Anda di halaman 1dari 17

GASTROINTESTINAL

MICHEL A LEUWOL
DEPARTEMEN RADIOLOGI
1) ESOFAGUS
ANATOMI & FISIOLOGI
Merupakan organ silindris berongga, P : 25 cm, garis tengah 2 cm.
Mulai dari hipofaring s/d kardia lambung.
Letak :
a) Diposterior jantung & trakea.
b) Anterior vertebra
c) Melalui lubang pada diafragma ( anterior aorta ) Hiatus esophageal.
2) SPINCHTER ESOFAGUS
SUPERIOR
Tdd : serabut otot rangka.
Normal : keadaan tonik / kontraksi. Kecuali : menelan.
INFERIOR
Bersifat semu ( tidak nyata secara anatomis).
Fs: sawar terhadap refluks isi lambung ke esofagus.
Normal : menutup, kecuali : makanan masuk lambung & muntah
Dinding esofagus tdd 4 lapisan, yaitu :
I.
Mukosa :
epitel berlapis gepeng bertingkat s/d faring ujung atas epitel selapis toraks ( esofao-gastric
junction).
Sifat : alkali, tidak tahan terhadap asam lambung.
II.
Submukosa :
Sel-sel sekretoris ( hasilkan : mukus)
Permudah jalan makanan & lindungi mukosa
III.
Lapisan otot
luar : longitudinal.
Dalam : sirkular.
Otot bagian atas ( 5%) : otot rangka, otot pada separuh bawah : otot polos, bagian diantaranya
terdapat campuran otot polos & otot rangka.
IV. Bagian luar : tidak memiliki lapisan serosa / peritoneum, terdiri dari jaringan ikat jarang yang
hubungin esofagus dengan struktur yang berdekatan.
PERSARAFAN ESOFAGUS
Utama : serabut-serabut simpatis & parasimpatis dari SSO.
Parasimpatis : nervus vagus ( saraf motorik), simpatis : kurang diketahui.
Intrinsik : serbut saraf intramural diantara otot sirkular & longitudinal ( pleksus Auerbach)
fs : atur peristaltik esofagus normal
Distribusi Darah
Terdiri dari :
Bagian atas : arteri Tiroidea inferior & subklavia.
Bagian tengah : cabang segmental aorta & arteria bronkiales.
Bagian subdiafragmatika : Arteria gastrika sinistra & frenika inferior
Bagian vena:
Daerah leher : alirkan vena azigos & hemiazigos
Dibawah diafragma : vena gastrica sinistra
Hub antara vena porta & sistemik : pintas hati( hipertensi portal)Varises esofagus
PROSES MENELAN
1. FASE ORAL
Makanan dikunyah mulut ( bolus) didorong ke belakang ke dinding post faring ( oleh lidah).
Rangsangan untuk gerakan refleks menelan
2. FASE FARINGEAL
Palatum mole & uvula bergerak refleks menutup rongga hidung.
Laring terangkat, tutup glotis, cegah makanan masuk trakea.
Konstriktor faringeus kontraksi + retroversi epiglotis untuk lindungi saluran pernafasan.

Pernapasan serentak dihambat ( cegah aspirasi)


3. FASE ESOFAGEAL
Otot krikofaringeus relaksasi, bolus masuk esofagus.Gelombang peristaltik primer ( sepanjang
esofagus,dorong bolus s/d spn eso distal)
Setinggi arkus aorta
gel peristaltik sekunder.
Posisi tegak & gaya gravitasi mempermudah transport.
Istirahat,tekanan esofagus dibawah atmosfer ( tekanan intratorakal ).
Daerah sfingter esofagus atas & bawah merupakan daerah tekanan tinggi
Untuk cegah aspirasi & refluks isi lambung.
Gejala Gangguan Esofagus
Disfagia
Obstruktif :striktur,tumor
ekstrinsik/intrinsik
Motorik :ggn peristaltik(-),
disfungsi sfingter
atas atau bawah.
Pirosis : refluks asam lambung & sekret empedu ke esofagus bawah ( iritasi mukosa)
Odinofagia : nyeri menelan + disfagia, etio : spasme esofagus akibat peregangan akut atau
sekunder karena peradangan mukosa esofagus.
Waterbrash : regurgitasi isi lambung ke dalam rongga lambung, pada bayi akibat sfingter
esofagus bawah yang tidak sempurna.
Gangguan pergerakan Esofagus
1. Akalasia
Kardiospasme, gangguan hipomotilitas.
Tanda : aperistalsis korpus esofagus, gagal sfingter esofagus bawah untuk relaksasi sempurna.
Degenerasi pleksus Auerbach pengaturan neurologis (-) peristaltik primer tidak capai sfingter
esofagus bawah untuk rangsang relaksasi.
2. Spasme Esofagus Difus
Kontraksi esofagus tidak terkoordinasi, non-propulsif yang timbul menelan.
Respon nonperistaltik sering ditemukan pada pemeriksaan radiogram.
Etio : mewakili degenerasi neuron lokal
3. Skleroderma
Disfungsi motorik esofagus.
Aperistalsis atau peristaltik lemah pada setengah s/d duapertiga distal, sehingga sfingter
esofagus distal.
Inkompentensi : esofagitis refluks + pembentukan striktur esofagus bagian bawah
4. Esofagitis
Peradangan mukosa esofagus akut atau kronik.
Etio : menelan cairan panas + refluks asam lambung.
Efek jangka panjang : fibrosis & striktur esofagus.
5. Hernia Hiatus
Herniasi bagian lambung ke dalam dada melalui hiatus esofagus hernia.
Hernia sliding, Hernia hiatus menggelinding atau hernia paraesofageal
6. Tumor
Tumor jinak jarang, sering adalah leiomioma.
Kanker esofagus tidak jarang.
Fc predisposisi : merokok,banyak minum alkohol, obstruksi esofagus
Karsinoma sel gepeng merupakan jenis karsinoma esofagus paling sering
( duapertiga bawah )

LAMBUNG
ANATOMI
Terletak oblik dari kiri ke kanan, menyilang di abdomen atas tepat dibawah diafragma kiri.
Bentuk : kosong : tabung J, penuh : giant avocado.
Terdiri dari : Fundus, korpus,antrum pilorikum & pilorus.
2 cekungan : kanan atas : kurvatura minor
kiri bawah : kurvatura major
Mempunyai 2 sfingter
sf.kardia .
sf. Pilorikum.
Sf.pilorikum, punya arti klinis yang penting, karena dapat mengalami sumbatan ( stenosis),
pada bayi :pilorospasme.
Tdd; 4 lapisan :
A. Serosa.
Bagian luar, dari peritoneum visceralis.
2 lapisan peritoneum visceralis menyatu di Kurv minor & duodenum, memanjang ke hati
( omentum minus)/ lig. Hepatogastrikum & lig hepatoduodenale.
Ligamentum : lipatan peritoneum yang keluar dari satu organ menuju organ lain.
Peritoneum pada kurvatura major terus ke bawah membentuk omentum majus ( apron bagi usus
halus bagian depan).
Sakus om minus : penimbunan cairan (pseudokista e.c.pancreatitis akut).
Muskularis
Tersusun atas 3 lapis otot polos ( long, sirk, oblik).Keperluan kontraksi.
Pecahin makan menjadi partikel kecil, aduk & campur makanan dengan cairan lambung, dorong
ke duodenum
Submukosa
Tdd : lapisan areolar jarang.
Hubungkan mukosa & muskularis, shg mukoa bergerak saat peristaltik.
Mengandung ; pleksus saraf,p.darah, p.limfe.
Lapisan mukosa
Lapisan dalam lambung, tersusun lipatan longitudinal : rugae dapat distensi makanan.
2 kelenjar :
i.
Kelenjar kardia : sekresikan mukus.
ii.
Kelenjar fundus/gastric : 3 tipe sel :
Chief sel : sekresi pepsinogen.
Parietal : HCL & Fc intrinsik ( absorbsi b-12 di usus halus)
Mukus sel : sekresikan mukus.
Terdapat hormon gastrin. Oleh sel G.
Persarafan lambung
PARASIMPATIS.
Melalui nervus vagus.
Trunkus vagus cabangkan ramus gastric, pilorik, hepatik,& seliaka.
SIMPATIS
Melalui : Nervus splangnikus major & ganglia seliakum.
Afferen ; hantarkan impuls nyeri.
Eferen : hambat gerakan & sekresi lambung.
Pleksus auerbach & meissner : persarafan intrinsik dinding lambung & koordinasi motorik &
sekresi mukosa lambung.
SUPLAI DARAH
Terutama oleh : arteri seliaka & trunkus seliakus, yang cabangkan suplai untuk kurv major &
minor.
2 arteri penting : gastroduodenalis & pankreatikoduodenale ( retroduodenalis) di bulbus
posterior duodenum.
Erosi arteri akibat tukak lambung, timbulkan perdarahan.
Darah vena berjalan ke hati melalui vena porta.
Fisiologi

Fungsi motorik :
Fs reservoir
Fs Mencampur
Fs Pengosongan lambung.
Fungsi pencernaan & sekresi
Fs pencernaan protein : Pepsin & HCL.
Fs sintesis & pelepasan gastrin
Sekresi Fc intrinsik
Sekresi mukus
Pengaturan sekresi lambung
Tdd atas 3 fase :
Fase sefalik :
Sebelum makanan masuk lambung.
Fs melihat, mencium, memikir & mengecap makanan.
Saraf Vagus, Cortex cerebri
Hasl : Kelenjar gastrik, haslkan : HCL, pepsinogen & mukus.
Fase Gastrik
Makanan mencapai antrum pilorus.
Distensi antrum
Rangasangan mekanis reseptor dinding lambung
Impuls menuju medula mell aferen & kembali ke lambung mell efeen.
Pelepasan gastrin : rangsang sekresi HCL.
Fase Intestinal.
Gerakan kimus dari lambung ke duodenum.
Adanya protein yang dicerna sebagian dalam duodenum tampaknya rangsang pelepasan
gastrin usus, lambung mensekresikan cairan lambung.
Distensi usus halus timbulkan refleks entrograstrik
Gastritis
Gastritis Superfisialis Akut
Respon mukosa lambung terhadap iritan lokal.
Mukosa memerah, edematosa & ditutupi mukus, erosi kecil & perdarahan.
Gastritis atrofi kronik
Atrofi progresif epitel kelj + kehilangan sel parietal & chief cell.
Produksi HCL, pepsin,Fc intrinsik menurun.
Dinding lambung tipis & mukosa rata

USUS HALUS

Merupakan tabung kompleks, berlipat membentang dari pilorus sampai katup ileosekal.
Mengisi bagian tengah & bawah rongga abdomen
Tdd : duodenum, jejunum, ileum.
Dinding usus halus tdd 4 lapisan dasar
Paling luar : serosa dibentuk oleh peritoneum.
Mesenterium , merp lipaan peritoneum yg lebar, seperti kipas menggantung jejunum & ileum ke
dinding posterior
LIPATAN PERITONEUM
1. Mesenterium
Lipatan peritoneum lebar.
Seperti kipas
Menggantung jejunum & ileum dari dinding post abdomen.
Menyokong pbl darah & limfe yang mensuplai usus.
2. Omentum
MAYUS
Lapisan ganda peritoneum
Menggantung kurvatura mayor lambung, kmd berjln turun didepan viscera abdome ( celemek )
Mgd lemak>>>+ kelj limfe ( protek thd infeksi )
MINUS
Lipatan peritoneun terbentang dari kurvatura minor & bag atas duodenum.
Menuju hati, bentuk Lig Hepatogastrikum & hepatoduodenale.
Otot Usus halus
Mempunyai 2 lapisan

Lapisan luar : serabut longitudinal yg tipis.


Membantu peristaltik usus
Lapisan dalam : serabut sirkular
Lapisan Submukosa
Tdd : jar penyambung.
Bagian dalam tdd : Lapisan mukosa yang tebal yang mengandung Pembuluh darah & kelenjar.
3 struktur yg menambah luas permukaan & membantu fs absorbsi.
Lap Mukosa & submukosa membentuk lipatan sirkular (Valvula Koniventes/ lipatan
Kerckringi ) yn menonjol ke lumen sekitar 3-10 mm
VILI
Tonjolan spt jari dari mukosa yg jumlahnya 4-5 juta.
Panjang : 0.5-1.5 mm.
Gambaran mukosa seperti beludru.
MIKROVILI
Tonjolan menyerupai jari dengan panjang sekitar 1 mikro.
Terlihat dengan Mikroskop elektron ( Brush Border).
Struktur Vilus
Tdd :
Saluran limfe sentral ( lakteal) dikelilingi jalinan kapiler dalam jaringan limfoid.
Epitel vilus tdd :
Sel goblet : mukus.
Sel absoptif
Disekeliling vilus terdapat sumur : Kripta Lieberkuhn
Perdarahan & Persarafan
A. Mesenterika superior
Cabang dari Aorta, dibawah arteri seliaka.
Mendarahi seluruh usus halus, kecuali; duodenum ( arteri gastroduodenalis & cabangnya
A.Pankreatikoduodenalis sup).
Darah balik oleh : Vena mesenterika Sup yg menyatu dgn vena lienalis bentuk Vena porta.
Dipersarafi cabang ke-2 SSO
PS : rangsang aktivitas sekresi & pergerakan
S : Hambat pergerakan usus.
Serabut sensorik simpatis : hantarkan nyeri, PS : atur refleks usus.
Suplai intrinsik : fs motorik mell : pleksus Aurbach
( lap muskularis) & pleksus Meisner
( submukosa).

USUS BESAR
ANATOMI & FISIOLOGI
Merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5 kaki dari sekum sampai kanalis
ani.
Tdd : sekum,kolon dan rektum.
Sekum :
Tdp katup ileosekal & appendiks.
Hanya 2-3 inchi pertama usus besar
Kontrol aliran kimus dari ileum ke sekum.
Kolon :
Tdd atas ascendens.gmoisetransversum,descendens, sigmoid.
Tdp belokan tajam yaitu : fleksura hepatika & lienalis.
Sigmoid setinggi krista iliaka, berbentuk s.
Rektum :
Terbentang dari kolon sigmoid s/d anus.
Satu inci terakhir dari rektum dinamakan : kanalis ani & dilindungi Sf.ani eksternus &
internus.
Panjang : 15 cm.
Tanda khas Usus Besar
Taenia koli :
Pita tempat berkumpulnya lapisan otot longitudinal ang tak sempurna.
Bersatu pada sigmoid distal.
Taenia lebih pendek dari usus, sehingga menyebabkan usus tertarik dan berkerut.
Haustra :
Kantong-kantong kecil yang terbentuk akibat usus yang tertarik & berkerut.
Appendises Epiploika:
Kantong kecil peritoneum berisi lemak .
Melekat di sepanjang taenia.
Pendarahan & Persarafan
A.Mesenterika superior
o Mendarahi belahan kanan (sekum,kolon ascendens, 2/3 proksimal kolon transversum.
A.Mesenterika inferior
o Mendarahi belahan kiri ( 1/3 distal kolon transv,kolon desc & sigmoid, proksimal rektum).
A.Sakralismedia & A.hemoroidalis inferior & media.
o Mendarahi rektum (tambahan)
Aliran balik
V. Mesenterika sup & Inf & hemoroidalis superior
Menerima darah dari kolon dan rektum superior.
Merupakan bagian sistem portal.
V.Hemoroidalis media & inferior.
Merupakan bagian sistemik.
Mengalirkan darah ke vena iliaka.
Diantara ke-v.hemoroidalis sup,media dan inferior terdapat anastomosis, sehingga peningkatan tekanan
portal berakibat aliran balik vena meningkat ( hemoroid)
Persarafan
Dilakukan oleh SSO.
Kec: Sf eksternal dibawah kontrol voluntar.
PS : mell N.Vagus ke bag tengah kolon transv + N.Pelvikus dari sakral untuk daerah distal.
S:meniggalkan MS mell NnSplangnikus.
Perangasangan PS : Rangsangan sekresi & kontraksi, & penghambatan Sf.Rektum.
Perangsangan S : berlawanan dengan PS

FUNGSI USUS BESAR


Mengabsorbsi air & elektrolit
Absorbsi 600 cc air/day
Kapasitas absorbsi 2000 cc/day
Kapasitas >>> : diare
Bakteri mensitesis Vit K & B
Pembusukan sisa prot mjd as.amino &
zat sederhana + pembentukan gas ( jg dari
fermentasi bakteri pada sisa KH )
PERISTALTIK USUS BESAR
Terdapat 2 gerakan peristaltik:
1. Kontraksi lamban, tidak teratur,segmen proksimal, bergerak ke depan, sumbat beberapa haustra.
(PROPULSIF).
2. Kontraksi yang libatkan segmen kolon( MASSA ).
Feses terdorong ke depan
Merangsang defekasi
Propulsi feses ke rektum :distensi ddg rektum
DIVERTIKULA
Def : herniasi mukosa mell tunika muskularis,membentuk kantong seperti botol.
Jika banyak : divertikulitis
Lokasi : Perlekatan kolan & mesenterium.
Berhubungan dengan kecemasan & ketegangan emosi.
PF : Kontraksi otot sirkular yang kuat
Tekanan intralumen
Herniasi mukosa mell lapisasn otot
KOLITIS
Radang pada usus besar.
Tdd : Ulseratif & Crrohn.
Peranan Fc genetik, Fc otoimun,fc psikologis.
Lesi pada mukosa

Pembentukan abses pada kriptus./ crohn menyerang seluruh tebal dinding usus.

Edema & kongesti mukosa


perdarahan
membentuk terowongan/ menembus
dinding kriptus
Tukak.
KARSINOMA KOLON
Berupa : polipois besar, tumbuh kedalam lumen, meluas kesekitar usus sbg cincin anular.
Penyebaran :
Infiltratif
Mell : pbl limfe/klj limfe
Mell aliran darah
Lokasi : anular pada rectosigmoid, sedangkan polipoid /lesi datar pada sekum dan kolon
ascendens.

HATI

Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh.


Fs dasar :
1. Pembentukan & sekresi empedu yang dimasukkan dalam usus halus.
2. Peranan dalam aktivitas metabolisme KH , lemak , protein.
3. Menyaring darah.
Lokasi : regio hipokondrium kanan , meluas sampai regio epigastrium kanan.

Mempunyai 3 permukaan :
Superior :
Melekat pada diafragma & dinding ant abdomen.
Perlekatan melalui :
Lig. Falciforme / lig triangular.
Lig Teres.
Lig falciforme yang memisahkan lobus kanan & kiri hepar.
Inferior & posterior :
Dibagi 4 lobus oleh 5 fossa ( bentuk huruf H).
Dikiri terdiri dari :
Fossa vena umbilikalis didepan.
Fossa duktus venosus dibelakang
Ke-2 fossa dipisahkan oleh :fossa sagitalis kiri
Inferior & posterior:
Dikanan terdiri dari :
Fossa gall-bladder di depan.
Fossa vena cava inferior di belakang.
Ke-2 fossa dipisahkan oleh:prosesus kaudatus.
Penghubungnya adalah :porta (fissura transversus ).
Didepannya lobus kuadratus.
Dibelakangnya lobus kaudatus

Pembuluh darah
Yang mengalirkan ke hati adalah :
1. Arteri Hepatika (30%).
2. Vena Porta
(70%).
Arteri hepatika :
1. Membawa darah teroksigenasi ke hati.
Vena porta
:
1. Membawa darah venosa yang kaya hasil pencernaan yang telah diabsorbsi dari saluran
pencernaan.
Darah arteri + venosa dimasukkan ke vena centralis pada setiap lobulus hati melalui sinusoid
hati.
Vena centralis mengalirkan darah ke vena hepatika kanan & kiri.
Vena hepatika kanan & kiri meninggalkan permukaan posterior hati , & bermuara ke Vena Cava
Inferior.
Persarafan
SSO yang melewati pleksus coeliacus.
Trunkus vagus anterior yg percabangkan rm hepatis yang berjalan langsung ke hati.
Pbl limfe
Hampir 1/3 cairan limfe tubuh dari hepar.
Pbl limfe tinggalkan hati, masuk ke kelj limfe porta hepatis.
Pbl eferen menuju Nnll coeliaca.
Dan sebagian menuju NNll mediatinalis posterior.
LIHAT SLIDE
Duktus hepatikus
Keluar dari hati pada porta hepatis.
Bersatu membentuk duktus hepatikus komunis.
Panjang 4 cm.
Jalan pada pinggir omentum minus.
Pinggir kanan bersatu dengan duktus cystikus dari kandung empedu membentuk duktus
koledokus.
Duktus koledokus
Panjang 8 cm.
Bersatu dengan duktus pankreatikus major.
Bermuara pada ampula vateri ( dinding duodenum).
Ampula vateri bermuara pada papila duodeni major.
Bagian distal duktus koledokus & ampula dikelilingi serabut otot sirkuler spinchter odi.

KANDUNG EMPEDU

Bentuk buah pear,pada permukaan visceral hepar.


Tdd :
1. Fundus.
1. Bagian inferior hati
2. Setinggi cartlage costa XI kanan.
2. Korpus.
1. Bersentuhan dengan permukaan visceral hati
2. Berjalan ke atas, belakang, kiri.
3. Kolum.
1. Dilanjutkan sebagai duktus cysticus.
2. Berjalan dalam omentum minus.
3. Bersatu dengan sisi kanan duktus hepatikus komunis membentuk duktus
koledokus
BATAS KANDUNG EMPEDU
ANTERIOR
Dinding anterior abdomen & permukaan visceral hati.
Posterior
Kolon transversum & bagian I & II duodenum.

Fungsi kandung empedu


1. Sebagai reservoir empedu.
2. Memekatkan empedu.
3. Mengalirkan empedu ke duodenum
1. Akibat makanan berlemak.
2. Keluar hormon CCK
3. Hasilkan garam empedu untuk emulsifikasi lemak usus halus + absorbsi lemak.
Pembuluh darah
Arteri cystica
Merp cabang arteri hepatika kanan.
Vena cystica
Mengalirkan darah ke dalam vena porta.
Persarafan
Menuju kandung empedu dari pleksus coeliacus
Pbl limfe
Menuju NNll cysticae.

Menuju NNll hepatikum

Menuju NNll coeliacus


Duktus cysticus
Panjang 4 cm.
Menghubungkan kolum vesica felea dgn duktus hepatikus komunis & membentuk duktus
koledokus.
Bentuk huruf s
Berjalan pada pinggir kanan omentum minus.

Muara : valvula spiralis.

PANKREAS

Merupakan kelenjar eksokrin & endokrin.


eksokrin :
Hasilkan sekret yg mengandung enzim yang hidrolisis protein, lemak, KH.
Endokrin :
Pulau langerhans : hasilkan hormon insulin & glukagon ( peranan pada met KH ).
Organ lunak, pada dinding posterior abdomen dibelakang peritoneum.
LIHAT SLIDE II

Terdiri dari :
Caput pankreas :
Bentuk cakram.
Pada bagian cekung duodenum.
Sebagian meluas ke kiri di belakang A/V mesenterika superior ( proc uncinatus).
Collum pancreas :
Bagian terkecil pankreas.
Hubungkan caput & corpus pankreas.
Terletak didepan pangkal V.porta & pangkal A.mesenterika superior dari aorta.
Corpus pancreas :
Berjalan ke atas & kiri
Menyilang mid-line
Cauda pancreas :
Menuju lig lienorenalis
Hubungan dengan hilus limpa.
BATASAN-BATASAN
1. Anterior
Dari kanan ke kiri : colon transversum & perlekatan msocolon transversum, bursa
omentalis & lambung.
2. Posterior
Dari kanan ke kiri : duktus kholedokus , vena porta, vena lienalis, VCI, aorta, pangkal
A.mesenterica sup, M.psoas kiri, kelenjar suprarenal kiri, ginjal kiri, hilus limpa.
Duktus pankreatikus major
Mulai pada kauda pankreas.
Bermuara pada ampula vater bersama duktus kholedokus.
Mengalirkan getah pankreas ke duodenum
Duktus pankreatikus minor
Bagian atas pankreas
Bermuara ke duodenum sedikit, diatas muara duktus pankreatikus major.
Pembuluh
Arteri
Berasal dari A.lienalis & A.pankreatiko-duodenalis superior & inferior
Vena.
Mengalirkan darah ke sistem portal.

Persarafan
Berasal dari SSO : nervus Vagus
Pbl limfe
Mengalir ke Nnll coeliacus mesentericus superior.

LIMPA
Berwarna kemerahan, bentuk oval.
Terletak pada regio hipokondrium kiri.
Sumbu panjang : iga X & kutub bawahnya sampai sejauh linea axilaris media.
Merp massa jar limfoid tunggal, terbesar alam tubuh.
Dikelilingi peritoneum
LIHAT SLIDE III
Batas-batas
1. Anterior
Lambung , kauda pankreas, flexura colli sinistra, ginjal kiri terletak sepanjang pinggir
medialnya.
1. Posterior
Diafragma , pleura kiri , paru kiri, costa IX,X,XI kiri
Pembuluh
Arteri
A.Lienalis (cabang a.coeliaca)
Berjalan sepanjang pinggir atas pankreas.
Bercabang menjadi 6 pbl darah yang masuk pada hilus limpa.
Vena
V.Lienalis
Mennggalkan hilus
Berjalan dibelakang kauda & korpus pankreas.
Bersatu dgn V.mesenterica superior membentuk vena porta.
Persarafan
Mengikuti perjalanan A.lienalis & berasal dari pleksus coeliacus
Pbl limfe
Keluar dari hilus.
Disepanjang perjalanan A.lienalis.
Mengalirkan ke Nnll coeliaca.

visit qq_viera@yahoo.com