Anda di halaman 1dari 5

PORTOFOLIO

Nama Peserta: Cepi firmansyah.dr


Nama Wahana: RSUD Majalaya
Topik: Fraktur tibia
Tanggal (kasus): 9 Agustus 2013
Nama Pasien: Tn Ad

No. RM : 286202

Tanggal Presentasi:

Nama Pendamping: dr. Billy parulian lubis

Tempat Presentasi: RSUD Majalaya


Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Diagnostik
Manajemen
Neonatus
Bayi
Anak
Deskripsi:
Tujuan:
Bahan bahasan:
Tinjauan Pustaka
Riset
Cara membahas:
Data pasien:

Diskusi
Nama: Tn. Ad

Nama
klinik:
RSUD Telp: Majalaya / UGD
Data utama untuk bahan diskusi:

Penyegaran
Masalah
Remaja

Presentasi dan diskusi

Dewasa

Kasus

Audit

Email

Pos

Nomor Registrasi:
Terdaftar sejak: 9 Agustus 2013

1. Diagnosis/Gambaran Klinis:
Closed fraktur tibia sinistra 1/3 distal complete neglected tanpa komplikasi, kesadaran compos mentis, tampak sakit
berat,
a/r cruris sinistra:
Look
: deformitas (-), swelling (+), luka (-)
Feel
: terdapat discontinuitas pada daerah tibia
Nyeri Tekan (+)
Pulsasi arteri dorsalis pedis (+)
Sensibilitas (+)
Capillary refill dalam batas normal
Movement

: ROM terbatas karena nyeri

2. Riwayat Pengobatan: .
3. Riwayat kesehatan/Penyakit: 4. Riwayat keluarga: 5. Riwayat pekerjaan: Pasien merupakan pekerja wiraswasta
6. Lain-lain:
Pemeriksaan fisik
Kesadaran : komposmentis
Tanda vital : TD 150/100 mmHg, N 92 x/m, RR 20 x/m, T 37,1C
Kepala : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Leher : JVP tidak meningkat, KGB tidak teraba membesar
Thorax :
Bentuk-gerak simetris
Cor : Bunyi jantung S1 S2 murni reguler
Pulmo : VBS kanan=kiri, Ronchi -/-, wheezing -/Abdomen :
Datar, lembut
Hepar-Lien tidak teraba
Nyeri tekan epigastrium (+)
Bising usus (+) normal
Radiologi (kesan) : Cruris, Kruris kiri 1/3 distal tibia tampak fraktur
Daftar Pustaka: (diberi contoh, MEMAKAI SISTEM HARVARD,VANCOUVER, atau MEDIA ELEKTRONIK)

Solomon L, J Warwick David, Nayagam Selvadurai. 2005. Apleys concise system of orthopaedics and
fractures.

Hasil Pembelajaran:
1. life suporting pasien fraktur
2. Pendekatan diagnosis pasien fraktur dan penyulitnya
3. penatalaksanaan pasien frakturdan penyulitnya
4. Edukasi prognosisi pasien fraktur

Subjektif :
Kurang lebih 3 jam sebelum masuk ke IGD RSUD Majalaya os ditabrak oleh sepeda motor, sebelum tertabrak
os sedang berjalan di pinggir jalan raya dan hendak menyebrang, setelah dirasa aman os mulai melangkahkan kakinya,
beberapa langkah kemudian bertepatan dengan os melangkahkan kaki kirinya, motor datang dengan kecepatan sedang

dan langsung menabrak kaki kiri os. setelah ditabrak os sempat terjatuh.
Sesaat setelah jatuh, tungkai kiri terasa sangat nyeri, yang makin lama makin terasa nyeri. kaki masih bisa
digerakkan.
Tidak terdapat pendarahan. sesak, pendarahan telinga, hidung, dan mulut disangkal. Mual, muntah dan pingsan
disangkal.
Objektif :
Hasil pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan rontgen, mendukung diagnosis
Closed fraktur tibia sinistra 1/3 distal complete neglected tanpa komplikasi. Pada kasus ini, diagnosis ditegakkan
berdasarkan :
Gejala klinis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan rontgen cruris sinistra
Assessment :
Dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan penunjang, semua mengarah ke Closed fraktur tibia sinistra
1/3 distal complete neglected tanpa komplikasi
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, lempeng epifisis atau permukaan sendi kartilago, yang disebabkan
adanya tekanan fisik atau kekerasan yang timbul secara mendadak, patahan pada kontinuitas struktur tulang. Kalau kulit
diatasnya masih utuh, keadaan ini disebut fraktur tertutup (atau sederhana). Kalau kulit atau salah satu rongga tubuh
tertembus, keadaan ini disebut fraktur terbuka (atau compound), yang cenderung untuk mengalami kontaminasi dan
infeksi.
Adapun etiologi fraktur adalah :
A.
Peristiwa trauma tunggal
B.
Tekanan yang berulang-ulang
C.
Kelemahan abnormal pada tulang atau fraktur patologi
Fraktur akibat peristiwa trauma dibedakan menjadi dua :
1. Bila terkena kekuatan langsung, tulang dapat patah pada tempat yang terkena. Jaringan lunak juga pasti rusak.
2. Bila terkena kekuatan tidak langsung, tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari tempat yang
terkena kekuatan itu. Kerusakan jaringan lunak di tempat fraktur mungkin tidak ada. Kekuatan dapat berupa:
Pemuntiran, yang menyebabkan fraktur spiral
Penekukan, yang menyebabkan fraktur melintang
Penekukan dan penekanan, yang mengakibatkan fraktur yang sebagian melintang tetapi disertai fragmen kupukupu yang berbentuk segitiga.
Kombinasi dari pemuntiran, penekukan dan penekanan yang menyebabkan fraktur oblik pendek.
Penarikan, dimana tendon atau ligamen benar-benar menarik tulang sampai terpisah.
Fraktur akibat kelelahan atau tekanan
Retak dapat terjadi pada tulang akibat tekanan yang berulang-ulang. Paling sering ditemukan pada tibia, fibula
atau metatarsal terutama pada atlet, penari dan tentara yang berjalan berbaris dalam jarak jauh.
Fraktur patologis
Dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang itu lemah, misalnya oleh tumor atau kalau tulang itu sangat
rapuh misalnya pada penyakit paget.
Klasifikasi
1.
Luas fraktur

tergantung pada besarnya tekanan


A. Fraktur komplit
Mengenai dua korteks dan disebabkan oleh tekanan yang cukup kuat atau besar. Tulang benar-benar patah menjadi dua
fragmen atau lebih.
B. Fraktur inkomplit
Hanya mengenai satu korteks dan disebabkan oleh suatu tekanan yang insufficient. Dalam keadaan ini tulang terpisah
secara tidak lengkap dan periosteum tetap menyatu.

2.

Hubungan antara fragmen fraktur yang satu dengan yang lain


A. Undisplaced
B. Displacement (dislokasi)
Angulasi
Rotasi
Distraksi
Overriding
Impacted

Displacement dari fragmen disebabkan oleh :

Gaya gravitasi

Tarikan otot
4.
Hubungan antara fraktur dengan dunia luar
A.
Fraktur tertutup (simple fracture)
Kulit di atasnya utuh atau tidak ada hubungan dengan dunia luar
B.
Fraktur terbuka
Terdapat hubungan antara tulang dengan dunia luar
karena fragmen tajam menembus kulit (dari dalam)
karena objek tajam melukai kulit menembus sampai ke tulang (dari luar)
Tatalaksana Fraktur
Trauma muskuloskeletal tidak mengubah urutan prioritas resusitasi (ABCDE), karena trauma muskuloskeletal
tidak boleh diabaikan atau ditangani terlambat.
Tata laksana fraktur dibagi menjadi :
A. Immobilisasi
B. Reduksi
Reduksi terbagi menjadi :
A. Reduksi tertutup
B. Reduksi terbuka
Plan :
Diagnosis: Pasien masuk dengan diagnosis Closed fraktur tibia sinistra 1/3 distal complete neglected tanpa komplikasi
Pengobatan:
Live saving : stabilisasi keadaaan umum dan tanda vital

Pemasangan Spalek (closed reduction)


ATS dan analgesik (Tetagam dan Ketorolac)
Pasien di rujuk ke rumahsakit yang tersedia dokter spesialis orthopedi
Pendidikan:
Edukasi dilakukan kepada pasien dan keluarga untuk membantu proses penyembuhan dan pemulihan. Diberitahukan
bahwa kedaan saat ini terjadi karena pasien terkena trauma atau benturan hebat di kaki kiri yang diakibatkan oleh
kecelakaan lalulintas sehingga kaki kiri pasien patah dan menyebabkan nyeri yg hebat pasien dianjurkan secepatnya
dilakukan pembedahan untuk menyambungkan antar tulang yang patah supaya penyembuhannya bisa maksimal dan
dapat berjalan seperti semula dan pemulihannya tidak terlalu lama.

Anda mungkin juga menyukai