Anda di halaman 1dari 13

Nama peserta

Tanggal
:
Penguji

:
:
DAFTAR TILIK UNTUK KETERAMPILAN
ASUHAN ANTENATAL AWAL
(Diisi oleh Pengajar)
SM. I

Nilailah kinerja setiap langkah yang diamati menggunakan skala sebagai berikut.:
1

Perlu perbaikan: langkah tidak dikerjakan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya atau urutannya
tidak sesuai (jika harus berurutan)

Mampu: langkah dikerjakan sesuai dengan yang seharusnya dan urutannya (jika harus berurutan).
Pelatih hanya membimbing untuk sedikit perbaikan atau membantu untuk kondisi di luar normal

Mahir: langkah dikerjakan dengan benar, sesuai urutannya dan waktu kerja yang sangat efisien

T/D Langkah tidak diamati (penilai menganggap langkah tertentu tidak perlu diperagakan)

No
1
2
3
4
5

Langkah
Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
Menyapa ibu dengan sopan dan ramah
Mendengarkan ibu dan berikan tanggapan yang penuh perhatian atas
pertanyaan dan kekhawatirannya
Jelaskan apa yang akan dilakukan dan minta persetujuan lisan
Anamnesis lengkap

6
7
8

Tanyakan informasi pribadi ibu


Tanyakan riwayat haid dan kontrasepsi ibu
Hitung perkiraan tanggal melahirkan
Tanyakan riwayat kehamilan yang sekarang
Tanyakan tentang kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup ibu
Tanyakan riwayat obstetri ibu
Tanyakan riwayat medis ibu

Melakukan pemeriksaan fisik (lihat daftar tilik pemeriksaan obstetri)


Melakukan dekontaminasi dan mencuci tangan
Meminta pemeriksan laboratorium (hemoglobin, uji RPR, dan uji HIV jika
sudah dikonseling)
9
Ambil spesimen untuk pemeriksaan protein pada urin
10
Memberikan penyuluhan pada ibu tentang pentingnya nutrisi
11
Diskusikan rencana persalinan dengan ibu
12
Berikan penyuluhan pada ibu tentang lebersihan, ASI dan pencegahan infeksi
13
Memberikan imunisasi dan profilaksis lainnya
14
Diskusikan jadwal kedatangan berikutnya
15
Catat semua temuan dan obat yang diresepkan/diberikan pada kartu ANC ibu
dan kartu klinik
Penilaian:
Penguji

Kasus

(..)
Nama peserta
Tanggal
:
Penguji

:
:
DAFTAR TILIK PENILAIAN KINERJA
ASUHAN LANJUT ANTENATAL
(Diisi oleh Pengajar)
SM. I

Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan/tugas telah dikerjakan dengan memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan
dengan memuaskan serta T/D bila tidak dilakukan pengamatan

Memuaskan:

Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

Tidak memuaskan:

Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

T/D

Tidak diamati:

Langkah, tugas atau keterampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama penilaian oleh pelatih

No
1
2
3

Langkah
Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan
Menyapa ibu dengan sopan dan ramah
Tanyakan apakah ia pernah atau baru saja mengalami tanda bahaya dan
segera nilai serta tanggulangi

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Perdarahan pervaginam
Nyeri kepala pandangan kabur
Kejang/hilang kesadaran
Sulit bernafas
Demam
Nyeri perut yang parah
Mulas mau bersalin

Jika tidak ada tanyakan keadaan umunya dan masalah tertentu yang ibu
ingin mendapat tanggapan selama kunjungan ini
Tanyakan apakah ibu mempunyai masalah sejak kedatangan terakhirnya
Tanyakan apakah informasi pribadi atau kebiasaan sehari-harinya berubah
sejak kedatangan terakhirnya
Tanyakan apakah ibu mendapatkan pengobatan dari tenaga kesahatan atau
ada bagian dari rencana pengobatan yang tidak dapat dilaksanakan
Melakukan pemeriksaan fisik (lihat daftar tilik pemeriksaan obstetri)
Melakukan dekontaminasi dan mencuci tangan
Meminta pemeriksan laboratorium seusai indikasi
Memberikan penyuluhan pada ibu tentang pentingnya nutrisi
Diskusikan rencana persalinan dengan ibu
Berikan penyuluhan pada ibu tentang kebersihan, ASI dan pencegahan
infeksi
Memberikan imunisasi dan profilaksis lainnya
Diskusikan jadwal kedatangan berikutnya
Catat semua temuan dan obat yang diresepkan/diberikan pada kartu ANC
ibu dan kartu klinik

Penilaian:

Penguji

Kasus

(..)

Nama peserta
Tanggal
:
Penguji

:
:

PENUNTUN BELAJAR

PROSEDUR PERSALINAN NORMAL


Nilailah kinerja setiap langkah yang diamati menggunakan skala sebagai berikut.:
1

Perlu perbaikan: langkah tidak dikerjakan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya atau urutannya
tidak sesuai (jika harus berurutan)

Mampu: langkah dikerjakan sesuai dengan yang seharusnya dan urutannya (jika harus berurutan).
Pelatih hanya membimbing untuk sedikit perbaikan atau membantu untuk kondisi di luar normal

Mahir: langkah dikerjakan dengan benar, sesuai urutannya dan waktu kerja yang sangat efisien

T/D Langkah tidak diamati (penilai menganggap langkah tertentu tidak perlu diperagakan)

KEGIATAN

KASUS

I. MENGENALI GEJALA DAN TANDA KALA DUA


1. Mendengar dan melihat adanya tanda persalinan Kala Dua
Ibu merasa ada dorongan kuat dan meneran
Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vagina
Perineum
tampak menonjol
Kebersihan
dan Keamanan
Vulva dan
sfinger
ani membuka
51. Tempatkan
semua
peralatan
bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk
II. MENYIAPKAN
PERTOLONGAN
PERSALINAN
dekontaminasi (10menit).
Cuci dan bilas
peralatan setelah didekontaminasi
2. Pastikan
kelengkapan yang
peralatan,
bahan dankeobat-obatan
esensial
52.
Buang bahan-bahan
terkontaminasi
tempat sampah
yanguntuk
sesuaimenolong
persalinan dan menatalaksana komplikasi ibu dan bayi baru lahir. Untuk
53. Bersihkan ibu dengan menggunakan air DDT. Bersihkan sisa cairan ketuban,
resusitasi tempat datar, rata, bersih, kering dan hangat, 3 handuk/kain bersih
lendir dan darah. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering
kering,
penghisap
lendir,
lampu
60 wattASI.
dengan
jarak 60
cm di
54. dan
Pastikan
ibualat
merasa
nyaman.
Bantu
ibu sorot
memberikan
Anjurkan
keluarga
atas
tubuh
bayi
untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya
Menggelar tempat
kain dibersalin
atas perut
ibu larutan
dan tempat
serta ganjal bahu
55. Dekontaminasi
dengan
klorinresusitasi
0,5%
bayi
56. Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5%, balikkan bagian
Menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai di dalam
dalam ke luar dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit
partus set
57. Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir
3. Pakai celemek plastik
Dokumentasi
4. Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan dengan
58. Lengkapi
dan keringkan
belakang),tangan
periksa
tandatissue
vital atau
dan
sabun dan partograf
air bersih (halaman
mengalir depan
kemudian
dengan
asuhan
kala
IV
handuk pribadi yang bersih dan kering
5. Pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam
6. Masukkan oksitosin ke dalam tabung suntik (gunakan tangan yang memakai
sarung tangan DTT dan steril (pastikan tidak terjadi kontaminasi pada alat
suntik)
III. MEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN KEADAAN JANIN BAIK
7. Membersihkan vulva dan perineum, menyekanya dengan hati-hati dari depan ke
belakang dengan menggunakan kapas atau kasa yang dibasahi air DTT
Jika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi tinja, bersihkan
dengan seksama dari arah depan ke belakang
Buang kapas atau kasa pembersih (terkontaminasi) dalam wadah yang
tersedia
Ganti sarung tangan jika terkontaminasi (dekontaminasi, lepaskan dan
rendam dalam larutan klorin 0,5% langkah # 9)
8. Lakukan periksa dalam untuk memastikan pembukaan lengkap.
Bila selaput ketuban dalam pecah dan pembukaan sudah lengkap maka
lakukan amniotomi
9. Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih
memakai sarung tangan ke dalam larutan klorin 0,5% kemudian lepaskan dan
rendam dalam keadaan terbalik dalam larutan 0,5% selama 10 menit. Cuci
kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan
10. Periksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi/ saat relaksasi uterus untuk
memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120 160x/ menit)
Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal
Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam, DJJ dan semua hasilhasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf
IV. MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU PROSES BIMBINGAN
MENERAN
11. Beritahukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan bantu
ibu dalam menemukan posisi yang nyaman dan sesuai dengan keinginannya.
a. Tunggu hingga timbul rasa ingin meneran, lanjutkan pemantauan
kondisi dan kenyamanan ibu dan janin (ikuti pedoman
penatalaksanaan fase aktif) dan dokumentasikan semua temuan
yang ada
b. Jelaskan pada anggota keluarga tentang bagaimana peran mereka
untuk mendukung dan memberi semangat pada ibu untuk meneran
secara benar
12. Minta keluarga membantu menyiapkan posisi meneran. (Bila ada rasa ingin
meneran dan terjadi kontraksi yang kuat, bantu ibu ke posisi setengah duduk
atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ibu merasa nyaman)
13. Laksanakan bimbingan meneran pada saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk
meneran:
Bimbing ibu agar dapat meneran secara benar dan efektif
Dukung dan beri semangat pada saat meneran dan perbaiki cara meneran
apabila caranya tidak sesuai
Bantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi
berbaring terlentang dalam waktu yang lama)
Anjurkan ibu untuk beristirahat di antara kontraksi
Anjurkan keluarga memberi dukungan dan semangat untuk ibu

Penilaian:

Penguji

( ..)

Nama peserta
Tanggal
:
Penguji

:
:
DAFTAR TILIK PENILAIAN KINERJA
EKSTRAKSI CUNAM
(Diisi oleh Pengajar)
SM. II

Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan/tugas telah dikerjakan dengan memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan
dengan memuaskan serta T/D bila tidak dilakukan pengamatan

Memuaskan:

Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

Tidak memuaskan:

Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

T/D

Tidak diamati:

Langkah, tugas atau keterampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama penilaian oleh pelatih

EKSTRAKSI CUNAM
KEGIATAN

No.
I.

PENDAHULUAN

Memberikan penjelasan dan ijin tindakan

Menetapkan indikasi

Memilih jenis cunam yang dipakai

Memberikan pelicin antiseptik pada daun cunam

Menyiapkan alat resusitasi dan eksplorasi jalan lahir dan anestesi lokal

Mengosongkan kandung kemih

Melakukan asepsis dan antisepsis genitalia eksterna dan sekitarnya

Melakukan periksa ulang untuk menilai posisi kepala


II.

TEKNIK TINDAKAN EKSTRAKSI CUNAM

Melakukan pre konstruksi cunam di didepan vulva

10

Meminta tolong pada seorang asisten untuk memegang fundus uteri

KASUS

11

Memasukkan 2 jari tangan ke dalam vagina

12

Memasukkan daun cunam antara kepala janin dan lengkung sakrum

13

Melakukan wandering bila diperlukan

14

Melakukan hal yang sama pada sisi yang berlawanan

15

Melakukan penguncian

16

Melakukan tarikan percobaan

17

Melakukan tarikan definitive sesuai dengan sumbu jalan lahir

18

Melepaskan daun cunam setelah kepala janin lahir, membersihkan mulut dan hidung janin

19

Melahirkan bayi dan plasenta

20

Melakukan eksplorasi jalan lahir bila ada indikasi

21

Menilai kondisi kepala bayi dan melaporkan dalam catatan medik


III.

PENYELESAIAN

22

Memberi instruksi pada para medik mengenai perawatan ibu dan bayi selanjutnya

23

Memberi terapi pengobatan yang diperlukan

24

Memberitahukan dan menjelaskan keadaan pasien kepada pasien dan keluarganya

25

Mencatat semua pemeriksaan dan tindakan serta pengobatan yang dilakukan pada catatan
medik

Penilaian:

Penguji

( ..)

Nama peserta
Tanggal
:
Penguji

:
:
DAFTAR TILIK PENILAIAN KINERJA
EKSTRAKSI VAKUM
(Diisi oleh Pengajar)

Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan/tugas telah dikerjakan dengan memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan
dengan memuaskan serta T/D bila tidak dilakukan pengamatan

Memuaskan:

Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

Tidak memuaskan:

Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

T/D

Tidak diamati:

Langkah, tugas atau keterampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama penilaian oleh pelatih

No.
I
1
2
3
4
5
II
6
7

EKSTRAKSI VAKUM
KEGIATAN
PENDAHULUAN
Ucapkan salam dan perkenalkan diri anda selaku petugas yang akan menolong
pasien
Jelaskan diagnosis, penatalaksanaan dan komplikasi kala 2 lama
Jelaskan pula tindakan klinik mempunyai risiko
Pastikan suami/walinya mengerti berbagai aspek tersebut
Buat persetujuan tindakan medik, simpan dalam catatan medik
PERSIAPAN
PASIEN
Bersihkan perut bawah dan lipat paha
Pasang infus dan siapkan kain alas bokong, penutup perut bawah dam sarung

KASUS

8
9
10
11
12
13
14
III
15
16
IV
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
V
28
29
VI
30
31
32
VII
33
34
35
VIII
36
37
38
39
40
IX
41

kaki serta larutan antiseptik


Periksa fungsi dan kelengkapan peralatan resusitasi kardiopulmoner (termasuk
oksigen dan regulator)
Instrumen dan medikamentosa
PENOLONG
Topi, masker, kacamata pelindung, pelapis plastic, baju dan alas kaki kamar
tindakan
Sarung tangan DTT/Steril
Instrumen
BAYI
Instrumen dan medikamentosa untuk resusitasi neonatus
Oksigen dan regulator
PENCEGAHAN INFEKSI SEBELUM TINDAKAN
Cuci tangan dan lengan hingga siku, keringkan dengan handuk
Pakai perlengkapan kamar tindakan dan sarung tangan
TINDAKAN
Pasien dengan posisi litotomi, pasangkan kain penutup
Siapkan ekstraktor vakum, uji fungsinya dengan tangan penolong
Letakkan mangkuk vakum pada tempatnya
Lakukan periksa dalam
Ganti sarung tangan
PEMASANGAN MANGKUK VAKUM
Masukkan mangkuk melalui introitus vagina, pasangkan pada kepala bayi
Pastikan tidak ada jaringan yang terjepit, buat tekanan negative dalam
mangkuk secara bertahap dengan melakukan pemompaan
Mulai dari tekanan 100 mmHG hinggga 600 mmHg. Tekanan maksimal tidak
boleh lebih dari 8 menit pada kepala bayi
PENARIKAN
Lakukan penarikan bersamaan dengan his, posisi dan cara mengedan harus
dilakukan dengan benar
Lakukan penarikan pada his berikutnya apabila pada his sebelumnya, bayi
belum dapat dilahirkan. Pada primigravida atau perineum yang kaku, lakukan
episiotomy mediolateralis
Tarikan sejajar lantai, setelah suboksiput di bawah simfisis sebagai
hipomoklion, tarikan diarahkan ke atas hingga kepala lahir
LAHIRKAN BAYI
Pegang kepala secara biparietal, gerakkan ke bawah untuk melahirkan bahu
depan, ke atas untuk bahu belakang dan lurus untuk seluruh tubuh
Bersihkan muka, potong tali pusat dan serahkan pada petugas bayi
LAHIRKAN PLASENTA
Tunggu tanda lepasnya plasenta, lahirkan secara Brand-Andrew
Periksa kelengkapan bagian-bagian plasenta
Letakkan plasenta pada tempatnya
EKSPLORASI JALAN LAHIR
Pasang speculum bawah dan atas, eksplorasi dinding vagina
Dengan bantuan klem ovum, eksplorasi porsio
Lakukan penjahitan bila dijumpai robekan jalan lahir
PENJAHITAN EPISIOTOMI
Pasang penopang bokong, beri alas kain. Beri anestesi lokal
Masukkan tampon vagina, jepit tali pengikat tampon
Mulai dari ujung dalam, lakukan penjahitan dengan jelujur bersimpul, mukosa
dan kulit secara jelujur matras
Cabut tampon vagina, bersihkan darah dalam lumen vagina dengan kapas dan
larutan antiseptic
Pasang kassa yang dibasahi dengan povidon iodine pada jahitan episiotomi
DEKONTAMINASI
Lepaskan penopang bokong dan semua kain penutup, masukkan dalam wadah
yang berisi larutan klorin 0,5%

42

Bersihkan darah dan cairan tubuh yang melekat di tubuh pasien dengan kapas
dan larutan antiseptik
Kumpulkan instrumen, masukkan dalam wadah yang berisi larutan klorin 0,5%
Masukkan sampah bahan habis pakai, pada tempatnya
Bagian/benda yang terkena darah dan cairan tubuh, bubuhi dengan larutan
klorin 0,5%
Bersihkan sarung tangan, lepaskan dan rendam dalam klorin 0,5%
CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN
Cuci tangan dan lengan hingga siku
Keringkan dengan pengering/handuk/tissue bersih
PERAWATAN PASCA TINDAKAN
Periksa tanda vital pasien, catat dan buat laporan tindakan
Buat instruksi perawatan, pengobatan dan pemantauan pascatindakan. Minta
petugas untuk melaksanakannya dengan baik
Beritahukan pada suami/walinya bahwa tindakan telah selesai dan pasien
masih memerlukan perawatan dan pengobatan lanjutan

43
44
45
46
X
47
48
IX
49
50
51

Penilaian:

Penguji

(..)

Nama peserta
Tanggal
:
Penguji

:
:
DAFTAR TILIK PENILAIAN KINERJA
PERSALINAN BOKONG
(Diisi oleh Pengajar)
SM.II

Berikan tanda dalam kotak yang tersedia bila keterampilan/tugas telah dikerjakan dengan memuaskan, dan berikan tanda bila tidak dikerjakan
dengan memuaskan serta T/D bila tidak dilakukan pengamatan

Memuaskan:

Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

Tidak memuaskan:

Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

T/D

Tidak diamati:

Langkah, tugas atau keterampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama penilaian oleh pelatih

No.
I
1
2
3
4
5
II
6
7

PERSALINAN BOKONG
KEGIATAN
PENDAHULUAN
Ucapkan salam dan perkenalkan diri anda selaku petugas yang akan menolong
pasien
Jelaskan diagnosis, penatalaksanaan dan komplikasi persalinan bokong
Jelaskan pula tindakan klinik mempunyai risiko
Pastikan suami/walinya mengerti berbagai aspek tersebut
Buat persetujuan tindakan medik, simpan dalam catatan medik
PERSIAPAN
PASIEN
Bersihkan perut bawah dan lipat paha
Pasang infus dan siapkan kain alas bokong, penutup perut bawah dam sarung

KASUS

8
9
10
11
12
13
14
III
15
16
IV
17
18
19
20

kaki serta larutan antiseptik


Periksa fungsi dan kelengkapan peralatan resusitasi kardiopulmoner (termasuk
oksigen dan regulator)
Instrumen dan medikamentosa
PENOLONG
Topi, masker, kacamata pelindung, pelapis plastic, baju dan alas kaki kamar
tindakan
Sarung tangan DTT/Steril
Instrumen
BAYI
Instrumen dan medikamentosa untuk resusitasi neonatus
Oksigen dan regulator
PENCEGAHAN INFEKSI SEBELUM TINDAKAN
Cuci tangan dan lengan hingga siku, keringkan dengan handuk
Pakai perlengkapan kamar tindakan dan sarung tangan
TINDAKAN
Melakukan pemeriksaan dalam untuk menilai posisi, pembukaan dan turunnya
bokong adakah hal-hal lain
Menginstruksikan pasien agar meneran dengan benar selama ada his
Melakukan episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis
Cara melahirkan bayi:
a) Cara Bracht
- Segera bokong lahir, bokong dicekam secara Bracht yaitu kedua
ibu jari penolong sejajar dengan panjangnya paha sedangkan jarijari yang lain memegang daerah panggul. Sementara langkah ini
dilakukan, seorang asisten melakukan parasat Wigand M. Winckel
- Melonggarkan tali pusat saat tali pusat lahir dengan jari
- Dorongan kristeler pada fundus uteri dimulai bersamaan dengan
tindakan hiperlordosis
- Lakukan hiperlordosis janin pada saat angulus scapula inferior
tampak di bawah simpisis, dengan mengikuti gerak rotasi anterior
yaitu punggung janin didekatkan kearah perut ibu tanpa tarikan,
hanya di sesuaikan dengan lahirnya badan bayi.
- Letakan bayi di perut ibu, bungkus bayi dengan handuk hangat,
bersihkan jalan nafas bayi oleh asisten, tali pusat di potong.
- Selanjutnya bayi didekatkan pada ibu untuk menyusui (kontak
dini)
- Apabila anak lahir sampai pusat tak maju lagi, maka Bracht
dinyatakan gagal dan bahu dapat dilahirkan secara klasik, muller,
atau lovset serta kepala secara mauriceau. Sejak tali pusat lahir
sampai bayi lahir tidak boleh lebih dari 8 menit.
b) Cara klasik
- Prinsip: melahirkan bahu belakang terlebih dahulu
- Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan bila dengan
bracht bahu dan tangan tidak bias lahir.
- Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam dan dilahirkan
sehingga bokong dan kaki dan kaki lahir
- Tali pusat dikendorkan
- Bila punggung janin kiri, dengan tangan kiri
- Memegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan
menariknya keatas (dengan tangan kiri dan menariknya kearah
kanan atas ibu, untuk melahirkan bahu kanan bayi yang berada di
belakang, atau dengan tangan kanan bila punggung janin kanan,
dan menarikya kearah kiri atas ibu untuk melahirkan bahu kiri
bayi yang berada dibelakang).
- Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik kearah
bawah kontralateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan
bahu dan lengan bayi depan dengan cara yang sama

c)

Cara muller
- Prinsip : melahirkan bahu depan lebih dahulu
- Pengeluaran bahu dan lengan secara muller dilakukan jika dengan
bracht, bahu dan lengan tidak bias lahir
- Melahirkan bahu depan terlebih dahulu dengan menarik kaki
dengan cara yang sama sperti klasik, curam kea rah bawah
kontralateral dari letak bahu depan
- Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang
sama untuk melahirkan bahu dan lengan belakang
d) Cara lovset (dilakukan bila ada lengan bayi yang terjungkit dibelakang
kepala/ nuchal arm)
- Setelah bokong dan kaki bayi lahir, badan bayi dipegang dengan
kedua tangan
- Memutar bayi 180 derajat dengan lengan bayi yang terjungkit
kearah penunjuk jari tangan yang menjungkit
- Memutar kembali 180 derajat kearah yang berlawanan ke kiri/ke
kanan, beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan bayi lahir tidak
menjungkit, selanjutnya bahu dan lengan dilahirkan secara
klasik/muller
e) Ektraksi kaki
- Dilakukan bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin/ibu
yang mengharuskan bayi segera dilahirkan
- Tangan kanan masuk secara obstetric menelusuri bokong pangkal
paha sampai lutut, kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada
paha janin sehingga kaki bawh menjadi fleksi, tangan yang lain
menjadi fundus kebawah. Setelah kaki fleksi pergelangan kaki
dipegang dengan dua jari dan dituntun keluar dari vagina sampai
batas lutut.
- Kedua tangan penolong memegang betis janin , yaitu kedua ibu jari
diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jarijari lain di depan betis, kaki ditarik curam ke bawah sampai
pangkal paha lahir.
- Pegangan dipindahkan ke pangkal paha setinggi mungkin dengan
kedua ibu jari di belakang paha, sejajar sumbu pajang pahadan jari
lain di depan paha.
- Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokhanter depan
lahir. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama
dielevasi ke atas hingga trokhanter telah lahir berarti bokong lahir.
- Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu, maka
yang akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk
melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik retus
curam ke bawah.
- Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara b atau c atau d
f) Tehnik ekstraksi bokong
- Dikerjakan jika presentasi bokong murni dan bokong sudah turun
di dasar panggul, bila kla II tidak maju atau tampak keadaan
janin/ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan.
- Jari telunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin,
dimasukkan kedalam jalan lahir dan diletakkan di lipatan paha
bagian depan. Dengan jari ini lipat paha / Krista iliaka dikait dan
ditarik curam ke bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini,
maka tangan penolong yang lain mencekam pergelangan tadi dan
turun menarik curam ke bawah.
- Bila dengan tarikan ini trokhanter depan mulai tampak dibawah
simpisis, maka jari telunjuk penolonh yang lain mengait lipatan
paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir.
- Setelah bokong lahir, byi dilahirkan secara b atau c atau d
- Ekstraksi bokong lebih berat/sukar dari pada ekstraksi kaki. Oleh
karena itu perlu dilakukan perasat Pinnard pada presentasi bokong
murni.

24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

Cara melahirkan kepala bayi


Cara Mauriceau (dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid atau bila
dengan Bracht kepala belum lahir).
- Pada punggung anak di sebelah kiri, badan anak ditunggangkan
pada lengan kiri bagian volair dan sebaliknya.
- Jari tengah dimasukkan di mulut dan jari telunjuk dan jari ke empat
menekan fosa kanina di maksilla
- Tangan yang lain memegang/mencengkam bahu dan tengkuk bayi.
- Menugaskan seorang asisten menekan fundus uteri secara kristeler
- Bersamaan dengan his asisten menekan fundus uteri penolong
persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan
lahir dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu/mulut.
Bila suboksiput tampat dibawah simpisis kepala janindielevasi ke
atas dengan suboksiput sebagai hipomoklion sehingga lahir dagu
mulut dan kepala keseluruhan.
- Pengeluaran kepala bayi dengan fosfer pipper dikerjakan kalau
pengeluaran kepala bayi dengan Bracht/Mauriceau gagal. Caranya
tangan dan badan bayi dibungkus kain steril, diangkat ke atas,
forsep pipper dipasang melintang terhadap panggul dan kepala
kemudian ditarik.
Lahirkan plasenta secara spontan atau manual apabila ada indikasi
Luka episiotomi/robekan perineum dijahit
Pemberian obat-obatan sesuai keperluan
PASCA TINDAKAN
Awasi kala IV
Lakukan pemeriksaan dan pengawasan nifas
DEKONTAMINASI
Sementara masih menggunakan sarung tangan, masukkan bahan dan
instrument yang akan dipergunakan lagi kedalam wadah yang mengandung
klorin 0,5%
Buang bahan habis pakai kedalam tempat sampah yang tersendiri,
mengandung larutan klorin 0,5%
Bersihkan bagian-bagian yang tercemar darah atau cairan tubuh dengan klorin
0,5%
Bersihkan sarung tangan dengan klorin 0,5%, kemudian lepaskan secara
terbalik dan rendam dalam larutan tersebut.
CUCI TANGAN PASCA TINDAKAN
Setelah melepas sarung tangan, cuci kembali tangan sampai siku dengan sabun
dibawah air mengalir
Keringkan tangan dengan handuk/tissue yang bersih
PERWATAN PASCA TINDAKAN
Periksa kembali tangan vital pasien, segera lakukan tindakan dan isntruksi bila
diperlukan
Catat kondisi pasien pasca tindakan dan buat laporan tindakan didalam kolom
yang tersedia pada cacatan medic penderita.
Buat instruksi pengobatan lanjutan dan hal-hal penting yang memerlukan
pengawasan ketat.
Beritahukan pada pasien dan keluarganya bahwa tindakan telah selsai
dilaksananakan dan masih perlu melakukan perawatan.
Bersama petugas yang akan melakukan perawatan, jelaskan perawatan apa
yang masih perlu dilakukan, lama perawatan, serta laporkan pada petugas jika
ada keluhan gangguan pasca tindakan.
Tegaskan pada petugas yang merawat untuk menjalankan instruksi perawatan
dan pengobatan serta laporkan segera bila pada pemantauan lanjut ditemukan
perubahan-perubahan yang ditulis dalam catatan pasca tindakan.

Penilaian:

Penguji

(..)

Nama peserta
Tanggal
:
Penguji

:
:
DAFTAR TILIK UNTUK KETERAMPILAN
SEKSIO SESAREA
(Diisi oleh Pengajar)

SM.II

Memuaskan:

Langkah/ tugas dikerjakan sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

Tidak memuaskan:

Tidak mampu untuk mengerjakan langkah/ tugas sesuai dengan prosedur standar atau penuntun

T/D

Tidak diamati:

Langkah, tugas atau keterampilan tidak dilakukan oleh peserta latih selama penilaian oleh pelatih

No.
1
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6
2
2.1
2.2
2.3
2.4
2.5

LEMBAR PENILAIAN KETRAMPILAN KLINIK SEKSIO SESAREA


KEGIATAN
PERSIAPAN
Memberikan penjelasan dan izin tindakan
Menetapkan indikasi seksio sesarea
Menentukan jenis seksio sesarea
Mempersiapkan tim
Memasang folley kateter
Melakukan a dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya
TEKNIK
Melakukan insisi abdomen
Mengeskplorasi uterus dan organ genitalia lainnya
Memasang kasa perut basah
Mengidentifikasi dan menyayat plikavesikouterina, kandung kemih disisihkan
ke bawah
Menyayat SBU 2-3 cm dan dilebarkan secara tajam ke samping berbentuk
semilunar atau U

KASUS

2.6
2.7
2.8
2.9
2.10
2.11
2.12
2.13
2.14
2.15
3
3.1
3.2
3.3
3.4
3.5

Penilaian:

Memecahkan ketuban dan melahirkan janin


Menjepit insisi uterus dengan klem
Melahirkan plasenta
Mereparasi uterus, tepi luka dijahit dengan simpul 8, lapis pertama dijahit
secara jelujur dengan kronik No. 1, atau seksio interrupted, tepi kedua secara
jelujur.
Melakukan reperionisasi dengan plikavesikouterina
Mengeksplorasi genitalia interna dan melepaskan kasa perut dasar
Menjahit peritoneum secara jelujur dengan benang plain cut gut No. 2-0
Menjahit fasia dengan dexon atau vicryl No. 1 secara jelujur
Menjahit subkutis dengan beberapa simpul cat gut
Menjahit kulit
PASCA BEDAH
Menutup luka operasi
Mengawasi fungsi / tanda vital ibu
Membuat catatan rekam medik, termasuk rencana penatalaksanaan selanjutnya
Merencanakan rawat gabung sedini mungkin
Memberi informasi pada kasus dan keluarganya

Penguji
(..)