Anda di halaman 1dari 10

KIMIA ANORGANIK II

EMAS

DISUSUN OLEH:
SARIFA SITI HAPIZAH

(E1M013048)

NI MADE ARIYANTINI

(E1M013015)

LALU SINGGIH AJI PUTRA

(E1M013049)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MATARAM
2015

EMAS
Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79.
Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek,
mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas
tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh
klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di
nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan
salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas
melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat
celcius.
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya
berkisar antara 2,5 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan
kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi
dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa,
karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas
juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas
terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan
unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ,
hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

A. KELIMPAHAN EMAS DI ALAM


Dalam tabel periodik unsur, emas merupakan unsur dengan nomor atom 79
dengan lambang Au setelah perak dan tembaga dan termasuk golongan transisi tepatnya
golongan IB. Emas yang terdapat di alam umumnya berupa butiran-butiran halus
bersama tembaga, perak dan kadang bersama logam-logam golongan platina. Hal ini
dimungkinkan kemiripan sifat dari unsur-unsur tersebut. Selain itu emas sering diperoleh
dalam bentuk senyawaan sebagai mineral telurida, AuTe2 dan silvanit, AuAgTe4.
Di alam, emas umumnya ditemukan dalam bentuk logam bebas yang terdapat di
dalam retakan-retakan batuan kwarsa dan dalam bentuk batuan mineral. Emas juga

ditemukan dalam bentuk emas aluvial yang terbentuk karena proses pelapukan terhadap
batuan-batuan yang mengandung emas (gold -bearing rocks) (Lucas, 1985). Kelimpahan
relatif emas didalam kerak bumi diperkirakan sebesar 0,004 g/ton, termasuk sekitar 0,001
g/ton terdapat didalam perairan laut
Di Indonesia tambang emas sangat banyak yakni Jawa, Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi dan Irian Jaya. Tetapi sebagian besar tambang yang ada di Indonesia diolah
perusahaan luar asing, hal ini tentu tidak terlepas dari pengetahuan masyarakat yang
rendah mengenai cara-cara pengolahan bahan-bahan galian yang ada, khususnya emas.
Saat ini perusahaan tambang emas milik Pemerintah yang aktif adalah UPEC
(Unit Pertambangan Emas Cikotok) dan PT.Freeport Indonesia (PTFI) di Irian Jaya
tepatnya gunung Ersberg. Cikotok merupakan suatu kecamatan di kabupaten Banten,
Jawa Barat. Beberapa tambang emas yang ada di Indonesia dapat dilihat pada Tabel.
Nama Perusahaan

B. PT Aneka Tambang Tbk

Tempat
Jawa barat, Kab.Bogor-gunung Bonggor

PT.Freeport Indonesia (PTFI)

Irian Jaya-gunung Ersberg

UPEC (Unit Pertambangan Emas Cikotok)

Jawa Barat, Kab. Banten, Kec.cikotok

F
A

T-SIFAT EMAS
Emas yang biasa dijual dipasaran kualitasnya sangat tergantung pada perusahaan
yang memproduksinya. Terutama untuk emas-emas yang diperoleh dengan cara
pelapisan atau yang disebut penyepuhan. Hal ini sering dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari dimana cincin atau gelang emas yang kilaunya memudar. Untuk mengatasi
hal ini sebaiknya membeli emas atau gelang dari tempat atau perusahaan yang dipercaya,
walaupun harganya sedikit lebih mahal.
Berikut beberapa sifat fisis dari emas :
Fase : Padat
Warna : kuning
Massa jenis : (sekitar suhu kamar)19.3 g/cm
Massa jenis : cair pada titik lebur 17.31 g/cm
Titik lebur : 1337.33 K (1064.18 C, 1947.52 F)
Titik didih : 3129 K (2856 C, 5173 F)
Kalor peleburan : 12.55 kJ/mol
Kalor penguapan : 324 kJ/mol
Kapasitas kalor : (25 C) 25.418 J/(molK)

Emas juga merupakan logam yang paling boleh tempa dan dimulurkan.
Sementara beberapa sifat kimia dari emas adalah sebagai berikut :
Emas merupakan unsur siderophile (suka akan besi), dan sedikit chalcophile (suka
akan belerang). Karena sifatnya ini maka emas banyak berikatan dengan mineralmineral besi atau stabil pada penyangga besi (magnetit/hematit)
Merupakan unsur yang yang mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik.
Tingginya nilai potensial reduksi emas mengakibatkan logam ini selalu terdapat di
alam dalam keadaan bebas. Logam emas merupakan logam yang tahan akan korosi,
mudah ditempa dan relatif stabil di alam karena tidak banyak bereaksi dengan
kebanyakan bahan kimia. Untuk keperluan ektraksi dari bijihnya, proses dengan
melibatkan senyawa sianida dapat diterapkan seperti halnya pada ekstraksi logam
perak.
Secara kimiawi emas tergolong inert sehingga disebut logam mulia. Emas tidak
bereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara di bawah kondisi normal.
Namun emas terurai dalam larutan sianida dalam tekanan udara. Emas juga tidak
bereaksi dengan asam atau basa apapun.
Emas dikatakan sangat tidak reaktif karena pada kondisi biasa tidak bereaksi dengan
sebagian besar pereaksi dan unsur-unsur yang lain. Asam sulfat pekat, asam fluorida,
asam klorida, oksigen, nitrogen, halogen, selenium, karbon dan hidrogen pada suhu
kamar tidak bereaksi dengan emas, tetapi pada suhu tinggi sekitar 150 C emas dapat
bereaksi dengan brom dan uap air.

C. PENGOLAHAN EMAS
Proses pengolahan emas dari bijihnya umumnya dikenal dua cara yaitu :
Cara kimia. Cara kimia terbagi menjadi 5 bagian utama yaitu pengecilan ukuran,
pinggilingan, amalgamasi, sianidasi dan pemurnian. Namun untuk emas yang
diperoleh dengan cara pendulangan umumnya langsung masuk pada tahap sianidasi
kemudian dimurnikan.
Cara mekanik. Cara ini dilakukan tanpa bahan kimia. Hal ini disebabkan emas yang
diperoleh telah dalam keadaan murni dengan butiran yang besar. Misalnya dengan
sedikit pemanasan pada suhu rendah untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang

berupa akar-akar kayu atau cukup dicuci menggunakan aquades untuk membersihkan
pasir atau tanah-tanah yang masih menempel pada emas.
Cara memisahkan Emas Murni dari pertambangan (ekstraksi), ada dua jenis :

Amalgamasi adalah proses penyelaputan partikel emas oleh air raksa dan membentuk
amalgam (au hg). Amalgam masih merupakan proses ekstraksi emas yang paling
sederhana dan murah, akan tetapi proses efektif untuk bijih emas yang berkadar tinggi
dan mempunyai ukuran butir kasar (> 74 mikron) dan dalam membentuk emas murni
yang bebas (free native gold). Proses amalgamasi merupakan proses kimia fisika,
apabila amalgamnya dipanaskan, maka akan terurai menjadi elemen-elemen yaitu air
raksa dan bullion emas. Amalgam dapat terurai dengan pemanasan di dalam sebuah
retort, air raksanya akan menguap dan dapat diperoleh kembali dari kondensasi uap
air raksa tersebut. Sementara au-ag tetap tertinggal di dalam retort sebagai logam

Proses sianidasi terdiri dari dua tahap penting, yaitu proses pelarutan dan proses
pemisahan emas dari larutannya. Pelarut yang biasa digunakan dalam proses cyanidasi
adalahNaCN, KCN, Ca(CN)2, atau campuran ketiganya. Pelarut yang paling sering
digunakan adalah nacn, karena mampu melarutkan emas lebih baik dari pelarut
lainnya.

Diagram Alir Proses Pengolahan Bijih Emas


Secara umum pengolahan bijih emas untuk menjadi bullion meliputi operasi
pengecilan ukuran atau kominusi, leaching atau pelindian, pemisahan padatan-larutan
atau solid-liquid separation, vacuum deaeration, cementaion, filtration, dan smelting.

Proses pengolahan bijih emas dimulai dengan tahap operasi kominusi yang terdiri
dari crushing atau peremukan dan grinding atau penggilingan. Tujuan utama dari
Operasi kominisi adalah meliberasi atau membebaskan emas dari ikatan fisiknya dengan
mineral-mineral pengotor yang terdapat dalam bijih dan mengekspose partikel emas yang
terperangkap dalam bijih.
Tahap berikutnya adalah Proses pelindian atau leaching dengan Leaching agent
menggunakan sodium sianid (NaCN). Tahap ini bertujuan untuk melarutkan secara
selektif unsur emas dan perak yang terdapat dalam bijih. Pelindian emas dan perak akan
berlangsung melalui reaksi kimia berikut:
4Au + 8NaCN + O2 + 2H2O > 4NaAu(CN)2 + 4NaOH
4Ag + 8NaCN + O2 + 2H2O > 4NaAg(CN)2 + 4NaOH
Pada reaksi pelindian ini diperlukan Oksigen agar emas dapat teroksidasi menjadi
kationnya (Au+) yang kemudian kation emas ini membentuk kompleks aurosianid
(Au(CN)2-) yang larut dan stabil dalam larutan pelindian.
Sesudah proses pelindian dilakukan proses pemisahan solid-liquid dengan cara
counter current decantation (CCD) dalam sejumlah thickener dan filtrasi dengan
menggunakan press filter.
Tahapan berikutnya adalah proses deaerasi, atau pengurangan kandungan
oksigen. Proses deaerasi dilakukan dalam vacuum deaerator untuk menghilangkan

oksigen dari larutan. Proses penghilangan oksigen ini bertujuan untuk mencegah
pelarutan kembali presipitat Au dan Ag serta pelarutan serbuk seng oleh oksigen yang
dapat meningkatkan konsumsi seng.
Tahap sementasi merupakan proses yang paling umum digunakan pada industri
pengolahan emas. Proses sementasi dibantu dengan menggunakan serbuk seng dan
dilakukan dalam larutan yang bening. Pemakaian larutan bening bertujuan untuk
menghindari proses pasivasi seng akibat tertutupi oleh partikel padatan yang tersuspensi
dalam slurry, sehingga dapat mempercepat laju proses presipitasi. Presipitasi logam emas
oleh serbuk seng berlangsung melalui reaksi berikut:
2NaAu(CN)2 + Zn > Na2Zn(CN)4) + 2Au
2NaAg(CN)2 + Zn > Na2Zn(CN)4) + 2Ag
Sesudah proses sementasi dilakukan filtrasi presipitate Au-Ag. Larutan yang
sudah dipisahkan dari presipitate Au-Ag atau barren solution dapat digunakan kembali
dalam proses CCD. Sedangkan presipitate Au dan Ag kemudian dilebur menjadi bullion
yang siap dikirimkan ke pabrik pemurnian bullion.

D. PERSENYAWAAN EMAS
Emas membentuk berbagai senyawa kompleks, tetapi hanya sedikit senyawa
anorganik sederhana. Emas (I) oksida, Au2O, adalah salah satu senyawa yang stabil
dengan tingkat oksidasi +1, seperti halnya tembaga, tingkat oksidasi +1 ini hanya stabil
dalam senyawa padatan, karena semua larutan garam emas (I) mengalami
disproporsionasi menjadi logam emas dan ion emas (III) menurut persamaan reaksi :
3Au+(aq) 2Au(s) + Au3+(aq).
Secara kimiawi emas tergolong inert sehingga disebut logam mulia. Emas tidak
bereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara di bawah kondisi normal. Namun
emas terurai dalam larutan sianida dalam tekanan udara. Emas juga tidak bereaksi
dengan asam atau basa apapun. Akan tetapi emas bereaksi dengan halogen dan aqua
regia.

Reaksi emas dengan halogen


Logam emas bereaksi dengan klorin, Cl2, atau bromin, Br2, untuk membentuk
trihalida emas (III) klorida, AuCl3, atau emas (III) bromida, AuBr3.
2Au(s) + 3Cl2(g) 2AuCl3(s)
2Au(s) + 3Br2(g) 2AuBr3(s)
AuCl3 dapat larut dalam asam hidroksida pekat menghasilkan ion tetrakloroaurat (III),
[AuCl4]-, suatu ion yang merupakan salah satu komponen dalam emas cair, yaitu
suatu campuran spesies emas dalam larutan yang akan mengendapkan suatu film
logam emas jika dipanaskan.
Di lain pihak, logam emas bereaksi dengan iodin, I2, untuk membentuk monohalida,
emas (I) iodida, AuI.
2Au(s) + I2(g) 2AuI(s)
Dalam keadaan tanpa oksigen natrium sianida dapat bereaksi secara perlahan dengan
emas. Tetapi reaksi akan berlangsung cepat dengan adanya oksigen, berikut
reaksinya:
Au(s) + 8NaCN(aq) + O2(g) + H2O(l) 4NaAu(CN)2(aq) + 4NaOH(aq)
Air raja adalah pelarut yang baik untuk emas. Air raja merupakan campuran antara
asam nitrat pekat dan asam klorida pekat dengan perbandingan volume 1:3. Reaksi
yang terjadi adalah sebagai berikut:
Au(s) + 3HNO3(aq) + 4HCl(aq) HAuCl(aq) + 3NO2(g) + 3H2O(l)

E. KEGUNAAN EMAS
Emas memiliki banyak kegunaan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun
perindustrian, pada umumnya digunakan untuk perhiasan, namun masih ada banyak
kegunaan emas, yaitu sebagai berikut :
Kedokteran
Penggunaan emas dalam bidang kedokteran biasanya untuk pelapis gigi, dengan terlebih
dahulu memadukannya dengan logam-logam lain sehingga menjadi logam alloy yang

dapat digunakan untuk melapisi gigi. Kini emas yang menghasilkan radioaktif
dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kanker.

198

Au dengan paruh waktu selama 2.7

hari dan digunakan untuk terapi kanker dan penyakit lainnya. Disodium aurothiomalat
ediberikan melalui lewat otot (intramuscularly) sebagai terapi arthritis.
Emas dengan kadar murni (24 karat) juga digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati
sehingga sel-sel yang telah rusak akan diperbaharui. (perawatan kecantikan)
Hi-Tech Elektronik
Pada hal ini adalah terkait dengan komputer, emas digunakan untuk menyambung
logam-logam yang semi konduktor didalam mesin komputer.
Telekomunikasi
Dalam mikrofon telepon setiap satu pemancar menggunakan emas dalam diafragma.
Televisi Emas
disini digunakan untuk membalut chip mikro elektronik. .
Pesawat Luar Angkasa
Pada hal ini emas digunakan sebagai pelindung komputer dalam pesawat dan sebagai
pelindung bagian depan awak pesawat, yang dipadukan dengan silikon agar radar tetap
bisa diterima oleh pesawat.
Bidang Fotografi
Senyawa emas yang paling banyak adalah auric chloride dan chlorauric acid, yang
terakhir banyak digunakan dalam bidang fotografi untuk membuat tinta dan bayangan
perak.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015 (http://kotakpengetahuan.blogspot.com/2012/02/proses-terbentuknyaemas.html diakses pada tanggal 21 Maret 2015).
Anonim. 2010. sifat fisika dan kimia emas (Au). ( http://decilix.blogspot.com/2010/11/sifatfisika-dan-kimia-emasau.html/ diakses pada tanggal 23 Maret 2015).
Anonim.

2015.

Kelimpahan

Emas.

digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-13299-

Chapter1.pdf/ diakses pada tanggal 21 Maret 2015).


Andra. 2014. Pengolahan Biji Emas. (http://ardra.biz/sain-teknologi/mineral/pengolahanmineral/pengolahan-bijih-emas-dan-perak/ diakses pada tanggal 21 Maret 2015).
Sita,

Theresa.

2014.

Makalah

Emas

Kimia

(http://www.academia.edu/9759744/Makalah_Emas_-_Kimia_Anorganik/

Anorganik.
diakses

pada tanggal 21 Maret 2015).


Tim Redaksi Buku SMU. 2005. Mengenal Unsur-unsur Kimia. Jakarta : Poliyama Widya
Pustaka.