
b) Mengimbangkan setiap setengah-reaksi
c) Menjumlah kedua setengah-reaksi
Cara Perubahan Bilangan Oksidasi
Cara ini dapat dilakukan dalam beberapa tahap
1. Tulis pereaksi dan hasil reaksi
2. Tandai unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
3. Setarakan jumlah unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
di ruas kiri dan ruas kanan persamaan reaksi
4. Hitung jumlah berkurangnya dan bertambahnya bilangan oksidasi
5. Samakan jumlah berkurangnya dan bertambahnya bilangan oksidasi
6. Samakan jumlah muatan di ruas kiri dan ruas kanan dengan
menambahkan H+ bilarutan bersifat asam atau OH- bila larutan bersifat
basa
7. Tambahkan H2O untuk menyamakan jumlah atom H di ruas kiri dan
ruas kanan.
Ekivalen Redoks
Suatu ekivalen oksidator (zat pengoksidasi) adalah sejumlah oksidator
yang dapat menerima satu mol elektron.
Suatu ekivalen reduktor (zat pereduksi) adalah sejumlah reduktor yang
dapat memberi satu mol elektron.
Dalam suatu reaksi redoks.

ELEKTROKIMIA

Page 10

a) Jumlah elektron yang diterima sama dengan jumlah elektron yang


diberikan
b) Satu ekivalen oksidator bereaksi dengan satu satu ekivalen reduktor
c) Berat satu ekivalen oksidator = berat satu mol dibagi dengan jumlah
elektron yang diterima
d) Berat satu ekivalen reduktor = berat satu mol dibagi dengan jumlah
elektron yang dilepaskan.
2.3.

Reaksi Disproporsionasi
Reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi simultan oleh suatu spesi disebut
reaksi disproporsionasi atau reaksi otooksidasi. Spesi ini mengandung unsur
yang mempunyai bilangan oksidasi diantara bilangan oksidasi tertinggi, dan
terendah, saling bereaksi.
Stoikiometri Redoks
Pada reaksi redoks
=
Jumlah ekivalen
Jumlah ekivalen
oksidator
reduktor
Satu ekivalen setiap reduktor memerlukan satu ekivalen oksidator.
Sebagai contoh perhatikan reaksi,

5 Fe2+ + MnO4 + 8 H+

5 Fe3+ + Mn2+ + 12 H2O

Pada keadaan dimana jumlah MnO4- ekivalen dengan Fe2+ sedangkan


volume dan kemolaran tidak sama, maka berlaku,
VFe2+ x M Fe2+ x 1 = VMnO4- x 5
VFe2+ = volume larutan VFe2+
M Fe2+ = kemolaran VFe2+
VMnO4- = volume larutan MnO41 = perubahan bilangan oksidasi
Fe(Fe2+ Fe3+)
5 = perubahan bilangan oksidasi Mn
(MnO4- Mn2+)
Atau secara umum
V1 x M1 x n1 = V2 x M2 x n2
V1 = volume reduktor
M1 = kemolaran reduktor
ELEKTROKIMIA

Page 11

n1 = perubahan bilangan oksidasi (reduktor yang mengalami oksidasi)


V2 = volume oksidator
M2 = kemolaran oksidator
n2 = perubahan bilangan oksidator (oksidator yng mengalami reduksi)
2.4.

Sel Galvani dan Sel Volta


Sel Galvani
Sel galvani terdiri atas dua elektroda dan elektrolit. Elektroda dihubungkan
penghantar luar yang mengangkut elektron ke dalam sel atau ke luar sel.
Elektroda dapat juga atau tidak berperan serta dalam reaksi sel. Setiap
elektroda dan elektrolit disekitarnya membentuk setangah sel. Reaksi
elektroda adalah setengah-reaksi yang berlangsung dalam setengah sel. Kedua
setengah sel dihubungkan dengan jembatan-garam. Sel Galvani atau Sel Volta
dapat menghasilkan energi listrik sebagai hasil reaksi kimia yang berlangsung
spontan.
Dalam sel elektrolisis arus listrik dari luar sel melangsungkan reaksi kimia
yang tidak spontan.
Sel Galvani Sel Persamaan dan Perbedaan
Cara kerja sel galvani sebagai berikut,
a. Pada anoda terjadi oksidasi dan elektron bergerak menuju elektroda.
b. Elektron mengalir melalui sirkuit luar menuju ke katoda
c. Elektron berpindah dari katoda ke zat dalam elektrolit. Zat yang menerima
elektron mengalami reduksi.
d. Dalam sirkut-dalam, muatan diangkut oleh kation ke katoda dan oleh
anion ke anoda.
Tanda Elektroda
Sel galvani atau sel volta dapat menghasilkan energi listrik di sirkut luar.
Elektroda tempat sumber elektron disebut elektroda negatif dan diberi tanda
(-). Dalam sel galvani-sel volta
Anoda disebut elektroda negatif diberi tanda (-)
Katoda disebut elektroda positif diberi tanda (+)
Elektron mengalir dari elektroda negatif ke elektroda positif melalui
sirkut-luar.
Sel Elektrolisis

ELEKTROKIMIA

Page 12

Istilah elektrolisis berasal dari bahasa Yunani Electro artinya peristiwa


listrik dan lysis artinya terurai. Pada elektrolisis oleh energi listrik zat-zat
dapat terurai. Alat tempat berlangsungnya elektrolisis disebut sel elektrolisis.
Dalam sel ini,
Elektroda adalah penghantar tempat listrik masuk ke dalam dan keluar dari

zat-zat yang bereaksi.


Perpindahan elektron antara elektroda dan zat-zat dalam sel menghasilkan

reaksi terjadi pada permukaan elektroda.


Zat-zat yang dapat dielektrolisis adalah leburan ion dan larutan yang

mengandung ion terla


Proses Elektrolisis
Ada beberapa hal dari elektrolisis yang mirip dengan sel elektrolisis.
Elektrolit adalah zat dalam sel yang menghantar listrik. Dalam elektrolit

muatan listrik diangkut oleh ion yang bergerak.


Elektroda dimana terjadi oksidasi disebut anoda. Anoda dapat mengalami

oksidasi.
Ion negatif atau anion membawa muatan ke anoda, dan ion positif atau

kation membawa muatan ke katoda.


Dalam sirkut-luar, elektron bergerak melalui kawat dari anoda ke katoda.

Konvensi Tanda Elektroda


Dalam elektrolisis tanda yang diberikan pada anoda dan katoda kebalikan
dari galvani-volta.
Macam Sel
Sel elektrolisis
Sel galvani
(sel volta)

Anoda
(+)
(-)

katoda
(-)
(+)

Dalam kedua macam sel elektroda (-) adalah tempat dimana elektron
tersedia untuk keperluan sel.
Sel galvani atau sel volta menyediakan arus listrik yang akan digunakan di

sirkut-luar
Sel elektrolisis menghasilkan reaksi kimia dalam sel. Elektroda tempat

penyediaan elektron adalah katoda.


Perbedaan antara reaksi sel galvani dan sel elektrolisis.
Perbedaan utama antara sel galvani dan sel elektrolisis yaitu reaksi yang
berlangsung dalam sel galvani adalah reaksi spontan, yaitu
Reaksi segera terjadi dalam sel jika sirkut telah lengkap
ELEKTROKIMIA

Page 13

Reaksi dapat terjadi jika pereaksi-pereaksi direaksikan pada wadah yang

sama.
Reaksi yang berlangsung selama elektrolisis dipaksakan, yaitu
Reaksi tidak akan terjadi jika tidak diberi energi dari sumber luar.
Reaksi tidak akan terjadi jika pereaksi dicampur.
Kebalikan dari reaksi elektrolisis biasanya spontan. Jika hasil elektrolisis
dicampur akan terjadi reaksi menghasilkan zat yang terurai oleh elektrolisis.
Kaitan Antara Sel Galvani-Sel Volta dengan Sel Elektrolisis
Bagan dibawah ini dan peralatan untuk memisahkan aluminium dari Hal,
menunjukan kaitan antara sel galvani dal sel elektrolisis
elektrolisis

Energi listrik

sel galvani

Energi
kimia

Ada dua macam sel galvani yaitu sel galvani reversibel dan sel galvani
komersial
1. Sel galvani reversibel
Sel ini tidak digunakan sebagai sumber arus listrik, tetapi sebagai sumber
potensial.
Ada dua jenis sel galvani reversibel, yaitu,
a. Sel kimia yang terdiri dari dua macam elektroda
b. Sel konsentrasi, yang terdiri dari dua elektroda yang sama dengan
konsentrasi elektrolit yang berbeda.
2. Sel komersial
Sel ini digunakan sebagai sumber arus listrik misalnya
a. Sel primer (baru batere)
b. Sel sekunder (aki)
c. Sel bahan bakar
Sel Volta
Konsep-Konsep Sel Volta
a) Deret Volta :
Li, K, Ba, Ca,Na, Mg, Al, Mn, Zn, Fe, Ni. Sn, Pb, H, Cu, Hg, Ag, Pt, Au
Makin ke kanan, mudah direduksi atau sukar dioksidasi. Makin ke kiri
mudah dioksidasi, makin aktif dan sukar direduksi.
ELEKTROKIMIA

Page 14

b) Notasi Sel
Contoh : Zn/Zn+2//Cu+2/Cu
Dimana :
/ = potensial sel
// = potensial sambungan sel (jembatan garam)
Macam-Macam Sel Volta
a. Sel Kering atau Sel Leclance
Sel ini sering dipakai untuk radio, tape, senter, mainan anakanak, dll. Katodanya sebagai terminal positif terdiri atas karbon
(dalam bentuk grafit)

terlindungi oleh pasta karbon, MnO2 dan

NH4Cl2 . Anodanya adalah lapisan luar yang terbuat dari seng dan
muncul dibagian bawah baterai sebagai terminal negatif.
Reaksi Anoda adalah oksidasi dari seng :
Zn(s) Zn2+(aq) + 2eReaksi Katoda :
2MnO2(s) + 2NH4+(aq) + 2e- Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O
Amonia yang terbentuk pada katoda akan bereaksi dengan Zn2+
yang dihasilkan pada anoda dan membentuk ion Zn(NH3)42+
b. Sel Aki
Katoda : PbO2
Anoda : Pb
Elektrolit : Larutan H2SO4
Reaksinya adalah sebagai berikut :
PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq)
PbSO4(s) + 2H2O (katoda)
2Pb (s) + SO4 (aq)
PbSO4(s) + 2e- (anoda)
PbO2(s) + Pb (s) + 4H+(aq) + 2SO42-(aq) 2PbSO4(s)+2H2O
(total)
Pada saat selnya berfungsi, konsentrasi asam sulfat akan
berkurang karena ia terlibat dalam reaksi tersebut.
Keuntungan dari baterai jenis ini adalah bahwa ia dapat
diisi ulang (recharge) dengan memberinya tegangan dari sumber
luar melalui proses elektrolisis, dengan reaksi :
2PbSO4(s) + 2H2O(l) PbO2(s) + Pb(s) + 4H+(aq) + 2SO42-(aq)
(total)
Kerugian dari baterai jenis ini adalah, secara bentuk, ia
terlalu berat dan lagi ia mengandung asam sulfat yang dapat saja
tercecer ketika dipindah-pindahkan.

ELEKTROKIMIA

Page 15

c. Sel Bahan Bakar


d. Baterai Ni-Cd
Disebut juga baterai ni-cad yang dapat diisi ulang muatannya dan
yang umum dipakai pada alat-alat elektronik peka. Potensialnya adalah
1,4 Volt.
Katodanya adalah NiO2 dengan sedikit air
Anodanya adalah Cd
Reaksinya adalah sebagai beikut :
Cd(s) + 2OH- (aq) Cd(OH)2(s) + 2e2e- + NiO2(s) + 2H2O Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq)
Baterai ini lebih mahal dari baterai biasa.

2.5.

Termodinamika Sel Elektrokimia


Karena sel elektrokimia (terutama sel galvanik) memiliki kemampuan
untuk melakukan perubahan kimia menjadi energi listrik, maka kerja listrik
yang dilakukan menjadi perhatian yang penting terutama dalam kaitannya
dengan aspek termodinamika.
Kerja Listrik (Electrical Work)
Hukum Pertama Termodinamika Kimia
dengan,
U = perubahan energi dalam
q = kalor yang diserap/dilepaskan oleh sistem
w = kerja yang dilakukan pada sistem.
Pada sistem kimia biasa, kerja yang dilakukan/diterima oleh system adalah
merupakan kerja mekanik (proses ekspansi), dw=P dV . Namun pada sistem
yang melibatkan perpindahan elektron, maka kerja yang dilakukan untuk
memindahkan elektron yang bermuatan melewati suatu perbedaan potensial
harus ikut diperhitungkan. Sehingga pada sistem yang mengalami proses
reversibel pada temperatur dan tekanan tetap, kerja menjadi
Karena untuk proses reversibel pada temperatur tetap, q=T S , maka
persamaan (1.1) dapat disusun menjadi

ELEKTROKIMIA

Page 16

Pada tekanan tetap perubahan entalpi sistem diberikan:

Sehingga Pers. 3 dapat disusun ulang menjadi

Pada temperatur konstan besarnya perubahan Energi bebas Gibbs adalah

Dengan memasukkan Pers 4 ke Pers 5 maka,

Persamaan ini memberikan hubungan antara kerja listrik dengan energy bebas
Gibbs.
Untuk mengetahui berapa banyak kerja yang dilakukan ini, maka disusun
sebuah sel elektrokimia (sistem) yang dihubungkan dengan 2 buah terminal
antara kedua ujung sel tersebut. Beda potensial antara kedua terminal tersebut
adalah sebesar E. Kemudian kedua terminal tersebut dihubungkan dengan
sebuah beban sebesar R (Beban ini kemudian dianggap sebagai lingkungan).
Bila sebuah muatan sebesar Q yang bergerak melalui beda potensial E ,
maka besarnya kerja terhadap lingkungan adalah EQ. Bila muatan itu di bawa
oleh elektron maka. Q = (jumlah elektron) (muatan elektron)=Ne atau Q =
(jumlah mol elektron) (muatan/mol) = nF dengan F = konstanta Faraday =
96.484,6 Coulombs, n jumlah mol elektron. Sehingga pada sistem yang
diamati tersebut besarnya kerja listrik yang dilakukan terhadap lingkungan
(Tahanan sebesar E ) adalah = wlistrik = -nFE (Pers. 7)
Sehingga besar perubahan energi bebas Gibbs adalah
T ,PG=nFE
Dengan
- E dalam volt
- F dalam C mol-1

ELEKTROKIMIA

Page 17

- G dalam joule per mole (J mol-1), karena 1 J = 1 V C.


Persamaan ini memberikan harga kerja maksimum yang dapat dilakukan
oleh sistem sel elektrokimia yang diamati. Sehingga arah reaksi dapat dilihat
dari persamaan ini. Persamaan ini membuat perhitungan energi bebas Gibss
dapat dilakukan secara langsung tanpa harus mencari besar Harga Tetapan
Kesetimbangan, Harga Entalpi Reaksi maupun Harga Entropi Reaksi.
Beberapa hal penting:
-

Tanda negatif pada suku kanan dari Persamaan diatas menunjukkan


bahwa harga potensial positif memberikan harga energi bebas yang

negatif.sehingga untuk reaksi akan berlangsung secara spontan.


Kerja listrik dilakukan bila muatan listrik Q bergerak/dipindahan melalui

beda potensial sebesar V.


Fungsi energi bebas Gibbs, juga menunjukkan kerja maksimal yang
berguna yang dapat dilakukan oleh sistem terhadap lingkungannya.
Kerja dalam hal ini adalah kerja maksimal yang tidak dilakukan melalui
kerja ekspansi

2.6.

Pengukuran Daya Gerak Listrik (DGL) Sel


Besarnya daya gerak listrik antara dua elektroda dapat diukur dengan
voltmeter atau multimeter. Namun cara ini tidak teliti karena akan ada arus
dari sel yang melalui voltmeter dan akan menyebabkan perubahan DGL yang
diukur. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur DGL secara
teliti adalah Potensiometer.
Menggunakan cara yang telah disebutkan di atas, yang dapat diukur adalah
beda potensial antara dua buah elektroda. Tidak mungkin mengukur potensial
suatu elektroda tunggal. Sehingga yang disebut dengan satu sistem sel pasti
terdiri dari dua elektroda. Untuk mengukur potensial suatu elektroda tertentu
maka diperlukan elektroda lain yang disebut sebagai elektroda pembanding.
Dengan demikian beda potensial kedua elektroda dapat diukur, karena
besarnya potensial elektroda pembanding sudah diketahui dengan pasti, maka
besarnya potensial elektroda yang ingin diketahui dapat dihitung. Sebagai
elektroda pembanding dipilih elektroda hidrogen standar yang berdasarkan

ELEKTROKIMIA

Page 18

perjanjian potensialnya berharga nol volt ( 0 Volt). Suatu elektroda yang


dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ionnya dengan keaktifan
berharga satu (a= 1) dan diukur dengan elektroda pembanding elektroda
hidrogen standar pada suhu 25 oC disebut potensial elektroda standar.
Elektroda hidrogen standar
Elektroda ini terdiri atas logam platina yang dicelupkan ke dalam suatu
larutan asam (yang mengandung ion H+) dengan konsentrasi 1,0 M (dan
koefisien keaktifan a = 1) dan dialiri gas hidrogen pada tekanaan 1 atm seperti
pada gambar di bawah ini,

Elektroda Hidrogen standar


Reaksi yang terjadi pada elektroda platina adalah reduksi ion H+ menjadi
gas hidrogen:
2H+ (aq) + 2 e

H2 (g)

Elektroda platina digunakan hanya bila sistem setengah sel bukan logam.
Fungsi elektroda platina adalah sebagai penghubung logam inert dengan
sistem H2 H+, dan sebagai tempat gas H2 teradsorpsi di permukaan.
2.7.

Potensial Elektroda Standar (E)


Potensial elektroda standar dari suatu elektroda didefinisikan sebagai DGL
(daya gerak listrik) suatu sel yang terdiri dari elektroda yang dicelupkan ke
dalam suatu larutan yang mengandung ionnya dengan keaktifan berharga satu
( a = 1) dan elektroda hidrogen standar sebagai pembanding, pada tekanan
hidrogen 1 atm dan suhu kamar. Sistem elektroda dalam sel tersebut harus
reversibel secara termodinamika yaitu :
Mn+ (a=1) + n e M

ELEKTROKIMIA

Page 19

Sebenarnya yang diukur bukanlah potensial elektroda, tetapi lebih tepat


bila dikatakan sebagai beda potensial (terhadap hidrogen = 0 v). Yang umum
dikenal adalah potensial reduksi standar.
2.8.

Hubungan Antara Potensial Sel (E) dan Energi Bebas Gibbs (G)
Hubungan antara energi bebas Gibbs dan Potensial sel arus nol (E) dapat
diturunkan dengan memeperhatikan perubahan G pada saat reaksi sel
bertambah dengan kuantitas yang sangat kecil d pada beberapa komposisi.
Maka G pada P,T tetap dan komposisi tertentu akan berubah sebesar
(1)

Karena kerja maksimum yang dapat dilakukan reaksi itu ketikareaksi


berlangsung sebesar d pada temperatur dan tekanan tetap adalah
(2) tetap
yang harganya sangat kecil dan komposisi sistem sebenarnya adalah

ketika reaksi ini berlangsung. Sehingga kerja yang dilakukan untuk muatan
yang sangat kecil zF.d yang bergerak dari anoda ke katoda dengan beda
potensial tertentu akan berharga
dwe = - n F d .E ..........................................................................(3)
jika kita samakan persamaan (5 ) dan (6 ), maka didapat
- nF E = G........................................................(4)
atau

, n adalah jumlah elektron yang terlibat dalam setengah reaksi

Berdasarkan harga energi bebas gibbs G, dapat diramalkan berlangsung


tidaknya suatu sel elektrokimia. Suatu reaksi sel akan berlangsung spontan
bila G < 0 atau harga E >0.
2.9.

Persamaan Nernst
Hubungan antara potensial arus dengan aktivitas zat yang ikut serta dalam
reaksi sel. Kaitan energi bebas gibbs dengan komposisi dapat dinyatakan
sebagai :
G = Go + RT ln Q................................................(1)
bila semua suku dalam persamaan (1) dibagi dengan n F, maka

(2)
ELEKTROKIMIA

Page 20

(3)

maka persaman (3) dapat dinyatakan sebagai persamaan (4) yang dikenal
sebagai persamaan Nerst

(4)

Eo adalah potensial reduksi standar, R tetapan gas ideal, n jumlah elektron


yang terlibat, F adalah bilangan Faraday dan Q adalah kuosien reaksi.
Untuk komposisi sebuah komportemen elektroda di dalam kuosien reaksi
(5)

Q dengan harga keaktifan = a, untuk setengah reaksi dapat dinyatakan sebagai:


(6) ( )dan
Harga keaktifan (a) merupakan fungsi dari koefisien keaktifan

konsentrasi larutan / ion.


a = . [ion/ larutan]
untuk larutan/ ion yang mempunyai harga = 1, maka keaktifan akan
berharga = konsentrasi larutan / ion.
Harga potensial standar (Eo ) hanya berlaku untuk keaktifan = 1, untuk
harga keaktifan tidak sama dengan satu, potensial standar harus dikoreksi,
yaitu sebesar Q.
Pada Reaksi redoks berikut :
Cu2+ (aq) + Zn (s)
Cu (s) + Zn2+ (aq)
serta menggunakan persamaan (5) dan (6) maka persamaan (4) dapat
dinyatakan sebagai
Untuk harga = 1, maka persamaan (7) dapat diubah menjadi persamaan
(7)
(8) berikut :

(8)

Dengan cara yang sama, maka harga E sel untuk reaksi redoks dengan
persamaan :
a A+ b B
cC+dD
dapat ditentukan menggunakan persamaan (15), yaitu :
(9)

ELEKTROKIMIA

Page 21

Persamaan (8) dapat digunakan untuk menghitung E sel


suatu sel elektrokimia yang keaktifan larutan elektrolitnya tidak
berharga 1 (atau konsentrasinya 1M)

BAB III
PENUTUP
3.1.

Kesimpulan
Elektrokimia adalah cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara
energy listrik dan reaksi kimia. Pada pasal 1.4 telah dinyatakan bahwa listrik
timbul akibat aliran (gerakan) partikel bermuatan dalam mediumnya yang
disebut konduktor. Aliran itu terjadi karena terdapat beda potensial diantara
dua titik dalam konduktor tersebut. Beda potensial itu dapat dibuat bila kedua
ujung konduktor dihubungkan dengan sumber arus.
Elektrokimia mempelajari semua reaksi kimia yang disebabkan oleh
energi listrik serta semua reaksi kimia yang menghasilkan listrik. Namun sel
elektrokimia sering didefinisikan sebagai sel yang menghasilkan energi listrik
akibat reaksi kimia dalam sel tersebut, seperti sel galvani atau sel volta.
Sedangkan sel yang menghasilkan reaksi kimia akibat energi listrik disebut
dengan sel elektolisis.

3.2.

Saran
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan dan kesalahan, maka dari itu saya sangat mengharapkan bantuan

ELEKTROKIMIA

Page 22

dari dosen pembimbing agar kiranya memberikan kritikan maupun saran yang
sifatnya membangun demi kelengkapan materi makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Nurdin. 2013. Sel Elektrokimia (Online) Tersedia di: http://skp.
unair.ac.id/repository/GuruIndonesia/SelElektrokimia_NurdinAchmad
_16616.pdf. (Diakses pada tanggal: kamis, 18 juni 2015).
Ahmad, Hiskia. 1992, Elektrokimia dan Kinetika Kimia , Bandung : PT. Citra
Aditya Bakti
Laksono, 2011. Elektrokimia(Online). Tersedia di: http://laksono.ac.id.files/2011/
18/elektrokimia.pdf (diakses pada tanggal: 15 juni 2015).
Rochliadi, Achmad. 2010. Elektrokimia. Tersedia di : http://achmad rochliadi.ac.i
d.files/2010/09/elektrokimia/pdf. (Diakses pada tanggal:18 Juni 2015).
S, Syukri. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung: ITB
Sastrohamidjojo, Hardjono.2010. Kimia Dasar. Yogyakarta: UGM

ELEKTROKIMIA

Page 23