Anda di halaman 1dari 11

BAB I

DEFINISI
Unit Pelayanan Intensif Rumah Sakit Awal Bros Panam terdiri dari ICU, CICU, PICU,
NICU, Perinatologi dan HCU.
A. Intensive Care Unit (ICU) adalah suatu bagian dari Rumah Sakit Awal Bros Panam
yang memiliki staf dan perlengkapan yang khusus yang ditujukan untuk observasi,
perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit, cedera atau penyulit yang
mengancam nyawa atau potensial mengancam nyawa dengan prognosis dubia.
Pelayanan ICU di Rumah Sakit Awal Bros Panam juga sekaligus menangani pasien
intensif dalam bidang jantung dan kardiovaskuler (CICU) dan pasien intensif anak
(PICU).
B. Pelayanan HCU adalah pelayanan medik bagi pasien yang memerlukan pengobatan,
perawatan dan observasi secara ketat dengan tingkat pelayanan yang berada diantara
ICU dan ruang rawat inap (tidak perlu perawatan ICU namun belum dapat dirawat di
ruang rawat biasa karena memerlukan observasi yang ketat.
C. High Care Unit (HCU) adalah unit pelayanan di Rumah Sakit Awal Bros Panam bagi
pasien dengan kondisi respirasi, hemodinamik, dan kesadaran yang stabil yang masih
memerlukan pengobatan, perawatan dan observasi ketat.
D. Neonatus Intensive Care Unit (NICU) adalah unit pelayanan intensif di Rumah Sakit
Awal Bros Panam yang memiliki staf dan peralatan khusus yang ditujukan untuk
observasi, perawatan dan terapi pasien bayi usia 0-28 hari.
E. Perinatologi adalah pelayanan intensif untuk bayi usia 0 28 hari yang tidak
memerlukan alat bantu nafas, hanya butuh observasi ketat.
F. Pelayanan ICU Rumah Sakit Awal Bros Panam merupakan pelayanan yang mampu
memberikan tunjangan ventilasi mekanik lama serta mampu memberikan dukungan
atau bantuan hidup yang lainnya.
G. ICU/ CICU/ PICU/ HCU dikepalai oleh dokter spesialis anastesi yang bekerja purna
waktu, sedangkan NICU dikepalai oleh dokter spesialis Anak (perinatologi) yang
bekerja purna waktu yang sudah bersertifikat.

BAB II
RUANG LINGKUP
1

A. Ketetapan pasien masuk rawat di ICU / CICU/ PICU, NICU , Perinatologi dan HCU
harus memenuhi kriteria medis masuk, keluar serta rujukan kriteria medis yang
ditetapkan oleh Rumah Sakit Awal Bros Panam.
B. Batasan Kriteria Perawatan :
1. ICU/CICU/PICU diperuntukkan pasien anak, dewasa, lansia, isolasi, dan DNR.
2. HCU diperuntukkan pasien dewasa, anak dan pasien isolasi.
3. Ruang Perawatan NICU dan Perinatologi untuk pasien bayi umur 0-28 hari.
C. Penetapan DPJP utama untuk pelayanan intensif adalah sebagai berikut :
1. ICU : dokter spesialis anastesi (pasien dengan ventilator) dan dokter spesialis
yang merawat dengan penyakit terberat pasien.
2. CICU : dokter spesialis jantung.
3. PICU : dokter spesialis anak.
4. NICU : dokter spesialis anak (perinatologi).
5. HCU : dokter spesialis yang merawat dengan penyakit terberat pasien.
6. Perinatologi : dokter spesialis anak yang merawat bayi.
D. DPJP utama berkolaborasi dengan DPJP lain dalam hal penatalaksanaan pasien yang
E.
F.

dirawat di pelayanan intensif dengan cara konsultasi ataupun rawat bersama.


Dokter spesialis yang dikonsulkan hanya bersifat konsul saja, bukan rawat bersama.
Pasien kondisi MBO harus dinyatakan minimal oleh 2 Dokter (anastesi, neuro/ bedah

syaraf dan DPJP utama).


G. Pasien post intubasi dan pemasangan CVC (Central Vena Catheter) harus dilakukan Foto
thorak.
H. Pasien koma dengan alat bantu nafas dirawat di ICU, PICU, dan NICU

BAB III
TATA LAKSANA
A. KRITERIA PASIEN MASUK KE ICU / CICU / PICU
1.

Pada pasien dewasa digunakan penilaian dengan skor NEWS


Skor 7 : dipertimbangkan masuk ICU untuk observasi secara kontinue.

2.

Untuk pasien anak digunakan penilaian dengan skor PedEWSEC, bila skor 6, pasien
dipertimbangkan masuk PICU untuk observasi ketat.

3.

Hasil laboratorium (hasil terkini) :


2

a. Nilai natrium serum < 110 mEq/L atau > 170 mEq /L.
b. Nilai kalium serum < 2.0 mEq/L atau > 7.0 mEq/L, dengan tanda-tanda gangguan
jantung.
c. PaO2 < 50 mmHg dengan menggunakan suplementasi oksigen sungkup muka 6 lpm.
d. pH < 7.1 atau pH > 7.7 dengan gangguan metabolik disertai gangguan metabolik
lainnya.
e. Kadar glukosa serum > 800 mg/dl disertai gangguan metabolik lainnya.
f. Kadar kalsium serum > 15 mg/dl disertai gangguan metabolik lainnya.
g. Tingkat keracunan obat atau substansi kimia lain yang mempengaruhi pasien secara
hemodinamik/ neurologik.
h. Cardiac Troponin T positif.
i. Hitung trombosit < 40,000 dengan tanda perdarahan aktif dan atau gangguan
hemodinamik (syok).
4.

Radiografi/ Ultrasonografi/ Tomografi (hasil terkini)


a. Perdarahan vaskuler serebral, kontusio atau perdarahan subarachnoid dengan
perubahan status mental atau tanda-tanda neurologis, cedera kepala sedang sampai
berat.
b. Aspirasi berat, kongestif paru (kor pulmonale), hematothoraks, pneumothoraks
dengan hemodinamik yang tidak stabil.
c. Fraktur cervical dan daerah wajah dengan ancaman gagal napas.
d. Fraktur pelvis, robeknya kandung kemih, hati, varises esofagus atau uterus dengan
hemodinamik yang tidak stabil.
e. Aneurisma aorta disekti.

5.

Elektrokardiogram
a. Infark Myocardial dengan aritmia kompleks, ketidakstabilan hemodinamik atau gagal
jantung kongestif.
b. Ventrikular Ekstra Sistole Maligna Bigemini, Salvo, Multifokal/Multiform, R on T
yang berpotensi menjadi Takikardi Ventrikuler atau Fibrilasi Ventrikel.
c. Blok jantung komplit dengan hemodinamik yang tidak stabil, LBBB komplit baru.

Berdasarkan diagnosis:
a. Sistem Kardiovaskular
1)

Acute myocard infark dengan komplikasi.

2)

Shock kardiogenik.

3)

Complex arrhythmia yang memerlukan pengawasan ketat dan intervensi.

4)

Gagal jantung akut dengan gagal napas dan atau memerlukan bantuan
hemodinamik.

5)

Hipertensi emergensi.

6)

Unstable angina, yang disertai aritmia, hemodinamik yang tidak stabil, atau
nyeri dada yang persisten.

7)

Henti jantung.

8)

Tamponade jantung dengan hemodinamik yang tidak stabil.

9)

Disseksi aneurisma aorta.

10) Blok jantung total.


3

b. Pulmonary System
1)

Gagal napas akut yang memerlukan ventilator.

2)

Emboli paru dengan kondisi hemodinamik yang tidak stabil.

3)

Pasien di HCU atau rawat inap yang menunjukkan gangguan pernapasan.

4)

Hemoptisis massive.

5)

Gagal napas dengan memerlukan intubasi.

c. Neurologic Disorders
1)

Stroke akut dengan perubahan status mental.

2)

Koma : metabolic, toksik, atau anoxic.

3)

Perdarahan intracranial yang berpotensi terjadi herniasi.

4)

Perdarahan subarachnoid akut.

5)

Meningitis dengan perubahan status mental atau gangguan pernapasan.

6)

Sistem saraf pusat dan neurumuskular disorder dengan disorientasi saraf dan
fungsi paru.

7)

Status epileptikus.

8)

Pasien mati batang otak atau berpotensi mati batang otak dengan status pendonor
organ.

9)

Pasien dengan cedera kepala berat.

d. Overdosis Obat
1)

Hemodinamik yang tidak stabil.

2)

Defisit mental dengan gangguan jalan napas.

3)

Kejang yang tidak teratasi.

e. Gangguan Gastrointestinal
1)

Perdarahan saluran cerna yang disertai hipotensi, terus menerus.

2)

Gagal hati fulminan.

3)

Pankreatitis berat.

4)

Perforasi Esofagus dengan atau tanpa mediastinitis

f. Endokrin
1)

Ketoasidosis diabetikum dengan instabilitas hemodinamik, perubahan status


mental, isufisiensi pernapasan,

2)

Krisis tiroid dengan instabilitas hemodinamik,

3)

Hiperosmolar status dengan koma dan atau instabilitas hemodinamik,

4)

Gangguan

endokrin

lainnya

seperti

krisis

adrenal

dengan

instabilitas

hemodinamik,
5)

Hiperkalemia berat dengan perubahan status mental yang memerlukan


monitoring hemodinamik,
4

6)

Hipo atau hipernatremia dengan kejang, perubahan status mental,

7)

Hipo atau hipermagnesemia dengan kegagalan hemodinamik,

8)

Hipo atau hiperkalemia dengan aritmia atau kelemahan otot,

9)

Hipofosfatemia dengan kelemahan otot.

g. Pembedahan
1)

Pasien post operasi yang memerlukan pengawasan hemodinamik/ dukungan


ventilator,

2)

Perawatan intensif

h. Gangguan Lainnya
1)

Septik shock dengan instabilitas hemodinamik,

2)

Pengawasan hemodinamik,

3)

Trauma lingkungan (listrik, hipotermi, hipertermi).

B. KRITERIA PASIEN MASUK HCU


1. Skor NEWS 5 atau 3 dalam salah satu parameter : dipertimbangkan masuk HCU
untuk observasi lebih dari satu jam sekali.
2.

Pasien pindahan dari ICU, sebelum ke ruang rawat inap.

3.

Pasien dengan kesadaran GCS > 8 atau 15 (tidak sedang diintubasi) dengan
kondisi
hemodinamik stabil yang membutuhkan pemantauan ketat.

4. Pasien dengan gagal organ tunggal yang mempunyai risiko tinggi untuk terjadi
komplikasi.
5.

Pasien yang memerlukan perawatan pasca operasi

C. KRITERIA PASIEN MASUK PERINA DAN NICU


1.

Kriteria Perina :
a. Bayi dengan usia kehamilan 32 - 36 minggu,
b. Bayi dari ibu dengan penyakit diabetes,
c. Bayi yang lahir dari kehamilan berisiko atau persalinan dengan komplikasi,
d. Asfiksia dengan Hipoksia Iskemik Encepalopathy (HIE) grade I / tidak memerlukan
ventilasi bantuan,
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

2.

Berat badan lahir rendah (BBLR) < 2,5 Kg,


Hiperbilirubinemia yang memerlukan terapi sinar ( kadar bilirubin > 10 mg / dl),
Sepsis neonatorum,
Hipotermia,
Hipertermi.
Gangguan hematologi
Gangguan elektrolit ringan

Kriteria NICU:
5

a. Berat badan bayi lahir 1500 gram,


b. Usia kehamilan < 32 minggu,
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Bayi dengan gangguan hemodinamik (syok),


Apnoe,
Bayi dengan hasil pemeriksaan neurologis abnormal,
Bayi dengan kejang,
Nutrisi parenteral total untuk prediksi > 7 hari.
Gangguan pembekuan darah,
Kelainan bawaan yang dapat diperbaiki: Congenital Heart Diease (CHD) sianosis

j.
k.
l.
m.
n.

berat, Transposition of Great Arteries (TGA),


Asfiksia dengan HIE grade II,III,
Sepsis,
Bayi dengan ventilator, CPAP,
Transfusi tukar,
Setelah operasi laparatomi, torakotomi.

D. KRITERIA PASIEN KELUAR DARI ICU / CICU


1. Apabila kegawatan penyebab masalah kesehatan pasien sudah teratasi.
2. Skor NEWS pada pasien dewasa sudah < 7 atau terdapat < 3 pada salah satu
parameter.
3. Sudah mendapat persetujuan dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
4. Hasil pemeriksaan diagnostic dalam batas normal atau sudah mendekati normal.
5. Keluhan nyeri dada/tidak nyaman yang telah hilang atau berkurang dengan skala nyeri
VAS (0-1) selama minimal 12 jam.
6. EKG menunjukkan irama sinus normal atau Atrial fibrilasi dengan klinis dan
hemodinamik stabil.
7. Tanpa menggunakan obat untuk memacu kontraksi jantung

(inotropik dan atau

vasoaktif) atau hanya satu obat untuk memacu jantung dengan dosis minimal.
8. Tekanan darah > 90/60 mmHg.
9. Tekanan darah < 140/90 mmHg untuk pasien tanpa hypertensi dan Tekanan Darah <
160/100 mmHg untuk pasien dengan riwayat hipertensi emergensi.
10. HR : < 100 x / menit , > 60 x / menit dengan hasil EKG yang tidak mengancam jiwa.
E. KRITERIA PASIEN KELUAR DARI HCU
1. Apabila kegawatan penyebab masalah kesehatan pasien sudah teratasi.
2. Skor NEWS pada pasien dewasa sudah < 5 atau terdapat < 3 pada salah satu
parameter.
3. Sudah mendapat persetujuan dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
4. Kondisi pasien memburuk dengan skor NEWS >7 sehingga perlu ditransfer ke ICU.
5. Hemodinamik stabil tanpa obat obat.
6. Hasil pemeriksaan diagnostic dalam batas normal atau sudah mendekati normal.
7. Pasien dengan fase terminal suatu penyakit (seperti: kanker stadium akhir) atau sudah
dinyatakan DNR (Do Not Resuscitate).
8. Pasien/keluarga yang menolak untuk dirawat di HCU (atas dasar informed consent).
6

F. KRITERIA PASIEN KELUAR DARI PICU


1. Apabila kegawatan penyebab masalah kesehatan pasien sudah teratasi.
2. Skor PedEWSEC sudah < 6 (Gambar 2).
3. Sudah mendapat persetujuan dari Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
4. Hemodinamik stabil tanpa obat obat.
5. Hasil pemeriksaan diagnostic dalam batas normal atau sudah mendekati normal.
G. KRITERIA PASIEN KELUAR DARI PERINATOLOGY
1.
2.
3.
4.
5.

Refleks hisap sangat baik,


Nilai Bilirubin < 10mg/dl,
Hemodinamik tidak stabil,
Bayi tidak menggunakan oksigen,
Pindah ke NICU.

6. KRITERIA PASIEN KELUAR DARI NICU


1. Apabila kegawatan penyebab masalah kesehatan pasien sudah teratasi.
2. Skor Downe sudah < 3 (Gambar 3).
3. Sudah mendapat persetujuan dari Dokter Penanggung Jawab pelayanan (DPJP).
4. Sudah tidak menggunakan ventilator dan bubble CPAP.
5. Hemodinamik stabil tanpa obat obat.
6. Hasil pemeriksaan diagnostic dalam batas normal atau sudah mendekati normal.
7. Indikasi pindah ke perinatologi..
Gambar 1 :
National Early Warning Score (NEWS)
Parameter Fisiologis

Pernapasan (x/mnt)

Saturasi O2 (%)
Suplementasi O2

91

Suhu ('C)

35

TD Sistolik

90

Denyut Jantung
(x/mnt)
Tingkat Kesadaran

40

92-93
Ya

9-11

12-20

94-95

96
Tidak

35.1-

91-100

36
101110
41-50

36.1-38

38.1-39

21-24

25

39.1

111-219
51-90
A

220
91-110

111-130

131
V,P,
atau U
7

Catatan :
Pasien dalam pengaruh sedasi, penilaian kesadaran
disesuaikan .
Pasien gagal napas hiperkapnea sehubungan dengan PPOK, target saturasi O2 88-92%. Skor
pasien tetap dicatat bila saturasi O2 < 92%, kecuali penilaian dilakukan oleh klinisi yang
kompeten dan target saturasi O2 pasien sudah tertulis dalam rekam medis.
Semua suplementasi oksigen, harus dicantumkan.

SKOR NEWS
0
1-4

FREKUENSI
MONITORING
per 12 jam
4-6 jam

RESPON KLINIS
Lanjutkan monitoring dengan skor NEWS
Tentukan perawat yang harus melakukan pengkajian
Tentukan perawat yang dapat mengambil keputusan
apabila terdapat kebutuhan penambahan observasi
dan

5 atau 3 pada
salah satu

satu jam

parameter

atau terjadi perubahan klinis


Perawat segera melapor ke Dokter Jaga
Pengkajian segera dilakukan oleh Dokter Jaga
Pasien dipindahkan ke ruang perawatan dengan
Monitor
Perawat segera melapor ke Dokter Spesialis
Penanggung Jawab Perawatan
Pengkajian segera dilakukan oleh Dokter Spesialis

terus menerus

Penanggung Jawab Perawatan dan Dokter yang


memiliki kemampuan menangani airway secara
advance
Pasien dipindahkan ke HCU atau ICU
Sumber : Royal College of Physicians 2012

Gambar 2 :
Pediatric Early Warning Score for Emergency Calling
(PedEWSEC)
SKOR

PedEWSEC
AKTIFITAS /

Aktif bergerak

Tidur

PERLAKU

KARDIO
VASKULER

RESPIRASI

Mudah menangis/

Letargi/bingung

terganggu

Respon lambat

Warna kulit

Warna kulit

Warna kulit abu-

terhadap nyeri
Warna kulit abu-

merah muda

pucat

abu

abu/mottled

Waktu perfusi

Waktu perfusi

Waktu perfusi

Waktu perfusi

kapiler 1-2

kapiler 3 detik

kapiler 4 detik

kapiler 5 detik

Denyut nadi 20 di

Denyut nadi 30 di

atas normal

detik

Parameter

Parameter 10

Parameter 20 di

atas normal
Bradikardia
Parameter di

dalam batas

di atas nilai

atas nilai normal

bawah nilai normal

normal

normal

Tidak ada

Penggunaan

retraksi sela iga

otot

Retraksi sela iga


Retraksi sela iga
FiO2 > 50%

pernapasan

FiO2 > 40%

O2 > 8 lpm

tambahan

O2 > 6 lpm

Merintih

FiO2 > 30%

Tergantung

O2 > 4 lpm

ventilator

*Sumber : Brighton Paediatric Early Warning Score 2003*


Skor 6, pasien dipertimbangkan masuk PICU

Gambar 3 :
SKOR DOWNE
KOMPONEN
Frekuensi napas
(kali per menit)
Retraksi
Sianosis

dada saat inhalasi


Merintih

SKOR
2

< 60

60-80

>80

Tidak ada

Ringan
Hilang dengan

Berat
Menetap dengan

suplementasi O2

suplementasi O2

Menurun

Tidak ada

Tidak ada

Udara masuk rongga

DESKRIPSI SKOR
1

Ada
Tidak ada

PASIEN

Terdengar dengan Terdengar tanpa


stetoskop

stetoskop

TOTAL SKOR
Keterangan:
Skore < 4

: tidak ada Respiratory Distress

Skore 4-5

: Respiratory Distress (siapkan CPAP)

Skore 6

: Gagal nafas berat (Siapkan ventilator)

10

BAB IV
DOKUMENTASI

Kondisi pasien yang dirawat di unit pelayanan intensif, dicatat dalam Formulir :
1. Formulir Monitoring Dayli Chart Intensive.
2. Formulir Perinatologi chart.
3. Formulir catatan terintegrasi.

11