Anda di halaman 1dari 12

Laporan Kunjungan Rumah

Ilmu Kesehatan Masyarakat Family Folder


Puskesmas Tomang, Juli 2014
Adinda Elisabeth Sugio
102011057
Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana
cowfreax@gmail.com

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Hipertensi atau disebut juga dengan tekanan darah tinggi, yang diderita seseorang erat
kaitanya dengan tekanan sistolik dan diastolik atau keduanya secara terus menerus. Tekanan
sistolik berkaitan dengan tingginya tekanan pada arteri bila jantung berkontraksi, sedangkan
tekanan darah diastolik berkaitan dengan tekanan arteri pada saat jantung relaksasi diantara dua
denyut jantung. Dari hasil pengukuran tekanan sistolik memiliki nilai yang lebih besar dari
tekanan diastolik.
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana dijumpai tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg
atau lebih untuk usia 13 50 tahun dan tekanan darah mencapai 160/95 mmHg untuk usia di atas
50 tahun. Dan harus dilakukan pengukuran tekanan darah minimal sebanyak dua kali untuk lebih
memastikan keadaan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang dapat dirumuskan dari kasus ini adalah:
1. Faktor resiko apa saja yang ditemukan pada pasien
2. Adanya hubungan antara penyakit hipertensi terhadap pola makan
3. Melihat bagaimana fungsi keluarga menurut ilmu kedokteran keluarga dalam
mendukung penyembuhan pasien
4. Evaluasi terapi dalam rangka pengobatan pasien
1.2 Tujuan
Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah:
1. Mengetahui dan memahami betul tentang penyakit hipertensi itu sendiri, sehingga
dapat memberikan pelayanan kesehatan berupa promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif

yang menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan berdasarkan

pendekatan kedokteran keluarga, dengan mengikutsertakan pasien dan keluarga.


2. Mengetahui adanya hubungan antara riwayat keluarga (riwayat biologis, psikologis,
lingkungan/keadaan rumah, spiritual, sosial, kultural keluarga) terhadap penyakit
pasien (hipertensi)
3. Mengetahui sikap, pengetahuan, serta pengobatan yang dilakukan keluarga terhadap
pasien.
4. Untuk memenuhi tugas Skill Lab Family Folder pada blok community medicine.
1.3 Manfaat
Manfaat yang didapatkan dari kunjungan ke rumah pasien antara lain :
1. Meningkatkan sikap, perilaku, dan pengetahuan pasien dan keluargannya terhadap
hipertensi dan pengobatannya.
2. Mengenali gejala dini dan tanda-tanda bahaya dari penyakit tersebut, serta
memanfaatkan potensi pasien dan keluargannya dalam menanggulangi masalah
yang timbul.
3. Meningkatkan pemahaman dokter tentang pasien
4. Meningkatkan hubungan dokter pasien
LAPORAN KASUS

Puskesmas

: Kelurahan Tomang
2

Nomor register

Tanggal kunjungan

: 10 Juli 2014

I.

II.

Identitas Pasien :
Nama
Umur
Jenis kelamin
Pekerjaan
Pendidikan
Alamat
Telepon

: Tn. Chaerudin
: 51 tahun
: Laki-laki
: Pedagang Kelontong / Ketua RT
: SLTA
: Jl. Mandala Utama IV no 2 RT 014/ RW 006
:-

Riwayat Biologis Keluarga :


Keadaan kesehatan sekarang
Kebersihan perorangan
Penyakit yang sering diderita
Penyakit keturunan
Penyakit kronis/menular
Kecacatan anggota keluarga
Pola makan
Pola istirahat
Jumlah anggota keluarga

: Sedang
: Baik
: Pusing, Kaki kiri sakit
: Tidak ada
: Tidak ada
: Tidak ada
: Sedang
: Sedang
: 5 orang

III.

IV.

V.

Psikologis Keluarga :
Kebiasaan buruk
Pengambilan keputusan
Ketergantungan obat
Tempat mencari pelayanan kesehatan
Pola rekreasi

: Tidak ada
: Bapak
: Obat Hipertensi
: Puskesmas
: Baik

Keadaan Rumah /lingkungan :


Jenis bangunan
Lantai rumah
Luas rumah
Penerangan
Kebersihan
Ventilasi
Dapur
Jamban keluarga
Sumber air minum
Sumber pencemaran
Sistem pembuangan air limbah
Tempat pembuangan sampah
Sanitasi lingkungan

: Permanen
: Keramik
: 5m x 6m =30 m2
: Sedang
: Baik
: Sedang
: Ada
: Ada
: Air tanah
: ada
: Tidak ada
: Ada
: Sedang

Spiritual Keluarga :
Ketaatan beribadah
Keyakinan tentang kesehatan

: Baik
: Cukup

VI.

VII.

Keadaan Sosial Keluarga


Tingkat pendidikan
Hubungan antar aggota keluarga
Hubungan dengan orang lain
Kegiatan organisasi sosial
Keadaan ekonomi
Kultural Keluarga
Adat yang berpengaruh
Lain lain

: Sedang
: Baik
: Baik
: Baik
:Sedang

: Jawa
: Tidak ada

VIII. Daftar anggota keluarga


1

No

Nama

Hub

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Agama

Ny.

dgn KK
KK

Keadaan
kesehatan

71 th

Tamat SD

Mengurus

Islam

Marham
2

ah
Bpk.

Keadaan

Imunisasi

Keterangan

Baik

gizi
Baik

Lupa

B
-

Rumah
Anak

51 th

SLTA

Tangga
Pedagang

Islam

Baik

Baik

Lupa

Chaerud
3

din
Marwan

Anak

45 th

SLTA

Karyawan

Islam

Baik

Baik

Lengkap

Nur

Anak

42 th

SLTA

swasta
Karyawan

Islam

Baik

Baik

Lengkap

Husin
Nurlaela

Anak

41 th

SLTA

swasta
Mengurus

Islam

Baik

Baik

Lengkap

Rumah
Tangga

IX.

Keluhan Utama :
Mengecek tekanan darah

X.

Keluhan Tambahan :
Kaki kiri sakit

XI.

Riwayat Penyakit sekarang :

Pasien mengaku datang ke puskesmas untuk memeriksa tekanan darah karena beliau
menderita hipertensi. Pasien juga mengaku memiliki riwayat darah tinggi sejak satu tahun
yang lalu, pasien mengetahuinya saat pasien mengalami keluhan pusing dan datang
berobat ke puskeesmas, dan didiagnosis dengan darah tinggi oleh dokter klinik tersebut.
Pasien mengaku meminum obat darah tingginya dengan teratur. Setelah ditensi tekanan
darah pasien adalah 140/90 mmHg. Riwayat sakit kencing manis disangkal, mual dan
muntah disangkal, nyeri perut disangkal, demam disangkal , BAK dan BAB lancar.
Selain darah tinggi, pasien mengeluh lutut dan pergelangan kaki kiri nya sakit.
XII.

Riwayat penyakit dahulu :

Kolesterol tinggi
XIII. Pemeriksaan fisik :
Keadaan umum
Kesadaran
Tekanan darah
Pernapasan
Nadi
Suhu

: Sedang
: Compos Mentis
: 140/90 mmHg
: 26 x/menit
: 72 x/menit
: 36,5C

XIV. Diagnosis Penyakit :


Hipertensi stadium 1 dan asam urat
XV.

Diagnosis keluarga :
Tidak ada

XVI. Anjuran penatalaksanaan penyakit :


a. Promotif : Menjelaskan tentang penyakit Hipertensi
b. Preventif :
- Diet rendah garam
- Olah raga teratur
- Menghindari factor resiko : rokok, alcohol, stress
c. Kuratif :
Terapi medikamentosa :
- Nifedipin 1x20mg tab/hari
- paracetamol 3 x 500mg tab/hari
- CTM 3 x 4mg tab/hari
d. Terapi non-medikamentosa :

1. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Harus memperhatikan kebiasaan


makan.
2. Menghindari stress dengan cara menciptakan suasana yang menenangkan bagi
pasien penderita hipertensi.
3. Memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat. Anjurkan kepada pasien penderita
hipertensi untuk melakukan olahraga seperti senam aerobik atau jalan cepat
selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.
e. Rehabilitatif : XVII. Prognosis :
Penyakit : bonam
Keluarga : bonam

XVIII. Resume
Dari hasil pemeriksaan saat kunjungan rumah pada tanggal 10 juli 2014,
didapatkan bahwa pasien adalah penderita Hipertensi. Pasien memiliki pengetahuan yang
baik tentang penyakitnya walaupun pola hidupnya bisa dikatakan kurang begitu baik,
yaitu seperti tidak bisa tidur, kurang olahraga dan minum obat secara tidak teratur.
Rumah pasien tergolong rumah yang sehat dengan ventilasi rumah yang bagus dan udara
dalam ruangan tidak panas. Pada pasien hipertensi, perlu dilakukan pencegahan sekunder
untuk mencegah komplikasi yang dapat timbul dengan minum obat secara teratur, kontrol
tekanan darahnya secara rutin minimal 1 bulan sekali dan olahraga secara teratur, tetap
mempertahankan pola makan sehat dan melakukan hal-hal yang terdapat dalam perilaku
hidup sehat. Sedangkan keluarga pasien sebagai kelompok berresiko tinggi, dianjurkan
untuk berperilaku hidup sehat sedini mungkin dan mengontrol tekanan darah secara
teratur dan hidup dengan pola makan yang sehat.

BAB II
PEMBAHASAN
Menurut teori Blum, didapatkan bahwa kesehatan manusia terdiri beberapa unsur yang
saling berinteraksi dan saling terkait secara hirarkis yaitu lingkungan, pelayanan kesehatan,
perilaku dan keturunan.
Dari hasil kunjungan rumah pada penderita hipertensi grade I, pasien mengatakan bahwa
semua keluarga nya sehat dan tidak ada yang menderita tekanan darah tinggi. Pasien memiliki
pola makan yang sehat seperti sayur-sayuran walaupun jarang dan selalu mengkomsumsi ikan
dan jarang mengkomsumsi daging namun makannya tidak teratur. Beliau teratur minum obat
hipertensi dan setiap seminggu sekali datang ke puskesmas untuk mengecek tekanan darahnya.
Selain itu jika dilihat dari hasil kunjungan rumah pasien, didapatkan bahwa tempat tinggal
pasien, terdapat ventilasi, pencahayaan di dalam rumah baik serta kebersihan didalam rumah
tergolong baik hanya saja ada dibagian dapur tidak ada ventilasi dan sangat berdekatan dengan
kamar mandi dan jamban, serta penerangannya kurang. Pembuangan sampah ditempat tinggal
pasien cukup. Namun saluran air di depan rumah nya buntu dan terdapat banyak sampah.

Klasifikasi Hipertensi
Menurut The Seventh Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection,
Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7) klasifikasi tekanan darah pada orang
dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prahipertensi, hipertensi derajat I, dan derajat II.1

Klasifikasi Tekanan Darah Menurut JNC 7


Klasifikasi Tekanan Darah
Normal
Prahipertensi
Hipertensi derajat 1
Hipertensi derajat 2

TDS (mmHg)
< 120
120 139
140 159
>160

TDD (mmHg)
< 80
80 89
90 99
>100

Etiologi
Pada 90-95% orang mengalami peningkatan tekanan darah (hipertensi esensial)
yang sebabnya tidak diketahui yang ditingkatkan oleh gaya hidup yang kurang aktif,
merokok, berat badan berlebih, diet tinggi lemak, konsumsi alcohol dan stress.2 Pada 510% orang (hipertensi sekunder) mempunyai penyakit lain yang mendasari menyebabkan
tingginya tekanan darah dan memerlukan pengobatan segera.2
Terdapat faktor-faktor risiko yang berperan dalam hipertensi. Faktor resiko yang
dapat diubah dan tidak dapat diubah.
Faktor Faktor yang dapat diubah termasuk gaya hidup, antara lain
:
Merokok
Kurang aktivitas fisik
Kelebihan berat badan
Diet tinggi lemak
Asupan garam berlebih
Konsumsi alcohol berlebih

Faktor Faktor yang tidak dapat diubah, antara lain :


Riwayat keluarga dengan hipertensi
Usia > 45 tahun pada pria dan >55 tahun pada wanita
Etnik / suku bangsa

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil pemeriksaan saat kunjungan rumah pada tanggal 10 juli 2014, Pasien memiliki
pengetahuan yang baik tentang penyakitnya sehingga melakukan pola makan yang baik, dan
minum obat secara teratur. Rumah pasien tergolong rumah yang tidak sehat dilihat dari tidak
adanya ventilasi di dapur, dan dekat dengan jamban Karena pasien sudah menderita tekanan
darah tinggi dan asam urat serta pernah mengalami kolesterol tinggi, pasien disarankan untuk
melakukan pencegahan sekunder untuk mencegah komplikasi yang dapat timbul dengan minum
obat secara teratur, kontrol tekanan darahnya secara rutin minimal 1 bulan sekali dipuskesmas
maupun diklinik dan olahraga secara teratur, Sedangkan keluarga pasien, dianjurkan untuk
berperilaku hidup sehat sedini mungkin dan mengontrol tekanan darah secara teratur dan hidup
dengan pola makan yang sehat. Untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh hedaknya didukung
pula oleh kondisi rumah yang tetap sehat, oleh karena itu pasien disarankan untuk menjaga
kebersihan rumah.
3.2 Saran
Pada penderita Hipertensi, untuk melakukan pola hidup yang sehat, agar tekanan darah tetap
stabil yaitu dengan cara mengontrol makanan yang dikonsumsi, istirahat yang cukup dan teratur
minum obat antihipertensi dan selalu di kontrol tekanan darahnya dengan datang ke Puskesmas
terdekat. Begitu juga dengan keluarga pasien yang beresiko. Dan untuk mencapai kesehatan
yang menyeluruh yaitu dengan tetap menjaga kebersihan lingkunagan baik itu didalam maupun
diluar rumah.

10

Lampiran

Gambar 1. Depan Rumah


Gambar 2. Halaman depan Rumah

Gambar

3.

Selokan
depan Rumah

Gambar 4. Ruang Tamu

11

Gambar 6. Dapur

Gambar 7. Tempat Cuci dan Kamar Mandi

Daftar Pustaka
1. Yogiantoro, Mohammad. Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
2.

Edisi V Jilid III. Jakarta : Interna Publishing, 2009.


Perhimpunan Hipertensi Indonesia. Konsesus Penatalaksanaan Hipertensi Dengan
Modifikasi Gaya Hidup. Jakarta : InaSH, 2011.

12