Anda di halaman 1dari 3

CONTOH VISUM ET REPERTUM KASUS

GANTUNG DIRI
MAY 1, 2014 BY ALDOFERLY LEAVE A COMMENT

RS Kopiko
Jl. Darma Husada no. 12, Tanggerang 12312
Telp/Fax 021-4532142
Jakarta, 15 April 2014
PRO JUSTITIA
VISUM ET REPERTUM
No. 389/ TU. RS Kopiko/II/4/2014
Yang bertandatangan di bawah ini, dr. Aldo Ferly, dokter pada Rumah Sakit Kopiko, atas
permintaan dari kepolisian Sektor Jakarta Selatan dengan suratnya bernomor
112/VER/IV/2014/Sek. JakSel, tertanggal tujuh belas April 2014, maka dengan ini
menerangkan bahwa pada tanggal tiga belas April tahun dua ribu empat belas, pukul lima
belas lewat lima belas menit Waktu Indonesia bagian Barat, bertempat di Departemen
Forensik, Rumah Sakit Kopiko, telah melakukan pemeriksaan korban dengan nomor
registrasi 14240323 yang menurut surat tersebut adalah Nama
:
Jagung F.Umur
:
39 tahun
Jenis Kelamin
:
laki-laki
Warga Negara
:
IndonesiaPekerjaan
:
swasta
Alamat
:
Jalan Sambas RT 010/07 Cakung Barat
HASIL PEMERIKSAAN :
I. PEMERIKSAAN LUAR:
1.
Tidak terdapat label mayat.
2.
Mayat terbungkus dengan tikar bewarna merah dengan garis-garis horizontal
bewarna putih
3.
Perhiasan mayat tidak ditemukan.
4.
Pakaian yang dikenakan mayat adalah:
a) Satu helai celana berbahan sarung bewarna hijau dengan motif garis -garis putih
horizontal. b) Satu helai kaus putih polos berukuran L bermerk Mama
Lemon5. Tidak terdapat benda disamping mayat5. Terdapat kaku mayat di seluruh tubuh yang sukar dilawan. Terdapat lebam mayat
pada punggung, paha, betis dan leher yang bewarna merah dan hilang pada
penekanan
5. Mayat adalah seorang laki-laki, berbangsa Indonesia, ras mongoloid, berumur
empat puluh dua tahun, warna kulit sawo matang, gizi baik, memiliki panjang tubuh
seratus enam puluh lima sentimeter dengan berat tubuh delapan puluh kilogram,

dan zakar disunat.

5. Tidak ditemukan identitas khusus pada pasien ini


5. Rambut berwarna hitam, tumbuh lurus dengan panjang tujuh sentimeter. Alis mata
berwarna hitam, tumbuh jarang dengan panjang satu sentimeter. Bulu mata
berwarna hitam, tumbuh lurus dengan panjang enam milimeter. Jenggot berwarna
hitam, tumbuh lebat dengan panjang dua belas milimeter.

5. Mata kanan dan kiri terbuka sebesar tiga milimeter. Selaput beningmata kiri dan
kanan jernih. Pada kedua bola mata, teleng mata berbentuk bulat dengan diameter
tiga milimeter. Warna tirai mata coklat. Di selaput bola mata terdapat pelebaran
pembuluh darah di mata kanan dan kiri. Di kelopak bola mata kanan dan kiri
terdapat peleberan pembuluh darah.

5. Hidung berbentuk mancung. Telinga berbentuk oval. Mulut terbuka setinggi dua
puluh millimeter. Lidah terjulur sejauh tiga puluh millimeter dari ujung lidah.

5. Gigi geligi berjumlah tiga puluh satu buah. Gigi-gigi Rahang kiri atas lengkap. Tidak
terdapat gigi ke delapan pada rahang kiri bawah. Gigi-gigi pada Rahang kanan atas
lengkap. Gigi-gigi pada rahang kiri bawah lengkap.5. Dari lubang mulut, lubang hidung, lubang telinga kanan tidak keluar cairan. Dari
lubang kemaluan keluar cairan keruh kental. Dari lubang pelepas tidak keluar apaapa.5. Pada mayat ditemukan luka-luka sebagai berikut:a) Di leher bagian depan terdapat luka lecet tekan yang melingkari leher dengan
deskripsi sebagai berikut:
b) Pada leher terdapat luka lecet tekan, teraba keras dan kaku seperti perkamen
c) Pada sisi depan, luka lecet tekan terdapat pada tiga koma lima sentimeter di atas
jakun tepat di garis pertengahan depan (GPD). Lebar luka adalah enam milimeter.

d) Di sekitarnya terdapat lenting-lenting bulat kecil yang berisi cairan jernihe) Di leher sisi kanan, sebelas sentimeter dari GPD, sembilan sentimeter di bawah
lubang telinga, terdapat luka lecet tekan dengan lebar enam milimeter. Disekitarnya
terdapat lenting-lenting bulat kecil yang berisi cairan jernih.

f) Di leher sisi kiri, sebelas sentimeter dari GPD, lima sentimeter dari lubang telinga ,
terdapat luka lecet tekan dengan lebar enam millimeter, di sekitarnya terdapat bulatanbulatan berisi cairan jernih.
g) Luka lecet tekan dari sisi kanan berjalan ke arah belakang, berakhir di leher samping
kiri. Delapan koma lima sentimeter dari GPD, empat sentimeter dibawah batas tumbuh
rambut belakang (BTRB) dengan lebar enam millimeter.
-

h) Luka tekan dari sisi kiri berakhir pada posisi sepuluh sentimeter dari GPD, satu
sentimeter dibawah BTRN, dengan lebar enam millimeter. Kedua luka lecet tekan
tersebut bertemu di samping kiri, sembilan koma lima sentimeter dari GPD, tepat di
BTRB, lebar dua sentimeter dengan membentuk sudut sembilan puluh derajat.

15. Tidak terdapat patah tulang pada pasien ini


16. Ciri-ciri lain yang dapat dijumpai di pasien ini:
a) Pada perut kanan, tiga belas sentimeter dari GPD, tiga belas sentimeter dari TADTU
terdapat area kulit yang bewarna lebih pucat, dengan tepi tegas, teraba kasar, bentuk
tidak beraturan dengan luas sebesar tujuh belas koma lima sentimeter kali tujuh koma
lima sentimeter.
b) Pada paha kanan sisi depan, mulai sisi depan hingga sisi dalam, tiga puluh dua
sentimeter diatas lutut terdapat beberapa bercak merah, bentuk tidak beraturan, teraba
lebih kasar. Yang terbesar berukuran satu kali dua sentimeter, yang terkecil adalah nol
koma lima kali nol koma lima sentimeter.

c) Pada paha kiri sisi depan, mulai dari sisi kanan hingga dalam, melewati sisi depan,
tiga puluh sentimeter diatas lutut, terdapat beberapa bercak kemerahan yang berbentuk
tidak beraturan. Yang terbesar berukuran empat kali tujuh sentimeter, yang terkecil
berukuran satu kali nol koma lima sentimeter.

KESIMPULAN:
Pada mayat laki-laki yang berusia antara lima puluh sampai enam puluh tahun dan
golongan darah A ini ditemukan luka lecet tekan yang melingkari leher yang memiliki pola
dan gambarannya sesuai dengan kasus gantung. Selanjutnya tidak dilihat tanda-tanda
kekerasan di bagian tubuh lainnya. Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak
dilakukan bedah mayat. Saat kematian diperkirakan dua sampai enam jam sebelum
pemeriksaan luar. (tanggal tiga belas April pukul dua belas sampai enam belas waktu
indonesia barat).
Dokter Pemeriksa,
dr. Aldo Fe