Anda di halaman 1dari 13

PAKET PENYULUHAN DAN SATUAN ACARA

PENYULUHAN (SAP)
BAHAYA OVERLOAD CAIRAN

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM (PKRS)


RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
MALANG
2015

Lembar Pengesahan

Laporan ini telah di sahkan dan diperiksa


Pada tanggal
Januari 2015
Di Instansi Ruang Hemodialisa (HD) RSSA Malang

Mengetahui,

Pembimbing Klinik

Pembimbing Institusi

....................................

......................................

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Materi Penyuluhan

: Bahaya Overload Cairan

Sasaran

: Pasien dan Keluarga Pasien di Ruang


Hemodialisa (HD) RSSA Malang

Tempat

: Di Ruang Hemodialisa (HD) RSSA Malang

Hari / Tanggal

: Sabtu, 10 Januari 2014

Waktu

: 20 menit

Penyuluh

: Mahasiswa Praktek di Ruang Hemodialisa

A. Analisa Situasional
1. Peserta Penyuluhan
Jumlah peserta sekitar 30 orang.
Minat dan perhatian cukup baik.
2. Penyuluh
Mampu mengkomunikasikan penyuluhan dengan metode yang
sesuai.
Mahasiswa praktek di Ruang Hemodialisa (HD) RSSA Malang
Penyuluh mengerti dan memahami materi penyuluhan.
3. Tempat
Cukup luas sesuai dengan jumlah peserta dengan kursi yang
memadai.
Ventilasi baik.
Penerangan baik.
B. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang bahaya overload cairan
diharapkan keluarga dan pasien mampu memahami dan mengerti
tentang bahaya overload cairan

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan keluarga pasien
dan pasien mampu :
a. Menyebutkan pengertian dari overload cairan
b. Menyebutkan faktor-faktor penyebab dari overload cairan
c. Menyebutkan tanda-tanda dari overload cairan
d. Menjelaskan bahaya dari overload cairan
e. Menjelaskan pencegahan dari overload cairan
C. Materi Penyuluhan
1. Pengertian dari overload cairan
2. Faktor-faktor penyebab dari overload cairan
3. Tanda-tanda dari overload cairan
4. Bahaya dari overload cairan
5. Pencegahan dari overload cairan

Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan

Kegiatan Penyuluh

Kegiatan Peserta

Metode

Pembukaa

1. Memberi salam.
2. Memperkenalkan
diri
3. Menjelaskan
tujuan dari
penyuluhan
4. Melakukan
kontrak waktu
5. Menyebutkan
materi
penyuluhan yang
akan diberikan.
6. Persepsi dari
klien dan
keluarga tentang
bahaya overload
cairan.

1. Menyambut
salam dan
mendengarka
n.
2. Mendengarka
n.
3.
Mendengarka
n tujuan yang
disampaikan.
4. Menyetujui
kontrak
waktu.
5. Menyetujui
materi
penyuluhan
yang akan di
berikan.
6. Menjelaskan
tentang
bahaya
overload
cairan.

Ceramah

Media
-

Waktu
3 menit

Pelaksana
an

1. Menyebutkan
pengertian dari
overload cairan
2. Menyebutkan
faktor-faktor dari
overload cairan
3. Menyebutkan
tanda-tanda dari
overload cairan
4. Menjelaskan
bahaya dari
overload cairan
5. Menjelaskan
pencegahan dari
overload cairan
6. Tanya jawab
tentang bahaya
overload cairan.

1. Mendengarka
n materi yang
diberikan.
2. Mendengarka
n penjelasan.
3. Mendengarka
n dan
menanyakan
materi yang
belum
dimengerti.
4. Mendengarka
n.
5. Mendengarka
n dan
memperagaka
n materi
dengan baik.
6. Menanyakan
tentang
bahaya
overload
cairan.

Ceramah
danTany
a Jawab

Penutup

1. Mengevaluasi
pengetahuan
peserta dengan
menanyakan
materi yang
sudah dijelaskan.
2. Menarik
kesimpulan.
3. Menutup
penyuluhan
(salam)

1. Menjawab
pertanyaan.
2. Mendengarkan
kesimpulan
yang
dibacakan.
3. Menjawab
salam.

Ceramah
dan
tanya
jawab

D. Media dan Alat Bantu


1. Leaflet
2. Lcd dan Proyektor
E. Metode Pengajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. Materi
(terlampir)

Lcd dan
Proyektor

15
menit

2 menit

G. Evaluasi
1. Apa pengertian dari overload cairan ?
2. Sebutkan faktor-faktor penyebab dari overload cairan ?
3. Sebutkan tanda-tanda dari overload cairan ?
4. Apa saja bahaya dari overload cairan ?
5. Apa saja pencegahan dari overload cairan ?
MATERI
BAHAYA OVERLOAD CAIRAN
1. Konsep Dasar Anatomi Fisiologi
Air beserta unssur unsur didalamnya yang diperlukan untuk
kesehatan disebut cairan tubuh. Cairan ini sebagian berada di luar sel
(ekstraseluler) dan sebagian lagu di dalam (intraseluler). Pada orang
dewasa kira kira 40% berat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di
dalam sel (cairan intraseluler / ICF), sisanya 1/3 dar TBW atau 20% dari
berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yang terbagi dalam 15%
cairan interstitial dan 5% cairan intravaskular. Caira tubuh terdiri dari :
a. Cairan Intraseluler (CIS)
Adalah cairan yang berada di dalam sel di seluruh tubuh. 40% dari
berat badan letaknya didalam sel dan mengandung elektrolit, kalium
fosfat dan bahan makan seperti glukosa dan asam amino. Kerja enzim
dalam sifatnya

konstan, memecah dan membangun kembali

sebagaimana dalam semua metabolisme untuk mempertahankan


keseimbangan cairan.
b. Cairan Ekstraseluler (CES)
Adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok
yaitu:
i. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem
ii.
iii.

vaskuler
Cairan interstitial adalah cairan yang terletak diantara sel
Cairan transeluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan
serebropspinal, cairan intraokuler dan sekresi saluran cerna
Cairan tubuh merupakan sarana untuk mentransportasi zat makanan

dan metabolisme membawa nutrient mulai dari proses absorbsi,


menditribusikan sampai ketingkat intraseluler. Transportasi cairan dalam
tubuh meliputi :
i.
Difusi

Pergerakan molekul melintasi membran semipremiabel dari


kompratemen berkonsentrasi tinggi menuju kompratemen rendah.
Difusi cairan berlangsung melalui pori pori tipis membran kapiler.
Laju difusi dipengaruhi : ukuran molekul, konsentrasi larutan dan
ii.

temperatur larutan.
Filtrasi
Proses perpindahan cairan dan solut (substansi yang terlarut
dalam cairan) melintasi membran bersam sama dari
kompratemen bertekanan tinggi ke kompratemen rendah. Contoh
Filtrasi adalah pergerakan cairan dan nutrient dari kapiler menuju
cairan interstitial di sekitar sel.

iii.

Osmosis
Pergerakan dari solven (pelarut) murni (air) melintasi membran
sel

iv.

dari

larutan

berkonsentrasi

rendah

(cairan)

menuju

berkonsentrasi tinggi (pekat).


Transpor Aktif
Proses transpor aktif memerlukan energi metabolisme. Proses
transpor aktif penting untuk mempertahankan keseimbangan
natrium dan kalium lebih tinggi pada cairan ekstraseluler.
Cairan tubuh normalnya berpindah antara kedua kompratemen
atau

ruang

utama

dalam

upaya

untuk

mempertahankan

keseimbangan kedua ruang ini. Kehilangan dari cairan tubuh


dapat mengganggu keseimbangan ini, tetapi tidak tersedia utuk
dipergunakan baik oleh ruang cairan intraseluler ataupun ruang
caitan ekstraseluler.
Di dalam tubuh seseorang yang sehat volume cairan tubuh dan
komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi normal
intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi (output
cairan). Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan
cairan dan elektrolit tubuh. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh
maka tubuh akan kehilangan cairan antara lain melalui proses penguapan
kulit, ginjal (urine) ekresi pada proses metabolisme.
Selama aktifitas dan temperatur yang sedang orang dewasa mampu
minum 1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira kira

2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh
dari makanan dan oksidasi selama proses metabolisme.
2. Pengertian dari overload cairan
Overload cairan atau kelebihan cairan adalah keadaan dimana
tubuh mengalami kelebihan cairan terutama di dalam tubuh.
Kelebihan cairan terutama kelebihan cairan ekstraseluler dapat
terjadi bila natrium dan air (keduanya) tertahan dengan proporsi yang kira
kira sama dengan terkumpulnya cairan isotonik yang berlebihan pada
ECF (hipervolumia) maka cairan akan berpindah ke kompratement cairan
interstitial sehingga menyebabkan edema. Edema dapat terlokalisir atau
generalisata.
3. Faktor-faktor penyebab dari overload cairan
Jadi faktor faktor yang mempengaruhi jumlah cairan tubuh
(keseimbangan cairan dan elektrolit) adalah umur, iklim, jenis kelamin,
stress, diet dan kondisi tubuh (sehat- sakit). Secara umum dapat diketahui
bahwa orang muda mempunyai presentase cairan tubuh yang lebih tinggi
dibandingkan dengan orang yang sudah tua, pria lebih proporsional
mempunyai lebih banyak cairan tubuh dibandingkan dengan wanita dan
begitu juga terhadap orang yang gemuk mempunyai jumlah cairan yang
lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang kurus, karena sel lemak
mengandung sedikit air.
Sedangkan keluarnya cairan tubuh (output) melalui beberapa rute,
antara lain seperti urine, IWL (Insesible Water Loss), keringat dan feses.
Disinilah terkadang terjadi keadaan dimana intake berlebihan
namun output kurang atau intake berlebihan namun output tdak mampu
mengeluarkan / terbendung atau sering disebut dengan istilah overload.
Beberapa teori menyebutkan bahwa dipengaruhi oleh :
a. Stimulus kronis pada ginjal untuk menahan natrium dan air
b. Fungsi ginjal mengalami penurunan atau abnormal,
c.
d.
e.
f.
g.

dengan

mengalami penurunan eksresi natrium dan air


Kelebihan pemberian cairan intra vena (IV)
Perpindahan cairan interstitial ke plasma
Kelebihan steroid
Asupan natrium yang berlebihan
Pemberian infus yang berisi natrium terlau cepat dan banyak, terutama
pada klien dengan gangguan mekanisme regulasi cairan

h. Penyakit yang mengubah mekanisme regulasi, seperti gangguan


jantung, gagal ginjal, sirosis hepar dan sindroma cushing
4. Tanda tanda dari overload cairan
Tanda dan gejala klinik yang mungkin didapatkan pada klien saat
overload atau kelebihan cairan adalah, sebagai berikut :
a. Sesak nafas
b. Kekacauan mental
c. Kejang
d. Koma
e. Odema
f. Cyanosis
5. Bahaya dari overload cairan
Bahaya dari terjadinya overload cairan atau kelebihan cairan adalah
sebagai berikut ini :
a. Gagal ginjal akut atau gagal ginjal kronik
b. Infrank miokard
c. Gagal jantung kongestif
d. Gagal jantung kiri
e. Penyakit katup
f. Takikardia atau aritmia
g. Penyakit hepar ( sirosis, asites, kanker)
h. Varikose vena
i. Penyakit vaskuler perifer
j. Plebitis kronis
6. Pencegahan dari overload cairan
Untuk pencegahan terkadang harus dilakukan pemeriksaan lanjut
sesuai penatalaksanaan medis. Penatalaksanaan overload atau kelebihan
volume cairan diarahkan pada faktor faktor penyebab. Seperti
pengobatan edema termasuk cara - cara untuk memobilisasi cairan.
Pengobatan gejala mecakup pemberian diuretic dan membatasi cairan serta
natrium. Diuretik diresepkan jika pembatasan diet natrium saja tidak cukup
untuk mengurangi edema dengan mencegah reabsorbsi natrium dan air
oleh ginjal

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. 2003. Medical Surgical Nursing (perawatan Medikal


Bedah) Jilid 1, alih bahasa : Monica Ester. Jakarta : EGC
Carpenito, L. J. 1999. Hand Book of Nursing ( Buku Saku Diagnosa
Keperawatan), alih bahasa : Monica Ester. Jakarta : EGC
Doengoes, Marilyinn E, Mary Frances Moorhouse. 2000. Nursing care
Plan: Guidelines for Planning and Documenting Patient Care
(Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien), alih bahasa : I Made
Kariasa. Jakarta ; EGC
Price A & Wilson L. 1995. Pathofisiology Clinical Concept of Disease
Process ( Patofisologi konsep klinik proses proses penyakit), alih
bahasa : Dr. Peter Anugrah. Jakarta : EGC
Potter & Perry. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan edisi 4.
Jakarta : EGC
- http:// yeniachmad.wordpress.com/2010/02/09asuhan-keperawatan-padaklien-dengan-kelebihan-volume-cairan

DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN KESEHATAN


BAHAYA OVERLOAD CAIRAN
DI RUANG HEMODIALISA (HD) RSSA SAIFUL ANWAR MALANG
No
.
1

Nama

Tanda Tangan
1

2
3

2
3

4
5

4
5

6
7

6
7

8
9

8
9

10
11

10
11

12
13

12
13

14
15

14
15

16
17

16
17

18
19

18
19

20
21

20
21

22
23

22
23

24
25

24
25