Anda di halaman 1dari 2

Osteomielitis

Pendahuluan
Osteomielitis merupakan suatu penyakit yang menyerang tulang ataupun sumsum tulang.
Penyakit ini menurunkan kualitas hidup karena pada kasus kronik, osteomielitis hanya dapat
ditangani dengan reseksi radikal atau amputasi. Infeksi kronik dari penyakit ini pun dapat
terulang kembali dalam bentuk eksaserbasi akut.

Definisi
Osteomielitis adalah inflamasi pada tulang atau sumsum tulang yang disebabkan adanya
infeksi oleh organism. Tulang umumnya resisten terhadap kolonisasi bakteri. Hal-hal seperti
trauma, pembedahan, adanya benda asing, atau prostesa dapat mengganggu integritas tulang dan
menyebabkan tulang mengalami infeksi. Osteomielitis dapat juga berasal dari penyebaran secara
hematogen setelah terjadinya bakteriemia.

Etiologi
Osteomielitis dapat terjadi setelah terjadinya benturan pada 47% kasus. Penyebab mayor
dari osteomielitis mencakup insufisiensi vascular (terutama pada orang yang diabetes; 34%) dan
penyebaran secara hematogen.

Patofisiologi
Normalnya tulang resisten terhadap infeksi, namun ketika mikroorganisme terpapar pada
tulang secara hematogen dari struktur disekitarnya atau inokulasi langsung yang berhubungan
dengan pembedahan atau trauma, osteomielitis dapat terjadi. Infeksi pada tulang dapat terjadi
akibat pengobatan terhadap trauma, yang dapat menyebabkan patogen untuk memasuki tulang
dan berproliferasi dalam jaringan yang mengalami trauma. Ketika infeksi pada tulang bertahan
selama berbulan-bulan, infeksi ini disebut sebagai osteomielitis kronik dan dapat disebabkan
oleh lebih dari satu jenis mikroba. Semua tulang adalah subjek dari infeksi, namun ekstremitas
bawah adalah yang sering mengalami penyakit ini.
Faktor-faktor yang penting dalam patogenesis osteomielitis termasuk virulensi organisme
yang menyerang, penyakit yang sedang diderita, status imun dari host, lokasi, dan vaskularisasi
dari tulang. Osteomielitis akibat ekstraksi gigi sering berhubungan dengan bakteri Streptococcus
viridians.

Gejala Klinik
Osteomielitis sering didiagnosis secara klinis dengan gejala yang tidak spesifik seperti
demam, menggigil, kelelahan, letargi, iritabilitas. Tanda-tanda klasik dari inflamasi, termasuk
nyeri lokal, pembengkakan (oedem), atau kemerahan, dapat timbul dan umumnya hilang dalam
5-7 hari.
Pada pemeriksaan fisik, bekas luka atau kelainan pada penyembuhan luka dapat dicatat
sebagai tanda dari inflamasi. Jarak pergerakan (range of motion), deformitas, dan tanda lokal
seperti gangguan vaskularisasi dapat dilihat pada ekstremitas yang bersangkutan.

Diagnosis
Diagnosis dari osteomielitis dapat ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan penunjang
seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi, biopsi tulang. Pemeriksaan
laboratorium yang dilakukan mencakup hematologi lengkap, kultur darah. Untuk pemeriksaan
radiologi dapat dilakukan foto rontgen, CT scan, MRI, bahkan kedokteran nuklir. Biopsi tulang
yang dilakukan umumnya adalah open bone biopsy dengan pemeriksaan histopatologik untuk
menentukan organisme penyebab osteomielitis.

Penatalaksanaan
Terapi dari osteomielitis dapat berupa terapi obat maupun terapi bedah. Terapi obat yang
umum digunakan tergantung dari organisme penyebab osteomielitis. Bila penyebabnya adalah
bakteri tentunya dapat digunakan antibiotic baik oral maupun parenteral. Untuk penatalaksanaan
dengan terapi bedah dapat dilakukan drainage, extensive debridement dari jaringan nekrotik, dan
restorasi dari pembuluh darah.

Komplikasi
Komplikasi yang jarang terjadi termasuk cellulitis, kontraktur fleksi, oedem pada tungkai,
dan rotasi fragmen tulang dengan malunion. Komplikasi tersering dari osteomielitis pada anakanak adalah infeksi tulang yang berulang.