Anda di halaman 1dari 104

1

Pengantar Grup
Misalkan
Grup dihedral order 8
Tabel operasi atau tabel Cayley
Tertutup
Identitas
Invers
Komutatif, abelian
Asosiatif

Grup Dihedral
Dn disebut grup dihedral order 2n, juga
disebut grup simetri n-gon biasa.
Plane symmetry
1

Symmetron
Grup simetri
Refleksi melalui garis L
Grup rotasi siklik order n

2
Grup
Definisi dan Contoh Grup
Definisi Operasi Biner
Misalkan G adalah suatu himpunan. Operasi
biner pada himpunan G adalah suatu fungsi
yang memasangkan setiap pasangan terurut
unsur-unsur di G ke unsur di G.
Definisi Grup
Misalkan G himpunan tidak kosong bersama
dengan operasi biner (biasanya disebut
perkalian)
yang
memasangkan
setiap
pasangan terurut (a, b) unsur-unsur dari G ke
unsur dari G dinotasikan dengan ab. G
disebut grup dengan operasi tersebut jika
tiga sifat berikut dipenuhi.
1. Asosiatif
3

Operasi bersifat asosiatif, yaitu (ab) c = a


(bc) untuk setiap a, b, c anggota G.
2. Identitas
Ada elemen e (disebut identitas) dalam
G, sehingga ae = ea = a untuk setiap a
anggota G.
3. Invers
Untuk setiap a anggota G, terdapat
elemen b anggota G (disebut invers dari
a) sedemikian rupa sehingga ab = ba = e.
Suatu himpunan yang memenuhi ketiga
sifat di atas, di mana setiap pasangan
elemen yang dikombinasikan menghasilkan
elemen yang tetap berada dalam himpunan
tersebut disebut memenuhi kondisi tertutup
(closure). Pastikan untuk memeriksa sifat
tertutup ketika menguji suatu himpunan
termasuk grup atau bukan. Sebagai catatan
tambahan, jika a adalah invers dari b maka b
adalah juga invers dari a.
Jika suatu grup memenuhi sifat ab = ba
untuk setiap pasangan unsur a dan b, maka
grup tersebut Abelian. Jika sebaliknya
disebut non-Abelian.

Contoh 1
4

Himpunan bilangan bulat Z (berasal dari


bahasa Jerman yang berarti Zahlen),
himpunan bilangan rasional Q (quotient), dan
himpunan bilangan real R semuanya
merupakan
grup
dengan
operasi
penjumlahan biasa. Identitas dari masingmasing grup tersebut adalah 0 dan invers
dari a adalah a.
Contoh 2
Himpunan bilangan bulat
perkalian biasa bukanlah
identitas, namun sifat ke-3
terpenuhi. Misalnya, tidak
sehingga 5b = 1

dengan operasi
grup. 1 adalah
suatu Grup tidak
ada bilangan b

Contoh 3
Himpunan bagian {1, - 1, i, -i} dari bilangan
kompleks adalah grup terhadap perkalian
kompleks. -1 adalah invers bagi dirinya
sendiri, sedangkan invers i adalah -i
begitupun sebaliknya.
Contoh 4
Himpunan bilangan rasional positif Q+ adalah
grup terhadap perkalian biasa. Invers dari a
adalah 1/a = a-1
Contoh 5

S adalah himpunan bilangan irasional positif


dan bilangan 1 dengan operasi perkalian
yang memenuhi tiga sifat yang diberikan
dalam definisi suatu grup tetapi bukan grup.
2 . 2=2 , jadi S tidak tertutup terhadap
operasi perkalian.
Contoh 6

[ ]
a b
c d

Diketahui matriks 2 x 2

. Himpunan

semua matriks 2 x 2 dengan unsur bilangan


riil adalah grup dengan operasi penjumlahan
componentwise.

[ ][ ][

a1 b1 a2 b2
a + a b +b
+
= 1 2 1 2
c1 d1 c2 d2
c1 + c2 d 1 +d 2

Identitas matrix adalah

dari

[ ]
a b
c d

adalah

[ ]
0 0
0 0

a b
c d

Contoh 7

dan invers

Himpunan Zn = {0, 1, ., n 1} untuk n 1


adalah grup dengan operasi penjumlahan
modulo n. Untuk setiap j > 0 dalam Zn, invers
dari j adalah n j. Grup ini disebut grup
bilangan bulat modulo n.
Contoh 8
R* himpunan bilangan riil bukan nol adalah
grup terhadap perkalian biasa. Identitasnya
adalah 1. Invers a adalah 1 / a.
Contoh 9

[ ]
a b
c d

Determinan martiks 2x2

adalah ad -

bc. Jika A adalah matriks 2x2, det A berarti


determinan A.Himpunan

GL (2, R) =

{[ ]|

a b a , b , c , d R , adbc 0
c d

Matriks 2x2 dengan anggota nyata dan


determinan bukan nol adalah kelompok nonAbelian metode operasi

[ ][ ] [

a1 b1 a 2 b 2
a a +b c a b + b d
= 1 2 1 2 1 2 1 2
c 1 d 1 c2 d 2
c 1 a 2+ d1 c 2 c 1 b2 +d 1 d 2

Contoh 10
7

Himpunan matriks 2x2 dengan anggota


bilangan real bukanlah kelompok metode
operasi yang didefinisikan pada contoh 9.
invers tidak ada saat determinannya 0.
Sekarang kita telah menunjukkan bagaimana
membuat subset dari bilangan real dan
subset dari himpunan matriks 2x2 dalam
kelompok multiplikatif, kita selanjutnya
mempertimbangkan perkalian bilangan bulat
dalam modulo n.
Contoh 11
Untuk setiap n > 1, kita mendefinisikan U(n)
untuk menjadi himpunan semua bilangan
bulat positif kurang dari n dan relatif prima
dengan n. maka U(n) adalah grup bawah
perkalian modulo n. (kita tinggalkan sebagai
latihan bukti bahwa set ini tertutup terhadap
operasi ini.)
Untuk n = 10, kita memiliki U(10) = {1, 3, 7,
9}. tabel Cayley untuk U(10) adalah
mod
10
1
3
7
9

1
3
7
9

3
9
1
7

7
1
9
3

9
7
3
1

(ingat bahwa ab mod n adalah biangan bulat


8

r unik dengan properti ab = nq + r, dimana 0


r <n dan ab adalah perkalian biasa.) dalam
hal ini bahwa n adalah prima U(n)={1, 2,
., n-1}.
Dalam buku aljabar klasiknya der Lehrbuch,
yang diterbitkan pada tahun 1899, Heinrich
Weber memberikan perlakuan yang luas dari
kelompok U (n) dan dideskripsikan mereka
sebagai contoh yang paling imporant dari
grous Abelian terbatas.
Contoh 12
Himpunan {0,1,2,3} adalah bukan kelompok
metode perkalian modulo 4. Meskipun 1 dan
3 memiliki invers, unsur-unsur 0 dan 2 tidak.
{0,1,2,3} bukan grup
Pembuktiannya:
1. Asosiatif
Misal:
1 ( 2 . 3 ) = (1 . 2) 3
6
=
6 benar asosiatif
Syarat 1 terpenuhi
2. Identitas
{0, 1, 2, 3} memiliki identitas yaitu 1
Syarat 2 terpenuhi
3. Invers
{0,1,2,3}
Invers 0
9

Misal:

0x0=0
0x1=0
0x2=0
0x3=0
Maka 0 tidak memiliki invers
Invers 1
1 x 1 = 1 maka invers 1 adalah 1
Invers 2
2x0=0
2x1=2
2x2=4
2x3=6
Maka 2 tidak memiliki invers
Invers 3
3 x 1 = 3 = 1 mod 4 maka invers 3
adalah 1
Syarat 3 tidak terpenuhi
Contoh 13
Himpunan
bilangan
bulat
operasi
pengurangan bukan grup, karena operasi
tidak asosiatif.
Dengan contoh yang diberikan jauh sebagai
panduan, adalah kebijakan bagi pembaca
untuk
berhenti
sejenak
di
sini
dan
memikirkan contoh sendiri. belajar aktif!
tidak hanya membaca bersama dan disuapi
oleh buku.
Misalkan :
{0,1,2,3,4}
10

Asosiatif
(1 2) 3 = 1 (2 3)
-1 3 = 1 (-1)
-4 2
Berarti terbukti bahwa bilangan bulat dengan
operasi pengurangan adalah bukan group
Contoh 17:
SL (2, Z5)

{ 0, 1,2, 3,4 }

Z5 =

Carilah invers matrik A =


Determinan A

[ 34 44]

= ad bc

= 12 16 = -4 = 1 mod 5
44
[4
3]

Invers A =

Cek

[ 34 44] [ 4131]

[ 4131]
=

Contoh 18

11

[1620 1516 ]

[1010]

GL (2, Z7)
Z7 =

{ 0, 1,2, 3, 4,5, 6 }

[ 46 53]

Carilah invers matrik A =


Determinan A

= ad bc

= 12 30 = -18 = 3 mod 7
Invers 3 mod 7 adalah 5 mod 7
karena 3.5 = 15 = 1 mod 7
Invers A
.5
[63 .55
.5 4 .5 ]
[5136 ]

Cek

[13.5.524 .5.5 ]
[ 46 53]

[5136 ]

[1010]
Soal dan Pembahasannya
12

[155 2010]

[29213642]

1. Tunjukkan apakah Z15 grup!


2. Buatlah tabel Cayley untuk U(15) dan
buktikan apakah U(15) grup?
3. Tentukan invers dari

[ 34 24]

pada GL(2,

[ 34 23]

pada SL(2,

Z5)!
4. Tentukan invers dari
Z5)!
5. Tunjukkan bahwa {1, 2, 3} dengan
operasi perkalian modulo 4 bukanlah
grup sedangkan {1, 2, 3, 4} dengan
operasi perkalian modulo 5 adalah grup!
Pembahasan
{1, 2, 3} mod 4 dengan operasi perkalian
adalah bukan grup.
Syarat Grup:
1. Asosiatif, sebab 1 (2 . 3) = (1 . 2) 3
2. Identitas, yaitu 1
3. Tidak memiliki invers, karena:
1 . 1 = 1 maka invers 1 adalah 1
2. 1
3 . 3 = 9 = 1 mod 4 maka invers 3
adalah 3

13

Karena 2 tdak mempunyai invers, maka {1,


2, 3} adalah bukan grup
{1, 2, 3, 4} mod 5 perkalian adalah
grup
Syarat grup:
1. Assosiatif, karena
(2 . 3) . 4 = 2 . (3 . 4)
1.4=2.2
4=4
2. Identitas
Yaitu 1 merupakan identitas
3. Invers
1 . 1 = 1 invers 1 adalah 1
2 . 3 = 6 1 mod 5, maka invers 2
adalah 3
3 . 2 = 6 1 mod 5, maka invers 3
adalah 3
4 . 4 = 16 1 mod 5, maka invers 4
adalah 4
No. 5, hal 52
GL (2, Z11)
Z11 = {0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}

14

Invers matrik

A=

[ ]
2 6
3 5

Det. A = ad bc
= 10 18 = -8 = 3 mod 11
Invers determinan 3 mod 11 adalah 4,
karena 3 . 4 = 12 = 1 mod 11
InversA

][

][

][ ]

5 6
5 .4 5 .4
20 20
9 9
=
=
=
3 2
8 .4 2.4
32 8
10 8

Cek

[ ][ ] [

][ ]

2 6 9 9 = 78 66 = 1 0
3 5 10 8
77 67
0 1

No. 25, hal. 53


+
E
A
B
C
D

E
E
A
B
C
D

a
a
b
c
d
e

B
B
C
D
E
A

c
c
d
e
a
b

d
d
e
a
b
c

+
0
1

0
0
1

1
1
2

2
2
3

3
3
4

4
4
0

15

2
2
3
4
0
1
3
3
4
0
1
2
4
4
0
1
2
3
Penyelesaiannya dengan menggunakan
operasi penjumlahan.
SIFAT-SIFAT DASAR DARI GROUP
Sekarang kita dapat melihat banyak macam contoh dari
sebuah group. Kami ingin memberi kesimpulan beberapa
sifat yang mereka berikan. Definisi itu sendiri
memunculkan pertanyaan yang fundamental. Setiap
group memiliki satu identitas. Pertanyaannya apakah
group memiliki identitas lebih dari satu? Setiap group
memiliki satu invers. Pertanyaannya apakah group
memiliki invers lebih dari satu? Sekarang tidak bisa
membuktikan bahwa setiap group memiliki identitas
tunggal hanya dilihat dari contohnya, karena setiap
contoh tidak dapat dipisahkan dari sifat yang tidak bisa
diberikan oleh setiap group.
Teorema 2.1 Ketunggalan Dari Suatu Identitas
Di dalam sebuah group, hanya ada 1 element
identitas
Bukti. Andaikan kedua ini e dan e adalah identitas dari
G. Lalu,
1. ae = a semua bagian a dalam G, dan
2. ea = a semua bagian a dalam G.
Pilihan dari a = e adalah yang nomor satu (1)
dan a = e adalah yang nomor dua (2) hasilnya adalah ee
16

= e dan ee = e. Dengan demikian e dan e adalah sama


dengan ee dan begitu juga sama pada setiap lainnya.
Jadi pada intinya, bahwa dalam satu group itu hanya ada
satu (1) identitas, penyimbolan identitas, penyimbolan
identitas dalam group adalah e (karena berasal dari
bahasa Jerman, Einheit yang berarti identitas).
Teorema 2.2 Pembatalan
Didalam group G dari kanan ke kiri dengan
menggunakan hukum didalam pembatalan yang saling
berkaitan dengan ba = ca yang mengakibatkan b = c,
dan ab = ac mengakibatkan b =c.
Bukti. Dengan menggangap bahwa ba = ca. Maka a
adalah invers dari a. Kemudian, dikalikan dari kanan
untuk a menghasilkan (ba)a =(ca)a. Maka akan
menghasilkan sifat asosiatif b(aa) = c(aa). Kemudian,
be = ce dan maka dari itu, b = c. Lalu, kita membuktikan
bahwa ab = ac implikasi dari
b = c. Perkalian a dari
kiri.
Pemecahan masalah yang ada didalam sifat cancellation
yang ada didalam tabel Cayle yang telah dibahas dengan
menggunakan tabel dan kolom. (lihat latihan no. 24).
Pemecahan sifat cancellation akan lebih diperdalam
didalam materi Ketunggalan dari Invers.
Teorema 2.3 Ketunggalan Dari Invers
Untuk setiap elemen a dalam group G, ada sebuah b
elemen tunggal dalam G sehingga ab = ba = e

17

Bukti. Jika b dan c keduanya invers dari a. maka ab = e


dan ac = e, sehingga ab = ac itu. Sekarang abaykan a.
Seperti yang terjadi dengan elemen identitas, itu adalah
biasa, dalam pandangan Teorema 2.3, untuk berbicara
tentang "invers" dari elemen group g; dan, pada
kenyataannya, kita jelas dapat menunjukkan itu dengan
g-1. Notasi ini disarankan dengan yang digunakan untuk
bilangan real biasa terhadap perkalian. Sama, ketika n
adalah bilangan bulat positif, gn digunakan untuk
menunjukkan hasil.
gg..............g (n faktor)
Kita mendefinisikan g0 = e. Bila n negatif, kita
mendefinisikan gn = (g-1)-n [misalnya, g-3 = (g-1)3] dengan
notasi, hukum akrab eksponen pegangan untuk group;
berlaku untuk semua bilangan bulat m dan n dan semua
elemen group g, kami telah gmgn = gm+n dan (gm)n = gmn.
Walaupun salah satu cara memanipulasi ekspresi group
yang melibatkan dua elemen group. Sehingga untuk
group umum, (ab)n anbn (lihat latihan no. 15).
Kita juga harus berhati-hati dengan notasi ini ketika
berhadapan dengan group tertentu yang pasangan
operasinya adalah penambahan dan menyatakan dengan
"+". Dalam hal ini, definisi dan properti group
dinyatakan dalam notasi perkalian harus diartikan ke
notasi penjumlahan. Misalnya, invers g ditulis sebagai
-g, demikian juga misalnya g3di tulis g + g + g dan
biasanya di tulis seperti 3g, sedangkan g-3 di tulis (-g) +
(-g)+(-g) dan ditulis seperti -3g. Notasi penjumlahan.
Tabel 2.2
18

Group Perkalian
a.b
Perkalia
atau
n
ab
e atau Identita
1
s atau
satu
a-1
Perkalia
n invers
dari a

Group Pembagian
a+b
Pembagi
an

an

na

ab-1

Power
dari a
Hasil
bagi

Nol

-a

Penjumla
han
invers
dari a
Perkalian
dari a
Penguran
gan

a-b

yang digunakan, jangan "ng" sebagai menggabungkan n


dan g di dalam operasi group; n bahkan mungkin tidak
menjadi unsur group! tidak seperti kasus untuk bilangan
real dalam group abstrak, kami tidak mengizinkan
eksponen bukan bilangan bulat seperti g. Pada Tabel
2.2 menunjukkan notasi umum dan terminologi yang
sesuai dengan group dalam perkalian dan penjumlahan
dalam group. Seperti dalam kasus untuk bilangan real,
kita menggunakan a-b sebagai singkatan untuk a+(-b).
Karena mempunyai sifat asosiatif, kita jelas dapat
menulis tanda abc, untuk hal ini dapat diartikan sebagai
hanya cukup (ab)c atau a(bc), yang sama. Pada
kenyataannya, dengan induksi menggunakan dan
penerapan berulang dari sifat asosiatif, seseorang dapat
19

membuktikan sebuah sifat asosiatif umum bahwa pada


dasarnya berarti kurung dapat dimasukkan atau dihapus
tanpa akan mempengaruhi nilai suatu hasil yang
melibatkan jumlah elemen group. Demikian
a2 ( bcdb2 ) =a2 b ( cd ) b2=( a2 b ) ( cd ) b2=a ( abcdb ) b ,
dan sebagainya.
CATATAN SEJARAH
Kami menutup bab ini dengan sedikit sejarah mengenai
sifat tidak komutatif dari matrik perkalian. Pada tahun
1925, Teori Kuantum merupakan teori yang penuh
dengan mengubah dan menyusun ambiguitas. Dia
Werner Heisenberg yang berpengaruh pada hal tersebut.
Dia mengamati hasil dari teori analogi yang tidak perlu
merubah seri klasik Fourier. Atas semua kegigihannya
yang mengguncangkan Heisenberg. Seperti dalam
suratnya [Bab 2, hal 94]:
Dalam penelitian, saya sangat tidak setuju tentang
fakta xy yang tidak sama dengan yx. Saya rasa itu
hanya sebuah kesukaran dalam keseluruhan rencana,
sebaliknya saya sangat bahagia. Namun kesukaran ini
membuat saya sangat khawatir dan saya tidak dapat
memecahkan masalah itu.
Heisenberg berbicara kepada gurunya Max Born, jika
ide-idenya dipublikasikan akan sangat berharga. Dengan
munculnya pendekatan baru milik Heisenberg sangat
mengagumkan dan sangat mendalam. Seperti dalam
tulisannya [Bab 1, hal 217]:
20

Setelah pengiriman karya ilmiah atau hasil penelitian


Heisenberg untuk Zeitschrift fur Physik agar
dipublikasikan. Saya memulainya dengan
mempertimbangkan simbol perkalian dan akan segera
berbelit-belit mengenai gagasan saya tentang
keseluruhan jumlah dari tidur yang nyenyak pada
malam hari. Saya rasa akhir dari sesuatu hal yang
pokok akan mengalami penyempurnaan dalam
beberapa tahun. Suatu hari, pada tanggal 10 Juli
1925, saya tiba-tiba melihat cahaya, tidak hanya
simbol perkalian Heisenberg, namun kalkulus
matrik. Sejak itu saya mengenalkan kepada murid
saya dari dosen Rosanes di Breslau.
Born dan muridnya, Pascual Jordan, memformulakan
kembali ide Heidenberg di dalam teorema Matrik, tapi
Heisenberg yang mengkreditkan formulanya. Di buku
autobiografinya, Born Lament [Bab 1, hal 219]:
Sekarang, semua Buku berbicara tentang Matrix
Heisenberg, Hukum Commutation Heisenberg, dan
Direc Filed Quantization. Kenyataanya, Heisenberg
tahu waktu sangat sedikit untuk mempelajari matrik.
Pada tahun 1933, ia menerima hadiah Nobel untuk
karyanya selama ini. Lalu ia mengirim surat kepada Max
Born [Bab 1, hal 220]:
Jika saya selama ini belum menuliskan sesuatu
kepada anda, dan saya belum berterima kasih atas
ucapan selamat anda. Itu karena sebagian dalam diri
saya buruk, yang tidak menghormati anda. Dan
kenyataanya saya mendapatkan hadiah Nobel Prize
21

sendiri, untuk pekerjaan yang saya, kamu dan Jordan


lakukan di Gottingen, dan ini membuat saya berat
dalam menuliskan surat ini kepada anda. Saya senang
upaya yang kita lakukan bersama di beri apresiasi
atau penghargaan, dan saya selalu senang tentang
ingatan-ingatan kebersamaan dan kerja sama kita.
Saya sangat percaya, para fisikawan-fisikawan tahu
betapa hebatnya anda dan Jordan dalam kontribusi
kalian dalam menyusun teori Kuantum, walaupun
tidak merubah keputusan. Mungkin saya perlu
berterima kasih lagi atas kerjasama yang telah kita
lakukan selama ini.
Certia pun berakhir indah, bagaimanapun Max Born
tetap mendapatkan hadiah dari Nobel di tahun 1945
untuk Landasan Kuantum yang ia kemukakan.
Latihan (Hal. 52 dan 53)
5. Carilah unsur invers dari 2
Z11).
3 5

6 elemen di GL (2,

Jawaban:
2
3

6
5

elemen

di

Det = (2 . 5) (3 . 6)
= 10 -18
= -8

22

GL

(2,

Z11).

= 3 mod 11
GL (2, Z11)
Invers:

Bukti:

a
c

b
d

2
3

6
5

2
3

6
5

d -b
-c a
=

5 -6
-3 2

5.4
8.4

9 9
10 8

9 9
10 8

5.4
2.4

1
0

0
1

17. Buktikan bahwa group G adalah abelian jika dan


hanya jika (ab)-1 = a-1 b-1 untuk semua a dan b di G.
Jawaban:
(ab)- 1 = a-1b-1 untuk semua a dan b di G
Bukti: a group G = abelian
(ab)a-1 b -1

= a(b.b-1).a-1
= a.e.a-1
=e
23

(ab)(a-1b-1)

= abelian

18. Di dalam group, buktikan bahwa (a-1)-1 = a untuk


semua a.
Jawaban:
(a-1)-1 = a
G = {a}
Dengan menggunakan identitas: (am)n = amxn
Maka: (a-1)-1

1
( )
a

1
1
a

=a

24

3
FINITE GROUPS; Subgroup
Definisi Order Sebuah Grup
Bilangan yang termasuk dari sebuah grup (terhingga/tak
terhingga) disebut order. Kita akan menggunakan G
.untuk melambangkan orde dari G
Jadi, grup Z dari bilangan bulat dengan operasi
penjumlahan mempunyai order yang tak terhingga.
Sedangkan grup U(10) ={1, 3, 7, 9} dengan operasi
.perkalian modulo 10 mempunyai 4 order
Definisi Order Sebuah Elemen
Order dari sebuah elemen/unsur g dalam grup G
merupakan bilangan bulat positif terkecil n seperti gn = e
(dalam notasi penjumlahan, ini akan menjadi ng = 0).
Jika tidak ada bilangan bulat, kita katakan g mempunyai
order yang tak terhingga. Order dari sebuah elemen g
.dilambangkan dengan g
Jadi, untuk menemukan order dari sebuah elemen grup g,
yang kamu butuhkan hanya menghitung urutan dari hasil
g1,g2 ,g3 , ..... Sampai kamu mendapatkan identitas untuk
pertama kali. Eksponen dari hasil ini (atau koefisien jika
operasinya penjumlahan) adalah order dari g. Jika

25

identitas tidak pernah muncul dalam urutan, maka g


.mempunyai order yang tidak terbatas
Contoh 1
Anggap U(15) = {1, 2, 4, 7, 8, 11, 13, 14} dengan
operasi perkalian modulo modulo 15. untuk mencari
orde 7, katakan kita menghitung urutan 71 = 7, 72 = 4, 73
= 13, 74 = 1. maka 7 = 4. untuk mencari order 11, kita
menghitung 111 = 11, 112 = 1, maka 11 = 2. perhitungan
yang sama menunjukkan bahwa 1 = 1, 2 = 4, 4 = 2,
8 = 4, 13 = 4, 14 = 2. [disini ada sebuah trik yang
membuat perhitungan jadi lebih mudah. Lebih suka
menghitung urutan 131 , 132 , 133 ,134 , kita boleh
memeriksa dengan 3 = -2 modulo 15 (sebab 13 +2 = 0
mod 15) maka dari itu 13 = (-2) = 4, 13 = -2.4 = -8, 13 =
(-2)(-8) = 1] .
Penjabaran:
U (15) ={1,2,4,7,8,11,13,14 }

|U (15)|=8
order of an elemen

|1|=1

1
karena 1 =1=1 mod 15

2=2

2 =2

26

2 =4

2 2=4

23=8

2 2 2=8

24 =16=1 mod 15 , 2 2 2 2=16=1


5

2 =2
6

2 =4
27=8
28=1
9

2 =2

|2|=4
|14|=2
Contoh 2
Z10 dengan operasi penjumlahan modulo 10. sebab 1 . 2
= 2, 2 . 2 = 4, 3 . 2 = 6, 4 . 2 = 8, 5 . 2 = 0, kita tahu
bahwa 2 = 5. perhitungan yang sama menunjukkan 0
= 1, 7 = 10, 5 = 2, 6 = 5.

27

Contoh 3
Z dengan penjumlahan biasa. Disini setiap elemen yang
bukan nol mempunyai order yang tak terbatas, karena
urutan a, 2a, 3a, ... Tidak pernah sama dengan 0 ketika a
0.
Perseptif pembaca mungkin telah memperhatikan di
antara kelompok sampel kami dalam bab 2 bahwa
beberapa adalah himpunan bagian dari orang lain dengan
operasi biner yang sama. kelompok dalam sampel 17
dengan entri nyata, misalnya, adalah bagian dari
kelompok dalam contoh 9. Demikian pula, kelompok
bilangan kompleks {, 1 -1, i,-i} adalah himpunan bagian
dari kelompok yang dijelaskan dalam Contoh 14 untuk n
sama dengan kelipatan dari 4. Situasi ini muncul begitu
sering bahwa kami memperkenalkan istilah khusus untuk
menggambarkan hal itu.
Definisi Subgrup
Jika subset H kelompok G sendiri operasi Inder
kelompok G, H kita katakan adalah subkelompok G.
Kami menggunakan notasi H G berarti H adalah
subgrup G. Jika kita ingin menunjukkan bahwa H adalah
subgrup dari G, tetapi tidak sama dengan g sendiri, kita
menulis H < G. Subgrup seperti ini disebut sub-grup
sejati. Subgrup {e} disebut subgrup trivial G. Subgrup
yang tidak {e} adalah disebut subgrup trivial dari G.
Perhatikan bahwa Z_n dalam modulo n adalah subgrup
dari Z dengan operasi penjumlahan, karena penjumlahan
modulo n adalah bukan operasi dari Z.
28

SUBGROUP TESTS
Ketika menentukan apakah atau tidak H subset dari
sebuah kelompok G merupakan subgrup dari G, orang
tidak perlu langsung memverifikasi aksioma grup. Tiga
berikutnya memberikan hasil tes sederhana yang cukup
untuk menunjukkan bahwa himpunan bagian dari
kelompok adalah sebuah subgroup.

Theorema 3.1

Satu Langkah Uji Subgroup

Misalkan G menjadi kelompok dan H tidak kosong


subset dari G.then, H adalah subgroup dari G adalah H
kapanpun a dan b berada dalam H (dalam notasi aditif, H
adalah subgrup jika a - b di H setiap kali dan b berada
dalam H).
Bukti. Sejak pengoperasian H adalah sama dengan G,
jelas bahwa operasi ini adalah associative. next, kita
menunjukkan e yang ada di H. sejak H tidak kosong, kita
dapat memilih beberapa x di H. kemudian membiarkan
a= x dan b = x dalam hipotesis, kita memiliki e =
xx1 = ab1 adalah H. untuk memverifikasi bahwa
x adalah di H ketika x adalah di H, semua yang perlu
kita lakukan adalah memilih e = dan b = x dalam
pernyataan dari teorema. Akhirnya, bukti tersebut akan
lengkap bila kita menunjukkan bahwa H ditutup, yaitu
jika x, y milik H, kita harus menunjukkan xy yang ada di
H juga. Baik, kita telah menunjukkan bahwa y adalah
29

adalah H kapan y, maka a = x dan b =


1 1

kita telah xy = x ( y

= ab

ada di H.

Meskipun kami telah dijuluki teorema 3.1 "satu langkah


uji subgroup," sebenarnya ada empat langkah yang
terlibat dalam menerapkan teorema. (Setelah Anda
mendapatkan beberapa pengalaman, tiga langkah
pertama adalah rutin)
Perhatikan kesamaan antara tiga langkah terakhir yang
terdaftar di bawah dan tiga langkah yang terlibat dalam
prinsip induksi matematika.
1. Mengidentifikasi properti P yang membedakan
unsur-unsur H, yaitu, mengidentifikasi kondisi yang
menentukan.
2. Buktikan bahwa identitas memiliki aset P. (ini
membuktikan bahwa H tidak kosong)
3. Asumsikan bahwa dua elemen a dan b memiliki
properti P.
4. Gunakan asumsi tentang a dan b untuk menunjukkan
1
bahwa ab
memiliki aset P
Prosedur ini diilustrasikan dalam contoh 4 dan 5
Contoh 4
Misalkan G menjadi kelompok belian A dengan identitas
2
e. maka H= { X G X = } adalah subgroup G.
disini, mendefinisikan properti H adalah kondisi
2
e. jadi, pertama kita perhatikan bahwa e = e

30

X2 =

sehingga H adalah nonempy. Sekarang kita asumsikan


2
2
bahwa a dan b milik H. ini berarti a = e dan b
=
1
e. akhirnya, kita harus menunjukkan bahwa ( ab =
1
1
e.. karena G adalah abelian, ( ab
) = ab

ab1 = a2 ( b1 ) = ee1 = e. Oleh karena itu,


ab1 milik H dan, dengan uji sub kelompok satu
langkah, H adalah subgroup G.
Dalam banyak kasus, sub-grup akan terdiri dari semua
elemen yang memiliki bentuk khusus. Di sini, properti P
adalah bentuk khusus.
Contoh 5
Misalkan G menjadi kelompok abelian terhadap
2
perkalian dengan identitas e. maka H ={ x | x
G } adalah subgroup G. (dalam kata-kata, H adalah
2
himpunan semua "kotak.") sejak e =e ,

identitas

memiliki bentuk yang benar. Selanjutnya kita menulis


dua elemen dari H dalam bentuk yang benar, katakanlah
2
2
, a dan b . Kita harus menunjukkan bahwa
2

2 1

a (b )

juga memiliki bentuk yang benar, yaitu


1

2 2
sebuah a ( b )

adalah kuadrat dari beberapa elemen.

31

2 1

Karena G adalah Abelian, kita dapat menulis a ( b )

ab
2
sebagai (1) yang merupakan bentuk yang benar.

demikian, H adalah subgroup G.


Bagaimana Anda membuktikan bahwa subset dari
kelompok bukanlah sebuah subgroup? Berikut adalah
tiga cara yang mungkin, salah satu yang menjamin
bahwa subset bukan merupakan sub kelompok:
1. Tunjukkan bahwa identitas tidak di set.
2. Menunjukkan sebuah elemen dari set yang
terbalik tidak di set.
3. Menunjukkan dua elemen dari himpunan yang
produk tidak di set.
Contoh 6
Misalkan G adalah grup bilangan real nol dalam
perkalian, H = {x G x = 1 or irrational} dan
K={x

G | x 1 }kemudian H. Tidak subgroup G


sejak (2) H tetapi 2. 2 = 2 H.also, K bukan
1

subgroup sejak 2 K tetapi 2

K.

Awal mahasiswa biasanya lebih memilih untuk


menggunakan teorema berikutnya bukan Teorema 3.1

32

Teorema 3.2

Dua Langkah Uji Subgroup

Misalkan G menjadi kelompok dan H tidak kosong


subset G. Kemudian, H adalah subgrup dari G jika ab
H jika a, b H (tertutup terhadap perkalian) dan
a1 H setiap kali a H (tertutup di bawah invers
mengambil)
BUKTI. Dengan Teorema 3.1, itu sudah cukup untuk
1
menunjukkan bahwa a, b H menyiratkan ab

H. Jadi, kami menganggap bahwa a, b H.

Karena H ditutup melakukan invers, kami juga memiliki


1
1
H dengan penutupan terhadap
b
H. ab
perkalian.
Ketika berhadapan dengan kelompok terbatas, lebih
mudah untuk menggunakan tes subgroup berikut.
Teorema 3.3

Uji Hingga Subgroup

H subset terbatas tidak kosong dari suatu kelompok G.


kemudian, H adalah subgrup dari G jika H ditutup di
bawah pengoperasian G

33

BUKTI. Mengingat Teorema 3.2, kita hanya perlu


1
membuktikan bahwa a
H setiap kali. jika a
1
H maka a = ,kemudian a
kita sudah selesai.

Jika e , pertimbangkan urutan sebuah,


2
3
sebuah , a , a .. Sejak H adalah terbatas

dan penutupan mengimplikasikan bahwa semua


kekuatan positif dari dalam H, tidak semua elemen ini
i
j
berbeda. Katakanlah, a = a dan i > j. Kemudian
ai j = e, dan sincen a
i j

a.a

i j 1

,Jadi, i j > 1,demikian


i j1

= e dan, karena itu, . a


i j1

. Tapi, i j- 1 1 menyiratkan a

H dan

kita selesai.
Teorema 3.4

a adalah Subgroup

Misalkan G adalah grup, dan misalkan a adalah


beberapa elemen G. Kemudian, a adalah a
subgroup G.
BUKTI. Ketika a a , a

a . Kemudian, an. (am) -1 = a n-m


a ; maka, dengan teorema 3.1, a adalah a

Misalkan, an , am

adalah tidak kosong.

34

subgroup G.

a disebut subgroup siklik dari G yang


dihasilkan oleh a. Dalam hal itu G = a kita katakan
Subgroup

G adalah siklik dan a adalah sebuah generator


(penghasil) dari G. (sebuah group siklik boleh memiliki
banyak generator/penghasil) meskipun bahwa daftar. . . ,
a-2, a-1, a0, a1, a2,. . . tak terbatas banyak entrie, himpunan
{a n n Z} mungkin hanya memiliki banyak bilangan
element yang terbatas. Juga perhatikan ini, ketika ai. aj =
ai + j = aj +i = aj. ai, setiap group siklik adalah Abelian
(komutatif).
CONTOH 7 Di U (10), 3 = {3,9,7,1} = U (10),
untuk 31 = 3, 32, = 9 33 = 7, 34 = 1, 35 = 34. 3 = 1. 3, 36 =
34. 32 = 9,. . .; 3-1 = 7 ( karena 3 . 7 = 1), 3-2 = 9, 3-3 = 3, 34
= 1, 3-5 = 3- 4. 3-1 = 1. 7, 3-6 = 3-4. 3-2 = 1. 9 = 9,. . . .
u(10)= {1,3,7,9 }

3 = {3,9,7,1 }=u (10 )

dan

3 adalah generator

dalam u(10)
31=3
32=9
33=7 mod 10

35

3 =1 mod 10
31=7 karena 3 7=1 mod 10 karenainvers
32=9
3

3 =3

CONTOH 8 Di Z10 2 = {2,4,6,8,0}. Ingat, an berarti


na ketika operasi adalah penjumlahan.
z 10={ 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 }

2 = {2,4,6,8,0 }
Keterangan:
2 21=2
2

2 =2.2=4
23=3.2=6
24 =4.2=8
25=5.2=10 0 mod 10
CONTOH 9 Dalam Z, 1

= Z. Di sini setiap entri

dalam daftar. . . , -2 (-1), -1 (-1), 0 (-1), 1 (-1), 2 (-1),. . .


merupakan sebuah elemen group yang berbeda/jelas.
36

z , 1 =z
Keterangan : z =bilangan bulat
,2,1,0,1,2,
Karena dala bilangan bulat yang berlaku operasi
penjumlahan, maka
11=2
11=21=3

Dan
1(1 ) =0
11=01=1

1(1 ) =0 (1 )=1(1 )=2


Contoh 10 Di Dn, group dihedral dari oeder 2n ,
misalkan R menunjukkan suatu rotasi 360 / n derajat.
Kemudian,
= e, Rn + 1 = R, Rn +2 = R2,. . . .
Rn R
360

Demikian pula, R-1 = Rn-1, R-2 = Rn-2, . . sehingga R


= {e, R,. . . , Rn-1}. Kita melihat, maka pangkat dari R
"siklus kembali" secara berkala dengan periode n. Dapat
dilihat, meningkatkan R untuk pangkat positif yang
berurutan adalah sama seperti arah jarum jam yang
berlawanan sekitar perputaran satu node pada satu
waktu, sedangkan peningkatan R untuk pangkat negatif
yang berturut-turut adalah sama dengan seperti searah
jarum jam pada suatu waktu.
37

Rn = e

R-1 = Rn-1
Rn+1 = R
R-2 = Rn-2
Rn+2 = R2

Dalam bab 4 ini kita akan memperlihatkan a =


a, yaitu oeder subgroup yang dihasilkan oleh a
adalah order a itu sendiri (Sebenarnya, definisi a
untuk memastikan validitas dari persamaan ini)
kita selanjutnya mempertimbangkan salah satu subgroup
yang paling penting.
Definisi Pusat dari sebuah Grup
Pusat, Z (G), sebuah group G adalah himpunan bagian
dari elemen-elemen di G dengan merubah setiap elemen
di G. dengan simbol,
Z (G) = { a G|ax=xa untuk semua x diG }
{Notasi Z (G) kata pusat berasal dari jerman yaitu
Zentrum. Istilah ini diciptakan oleh J. A. de Segulerin
1904.]
Center : z ( G )= { a G|ax=xa , x G }
Kalau ada (=) generator, kalau (,) = subgroup.
Teorema 3.5 Pusat Adalah sebuah Subgroup
38
Pusat sebuah group G adalah
sebuah
subgroup di G

BUKTI. Untuk variasi, kita akan menggunakan Teorema


3.2 untuk membuktikan hasil ini. Jelas, e Z (G), maka
Z (G) adalah tidak kosong. Sekarang, misalkan a, b Z
(G). Kemudian (ab) x = a (bx) = a (xb) = (ax) b = (xa) b
= x (ab) untuk semua x di G, dan oleh karena itu, ab
Z (G).
Berikutnya, asumsikan bahwa Z (G). kemudian, kami
mempunyai ax = xa untuk semua x di G. yang kita
inginkan adalah a-1 x = xa -1 untuk semua x di G.
informal, semua yang perlu kita lakukan untuk
mendapatkan persamaan kedua dari Yang pertama adalah
secara bersamaan untuk membawa satu di seberang
tanda sama dengan:
ax = xa

Menjadi x a =a x (hati-hati di sini; group tidak


1

komutatif. a di sebelah kiri dikalikan dengan a


a di sebelah kanan dikalikan dengan a

dan

. Secara

resmi, yang persamaan yang diinginkan dapat diperoleh


dari yang asli dengan mengalikan itu di kiri dan kanan

39

oleh a
1

seperti:
1

a ( ax ) a =a1 ( xa ) a1 ,

( a1 a ) x a1=a1 x ( a a1 ) ,
1

ex a =a xe ,
x a1=a1 x .
Hal ini menunjukkan bahwa a-1Z(G) setiap kali a
adalah.
Untuk Latihan, mari kita menentukan pusat group
dihedral.
Contoh 11 Untuk n 3,
Z (Dn) = {R0, R180} bila n genap
{R0} ketika n adalah ganjil
Kita mulai dengan menunjukkan bahwa Z (Dn) tidak
dapat mengandung sebuah pencerminan. Jika F adalah
sebuah pencerminan, ada dua kasus yang mungkin untuk
sumbu pencerminan untuk F. Entah sumbu ini melewati
simpul dari n-gon, atau bergabung dengan titik tengah
dua sisi berlawanan dari n-gon. Mari kita asumsikan
pertama yang poros melewati simpul. Label n-gon
seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

1
40

2
poros pencerminan untuk F

sekarang, R360/n F
1

R360 / n

F
2

Sedangkan, FR 360/n

R360/n
n

n 1

F
1

Sekarang, R360/n memberikan puncak/simpul 1 untuk


puncak/simpul n, sedangkan FR360/ n simpul 1ke impul 2.
Ketika n 3 , kita mempunyai

41

R 360 F F R 360 ,
n

sedangkan F adalah tidak di tengah di Dn. Argumen


serupa pada aturan diagram berikut keluar refleksi yang
bergabung dengan titik-titik tengah sisi yang berlawanan
(kasus ini muncul ketika n bahkan).

1
n

2
3
poros/sumbu pencerminan

Kami telah membuktikan, bahwa tidak ada


refleksi/pencerminan di tengah Dn.
Selanjutnya, mempertimbangkan rotasi R = Rk.360 / n (1
k <n) di Dn, mari kita asumsikan bahwa 0 0 < K.360/ n
<180 . label n-gon seperti yang ditunjukkan pada
gambar berikut, dan membiarkan F menunjukkan
refleksi di sumbu/poros yang melewati vertex/puncak 1
1
n

Sekarang, FR mengirim simpul 1 ke simpul di sisi kanan


dari sumbu refleksi, sedangkan RF mengirim simpul 1
ke simpul di sisi kiri sumbu seleksi. Dengan demikian,
RF FR. Argumen yang sama menunjukkan bahwa FR
RF ketika 180 <k 360/n <360 . Membuktikan
42

bahwa R0 dan R180 adalah unsur hanya mungkin di pusat


Dn. Bila n adalah bilangan ganjil, Dn tidak memiliki
rotasi 180, dan kita menyerahkan kepada pembaca
untuk menunjukkan bahwa ketika n bahkan, R180
memang bolak-balik dengan setiap anggota Dn.
Meskipun elemen dari kelompok non-Abelian tidak
perlu bolak-balik dengan setiap elemen kelompok, selalu
ada beberapa unsur dengan yang akan bepergian. Untuk
Misalnya, setiap elemen sebuah kemacetan dengan
semua kekuatan a. penelitian ini mendorong definisi
berikutnya dan teorema.
DEFINISI Pemusat a di G
Misalkan a menjadi elemen tetap sebuah grup G.
Pemusat dari a di G. C (a), adalah himpunan semua
elemen dalam G yang pulang pergi dengan a. simbol, C
(a)
=
{g

G
|
ga
=
ag}.
CONTOH 12 Di D4, kita memiliki centralizers (Pemusat)
berikut:
C(R0) = D4 = C(R180),
'
Didalam D4, contoh: R180 D=D
D R 180=D
dimana

'

R180

karena berlaku sifat komutatif/abelian


sebagai centralizer.

C(R90) = {R0, R90, R180, R270} = C(R270),


Dalam D4,

R90 R 180=R 270,

R180 R90=R 270

43

berlaku sifat komutatif/abelian dimana

R270

sebagai

centralizer.
C(H) = {R0, H, R180,V} = C(V),
contoh: R180 H =V , H R180 =V
berlaku sifat komutatif/abelian dimana V sebagai
centralizer.
C(D) = {R0, D, R180, D '} = C(D').
contoh: R180 D=D' , D R 180=D '
berlaku sifat komutatif/abelian dimana D sebagai
centralizer.
Perhatikan bahwa setiap Centralizers dalam Contoh 12
sebenarnya merupakan subkelompok dari D4. Teorema
berikutnya menunjukkan bahwa ini bukan sebuah
kebetulan
Teorema 3.6 C(a) adalah suatu Subgroup
Untuk setiap a di sebuah group G, berpusat
pada a adalah sebuah subgroup G

BUKTI. Sebuah bukti yang sama dengan Teorema 3.5


diserahkan kepada pembaca untuk pasokan.
Perhatikan bahwa untuk setiap elemen dari grup G, Z
(G) C (a). Juga, obseve bahwa G adalah Abelian jika
dan hanya jika C (a) = G untuk semua di G.
Latihan halaman 65:

44

9. Tunjukan

u ( 20 ) k

untuk bebrapa k di

u ( 20 ) ,

[ketika, u ( 20 ) adalahbukan siklik .


Penyelesain :
u ( 20 )= {1,3,7,9,11,13,17,19 }

1 = {1 }

9 ={ 9,1 }

3 = {3,9,7,1 }

91=9

31=3

9 =1 mod 20

11 = { 11,1 }

3 =7 mod 20

11 =11

34 =1 mod 20

112=1 mod 20

7 = { 7,9,3,1 }

13 = {13,9,17,1 }

71=7

131=13

3 =9

13 =9 mod 20

7 =3 mod 20

13 =17 mod 20

74 =1 mod 20

134 =1 mod 20

7 =9 mod 20

45

17 = {17,9,13,1 }

17 =1 mod 20

17 =17

19 = {19,1 }

172=9 mod 20

191=19

173=13 mod 20

192=1 mod 2 0

12. untuk setiap k di n, misalkan


uk ( n )= { x u ( n )|x =1mod k } . (untuk contoh,
u3 ( 21 )={ 1,4,10,13,16,19 } dan u7 ( 21 )={ 1,8 } .)
daftar element-element u4 ( 20 ) , u5 ( 20 ) , u5 ( 30 ) ,u 10 ( 30 ) .
buktikan uk ( n ) adalah sebuah subgroup u ( n ) .
Penyelesian:
u ( 21 )={ 1,2,4,5,8,10,11,13,16,17,19,20 }
u3 ( 21 )={ 1,4,7,10,13,16,19 }

karena 7 tidak termasuk u

( 21 ) maka u3 ( 21 )={ 1,4,10,13,16,19 } .


Dimana ( 0 3 ) +1=1

( 1 3 ) +1=4
( 2 3 ) +1=7 dan seterusnya.

46

u7 ( 21 )={ 1,8,15 }

karena 15 tidak termasuk

u ( 21 )

maka
u7 ( 21 )={ 1,8 }
Dimana ( 0 7 )+1=1

( 1 7 ) +1=8 dan seterusnya.


u ( 20 ) {1,3,7,9,11,13,17,19 }
u4 ( 20 ) ={ 1,5,9,14 }

karena 5 tidak termasuk

u ( 20 )

maka
u4 ( 20 ) ={ 1,9,14 }
Dimana ( 0 4 ) +1=1

( 1 4 ) +1=5
( 2 4 ) +1=9 dan seterusnya.
u5 ( 20 )= {1,6,11 }
Dimana ( 0 5 ) +1=1

( 1 5 ) +1=6 karena 6 tidak termasuk u ( 20 )


( 2 5 ) +1=11
( 3 5 ) +1=16 karena 16 tidak termasuk u(20) dan
seterusnya
u5 ( 20 )= {1,11 }
47

u ( 30 )= {1,7,11,13,19,23,29 }
u5 ( 30 )= {1,11 }
u10 ( 30 )={ 1,11 }
Dimana: ( 0 10 ) +1=1

( 1 10 ) +1=11 dan seterusnya


Maka buktikan uk ( n ) adalah sebuah subgroup u ( n ) .
Karena element-element uk ( n ) merupakan sebuah
subgroup u(n) yang element-elemntnya sama.
7.
Tunjukan bahwa U(14) = <3> = <5>. [ Dimana,
U(14) adalah siklik ]. Apakah U(14) = <11> ?
Jawab:
U(14)
= { 1, 3, 5, 9, 11, 13 }
<3>
= 3 = 3
3 = 9
3 = 13 mod 14
34 = 11 mod 14
35 = 5 mod 14
36 = 1 mod 14
<3>
= { 3, 9, 13, 11, 5, 1 }
<5>
= 5 = 5
5 = 11
5 = 13 mod 14
54 = 9 mod 14
48

55 = 3 mod 14
56 = 1 mod 14
<5>
= { 5, 11, 13, 9, 3, 1 }
<11>
= 11 = 11
11 = 9 mod 14
11 = 1 mod 14
<11>
= { 11, 9, 1 }
U(14)
<11> dan bukan siklik melainkan
subgroup karena <11> terdapat elemen yang
sama pada U(14).
Terbukti Bahwa U(14) <3> = <5> dan
merupakan siklik karena terdapat generator.
8.

Tunjukan bahwa Z10 = <3> = <7> = <9>.


Apakah Z10 = <2> ?
Jawab:
Z10

= { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 }

<3>

= 3 = 3
3 = 6
3 = 9 mod 10
34 = 2 mod 10
35 = 5 mod 10
36 = 8 mod 10
37 = 1 mod 10
38 = 4 mod 10
39 = 7 mod 10
49

310=

0 mod 10

<3>

= { 3, 6, 9, 2, 5, 8, 1, 4, 7, 0 }

<7>

= 7 = 7
7 = 4
7 = 1 mod 10
74 = 8 mod 10
75 = 5 mod 10
76 = 2 mod 10
77 = 9 mod 10
78 = 6 mod 10
79 = 3 mod 10
710 = 0 mod 10

<7>

= { 7, 4, 1, 8, 5, 2, 9, 6, 3, 0 }

<9>

= 9 = 9
9 = 8
9 = 7 mod 10
94 = 6 mod 10
95 = 5 mod 10
96 = 4 mod 10
97 = 3 mod 10
98 = 2 mod 10
99 = 1 mod 10
910 = 0 mod 10

<9>

= { 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1, 0 }
50

<2>

= 2 = 2
2 = 4
2 = 8 mod 10
24 = 6 mod 10
25 = 2 mod 10
26 = 4 mod 10

< 2 > = { 2, 4, 8, 6 }
U(10)
< 2 > dan bukan siklik
melainkan subgroup karena < 2 > terdapat elemen
yang sama pada U(14).
Terbukti : Z10 = <3> =<7> = <9>.
Dan merupakan generator karena terdapat generator
1. Untuk setiap group pada daftar berikut, tentukan
order group dan order setiap elemant di group.
Bagaiman hubungan antara order element group
dengan order group?
Z 12= {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 } 1.2=2
2.2=4,

|Z12|=12

3.2=6,

|2|=6

4.2=8,
51

5.2=10 mod 12

|1|=1,|5|=2,|11|=2,|7|=0,

6.2=2 mod 12

5 =5

u ( 10 )= {1,3,7,9 } |u ( 10 )|=4

1 = {1 }

5 =1 mod 12
111=11

3 = {3,9,7,1 } |3|=4

112=1 mod 12

7 = { 7,9,3,1 } |7|=4

7 =7

9 ={ 9,1 } |9|=2
u ( 12 )={ 1,5,7,11 } |u ( 12 )|=4

52

72=1 mod 33. D4 mempunyai 7 subgrup siklik (selain <R0>).


34. U(15) mempunyai 7 subgrup siklik
37. H = {1,3,17,19} adalah subgrup dari U(20)
38. |U(3)| = 2, |U(5)| = 4, |U(15)| = 8
39. |U(r)| |U(s)| = |U(rs)|

([ ])

([ ])

1 1
51. a. C 1 0

1 1
b. C 1 0
c. Z(G) =

4
CYCLIC GROUPS
SIFAT CYCLIC GROUPS
Mengulang dari Bab 3 bahwa group 6 dikatakan
cyclic jika element a di 6 sedemikian hingga 6 =
.an/nZ. Sehingga element disebut generator dari 6
Mengingat notasi yang telah dijelaskan pada bab
sebelumnya, kita dapat menunjukan bahwa 6 adalah
cyclic group yang dihasilkan oleh a dan ditulis 6 =
.a

Dibab ini, kita memeriksa cyclic group secara


lengkap dan mencari karakteristik penting. Kita mulai
.dengan beberapa contoh
Contoh 1
Himpunan bilangan bulat Z dalam operasi
penjumlahan adalah cyclic. 1 dan -1 adalah
generator. Mengingat kembali bahwa ketika dalam
operasi penjumlahan, 1n diartikan sebagai
1+1++1

ketika n positive

n terms
(-1)+(-1)++(-1) ketika n negative n terms
Contoh 2
Himpunan Zn = (0,1,,n-1) untuk n 1 adalah cyclic
group dalam operasi penjumlahan modulo n. 1 dan -1
= n-1 adalah generator.
Tidak seperti Z, yang banyak memiliki 2 generator,
Zn mungkin memiliki banyak generator (tergantung
pada n yang kita beri).
Contoh 3
Z8 = 1 = 3 = 5 = 7. Untuk mengetahiunya
misalnya pada Z8 = 3, kita perhatikan bahwa 3 =
3, (3+3) mod 8, 3+3+3) mod 8... himpunannya
adalah 3, 6, 1, 4, 7, 2, 5, 0 = Z8 dengan demikian,
3 adalah generator dari Z8 disisi lain, 2 bukanlah
generator saat Z = 0, 2, 4, 6 Z8.
Contoh 4

U(10) = 1, 3, 7, 9 = 30, 31, 33, 32 = 3 dan juga


1, 3, 7, 9 = 70, 73, 71, 72 = 7. Jadi 3 dan 7
adalah generator untuk U(10).
Seiring dalam matematika, nonexample membantu
untuk memahami konsep. Sebagai contoh
Mengenai cyclic groups, U(8) menjadi tujuan, yaitu
U(8) tidak cyclic group. Dapatkah kita
menjelaskannya? Baik perhatikan U(8) = 1, 3, 5, 7,
tapi 1={ 1 }
3= { 3,1 }
5= { 5,1 }
7= { 7,1 }
Jadi U(8) a untuk semua a di U(8).
Dengan contoh ini, sekarang kita harus siap untuk
mengatasi cyclic group dengan cara yang abstrak
dan sifat utamanya.
Teorema 4.1
Criteria untuk

ai=a j

adalah sebuah grup, dan

adalah order terhingga , lalu pangkat berbeda

elemen grup yang berbeda.

termasuk elemen

G . jika
dari

ai=a j dimana a1 j=e


0

i j=o jadi a =e=1 untuk identitas perkalian .


Contoh 1
u(10 )={ 1,3,7,9 }

termasuk grup siklik atau tidak?

Jawab

1 = {1 }
3 = {3,9,7,1 } 3 4=1, i j=4, 35=31 , 310=3 6 dst
7 = { 7,9,3,1 }
9 ={ 9,1, }
Jadi generator dari
U (10 )

u(10)

adalah 3 dan 7. Karena

memiliki generator maka

U (10)

adalah grup

siklik.
Contoh 2
Apakah
Jawab

1 = {1 }

( 8 )= {1,3,5,7 }
U

merupakan grup siklik?

3 = {3,1 }
5 = {5,1 }
7 = { 7,1 }
Karena

U (8 )

tidak memiliki generator maka

U (8 )

bukan grup siklik.


ak =e menyatakan bahwa|a| dibagi k
Buktikan. Selama

a =e=a

. Kita tahu melalui

teorema 4.1 bahwa n dibagi k-0.


Teorema 4.1 dan akibatnya untuk Himpunan

|a|=6

diilustrasikan dalam teorema 4.1.


Apa apa yang penting tentang teorema 4.1 dalam
Himpunan berhingga yang ia katakana bahwa
perkalian dalam a bekerja dengan operasi
penjumlahan modulo n. Yaitu, jika
( i+ j mod n=k ,lalu a i . a j=a k ) . Disini, tidak ada masalah
dengan apa grup G itu, atau bagaimana elemen
dipilih, perkalian dalam
penjumlahan dalam
halnya, jika

Zn

bekerja sama seperti

dengan

|a|=n . Sama

adalah order takhingga, dengan

perkalian dalam

a bekerja sama seperti

penjumlahan dalam Z, selama

ai . a j =ai + j

dan tidak

ada modul aritmatika yang bekerja.

...

Untuk alasan, grup siklik

Z n dan Z

sebagai prototype

untuk semua grup siklik, dan ahli aljabar mengatakan


bahwa hanya ada satu grup siklik yang esensial pada
tiap order. Apa makna dari ini, walaupun mungkin

ada banyak Himpunan yang berbeda pada bentuk


{a n|n Z } , pada dasarnya hanya satu cara untuk
mengoperasikan Himpunan ini tergantung pada order
a . Ahli aljabar tidak terlalu memperdulikan apa
elemen himpunan tersebut, mereka hanya peduli
tentang sifat aljabar pada sebuah Himpunan ----cara
elemen sebuah Himpunan bisa digabungkan. Kita
akan mendalaminya dalam bab Isomorphisms.
Dalam contoh 3, kita menyebutkan 3 adalah
Z8
generator pada
dimana 2 bukan. Samahalnya, 3
dan 7 adlah generator untuk

U (10)

dimana 9

bukan. Ini bisa ditunjukkan secara cermat oleh


eyeball atau seperti bolamata generator untuk
Zn
dan untuk grup siklik secara umum. Teorema
4.2 dan akibatnya memberi kita sebuah metode
aritmatika sederhana untuk mengidentifikasi
generator.
Contoh soal:
Teorema 4.2

Generator dari group siklik

G=<a>adalah group siklik dengan order n, maka


G=<ak>jika dan hanya jika FPB (k,n) =1
Akibat

Generator dari Zn

Dengan bilangan bulat k dalam Zn, adalah generator


dari Zn jika dan hanya jika FPB (k,n) = 1
Menilai teorema 4. 2, bahwa salah satu generator
dari group siklik dapat ditemukan semua generator

dari group siklik dapat dengan mudah ditemukan.


Sebagai contoh, mempertimbangkan subgroup dari
semua rotasi dalam D6. Jelas satu generatornya
adalah R60. Dan R60 = 6 , kita lihat teorema 4.2, itu
generator yang lain adalah (R60)5 = R300. Tentu saja
kita dapat menarik kesimpulan dari informasi ini
tanpa bantuan teorema 4.2 dengan perhitungan
langsung.. Jadi untuk mengilustrasikan pangkat dari
teorema 4.2, gunakanlah itu untuk mencari seluruh
generator dari group siklik U(50). Pertama, tuliskan
menghitung langsung untuk menunjukkan U(50) =
2 dan tiga adalah salah satu dari generatornya.
Demikianlah, dalam melihat teorema 4.2, daftar
pelengkap dari generator-generator untuk U(50)
adalah

31 mod 50 = 3

311 mod 50

= 47
33 mod 50 = 27

313 mod 50 = 23

37 mod 50 = 37

317 mod 50 = 13

39 mod 50 = 33
320 mod 50 = 1

319 mod 50 = 17

Dengan begitu kita dapat melakukan perhitungan


aritmatika disini, tapi tentu saja menjadikan terlalu
banyak pekerjaan, dibandingkan mencari seluruh
generator dengan penentuan yang sederhana order
dari element U(50) satu persatu.
PENGKLASIFIKASIAN SUBGRUP PADA GRUP SIKLIK

Pada Teorema selanjutnya, menjelaskan berapa banyak subgrup


yang dimiliki sebuah grup siklik terhingga dan bagaimana
menemukannya.
Teorema 4.3 Teorema Dasar Grup Siklik
Setiap subgrup pada sebuah grup siklik adalah grup
siklik itu pula. Lebih-lebih jika
order pada subgrup

| a |=n , lalu

a adalah sebuah pembagi n

dan atau setiap k pembagi positif pada n, grup a


memiliki tepat satu subgrup berorder k, yaitu
Sebelum kita membuktikan teorema ini, mari kita lihat apa artinya.
Memahami apa arti dari sebuah teorema adalah sebuah prasyarat
untuk memahami buktinya. Andaikan G= a (
dibaca a adalah generator G ) dan G mempunyai order 30.

Bagian pertama torema mengatakan bahwa jika H adalah


k
beberapa subgrup pada G, lalu H mempunyai bentuk a
untuk beberapa k. 2) Bagian kedua dari teorema mengatakan
bahwa G mempunyai satu subgrup yang masing-masing
ordernya 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, dan 30 dan tidak ada yang lain.
Pembuktian juga akan menunjukkan bagaimana menemukan
subgrup berikut.

BUKTI.
Jika G = a

( a ad alah generator G ) dan andaikan bahwa H

adalah sebuah subgrup G. kita harus tunjukkan bahwa H adalah


siklik. Jika ini terdiri dari idenditas ini sendiri, maka dengan jelas
H adalah siklik. Jadi kita boleh mengasumsikan bahwa H {e } .

Kita sekarang menyatakan bahwa H mengandung sebuah unsur


t
dengan bentuk a , dimana t adalah positif.
G= a , setiap unsur H mempunyai bentuk at ; Ketika

Sejak
t

t
merupakan H dengan t< 0 , lalu a

merupakan H dan

juga t adalah positif. Maka, pernyataan kita diterima. Sekarang


m
jika m bilangan bulat positif terkecil sedemikian hingga a H .
Secara tertutup,

am H

. Selanjutnya kita menyatakan bahwa

H= a m . Untuk membuktikan pernyataan ini, cukup jika b


sebuah anggota H, dan menunjukkan bahwa b ada pada
k
Selama b G= A , kita punya b=a

am

untuk beberapa k.

Sekarang, menerapkan algoritma dalam pembagian untuk k dan m,


untuk mendapatkan bilangan bulat q dan r sedemikian hingga :
k =mq+r dimana 0 r< m . Maka,
k

a =a

mq +r

mq

=a a , jadi

ar =amq ak .

Selama

ak =b H

dan

a
H,

mq

m q

=( a )

ar H .

juga pada

Tapi m bilangan bulat positif terkecil sedemikian hingga

am H

, dan
0 r< m , maka r harus nol.
amq ak =e , maka dari itu
q

b=ak =amq =( am ) am .
Ini membutuhkan pernyataan pada teorema bahwa setiap subgrup
pada sebuah grup siklik adalah siklik.

Untuk membuktikan bagian pada Teorema selanjutnya,


andaikan | a |=n dan H adalah subgrup a . Kita sudah
menunjukkan bahwa
n

H= a m untuk m. selama

( a m ) =( an ) =em =e , kita mengetahui kesimpulan untuk


Teorema 4.1 bahwa

|a m|

adalah sebuah persegi n.

|H|=|am| adalah sebuah pembagi n


Pada akhirnya, jika k pembagi n. Jelas bahwa ( a

n/ k k

) =an=e dan

t
( a n/ k ) e untuk t positif k , jadi an /k memiliki order k.

Selanjutnya kita menunjukkan bahwa

an /k

adalah hanya

subgrup dari order k. Untuk mengakhiri ini, jika H menjadi


subgrup dari order k. Sebelumnya kita sudah menunjukkan bahwa
H= a m , dimana m bilangan bulat positif terkecil sedemikian
m

hingga a

pada H. Sekarang dituliskan

n=mq+r , dimana 0 r< m , kita punya


n

e=a =a

mq+r

mq

=a a , maka
q

ar =amq=( a m ) H .
Dengan, r=0 dan n=mq . Jadi,
k =|H|=| am |=n/m . Ini mengikuti
m=n /k

dan

H= a m = an /k .

Kembali pada pembahasan mengenai grup siklik

a , dimana a

mempunyai order 30, kita boleh menyimpulkan dari Teorema 4.3


m
bahwa subgrup a sesuai bentuk a dimana m adalah
sebuah pembagi 30. Lebih dari itu, jika k adalah pembagi dari 30,
30/ k
subgrup order k adalah a . Jadi daftar subgrup dari a
adalah :

a ={ e ,a , a 2 , , a29 }

order 30,

a2 ={ e , a2 , a4 , , a28 }

order 15,

a3 = { e , a3 , a6 , , a27 }

order 10,

a5 = { e , a5 , a10 ,a 15 , a20 , a25 }

order 6,

a6 = { e , a6 , a12 , a18 , a24 }

order 5,

a10 ={e , a10 , a 20}

order 3,

a15 ={e , a15 }

order 2,

a30 ={ e }

order 1.

Pada umumnya, jika a

an /k

memiliki order n dan k pembagi n, lalu

adalah subgrup tunggal pada order k.

Ambil grup dalam Teorema 4.3 menjadi

Zn

dan a menjadi

1, kita memperoleh kasus penting berikut.


Zn
Akibat Subgrup
Untuk setiap pembagi positif k pada n,
himpunan n/ k adalah subgrup tunggal
Zn
Contoh 5

pada order k, lebih dari itu, hanya

Zn
ada subgrup dalam
.
Z
30
Daftar subgrup pada
adalah

1 = {0, 1, 2, , 29 }
2 = {0, 2, 4, , 28 }

order 30,
order 15,

3 = { 0,3, 6, ,27 }

order 10,

5 = { 0,5, 10,15, 20,25 }

order 6,

6 ={ 0,6, 12, 18,24 }

order 5,

10 = { 0,10, 20 }

order 3,

15 = { 0,15 }

order 2,

30 = { 0 }

order 1.

Dengan mengkombinasikan Teorema 4.2 dan 4.3, kita dapat


dengan mudah menghitung angka dari unsur pada setiap order
dalam sebuah grup siklik terhingga. Untuk memudahkan, kita
mengenal sebuah fungsi teori angka penting yang disebut Euler
phi function. Jika ( 1 ) =1 , dan untuk bilangan bulat n>1 ,
jika ( n ) dinotasikan angka bilangan bulat positif kurang dari n
dan relative prima ke-n. Nyatakan bahwa

|U ( n )|= ( n ) .

Teorema 4.4 Jumlah pada Unsur Setiap Order dalam Grup


Siklik.
Jika d adalah sebuah pembagi positif pada n, angka
pada unsur dalam order d dalam sebuah grup siklik
pada order n adalah ( d ) .
BUKTI.
Pada Teorema 4.3, ada tepat satu subgrup pada order d disebut
a . Setiap unsur pada order d juga menghasilkan subgrup

a dan, dengan Teorema 4.2, setiap unsur ak menghasilkan


a jika dan hanya jika FPB ( k , d )=1 .

Hubungan antara macam-macam subgroup dari sebuah group dapat


diilustrasikan dengan sebuah pola subgroup. Diagram ini memuat
semua subgroup dari sebuah group dan menghubungkan sebuah
subgroup H pada level pertama terhadap sebuah subgroup K pada
level tertinggi dengan sebuah garis penghubung segmen jika dan
hanya H adalah sebuah subgroup sejati dari K. Walaupun terdapat
banyak cara untuk menyamakan seperti sebuah diagram, hubungan
antara sebuah subgroup harus sama. Secara khas satu cara untuk
mempresentasikan diagram dengan cara yang menyenangkan. Pola
diagram untuk Z30 ditunjukkan pada gambar 4.2. perhatikan bahwa
10 adalah sebuah subgroup dari 2 dan 5 tetapi

6 bukan sebuah subgroup dari 10 .


Ketepatan dari Teorema 4.3 dapat
dihargai dengan
membandingkan yang mudah dengan yang dapat kita identifikasi
subgroup dari Z30 dengan yang kita katakana, lakukan hal yang
sama untuk U30 atau D30. Dan group-group itu memiliki kerelativan
struktur sederhana antara group non siklik.
Kita akan membuktikan pada bab 7 bahwa sebuah bagian pasti dari
Teorema 4.3 meluas dan dapat berubah untuk group terhingga;
yaitu, order dari sebuah subgroup dibagi oleh order dari group itu
sendiri. Kita akan melihat juga, bagaimanapun , bahwa sebuah
group terhingga tidak perlu persis satu subgroup sesuai untuk
setiap pembagi terhadap order dari group. Untuk beberapa
pembagi, mungkin tidak ada sama sekali. Sedangkan untuk
pembagi yang lain, mungkin ada banyak.

<1>

<2>

<5>
<3>

< 10 >
<6>

< 15 >
<0>

Satu kata terakhir tentang pentingnya dari group siklik adalah


sesuai. Walaupun group siklik merupakan sebuah kelas yang sangat
sempit dari group terhingga, kita akan melihat pada bab 11 bahwa
mereka bermain peran bangunan block untuk semua group abelian
terhingga pada banyak cara yang sama bahwa bilangan prima
bangunan block untuk bilangan bulat dan elemen kimiawi adalah
bangunan block untuk gabungan kimiawi.
GRUP-GRUP PERMUTASI
DEFINISI DAN NOTASI
Pada bab ini, kita mempelajari fungsi dari grup-grup tertentu yang
disebut grup permutasi, dari himpunan A itu sendiri. Pada awal dan
pertengahan abad ke-19, grup-grup dari permutasi hanya grup-grup
yang diselidiki oleh ahli matematika. Tidak sampai sekitar tahun
1850 bahwa dugaan dari sebuah grup abstrak telah diperkenalkan
oleh Cayley, dan telah membawa yang lainnya seperempat abad
sebelum ide tersebut telah mempengaruhi secara tetap.

DEFINISI Permutasi A, Grup Permutasi A


Permutasi dari sebuah himpunan adalah fungsi dari A ke A yang
berkorespondensi satu-satu dan onto. Permutasi grup dari
himpunan A adalah himpunan permutasi-permutasi dari A yang
membentuk sebuah grup dengan operasi komposisi fungsi.
Meskipun grup-grup permutasi terdiri dari beberapa himpunan A
tidak kosong dari objek-objek yang nyata, kita akan focus pada
masalah dimana A adalah berhingga. Lagi pula, hal ini biasa,
sebagai hal yang menyenangkan, untuk mengambil A menjadi
sebuah himpunan berbentuk {1,2,3, , } untuk beberapa
bilangan bulat n positif. Tidak seperti di Kalkulus, dimana banyak
fungsi yang digambarkan dalam himpunan-himpunan tak terhingga
dan diberikan rumus-rumus, dalam aljabar, permutasi-permutasi
dari himpunan-himpunan tak terhingga biasanya diberikan sebuah
daftar eksplisit dari setiap anggota domain yang bersesuaian dengan
fungsi nilainya. Sebagai contoh, kita daftarkan sebuah permutasi
dari himpunan {1,2,3,4} dengan menetapkan
(1)= 2 (2)=3
(3)=1
(4)=4
Sebuah cara yang lebih menyenangkan untuk menunjukkan
korespondensi ini adalah menuliskan dengan membentuk barisan
sebagai berikut.

[12 23 31 44]

Di sini (j) diganti secara langsung di bawah j untuk


setiap j. B e git u p u n , p er m u t a si d a ri d a ri
hi m p u n a n
(2) = 3

{ 1,2,3,4,5, 6 } dit e t a pk a n
(3) = 1

(1) = 5

(4) = 6

(5) = 2

(6) = 4

Dit e n t uk a n d al a m b a ris a n d e n g a n b e n t uk s e b a g ai
b erik u t

[15 23 31 46 62 74]

Per m u t a si ko m p o si si dit u njukk a n d al a m n o t a si


b a ris a n y a n g dia n gk a t d a ri k a n a n ke kiri d e n g a n
m e m b a w a d a ri a t a s ke b a w a h l a gi. S e b a g ai
c o n t o h , mis alk a n

[12 24334515]

[15 243124 53]

dan

[15 243124 53]

maka

[12 24334515]

[14223134 55]

D ari ka n a n kit a m e m p u n y ai 4 dib a w a h 1 jika


( 1 )= ( 2 )=4,
m e n giri mk a n 1 ke 4. sis a d a ri
( ) ( 1 )= jadi

b a ris b a w a h

dip er ol e h d e n g a n m o d el y a n g

s a m a.
S ek a r a n g kit a si a p u n t uk m e m b e rik a n b e b er a p a
c o n t o h d a ri g r u p-g r u p p er m u t a si.
Contoh 1 Gr u p Si m e t ri S e gitig a s a m a si si(
S3

Mis alk a n

S3

m e n y a t a k a n s e m u a hi m p u n a n fu n g si

s a t u-s a t u d a ri

{ 1, 2, 3 } u n t uk hi m p u n a n itu s e n diri.

S3

d al a m ko m p o si si fu n g si a d al a h g r u p

Ke m u dia n

d e n g a n el e m e n ke-6 el e m e n n y a a d al a h .

[ ]

= 1 23
1 23

[11 23 32]

[12 23 31]

[12 21 33]

[13 21 32]

2 =

[13 22 31]
C at a t a n b a h w a
S3

[13 22 31]

s e hin g g a

a d al a h tid ak Ab elia n.

CONTOH 2 Gr u p Si m e t ri B erd er aj at n ( )

Mis alk a n A = { 1 , 2, ..., n } . S e m u a hi m p u n a n


p er m u t a si d a ri A dis e b u t g r u p si m e t ri b er d er aj at n
d a n dit ulisk a n . Ele m e n m e m iliki b e n t uk :

1 23
(1) (2) ( n)

Hal ini untuk mudah dal am menghitung order dari .


Terdapat n pilihan dari ( 1 ) . wal aupun (1)
sudah ditetapkan, ada n 1 kemungkinan untuk
(2) karena berkorespondensi satu satu, kita
harus mempunyai

(1)

(2). Setel ah memilih

(2) , terdapat tepat n-2 kemungkinan untuk

(3). Terus sepanj ang model ini, kita melihat bahwa


harus memiliki n(n-1......3.2.1 el emen n ! .
K ami menyerahkan kepada pembaca untuk
membuktikan bahwa adal ah tidak Abelian ketika n
3.
Group si metri kaya akan subgroup. Group
mempunyai 30 subgroup dan mempunyai lebih
dari 100 subgrup.
CONTOH 3 Si metri Dari Persegi (4)
Pada contoh ke-3, kita menghubungkan setiap
pergerakan dalam D4 dengan permutasi dari
penempatan-penempatan tiap empat sudut persegi.
Sebagai contoh, jika kita tandai empat posisi sudut

seperti dalam gambar di bawah dan terap menandai ini


yang ditetapkan sebagai acuan. Kita dapat
menggambarkan sebuah rotasi 90 hasil prmutasi.

= 12 3 4
23 4 1

Sedangkan refleksi dengan garis mendatar sumbu


horizontal menghasilkan

= 1 2 3 4
21 4 3

Dua elemen ini secara umum menghasilkan group


(bahwa, setiap elemen adalah kombinasi beberapa
dan ). Jika D4 ditampilkan dengan cara ini,
kita katakan bahwa D4 adalah sebuah subgroup dari
S4.
NOTASI CYCLE
Disini ada notasi umum lainnya yang bisa digunakan
untuk menyatakan permutasi. Ini disebut notasi cycle dan pertama kali
diperkenalkan oleh matematikawan besar asal Perancis yang bernama
Cauchy pada tahun 1815. Notasi cycle memiliki teori yang
bermanfaat pada sifat-sifat yang penting dari sebuah permutasi yang
digambarkan ketika notasi cycle digunakan. Sebagai ilustrasi dari
notasi cycle, mari lihat permutasi di bawah ini :

= 1 23 4 5 6
214653

Nilai permutasi di atas dapat ditampilkan secara


skematis seperti dibawah ini :

Meskipun memuaskan secara matematis, seperti


gambar diagram-diagram yang susah. Daripada, kita
meninggalkan tanda panah dan dengan mudah
dituliskan (1,2)(3,4,6)(5). Contoh
kedua,menghasilkan

= 1 23 4 5 6
531624

Dalam notasi cycle

dapat dituliskan (2, 3, 1, 5)

(6, 4) atau (4, 6)(3, 1, 5, 2), karena keduanya


menggambarkan fungsi dari . Sebuah gambaran
dari barisan (

a1, a 2 ., am

) disebut panjang cycle m

atau perputaran m cycle.


Suatu perkalian cycle-cycle dapat diperkenalkan
dengan memikirkan cycle sebagai permutasi yang
menunjukkan setiap simbol tidak muncul didalam
cycle. Dengan demikian, cycle (4, 6) dapat dianggap
sebagai perwakilan dari permutasi

[11 22 33 4655 64]

Dengan cara ini, kita dapat mengalikan cyclecycle dengan memikirkan perkalian ini sebagai
permutasi-permutasi yang diberikan dalam pola
barisan. Coba lihat contoh dari S8. Misalkan =
(13)(27)(456)(8) dan

= (1237)(648)(5). (jika

domain terdiri dari bilangan bulat satu digit, itu


adalah praktek yang umum untuk menghilangkan
merupakan
koma antara digit-digit). Apakah
bentuk cycle? Tentu saja,orang bisa mengatakan
= (13)(27)(456)(8)(1237)(648)
bahwa
(5),tetapi pada umumnya yang lebih diinginkan
untuk menyatakan permutasi dalam bentuk disjoint
cycle.(yaitu, berbagai cycle-cycle yang tidak memiliki
nomor yang sama ). Perlu diingat bahwa komposisi fungsi
dilakukan dari kanan ke kiri dan bahwa setiap cycle yang tidak
mengandung simbol menentukan simbol, kita amati bahwa : (5)
menentukan 1; (648) menentukan 1; (1237) mengirimkan 1 ke 2; (8)
menentukan 2; (456) menentukan 2; (27) mengirimkan 2 ke 7; dan
(13) menentukan 7. Sehingga efek jaring dari adalah dengan
mengirimkan 1 ke 7. Dengan demikian kita mulai = (17 ...) .
Sekarang, untuk mengulangi seluruh proses dimulai dengan 7, kita
mempunyai, cycle dengan cycle (pemutaran), dari kanan ke kiri, 7
7 7 1 1 1 3, sehingga = (173 ...) . Akhirnya, kita
mempunyai = (1732)(48)(56). Hal yang penting untuk diingat
ketika mengalikan cycle-cycle adalah 'terus bergerak' dari satu cycle
dan selanjutnya dari kanan ke kiri. (Peringatan: beberapa penulis
menuliskan cycle dari kiri ke kanan. Ketika membaca teks lain,
pastikan untuk menentukan konvensi yang digunakan.)
Untuk memastikan bahwa Anda memahami bagaimana untuk beralih

dari satu notasi ke notasi lain dan bagaimana untuk mengalikan


permutasi, kita akan melakukan satu contoh lagi untuk masingmasing.
Jika urutan notasi untuk dan , masing-masing adalah

[12 21 3354 54]

dan

[15 243124 53]

Kemudian, dalam notasi cycle, = (12)(3)(45), = (153)


(24), dan = (12)(3)(45)(153)(24).
Untuk menempatkan dalam bentuk disjoint cycle amati bahwa (24)
menentukan 1; (153) mengirimkan 1 ke 4.kemudian dengan cara ini.
Kemudian dengan cara ini kita mendapatkan = (14)(253).
Seseorang dapat mengkonversi kembali kebentuk susunan tanpa
mengubah setiap cycle dari sampai ke bentuk susunan yang hanya
mengamati (14) berarti 1 untuk 4 dan 4 untuk 1; (253) yang berarti 2
5,5 3,3 2.
Yang terakhir komentar tentang notasi cycle : matematikawan
memilih untuk tidak menulis cycle-cycle yang hanya memiliki satu
entry . Dalam kasus ini, dapat dipahami bahwa setiap elemen yang
hilang dipetakan ke dirinya sendiri. Dengan ketentuan ini, permutasi
di atas dapat ditulis sebagai (12)(45). Yang sama dengan

1 23 4 5
32415

Dapat ditulis = (134). Tentunya identitas permutasi hanya terdiri


dari cycle-cycle dengan satu entry, jadi kita tidak bisa menghilangkan
semua! Dalam hal ini seseorang biasanya menulis hanya satu cycle.
Sebagai contoh,

= 1 23 4 5
1 23 4 5

Dapat ditulis = (5) atau = (1). Perlu diingat bahwaelemen yang


hilang dipetakan ke dalam elemen itu sendiri

SIFAT PERMUTASI
Kita sekarang siap untuk menyatakan
beberapa theorma tentang permutasi dan
siklik. Bukti dari teorema pertama adalah
tersirat dalam pembahasan kita tentang
.permutasi di bagian siklik
Teorema 5.1 Produk Disjoint Siklik
Setiap Permutasi dari himpunan terbatas
dapat ditulis sebagai siklik atau sebagai
.produk dari siklik menguraikan
BUKTI. menjadi permutation =
{ 1,2,3, ,n } . Untuk menulis siklik
disjoint, kita memulai dengan memilih
a1
anggota A, katakan
, dan biarkan
a1
()= 2 (a1 )
a
= 3

a
, (

a2

dan seterusnya, sampai kita dapatkan


=

(a1 )

untuk beberapa m. Kita tahu

ada beberapa karena deretan

a1

a1
),

( a 1) ,

harus tidak berhingga, jadi

pada akhirnya terjadi penglangan, katakan,


i
j
( a 1 )= ( a1 ) , untuk i dan j dengan i < j.
Kemudian

a1 =

m (a1 ) , dimana m = j

i. Dan kita sebut hubungan diantara


a1 , a2 , a3 , .. am
seperti
a
( 1 , a2 ,a 3 , .. am )
=
Tiga titik pada akhir barisan menunjukan
kemungkinan tidak sampai habis, dalam
kasus seperti ini, hanya memilih element
k
dari b1= (b1) untuk beberapa k. Siklik
baru tidak akan memiliki unsur yang sama
dengan siklik sebelumnya yang dibangun.
i
j
Kalau begitu, lalu ( a 1 )= ( a1 ) untuk di i
dan j. Tapi kemudian
sampai

b1= t

i j ( a1 )=b1 dan

untuk t. Yang

bertentangan dengan cara

b1

dipilih.

Sampai kita mendapatkan semua elemen


A, permutasi akan terlihat seperti

penglangan , katakan , a1 , a2 , a 3 , a m) ( b1 , b2 , b3 , b n ) ,(c 1 , c2 , c 3 , c k )


a=
Dengan cara ini, kita melihat untuk setiap
permutasi dapat ditulis sebagai produk
.siklik disjoint
Teorema 5.2 Menguraikan Siklus

Jika
dua
buah
siklik
(emua elemen A , permutasi akan terlihat seperti di penglangan , katak
=
dan

b=( b1 , b2 , b3 , .. bn )

yang sama, kemudian

tidak memiliki isi


= .

BUKTI. Untuk pasti, kami memisalkan kirakira agar dan dari permutasi
S

{a 1 , a2 , a3 , ..a m , ( b 1 , b2 , b3 , .. b n ) ,c 1 , c 2 , c 3 , .. c k }
Dimana cs anggota S yang tersisa dari
dan . Untuk membuktikan = ,
kita harus tunjukan

( ) ( x )=( ) ( x ) untuk

semua x di S. Jika x adalah satu a elemen,


ai
katakan
, kemudian

( ) ( ai ) = ( ( a i ) )= ( ai ) =ai +1
Kami tafsirkan

ai +1 sebagai ai jika i=m

( ) ( ai )= ( ( ai ) ) = ( ai+1 ) =ai+ 1

Karenanya, fungsi dari

dan

sepakati

di dalam eleman. Argumen yang mirip


menunjukan bahwa dan sedang itu
b elemen sama baiknya. Akhirnya, katakan
c1
x adalah elemen dari c, atau
.
Kemudian di dapatkan

( ) ( c i )= ( ( c i ) )= ( c i )=c i
( ) ( c i )= ( ( c i ) ) = ( c i ) =ai
Dalam contoh perkalian siklik, kita
menunjukan produk (1 3) (2 7) (4 5 6) (8)
(1 2 3 4) (6 4 8) (5) dapat ditulis dengan (1
7 3 2) (4 8) (5 6). Apakah ekonomi dalam
rumus keuntungan hanya untuk menulis
permutasi dalam bentuk menguraikan
siklus? Tidak. Yang nantinya akan
ditunjukan dalam theorema selanjutnya,
order dari permutasi.

Teorema 5.3 Order Suatu Permutasi


(Ruffini-1799)
Order suatu permutasi suatu yang ditulis
dalam di set terbatas memisah format
siklik adalah yang umum yang terakhir
berbagai panjang siklik.
BUKTI. Pertama, mengamati suatu siklus
panjangnya n yang mempunyai order n.
(memverifikasi sendiri). Kemudian,
memisalkan dan dengan
memisahkan siklus panjangnya m dan n,
dan membiarkan k, maka jadilah yang
umum yang mengalikan berbagai m dan n.
Itu mengikuti dari Teorema 4.1 yang
k
k
kedua-duanya dan adalah
permutasi identitas
( )k =

n berubah,

dan, karena m dan


k

adalah juga

identitas. kemudian, kita mengetahui


dengan kesimpulan ke Teorema 4.1 (

=e menyiratkan bahwa suatu membagi k)


bahwa order -membiarkan kita
menyebutkannya t-harus membagi k. Akan
t
t t
tetapi ( ) = = , sedemikian
sehingga

. Bagaimanapun, itu

harus jelas bahwa jika

dan

tidak

punya simbol, umum yang sama adalah


t
t
benar untuk dan , karena
peningkatan suatu siklus bagi suatu kuasa
tidak memperkenalkan lambang baru.
t
t
Tetapi, jika dan
adalah sama
dan tidak punya simbol, mereka umum
harus kedua-duanya jadi akan menjadi
identitas, sebab tiap-tiap lambang didalam
t
t
ditetapkan, perbaiki oleh
dan
sebaliknya (tidak ingat bahwa suatu
lambang muncul adalah suatu permutasi
ditetapkan dan diperbaiki oleh permutasi).
Mengikuti itu, kemudian, itu kedua-duanya
m dan n harus membagi t. Ini berarti k,
paling sedikit itu yang umum berbagai m
dan n, dibagi t juga. menunjukkan ini
bahwa k= t.
Dengan begitu jauh, kita sudah
membuktikan bahwa teorema adalah
benar kasus di mana permutasi adalah
siklik tunggal atau suatu produk dua
memisah siklik. Kasus yang umum yang
menyertakan lebih dari dua siklik dapat
ditangani dengan suatu cara yang
sepadan.

Ketika kita akan segera melihat, yang


terutama sekali macam penting permutasi
adalah suatu siklik panjangnya 2-itu
adalah, suatu permutasi tentang format
(ab). Banyak orang pengarang
menyebutkan permutasi ini perubahan,
karena efek ab) adalah untuk
mempertukarkan atau mengubah urutan
suatu a dan b.
Teorema 5.4 Produk 2 Siklus
Tiap-tiap permutasi di (dalam) n>1,adalah
suatu produk 2-siklus.
BUKTI. Pertama, catat bahwa identitas itu
dapat dinyatakan ketika (1 2)(1 2), dan ini
merupakan suatu produk 2-siklus. Dengan
Teorema 5.1, kita mengetahui bahwa tiaptiap permutasi dapat ditulis dalam format
(a1a2...ak)(b1b2...bt)...(c1c2...cs).
suatu perhitungan langsung menunjukkan
bahwa ini adalah sama sebagai
(a1ak)(a1ak-1)...(a1a2)(b1bt)(b1bt-1)...(b1b2)(c1cs)
(c1cs-1)...(c1c2)
Ini tanda bukti.
Penghapusan yang pertama di dalam
contoh yang berikut mempertunjukkan
teknik ini. Produk lain di dalam contoh 4
pertunjukan bahwa penghapusan suatu

permutasi ke dalam suatu produk 2-siklus


tidaklah unik.
CONTOH 4
(1 2 3 4 5) =
=
=
=
3)

(1
(4
(2
(5

5)
5)
1)
4)

(1
(5
(2
(5

4)
3)
5)
2)

(1
(2
(2
(2

3)
5)
4)
1)

(1
(1
(2
(2

2)
5)
3)
5) (2 3) (1

Contoh 4 genap pertunjukan bahwa


banyaknya 2-siklus boleh bertukar-tukar
dari satu penghapusan kepada yang
berikutnya. Teorema 5.5 (dalam kaitan
dengan Cauchy) mengatakan bagaimapun
itu ada satu aspek suatu penghilangan
yang tidak pernah bervariasi. Kita
mengisolasikan suatu spesial kasus
Teorema 5.5 sebagai lemma.
LEMMA
Jika

1 2

...

, dimana

adalah 2-siklik, kemudian r adalah


BUKTI. Dengan jelas, r

1, karena

suatu 2-siklus bukanlah identitas. Jika r =


2,kita adalah yang dilaksanakan.jadi,kita
mengira bahwa r > 2 dan kita berproses
dengan induksi. Karena (i j) = (j i),hasil

1 2

dapat dinyatakan salah satu dari

format yang berikut menunjukkan pada sisi


kiri:
(a b)(a b) =

(a b)(a c) = (b c)(a b)
(a b)(c d) = (c d)(a b)
(a b)(b c) = (b c)(a c).
Jika kasus yang pertama terjadi, kita boleh
1 2
menghapus
dari produksi untuk
memperoleh

...

dan oleh

karena itu, dengan prinsip Induksi


Matematika, r-2 yang kedua menjadi
genap. Di dalam lain tiga kasus, kita
1 2
menggantikan format
pada sisi kiri
oleh counterpantnya pada sisi kanan untuk
memperoleh suatu produksi baru r 2-siklik
itu masih identitas, hanyalah dimana
kejadian pertama bilangan bulat adalah di
dalam yang kedua 2-siklik produk sebagai
ganti yang dulu. Kita sekarang mengulangi
2 3
prosedur itu hanya uraikan dengan
,
dan, sama seperti sebelunnya,kita
memperoleh suatu produk (r-2) 2-siklus
sepadan dengan identitas itu atau suatu
produksi baru r 2-siklik, di mana kejadian
yang pertama suatu adalah di (dalam)

yang ketiga 2-siklik. Melanjutkan proses,


kita ini harus memperoleh suatu produk (r2) 2-beredar sama kepada identitas, sebab
jika tidak kita mempunyai suatu produk
sepadan dengan identitas dimana
kejadian yang pertama bilangan bulat
adalah didalam 2-siklik yang terakhir, dan
produk seperti itu tidak menentukan suatu
sedangkan mengerjakan identitas.
Karenanya, dengan induksi, r-2 bahkan dan
r bahkan juga.
Teorema 5.5 Selalu Genap atau Selalu
Ganjil

Jika pada permutasi

dapaat

dinyatakan sebagai perkalian yang


berjumlah 2 siklik, maka setiap penguraian
akan menjadi perkalian dari 2 siklik
yang bahkan harus memiliki jumlah 2
siklik. Seperti yang ada di bawah; jika
=

dan

dimana

dan

adalah 2 siklik, maka

r dan s keduanya genap atau ganjil.


BUKTI. Amati bahwa

menyiratkan
=
=

-1

...

-1
2

-1

karena 2 siklik adalah inversnya sendiri.


Demikian, seperti yang di atas menjamin
bahwa s + r adalah genap. Sehingga
terjadi r dan s keduanya adalah genap dan
ganjil.
DEFINISI: Permutasi Genap dan Ganjil
Sebuah permutasi yang dapat dinyatakan
sebagai perkalian, maka jumlah 2 siklik
disebut permutasi genap. Sebuah
permutasi yang dapat dinyatakan sebagai
perkalian dari 2 siklik yang ganjil, maka
disebut permutasi ganjil.
Teorema 5.4 dan 5.5 menunjukkan bahwa
setiap permutasi dapat jelas
diklasifikasikan sebagai genap atau ganjil,
tetapi tidak untuk keduanya. Pada saat ini
adalah wajar untuk menanyakan apa
signifikasi pengamatan ini. Jawabannya
terdapat pada Teorema 5.6.
Teorema 5.6 Permutasi Genap
Membentuk Group

Himpunan permutasi genap di Sn


membentuk subgroup Sn.
BUKTI. Bukti ini diserahkan kepada
pembaca.
Pada permutasi genap subgroup dalam Sn
akan jadi sering muncul yang kita berikan
nama khusus dan notasi.
DEFINISI: Group Bertukar dari Tingkat
n
Group permutasi genap n adalah simbol
yang dilambangkan oleh An dan disebut
group bertukar dari tingkat n.
Hasil berikutnya menunjukkan bahwa tepat
setengah dari unsure-unsur Sn (n > 1)
menjadi permutasi genap.
Teorema 5.7
Untuk n > 1, An adalah order yang
n!
mempunyai 2
BUKTI.
Untuk setiap permutasi ganjil ,
permutasi (12) adalah permutasi
genap. Demikian, setidaknya ada sebagai

permutasi ganjil yang banyak karena ada


yang aneh. Di sisi lain, untuk setiap
permutasi genap , permutasi (12)
permutasi ganjil. Jadi, setidaknya ada
banyak maupun sedikit pada permutasi
ganjil sebagai permutasi genap. Itu terjadi
karena sebuah angka sama dari permutasi
genap dan ganjil. Karena Sn= n!,
n!
sedangkan yang kita miliki An= 2 .
Tabel 5.1 Group A4 bertukar dengan
permutasi Genap dari {1, 2, 3, 4}
(Dari tabel ini, permutasi A4 ditujukan
sebagai 1, 2, , 12 dan entri k di
dalam table mewakili . Misalnya,
k

.)

Ket:

= (1)

= (1 3) (2 4)

= (1 2) (3 4)

= (1 4)

(2 3)

= (1 2 3)

= (1 4 2)

= (1 3 2)

= (2

= (1

4 3)

3 4)

4 3)

10

= (1

11

= (2 3 4)

12

= (1

2 4)
Group bertukar merupakan contoh yang
paling penting dari group. Group A4 dan A5
akan muncul beberapa kali di bab
berikutnya. Khususnya A5 yang memiliki
signifikansi historis yang besar.
Interpretasi geometris A4 diberikan dalam
contoh 5, dan tabel perkalian A4 diberikan
pada tabel 5.1.
CONTOH 5. Rotasi Bidang Empat
12 rotasi dari sebuah bidang empat yang
biasa dapat dengan mudah digambarkan
A4
dengan unsur
. Baris atas Gambar 5.1
menggambarkan identitas dan tiga

1800

"ujung" tentang sumbu rotasi yang


bergabung dengan titik tengah dari dua
0
sisi. Baris kedua terdiri dari 120 putaran
"wajah" tentang sumbu bergabung simpul
ke pusat wajah yang berlawanan. Baris
0
0
ketiga terdiri dari 120 (atau 240 )
rotasi "wajah". Pemberitahuan bahwa
empat rotasi pada baris kedua dapat
diperoleh dari mereka yang di baris
pertama oleh perkalian dari kiri empat di

baris pertama oleh rotasi (1 2 3),


sedangkan mereka di baris tiga puluh
dapat diperoleh dari orang-orang di baris
ketiga dari kiri-mengalikan yang ada di
baris pertama oleh (1 2 3).
Molekul dengan rumus kimia dari
seperti metana (

CH 4

AB 4

) dan karbon

tetraklorida (CCl4), telah

A4

sebagai

kelompok simetri mereka. Gambar 5.2


menunjukkan dari satu molekul tersebut.
Banyak permainan dan puzzle dapat di
analisis menggunakan permutasi.

CONTOH 6 (Loren Larson) Sebuah Puzzle


Piringan yang Bergeser

Mempertimbangkan puzzle yang


ditunjukkan di bawah (ruang di tengah
adalah kosong)

Dengan menggeser piringan sepanjang


garis ditunjukkan dari satu posisi ke posisi
lain tanpa mengangkat atau melompat,
bisa kita memdapatkan dan
?mengemukakan tata susunannya

Untuk menjawab pertanyaan ini kita


melihat posisi seperti nomor pada gambar
pertama di atas dan mempertimbangkan
dua langkah dasar: (i) memutar semua
piringan pada satu posisi searah dengan

jarum jam (ditunjukan dengan r), dan (ii)


piringan di posisi 1 pindah ke posisi 3,
piringan pada posisi 2 bergerak ke posisi 1,
dan posisi piringan 3 bergerak ke posisi 2
(ditunjukan dengan s). Dalam permutasi,
kami memiliki r = (1 2 3 4 5 6) dan s = (1
3 2). Jelas, himpunan semua kemungkinan
bergerak dalam subgroup dari S6 dihasilkan
oleh r dan s (yaitu, semua rangkaian r dan
s's). Kita diminta untuk mengekspresikan
(2 3 4) dalam hal r dan s. Sebuah judul
percobaan mengungkapkan bahwa (234) =
rs2r-1. Di sisi lain, tidak mungkin untuk
.cepat (12) dalam hal r dan s
Hal memukau tentang masalah
permutasi adalah bahwa ada software
perpaket yang bisa menjawab banyak
pertanyaan langsung. Dalam kasus ini,
kami akan meminta komputer untuk
menentukan jika (2 3 4) adalah yang dapat
dinyatakan dalam jangka waktu r dan s,
dan jika demikian, bagaimana. Misalnya,
dengan software GAP (lihat perangkat
lunak yang disarankan pada akhir bab ini)
:kita menggunakan perintah
gap

gap
(1, 3, 2)

G : = group simetri (6)


r : = (1, 2, 3, 4, 5, 6); s : -

;gap

;gap

K : = subgrup (G[r,s )
faktorisasi (K(2, 3, 4))

Tiga baris pertama


menginformasikan komputer bahwa
kelompok kita adalah subkelompok S6
dihasilkan oleh r = (1 2 3 4 5 6) dan s = (1
3 2) sedangkan permintaan baris keempat
.yang (2 3 4) diungkapkan dalam r dan s
GAP dapat menghitung 43, 252, 003,
274, 489, 856, 000 (43+triliun) permutasi
kubus rubik's label wajah para kubus
.seperti yang ditunjukkan di sini

permutasi kelompok kubus dihasilkannya


rotasi berikut dari enam lapisan.
Atas = (1, 3, 8, 6) (2, 5, 7, 4) (9, 33, 25,
17) (10, 34, 26, 18) (11, 35, 27, 19)
Kiri = (9, 11, 16, 14) (10, 13, 15, 12) (1,
17, 41, 40) (4, 20, 44, 37) (6, 22, 46, 35)
Depan
= (17, 19, 24, 22) (18, 21, 23,
20) (6, 25, 43, 16) (7, 28, 42, 13) (8, 30,
41, 11)
Kanan
= (25, 27, 32, 30) (26, 29, 31,
28) (3, 38, 43, 19) (5, 36, 45, 21) (8, 33,
48, 24)
Samping = (33, 35, 40, 38) (34, 37, 39, 36)
(3, 9, 46, 32) (2, 12, 47, 29) (1, 14, 48, 27)
Bawah
= (41, 43, 48, 46) (42, 45, 47,
44) (14, 22, 30, 38) (15, 23, 31, 39) (16,
24, 32, 40)
A CHECK-DIGIT SCHE BASED ON

D5

Pada tahun 1969 J. verhoeff membagi


metode pemanfaatan grup dihedral
beroeder 10 untuk mendeteksi semua digit
unggal eror dan transposisi eror digit-digit
yang berdekatan tanpa menghindari
beberapa bilangan atau mengajukan

karakter baru. Untuk menggambarkan


metode permutasi ini
= (0 1 5 8 9 4 2 7) (3 6)
Dan grup dihedral berorder 10 yang
digambarkan oleh table di bawah ini (disini
kita menggunakan 0 sampai 4 untuk rotasi
dan 5 sampai 9 untuk refleksi)
*

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9

1
2
3
4
0
9
5
6
7
8

2
3
4
0
1
8
9
5
6
7

3
4
0
1
2
7
8
9
5
6

4
0
1
2
3
6
7
8
9
5

5
6
7
8
9
0
1
2
3
4

6
7
8
9
5
4
0
1
2
3

7
8
9
5
6
3
4
0
1
2

8
9
5
6
7
2
3
4
0
1

9
5
6
7
8
1
2
3
4
0

IdeVerhoeff melihat digit 0 sampai 9


D5 ,
sebagai element dari grup
faktanya
beberapa rangkaian digit

a1 , a2

kami melampirkan cek digit


a1

)*

2 ( a2 ) *

an

a(n1)

maka (

3 ( a3 ) * *

n1 ( an1 ) *
2

n ( an ) = 0 (disini

(x) = ((x));

(x) = ( (x))

dan sebagainya)
Karena memiliki sifat

i (a)

i (b) jika a

Pada tahun 1990 pemerintah jerman mulai


menggunakan modifikasi dari skema cek
digit Verhoeff untuk membubuhkan cek
digit kedalam serial nomor pada bank
jerman (mata uang dutces mark)
Table selanjutnya memberikan nilai fungsi
i
i
(j), baris disimbolkan oleh dan
kolom disimbolkan oleh j

8 9

9 4

4 2

2 7

7 0

0 1

8
4

9
5

2
7

7
8

0
9

1
10

1 5

5 8

8 9

9 4

4 2

Contoh
Mata uang yang memiliki nomer serial
AG8536827U dengan menggunakan table
di bawah ini
A

(0) *

2 (2) *

(5) *

5 (3) *

(2) *

9 (7) *

2 (2) * 3 (8) *

6 (6) *

7 (8) *

10 (7) * 7 = 1 * 0 * 2 * 2

*6*6*5*2*0*1*7=0
Ilustrasikan
bagaimana
table perkalian dihedral 5

menggunakan

1 * 0 * 2 * 2 = (1 * 0) * 2 * 2 = 1 * 2 * 2 =
(1 * 2) * 2 = 3 * 2 = 0
SOAL LATIHAN (Hal. 107-110)
Find the order of each of the following
.permutations
( 1 4 ) =(4 1) .a

( 1 4 7 ) =( 17 ) (1 4)

.b

( 1 4 7 6 2 )=( 1 2 ) (1 6 )( 1 7 ) (1 4)

.c

What is the order of each of the .3


.following permutations

( 12 4 ) ( 35 7 )

.a

1 2 3 4 5 67
2 4 5 1 7 63

( 12 4 ) (3 5 6)

.b

1 2 34 5 6
2 4 51 6 3

( 12 4 ) ( 35 ) .c

.1

1 2 34 5
2 4 51 1

d. (1 2 4)(3 5 7 8)

1 2 3 4 5 67 8
2 4 5 1 7 68 3

What is the order of each of the .4


?following permutations

1 2 34 5 6
2 1 54 6 3

.a

( 12 ) ( 3 5 6 ) (4 ) =

1 2 34 5 67
7 6 12 3 45

.b

( 17 5 3 ) (2 6 4 ) =
8. What is the maximum order of any
element in A10 ?
10 !
=5.9 !
2

40.

Prove that Sn is non-abelian for all n

3.

S3 = 3! = 6
2
6 fungsi ( , , , , , )

[
[

a1 a 2 a3
b1 b 2 b3
b1 b 2 b3
a1 a 2 a3

(b1

] [
]
] [
]
b1 b 2 b3
a1 a 2 a3

a1 a 2 a3
b1 b 2 b3

b2 b3 ) ( a1 a2 a3 )

non-abelian