Anda di halaman 1dari 2

SEPTARINI HARYATI

AP 23
14/374117/PEK/19672

TUGAS MANAGEMENT CONTROL SYSTEM


CASE 12 4 WAYSIDE INNS, INC.
Wayside Inn, Inc terletak di Kansas City, Missouri, dibentuk tahun 1960 sebagai
penerus perusahaan motel di Amerika, perusahaan ini memiliki beberapa waralaba
Motel dibawah lisensi kerjasama dari dua jaringan Motel nasional. Karena adanya
batasan pada kontrak perjanjian, Amerika tidak dapat memperluaskan cakupan
operasional mereka berdasarkan wilayah geografis. Perusahaan penerus dibentuk
untuk mendapatkan, mengoperasikan dan mendapatkan lisensi jaringan Motel
dibawah nama Wayside Inn untuk melanjutkan operasional franchise existing yang
dimiliki oleh Amerika. Manajemen merasa bahwa strategi mengembangkan jaringan
motel mereka sendiri akan membelinya fleksibilitas yang lebih besar dan akan
memungkinkan mereka untuk lebih mudah mencapai strategi pertumbuhan jangka
panjang. Alasan utama lainnya adalah bahwa strategi perusahaan baru akan
memungkinkan manajemen mengejar pelaksanaan rencana pemasaran komprehensif
yang telah berkembang secara terus menerus dalam tujuh tahun terakhir.
Wayside Inn adalah listed company yang terdaftar di American stock exchange.
Saham yang beradar sekitar 1,542,850 lembar saham, dengan average float 400.000
lembar saham. Harga common stock diapresiasi sangat baik, dan analis meyakini jika
minat investor condong karena sejumlah faktor utamanya karena strategi pemasaran
mereka yang inovatif. Tingkat hunian Wayside Inn, pada kisaran rata-rata 10 sampai
20 persen lebih tinggi Motel pesaing. Market Segment mereka secara khusus ditarget
untuk para bisnis traveler, dimana segmen ini tidak terpengaruh oleh faktor musim
atau lingkungan.
Perusahaan merencanakan untuk melakukan ekspansi sebanyak 40 kamar
pada Motel Memphis Airport Wayside Inns yang sebelumnya sudah memiliki 116
kamar. Lokasi Motel terletak di persimpangan ruas jalan Brooks dan ruas jalan airport.
Pada 1991, penginapan beroperasi dengan kapasitas hampir penuh selama 5 hari

dalam 1 minggu, kecuali Sabtu dan Minggu. Dengan rata-rata turn away sebesar 31.7
percent selama Senin s/d Jumat, dimana pada Sabtu dan Minggu rata-rata turn away
hanya 9.05. Dalam raidus 2 mil dari penginapan tersebut, ada sekitar 10 penginapan
kompetitor yang semuanya adalah anggota dari penginapan franchise nasional dan
sejumlah penginapan non franchise juga. Berdasarkan survey terkini Memphis
Chamber of Commerce, rata-rata tingkat hunian berkisar 72% dan rencana ekspansi
yang akan dilakukan oleh mayoritas jaringan penginapan tersebut diperkirakan akan
tercatat tambahan 800 kamar di kota tersebut dalam kurun waktu 18 bulan.
Manager penginapan Layne Rembert juga menyampaikan concern mengenai
usulan perluasan, khususnya perluasan sebanyak 80 kamar pada penginapan lain di
pusat Toledo, akan menurunkan nilai pengembalian terhadap investasi tersebut. Kasus
ini terbentuk dari perbincangan ketika GM Regional Wayside Inns Kevin Gray
mengunjungi Memphis Airport Wayside Inn untuk inspeksi dan Layne Ramberts
Manager penginapan. Rembert skeptis atas investasi baru tersebut, mengingat
kompensasi pendapatan di hubungkan dengan ROI penginapan, sebagaimana kasus
yang terlihat di Toledo, dimana ROI pada investasi baru turun yang pada akhirnya
mempengaruhi kompensasi. Disisi lain Gray berharap tetap tumbuh.