Anda di halaman 1dari 61

 

 
Penelitian Tindakan Kelas
PENERAPAN STRATEGI P3 DALAM MENINGKATKAN
MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA
PELAJARAN IPS KELAS IX DI SMP ISLAM ULUL ALBAB
NGRONGGOT NGANJUK

Penulis:
A. Jauhar Fuad, M.Pd

SMP ISLAM ULUL ALBAB KELUTAN NGRONGGOT NGANJUK


MATA PELAJARAN IPS
Februari-April 2009

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bagian ini peneliti memaparkan beberapa hal penting yang menjadi

dasar dari penelitian ini. Adapun urutan pembahasan disusun sebagai berikut, (A)

latar belakang masalah, (B) rumusan masalah, (C) tujuan penelitian, (D) manfaat

penelitian, dan (E) definisi konsep.

A. Latar Belakang Masalah

Hasil penelitian pendahuluan, ditemukan bahwa mata pelajaran IPS

akhir-akhir ini kurang mendapatkan perhatian dari pihak sekolah, guru bahkan

siswa. Perhatian mereka terserap pada mata pelajaran yang di UN-kan.

Tentunya perubahan perhatian tersebut berdampak pada proses belajar di

dalam kelas. Guru tidak lagi menjadi perhatian siswa dalam proses

pembelajaran. Dengan persepsi yang dibangun oleh mereka menyebabkan

motivasi belajar siswa rendah dan rendahnya motivasi belajar diikuti dengan

rendahnya prestasi belajar siswa.

Pada kegiatan pembelajaran di kelas IX SMP Islam Ulul Albab

peneliti menemukan banyak persoalan di dalam belajar. Siswa seringkali

bersifat acuh setiap guru menjelaskan materi pelajaran. Siswa sering berbuat

gadu, mengobrol, tertidur, menggambar dan lainnya, hanya beberapa siswa

saja yang respon terhadap penjelasan guru. Kebiasaan yang dilakukan oleh

siswa, tentu akan merugikan mereka sendiri, maka banyak siswa yang nilainya

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
di bawah standar ketuntasan belajar minimum (SKBM). Data di lapangan

hanya 14 % siswa memenuhi SKBM yang telah ditetapkan, selebihnya harus

mengikuti remedial (Dokumen semester ganjil 2008/2009).

Permasalahan di atas lebih didasarkan program pembelajaran yang

kurang terencana dan kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Masrun

mengemukakan bahwa motif atau motivasi merupakan suatu hal penting yang

mendasari terjadinya tingkah laku siswa, serta motivasi dapat berasal dari

dalam maupun luar seseorang, yang berfungsi mengarahkan tingkah laku

siswa menuju pada tujuan yang ingin dicapainya (Masrun, dkk, 1975:46). Dari

persoalan rendahnya motivasi siswa dalam belajar diharapkan guru dapat

memotivasi siswa ketika mengajar.

Suatu keberhasilan sangat bergantung pada upaya yang dilakukan dan

motivasi untuk mewujudkannya. Salah satu unsur yang ada dalam motivasi

adalah berusaha dengan sungguh-sungguh.

Pada dasarnya motivasi timbul diakibatkan oleh dua faktor yaitu faktor

internal dan faktor eksternal. Faktor internal ada di dalam diri siswa sedang

faktor eksternal di luar diri siswa. Wahjosumidjo berpendapat bahwa, motivasi

sebagai proses timbul diakibatkan oleh faktor di dalam diri siswa itu sendiri di

sebut intrinsik atau faktor di luar yang di sebut ekstrinsik. Faktor di dalam diri

seseorang dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan atau

berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan. Sedangkan faktor

di luar diri dapat di timbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pengaruh

teman, orang tua, lingkungan bahkan guru (Wahjosumidjo, 1992:19).

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
Pada sisi lain prestasi belajar siswa rendah. Menurut Bloom, prestasi

belajar siswa secara umum dapat diklasifiksikan menjadi tiga yakni; ranah

kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik (Davies, 1987:45). Pada ilmu

pengetahuan sosial, pengetahuan yang perlu dimiliki siswa meliputi: (1)

pengetahuan, berupa pengenalan, pengingatan kembali terhadap teori, konsep

dan fakta-fakta; (2) pemahaman, berupa kemampuan memahami tentang isi

pelajaran yang dipelajari; (3) penerapan, berupa kemampuan menggunakan

pada situasi baru; (4) analisis, berupa kemampuan menjabarkan isi

pembelajaran; (5) sintesis, kemampuan menggabungkan unsur-unsur pokok

kedalam struktur yang baru; dan (6) evaluasi, kemampuan menilai isi

pembelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu (Davies, 1987:48).

Keberhasilan pembelajaran terkait dengan strategi pembelajaran yang

ditetapkan oleh guru. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan

dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Ada

tiga variabel utama dalam pembelajaran, yaitu: kondisi pembelajaran, strategi

pembelajaran dan hasil pembelajaran. Kondisi pembelajaran sebagai faktor

yang mepengaruhi strategi dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Strategi

pembelajaran sebagai cara yang berbeda-beda untuk mencapai hasil

pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda.

Sedangkan, hasil pembelajaran mencakup semua efek yang dapat dijadikan

sebagai indikator tentang nilai penggunaan strategi pembelajaran di bawah

kondisi pembelajaran yang berbeda.

Pada persoalan ini, peneliti memiliki pandangan dengan melakukan

perbaikan dalam proses pembelajaran dengan strategi pengorganisasian,

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
penyampaian dan pengelolaan kelas (P3) siswa dapan meningkatkan motivasi

belajar. Dengan harapan tindakan tersebut dapat meningkatkan proses

pembelajaran dan prestasi belajar sesuai dengan standar ketuntasan belajar

minimum yang telah ditetapkan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan dalam latar belakang di atas, maka dapat

disusun rumusan masalah penelitian, sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pelaksanaan strategi P3 dalam meningkatkan motivasi

siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas IX

di SMP Islam Ulul Albab?

2. Bagaimana meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3

pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab?

3. Bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan

strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab?

C. Tujuan Penelitian

Mengacu pada permasalahan yang telah dirumuskan dalam rumusan

masalah penelitian di atas, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah

sebagai berikut:

1. Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan strategi P3 dalam

meningkatkan motivasi siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaan

IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab

2. Untuk meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3 pada

mata pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
3. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan strategi

P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian tindakan kelas diharapkan bermanfaat dan memberi

kontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya mutu pembelajaran

yang ada di daerah setempat. Secara khusus, diharapkan hasil penelitian ini

memberi kontribusi kepada pihak-pihak yang terkait seperti guru, pemerintah

dalam hal ini kepala sekolah dan peneliti lain dalam upaya pengembangan dan

perbaikan pembelajaran IPS Terpadu, serta bermanfaat bagi siswa yang

mengalami pembelajaran.

Bagi guru, pembelajaran IPS Terpadu dengan penerapan model

pembelajaran ini menambah khasanah perbendaharaan strategi dan metode

pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Sebagai sarana untuk memicu

kreatifitas dan pengembangan pembelajaran di kelas masing-masing.

Bagi kepala sekolah sebagai salah satu bahan pertimbangan membuat

rekomendasi penyelenggaraan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif dan

menyenangkan. Bagi siswa, mereka mendapatkan pengalaman nyata yang

menyenangkan dalam meningkatkan prestasi belajar.

E. Definisi Konsep

Untuk menghindari kesalahan apersepsi tentang istilah yang digunakan

dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi definisi operasional dari istilah-

istilah yang digunakan dalam karya tulis ini.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
1. Motivasi adalah dorong seseorang untuk bertindak dengan suatu standar

yang paling baik dalam usaha meningkatkan kemampuan diri. Pada

penelitian ini bagaiman siswa dapat termotivasi dalam belajar, dapat

terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, antusias ketika guru

menjelaskan dan keceriaan ketika proses belajar berlangsung.

2. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan belajar selama

periode tertentu yang dinyatakan dalam nilai akhir yang tertulis. Dalam

penelitian ini yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil ulangan

harian.

3. Strategi P3 merupakan, strategi yang meliputi; (1) strategi

pengorganisasian isi pembelajaran; (2) strategi penyampaian isi

pembelajaran; dan (3) strategi pengelolaan pembelajaran.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

BAB II

METODE PENELITIAN

Pada bagian ini peneliti memaparkan beberapa hal penting yang

berhubungan dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam persiapan, proses

dan akhir penelitian. Adapun urutan pembahasan disusun sebagai berikut, (A)

desain penelitian, (B) setting penelitian, dan (C) prosedur penelitian.

A. Desain Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

penelitian tindakan kelas (Arikunto, 2008:2) (PTK) Classroom Action

Research (CAR), (Aqim, 2007:12) karena tindakan dilakukan melalui

perlakuan siklus pembelajaran khusus, yaitu mulai dari perencanaan,

pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Arikunto, 2008:16). Penelitian

tindakan kelas adalah bagaimana seorang atau sekelompok guru dapat

mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari

pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencoba suatu gagasan perbaikan

dalam praktek pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya

itu (Wiraatmaja, 2007:13). Implementasi penelitian yang berupa siklus

tindakan dilakukan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran

berdasarkan masalah yang dihadapi siswa dan guru. Ada tiga variabel yang

akan dikembangkan dalam penelitian ini, yaitu: (1) motivasi belajar siswa

dalam wujud keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran, antusias

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
siswa dan keceriaan siswa, (2) prestasi belajar siswa dalam wujud hasil

ulangan harian siswa, dan (3) strategi P3 pembelajaran.

Penelitian ini, peneliti melakukan kegiatan tindakan sesuai dengan

karakteristik PTK menggunakan model Kurt Lewin (Wahidunmuni dan Ali,

2007:41), dan model Kemis dan Tanggart (Wiraatmaja, 2007:66) prosedur

yang dilakukan dari PTK ini adalah seperti diagram berikut:

Diagram 2.1 Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

Diagram di atas dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: Tahap

awal, setelah mengidentifikasi temuan masalah, yaitu berupa masalah awal,

adalah membuat rencana tindakan. Rencana tindakan penelitian dari

pembelajaran yang akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan

perubahan perilaku dan sikap belajar siswa, terutama motivasi siswa dan

prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial (IPS Terpadu).

Sebelum perencanaan penelitian lebih rinci dilakukan, untuk

memperlancar pelaksanaan tindakan, peneliti membuat persiapan-persiapan

yang menyangkut rencana tindakan dan instrumen-instrumen yang digunakan

setelah mengidentifikasi masalah melalui kegiatan studi awal pada saat

mengumpulkan dan mengidentifikasikan masalah yang dihadapi siswa dan

guru dalam pembelajaran IPS Terpadu. Secara rinci persiapan yang dilakukan

peneliti adalah sebagai berikut: a) melakukan studi awal dalam rangka

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

 
mengidentifikasikan masalah yang dihadapi siswa dan guru; b) melakukan

analisis masalah (SWOT = strength, weakness, opportunity, dan thread)

(Arikunto, 2007:7-8); c) membuat rencana penelitian dengan menyusun

proposal penelitian berdasarkan hasil analisis; dan d) membuat jadwal

penelitian.

Tahap perencanaan, peneliti menyusun hal-hal yang berhubungan

dengan persiapan penelitian, antara lain: a) rencana pelaksanaan pembelajaran

(RPP) beserta pemilihan materi dan media yang dipakai; dan b) indikator

keberhasilan beserta instrumen penelitian dan penilaian yang digunakan untuk

mengumpulkan data dan mengukur keberhasilan tindakan dalam penelitian.

Tahap tindakan dilakukan oleh guru peneliti sebagai upaya perbaikan,

peningkatan atau perubahan yang diinginkan berdasarkan langkah-langkah

pembelajaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun

sebelumnya. Sambil dilakukan tindakan pembelajaran tahap pengamatan

sekaligus dilakukan. Pengamatan adalah kegiatan mengamati proses

pembelajaran dengan sasaran utamanya motivasi siswa dalam proses

pembelajaran yang diketahui dari keterlibatan aktif siswa, antusias siswa dan

keceriaan siswa, dalam proses pembelajaran yang menggunakan strategi P3.

Hasil pengamatan dicatat dalam lembar pengamatan sesuai dengan metode

pengumpulan data yang ditentukan.

Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dan teman guru

pengamatan untuk mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau

dampak dari tindakan berdasarkan indikator keberhasilan yang telah

ditentukan untuk mengukur keberhasilan tindakan. Hasil refleksi digunakan

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

10 

 
untuk bahan pertimbangan apakah revisi rencana siklus berikutnya dilakukan

atau siklus dihentikan, karena sudah mencapai semua indikator keberhasilan

yang telah ditetapkan.

B. Setting Penelitian

Tempat penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan adalah kelas IX

SMP Islam Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk yang beralamat di jalan

Sungai Brantas No. 25 Kelutan Ngronggot Nganjuk. Peneliti sebagai guru

mata pelajaran IPS Terpadu, menjadi salah satu alasan penelitian tindakan

kelas ini dilakukan di SMP Islam Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk.

Alasan yang kedua adalah juga sejauh ini usaha perbaikan pembelajaran

belum optimal dilakukan, maka masih sangat perlu dilakukan penelitian

tindakan.

Sebagai subyek penelitiannya adalah 30 siswa kelas IX SMP Islam

Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk tahun ajaran 2008/2009 semester

genap, yang terdiri dari 18 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki dengan

kemampuan penguasaan terhadap materi rendah. Latar belakang mereka juga

berbeda ada yang dari keluarga petani, tukang batu, buruh tani dan juga tenaga

kasar yang lain.

Mata pelajaran (mapel) IPS Terpadu sub-mapel Hubungan Manusia

dengan Bumi kelas IX semester genap dibebankan 3 (tiga) standar kompetensi

yang mencakup Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi, Kawasan Asia

Tenggara, dan Benua dan Samudra. Bahan ajar sub-mapel IPS Terpadu ini

diberikan kepada siswa dalam bentuk tindakan yang diteliti dengan

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

11 

 
menerapkan strategi P3. Sesuai dengan program semester yang telah dibuat

oleh guru IPS Terpadu, penelitian tindakan ini dilakukan di semester genap

bahasan kesatu, sehingga penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret

2009.

C. Prosedur Penelitian

Desain penelitian telah dijelaskan bahwa pendekatan yang digunakan

dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tindakan dilakukan

melalui dua siklus tindakan masing-masing diawali dengan perencanaan,

kemudian secara berturut-turut diikuti dengan pelaksanaan, pengamatan dan

refleksi. Secara rinci prosedur penelitian diuraikan sebagai berikut.

1. Perencanaan Penelitian

Menurut Wahidunmurni dan Ali (2007:97) tahap perencanaan,

peneliti membuat beberapa persiapan yang meliputi beberapa langkah

yakni: 1) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan

mempersiapkan materi dan media pembelajaran berdasarkan skenario

pembelajaran, 2) menyusun kriteria keberhasilan, dan 3) menyusun

instrumen penelitian.

Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah merupakan skenario

atau rencana tertulis yang harus disusun oleh seorang guru berdasarkan

alokasi waktu yang tersedia yang terbagi menjadi beberapa tatap muka,

sebelum proses pembelajaran dilakukan atau disajikan. Dalam penyusunan

skenario pembelajaran ini seorang guru harus selalu berpijak atau

berdasarkan silabus dan sistem penilaian yang sudah disusun sebelumnya

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

12 

 
serta disesuaikan dengan desain Penelitian Tindakan Kelas yang akan

dilaksanakan, agar kompentensi dasar yang harus dimiliki siswa dapat

tercapai.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun

berdasarkan strategi P3. RPP ini merupakan panduan untuk melaksanakan

tindakan yang didalamnya memuat standar kompetensi (SK), kompetensi

dasar (KD), indikator pembelajaran, langkah-langkah strategi

pembelajaran, media alat dan sumber pelajaran, materi dan bahan ajar, dan

alat evaluasi pembelajaran.

Standar kompetensi (SK) yang dibebankan untuk dikuasai siswa

pada pembelajaran ini adalah kemampuan siswa dalam memahami dan

menjelaskan hubungan manusia dengan bumi yang mencakup 3 sub

bahasan: 1) memahami dan menjelaskan peta tentang bentuk dan pola

muka bumi, 2) memahami dan menjelaskan kawasan asia tenggara, dan 3)

memahami dan menjelaskan benua dan samudra. Sedangkan kompetensi

dasar (KD) yang diharapkan tercapai adalah 1) memahami dan

menjelaskan bentuk muka bumi pada Peta, 2) pola sebaran bentuk muka

bumi, 3) membuat penampang melintang muka bumi, 4) keadaan umum

kawasan asia tenggara, 5) Negara-negara dikawasan Asia Tenggara, 6)

benua di dunia, dan 7) samudra.

Langkah-langkah pembelajaran yang harus dialami siswa adalah

proses pembelajaran tiga fase, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan

kegiatan penutup. Tahap ini guru menjelaskan materi, dilanjutkan dengan

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

13 

 
pembentukan kelompok belajar disertai belajar dengan menggunakan

media berupa; Atla, Globe, komputer, dan LCD proyektor.

Indikator keberhasilan yang digunakan sebagai acuan untuk

mengukur keberhasilan tindakan pada penelitian ini dirumuskan

berdasarkan hipotesis tindakan yang mana digali dari masalah-masalah

yang dihadapi siswa, sebagai berikut: (1) Siswa menunjukkan hasil

motivasi belajar yang tinggi. Siswa terlibat aktif, antusias dan keceriaan

siswa selama pembelajaran IPS Terpadu dari semua aspek yang tertuang

dalam lembar pengamatan. (2) Respon siswa terhadap proses pembelajaran

yang tinggi dengan sekor 75%. (3) Kemampuan siswa dalam prestasi,

membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan. (4) 75% siswa mencapai

nilai prestasi belajar tinggi dengan SKBM 70 dari semua aspek dalam

instrumen penelitian.

Instrumen penelitian yang dipersiapkan adalah: 1) lembar

pengamatan digunakan untuk mengetahui motivasi belajar data

keterlibatan aktif siswa, antusias, keceriaan selama proses pembelajaran

pada mata pelajaran IPS Terpadu; 2) kuesioner siswa digunakan untuk

mengumpulkan tentang respon siswa terhadap proses pembelajaran; 3)

lembar panduan penalaran siswa untuk mengukur kemampuan siswa

membuat pertanyaan dan kemampuan menjawab pertanyaan secara logis;

dan 4) tes ulangan harian untuk mengukur pemahaman siswa. Serta

dipersiapkan lembar catatan lapangan yang mungkin digunakan untuk

mencatat kejadian-kejadian penting yang terjadi selama proses

pembelajaran di luar prosedur yang ditentukan.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

14 

 
2. Pelaksanaan Tindakan

Tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai rencana,(Latif,

2003:10;107), yaitu pembelajaran di kelas IX SMP Islam Ulul Albab

Kelutan Ngronggot Nganjuk sebagai kelas subjek penelitian. Strategi

pembelajaran yang diaplikasikan adalah strategi pengorganisasian

pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan

pembelajaran (P3) dengan langkah-langkah pembelajaran yang tergambar

sebagai berikut.

Kegiatan awal: 1) memberikan salam dan tegur sapa dilanjutkan

dengan; 2) membangun apersepsi tentang materi baru dihubungkan dengan

materi yang sudah dipelajari siswa. Kemudian kegiatan awal ini diakhiri

dengan; dan 3) pemberian pertanyaan yang berhubungan dengan materi

IPS Terpadu, khususnya: peta tentang bentuk dan pola muka bumi;

kawasan asia tenggara; dan benua dan samudra.

Kegiatan inti: 1) guru memberikan penjelasan tentang materi

pelajaran yang disertai dengan media. Kemudian siswa belajar dengan

beriteraksi dengan media berupa; Buku paket, Atlas, Globe, Komputer,

dan LCD Proyektor. Siswa diberi tugas untuk mencatat dan

memperhatikan guru, 2) Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada

siswa tentang topografi yang ada di Indonesia mengenai simbol-simbol

yang ada dalam peta dan siswa menjawab pertanyaan guru, 3) Guru

membagi siswa menjadi lima kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 6

siswa. kemudian siswa berkumpul menurut kelompoknya masing-masing,

4) Guru memberikan penugasan kepada masing-masing kelompok untuk

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

15 

 
membahas sub pokok bahasan yang ada dalam buku. Kemudian siswa

berdiskusi, membaca, mencatat dalam bentuk rangkuman. 5) Siswa

diminta mempersiapkan materi tugas kelompok untuk didiskusikan dalam

kelompok besar (kelas), setiap kelompok diminta untuk melaporkan hasil

diskusi dan kerja kelompoknya di dalam kelas. 6) Setiap kelompok

melaporkan hasil diskusinya, dan siswa lain mendengarkan dan membaca

buku untuk mempersiapkan pertanyaan yang diajukan kepada kelompok

yang sedang presentasi. 7) Kegiatan belajar diakhiri dengan penjelasan

guru terhadap pertanyaan dan jawaban siswa yang kurang jelas.

Kegiatan penutup; 1) siswa diberikan penguatan dan pemantapan

dengan pemberian apresiasi kepada kelompok, bagi yang hasilnya bagus

diberikan pujian dan yang masih kurang diberikan masuk dan saran 2)

mengisi kuesioner tentang motivasi belajar IPS terpadu.

3. Pengamatan Tindakan

Pengamatan dilakukan oleh peneliti dibantu oleh salah satu guru

IPS Terpadu sebagai guru pengamat (Latif, 2003:10;108). Pengamatan

difokuskan pada tingkah laku siswa selama mengikuti proses pembelajaran

dan gejala yang muncul dalam setiap kegiatan pembelajaran dalam setiap

siklusnya. Sasaran pengamatan adalah tingkahlaku dan keaktifan,

keatusiasan dan keceriaan siswa dalam pembelajaran di kelas. Data yang

terkumpul dicatat dalam lembar pengamatan. Aspek kedua yang diamati

adalah langkah-langkah yang dilakukan guru dalam membimbing siswa

melalui proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa

pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana yang dibuat.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

16 

 
Data penelitian ini berupa data deskripsi dari kegiatan siswa sesuai

tahap-tahap pembelajaran dan hasil penilaian siswa. Data yang lain adalah

data yang menunjukkan motivasi belajar siswa yang diperoleh dari

pedoman pengamatan yang diberikan kepada siswa dan respon siswa

terhadap proses pembelajaran di ukur menggunakan kuesioner. Metode

pengumpulan data dilakukan sebagai berikut:

a. Metode Pengamatan

Pengamatan dilakukan dalam penelitian ini untuk menjaring

semua data tentang perkembangan proses pembelajaran mata pelajaran

IPS Terpadu, Hubungan Manusia dengan Bumi yang mencakup Peta

Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi, Kawasan Asia Tenggara, dan

Benua dan Samudra. Bahan ajar sub-mapel IPS Terpadu ini diberikan

kepada siswa dalam bentuk tindakan yang diteliti dengan menerapkan

strategi P3.

Keadaan pembelajaran yang berkaitan dengan tingkah laku

siswa yang menunjukan keterlibatan siswa pada proses pembelajaran.

Perkembangan sikap dan tingkah laku siswa terhadap pelaksanaan

pembelajaran melalui model pembelajaran ini juga menjadi sasaran

pengamatan, terutama keaktifan, keantusiasan dan keceriaan mereka

dalam berdiskusi.

b. Metode Angket/kuesioner

Angket digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang

berhubungan dengan sikap dan perasaan siswa yang mewakili motivasi

belajar mereka yang tidak bisa diperoleh dari pengamatan, karena

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

17 

 
berada dalam pikiran siswa. Semua proses perkembangan belajar siswa

yang berada dalam alam pikiran mereka yang sulit untuk diamati,

diukur melalui instrumen angket.

c. Metode Penilaian Hasil Diskusi

Penilaian ini didasarkan pada panduan yang berisi aspek-aspek

penilaian keaktifan, antusias, keceriaan siswa, dapat dilihat dari kualitas

mempresentasikan (kejelasan, suara keras dan penguasaan materi),

kualitas menjawab pertanyaan, kualitas dalam memberikan

pertanyaan..Dari perolehan nilai masing-masing aspek penilaian ini

dijumlah dan dirata-rata untuk memberikan nilai kelompok..

d. Tes (Ulangan Harian)

Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam

memahami materi yang disampaikan di kelas. Tes ini, diberikan pada

akhir pertemuan, yaitu minggu ke 6 dari kegiatan penelitian tindakan

kelas.

e. Uji validitas

Uji validitas isi instrumen dilakukan dengan mengkonsultasikan

pada para pakar dimasing-masing bidangnya, untuk pedoman

pengamatan dikonsultasikan kepada Dr. Ali Anwar; untuk koesioner

dikonsultasikan kepada Dr. Nur Ahid; untuk lembar panduan penalaran

dikonslutasikan kepada Dr. Maftuhin, dan untuk tes ulangan harian

dikonsultasikan kepada Drs. Hamam, M.Pd. Dengan demikian

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

18 

 
instrumen yang digunakan dalam penelitian ini secara validitas isi tidak

diragukan.

4. Refleksi Hasil Penelitian

Refleksi adalah kegiatan menganalisis hasil pengamatan untuk

menentukan sudah sejauh mana pengembangan strategi memotivasi siswa

yang sedang dikembangkan siswa telah berhasil memecahkan masalah dan

apabila belum berhasil, faktor apa yang menjadi penghambat kekurangan

keberhasilan tersebut (Latif, 2003:10;109). Pada tahap ini kegiatan

difokuskan pada upaya untuk menganalisis, mensintesis, memaknai dan

menyimpulkan. Oleh karena kegiatan penelitian dilakukan secara mandiri

maka kegiatan analisis dan refleksi menjadi tanggungjawab peneliti.

Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan analisis dan refleksi ini

peneliti akan mendiskusikannya dengan para siswa yang diambil secara

acak atas pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan berdasarkan

hasil pengamatan dan perasaan mereka. Hal-hal yang perlu didiskusikan

mencakup: (1) kekurangan yang ada selama proses pembelajaran; (2)

kemajuan yang telah dicapai siswa; dan (3) rencana tindakan pembelajaran

berikutnya.

Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan

keberhasilan pelaksanaan pembelajaran strategi memotivasi adalah dua

kriteria, yakni (1) indikator kualitatif berupa keatusiasan siswa mengikuti

pembelajaran dan sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang

dikembangkan, dan (2) indikator kuantitatif berupa besarnya sekor ujian

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

19 

 
yang diperoleh dan selanjutnya dibandingkan dengan standar ketuntasan

belajar minimal.

Semua data yang tercatat dari tahap pengamatan berupa perubahan

sikap yang ada pada siswa baik itu motivasi belajar mereka atau kemauan

mereka untuk aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran melalui

penerapan strategi P3 direkap dan diolah untuk dijadikan dasar refleksi.

Metode pengolahan data adalah deskriptif kuantitatif. Secara rinci, data

yang terkumpul diolah menggunakan metode sebagai berikut.

Hasilnya, yang berupa deskripsi tentang situasi kelas, perubahan

suasana kelas menunjukkan adanya perubahan menuju perbaikan, yang

ditunjukkan dengan semakin meningkatnya prosentase siswa yang

mematuhi instruksi selama proses pembelajaran dan kemudian

direfleksikan dengan indikator keberhasilan.

Hasil rekapitulasi kuesioner motivasi belajar sebagai data

pendukung keterlibatan siswa dihitung untuk mengetahui persentase yang

dicapai siswa untuk direfleksikan dengan indikator keberhasilan yang telah

ditetapkan. Angket merupakan sejumlah pernyataan tertulis berbasis pada

motivasi belajar siswa yang digunakan untuk memperoleh data tentang

respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan strategu P3. Untuk

mengolah hasil angket, data yang diperoleh diubah ke persentase dengan

menggunakan rumus sebagai berikut:


Tanggapan Siswa
Rumus = X 100
Jumlah siswa

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

20 

 
Langkah berikutnya adalah memberikan penilaian hasil belajar

siswa dengan memasukkan data dari instrumen penilaian. Refleksi berupa

pemberian penilaian dibandingkan dengan indikator keberhasilan.

Tindakan dinyatakan berhasil atau tidak tergantung pada pencapaian

indikator keberhasilan. Hasil refleksi ini sangat berarti untuk perbaikan

perlakuan tindakan pembelajaran pada siklus selanjutnya atau tindakan

dihentikan.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

21 

BAB III

LAPORAN HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan disajikan dua hal utama yang berkenaan dengan hasil

penelitian dan pembahasan. Hasil tindakan tiap siklus terdiri dari motivasi belajar

mereka, dan hasil belajar siswa. Bagian yang kedua adalah pembahasan hasil

temuan penelitian yang direfleksikan dengan teori yang sudah ada.

A. Hasil Penelitian

Proses penyajian pembelajaran IPS Terpadu materi Hubungan

Manusia dengan Bumi menggunakan strategi pembelajaran; strategi

pengorganisasian, strategi penyampaian, strategi pengelolaan (P3) melalui

penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut.

1. Paparan Tindakan Siklus I

Tindakan siklus I dilakukan pada minggu ke-2 bulan Februari

2009. Pada pertemuan sebelumnya guru menjelaskan kepada siswa bahwa

mulai pertemuan minggu ini akan dilakukan penelitian tindakan kelas

dengan penerapan strategi P3, yaitu pembelajaran yang menekankan pada

strategi pengorganisasian isi materi pelajaran, penyampaian materi

pelajaran yang disajikan dengan berbagai media, dan pengelolaan

pembelajaran dengan membuat belajar kelompok, individu, penjadwalan

dan umpan balik dari siswa. Pemberitahuan ini dilakukan agar kegiatan

pembelajaran ini dapat dilalui siswa dengan sadar untuk meningkatkan

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

22 

 
kualitas pembelajaran mereka, sehingga mencapai hasil pembelajaran yang

optimal.

Pada hasil pengamatan selama proses pembelajaran, perlu

diciptakan hubungan pola asuh yang melahirkan perasaan empati antara

siswa dengan guru. Adanya hubungan relasi simpati dan empati dengan

guru diharapkan siswa kreatif berani bertanya dan termotivasi dalam

proses pembelajaran. Siswa menyadari dan tahu kemampuannya sendiri,

percaya pada diri sendiri.

Pada pertemuan ke-1, guru menyampaikan materi pelajaran di

kelas dengan menjelaskan materi bahasan peta; tentang bentuk dan pola

muka bumi, yang disertai dengan penggunaan media, berupa; buku paket,

Peta, Atlas, dan Globe. Siswa diminta untuk memperhatikan dan mencatat

apa yang disampaikan guru. Selanjutnya guru memberikan kesempatan

kepada siswa untuk bertanya. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan

pembentukan kelompok oleh guru, masing-masing kelompok berjumlah 5

siswa. Guru memberikan penugasan kelompok untuk membuat

penampakan muka bumi, dengan mengambil peta kabupaten Nganjuk

sebagai objek gambar. Tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Pembelajaran

diakhiri dengan menarik kesimpulan.

Pada pertemuan ke-2, guru mengecek tugas kelompok, didapat

tidak semua kelompok dapat mengerjakan tugasnya, hanya 3 kelompok

yang dapat mengerjakan tugas tersebut. Alasannya mereka tidak

memahami petunjuk guru tentang penugasan tersebut. Pada pertemuan ke

2 guru menjelaskan tentang cara membuat penampakan kabupaten

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

23 

 
Nganjuk di papan tulis yang diikuti oleh siswa. Pada menit ke 30 guru

menjelaskan sub bahasan kawasan Asia Tenggara, keadaan umum Asia

Tenggara tentang letak dan batas wilayah, kedaan alam, iklim, penduduk,

dan ekonomi. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan pembentukan

kelompok tiap kelompok berjumlah 6 siswa, hal ini disesuaikan dengan

jumlah komputer yang ada di ruang multimedia. Kegiatan pembelajaran

diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan dan kesimpulan.

Pada pertemuan ke-3, kegiatan pembelajaran dilangsungkan di

ruang multimedia, setiap kelompok memegang 1 unit komputer. Kegiatan

pembelajaran ini menggunakan lima unit komputer, 1 unit LCD proyektor

dan buku paket. Pada pembelajaran ini, siswa diarahkan untuk membuka

peta digital dengan membuka peta kawasan Asia Tenggara, mereka

ditugasi untuk mencari letak negara-negara yang ada dikawasan Asia

Tenggara. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi batas-batas wilayah

masing-masing negara melalui penelusuran di peta, dan di cocokkan

dengan buku paket. Pembelajaran dilanjutkan dengan pembagian tugas

kelompok, setiap kelompok membahas dua sub bahasan negara-negara

yang ada di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan pembelajaran diakhiri

dengan memberikan kesempatan siswa untuk bertanya, pembelajaran

dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan.

Pertemuan ke-4, pada pertemuan ini kegiatan pembelajaran

dilakukan di dalam kelas, siswa berkumpul berdasarkan kelompoknya

masing-masing dengan membawa buku paket, dan kertas polio. Siswa

berdiskusi, mencatat dan guru berperan sebagai fasilitator, memberikan

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

24 

 
bimbingan kepada kelompok dan individu yang mengalami kesulitan.

Kemudian guru menjelaskan sistematika kegiatan pembelajaran yang akan

dilakukan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan diakhiri dengan

memberikan kesempataan kepada siswa untuk bertanya, kegiatan

pembelajaran dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan.

Pertemuan ke 5, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan

presentasi kelompok di depan kelas. Setiap kelompok mempresentasikan

selama 10 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab, demikian juga

seterusnya untuk kelompok yang lain. Pada sesi presentasi dari 5

kelompok 4 diantaranya dapat berjalan dengan baik, mereka dapat

mempresentasikan dengan baik dan jelas, ketika mendapatkan

pertanyaanpun keempatnya dapat menjawab dengan tepat. Proses

pembelajaran pada sesi ini, siswa dapat berperan aktif, siswa terlihat

antusias untuk bertanya kepada temannya. Banyak siswa yang ingin

mengajukan pertanyaan. Dengan demikian pada proses pembelajaran

dengan menggunakan presentasi semangat belajar siswa dapat tumbuh

dengan baik.

Proses pembelajaran pada siklus I, dapat diidentifikasikan adanya

peningkatan proses belajar dan aktifitas pembelajaran. Hal ini dapat

terlihat dari semangat siswa yang terus meningkat dari pertemuan 1 sampai

pertemuan 5, hal ini dapat terlihat dari hasil observasi tingkat motivasi

siswa.

Pada siklus I ditemukan hasil pengamatan yang menunjukkan

perkembangan dari usaha peningkatan melalui tindakan pembelajaran.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

25 

 
Motivasi belajar siswa menunjukkan kenyataan yang sudah bagus,

meskipun belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Secara

lengkap digambarkan dalam Grafik 3.1

Grafik 3.1
Hasil Rekapitulasi Motivasi Belajar Siswa
Aktif

5
Antusias
4,5
4
3,5
Keceriaan
3
2,5
2
1,5
1
0,5
0

Kelompok1 Kelompok2 kelompok3 Kelompok4 Kelompk5

Tabel di atas, merupakan rekapitulasi dari hasil pengamatan

motivasi siswa dari pertemuan ke 1 dan pertemuan ke 5, yang

dikumpulkan dari pedoman observasi berdasarkan kegiatan yang terjadi

pada tiap kelompok. Pada tabel rekapitulasi ini dapat dilihat pencapaian

motivasi belajar siswa yang sudah bagus. Keterlibatan siswa secara aktif

diamati berdasarkan beberapa pernyataan yang sudah ditentukan dalam

perencanaan, yang mana pernyataan-pernyataan itu dituangkan dalam

lembar pengamatan proses pembelajaran. Pengamat mencatat semua hal

yang dilakukan siswa dalam lembar pengamatan tersebut. Pada grafik

aktifitas siswa adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses

pembelajaran pada pertemuan ke 1 sampai pertemuan ke 5. Antusias siswa

dalam proses pembelajaranpun mengalami perbaikan. Pada aspek

keceriaan juga adanya peningkatan.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

26 

 
Respon siswa terhadap proses pembelajaran yang tinggi, pada

aspek ini peneliti mengukur tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran

yang telah dilakukan selama 5 kali pertemuan, pengukuran ini

menggunakan angket. Indikator keberhasilannya adalah apabila responden

(siswa) merasa senang dengan proses pembelajaran yang diberlakukan

guru selama 5 kali pertemuan dengan standar minimal 75% dari siswa

yang dikenai pengangketan, maka proses pembelajaran yang dilakukan

guru berhasil, jika belum mencapai standar minimal proses pembelajaran

belum dapat dikatakan berhasil.

Tabel 3 1.
Respon Siswa Terhadap Strategi Yang Digunakan Guru
No Nilai Frekuensi % KP
1 Sangat senang 6 20,7 20,7%
2 Senang 14 48,3 69%
3 Biasa saja 7 24,1 93,1%
4 Kurang senang 2 6,9 100%
5 Tidak senang 0 0
29

Siswa yang ikut dalam kegiatan pengangketan sebanyak 29 siswa,

1 siswa tidak hadir. Pada pemamparan di atas siswa yang sangat senang

dan senang dengan kegiatan pembelajaran P3 sebanyak 20 siswa dengan

presentasi 69%, artinya bahwa presentasi ini masih jauh di bawah prosetasi

yang digunakan sebagai standar minimal 75%. Tingkat keberhasilan yang

diharapkan adalah apabila siswa yang menjawab sangat senang dan senang

mencapai prosentasi kumulatif sebesar 75% sesuai indikator keberhasilan

yang telah ditetapkan. Artinya proses pembelajaran dengan menggunakan

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

27 

 
strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan

belum dikatakan berhasil di mata siswa.

Pada kegiatan presentasi (laporan tugas kelompok) yang dilakukan

siswa menunjukan adanya tingkat partisipasi yang tinggi dikalangan para

siswa. Pada kegiatan ini ada tiga indikator yang dijadikan ukuran pertama

kualitas presentasi kelompok, kualitas pertanyaan yang diajukan masing-

masing kelompok, dan kualitas jawaban kelompok. Pada kegiatan ini

peneliti menyiapkan tabel observasi untuk mengamati kegiatan tersebut.

Adapun hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada grafik 3.2.

Grafik 3.2
Hasil Presentasi, Pertanyaan dan Jawaban siswa

4
Presntasi
3,5
Pertanyaan
3

2,5 Jawaban

1,5

0,5

Kelom pok 1 Kelompok 2 Kelom pok 3 Kelompok 4 Kelom pok 5

Pada paparan di atas dapat digambarkan bahwa kemampuan

kelompok mempresentasikan materi pelajaran di depan kelas dari

kelompok 1 baik, dan dilanjutkan berturut-turut dengan kelompok 2, untuk

kelompok 3 dan 4 kemampuan mempresentasikanya cukup, sedangkan

kelompok 5 kemampuan mempresentasikannya kurang baik. Kemampuan

mengajukan pertanyaan masih didominasi oleh kelompk 1 kategori baik,

berikutnya kelompok 2, 4 dan 5 kurang baik, dan untuk kelompok 3

kemampuan mengajukan pertanyaan cukup. Kemampuan menjawab

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

28 

 
pertanyaan dari kelompok lain, kelompok 1 lebih baik jika dibandingkan

dengan kelompok yang lain, kelompok 2, 3 dan 4 kemampuan menjawab

pertanyaan kategori cukup, dan untuk kelompok 5 tidak baik.

Pada siklus I belum dilakukan tes atau ulangan harian. Alasan

belum dilakukannya ulangan harian karena materi pelajaran belum

seluruhnya tersampaikan sesuai dengan rancangan pelaksanaan

pembelajaran (RPP).

Berdasarkan catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti dan guru

pengamat menunjukkan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan

rencana yang telah dibuat, walaupun ada sedikit kekurangan. Data tersebut

mendukung hasil analisis di atas, sehingga hasil refleksi masih

menunjukkan masalah-masalah yang perlu ditindaklanjuti dalam perlakuan

tindakan pada siklus berikutnya, maka disusunlah suatu perbaikan

tindakan (replanning) untuk dilaksanakan pada siklus II, dengan

menggunakan strategi yang sama.

2. Paparan Tindakan Siklus II

Tindakan siklus II dilakukan pada minggu ke-3 bulan Maret 2009.

Rencana tindakan siklus II ini disusun berdasarkan kelemahan-kelemahan

yang ditemui pada siklus I, yaitu pada kontrol pembelajaran dan

pemberian intruksi pembelajaran yang lebih jelas.

Dengan langkah-langkah kegiatan yang sama dengan perlakuan

siklus I. Pada pertemuan 1 siklus ke II, siswa akan belajar benua-benua

yang ada di dunia. Pada kesempatan itu guru menjelaskan Benua Asia di

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

29 

 
dalam kelas, siswa mencermati, mendengarkan dan mencatat. Kegiatan

berikutnya guru membentuk kelompok sama seperti pada siklus I, dan

guru memberikan penjelasan tentang rencana belajar yang akan

dilaksanakan dipertemuan berikutnya. Guru memberikan kesempatan

bertanya kepada siswa tentang materi yang disampaikan dan rancangan

belajar yang akan dilaksanakan. Pada kesempatan ini ada siswa yang

bertanya tentang Laut Merah, Laut Hitam, guru menjawab pertanyaan

tersebut. Kegiatan belajar diakhiri dengan menarik kesimpulan.

Pada pertemuan ke 2, pembelajaran dilaksanakan di Laboraturium

komputer, proses belajar sama seperti siklus yang pertama dan juga

menggunakan media yang sama. Yang berbeda pada siklus ini adanya

pengontrolan lebih ketat dari guru agar proses belajar yang dilakukan

sesuai dengan desain yang sudah dipersiapkan. Semua siswa diperintahkan

membuka globe yang ada di komputer sambil mengikuti keterangan guru

dengan mencatatnya. Penjelasan materi diruntut sesuai buku paket yang

ada di perpustakaan, sehingga semua siswa dapat mengikuti proses

pembelajaran. Pada proses pembelajaran ini siswa dapat mendengarkan

penjelasan guru. Siswa juga dapat melihat teks langsung dari buku paket,

dan siswa dapat melihat kondisi alam, budaya, suku dan lain sebagainya

langsun dari komputer. Proses pembelajaran ini, siswa sangat tertarik dan

merasa senang. Siswa dapat bertanya disela-sela penjelasan guru dengan

mendengarkan dan melihat visualisasi benua-benua yang dijelaskan guru,

hal ini membuat para siswa menjadi penasaran. Pembelajaran diakhiri

dengan menarik kesimpulan dan dilanjutkan dengan pengangketan.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

30 

 
Mengikuti kegiatan pada siklus I, pada siklus II juga dilakukan

diskusi dengan kelompok yang sama, sehingga tidak perlu adanya

pengarahan yang lebih panjang. Setiap kelompok mendapatkan tugas

untuk membahas masalah, benua dan samudra. Siswa berdiskusi, mencatat

dan guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan kepada

kelompok dan individu yang mengalami kesulitan. Kemudian guru

menjelaskan sistematika kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada

pertemuan berikutnya. Kegiatan diakhiri dengan memberikan kesempataan

kepada siswa untuk bertanya, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan

penarikan kesimpulan.

Pertemuan ke 4, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan

presentasi kelompok di depan kelas. Setiap kelompok mempresentasikan

selama 10 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab, demikian juga

seterusnya untuk kelompok yang lain. Pada sesi presentasi dari semuanya

dapat berjalan dengan baik, mereka dapat mempresentasikan dengan baik

dan jelas. Pada proses pembelajaran pada sesi ini, siswa dapat berperan

aktif, siswa terlihat antusias untuk bertanya kepada temannya, dapat

terlihat dengan banyak siswa yang ingin mengajukan pertanyaan. Dengan

demikian pada proses pembelajaran dengan menggunakan presentasi

semangat belajar siswa dapat tumbuh dengan baik.

Hasil temuan pada akhir siklus II ini menunjukkan hasil yang

sangat menggembirakan. Karena hampir semua indikator keberhasilan

telah tercapai dengan pencapaian yang sangat signifikan. Hasil

pengamatan siklus II menunjukkan perkembangan yang bagus dari semua

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

31 

 
aspek yang ingin ditingkatkan. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan

kualitas pembelajaran IPS Terpadu, khususnya hubungan manusia dengan

alam dapat terlaksana dengan sangat baik melalui tindakan strategi

pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan kelas.

Motivasi belajar siswa menunjukkan kenyataan yang signifikan. Secara

lengkap digambarkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.3
Hasil Rekapitulasi Motivasi Siswa
5
4, 5
4
3, 5
3 Keaktif an
2, 5
2 Antusias
1, 5
1 Kec eriaan
0, 5
0

Ke lompok 1 Kelompok2 Ke lompok3 Kelompok4 k elompok5

Dari tabel rekapitulasi di atas pencapaian motivasi belajar siswa

meningkat. Peningkatan ini telah, berdampak positif pada tingkat

keterlibatan siswa secara aktif. Hal ini, akan membantu siswa untuk

mencapai hasil belajar yang lebih baik dari yang sebelumnya. Keterlibatan

siswa secara aktif selama proses pembelajaran siklus II menunjukkan

peningkatan yang sangat tinggi, ini berarti bahwa dengan motivasi belajar

yang tinggi mampu mendorong siswa untuk aktif terlibat dan berpartisipasi

dalam setiap tahapan kegiatan. Pengamat mencatat semua hal yang

dilakukan siswa dalam lembar pengamatan tersebut. Aspek kedua antusias,

pada siklus ini menunjukan adanya peningkatan antusias yang sangat

tinggi, dengan indikator mereka berani bertanya, ditengah-tengah

penjelasan guru. Aspek ketiga keceriaan, pada aspek ini keceriaan siswa

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

32 

 
juga sangat tinggi, mereka terlihat jauh lebih senang jika dibandingkan

pada siklus sebelumnya. Ini juga didukung dari hasil pengangketan.

Tabel 3.2
Respon Siswa Terhadap Strategi Yang Digunakan Guru
No Nilai Frekuensi % KP
1 Sangat senang 8 27,6 27,6%
2 Senang 15 51,7 79,3%
3 Biasa saja 5 17,2 96,5%
4 Kurang senang 1 3,45 100%
5 Tidak senang 0 0
29

Siswa yang ikut dalam kegiatan pengangketan sebanyak 29 siswa,

1 siswa tidak hadir. Pada pemaparan di atas siswa yang sangat senang dan

senang dengan kegiatan pembelajaran P3 sebanyak 23 siswa dengan

prosentasi 79,3%, artinya bahwa pada siklus II ini adanya respon yang

baik dari siswa terhadap strategi pengorganisasian, strategi penyampaian

dan strategi pengelolaan kelas, yang digunakan sebagai standar minimal

75%. Tingkat keberhasilan yang diharapkan adalah apabila siswa yang

menjawab sangat senang dan senang mencapai prosentasi kumulatif

sebesar 75% sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Artinya

proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pengorganisasian,

strategi penyampaian dan strategi pengelolaan dapat dikatakan berhasil di

mata siswa.

Pada kegiatan presentasi (laporan tugas kelompok) yang dilakukan

siswa menunjukan adanya tingkat partisipasi yang sangat tinggi dikalangan

para siswa. Adapun hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada grafik

3.4.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

33 

 
Grafik 3.4
Hasil Presentasi, Pertanyaan dan Jawaban siswa

3, 5

2, 5 Pres nt asi

2
Pert an yaan
1, 5

1 Ja wab an

0, 5

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kel ompok 4 Kel om pok 5

Pada paparan di atas dapat digambarkan bahwa kemampuan

kelompok mempresentasikan materi pelajaran di depan kelas dari

kelompok 1dan 2 baik, dan dilanjutkan dengan kelompok 3, 4 dan 5

kemampuan mempresentasikanya cukup. Kemampuan mengajukan

pertanyaan kelompk 1, 2, 3, dan 4 kategori baik, dan kelompok 5 cukup.

Kemampuan menjawab pertanyaan dari kelompok lain, kelompok 1, 3 dan

5 baik, kelompok 2 dan 4 kemampuan menjawab pertanyaan kategori

cukup.

Pada tes ulangan harian dari 30 siswa yang mengikuti ulangan hari

29 siswa, satu diataranya berhalangan hadir. Hasil ulangan harian siswa

kelas IX menunjukkan angka yang memuaskan, jika melihat standar

ketuntasan belajar minimum (SKBM) sebesar 70. Dengan prosentasi

kumulatif yang mendapatkan nilai 70 lebih dari 75%, yang telah

ditetapkan sebagai indikator keberhasilan hasil belajar. Pada tabel di

bawah siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini

menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi

P3 berhasil. Adapun lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.3.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

34 

 
Tabel 3.3
Prestasi Belajar Siswa
No Nilai Frekuensi % KP
1 91-100 8 27,58 27,62
2 81-90 9 31,03 58,62
3 71-80 7 14,13 82,76
4 61-70 4 13,79 96,55
5 51-60 1 3,44 100
29

Berdasarkan pencapaian beberapa aspek penting yang menjadi

indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian tindakan ini dan

dukungan dari catatan lapangan. Hasil refleksi siklus II telah menunjukkan

hasil perbaikan dan pencapaian target yang dapat digunakan untuk bahan

pertimbangan bahwa tindakan dalam PTK ini dihentikan untuk dilaporkan.

B. Analisis Hasil Penelitian

Dari tabel-tabel data di atas, nilai dan presentasenya direfleksikan

dengan indikator keberhasilan setiap akhir siklus I dan siklus II sebagai

berikut.

1. Refleksi Motivasi Siswa pada Siklus I dan Siklus II

Motivasi siswa pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal

ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari

semua kelompok yang ada. Keterlibatan siswa secara aktif selama proses

pembelajaran/tindakan siklus I masih menunjukkan angka 2,6, ini

menunjukan bahwa aktifitas siswa dalam pembelajaran rendah, indikator

yang dijadikan ukuran dalam hal ini ada dua; (1) Siswa mengerjakan tugas

sesuai petunjuk guru, dan (2) Siswa mau mencatat apa yang telah

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

35 

 
dipelajari. Pada siklus I, tidak semua siswa dapat mengerjakan tugas sesuai

dengan petunjuk guru dan tidak semua siswa mencatat apa yang dijelaskan

oleh guru. Dari hasil diskusi dengan guru lain yang bertugas membantu

penelitian sebagai pengamat, hal ini diyakini disebabkan oleh sikap siswa

yang belum menyadari sepenuhnya petunjuk guru. Sehingga peneliti perlu

merancang ulang rencana tindakan yang diberikan pada siklus II dengan

sedikit modifikasi tindakan pada tahap. Pada hasil siklus II aktifitas siswa

mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukan adanya

peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran.

Pada aspek antusias siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh

sekor sebesar 3 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi

yang dikembangkan oleh guru, namun hal ini belum mencapai target yang

diharapkan artinya, dari dua indikator yang di harapkan (1) Siswa mau

mendengarkan dan memperhatikan dan (2) Siswa mau mengemukakan ide

dan pendapatnya. Pada siklus II antusias siswa mengalami peningkatan

dengan sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya antusias siswa dalam proses

pembelajaran.

Pada aspek keceriaan siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh

sekor sebesar 3,2 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi

yang dikembangkan oleh guru, namun hal ini belum mencapai target yang

diharapkan artinya, dari dua indikator yang di harapkan (1) Siswa terlihat

berseri-seri dalam belajar dan (2) Siswa tidak mengantuk (menguap dan

meletakkan kepala di atas meja). Pada siklus II keceriaan siswa mengalami

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

36 

 
peningkatan dengan sekor 3,9 hal ini menunjukkan adanya keceriaan siswa

dalam proses pembelajaran.

Grafik 3.5
Hasil Refleksi Motivasi Siklus I dan Siklus II
5

3 Aktif
Antusias
2
Keceriaan
1

0
Sikuls I Siklus II

Motivasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang yang

membangkitkan topangan dan mengerahkan tindak tanduknya. Motivasi

meliputi faktor biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dengan

pengamatan tingkah laku manusia (Hasibuan, 1999:233). Keaktifan,

antusias dan keceriaan siswa, merupakan indikator dari motivasi siswa

yang tergambar dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini motivasi siswa

dapat tumbuh dengan cara penggunaan strategi belajar yang berbeda dari

hari-hari biasanya. Menurut para psikolog motivasi dibagi dua ada

motivasi intrinsik dan ekstrinsik, dalam penelitian ini, motivasi ekstrinsik

yang menjadikan siswa belajar lebih bersemangat, walaupun tidak

menafikan pengaruh dari motivasi intrinsik.

Fungsi pengaruh perilaku daripada motivasi membuat seseorang

melakukan seleksi atau pilihan atas beberapa alternatif perilaku yang dapat

memenuhi tujuannya, sehingga semakin tinggi motivasi akan semakin

terarah perilakunya. Seseorang hanya akan melakukan perbuatan yang

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

37 

 
berhubungan dengan keberhasilan pencapaian tujuan dan kebutuhan yang

utama baginya.

2. Refleksi Tanggapan Siswa Terhadap Strategi P3 pada Siklus I dan

Siklus II

Hasil dari tanggapan siswa terhadap strategi yang digunakan oleh

guru menunjukan respon yang positif (Tabel 3.1 dan Tabel 3.2). Pada

siklus I siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi

yang digunakan guru sebayak 20 siswa dengan prosentasi 69%. Sedangkan

pada siklus II siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap

strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%.

Hal ini, sudah melampaui dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan

oleh peneliti sebesar 75%.

Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang

menentukan keberhasilan suatu program (Kristian, 1995:45). Strategi

pembelajaran merupakan komponen penentu utama kualitas pembelajaran,

demikian pentingnya strategi pembelajaran, sehingga harus dipilih dengan

sebaik-baiknya (Bakkidu, 1996:56). Keberhasilan pembelajaran terkait

dengan strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh guru. Penggunaan

strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu siswa

mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Pada penelitian ini ada 3 strategi yang dikembangkan yaitu:

pertama Strategi pengorganisasian isi pembelajaran adalah cara pemilihan

isi pembelajaran dengan mengurutkannya. Pemilihan isi pembelajaran

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

38 

 
amat penting dilakukan oleh guru karena buku teks belum tentu sesuai

dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru. Isi pembelajaran yang telah

diorganisasikan akan mempermudah bagi guru untuk mengajarkannya, dan

juga mempermudah bagi siswa untuk mempelajarinya (Win,

1981:218;10). Kedua strategi penyampaian pembelajaran mengacu pada

cara-cara yang dipakai untuk menyampaikan isi pembelajaran kepada

siswa, dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan

dari siswa (Degeng dan Miarso, 1993:59). Media pembelajaran merupakan

bagian dari kajian utama dari strategi ini, secara lengkap ada tiga

komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi

penyampaian, yaitu: (1) media pembelajaran; (2) interaksi siswa dengan

media; dan (3) bentuk belajar. Ketiga strategi pengelolaan pembelajaran

berhubungan dengan berbagai macam interaksi, antar siswa dengan

strategi pengorganisasi dan strategi penyampaian pembelajaran (Degeng,

1989:36). Pengelolaan yang dimaksud mencakup: (1) penjadwalan

penggunaan strategi pembelajaran; (2) pembuatan catatan kemajuan

belajar siswa; (3) pengelolaan motivasi; dan (4) kontrol belajar (Reigeluht,

1979:48). Dengan menerapkan startegi P3 tersebut memungkinkan adanya

ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran.

3. Refleksi Partisipasi Diskusi Kelas pada Siklus I dan Siklus II

Partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi, pada siklus I ke siklus II

adanya peningkatan. Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang

merupakan rata-rata dari semua kelompok yang ada. Pada siklus I

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

39 

 
kemampuan setiap kelompok dalam memprestasikan tugasnya diperoleh

sekor 4, kemudian pada siklus II adanya peningkatan sekor menjadi 4,25.

Aspek yang kedua yang menjadi penilaian kemampuan siswa

mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain. Pada siklus I kemampuan

siswa mengajukan pertanyaan diperoleh sekor sebesar 3,25, sedangkan

pada siklus II sekor yang didapat sebesar 4,75.

Aspek yang ketiga adalah kemampuan siswa didalam menjawab

pertanyaan siswa lain. Pada siklus I didapatkam kemampuan siswa

menjawab pertanyaan diperoleh sekor 3,5, sedangkan pada siklus II

diperoleh sekor 4,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktifitas

diskusi kelas dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan.

Grafik 3.6
Hasil Refleksi Partisipasi Diskusi Kelas
5
4,5
4
3,5
3 Presentasi
2,5
2 Pertanyaan
1,5 Jawaban
1
0,5
0
Siklus I Siklus II

Pada kegiatan diskusi siswa dapat mengungkapkan permasalahan-

permasalahan (kesulitan) dalam belajar kepada rekannya sendiri. Selama

ini, seringkali siswa tidak berani mengajukan pertanyaan dan

menjawabnya secara langsung kepada guru. Dengan diberlakukannya

strategi semacam ini, semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam

pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

40 

4. Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II

Pada tabel 4.7 di atas siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas

sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan

menggunakan strategi P3 adanya peningkatan, dan tercapainya SKBM

yang telah ditetapkan berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan

sebesar 75% dari 29 siswa.

Prestasi belajar sebagai suatu out put ditentukan oleh proses dan in

put-nya, sehingga prestasi belajar banyak dipengaruhi serta ditentukan

oleh berbagai faktor baik di dalam in put maupun proses belajar itu sendiri.

Djiwandono mengemukakan beberapa faktor yang ikut menentukan

prestasi seseorang, antara lain; (a) faktor inteligensi, (b) faktor

kepribadian, (c) faktor motivasi, (d) faktor lingkungan keluarga, (e)

faktor lingkungan sekolah, (f) faktor lingkungan teman (Djiwandono,

2007:37). Secara lebih luas Sumadi Suryabrata mengemukakan empat

kelompok yang mempengaruhi proses dan hasil belajar, yaitu: (1) faktor

bahan atau hal, yang merupakan in put pokok dalam siswa; (2) faktor

lingkungan yang terdiri: lingkungan fisik dan alami; lingkungan sosial; (3)

faktor instrumental yang berupa perangkat keras (hardwere) seperti

misalnya; gedung, perlengkapan belajar, media praktikum, dan

sebagainya. Dapat pula faktor ini berupa perangkat lunak (softwere) seperti

kurikulum, program, pedoman belajar, dan sebagainya; dan (4) faktor

kondisi individual si pelajar yang terdiri dari kondisi fisiologis, seperti

kesehatan, pada umumnya gizi, panca indera, dan kondisi psikis seperti

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

41 

 
perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, inteligensi,

bakat dan motivasi (Suryabrata, 1981:29).

Pada penelitian ini peningkatan prestasi belajar dapat meningkat

karena faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan teman. Menurut

Suryabrata karena faktor faktor lingkungan yang terdiri: lingkungan fisik

dan alami; lingkungan sosial; faktor instrumental yang berupa perangkat

keras (hardwere) seperti misalnya; gedung, perlengkapan belajar, media

praktikum, dan sebagainya. Dapat pula faktor ini berupa perangkat lunak

(softwere) seperti kurikulum, program, pedoman belajar, dan sebagainya.

Dalam proses penelitian tindakan ini, peneliti menggunakan berbagai

sarana dan prasarana belajar yang ada disekolah, yaitu; berbagai media

pembelajaran. Lebih lanjut dengan penggunaan media memungkinkan

belajar menjadi (1) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan

pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. (2) Media pembelajaran

dapat melampaui batasan ruang kelas. (3) Media pembelajaran

memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan

lingkungannya. (4) Media menghasilkan keseragaman pengamatan. (5)

Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

(6) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. (7) Media

membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. (8) Media

memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit

sampai dengan abstrak.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

42 

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

43 

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bermaksud menjawab 3 rumusan masalah yang telah

diajukan di depan, sehingga penelitian ini, dapat disimpulkan:

1. Proses pelaksanaan strategi P3 dalam meningkatkan motivasi siswa dan

prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP

Islam Ulul Albab, dapat berjalan dengan baik pada siklus I dan siklus II,

dan adanya perbaikan proses dari tiap siklusnya.

Hasil dari tanggapan siswa terhadap strategi yang digunakan oleh guru

menunjukan respon yang positif. Pada siklus I siswa yang menjawab

senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak

20 siswa dengan prosentasi 69%. Pada siklus II siswa senang dan sangat

senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan

prosentasi 79,3%.

Pada kegiatan diskusi siswa dapat mengungkapkan permasalahan-

permasalahan (kesulitan) dalam belajar kepada rekannya sendiri. Dengan

diberlakukannya strategi semacam ini, semua siswa dapat berpartisipasi

secara aktif dalam pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih

hidup.

2. Adanya meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3

pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab. Motivasi

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

44 

 
siswa pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal ini, dapat

tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua

kelompok yang ada. Keterlibatan siswa secara aktif selama proses

pembelajaran/tindakan siklus I masih menunjukkan angka 2,6. Pada siklus

II aktifitas siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini

menunjukan adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses

pembelajaran.

Pada aspek antusias siswa menunjukkan, pada siklus I diperoleh sekor

sebesar 3. Pada siklus II antusias siswa mengalami peningkatan dengan

sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya antusias siswa dalam proses

pembelajaran.

Pada aspek keceriaan siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor

sebesar 3,2 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang

dikembangkan oleh guru. Pada siklus II keceriaan siswa mengalami

peningkatan dengan sekor 3,9 hal ini menunjukkan adanya keceriaan siswa

dalam proses pembelajaran.

3. Prestasi belajar siswa memenuhi standar yang telah ditetapkan dengan

menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP

Islam Ulul Albab. Pada tabel 4.7 di atas siswa yang mendapatkan nilai 70

ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan

menggunakan strategi P3 adanya peningkatan, dan tercapainya SKBM

yang telah ditetapkan berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan

sebesar 75% dari 29 siswa.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

45 

B. Saran-saran

Adapun saran-saran yang ditunjukan kepada peneliti lanjutan, dari hasil

penelitian ini adalah:

1. Perlu adanya rancangan penelitian yang lebih rinci di dalam menentukan

perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan.

2. Perlu adaya sekenario penggunaan media pembelajaran yang lebih cermat.

3. Perlu melakukan kolaborasi dengan peneliti lain maupun guru agar

diperoleh hasil yang lebih baik

4. Diharapkan adanya penelitian yang lebih fokus, dengan menggunakan

strategi yang lebih berfareatif.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

46 

 
Daftar Pustaka

Aqim, Zaenal, Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Media, 2007. 12

Arikunto, Suharsimi, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Bakkidu, N., “Strategi Pembelajaran Membaca Pemula di Kelas 1 SDN Se-Kecamatan


Mariso Kotamadiyah Ujung Pandang.” Tesis Tidak Diterbitkan Malang: PPS UM.
1996.

Davies, I.K. Pengelolaan Belajar. Penerjemah Sudarsono S. dkk. Jakarta: Rajawali dan
PAU-UT, 1987.

Degeng, I Nyoman Sudana, Strategi Pembelajaran: Mengorganisasi Isi dengan Model


Elaborasi, Malang: IKIP Malang dan IPTPI, 1997.

----------, Ilmu Pengajaran: Taksonomi Variabel, Jakarta: Dikti dan P2LPTK, 1989.

----------, dan Yusufhadi Miarso. Desain Pembelajaran: Teori dan Terapan, Malang: FPS
IKIP Malang, 1993..

Djiwandono, Sri Esti, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Gramedia, 2007.

Hasibuan, M.S.P., Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah, Jakarta: Gunung Agung,
1996.

Kristian, “Pengaruh Metode Mengajar dan Motivasi Berprestasi Terhadap Perolehan


Pelajaran Ilmu Ukur Tanah.” Tesis tidak diterbitkan, Malang: IKIP Malang, 1995.

Latif, M Adnan, Penelitian Tindakan Kelas Pembelajaran Bahasa Inggris, Jurnal Ilmu
Pendidikan. 2003, Jilid 10, nomor 2.

Masrun, dkk., Validitas tes SPM Sebagai Alat Pengukur Kecerdasan Pelajar-Pelajar
SMA, Yogyakarta: Jurnal Psikologi, Fakultas Psikologi UGM, 1975.

Mc. Clelland, Dc., The Achievement Motives, New York: Harper and Row Publishers,
1967.

Reigeluth, M.C., & Merrilm M.D. A Knowledge Base For Improving Our Methods of
Instruction, Educational Psychologist, 1979, 13.

Suryabrata,Sumadi, PsikologiPendidikan. Jakarta: Rajawali, 1981.

Winn. W. The Meaningful Organization of Content: Research and Design Strategies.


Educational Technology. (1981). 218.

Wiriaatmaja, Rohiyati, Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja


Rosdakarya, 2007.

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

47 

 
LAMPIRAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP Islam Ulul Albab

Mata Pelajaran : IPS Terpadu

Sub Mata Pelajaran : Hubungan Manusia dengan Bumi

Kelas/Semester : IX/Genap

Standar Kompetensi : Kemampuan siswa dalam memahami dan


menjelaskan hubungan manusia dengan bumi

Kompetensi Dasar : Menjelaskan materi hubungan manusia dengan alam.

Indikator : 1) Memahami dan menjelaskan bentuk muka bumi


pada Peta,

2) Memahami dan menjelaskan pola sebaran bentuk


muka bumi,

3) Memahami dan menjelaskan membuat penampang


melintang muka bumi,

4) Memahami dan menjelaskan keadaan umum


kawasan asia tenggara,

5) Memahami dan menjelaskan Negara-negara


dikawasan Asia Tenggara,

6) Memahami dan menjelaskan benua di dunia, dan

7) Memahami dan menjelaskan samudra.

Alokasi Waktu : 12 X 40 menit ( 6 pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat memahami dan menjelaskan hubungan manusia dengan bumi,


yang meliputi: bentuk muka bumi pada Peta, pola sebaran bentuk muka bumi,

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

48 

 
membuat penampang melintang muka bumi, keadaan umum kawasan asia
tenggara, Negara-negara dikawasan Asia Tenggara, benua dan samudra di
dunia.

2. Materi Pembelajaran

a. Bentuk muka bumi pada Peta,


b. Pola sebaran bentuk muka bumi,
c. Membuat penampang melintang muka bumi,
d. Keadaan umum kawasan Asia Tenggara,
e. Negara-negara dikawasan Asia Tenggara,
f. Benua dan samudra di dunia.

3. Metode Pembelajaran

Strategi pembelajaran yang diaplikasikan adalah strategi pengorganisasian


pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan
pembelajaran (P3) dengan langkah-langkah pembelajaran yang tergambar
sebagai berikut.

4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan awal:

1) memberikan salam dan tegur sapa dilanjutkan dengan;


2) membangun apersepsi tentang materi baru dihubungkan dengan materi
yang sudah dipelajari siswa. Kemudian kegiatan awal ini diakhiri dengan;
dan
3) pemberian pertanyaan yang berhubungan dengan materi IPS Terpadu,
khususnya: peta tentang bentuk dan pola muka bumi; kawasan asia
tenggara; dan benua dan samudra.

Kegiatan inti:

1) guru memberikan penjelasan tentang materi pelajaran yang disertai dengan


media. Kemudian siswa belajar dengan beriteraksi dengan media berupa;
Buku paket, Atlas, Globe, Komputer, dan LCD Proyektor. Siswa diberi
tugas untuk mencatat dan memperhatikan guru,
2) Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa tentang topografi
yang ada di Indonesia mengenai simbol-simbol yang ada dalam peta dan
siswa menjawab pertanyaan guru,

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

49 

 
3) Guru membagi siswa menjadi lima kelompok dan tiap kelompok terdiri
dari 6 siswa. kemudian siswa berkumpul menurut kelompoknya masing-
masing,
4) Guru memberikan penugasan kepada masing-masing kelompok untuk
membahas sub pokok bahasan yang ada dalam buku. Kemudian siswa
berdiskusi, membaca, mencatat dalam bentuk rangkuman.
5) Siswa diminta mempersiapkan materi tugas kelompok untuk didiskusikan
dalam kelompok besar (kelas), setiap kelompok diminta untuk melaporkan
hasil diskusi dan kerja kelompoknya di dalam kelas.
6) Setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya, dan siswa lain
mendengarkan dan membaca buku untuk mempersiapkan pertanyaan yang
diajukan kepada kelompok yang sedang presentasi.
7) Kegiatan belajar diakhiri dengan penjelasan guru terhadap pertanyaan dan
jawaban siswa yang kurang jelas.

Kegiatan penutup:

1) siswa diberikan penguatan dan pemantapan dengan pemberian apresiasi


kepada kelompok, bagi yang hasilnya bagus diberikan pujian dan yang
masih kurang diberikan masuk dan saran
2) mengisi kuesioner tentang motivasi belajar IPS terpadu.

5. Penilaian

1. Membaca peta untuk mengidentifikasikan tingkat tinggi rendahnya permukaan bumi


dapat dilihat dari simbol,
A. Titik C. Garis
B. Warna D. Area

2. Di bawah ini yang tidak termasuk negara dikawasan Asia Tenggara adalah
A. Singapura C. Vietnam
B. Malaysia D. Taiwan

3. Sebelah timur Asia Tenggara berbatasan dengan


A. Samudra Fasifik C. Laut Cina
B. Samudra Hindia D. Laut Arafuru

4. Ibu kota negara Myanmar adalah


A. Yangon C. Sagon
B. Yagon D. Yangman

5. Sungai terpanjang dikawasan asia Tenggara adalah sungai


A. Mekonh C. Nil
B. Yuwan D. Tigris

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

50 

6. Mayoritas suku bangsa Malaysia adalah ari suku


A. Melayu C. Mongol
B. Malaya D. Cina

7. Batas sebelah Barat negera Singapura berbatasan dengan, selat


A. Malaka C. Johor
B. Singapura D. Karimata

8. Sebagaian besar penduduk Brunei Darusalam menganut agama


A. Islam C. Kong hucu
B. Kristen D. Budha

9. Laut Merah terletak dibagian Asia


A. Tengah C. Barat
B. Selatan D. Timur

10. Asia merupakan kawasan yang dikenal dengan daerah pegunungan dan di Asia ada
negara yang dijuluki atap dunia, dinegara manakah itu
A. Mongolia C. Laos
B. Tibet D. Srilangka

11. Ibu kota Arab Saudi


A. Riyadh C. Makkah
B. Madinah D. Thoif

12. Di bawah ini yang tidak termasuk negara yang berada dikawasan Asia Timur adalah
A. Jepang C. Muangtai
B. Korea Selatan D. Taiwan

13. Penduduk asli benua Amerika sebelum bangsa Eropa datang adalah
A. Indian C. Urdu
B. Honggar D. Negrito

14. Dikawasan Amerika Selatan terdapat hutan tropis dan disana pula terdapat sungan
terbesar di Amerika, sungai apa itu?
A. Amazon C. Kapuas
B. Niil D. Kuning

15. Hewan khas dari benua Amerika adalah


A. Bison C. Kangguru
B. Koala D. Tapi

16. Brazilia termasuk salah satu negara penghahil….. di Dunia


A. Kedelah C. Kelapa sawit
B. Jagung D. Kopra

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

51 

17. Mesir beribukota di……


A. Kairo C. Tripoli
B. Rabat D. Aljir

18. Penduduk Afrika pada umumnya bersuku bangsa……


A. Negro C. Semit
B. Nigeria D. Norwegito

19. Jerman beribukota di …..


A. Berlin C. Brussel
B. Belgia D. Dublin

20. Pada masanya di Eropa memiliki peradaban yang sangat menajupkan, yakni menara
Evel di…
A. Prancis C. Berlin
B. Roma D. Madrid

Nganjuk, Februari 2009

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

52 

 
LAMPIRAN 2

LEMBAR INSTRUMEN OBSERVASI

MOTIVASI BELAJAR SISWA

SIKLUS : …..

Aspek Skor Klasikal


Deskriptor
Motivasi 1 2 3 4 5

Siswa mengerjakan tugas sesuai petunjuk


guru
Keaktifan
Siswa mau mencatat apa yang telah
dipelajari

Siswa mau mendengarkan dan


memperhatikan
Keantusiasan
Siswa mau mengemukakan ide dan
pendapatnya

Siswa terlihat berseri-seri dalam belajar


Keceriaan Siswa tidak mengantuk (menguap dan
meletakkan kepala di atas meja)

Keterangan :

Instrumen dan penentuan skor dimodifikasi dari Mnfaridah (2006) dalam Siti
Zubaidah, dkk (2006), dengan ketentuan sebagai berikut :

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

53 

 
Lampiran 3.

ANGKET

RESPON SISWA TERHADAP STRATEGI YANG DIGUNAKAN GURU

Bangaimana tanggapan kamu dengan cara guru mengajar minggu ini dan tiga
minggu kemaren?

5 Sangat senang

4 Senang

3 Biasa saja

2 Kurang senang

1 Tidak senang

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

54 

 
Lampiran 4.

LEMBAR INSTRUMEN
PENYEKORAN PERTANYAAN DAN JAWABAN DISKUSI

KELOMPOK ...........
NO KRITERIA
Presentasi Skor Pertanyaan Skor Jawaban Skor
1 • Presentasi jelas 5 • Pertanyaan 5 • Jawaban 5
• Suara lanatang jelas benar, jelas
• Sesuai dengan • Bahasa dapat dan lengkap
konsep dipahami • Menunjukka
oleh audien n pada
• Tidak penguasaan
menyimpang konsep
dari tema (sudah
diskusi mengacu
pada
jawaban
yang
diinginkan)
2 • Presentasi jelas 4 • Pertanyaan 4 • Jawaban 4
• Suara kurang jelas benar, jelas
lanatang • Bahasa tetapi kurang
• Sesuai dengan bahasa tidak lengkap
konsep dapat • Kurang
dipahami menunjukka
• Tidak n pada
menyimpang penguasaan
dari tema konsep
diskusi (kurang
mengacu
pada
jawaban
yang
diinginkan)
3 • Presentasi 3 • Pertanyaan 3 • Jawaban 3
kurang jelas jelas benar tapi
• Suara kurang • Bahasa dapat tidak jelas
lanatang dipahami dan kurang
• Sesuai dengan oleh audien lengkap
konsep • Menyimpang • Kurang
dari tema menunjukka
diskusi n pada
penguasaan
konsep

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

55 

 
(kurang
mengacu
pada
jawaban
yang
diinginkan)
4 • Presentasi tidak 2 • Pertanyaan 2 • Jawaban 2
jelas jelas agak benar
• Suara tidak • Bahasa dapat dan tidak
terdengan tidak lengkap
• Sesuai dengan jdipahami • Tidk
konsep oleh audien menunjukka
• Menyimpang n pada
dari tema penguasaan
diskusi konsep
5 • Tidak bisa 1 • Pertanyaan 1 Jawaban salah 1
Presentasi tidak jelas atau tidak
• Tidak bersuara • Bahasa dapat menjawab
• Tidak Sesuai tidak
dengan konsep dipahami
oleh audien
• Menyimpang
dari tema
diskusi

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

56 

 
Lampiran 5

Hasil Observasi

Tingkat Motivasi

Siklus I Kel 1 Kel 2 Kel 3 Kel 4 Kel 5 Jumlah


Keaktifan 4,5 3 3 1,5 1 2,6
Antusias 5 3 3,5 2 1,5 3
Keceriaan 4,5 3,5 4 2 2 3,2

Siklus II Kel 1 Kel 2 Kel 3 Kel 4 Kel 5 Jumlah


Keaktifan 5 4,5 4,5 4 4 4,4
Antusias 4,5 4 4 4 4 4,1
Keceriaan 4 3,5 4 4,5 3,5 3,9

Hasil Observasi Diskusi Kelas

Siklus I Kel 1 Kel 2 Kel 3 Kel 4 Kel 5 Jumlah


Presntasi 4 4 3 3 2 3,2
Pertanyaan 4 2 3 2 2 2,6
Jawaban 4 3 3 3 1 2,8

Siklus II Kel 1 Kel 2 Kel 3 Kel 4 Kel 5 Jumlah


Presntasi 4 4 3 3 3 3,4
Pertanyaan 4 4 4 4 3 3,8
Jawaban 4 3 4 3 4 3,6

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

57 

 
Lampiran 6

HILAI HASIL ULANGAN SISWA

No Nama Nilai Keterangan


1 90 Memenuhi target
2 100 Memenuhi target
3 85 Memenuhi target
4 90 Memenuhi target
5 95 Memenuhi target
6 70 Tidak Memenuhi target
7 65 Memenuhi target
8 100 Memenuhi target
9 70 Tidak Memenuhi target
10 65 Tidak Memenuhi target
11 100 Memenuhi target
12 95 Memenuhi target
13 60 Tidak Memenuhi target
14 95 Memenuhi target
15 Tidak Hadir
16 75 Memenuhi target
17 95 Memenuhi target
18 80 Memenuhi target
19 90 Memenuhi target
20 80 Memenuhi target
21 85 Memenuhi target
22 90 Memenuhi target
23 75 Memenuhi target
24 85 Memenuhi target
25 75 Memenuhi target
26 95 Memenuhi target
27 80 Memenuhi target
28 75 Memenuhi target
29 85 Memenuhi target
30 85 Memenuhi target

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

58 

BIODATA PESERTA LOMBA


KEBERHASILAN GUU DALAM PEMBELAJARAN
TINGKAT NASIONAL TAHUN 2009

1 Nama A. JAUHAR FUAD, M.Pd


2 NIY
3 Jabatan Waka Kurikulum
4 Pangkat/go.Ruang -
5 Tempat dan Tanggal Lahir Cirebon, 30 September 1981
6 Jenis Kelamin Laki-laki
7 Agama Islam
8 Mata Pelajaran yang IPS Terpadu
Dijarkan
9 Masa Kerja 4 Tahun 1 bulan
10 Judul karya tulis ilmiah Penerapan Strategi P3 Dalam Meningkatkan
Motivasi Dan Prestasi Belajar Pada Mata
Pelajaran IPS Kelas IX Di Smp Islam Ulul
Albab Ngronggot Nganjuk

11 Pendidikan terakhir S2 Universitas Negeri Malang (UM)


12 Jurusan Teknologi Pembelajaran
13 Status perkawinan Kawin
14 Sekolah a. SMP Islam Ulul Albab
b. Jl. Sungai Kali Brantas no.5
c. Kelutan
d. Ngronggot
e. Nganjuk
f. Jawa Timur
g. (0358) 792 799/081336123263
16 Prestasi yang dicapai a. Penelitian Kompetitif Departemen
Agama di Jakarta

b. Direktur (NGO) Pendidikan Kabupaten


Nganjuk

17 Lomba -
keberhasilan/Kreativitas
guru yang pernah diikuti
Nganjuk, Juli 2009
Mengetahui:
Kepala Sekolah Peserta Lomba

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

59 

 
Moh. Syarifudin, M.E.I A. Jauhar Fuad, M.Pd

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas
 

60 

 
Surat Pernyataan

Yang berandatangan di bawah ini;


Nama : Moh. Syarifudin, M.E.I
Jabatan : Kepala sekolah

Memberikan pernyataan bahwa, karya ilmiah dengan:


Judul : Penerapan Strategi P3 Dalam Meningkatkan
Motivasi Dan Prestasi Belajar Pada Mata
Pelajaran IPS Kelas IX Di Smp Islam Ulul Albab
Ngronggot Nganjuk.
Penulis A. Jauhar Fuad, M.Pd

Bahwa naskah lomba tersebut asli hasil karya sendiri, bukan jiplakan, dan
belum pernah dinilai dalam lomba sejenis, baik di dalam maupun di luar
Departemen Pendidikan Nasional.
Demikian surat penyataan ini dibuat agar dapat digunakan sebgai mana
mestinya.

Nganjuk, 22 Juli 2009


Kepala Sekolah

Moh. Syarifudin, M.E.I

A.Jauhar Fuad, M.Pd


Penelitian Tindakan Kelas