Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang


Saat ini di negara negara berkembang, seperti di Indonesia, kebutuhan akan
material atau batu andesit cukup tinggi, terutama untuk melakukan pembangunan
fisik seperti pembangunan gedung, perkantoran, pembuatan jalan, perumahan,
bendungan dan lain sebagainya.
Andesit merupakan batuan beku vulkanik menengah (intermediet) yaitu
batuan beku yang terbentuk dari lelehan magma diorit, yang membeku di permukaan
bumi dan mempunyai ukuran mineral halus (fine) dengan komposisi silika (SiO2)
berkisar antara 52 66%. Mineral - mineral yang sering dijumpai didalam batuan ini
adalah: plagioklas, amphibol, hornblend, biotit dan sedikit alkali felsfar .
untuk mencukupi kebutuhan bahan galian tersebut, maka peruasahaan rudi
agung laksana sebagai salah satu produsen batu andesit berusaha untuk mencukupi
kebutuhan
batugamping

diwilayah

kabupaten bungo. Kelancaran dalam proses peremukkan

merupakan

salah

satu

faktor

yang

mendukung

keetersedian

batugamping untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Berkaitan dengan hali itu, maka
dilakukan evaluasi produktivitas cruser di PT. Sinar Bahri Ceria ( PT. SBC).
Kegiatan penambangan batugamping di PT. SBC

menggunakan sistem

tambang terbuka yang biasa disebut quarry, yaitu merupakan sistem atau cara

penambangan

yang

diterapkan

untuk

bahan

galian

industri.

Adapun

pembongkarannya dilakukan dengan riping dan excavator.


Alat yang digunakan untuk pengolahan batuan andesit di PT. SBC
menggunakan alat stone crusher. Dimana alat tersebut memperkcil batu mengunakan
energy yang berasal dari mesin penghancur. Dengan cirri khusus pada hasil
pengolahan mengunakan stone crusher yaitu hasil berbentuk kotak, sederhana dan
tahan banting.
1.2. Identifikasi Masalah
Dalam pelaksanaan penelitian identifikasi masalah bertujuan untuk
mempermudah dalam penyelesaian masalah yang akan dibahas, sehingga pada
tahap penyelesaian masalah dapat dipecahkan dengan baik. Dalam penelitian
kali ini, penulis mengelompokkan permasalahan sebagai berikut:
a). alat apa yang digunakan untuk peremukan batuan serta proses kerja alat
crusher ?
b). Berapa besar hasil produksi alat peremuk batu stone crusher ?
c). Waktu hambatan dan efisiensi kerja pada unit peremuk batu stone crusher ?
I.3. Rumusan Masalah
Untuk menghindari dan agar tidak meluasnya permasalahan dalam penelitian
ini, maka penulis membatasi permasalahan terhadap beberapa hal sebagai berikut:
a)

Bagaimana pelaksanaan kegiatan crusher di PT. SBC

b) Apa saja faktor yang mempengaruhi produktivitas crusher dalam pengolahan


andesit
c)

Mengetahui sistem kerja crusher

I.4. Batasan Masalah


Dalam penelitian ini penulis hanya akan membahas tentang bagaimana
pelaksanaan kegiatan crusher, faktor yang mempengaruhi produktivitas crusher,
waktu edar alat angkut dan crusher, serta sistem kerja crusher.
I.5 Tujuan Penelitian
Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah :
1.

Untuk mengetahui kemampuan produksi unit peremuk batu.

2.

Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi produktivitas unit peremuk batu.

3.

Menggetahui sistem kerja crusher

I.7 Manfaat Penelitian


1.

Dapat mengetahui kemampuan produksi unit peremukan batu di PT. SBC

2.

Dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi produktivitas unit peremukan batu


di PT. SBC

3.

Dapat mengetahui sistem kerja crusher di PT. SBC

I.8. Waktu dan Lokasi Penelitian


a. waktu penelitian
Waktu penelitian dilakukan selama I (satu) bulan dari tanggal - -2014 s.d - 2014
b. Lokasi Penelitian
Lokasi tempat penelitian dengan judul evaluasi produktivitas crusher PT.
Sinar Bahri Ceria di Desa Rantau Keloyang kecamatan Pelepat kabupaten bungo
provinsi jambi.
1.9. Sistematika Penulisan
BAB 1. PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang, identifikasi masalah, batasan
masalah, rumusan masalah, manfaat dan tujuan penelitian, waktu penelitian
dan lokasi penelitian.
BAB II. KERANGKA TEORI
Pada bab ini berisi tentang tinjauan perusahaan meliputi lokasi kesampaian
daerah, struktur organisasi perusahaan, izin usaha pertambangan, iklim dan
curah hujan, geologi regional dan morfologi. Pada bab ini juga berisi tentang
dasar teori yang berhubungan dengan penelitian dan kerangka pikir.
BAB III. METODA PENELITIAN
Pada bab ini berisi tentang desain penelitian, metoda penelitian, teknik
pengumpulan data dan teknik analisa data.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada bab ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan dari analisa data
penelitian.
BAB V. PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang kesimpulan yang ditarik setelah melakukan studi
lapangan atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama penelitian dan
saran untuk perusahaan agar lebih baik.

BAB II
KERANGKA TEORI

2.1. Sifat Batu Andesit


Batu Andesit adalah batuan beku luar (ekstrusif), yang terjadi akibat
pembekuan magma intermediet sampai basa dipermukaan bumi. Batu andesit ini
bertekstur porfiritik sampai afanitik, umumnya berwarna abu-abu sampai hitam
(kehitaman). Komposisi mineralnya terdiri dari plagioklas, hornblende, biotit, agegit.
Kuat tekannya berkisar antara 600 2400 kg/m dan berat jenisnya 2,3 - 2,6 ton/m.
Umumnya batu andesit ini dijumpai berupa retas, sill, aliran lava dan breksi vulkanik.
2.1.1 Genesa Batu Andesit
Andesit merupakan batuan beku yang terjadi akibat pembekuan silica pijar
(magma) baik dari dalam (intrusi) maupun dari permukaan bumi (ektrusi).
Berdasarkan temperature pembentukan batuan beku, magma dapat dibagi dalam tiga
jenis yaitu:
Magma asal (Granitas) dengan temperatur pembentukan 735 C - 900 C.
Magma intermediate dengan temperatur pembentukan 1020 C - 1110 C.
Magma basa (basaltis) dengan temperatur pembentukan 1095 C - 1225 C.
Andesit merupakan batuan beku menengah (Intermediate). Batuan ini berasal
dari intrusi magma yang menerobos batuan yang telah ada, magma tersebut kemudian
membeku dengan kecepatan pembekuan yang sedang sehingga membentuk tekstur
yang kasar tetapi tidak sekasar pembekuan yang lambat. Mineral-mineral yang sering

dijumpai adalah : Plagioklas, Hornblenda, Piroksin, Biotit, dan sedikit Alkali


Felspar.
2.1.2 Kegunaan Batu Andesit
Batu andesit adalah salah satu jenis batuan beku yang mempunyai daya tahan
yang cukup lama terhadap pelapukan dan juga kenampakan secara fisik yang cukup
bagus sehingga dapat digunakan untuk keperluan-keperluan sebagai berikut :
a. Batu andesit yang telah diasah/dipoles digunakan untuk aksesoris atau perhiasan
dalam rumah seperti : untuk lantai rumah, tembok dan lain sebagainya.
b. Batu split 1 2 cm digunakan sebagai bahan campuran untuk pembuatan beton
bangungan.
c. Batu split 2 3 cm digunakan sebagai pondasi tiang beton, pengeras jalan dan
jembatan.
2.2. Metode Penambangan
Metoda penambangan yang dilakukan pada PT. SBC

ini adalah Metode

tambang terbuka (Quarry). Tambang terbuka adalah metode penambangan yang


segala kegiatan atau aktivitas penambangannnya dilakukan di atas permukaan bumi,
dan tempat kerjanya berhubungan langsung dengan cahaya. Berdasarkan jenisnya,
tambang terbuka dapat dibedakan, yaitu :Open Pit, Quarry, Strip Mine, dan Alluvial
Mine. Salah satu jenis tambang yang cocok digunakan dalam penambangan bahan
galian industri adalah Quarry. Berdasarkan endapannya quarry dibagi menjadi dua
tipe :

A)

Side hill type quarry


Adalah sistem penambangan terbuka yang diterapkan untuk menambang

endapan mineral industri yang letaknya di lereng bukit atau endapannya berbentuk
bukit. Berdasarkan jalan masuk (Access Road) ke permukaan kerja, side hill type
quarry dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Jalan masuk berbentuk spiral
Cara ini diterapkan apabila seluruh lereng bukit akan digali atau di tambang.
Arah penggalian dari atas ke bawah (retreating Excavation). Jalan masuk berbentuk
spiral juga dimaksudkan untuk mengatasi kemiringan (grade) jalan masuk untuk
lereng bukit yang relatif terjal.
b. Jalan masuk langsung
Cara ini digunakan apabila sebagian lereng saja yang akan di tambang dan
untuk bukit dengan kemiringan lereng relative kecil (landai), Untuk bukit yang besar,
jalan masuk dibuat berbentuk kelokan sehingga kemiringan jalan masuk < 10 %.
B) Pit Type
2.3. Prinsip Kominusi
Kominusi adalah suatu langkah pertama yang biasa dilakukan pada proses
pengolahan bahan galian (mineral Dressing), prosesnya sendiri dilakukan dengan
cara memperkecil ukuran bongkah-bongkah batuan yang berasal dari tambang (Run
of Mine) menjadi fraksi yag berukuran lebih kecil sesuai dengan ukuran suatu
material. Tujuan dari kominusi secara umum adalah :

1. Untuk memperkecil ukuran batuan, sehingga diperoleh butiran mineral dengan


ukuran tertentu, sesuai dengan persyaratan yang diperlukan baik sebagai bahan
baku untuk industri (Mineral industri) maupun untuk diolah lebih lanjut.
2. Untuk melepaskan/membebaskan mineral berharga dari ikatan mineral
pengotornya yang terdapat bersama-sama, sehingga terlepas satu sama lain.
3. Mempermudah pengangkutan/transportasi.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam proses kominusi adalah
a. Mudah atau sukarnya bahan galian tersebut hancur (Brittleness)
b. Struktur ataupun bentuk bahan galian jika pecah (Fracture)
c. Kekerasan bahan galian yang akan di proses (Hardness)
d. Berat jenis bahan galian yang akan di proses (Density)
2.4. Crusher
Dalam industri pengolahan material hasil penambangan, proses penghancuran
atau peremukan material dilakukan dengan alat peremuk (crusher). Proses
penghancuran ini bertujuan untuk memperoleh ukuran material yang sesuai untuk
proses selanjutnya. Alat peremuk yang digunakan ini terdiri dari berbagai macam tipe
dan jenis sesuai dengan tingkatan proses pengolahan yang sedang berlangsung.
Umumnya peralatan yang digunakan untuk menghancurkan atau meremukkan
material terdiri dari bermacam-macam jenis seperti jaw crusher, cone crusher dan
impact crusher.

2.5. Screen
Screen adalah suatu alat pengayakan yang permukaannya memiliki celah celah atau lubang yang banyak, dimana tingkat efisiensinya ditentukan berdasarkan
kesempurnaan proses pemisahan material yang diinginkan di atas permukaan screen
tersebut. Proses pemisahan material ini dikatakan baik bila perbandingan antara
jumlah undersize dan jumlah oversize yang dihasilkan dari proses tersebut sesuai
dengan yang diinginkan untuk proses selanjutnya. Dalam industri pengolahan
material hasil tambang, screen digunakan untuk:
a. Mengatur masuknya oversize kedalam crusher
b. Menyiapkan ukuran umpan yang diinginkan pada psoses selanjutnya
c. Menghasilkan produk akhir yang sesuai dengan kebutuhan
Untuk menghitung kapasitas suatu screen dapat digunakan rumus Telsmith
sebagai berikut :
K = {Area (ABCDEF)}+Over Side
Keterangan :
K

= Kapasitas (ton/jam)

= Faktor ukuran lubang suatu screen

= Faktor jumlah Overside

= Faktor efisiensi screen yang diinginkan

= Faktor umpan yang ukurannya lebih kecil dari ukuran opening

= Faktor proses pemisahan kering atau basah

= Faktor deck yang digunakan

Area

= Luas permukaan screen (m2) atau (ft2)

2.6. Belt Conveyor


Belt conveyor atau ban berjalan adalah salah satu alat yang mendukung
kelancaran proses produksi serta memiliki peran dalam meningkatkan dan mencapai
sasaran produksi yang diinginkan. Untuk itu, pemilihan belt conveyor harus sesuai
dengan kondisi peralatan lainnya, Agarkapasitas dapat tercapai dengan baik, Hal
paling penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan belt conveyor adalah
kecepatan dan lebar belt. Menurut Norman L. Weiss, kecepatan dan lebar belt
conveyor dapat ditentukan berdasarkan material yang diangkut.
K = 3600.V.G
1000.L
Sumber: Norman L. Weiss

Keterangan:
K = Produksi (ton/jam).
V = Kecepatan belt Conveyor (m/dtk).
G = Berat conto yang terambil (g).
L = Panjang belt untuk setiap pengambilan conto (m)
2.7. Hopper
Merupakan suatu alat untuk menampung material sebelum material dimasukkan ke
dalam alat peremuk batu (crusher). Biasanya hopper dibuat dari pelat baja yang
dibentuk sehingga dapat menampung material yang akan di proses. Dengan material

yang ditampung lebih dahulu di dalam hopper, maka pemberian umpan pada crusher
dapat diatur secara kontinyu oleh feeder.
2.8. Feeder
Feeder adalah suatu alat yang berfungsi untuk memberikan umpan (feed)
kepada jaw crusher crusher secara teratur dan kontinu. Penggunaan feeder pada
dasarnya disesuaikan dengan anjuran yang diberikan oleh pabrik penghasil feeder itu
sendiri, agar hasil yang diperoleh bisa semaksimal mungkin.
2.9. Stone Crusher
Mesin ini dibutuhkan untuk memperkecil ukuran batu atau Stone yang
tadinya besar menjadi ukuran yang diinginkan. Mesin pemecah batu atau Stone
Crusher cocok untuk memperkecil sehingga menjadi ; Batu Koral, Batu Split dan
Abu Batu.

Gambar 2.1. Alat Stone Crusher

A. sistem kerja stone crusher


batu dihancurkan oleh energi yang berasal dari mesin penghancur, batu akan
dilemparkan dengan kecepatan tinggi dan lambat laun akan hancur. proses
berlanjut sampai batu diperkecil sesuia ukuran yang diinginkan, kemudian alat
dapat dimatikan.

Gambar 2.2. Sistem Kerja Stone Crusher


B. sifat sifat stone crusher
a) produk akhir berbentuk kotak
b) proses penghancuran sederhana
c) tahan banting dengan kekuatan yang kuat
d) perawatan yang mudah, ekonomis dan dapat diandalkan

BAB III
METODA PENELITIAN

Metode yang digunakan di dalam penelitian ini secara umum dapat dibagi
menjadi beberapa tahapan sebagai berikut :
1. Studi literatur
Kegiatan pengumpulan data dari penelitian terdahulu yang digunakan sebagai
referensi didalam penelitian ini. Tujuan dari metode ini adalah untuk memberikan
pengetahuan awal mengenai segala hal yang berhubungan dengan produktivitas dan
efisiensi kerja unit peremuk batu.
2. Observasi
Merupakan kegiatan pengamatan pendahuluan langsung di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data awal untuk menentukan keputusan
keputusan masalah yang akan diteliti, metode lanjut yang akan dilakuka, serta
informasi informasi detail mengenai kondisi dan situasi kerja di lapangan.
3. Pengamatan Lapangan
Kegiatan mencatat data data yang menunjang dalam menghitung cycle time
alat baik crusher, belt conveyor dan dump truck serta efisiensi kerja dari unit peremuk
batu. Menghitung produksi unit peremuk batu untuk mencapai produksi.
4. Pengolahan Data
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan penelitian kemudian diolah
dengan cara menghitung produksi masing-masing alat peremuk batu.

DAFTAR PUSTAKA

1. Door John, VN and Bosqui, Francis L. 1950, Cianidation and Concentration


of Gold and Silver OreMc Graw Hill Book Company, Inc, New York,
Toronto London
2. Gaudin, AM, 1973,Principle of Mineral Dressing, Mc Graw Hill, Book
Company, New York
3. Kelly, Errol G, 1982,Introduction to Mineral Processing John Willey and
Sons, Inc, New York
4. Prodjosumarto, Partanto, 1995, Pemindahan Tanah Mekanis, Jurusan Teknik
Tambang, Institut Teknologi Bandung
5. Taggart AF, 1954,Hand Book of Mineral DressingJohn Willey & Sons,Inc
New York, London