Anda di halaman 1dari 7

1.

2.
3.
4.

Patofisiologi Diare
Diare adalah ketidakseimbangan absorbsi dan sekresi air dan elektrolit. Jika absorbsi air di
small bowel dan kolon menurun atau sekresi meningkat melebihi normal, diare terjadi.
Biasanya keluar air dan elektrolit terus menerus dari tubuh.
Secara umum 4 mekanisme patofisiologis gangguan keseimbangan air dan elektrolit, yang
menyebabkan diare. 4 mekanisme ini adalah dasar diagnosis dan terapi yaitu ;
Perubahan transport aktif ion oleh penurunan absorbsi Na ataupun meningkatnya
sekresi Cl.
Perubahan pada motilitas intestinal
Meningkatnya osmolaritas dalam luminal dan
Meningkatnya tekanan hidrostatik dalam jaringan,
Patofisiologi
Berdasarkan mekanisme patofisiologi diare telah dihubungkan dengan 4 kelompok diare
secara klinis yaitu diare : sekretori, osmotik, eksudatif dan perubahan transit intestinal.
Diare sekretori terjadi bilamana secara struktural senyawa mirip (contoh, peptida intestina
vasoaktif atau bakterial/toksin) meningkatkan sekresi atau menurunkan absorbsi air dan
elektrolit dalam jumlah besar.
Senyawa (zat kimia) diabsorbsi kurang baik menahan cairan intestinal, menyebabkan diare
osmotik.
Penyakit inflamasi usus dapat menyebabkan diare eksudatif dengan keluarnya mukus,
protein atau darah ke usus.
Motilitas usus dapat dihubungkan dengan menurunnya waktu kontak dalam usus halus,
cepat melewati kolon dan oleh pertumbuhan bakteri berlebihan.
Diare disalahgunakan (abuse) untuk menurunkan bobot badan dengan terjadinya
diare.Pada diare, pemeriksaan secara fisik abdomen dapat ditemukan peristaltik dengan
perut berbunyi.
Outcome diinginkan

Anda menghadapi masalah diare, biasanya disebut obat anti diare. Obat anti diare
disebut Loperamide dan bismuth subsalicylate. Yang kedua dulunya dipakai untuk
mengobati mual dan muntah - muntah, dan juga meredakan perut yang bergejolak.
Bagaimana obat - obat ini bekerja?
Loperamide mengurangi aktifitas usus dan sebagai hasilnya, infeksi yang terjadi
akan bertahan sedikit lebih lama, membiarkan tubuh menyerap air dari produk
pencernaan. Bismuth subsalicylate bekerja dengan cara yang berbeda, karena obat
ini akan mengurangi informasi dan mencegah virus serta bakteri agar tidak berlipat
ganda di dalam perut dan usus anda.
Efek samping yang biasa muncul dari obat diare
Meskipun tidak selalu terjadi, mereka yang memiliki masalah kesehatan atau
manula cenderung berreaksii terhadap efek samping yang dihasilkan oleh obat
diare. Jika Anda memperhatikan salah satu dari efek samping ini, segera hubungi
dokter anda. Efek samping seperti nyeri di bagian perut, mual, pusing, dan sembelit
seringkali disebabkan oleh kandungan Loperamide di obat tersebut.
Untuk Bismuth Subsalicylate, efek sampingnya adalah sembelit, telinga berdenging,
dan lidah atau tinja yang menghitam.
Seperti yang Anda ketahui, berkonsultasi dengan dokter sebelum meminum segala
macam obat diare akan lebih baik. Beberapa dari obat anti diare akan
menggabungkan penyakit Anda dan bukannya menghilangkannya, karena infeksi
yang ada disebabkan oleh parasit atau bakteri. Pengobatan OTC tidak akan cukup,
namun dokter akan meresepkan antibiotic. Jika Anda memiliki IBS, dokter akan
meresepkan obat lain yang disebut antispasmodic.
Dan yang terakhir, jangan berikan obat diare kepada anak dibawah tujuh tahun
kecuali di resepkan oleh dokter atau apoteker. Tanyalah sebelum Anda memberikan
obat diare kepada Anak dibawah umur. Bagi orang dewasa yang sedang demam
atau memilik alergi terhadap obat tersebut, tidak boleh meminum Loperamide
karena hanya akan menambah komplikasi.

Terapi farmakologis dapat menggunakan obat-obat seperti antimotilitas, adsorben,


antisekretori, dan enzyme. Yang akan dibahas dalam artikel ini adalah adsorben.
Adsorben digunakan untuk mengobati gejala yang timbul pada diare (terapi
simptomatik). Obat-obat ini tidak membutuhkan resep dokter dan tidak
menimbulkan toksik, tetapi keefektifannya masih belum dapat dibuktikan. Aksi kerja
dari adsorben sendiri tidak spesifik. Obat ini mengadsobsi nutrien, toxin (racun),
obat-obat, dan sari-sari buah yang tercerna. Bila penderita meminum obat ini
bersama dengan obat lain maka jumlah obat adsorben dalam darah dapat
berkurang. FDA (Food and Drug Administration) merekomendasikan penggunaan
polycarbophil atau karboadsorben sebagai adsorben yang efektif. Polycarbophil
dapat mengadsobsi 60 kali dibanding beratnya dalam air.Di Indonesia terdapat
beberapa adsorben antara lain karboadsorben, attapulgit, kombinasi kaolin dan
pektin, kombinasi attapulgit dan pektin. Sediaan generik tidak tersedia.

A. Karboadsorben

-Nama dagang

: Becarbon, Norit

-Indikasi

: diare, kembung

-Kontraindikasi

:-

-Bentuk sediaan

: Becarbon tablet 250 mg

-Dosis dan aturan pakai


sehari

-Efek samping

B. Attapulgit

: dewasa 3-4 tablet, anak 1-2 tablet, diberikan 3 kali

: muntah, konstipasi, feses hitam

-Nama dagang

: Biodiar, Enterogit, Kaotate, New Diatabs, Teradi

-Indikasi
: terapi simptomatik untuk diare non spesifik (penyebab diare
belum pasti) dengan mengabsorbsi toksin dan virus penyebab diare

-Kontraindikasi
: Biodiar, Enterogit: hipersensitif terhadap attapulgit, demam
tinggi, stenosis (penyempitan) pada saluran cerna ; Kaotate, New Diatabs:
hipersensitif terhadap attapulgit atau salah satu komponen kaotate, pasien yang
menderita konstipasi, obstruksi usus.

-Bentuk sediaan
: Biodiar: tablet 630 mg, Enterogit: tablet 750 mg, Kaotate:
suspensi 60 ml, New Diatabs: tablet 600 mg, Teradi: tablet 600 mg

-Dosis dan aturan pakai


: Biodiar: dewasa 2 tablet setelah BAB pertama kali, 2
tablet tiap kali setelah buang air besar berikutnya. anak 6-12 th dosis dewasa.
Maksimal 6 tablet/hari. Enterogit: 2 tablet 3 kali sehari, maksimal 12 tablet/hari.
Hentikan bila tidak ada perbaikan setelah 48 jam. Kaotate: dewasa dan anak>12 th
2 sendok makan setiap setelah BAB, anak 6-12 tahun 1 sendok makan setiap
setelah BAB. New Diatabs, Teradi: dewasa dan anak>12th 2 tablet setelah BAB,
maksimal 12 tablet/hari, anak 6-12 th 1 tablet setelah BAB, maksimal 6 tablet/hari

-Efek samping

: Teradi: Konstipasi

-Peringatan
: Biodiar, Enterogit :jangan digunakan lebih dari 2 hari atau bila
disertai demam tinggi. Tidak untuk anak < 6 th, insufisiensi ginjal berat. Kaotate,
New Diatabs: Tidak untuk anak 3-6 th, demam tinggi, jangan digunakan lebih dari 2
hari. Teradi: pasien insufisiensi ginjal berat

C. Kombinasi kaolin dan pektin

-Nama dagang
Kaominal

: Kaopectate, Neo Diaform, Neo Enterostop, Neo Kaocitin, Neo

-Indikasi

: simptomatik diare non spesifik

-Kontraindikasi
: Kaopectate, Neo Diaform: Obstruksi intestinal, hipersensitif
terhadap kaolin dan pektin. Neo Enterostop: Konstipasi. Neo kaocitin, Neo
Kaominal : obstruksi usus, konstipasi, hipersensitif

-Bentuk sediaan
: Kaopectate: suspensi 120 ml, Neo Diaform, Neo Enterostop:
tablet. Neo Kaocitin, Neo Kaominal: suspensi 60 ml

-Dosis dan aturan pakai


: Kaopectate: dewasa 4-8 sendok makan, anak>12th 4
sendok makan, 6-12th: 2-4 sendok makan, 3-6 th: 1 sendok makan. Neo Diaform:
dewasa dan anak>12 th: 2,5 tablet tiap diare, maksimal 15 tablet/hari; anak 6-12
th: 1,5 tablet tiap diare maksimal 7,5 tablet/hari. Neo enterostop: dewasa dan
anak>12 th 2 tablet tiap BAB maksimal 12 tablet/hari, 6-12 th: 1 tablet tiap BAB,
maksimal 6 tablet/hari. Neo Kaocitin: dewasa dan anak>12 th 2 sendok teh tiap
BAB maksimal 12 sendok teh/hari, 6-12 th: 1 sendok teh tiap BAB, maksimal 6
sendok teh/hari. Neo Kaominal: dewasa dan anak >12 th 2 sendok makan/hari atau
6 sendok teh (30 ml)/hari maksimal 12 sendok makan/hari atau 36 sendok teh/hari,
6-12 th:1 sendok makan/hari atau 18 sendok teh/hari.-Efek samping
: Neo
Enterostop: bila dalam dosis tinggi dapat menimbulkan fekalit (konkresi intestinal
yang terbentuk di sekitar feses)

-Peringatan
: Kaopectate: jangan digunakan lebih dari 2 hari, pasien demam,
anak< 3th. Neo Diaform: jangan digunakan lebih dari 2 hari, pasien demam, anak <
6th. Neo Enterostop: sebaiknya jangan digunakan pada anak < 6 th. Neo Kaocitin:
pasien demam, anak<6 th. Neo Kaominal: anak 3-6 th, demam tinggi, jangan
digunakan lebih dari 2 hari

D. Kombinasi attapulgit dan pektin

-Nama dagang
Indikasi

: Akita, Arcapec, Diagit, Entrogard, Licopec, Neo Koniform: Pengobatan diare non spesifik

-Kontraindikasi
: Akita, Diagit, Entrogard, Licopec: pasien konstipasi, obstruksi
usus, hipersensitif terhadap obat ini. Arcapec: konstipasi. Neo Koniform: stenosis
pada saluran cerna, demam.

-Bentuk sediaan
: Akita:tablet, Arcapec: tablet dan suspensi kering, Entrogard:
tablet, Licopec, Neo Kaominal: kaplet

-Dosis dan aturan pakai


: Akita, Diagit, Entrogard: dewasa dan anak >12th 2
tablet/kaplet sesudah diare pertama lalu 2 tablet tiap kali sesudah BAB maksimal 12
tablet/kaplet/, 6-12 th: dosis dewasa , maksimal 6 tablet/kaplet/hari. Arcapec:
dewasa dan anak >12 th 2 tablet/sendok teh sesudah diare pertama maksimal 12
tablet/sendok teh/hari, 6-12 th 1 tablet/sendok teh setelah diare , maksimal 6
tablet/sendok teh/hari. Neo Koniform: dewasa dan anak >12 th 2 kaplet tiap kali
BAB maksimal 12 kaplet/hari, 6-12 th 1 kaplet/hari maksimal 6 kaplet.

-Efek samping
: Akita, Licopec: konstipasi, Arcapec: fekolit (dalam dosis besar),
Entrogard: konstipasi, impaksi feses (dalam dosis besar)

-Peringatan: Akita,Entrogard: tidak untuk anak < 6 th, demam tinggi, dehidrasi.
Diagit: jangan diberikan lebih dari 2 hari, demam tinggi, anak < 6 th, hamil dan
menyusui. Licopec: insufisiensi ginjal, anak < 3 th, demam tinggi, jangan diberikan
lebih dari 2 hari. Neo Koniform: obstruksi usus.
terapi non farmakologis seperti dietary management (mengatur pola makan) dan
mengatur cairan dan elektrolit dalam tubuh. Yang dimaksud dengan pengaturan
pola makan di sini adalah menghentikan sementara (selama 24 jam) konsumsi
makanan yang sulit dicerna oleh usus dan produk yang diolah dari susu. Tetapi dari
penelitian didapatkan bahwa jika diare yang diderita adalah diare osmotik (karena
ada makanan yang tidak dapat terabsorbsi, misalnya susu) maka cara ini dapat
mengontrol masalah diare tetapi jika yang diderita adalah diare sekretorik (misalnya
karena infeksi bakteri sehingga terjadi peningkatan sekresi/pengeluaran air dan
elektrolit) maka cara ini dikatakan tidak dapat mengurangi diare. Untuk pengaturan
cairan dan elektrolit dapat dilakukan dengan membuat larutan oralit, caranya
adalah dengan mencampurkan 4 pucuk sendok gula dan 1 pucuk sendok garam ke
dalam air matang 250 cc. Terapi ini biasa disebut dengan Oral Rehydration Therapy
yang sangat dianjurkan sebagai terapi pertama untuk diare terutama bila diare
terjadi selama kurang dari 3 hari dan tidak ada tanda demam. Tetapi bila ada tanda
demam atau gejala sistemik seperti mual dan muntah, penderita diare dianjurkan

untuk melakukan uji laboratorim untuk mengecek ada tidaknya agen penginfeksi
seperti virus, parasit dan bakteri.

Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti Enterovirus (Virus ECHO,
Coxsackie, Poliomyelitis), Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus dan lain-lain; infeksi
bakteri seperti Vibrio, E.Coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Yersinia,
Aeromonas dan sebagainya; infeksi parasit seperti cacing (Ascaris, Trichiuris,
Universitas Sumatera Utara Strongyloides), Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia
lamblia, Trichomonas hominis), jamur (Candida albicans)