Anda di halaman 1dari 18

Sistem Sirkulasi Jantung

Caecilia Yunita Putry Pawe


10-2011-116
Fakultas Kedokteran UKRIDA
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
caecilia_putry@yahoo.com

Daftar Isi
1. Pendahuluan .................................................................................... 2
2. Pembahasan
Makroskopik ........................................................................ 3
Persarafan Jantung ............................................................... 5
Vaskularisasi ......................................................................... 5
Histologi Otot Jantung .......................................................... 7
Histologi Pembuluh Darah .................................................... 8
Siklus Jantung ...................................................................... 11
Aktivitas Listrik Jantung ...................................................... 11
Sistem Sirkulasi Darah ......................................................... 14
EKG ......................................................................................15

3. Penutup .............................................................................................. 17
4. Daftar Pustaka ................................................................................... 18

PENDAHULUAN
1

LATAR BELAKANG
Sistem cardiovaskuler merupakan sistem transportasi dalam tubuh yang berfungsi
menghantarkan berbagai nutrisi, oksigen, air, dan elektrolit menuju jaringan tubuh dan
membawa berbagai sisa metabolisme jaringan ke alat eksresi. Selanjutnya juga
mengangkut panas sebagai hasil proses metabolisme sel ke seluruh tubuh serta
membawa berbagai hormon dari kelenjar endokrin ke berbagai sasaran. Di makalah
ini akan dibahas keseluruhan dari mekanisme sistem cardiovasculer.
MASALAH
Nyeri dada yang menjalar ke punggung dan lengan kiri dan menderita gejala angina
pectoris.
TUJUAN
Mencari tau tentang mekanisme kerja jantung, sistem sirkulasi, organ-organ yang
berperan baik dilihat secara makroskopis maupun mikroskopis, dan pemeriksaan
EKG.
HIPOTESIS
Nyeri dada yang menjalar ke daerah sekitar nya dipengaruhi oleh mekanisme kerja
jantung yang dapat di periksa dengan EKG.
MANFAAT
Diharapkan, mahasiswa dapat mengetahui mekanisme kerja jantung, sistem sirkulasi,
organ-organ yang berperan baik dilihat secara makroskopis maupun mikroskopis, dan
pemeriksaan EKG.

PEMBAHASAN
2

ISI
Makroskopis
Jantung merupakan organ muscularis yang mempunyai rongga di dalamnya dan
berbentuk kerucut (conus). Ukuran jantung itu sendiri kira-kira panjangnya 12 cm, lebar
8 - 9 cm. Berat jantung pada laki-laki 280 350 g dan pada perempuan 230 280 g.1
Bagian-bagian jantung :
1. Atrium dextrum
Atrium propria (sinus venarum cavarum) yang terdiri dari :
Ostium venae cavae superioris
Merupakan vena yang membawa darah dari seluruh tubuh terutama dari bagian
superior (kepala).

Ostium venae cavae inferioris


Merupakan vena yang membawa darah dari seluruh tubuh terutama dari bagian
inferior (kaki).

Ostium sinus coronarii


merupakan muara dari vena yang memperdarahi jantung.
Foramina venarum minimarum
Fossa ovalis
merupakan saluran yang pada keadaan normal telah tertutup. Pada masa janin
akan menghubungkan atrium dextra dengan atrium sinistra.
Tuberculum intervenosum
Merupakan peninggian di daerah septum yang terletak diantara fossa ovalis dan
muara vena cava superior.
Auricula dextra
berbentuk seperti daun telinga anjing, merupakan kantung antara vena cava
superior dan ventricel dexter. Permukaan dalam terdiri dari susunan otot seperti
mata sisir disebut Mm. Pectinati.

Gb.1 Atrium dextra


2. Ventriculus dextrum

Tebal dinding ventriculus dextrum 1/3 tebal dinding ventriculus sinistra. Bagian basis
tebal dan semakin tipis ke arah apex.
Bagian dalam terdiri dari :
Ostium atrioventricularis dextra
Melekat valvula trikuspidalis = valvula atrioventrikularis dextra yang
mengelilingi ostium dengan lembaran tipis seperti daun yang mengarah ke
ventricel. Valvula trikuspidalis terdiri dari 3 daun (cupis) :
Cuspis anterior (cuspis ventralis)
Cuspis posterior (cuspis dorsalis)
Cuspis medialis (cuspis septalis)
Ostium truncus pulmonalis
Terletak disebelah superior dan sinistra dari ostium atrioventricularis dextra.
terdapat valvula pulmonalis yang terdiri dari 3cuspis semilunaris, yaitu cuspis
semilunaris sinistra, cuspis semilunaris dextra dan cuspis semilunaris anterior.
Trabecula carnae
Kumpulan otot yang ireguler
membentuk permukaan dalam
ventrikel, kecuali pada conus
arteriosus. Trabecula carnae yang
terletak pada apex ventriculus
dexter disebut dengan trabecula
septomarginalis
(moderator
band).
Terdapat otot yang berbentuk
bulat yang puncaknya melekat
pada chorda tandinae yang
disebut dengan M. Papilaris.
Gb.2 bagian dalam ventrikel dextra
3. Atrium sinister
Ukuran sedikit lebih kecil dari atrium dextra, dan mempunyai dinding yang lebih tebal.
Terdiri atas :
Atrium proprium
Terdapat muara 4 Vv. Pulmonales, dan pada masing-masing sisi bermuara 2 vena,
yaitu vena pulmonales sinistra dan dextra.
Auricula sinister
Auricula ini berbentuk panjang, sempit dan lebih melengkung dibandingkan yang
dextra. permukaan dalam auricula sinistra juga terdapat rigi muscular yang
disebut Mm. Pectinati.
4. Ventriculus sinister
Bentuknya lebih panjang, lebih conus dan dindingnya 3 kali lebih tebal daripada yang
dextra. Pada potongan melintang, mempunyai ronga berbentuk circulair.
Pada permukaan dalam ventriculus sinister dijumpai 2 lubang, yaitu :
4

Ostium atriventricularis sinistra


Pada ostium ini melekat valvula bicuspidalis (valvula mitralis),
Valvula bicuspidalis terdiri dari 2 cuspis yang ukuran tidak sama besar, yaitu :
Cuspis anterior (cuspis ventralis) yang besar dan terletak disebelah ventral
dan dextra berbatasan dengan ostium aorticum
Cuspis posterior (cuspis dorsalis) yang kecil dan terletak disebelah dorsal
Ostium aorticum
Merupakan lubang bulat disebelah ventral dan dextra dari ostium
atrioventrikularis sinistra, dan mempunyai valvula semilunaris yang terdiri
dari 3 cuspis semilunaris yang serupa dengan valvula pulmonalis tapi
memiliki ukuran yang lebih besar, tebal dan lebih kuat
Trabecula carnae sama dengan yang dextra, tetapi berjumlah lebih banyak dan
tebal terutama di daerah apex dan dinding dorsal jantung. Juga memiliki 2 mm.
Papilares.

Persarafan jantung
Jantung mendapat persarafan dari R. Cardiacus N. Vagus dan truncus simphaticus yang
bergabung menjadi plexus cardiacus dan cabang-cabangnya. Saraf simpatis merupakan
serabut postganglionik dari medulla spinalis segmen servical dan thoracal bagian
superior.
Saraf parasimpatis (N. Vagus) merupakan serabut preganglionik dimana ganglionnya
terletak di jaringan ikat pericardium dari atrium dan di septum interatorium.2
1. Perangsangan jantung oleh saraf simpatis
Perangsangan saraf simpatis yang kuat dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung
pada manusia dewasa dari 180 menjadi 200 per menit. Selain itu perangsangan saraf
simpatis juga meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung, oleh karena itu akan
meningkatkan volume darah yang dipompa dan meningkatka tekanan ejeksi.
2. Perangsangan jantung oleh saraf parasimpatis
Perangsangan vagus yang kuat pada jantung dapat menghentikan denyut jantung
selama beberapa detik, tetapi biasanya jantung akan mengatasinya dan setelah itu
berdenyut dengan kecepatan 20 sampai 40 kali per menit. Selain itu perangsangan
vagus yang kuat juga dapat menurunkan kekuatan kontraksi otot sebesar 20 sampai 30
persen.
Vaskularisasi
Jantung mendapat pendarahan dari a. Coronaria cordis yang merupakan cabang dari
aorta ascendens. A. Coronaria cordis ini terbagi atas dua, yaitu :

A. Coronaria dextra

Muncul dari sinus aorticus anterior


Terdiri dari 2 cabang :
R. Interventricularis posterior
Memberi pendarahan kedua ventrikel.
R. Marginalis
Timbul dari margo dextra, berjalan melalui
margo acutus. Mendarahi fascies anterior
dan posterior ventriculus dexter.
Gb. 3 vaskularisasi
A. Coronaria sinistra
Timbul dari sinus aorticus posterior sinistra.
Terdiri dari 2 cabang, yaitu :
R. Interventricularis anterior
Berjalan ke inferior dalam sulcus interventricularis anterior menuju incisura
apicis cordis. Memperdarahi kedua ventricel dan beranastomosis dengan r.
Interventricularis posterior.
R. Circumflexa
Mengikuti bagian sinistra sulcus coronarius, dari sinistra kemudian ke dextra
sampai dekat sulcus atrioventricularis posterior. mendarahi atrium dan ventriculus
sinister
Kebanyakan vena dari jantung akan bermuara dalam sinus coronarius. Terletak di
bagian posterior sulcus coronarius. Sinus ini akan berakhir di atrium dextra, diantara
vena cava inferior dan ostium atrioventricularis. Pada muaranya terdapat valvula yang
disebut valvula sinus coronarius.1
Vena-vena yang bermuara pada sinus coronarius :
V. Cordis magna
Menerima cabang-cabang vena dari atrium sinister dan kedua ventricel
V. Cordis parva
Menerima darah balik dari bagian posterior atrium dextrum dan ventricel
V. Cordis media
dimulai dari apex cordis berjalan ascenderen di sulcus longitudinalis posterior berakhir
di dekat ujung dextra sinus coronarius
V. Ventricularis sinistra posterior
Berjalan di facies diafragmatica ventriculus sinister menuju sinus coronarius
V. Obliqua atrii sinistra Marshalli
Vena kecil yang descenderens secara obligue di bagian posterior atrium sinistrum dan
berakhir didekat ujung sinistra sinus coronaries

Histologi otot jantung


Otot jantung terdiri atas unit sel tersendiri dengan panjang sekitar 80 m dan diameter
15 m. Miosit jantung ini dirangkai ujung dengan ujung melalui taut yang disebut
6

discus interkalaris.3 Sebelum diketahui bahwa diskus interkalaris adalah taut intersel,
unit struktural otot jantung disebut serat. Dibawah mikroskop cahaya, otot jantung
memiliki pola bergaris melintang serupa dengan otot rangka namun serat-seratnya
bercabang dan saling berhubungan dengan serat didekatnya. Sarkoplasma nya lebih
banyak dan bercorak garis memanjang lebih jelas karna berkas-berkas miofibril
dipisahkan oleh deretan mitokondria. Miofibril menghindari inti dipusat, memetakan
daerah aksial fusiform yang kaya organel dan inklusi. Sebuah kompleks golgi kecil
terletak dekat satu kutub masing-masing inti yang memanjang. Tetes lipid umumnya
terdapat pada daerah ini.
Sifat unik otot jantung adalah adanya discus interkalaris yang tersusun melintang pada
interval teratur sepanjang serat. Mereka relatif tidakmencolok pada sediaan rutin
namun terpulas kuat oleh hematoksilin besi. Sebuah discus dapat melintasi serat secara
lurus, namun lebih sering berupa konfigurasi mirip tangga.

Dinding jantung
Jantung merupakan bangunan yang berongga berdinding muskuler tebal. Dinding
jantung baik atrium dan ventrikulus terdiri atas 3 lapisan utama yaitu :

Endocardium

Selain melapisi atrium dan ventriculus, endocardium juga melapisi struktur-struktur


yang terdapat dalam jantung seperti valvula, chorda tendinae, dan m. pipillaris.
Ketebalan endocardium berbanding terbalik dengan ketebalan myocardium yang
dilapisi.

Myocardium

Myocardium atrium lebih tipis dari ventriculus. Berkas-berkas serabut otot jantung
yang merupakan sisa-sisa semasa embrio diketemukan sebagai tonjolan-tonjolan di
permukaan dalam sebagai trabeculae carneae.

Epicardium

Jantung terdapat dalam sebuah kantung lembaran jaringan pengikat yang disebut
pericardium. Pericardium tersebut terdiri atas 2 bagian yaitu :
Lamina visceralis yang langsung menempel pada myocardium disebut pula epicardium.
Pada permukaan bebasnya ditutupi oleh sel-sel mesotil dan dibawahnya terdapat
jaringan pengikat tipis yang mengandung serabut elastis, pembuluh darah dan serabut
saraf.
Lamina parietalis, berbentuk sebagai membrana serosa yang terdiri atas jaringan
pengikat tipis mengandung serabut elastis, kolagen, fibroblas dan makrofag.

Kedua lembaran pericardium ini saling berhubungan membatasi ruangan yang sempit
disebut cavum pericardii.
Histologi pembuluh darah
Struktur umum dari pembuluh darah adalah :
Tunika Intima
Endotel (epitel selapis gepeng)
Subendotel (jar ikat areolar)
Tunika Media
Jumlah jar ikat padat bervariasi
Otot polos
Tunika Adventitia
Jaringan ikat
Serat saraf, pembuluh limf
Vasa vasorum
Antara tunica intima dan tunica media dibatasi oleh membrana elastica interna (lamina
elastica interna) yang terutama berkembang baik pada arteri sedang. Sedangkan antara
tunica media dan tunica adventitia dibatasi oleh membrana elastica externa (lamina
elastica externa) yang lebih tipis.3

Dalam perjalanannya arteri bercabang-cabang dan


ukurannya semakin kecil.
Berdasarkan ukurannya, komponen pembentuk dinding dan fungsi arteri dibedakan
menjadi:
ARTERI
Arteri besar (elastik)
Diameter > 1 cm, rata-rata 2,5 cm. Rata-rata tebal dinding 2 mm. Memiliki 3 lapisan
pada dindingnya, yaitu :
Tunika intima
terdapat endotel dengan lamina basalis, subendotel : jaringan ikat kolagen,
elastin dan otot polos. Terdapat lamina elastika interna (LEI).
Tunika media
Lapisan lebih tebal, terdiri dari serat elastin, kolagen, sel-sel otot polos dan
beberapa fibroblas.
Tunika adventitia
Terdiri dari jaringan ikat dan fibroblas. Lebih tipis dari tunika media dan terdapat
vasa vasorum.
Fungsinya untuk menyalurkan darah, meredam tekanan yang disebabkan sistol jantung,
menjaga agar aliran darah berjalan mulus/tidak terhentak-hentak (conduction arteries).
Contohnya : arteri pulmoner dan aorta, brachiocephalica, arteri subclavia, arteri carotis
communis, dan iliaca communis.3

Arteri medium (muskular)


8

Diameter 0,5 mm 1 cm, rata-rata 0,4 mm. Rata-rata tebal dinding 1 mm. Terdiri dari
3 lapisan, yaitu :
Tunika intima
Terdapat endotel dengan lamina basalis, subendotel : sedikit jaringan ikat.
Terdapat lamina elastika interna (LEI).
Tunika media
Terdiri dari otot polos sirkular, kolagen dan beberapa serat elastin. Tidak memiliki
fibroblas. Memiliki lamina elastika eksterna (LEE).
Tunika adventitia
Kandungan kolagen yang tinggi dan memiliki fibroblas. Sedangkan serat
elastiknya terkonsentrasi di lamina elastika eksterna
Fungsinya untuk membagi darah ke organ yang membutuhkannya (distributing
arteries). Contoh : A. brachialis, A. ulnaris, A. femoralis.
Arteri kecil (arteriol)
Diameter 500 300 um, rata-rata tebal dindig 20 um. Memiliki 3 lapisan pada
dindingnya, yaitu :
Tunika intima
Terdiri atas endotel utuh yang menempel langsung pada membrana elastica
interna dan lapis subendotel ysng sangat tipis terdiri atas serat retikuler dan
elastin. Pada arteriol yang lebih besar terdapat lamina elastika interna yang sangat
tipis namun pada arteriol kecil tidak ada.
Tunika media
Terdiri atas susunan sel-sel otot polos yang konsentris. Pada arteriol kecil hanya
terdapat satu lapis yang melingkari seluruh endotel.Pada arteriol yang besar
kadang-kadang terdapat membrana elastica eksterna tipis.
Tunika adventitia
Merupakan lapisan yang sangat tipis. Tersusun dari serat kolagen dan sedikit
fibroblas.
Fungsinya untuk mendistribusikan darah ke jaringan organ-organ dalam dan
mengontrol aliran darah kedalam kapiler.
Pada pembuluh daerah peralihan antara arteriol dan kapiler disebut metarteriol.
Fungsinya sebagai sfingter, yaitu mangatur masuknya darah ke dalam dasar kapiler.
Kapiler darah berfungsi sebagai tempat pertukaran zat.dindingnya terdiri dari selapis
endotel yang sangat tipis, dengan lamina basal(hanya tunika intima) dengan diameter 8
12 um (lebih besar sedikit dari eritrosit) sehingga lumen kapiler hanya dapat dilalui
oleh 1 eritrosit saja. Dinding kapiler terdiri atas sel endotel yang sangat tipis. Tersebar
diluar kapiler terdapat sel-sel yang disebut perisit, sedangkan yang berada didalam
lumen disebut endotel.
KAPILER

Setelah melalui anyaman kapiler, darah akan menuju jantung melalui vena. Semakin
mendekati jantung, pembuluhnya akan semakin membesar. Dinding vena lebih tipis dan
kurang elastis dari pada arteri yang didampinginya sehingga pada sediaan selalu
terdapat kolaps atau memipih.
VENA
Fungsi dari vena adalah membawa darah dengan tekanan rendah kembali ke jantung,
dan mempunyai 3 lapisan yaitu tunika intima, media dan adventitia. Vena memiliki
katup yang berfungsi untuk mencegah aliran darah kembali. Berdasarkan ukurannya,
vena dibagi menjadi 3 macam, yaitu :
Vena kecil
Beberapa kapiler yang bermuara dalam sebuah pembuluh dengan ukuran 15 20 um
yang disebut venula. Dindingnya terdiri atas selapis sel endotil yang diperkuat oleh
anyaman serabut retikuler dan fibroblas. Venula juga berperan dalam pertukaran zat.
Diameter venula makin lama makin besar disebut vena kecil. Ciri-cirinya yaitu sel otot
polos yang bertambah banyak dan mengelilingi endotel.
Vena sedang
Diameter 1 2 mm. Yang termasuk vena ini misalnya : v. Subcutanea, v. Visceralis, dan
sebagainya. Memiliki 3 lapisan pada dindingnya, yaitu :
Tunika intima
Terdiri atas selapis sel endotel dan kadang-kadang terdapat jaringan ikat
dibawahnya
Tunika media
Lebih tipis dibandingkan arteri yang didampinginya. Terdiri atas serabut otot
polos sirkuler yang dipisahkan oleh serabut kolagen yang memanjang dan
beberapa fibroblas. Serat kolagennya lebih menonjol daripada serat otot polos.
Tunika adventitia
Lebih tebal dari tunica medianya dan merupakan jaringan pengikat longgar
dengan berkas-berkas serabut kolagen dan anyaman serabut elastis. Kadang
terdapat serabut otot polos yang longitudinal pada perbatasan dengan tunica
medianya.
Vena besar
Vena besar mencakup vana cawa superior, vena azygos. Terdiri dari 3 lapisan, yaitu :
Diameter 1 2 mm,. Memiliki 3 lapisan pada dindingnya, yaitu :
Tunika intima
Mempunyai struktur hampir sama dengan vena sedang, namun pada pembuluh
yang lebih besar ini, jaringan ikatnya dapat jauh lebih tebal.
Tunika media
Kurang sempurna perkembangannya, kadang tidak ada. Bila ada, strukturnya
mirip dengan vena sedang.
Tunikaadventitia

10

Beberapa kali lebih tebal dari tunika medianya, yang terdiri atas jaringan ikat
dengan serat kolagen tersusun longitudinal dan terdapat otot polos yang mencolok
dan tersusun longitudinal.
Siklus Jantung
Mencakup dari akhir kontraksi dan relaksasi jantung sampai ke kontraksi dan
relaksasi berikutnya.4

Diastolik

Sistolik : Mengalirnya darah dari ventrikel keluar menuju aorta.

: Mengalirnya darah dari atrium masuk ke ventrikel.

Ketika darah isi ventrikel sudah mengalir ke dalam aorta, katup aorta dan pulmonal
menutup.Tekanan dalam ventrikel turun, terjadi pengisian darah ke dalam ventrikel dari
atrium. Setelah tekanan dalam ventrikel naik, mendorong katup trikuspidal dan
bikuspidal/mitral menutup. Sementara darah dari vena cava terus mengalir mengisi
atrium. Kemudian ventrikel berkontraksi, darah mengalir dari ventrikel masuk ke aorta
dan arteri pulmonalis.4 Demikian seterusnya siklus ini berulang.
Aktivitas Listrik Jantung
Kontraksi sel otot jantung menyemprotkan darah dipicu oleh potensial aksi yang
menjalar keseluruh membran otot. Jantung berkontraksi atsau berdenyut secara ritmis
akibat potensial aksi yang dihasilkan sendiri suatu sifat yang dinamai otoritmitas.
Terdapat 2 jenis khusus sel otot jantung:4
1. Sel kontraktil, yang membentuk99% dari sel-sel otot jantung, melakukan kerja
mekanis memompa darah. Sel-sel ini dalam keadaan normal tidak membentuk seniri
potensial aksi.
2. Sebaliknya, sel-sel jantung sisanya yang sangat sedikit tetapi sangat penting, sel
otoritmik tidak berkontraksi tetapi khusus memulai dan menghantarkan potensial aksi
yang menyebabkan kontraksi sel-sel jantung kontraktil.
Sel otoritmik jantung ini tidak memiliki potensial isitirahat. Sel-sel ini malah
memperlihatkan aktivitas pemacu yaitu potensial membrannya secara perlahan
terdepolarisasi atau bergeser antara potensial aksi sampai ambang tercapai saat
membran mengalami potensial aksi. Pergeseran lambat potensial membran sel
otoritmik ke ambang disebut potensial pemacu. Melalui siklus berulang tersebut
memicu potensial aksi yang kemudian menyebar keseluruh jantung untuk memicu
denyut berirama tanpa rangsangan saraf apapun.
Potensial pemacu disebabkan oleh adanya interaksi kompleks beberapa mekanisme
ionik yang berbeda. Perubahan terpenting dalam perpindahan ion yang menimbulkam
potensial pemacu adalah penurunan arus K+ keluar disertai oleh arus Na+ masuk yang
konstan dan peningkatan arus Ca+ masuk. Fase awal depolarisasi lambat ke ambang
disebabkan oleh penurunan siklik fluks pasif K+ keluar disertai kebocoran Na+ kedalam
11

yang berangsur lambat dan konstan. Disel otoritmik jantung permeabelitas K + tidak
tetap diantara potensial aksi seperti di saraf dan di sel otot rangka. Permeabelitas
membran terhadap K menurun diantara dua potensial aksi karena saluran K+ secara
perlahan menutup pada potensial negatif. Penutupan lambat ini secara bertahap
mengurangi aliran keluar ion positif kalium mengikuti penurunan gradien
konsentrasinya. Juga tidak seperti sel saraf dan sel otot rangka sel otoritmik jantung
tidak memiliki pintu Na+ bervoltasi. Sel-sel ini semali mempunyai saluran yang selalu
terbuka dan sehingga permeabel Na+ pada potensial negatif. Akibatnya terjadi influk
passif Na+ dalam jumlah kecil dan konstan pada saat yang sama ketika kecepatan efluk
K+ secara perlahan berkurang. Karena itu, bagian dalam secara gradual menjadi kurang
negatif yaitu membran secara bertahap mengalami depolarisasi dan bergeser menuju
ambang. Pada paruh kedua potensial pemacu, suatu saluran C + transien, salah satu dari
2 jenis saluran Ca+ berpintu voltase , membuka. Sewaktu depolarisasi lambat berlanjut
saluran ini terbuka sebelum membran mencapai ambang. Jika ambang telah tercapai
terbentuk fase naik potensial aksi sebagai respons terhadap penaktifan saluran Ca +
berpintu voltase yang berlangsung lebih lama dan diikuti oleh influk Ca + dalam jumlah
besar. Fase naik yang diinduksi oleh Ca+ pada sel pemacu jantung ini berbeda dari yang
terjadi di sel saraf dan sel otot rangka yaitu influks Na dan bukan influks Ca + yang
mengubah kearah positif. Fase turun disebabkan seperti biasanya oleh efluks K yang
terjadi ketika permeabelitas K+ meningkat akibat pengaktifan saluran K+ berpintu
voltase. Setelah potensial kasi selsai, terjadi depolarisasi lambat berikutnya menuju
ambang akibat penutupan saluran K+ secara perlahan.4
Denyut jantung berasal dari sistem penghantar jantung yang khusus dan menyebarkan
melalui sistem ini ke semua bagian miokardium. Struktur yang membentuk sistem
penghantar adalah
Sumber Impuls Jantung terdiri dari :5

Nodus Sinoatrial (Nodus SA).

Lokasi di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah muara V cava


superior.Melepas impuls sebanyak 72 kali/menit.nodus ini Disebut pemacu jantung.
12

Nodus Atrioventrikuler (Nodus AV).

Posisi di bawah dinding posterior atrium kanan. Nodus ini Berfungsi untuk Menyaring
impuls supaya ejeksi darah dari atrium selesai dulu sebelum ada kontraksi ventrikel.

Serabut Purkinje.

Adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls dengan kecepatan
5 kali lipat kecepatan hantaran otot jantung biasa. Serabut purkinje ini memungkinkan
kedua atrium berkontraksi bersamaan diikuti kontraksi kedua ventrikel bersamaan.

Berkas His.

Adalah sekelompok serabut purkinje yang berasal dari Nodus AV berjalan sepanjang
septum interventrikuler menuju ke ventrikel. Berkas His bercabang 2, Berkas His
Kanan dan Kiri.
Jalur konduksi internodus
Impuls dari nodus sinoatrial kenyataannya berjalan ke nodus atrioventricularis lebih
cepat daripada kesanggupannya berjalan sepanjang miokardium melalui jalan yang
seharisnya. Fenomena ini dijelaskan dengan adanya jalur-jalur khusus di dalam dinding
atrium yang terdiri atas struktur campuran antara serabut-serabut Purkinje dan sel-sel
otot jantung. 4
a. Jalur internodus anterior
Meninggalkan ujung anterior nodus sinoatrial dan berjalan ke anterior menuju ke
muara vena kava superior. Jalur ini berjalan turun pada septum atrium dan berakhir
pada nodus atrioventricularis.
b. Jalur internodus medius
Meninggalkan ujung posterior nodus sinoatrialis dan berjalan ke posterior menuju
muara vena kava superior. Jalur ini turun ke bawah pada septum atrium menuju ke
nodus atrioventricularis.
c. Jalur internodus posterior
Meninggalkan bagian posterior nodus sinoatrial dan turun melalui crista terminalis
dan valva vena kava inferior menuju ke nodus atrioventricularis.
Karena berbagai sel otoritmik memiliki laju depolarisasi lambat ke ambang yang
berbeda-beda, maka frekuensi normal pembentukan potensial aksinya juga berebdabeda. Sel-sel jantung dengan kecepatan inisiasi potensial aksi tertinggi terletak di nodus
SA. Dalam keadaan normal nodus SA memiliki laju otoritmisitas tertinggi yaitu 70-80
potensial aksi per menit, karenanya nodus SA dikenal sebagai pemacu jantung. 5

Sistem Sirkulasi Darah


Ada 2 system sirkulasi darah yang utama : 6

Sirkulasi besar
13

Sirkulasi besar bermula dari ventrikel kiri jantung > aorta > seluruh tubuh > vena cava
> atrium kanan jantung.

Sirkulasi kecil.

Sirkulasi kecil bermula dari ventrikel kanan > arteri pulmonalis > paru-paru > vena
pulmonalis > atrium kiri jantung.

Sirkulasi yang lain antara lain:

Sirkulasi portal
Sirkulasi portal di mulai dari vena2 yang berasal dari lambung, usus, limpa dan
pankreas > vena porta > hepar > vena hepatika > vena cava.

Sirkulasi koroner.
Sirkulasi koroner berawal dari arteri koronaria yang berasal dari percabangan di
aorta > bercabang2 menjadi arteri yang lebih kecil menuju ke seluruh badan
jantung > sinus koronaria > atrium kanan.

Sirkulasi Janin
Sirkulasinya sama dengan manusia dewasa, hanya ada tambahan:
Ada vena umbilikalis yang menyalurkan darah bersih dari ibu masuk ke vena cava
janin. Di septum interatrial ada lubang foramen ovale yang mengakibatkan darah
dari atrium kanan bisa mengalir ke atrium kiri dan sebaliknya. Ada duktus
arteriosus yang mengalirkan darah dari ventrikel kanan ke aorta. Di arteri
abdominalis ada cabang yaitu arteri hipogastrika yang berlanjut menjadi arteri
umbilikalis yang membawa darah dari janin ke ibu. Ke empat organ yang disebut
diatas, setelah janin lahir, akan mengalami rudimenter.6

Fungsi Elektrokardiogram ( EKG )


Merupakan rekaman keseluruhan penyebaran aktivitas listrik di jantung. Arus listrik
dihasilkan oleh otot jantung selama masa depolarisasi dan repolarisasi yang menyebar
ke jaringan di sekitar jantung dan dihantrakan melalui cairan-cairan tubuh. Prinsip:
jantung merupakan organ pembangkit listrik Istilah EKG di temukan oleh Wiliam
Einthoven. Einthoven 1903 membuat galvanometer dawai (string galvanometer).7

14

Pemeriksaan EKG rutin terdiri 12 sadapan:


1.

Sadapan standard Einthoven : I, II,III

2.

Augmented Extremity Lead Goldberger :aVR,aVL,aVF

3.

Sadapan precordial Wilson :V1,V2,V3,V4,V5,V6

Sadapan Einthoven :
4.

L I : LA + dan RA -

5.

L II : LL + dan RA -

6.

L III : LL + dan LA -

Sadapan I,II,III membentuk segitiga sama sisi = segitiga einthoven Hukum Einthoven :
Jumlah aljabar sadapan II=jumlah aljabar sadapan I+III ( II=I+III)

Augmented Extremity Lead :

aVR elektoda + RA

aVL elektoda + LA

aVF elektroda + LL

RA,LA,LL melalui tahanan tinggi 5000 disatukan membentuk zero potensial


elektroda

15

Sadapan Precordial Wilson merupakan Elektroda eksplorasi sadapan :


V1 : ruang interkostalis IV garis parasternal kanan
V2 : ruang interkostalis IV garis parasternal kiri
V3 : Pertengahan garis lurus yang menghubungkan V2 dan V4
V4 : Ruang interkostalis V garis midklavikuler kiri
V5 : Titik potong garis aksilaris kiri depan , dengan garis horizontal melalui V4
V6 : Titik potong garis aksilaris kiri tengah , dengan garis horizontal melalui V4 dan
V5
Gelombang EKG dinyatakan dengan abjad Einthoven : P,Q,R,S,T dan U

Gelombang P

: depolarisasi atrium

Segmen PR

: perlambatan nodus AV

Kompleks QRS : depolarisasi ventrikel


Segmen ST
:waktu yang diperlukan oleh ventrikel untuk berkontraksi dan
mengosongkan dirinya

16

Interval TP
:waktu yang digunakan oleh ventrikel untuk berelaksasi dan
mengosongkan diri.

Bunyi Jantung.
Ada 2 bunyi jantung normal yang sering dipakai:

Bunyi Jantung 1.
Berasal dari bunyi tertutupnya katup atrioventrikuler(trikuspidal dan bicuspidal).

Bunyi Jantung 2.
Berasal dari bunyi tertutupnya katup aorta dan pulmonal.

Hal-hal yang dapat diketahui dari pemeriksaan EKG adalah :5

Denyut dan irama jantung

Posisi jantung di dalam rongga dada.

Penebalan otot jantung (hipertrofi).

Kerusakan bagian jantung.

Gangguan aliran darah di dalam jantung.

Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung

PENUTUP
KESIMPULAN
Hipotesis diterima, nyeri dada yang menjalar di daerah sekitar nya dipengaruhi oleh
mekanisme kerja jantung yang dapat diperiksa dengan EKG. Setelah membahas banyak
di atas tentang makroskopis serta mikroskopis dari sistem cardiovasculer, mekanisme
kerja jantung, sistem sirkulasi, serta EKG kita telah mengetahui bahwa sistem sirkulasi
itu sangat kompleks dan jika terjadi gangguan pada salah satu dari sistem sirkulasi itu
akan mempengaruhi keseluruhan pemasokan darah dari dan ke jaringan. Dengan
bantuan pemeriksaan EKG, dapat membantu kita untuk melihat gangguan-gangguan
aliran darah yang terjadi di dalam sirkulasi cardiovaskuler di tubuh kita.
17

DAFTAR PUSTAKA
1. Winami. W, Listawati. E. Buku Ajar Anatomi : Sistem Kardiovaskular 1. Jakarta :
Penerbit Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Uiversitas Kristen Krida Wacana;
2008. h: 1-36.
2. Faiz O. Moffat D. At a glance anatomi. Jakarta: Erlangga Medical Series; 2004. h: 719.
3. Fawcett, Don W. Buku Ajar Histologi. Ed. 12. Jakarta : EGC; 2002. h: 329-62.
4. Sherwood, Lauralee. Fisiologi Jantung. Fisiologi Manusia dari sel ke sistem Ed. 2.
Jakarta : EGC; 2011. h 327-67
5. Guyton AC. Hall JE. Fisiologi kedokteran. Ed. 11. Jakarta: EGC; 2008. h: 107.
6. Ganong FW. Fisiologi kedokteran. Ed. 22. Jakarta: EGC; 2008. h: 596-659
7. Bahan Kuliah Blok-8 Sistem Kardiovaskular 1. Jakarta: Program Studi Sarjana
Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana; 2011.

18