Anda di halaman 1dari 21

MODUL 1

UJI HIPOTESIS SAMPLE T-TEST

1.1 Tujuan Praktikum


1. Mampu memahami Uji Hipotesis Sample t-Test
2. Mampu menyeleseikan persoalan Uji Hipotesis Sample t-Test dengan software SPSS
1.2 Tugas Pratikum
1. Membuat dan mencari dari sumber terpercaya untuk sejumlah data yang akan diolah
kemudian tampilkan dalam bentuk tabel data historis dengan jumlah data minimal sejumlah 40
data.
2. Melakukan perhitungan Uji Hipotesis Sample t-Test (One Sample t-Test, Paired Sample tTest, Independent Sample t-Test) dari sejumlah yang telah didapat dengan
menggunakan software SPSS.
3. Melakukan bahasan dari hasil sejumlah hasil olahan yang didapat hingga tentukan kesimpulan
keputusan yang didapat.
1.3 Pengolahan Data
1.3.1 Deskripsi Kasus
1. One Sample t-Test
Menguji satu kelompok sampel yang terdiri dari 20 responden, kemudian mencatat
kecepatan membacanya sebelum diberikan treatment yang dapat dilihat dari jumlah
kata yang dapat dibaca dalam waktu 3 menit, setelah itu melakukan pengolahan data
yang telah didapatkankan dengan menggunakan software SPSS.
2. Paired Sample t-Test
Menguji satu kelompok sampel yang sama seperti metode one sample t-Test (terdiri
dari 20 responden) kemudian mencatat kecepatan membacanya setelah diberikan
treatment yang dapat dilihat dari banyaknya kata yang dapat dibaca dalam waktu 3
menit. Setelah itu melakukan perbandingan antara sebelum dan sesudah diberikan
treatment dengan menggunakan software SPSS.

3. Independent Sample t-Test


Melakukan pengujian terhadap kelompok sampel yang berbeda dengan 2 metode
sebelumnya yang juga terdiri dari 20 responden, kemudian mencatat kecepatan
membacanya dalam waktu 3 menit setelah diberikan treatment, setelah itu melakukan
perbandingan rata-rata kecepatan membaca setelah diberikan treatment antara
kelompok sampel pertama dan kedua.

Tentang teknik membaca skimming dan scanning penulis kutipkan tips dari Soedarso
(1996:85). Sebuah buku dengan ketebalan 300 halaman, terdiri dari lebih kurang 350.000 kata.
Skimming seperti itu juga lazim disebut browsing buku.
Sejak ditemukan mesin cetak dan disusul mesin-mesin reproduksi lainnya, informasi dan gagasan
begitu cepat diperbanyak dan disebar melalui tulisan-tulisan yang dimuat di buku, majalah, surat
kabar atau di media lain, meliputi semua bidang kehidupan. Oleh karena itu, jika tidak
mau ketinggalan zaman, para dokter, para ahli hukum, guru, ilmuwan, dan golongan profesional
lainnya perlu sekali menguasai keterampilan membaca secara skimming ini. Bagi mereka yang
sejari-harinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya, skimming dapat sangat menolong untuk
menyerap informasi yang dimuat di surat kabar dan majalah. Skimming dan scanning dapat
membantu orang-orang bisnis untuk dapat cepat memperoleh informasi yang mereka butuhkan.
SQ3R adalah teknik membaca yang dikemukakan Francis P. Robinson yang merupakan teknik
untuk mendapatkan pemahaman terhadap suatu bacaan. SQ3R merupakan singkatan dari Survey,
Question, Recite (atau recall), dan Review. Kelima singkatan ini merupakan lima langkah dalam
membaca untuk mendapatkan pemahaman. Dalam membaca dengan teknik ini, pertama-tama kita
melakukan survei terhadap bacaan yang kita baca secara keseluruhan untuk mengenal bahan
bacaan kita secara keseluruhan dan untuk mengetahui gagasan umum bacaan tersebut. Sambil
melakukan survei ini, pembaca mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang isi bacaan itu. Hal ini
merupakan langkah kedua (question). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada langkah kedua
akan terjawab pada langkah ketiga, yakni Read (membaca). Dalam langkah ketiga ini kita
membaca bukan dalam arti membaca dengan mengikuti begitu saja bahan bacaan, tetapi
membaca secara kritis. Setiap selesai membaca tiap bagian, berhentilah sejenak untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bagian itu. Langkah ini
disebut Recite. Terakhir, yakni Review adalah langkah untuk mengecek pemahaman kita
dan mengingat kembali bahan bacaan tersebut.

Referensi :
1.

Teknik Membaca Cepat dengan Skimming dan Scanning serta Teknik Membaca
Pemahaman dengan SQ3R (http://panduanguru.com/teknik-membaca-cepat-denganskimming-dan-scanning-serta-teknik-membaca-pemahaman-dengan-sq3r/)
diakses
4
November 2014)

2.

Teknik Dasar Speed Reading / Membaca Cepat (http://www.belajar-cepat.com/teknikdasar-speed-reading/) diakses pada 4 November 2014)

1.3.2 Tabel Data Historis


Dari pengumpulan data yang telah dilakukan terhadap 2 kelompok sampel yang berbeda,
didapatkan data-data yang dapat dilihat pada table berikut ini :

Tabel 1. Kelompok sampel 1


Nama
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Responden
Firna
Maya
Herny
Noerfaizah
Putri
Hanif
Rifaldi
Desta
Poppy
Nurika
Barry
Intan Shavana
Laras
Cathrine
Vega
Rizki Yanwar
Eno
Farhana
Minda
Wulan

Jumlah kata
tanpa
treatment
678
864
1011
865
735
623
585
847
1035
944
761
853
698
733
1022
1040
457
642
579
472

Jumlah kata
dengan diberi
treatment
1153
1453
1566
1354
1109
1156
1198
1298
1679
1398
1221
1315
1123
1098
1498
1675
1335
1244
1172
1142

Tabel 2. Tabel kelompok sampel 2


No

Nama
Responden

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Zia
Bakti
Alga
Farizlan
Saras
Dhita
Okta
Ridwan
Hapsari
Intan DS
Elly

Jumlah kata
tanpa
treatment
997
565
468
850
897
853
889
871
754
775
641

12
13
14
15
16
17
18
19
20

Eti
Ayu
Rianda
Ibrahim Adam
Roni
Lutfia
Manuella
Lisa
Astrid

674
953
1005
693
507
389
1015
582
663

1.3.3 Tentukan Ho dan Ha, tingkat probabilitas kesalahan (p), dan kriteria pengujian
1. One Sample t-Test
Hipotesis
Ho: =800
Ha: 800
=0,05
x =772,2
=183,15
Jika sig > 0,05 maka Ho diterima Tidak ada perbedaan
Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak Ada perbedaan

2. Paired Sample t-Test


Hipotesis
Ho: 1 = 2
Ha: 1 2
=0,05
x 1 772,2 ; x 2 1309,35
1 183,15 ; 2 183,81
Jika sig > 0,05 maka Ho diterima Tidak ada perbedaan
Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak Ada perbedaan

3. Independent Sample t-Test


Hipotesis
Ho: 1 = 2
Ha: 1 2
=0,05
x 1 772,2 ; x 2 752,05
1 183,15 ; 2 188,34

Jika sig > 0,05 maka Ho diterima Tidak ada perbedaan


Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak Ada perbedaan

1.3.4

Cara Kerja
1. One Sample t-Test
a) Klik Variabel View pada sebelah kiri bawah jendela SPSS.
b) Masukan data seperti dibawah ini :
Pada Variabel View, pengisian Variabel nama responden pada kolom
Name diketik Nama_responden, sesuai dengan studi kasus.
Pada Variabel View, pengisian Variabel jumlah kata tanpa treatment
pada kolom Name diketik Jumlah_kata_tanpa_treatment, sesuai dengan
studi kasus
Pada kolom Type. Untuk baris pertama ganti menjadi String, karena
merupakan kolom yang berisi karakter. Untuk lebih memperjelas dapat
dilihat seperti gambar dibawah ini:

c) Setelah itu masukan data nama responden dan jumlah kata tanpa treatment
diatas pada Data View yang ada pada kiri bawah jendela SPSS, seperti gambar
dibawah berikut ini:

d) Kemudian cek normalitas/validitas dari data yang telah dimasukan pada Data
View dengan memilih menu Analyze, pada sub menu pilih Descriptive
Statistics kemudian pilih Explore seperti dibawah ini:

e) Akan muncul jendela Explore, pindahkan variabel jumlah kata tanpa treatment
ke Dependent List dengan memilih variabel jumlah kata tanpa treatment
kemudian klik tanda panah ke kanan di jendela tersebut, seperti gambar
dibawah ini:

f) Setelah itu klik Option pada jendela Explore kemudian muncul jendela
berikutnya. Isikan derajat keyakinan sebesar 95%, klik Continue. Jika sudah
klik Plot, kemudian hilangkan centang pada Stem-and-leaf, centang pada
Normality plots with tests klik continue dan ok seperti yang diperlihatkan pada
gambar dibawah ini:

g) Akan muncul output yang berisi data berikut ini :

h) Dari gambar diatas diketahui sig > 0,05 maka dapat dipastikan dengan tingkat
kepercayaan 95% data dikatakan valid.
i) Jika data sudah valid, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian
dengan langkah pilih Analyze untuk memulai t-Test, pada sub menu pilih
Compare Means kemudian pilih One-Sample t-Test seperti dibawah ini:

j) Akan muncul jendela One-Sample t-Test, pindahkan variabel jumlah kata tanpa
treatment ke Test Variabel dengan memilih variabel jumlah kata tanpa
treatment kemudian klik tanda panah ke kanan di jendela tersebut, seperti
gambar dibawah ini:

k) Karena derajat keyakinan sudah diset menjadi 95% maka tidak perlu
melakukan pengaturan lagi. Kemudian klik ok dan akan muncul jendela output
yang menampilkan text dan tabel seperti dibawah ini:

2. Paired Sample t-Test


a) Dari menu utama, pilih File, kemudian pilih New, lalu pilih Data.
b) Masukan data seperti dibawah ini :
Pada Variabel View, pengisian Variabel nama responden pada kolom
Name diketik Nama_responden, sesuai dengan studi kasus.
Pada Variabel View, pengisian Variabel jumlah kata tanpa treatment
pada kolom Name diketik Jumlah_kata_tanpa_treatment, sesuai dengan
studi kasus
Pada Variabel View, pengisian Variabel jumlah kata dengan diberi
treatment pada kolom Name diketik Jumlah_kata_dengan_treatment,
sesuai dengan studi kasus
Pada kolom Type. Untuk baris pertama ganti menjadi String, karena
merupakan kolom yang berisi karakter. Untuk lebih memperjelas dapat
dilihat seperti gambar dibawah ini:

c) Setelah itu masukan data nama responden, jumlah kata tanpa treatment dan
jumlah kata dengan diberi treatment diatas pada Data View yang ada pada kiri
bawah jendela SPSS, seperti gambar dibawah berikut ini:

d) Kemudian cek normalitas/validitas dari data yang telah dimasukan pada Data
View dengan memilih menu Analyze, pada sub menu pilih Descriptive
Statistics kemudian pilih Explore seperti dibawah ini:

e) Akan muncul jendela Explore, pindahkan variabel jumlah kata tanpa treatment
dan jumlah kata dengan diberi treatment ke Dependent List dengan memilih
variabel jumlah kata tanpa treatment dan dengan treatment kemudian klik tanda
panah ke kanan di jendela tersebut, seperti gambar dibawah ini:

f) Setelah itu klik Option pada jendela Explore kemudian muncul jendela
berikutnya. Isikan derajat keyakinan sebesar 95%, klik Continue. Jika sudah
klik Plot, kemudian hilangkan centang pada Stem-and-leaf, centang pada
Normality plots with tests klik continue dan ok seperti yang diperlihatkan pada
gambar dibawah ini:

g) Akan muncul output yang berisi data berikut ini :

h) Dari gambar diatas diketahui kedua data sig > 0,05 maka dapat dipastikan
dengan tingkat kepercayaan 95% data dikatakan valid.
i) Jika data sudah valid, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian
dengan langkah pilih Analyze untuk memulai t-Test, pada sub menu pilih
Compare Means kemudian pilih Paired-Sample t-Test seperti dibawah ini:

j) Akan muncul jendela Paired-Sample t-Test, karena yang akan diuji adalah
jumlah kata tanpa dan sesudah diberi treatment, maka klik

Jumlah_kata_tanpa_treatment agar masuk variabel 1, kemudian klik


Jumlah_kata_dengan_treatment agar masuk ke variabel 2.
Nb : variabel jumlah kata tanpa dan sesudah diberi treatment harus dipilih
bersamaan, seperti gambar dibawah ini:

k) Karena derajat keyakinan sudah diset menjadi 95% maka tidak perlu
melakukan pengaturan lagi. Kemudian klik ok dan akan muncul jendela output
yang menampilkan text dan tabel seperti dibawah ini:

3. Independent Sample t-Test


a) Dari menu utama, pilih File, kemudian pilih New, lalu pilih Data.
b) Masukan data seperti dibawah ini :
Pada Variabel View, pengisian Variabel nama responden pada kolom
Name diketik Nama_responden, sesuai dengan studi kasus.
Pada Variabel View, pengisian Variabel jumlah kata dengan diberi
treatment pada kolom Name diketik Jumlah_kata_dengan_treatment,
sesuai dengan studi kasus.
Pada Variabel View, pengisian Variabel kelompok sampel pada kolom
Name diketik Kelompok_sampel, sesuai dengan studi kasus

Pada kolom Type. Untuk baris pertama ganti menjadi String, karena
merupakan kolom yang berisi karakter.
Pada kolom Value di baris ketiga, isi seperti gambar dibawah ini:

c) Mengisi data pada Data View dengan memasukan data nama responden, jumlah
kata dengan diberi treatment dan kelompok sampel diatas, seperti gambar
dibawah berikut ini:

d) Kemudian cek normalitas/validitas dari data yang telah dimasukan pada Data
View dengan memilih menu Analyze, pada sub menu pilih Descriptive
Statistics kemudian pilih Explore seperti dibawah ini:

e) Akan muncul jendela Explore, pindahkan variabel jumlah kata dengan diberi
treatment ke Dependent List dengan memilih variabel jumlah kata dengan
diberi treatment kemudian klik tanda panah ke kanan di jendela tersebut,
seperti gambar dibawah ini:

f) Setelah itu klik Option pada jendela Explore kemudian muncul jendela
berikutnya. Isikan derajat keyakinan sebesar 95%, klik Continue. Jika sudah
klik Plot, kemudian hilangkan centang pada Stem-and-leaf, centang pada
Normality plots with tests klik continue dan ok seperti yang diperlihatkan pada
gambar dibawah ini:

g) Akan muncul output yang berisi data berikut ini :

h) Dari gambar diatas diketahui sig > 0,05 maka dapat dipastikan dengan tingkat
kepercayaan 95% data dikatakan valid.
i) Jika data sudah valid, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian
dengan langkah pilih Analyze untuk memulai t-Test, pada sub menu pilih

Compare Means kemudian pilih Independent-Sample t-Test seperti dibawah


ini:

j) Akan muncul jendela Independent- Sample t-test:


Test Variable (s) atau variabel yang akan diuji. Karena yang akan diuji
adalah apakah ada perbedaan antar jumlah kata setelah pemberian
treatment antara 2 kelompok sampel yang berbeda, maka klik
Jumlah_kata_dengan_treatment agar masuk pada Test Variable (s)
Grouping Variable. Dalam kolom ini masukkan Kelompok_sampel
sebagai grup yang akan dibandingkan jumlah katanya.
Untuk kolom option karena sebelumnya tingkat kepercayaan telah diset
menjadi 95% maka diabaikan saja. Untuk memperjelas perhatikan
gambar berikut ini:

Define Grop. Isi sesuai dengan gambar dibawah berikut ini kemudian
klik Continue dan ok untuk memproses data.

k) Akan muncul jendela output yang menampilkan text dan tabel seperti dibawah
ini:

1.3.5

Hasil Output SPSS


Dari pengolahan data yang telah dilakukan menggunakan software SPSS didapatkan
output sebagai berikut:
1. One Sample t-Test

2. Paired Sample t-Test

3. Independent Sample t-Test

1.3.6 Analisis Hasil Output SPSS


1. One Sample t-Test
Pada bagian pertama terlihat ringkasan dari sampel, yaitu jumlah kata tanpa
treatment dengan nilai rata-rata (mean) 772,2 dari total keseluruhan 20 data.
Dari output kedua dapat dilihat nilai dari t hitung = 18,885 dan juga sig.(2-tailed)
yang diperoleh adalah sebesar 0,000 yang berarti nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka Ho
ditolak.
2. Paired Sample t-Test
Pada bagian pertama terlihat ringkasan dari kedua sampel. Untuk jumlah kata tanpa
treatment memiliki nilai rata-rata 772,2 dari total keseluruhan 20 data. Sedangkan
jumlah kata dengan diberi treatment memiliki rata-rata 1309,35 dari total
keseluruhan 20 data.
Dari output kedua dapat dilihat nilai dari t hitung = -19,945 dan juga sig.(2-tailed)
yang diperoleh adalah sebesar 0,000 yang berarti nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka Ho
ditolak
3. Independent Sample t-Test
Pada bagian pertama terlihat ringkasan dari kedua sampel. Untuk jumlah kata dengan
tidak diberi treatment kelompok sampel 1, nilai rata-rata jumlah katanya adalah
772,2 dari 20 data keseluruhan. Sedangkan jumlah kata dengan tidak diberi
treatment kelompok sampel 2, nilai rata-rata jumlah katanya adalah 752,05 dari 20
data keseluruhan
Dari output kedua dapat dilihat nilai dari t hitung = 0,343 dan juga sig.(2-tailed)
yang diperoleh adalah sebesar 0,733 yang berarti nilai sig.(2-tailed) > 0,05 maka Ho
diterima.

1.3.7

Kesimpulan
1. One Sample t-Test
Dari output kedua hasil pengolahan melalui software SPSS diperoleh nilai t hitung
SPSS = 18,885. Sedangkan nilai t /2,v dan t /2,v adalah -2,0244 dan 2,0244.
Jika dibandingkan, maka nilai t hitung SPSS tidak berada diantara angka-angka t
tabel, sehingga Ho ditolak. Dan juga karena sig.(2-tailed) yang diperoleh adalah
sebesar 0,000 yang berarti nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak.
Dapat diambil keputusan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95%, secara signifikan
jumlah kata yang dapat dibaca tanpa diberi treatment ada perbedaan dengan apa yang
diklaim oleh penguji.
2. Paired Sample t-Test
Dari output kedua hasil pengolahan melalui software SPSS diperoleh nilai t hitung
SPSS = -19,945. Sedangkan nilai t /2,v dan t /2,v adalah -2,093 dan 2,093. Jika
dibandingkan, maka nilai t hitung SPSS tidak berada diantara angka-angka t tabel,
sehingga Ho ditolak. Dan juga karena sig.(2-tailed) yang diperoleh adalah sebesar
0,000 yang berarti nilai sig.(2-tailed) < 0,05 maka Ho ditolak.
Dapat diambil keputusan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95%, secara signifikan
jumlah kata yang dapat dibaca tanpa dan sesudah diberi treatment memiliki
perbedaan

3. Independent Sample t-Test


Dari output kedua hasil pengolahan melalui software SPSS diperoleh nilai t hitung
SPSS = 0,343. Sedangkan nilai t /2,v dan t /2,v adalah -2,093 dan 2,093. Jika
dibandingkan, maka nilai t hitung SPSS berada diantara angka-angka t tabel,
sehingga Ho diterima. Dan juga karena sig.(2-tailed) yang diperoleh adalah sebesar
0,862 yang berarti nilai sig.(2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima.
Dapat diambil keputusan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95%, secara signifikan
jumlah kata yang dapat dibaca tanpa diberikan treatment antara kelompok sampel 1
dan kelompok sampel 2 tidak memiliki perbedaan