Anda di halaman 1dari 2

Keadaan bertumpuknya cairan serosa di dalam tunika vaginalis,

yang bisa terjadi sekunder karena edema yang menyeluruh atau


karena penutupan prosesus vaginalis yang tidak lengkap. Hidrokel
adalah akumulasi cairan didalam tunika vaginalis. Apabila jumlah
cairan berubah sesuai dengan waktu, ada komunikasi dengan
rongga peritoneum. 1,2
Belum
sempurnanya
prosesus vaginalis

penutupan

Pemeriksaan
Laboratorium

LAPORAN PENDAHULUAN
DEFINISI

Ultrasonografi

PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK5

Transiluminasi
skrotum

ETIOLOGI3,4

Pemeriksaan Urin

Beberapa faktor resiko


atau faktor-faktor yang
berperan menimbulkan
terjadinya hidrocell.

Belum sempurnanya sistem limfatik di


daerah skrotum
Kelainan pada testis (tumor, infeksi,
trauma pada testis, epididimis)

Rontgen Abdomen

HIDROCELL

Anamnesa

Lama pembesaran dan


ukuran
pembesaran
skrotum

Pemeriksaan fisik

Hidrokel
dirasakan
sesuatu
yang
oval/bulat, lembut dan
tidak nyeri tekan

Umumnye berbentuk
bulat/benjolan bersifat
tegas dan kenyal
Tidak menimbulkan rasa
nyeri
Pada pemeriksaan
penerawangan
menunjukkan adanya
transiluminasi

PENGKAJIAN2
Kaji sistem
perkemihan

MANIFESTASI
KLINIS2,3,4

Terjadi di salah satu atau


kedua skrotum
Kompresi pada peredaran
darah testis

KOMPLIKASI3,4

Primer (kelainan
bawaan)

trauma

Infeksi, perdarahan,
disuria, drainase

Lakukan
transiluminasi test

Sorot skrotum dari


bawah menggunakan
senter

PATHWAY1,2,3,4,5

Atrofi testis
Perdarahan karena
dan aspirasi

Kaji setelah
pembedahan

Sekunder (trauma
epididimis, infeksi,
tumor testis)

Sekunder infeksi

Pre-Op
1. Ansietas
2. Risiko kesepian
Post-Op
1. Nyeri
2. Risiko infeksi
3. Kerusakan integritas kulit

Anxiety Reduction (5820)


1. Bangun hubungan yang baik
2. Kaji kecemasan yang dialami
3. Berikan penjelasan mengenai
tindakan yang akan dilakukan
4. Anjurkan klien untuk rileks
Therapeutic Play (4430)
1. Bangun hubungan yang baik
2. Kaji permainan kesukaan klien
3. Jelaskan manfaat bermain
pada anak selama hospitalisasi
4. Ajak klien untuk bermain
5. Ajak orang tua untuk
mendampingi

DIAGNOSA
KEPERAWATAN6

System lymphatic
yang belum
sempurna
Terhambatnya
proses reabsorpsi
cairan

INTERVENSI
KEPERAWATAN7

Keluarnya
cairan dari
rongga

Penumpukan cairan
di tunika vaginalis
HIDROKEL
Penumpukan
cairan di Skrotum

Media
berkembangnya
bakteri

Infeksi
testis

RISIKO
INFEKSI

Skrotum membesar

Pre-Op

Perubahan status
kesehatan
ANSIETAS

Wound Care (3660)


1. Kaji luka klien
2. Ganti balut setiap hari
3. Tutup luka dengan balutan
4. Pertahankan teknik aseptik

Terganggunya system
sekresi/ reabsorpsi
cairan plasma dan
transudat

Cairan menumpuk
di lapisan parietal
& visceral

Pain Management (1400)


1. Kaji nyeri
2. Beri posisi nyaman
3. Anjurkan klien untuk rileks
4. Kolaborasi pemberian
farmakologi
Infection Control (6540)
1. Cuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan keperawatan
2. Kaji risiko infeksi (kemerahan,
panas, pus)
3. Ganti balut setiap hari
4. Jaga kebersihan lingkungan
sekitar klien
5. Kolaborasi
pemberian
farmakologi

Penutupan prosesus
vaginalis yang tidak
sempurna

Post-Op
Penatalaksanaan
pembedahan

Hospitalisasi

RISIKO
KESEPIAN

Klien
mengeluh nyeri

NYERI
KERUSAKAN
INTEGRITAS KULIT

Adanya Luka
Insisi
Pajanan
patogen

RISIKO
INFEKSI

DAFTAR
PUSTAKA

1. Mitchell, R; et al. 2008. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit Robbins Cotran. Jakarta: EGC.
2. Behrman R.E, Kliegman R.M & Arvin, A.M. 2000. Nelson Ilmu Kesehatan Anak edisi: 15,
vol. 2. Jakarta : EGC
3. Noviana, Anna. 2011. Referat Ilmu Bedah: Hidrokel. Makalah. Dipublikasikan. Bandung:
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.
4. Purnomo, Basuki B. 2003. Dasar-Dasar Urologi. Edisi kedua. Malang: Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya.
5. Purnomo, et al. 2010. Pedoman Diagnosis dan Terapi SMF Urologi Laboratorium Ilmu Bedah.
Malang: Universitas Brawijaya.
6. Nanda International. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012 - 2014.
Jakarta: EGC
7. Doctherman JM, Bulecheck GN. 2008. Nursing interventions classification (NIC). 5th ed.
USA: Mosby