Anda di halaman 1dari 7

TUGAS GBE TEMATIK

PROCESSING TECHNOLOGY
Konsumsi Energi Pada Pekerjaan Pengaspalan Jalan
Dosen Pengampu: Zuprizal, Dr.

Oleh
Muhammad Dikyah Salaby Maarif
13/ 358258/ PEK/ 18545

Master Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
2014

A. Pendahuluan
Dalam konteks pembangunan nasional, konstruksi mempunyai peranan yang sangat
penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Aktivitas bisnis dan lain sebagainya ditopang dengan
sarana dan prasarana yang memadai sehingga kegiatan bisnis dan kemasyarakatan menjadi
mudah, biaya rendah dan efisien. Konstruksi menjadi sebuah sektor ekonomi yang
mengambil peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pekerjaan pengaspalan jalan atau juga dikenal dengan konstruksi perkerasan lentur
adalah salah satu aktivitas konstruksi yang banyak dilakukan di Indonesia setiap tahunnya.
Kebutuhan aspal di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat, selama lima tahun terakhir
dibutuhkan setidaknya 1, 2 juta ton aspal per tahun dengan kemampuan produksi dalam negri
sebesar 400 ribu ton per tahun.1 Pada sisi ini, bisnis produksi aspal menjadi suatu bisnis yang
menjanjikan bagi ceruk pasar dalam negri.
PT Pertamina (Persero) menggandeng SK Energy Co. Ltd dalam pembangunan
asphalt oriented refinery plant yang direncanakan berkapasitas 1,5 juta ton per tahun. Pada
tahap awal studi, Refinery Unit IV Cilacap direncanakan dipilih untuk pengembangan pabrik
aspal dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun 2013. 2 Pembangunan pabrik aspal tersebut akan
memberikan nilai tambah bisnis bagi Pertamina, antara lain peningkatan kapasitas produksi,
pemenuhan kebutuhan pasar aspal domestik dan peluang ekspor, serta meningkatkan sinergi
bisnis antara Pertamina dan SK Energy melalui kerja sama investasi, operasi, dan pemasaran
aspal, termasuk pengembangan produk baru dan produk unggulan aspal Pertamina.
Tujuan utama dari kerjasama yang dilakukan oleh Pertamina tersebut tentunya guna
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya Dapat meningkatkan taraf hidup
masyarakat, memanfaatkan sumberdaya alam yang potensial menjadi riil, dan membantu
masyarakat untuk mempermudah dalam memenuhi kebutuhan hidup.3 Pada dasarnya adalah
untuk kepentingan nasional, namun karena aspal sumber utamanya adalah dari alam, maka
perlu pengkajian yang lebih mendalam sehingga tidak menimbulkan efek yang buruk bagi
kelangsungan hidup manusia kedepannya mengingat sumber daya alam tersebut tidak dapat
diperbarukan.

http://www.ift.co.id/posts/kebutuhan-aspal-untuk-jalan-di-indonesia-terus-meningkat.

http://microsite.metrotvnews.com/metronews/read/2013/12/12/2/200963/Pertamina-dan-SK-Energy-Bangun-Pabrik-Aspal

http://rafaianwar.blogspot.com/2013/07/teori-pertumbuhan-dan-pembangunan.html

Secara proses produksi, pengaspalan jalan dapat digambarkan dalam skema sebagai
berikut :4

Dalam skema tersebut dapat kita ketahui bahwa sumber utama aspal adalah minyak
bumi. Sebelum masuk ke proses produksi menjadi bahan aspal, telah membutuhkan sebuah
proses yang penuh dengan pengeluaran energi tinggi untuk pengeboran hingga proses
ekstraksi. Tidak berhenti di sini, setelah ekstak aspal di dapat, proses manufaktur yang
dilakukan lagi-lagi menyedot banyak energi yang mau tidak mau menimbulkan energi residu
baik itu berupa gas buang, limbah dan lain sebagainya.
Oleh karena itu perlu kiranya kita berhitung antara asas manfaat dan bahaya yang
timbul pada saat yang bersamaan ataupun saat yang akan datang. Yang paling penting lagi
adalah perlu dipertimbangkan mengenai kualitas hidup generasi setelah kita yang akan
menjadi generasi penerus.
B. Permasalahan Lingkungan
4

http://www.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2011/04/3.-Reini-Hengki-Vol.19-No.11.pdf

Konstruksi jalan bukan hanya memberikan dampak positif namun juga menimbulkan
dampak lingkungan yang cukup besar pula termasuk tingkat konsumsi energy dan emisi gas
rumah kaca (GRK). Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kegiatan konstruksi telah
menyumbang emisi dan dampak terhadap lingkungan. Khusus pada konstruksi jalan, sebuah
penelitian tentang life cycle assessment terhadap dampak lingkungan pekerjaan
pembangunan jalan baru di Texas Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa terdapat emisi
18.56 ton CO2 pada pembangunan 3.2 mil proyek jalan tersebut (Rajagopalan, 2007).
Salah satu jenis perkerjaan konstruksi yang diduga menghasilkan banyak emisi gas
rumah kaca adalah pekerjaan pengaspalan jalan khususnya dengan metode campuran aspal
panas. Hal ini disebabkan oleh karakteristik metode konstruksi tersebut yang mensyaratkan
material yang digunakan dengan suhu yang tinggi (>100 0 C). Dengan demikian, energi yang
dibutuhkan pada proses pengolahan material hotmix asphalt menjadi lebih besar.
Dalam sebuah penelitian, terdapat beberapa dampak lingkungan yang muncul dengan
adanya praktik pengaspalan dengan aspal metode hot mix. Adapaun dampak-dampak yang di
timbulkan antara lain :5
a. Emisi CO2 dan Konsumsi Energi
Dengan mengalikan kebutuhan aspal/ km panjang jalan dan kebutuhan beton per/km
panjang jalan, maka diperoleh total jumlah energy yang digunakan untuk konstruksi
aspal hotmix adalah 253.53 GJ. Hal ini berarti semakin besar konsumsi energy yang
digunakan semakin besar pula emisi dan polusi yang akan ditimbulkan dan secara
langsung akan berdampak pada lingkungan terutama emisi gas rumah kaca (GRK).
b. Dampak Lingkungan dan kesehatan manusia dari limbah yang dihasilkan
Dampak lingkungan yang ditimbulkan dari limbah yang dihasilkan pada setiap
kontruksi jalan aspal hotmix dan beton akan di bagi dalam 3 aspek yaitu :
-

Pencemaran udara
Komponen pencemaran udara yang dihasilkan berupa CO,SO2, NOx, CH4, N2O,
debu dan abu. Besarnya konsentrasi gas-gas tersebut di atmosfir akan
meningkatnya kadar asam di udara dan menjadi pemicu terjadinya hujan asam dan
secara langsung akan berdampak pada vegetasi/tanaman, tanah dan air.

Pencemaran Tanah
Pada kegiatan kontruksi jalan juga akan berdampak pada pencemaran tanah
dimana proses penimbunan bahan material kontruksi dan pembukaan lahan jalan

https://www.academia.edu/2968741/Life_Cycle_Analysis_of_Concrete_and_Asphalt_Road

di lokasi konstruksi serta pengerjaan kontruksi itu sendiri. Proses kontruksi yang
dibiarkan pada suatu tempat akan menyebabkan pencemaran tanah.
-

Pencemaran air
Pencemaran air yang diakibatkan dari proses kontruksi jalan dapat dilihat dari
komponen pencemarnya yaitu konsentrasi BOD, COD, Phospat dan Nitrogen
yang dihasilkan. Tingginya kadar polutan, akan menyebabkan perubahan
signifikan dalam pH air dan sedikitnya jumlah oksigen dalam air juga memiliki
efek termal dan ini akan menyebabkan kematian ikan dan makhluk lain dari
habitat sungai.

c. Dampak terhadap kenyaman hidup manusia (Tingkat Kebisingan)


Kegiatan yang dapat menimbulkan kebisingan antara lain pengoperasian kendaraan
dan peralatan pada saat konstruksi jalan. Konstruksi jalan aspal hotmix maupun jalan
beton menimbulkan kebisingan yang sama dari peralatan kontruksi di lapangan.
C. Implikasi
Beberapa dampak lingkungan yang muncul akibat pelaksanaan pembangunan jalan
menggunakan aspal hot mix adalah sisi lain dari peluang manfaat yang akan diperoleh
masyarakat. Kita perlu untuk berhitung dengan untuk ruginya. Dampak buruk yang muncul
akibat dari aspal hot mix tersebut perlu di reduksi ataupun di ganti dengan produk lain yang
lebih aman dan sustainable. Disinilah peran dari teknologi pemrosesan sehingga ditemukan
terobosan baru material pengganti aspal yang lebih ramah lingkungan atau setidaknya
meminimalisir resiko yang lebih besar.
Ada bebeberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan
akibat proses pengaspalan jalan dengan metode hot mix, antara lain adalah :
1. Dengan

menerapkan

campuran

aspal

hangat.

memungkinkan dilakukan dibawah suhu 1000C.

Prose

pencampurnan

ini

Teknologi ini mengurangi

konsumsi bahan bakar fosil dan efek rumah kaca. Lebih sehat bagi masyarakat dan
lebih efisien dari sisi ekonomi.6
2. Memanfaatkan limbah lumpur minyak. Limbah lumpur minyak di tangan
professor Bambang dapat di jadikan aspal sehingga dapat memanfaatkan residu

http://ddscivilengineering.blogspot.com/2013/08/aspal-campuran-hangat-warm-mix-asphalt.html

dari pengeboran minyak yang berupa lumpur minyak yang selam ini menjadi
momok bagi pengeboran usaha pengeboran minyak.7
3. Pemerintah taat asas dengan blueprint konstruksi 2030 yang mempunyai fokus
pada konstruksi yang rama lingkungan. Dengan pengawasan ketat dari pemerintah
didukung oleh regulasi yang mapa, maka kontraktor jalan akan menerapkan
pembangunan jalan aspal dengan menerapkan aturan-aturan yang di tetapkan
sehingga lebih aman bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Daftar pustaka
7

http://www.fisika.lipi.go.id/in/?q=content/menyulap-limbah-menjadi-aspal

http://ddscivilengineering.blogspot.com/2013/08/aspal-campuran-hangat-warm-mixasphalt.html
http://microsite.metrotvnews.com/metronews/read/2013/12/12/2/200963/Pertamina-dan-SK-Energy-Bangun-PabrikAspal

http://rafaianwar.blogspot.com/2013/07/teori-pertumbuhan-dan-pembangunan.html
https://www.academia.edu/2968741/Life_Cycle_Analysis_of_Concrete_and_Asphalt_Road
http://www.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2011/04/3.-Reini-Hengki-Vol.19-No.11.pdf
http://www.ift.co.id/posts/kebutuhan-aspal-untuk-jalan-di-indonesia-terus-meningkat